Unsur Senyawa : Pengertian, Perbedaan, Contoh Beserta Gambarnya

Unsur Senyawa : Pengertian, Perbedaan, Contoh Beserta Gambarnya

Unsur Senyawa – Segala macam yang ada di dunia ini merupakan suatu materi yang sangatlah kompleks. Beruntungnya kita karena para ahli telah mengelompokkan materi tersebut ke dalam dua kategori yaitu zat murni dan zat campuran untuk memudahkan kita mempelajari materi-materi tersebut.

Dinamakan zat murni karena terdiri dari satu zat penyusunnya saja dan sering dikatakan dengan zat tunggal. Sedangkan zat campuran merupakan suatu zat yang terdiri dari beberapa zat penyusunnya. Zat murni sendiri dapat dikategorikan ke dalam unsur dan senyawa, sedangkan zat campuran dikategorikan