8+ Unsur Unsur Tari Lengkap Dengan Penjelasannya

8+ Unsur Unsur Tari Lengkap Dengan Penjelasannya

Unsur Tari – Unsur tari merupakan sebuah unsur dimana jika tari dikatakan indah apabila mempunyai sebuah unsur seni tari dimana unsur tari tersebut terdiri dari beberapa unsur yang berbeda. Berikut ini adalah unsur seni tari yang dapat anda gunakan ketika hendak belajar sebuah tari.

Pengertian Seni Tari

Unsur Tari
Unsur Tari

Seni tari adalah sebuah seni yang berhubungan dengan gerak tubuh yang bergerak mengikuti alunan musik untuk mengungkapkan perasaan dan maksud dari perasaaan.

Pengertian Seni Tari Menurut Para Ahli

Unsur Tari
Unsur Tari

Pengertian seni tari menurut beberapa ahli adalah

Soedarsono

Menurut Soedarsono seni tari adalah salah satu cabang seni pengekspresian diri yang dituangkan ke dalam bentuk gerakan ritmis yang indah.

Corne Hartong

Menurut Corne Hartong, tari adalah sebuah dorongan dari dalam diri setiap manusia untuk mengukapkan perasaannya melalui gerakan ritmis.

Pangeran Suryadiningrat

Menurut Suryadiningrat, seni tari adalah salah satu bentuk kesenian yang diungkapkan melalui gerak seluruh tubuh mengikuti alunan irama musik dengan maksud untuk menyampaikan suatu pesan.

I Gede Ardika.

Menurut I Gede Ardika, seni tari adalah suatu kesenian untuk menyelaraskan antara gerak tubuh dengna irama musik.

Irmgrad Bartenieff dan Forrestine Paulay.

Menurut Bartenieff dan Paulay, seni tari memiliki kaitan erat dengan bentuk pengekspresian setiap jiwa manusia terhadap konflik dan masalah yang terjadi.

Haukins

Menurut Haukins, seni tari adalah bentuk imajinasi seseorang yang dituangkan ke dalam bentuk gerakan.

Enoch Atmadibrata

Menurut Enoch, seni tari adalah suatu gerakan yang keluar dari tubuh yang memenuhi suatu ruang dan berdasarkan pada irama.

Fungsi Tari

Unsur Tari
Unsur Tari

Ada lima fungsi dari seni tari, berikut penjelasan lebih lanjut mebgenai fungsi seni tari.

Sarana Upacara Adat

Seni tari merupakan salah satu warisan nenek moyang yang pda zaman dahulu sering dikaitkan dengan adat istiadat seperti dipertunjukkan sebagai salah satu bentuk upacara adat maupun keagamaan.

Fungsi seni tari sebagai bentuk bagian dari upacara keagamaan masih banyak kita jumpai, contohnya Tari Pendet dari Bali yang digunakan sebagai bentuk upacara keagamaan karena para penari membawa sesajen sebagai persembahan. Sebagai bentuk upacara adat ada Tari Gantar dari Kalimantan sebagai bentuk upacara penghormatan kepada Dewi Sri.

Sarana Hiburan

Seni tari juga memiliki fungsi menghibur dan sebagai bentuk pertunjukkan kepada masyarakat. Contoh seni tari sebagai bentuk hiburan adaalh sendratari ramayana di Yogyakarta.

Sarana Sosialisasi

Seni tari pada zaman dahulu merupakan salah satu bagian dari kehidupan bersosialsisi. Seni tari sebagai seni pertunjukkan pastinya akan membawa banyak penonton sehingga melalui pertunjukkan tari kegiatan bersosialisai tetap terjalin.

Sarana Pendidikan

Seni tari jug amemiliki fungsi sebagai pendidikan. Sebagai sarana pendidikan seni tari baik yang diajarkan di sekolah mau pun yang diajarkan secara turun temurun memiliki tujuan yang sama yaitu meneruskan sejarah dari nenek moyang. Tarian sendiri biasanya berisi pengetahuan mengenai norma-norma, adat-istiadat, maupun tradisi yang ada di daerah tersebut.

Sarana Katarsis

Seni tari juga disebutkan sebagai katarsis atau sebagai pembersihan jiwa. Bagi para seniman, melalui tarian dengan pengahayatan yang mendalam dapat mengembalikan jiwa mereka. Seni tari juga dapat dijadikan bentuk penyaluran terapi.

Jenis-Jenis Seni Tari

Unsur Tari
Unsur Tari

Jenis seni tari dapat dibagi dua yaitu seni tari berdasarkan jumlah penarinya dan seni tari berdasarkan genre nya. Untuk jenis seni tari yang dilihat berdasarkan jumlah penarinya berikut penjelasannya.

Tari Tunggal

Tari tunggal adalh jenis seni tari yang dimainkan oleh sati orang penari saja. Seni tari tunggal dibedakan menjadi seni tari feminim dan maskulin yang dapat dimainkan oleh baik perempuan maupun laki-laki.

Karakter tari maskulin adalah tegas, kuat, kokoh, dan patah-patah. Sedangkan karakter untuk tari feminim adalah halus, lemah demulai, melengkung, dan patah-patah menyudut. Contoh tarian maskulin adalah Tari Perang yang menggambarkan seorang pahlawan dayak dalam berperang.

Contoh tarian feminim adalah Tari Gambyong yang menggambarkan seorang wanita, dipentaskan dengan lemah gemulai, lincah, dan luwes. Sedangkan contoh tarian tunggal dari beberapa daerah di Indonesia seperti Tari Golek dari Yogyakarta, Tari Bondan dari Surakarta, Tari Cendrawasih dari Bali, Tari Topeng Samba dari Jawa Barat, dan masih banyak lainnya.

Tari Kelompok

Tari kelompok adalaj bentuk tarian yang dipentaskan secara bersama-sama atau berkelompok. Drama tari atau sendratari juga termasuk ke dalam bentuk tari secara berkelompok.

Contoh tari berkelompok adalh Tari Saman dari Aceh, Tari Kecak dari Bali, Tari Kipas Pakrena dari Sulawesi Selatan, Tari Piring dari Sumatera Barat, dan masih banyak lagi.

Tari Berpasangan

Tari berpasangan atau tari duet adalah jenis tarian yang mainkan oleh dua orang , tari ini dapat dimainkan oleh sesama jenis maupun oleh pasangan laki-laki dan perempuan. Gerakan yang dihasilkan oleh pasangan tersebut harus saling mengisi karena maksud dari tari berpasangan ini adalah agar kedua penari saling berinteraksi dan melengkapi.

Contoh tari berpasangan adalah Tari Serampang Dua Belas dari Sumatera, Tari Zapin dari Riau,  Tari Bedhaya dan Tari Golek dari Yogyakarta, dan masih banyak lainnya.

Tari Berdasarkan Genrenya

Unsur Tari
Unsur Tari

Dan untuk jenis tari berdasarkan genrenya, berikut penjelasan lengkapnya.

Tari Klasik

Tari klasik merupakan salah satu bentuk tari tradisional yaitu tarian yang tumbuh dan berkembang secara turun temurun dari nenk moyang dan berakar pada adat istiadat suatu daerah.

Tari klasik merupakan jenis tari yang banyak berkembang pada zaman penjajahan dan biasanya merupakan jenis tarian yang berkembang di kalangan bangsawan atau tumbuh di lingkungan keraton. Beberapa ciri khas dari tari klasik adalah memiliki nilai historis yang berhubungan dengan suatu standarisasi atau pakem tertentu, memiliki makna yang dalam,

Tampil serba mewah dengan menggunakan gerakan, kostum, hingga riasan yang menggambarkan status yang tinggi. Contoh tari klasik adalah Tari Bedhaya, Tari Srimpi, Tari Gathotkaca Gandrung, Tari Srikandi Bisma, Tari Lawung Ageng, dan masih banyak lagi.

Tari Rakyat

Tari rakyat atau tari folklasik juga termasuk ke dalam jenis tarian tradisional. Tari rakyat merupakan tari yang tumbuh pada masyarakat dan diturunkan secara turun temurun.

Ciri khas pada tari rakyat adalah memiliki alur cerita mengenai kehidupan sosial atau sehari-hari masyarakat, mengandung unsur adat dan kebiasaan yang berkembang di masyarakat, menggunakan gerak, riasan, dan kostum yang sederhana.

Tari rakyat juga biasanya mengandung unsur-unsur berbau magis. Contoh tari rakyat adalah Tari Lengger, Tari Piring, Tari Tayub, Tari Rodat, dan masih banyak lainnya.

Tari Kreasi Baru

Tari kreasi baru masih masuk ke dalam kategori tari tradisional, tari kreasi baru adalah tari klasik yang kemudian disesuaiakn dengan perekembangan zaman dan diaransemen namun nilai-nilai sejarah di dalamnya tidak berubah.

Ciri dari tari kreasi baru adalah merupakan bentuk inovasi dari tari tradisional, menggunakan alat musik dan lagu pengiring yang telah diinovasikan dengan hal yang lebih modern, gerakan yang dihasilkan juga lebih berinovasi, properti seperti riasan hingga kostum panggung lebih menyesuaikan zaman.

Contoh tari kreasi baru adalah Tari Merak, Tari Kupu-kupu, Tari Roro Wilis, Tari Ongkek manis, dan masih banyak lagi.

Tari Kontemporer

Tari konteporer atau tari masa kini nama yang lebih dikenal luas di masyarakat adalah salah satu jenis tari yang lebih modern dan tidak terikat dengan pakem ataupun lebih bersifat bebas. Tari kontemporer biasanya tidak disajikan seperti tarian tradisional melainkan lebih diperuntukkan untuk acara-acara tertentu saja.

Ciri khas dari tari kontemporer adalah gerakannya jauh lebih bebas, tidak terikat dengan peraturan, tidak terlalu mengikat terhadap tari tradisional, dan gerakan hingga musik di sesuaikan dengan tema saat itu.

Contoh tari kontemporer adalah tari Cak Rina yang merupakan seni tari kontemporer karya Sardono W. Kusumo, pertama kali dipertontonkan di Bali pada tahun 1972. Tari Setan Bercanda dari Bali yang diperkenalkan oleh I Wayan Dibia.

Alat musik yang digunakan pada Tari Setan Bercanda bykanlah alat musik tradisional melainkan menggunakan alat musik sederhana seperti pecahan bambu dan bebatuan mirip angklung.

Unsur-Unsur Seni Tari

Unsur Tari
Unsur Tari

Unsur-unsur yang terkait dalam seni tarian dibagi menjadi dua yaitu unsur utama dan unsur pendukung. Berikut unsur-unsur yang termasuk ke dalam unsur utama seni tari yaitu

Raga

Unsur utama yang pertama adalah raga atau yang diambil dari bahasa Jawa yaitu Wiraga yang berarti gerak dalam seni tari. Unsur raga dalam seni tari memiliki maksud dan tujuan sehingga gerakan tersebut haruslah bersifat ritmis, dinamis, dan estetis.

Ada dua macam gerak yaitu gerak biasa dan gerak maknawi. Gerak biasa disebut juga dengan gerak murni adalah gerakan yang tidak mempunyai makna apapun. Sedangkan gerak maknawi adalah gerakan dalam sebuah tarian yang emmiliki makna khusus dan memiliki tujuan mendalam.

Gerakan yang diperagakan oleh para penari juga memiliki makna tertentu contohnya gerakan memutar pergelangan tang apada penari wanita yang memiliki arti kelembutan karena gerakan tersebut harus dimainkan secara luwes.

Gerakan pada pinggang yang berdecak pada penari pria melambangkan kegagahan atau wibawa. Unsur raga menjadi unsur terpenting karena tarian pada hakikatnya adalah mengenai suatu pesan yang disampaikan melalui gerak tubuh, tanpa adanya gerakan tarian akan kehilangan jati dirinya.

Irama

Unsur utama yang kedua adalah irama atau Wirama. Irama dari musik yang dikeluarkan akan membantu mengiringi gerakan penari sehingga tercipta suatu keharmonisan. Irama akan membantu penari untuk mengetahui kapan harus memulai gerakan hingga mengetahui waktu yang teoat untuk mengganti gerakan.

Gerakan dan irama harus berjalan berdampingan maka dari itu seorang penari harus pintar membaca irama, ketukan, dan tempo agar gerakannya tidak tertinggal. Irama musik yang digunakan bisa berupa suatu rekaman audio hingga irama yang dikeluarkan dari pertunjukkan langsung instrumen musik.

Instrumen yang biasa digunakan untuk mengiringi tarian adalah alat musik tradisional seperti gamelan dan kecapi. Di zaman yang lebih modern, iringan musik bagi penari dapat berinovasi menjadi berbagai hal seperti tepukan tangan, nyanyian, hingga ketukan kaki.

Iringan musik terbagi menjadi dua yaitu musik internal yang berisi musik yang dikeluarkan oleh penari itu sendiri seperti nyanyian hingga hentakan kaki. Kedua adalah musik eksternal yaitu musik yang bersumber dari alat -alat instrumen seperti gamelan, orkestra, dan lainnya.

Rasa

Unsur utama ketiga dan terkahir adalah rasa atau Wirasa. Rasa adalah bentuk emosional para penari dalam memerankan karakternya. rasa sangat penting agar pesan yang disampaikan oleh para penari dapat tersampaiakan kepada penonton. Rasa biasanya dapat ditunjukkan dalam bentuk gerakan maupun ekspresi penari selama menari.

Contohnya, penari yang memerankan karakter sebagai gadis desa maka ia harus dapat membuat gerakan yang lemah gemulai dengan ekspresi wajah yang lembut.

Dengan adanya rasa yang ditampilkan oleh para penari maka penonton dapat menebak suasan dan karakter dalam tarian tersebut. Apabila seorang penari tidak memiliki rasa maka tariannya akan menjadi hampa.

Kostum         

Tarian merupakan bentuk seni pertunjukkan karena itu kostum panggung menjadi salah satu hal oendukung yang mutlak haru sada dalam setiap pertunjukannya. Kostum yang dikenakan seprang penari haruslah pakaian yang nyaman dipakai, enak dilihat, dan tentunya pakaian yang mempermudah gerak para penari.

Fungsi dari kostum penari adalah untuk memberikan gambaran tema dari pertunjukkan, menghidupkan peran dan karakter penari, salah satu bentuk pengekspresian karakter penari, dan sebagai bentuk estetika dan etika.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah kostum penari harus bisa mendukung gerak tari dapat berupa desain kostum maupun pemilihan warna kostum para penari.

Rias

Riasan seorang penari juga sebaiknya diperhatikan baik-baik karena ini termasuk ke dalam unsur pendukung dalam pertunjukkan tari. Baik itu penari laki-laki maupun perempuan harus menggunakan riasan untuk menunjang pertunjukkan.

Riasan seorang penari hendaknya disesuaikan dengan karakter yang dimainkan, pemakaian bentuk riasan yang disesuaikan dengan tema tarian atau pertunjukkan, kerapian riasan harus diperhatikan betul garis-garis atau bentuk yang diinginkan.

Fungsi riasan pada penari adalah untuk membantu penonton mengerti tentang watak karakter, untuk bisa lebih menonjolkan ekspresi penari, memperjelas garis-gaaris wajah para penari, menyempurnakan penampilan terutama yang berhubungan dengan estetika dan keindahan pertunjukkan. Tata rias para penari juga harus disesuaikan menurut usia, ras, dan bentuk wajah penari.

Tata rias sendiri ada tiga macam yaitu riasan korektif yaitu tata rias yang bertujuan untuk menyempurnakan, kedua riasan fantasi yaitu riasan yang dapat mengubah bentuk wajah penari menjadi tidak realistis atau disebut juga dengan riasan karakter khusus.

Terakhir adalah riasan karakter yaitu riasan yang dapat mengubah karakter penari menjadi karakter lainnya seperti umur, watak, bangsa, ras, dan lainnya.

Pola Panggung

Tata letak atau pola panggung juga dapat mempengaruhi suatu pertunjukkan. Panggung merupakan tempat berlangsungnya pentas tari, disana akan terdapat berbagai macam properti pendukung pertunjukkan.

Tata letak panggung menjadi bagian dari unsur pendukung tari dikarenakan tata letak panggung dapat membantu menciptakan suasana dan membantu terciptanya suasananya yang artistik. Tata panggung dapat membantu para penari selama pertunjukkan berlangsung untuk mengetahui posisi berdirinya.

Fungsi dari adanya tata panggung adalah untuk menunjang jalnnay pentas dengan properti yang tersedia, sebagai ruang bagi para penari untuk menari, menambah kesan dan membantu menghidupkan suasana saat menari. Sebuah panggung yang baik adalah panggung yang memberikan keleluasan bagi para penari untuk dapat menari dengan bebas.

Ada dua jenis panggung yaitu pertama panggung terbuka yaitu panggung yang berada pada tempat terbuka dan tidak tertutup, contohnya arena pendopo, halaman, atau bahkan lapangan.

Keuntungan dari panggung terbuka adalah penonton dapat melihat penari atau pertunjukkan dari segala arah. Yang kedua adalah panggung tertutup yaitu panggung yang berada dalam suatu ruangan, conothnya auditorium. Panggung tertutup juga disebut dengan prosenium. Pada panggung tertutup penonton hanya dapat melihat pertunjukkan dari satu sisi saja.

Leave a Comment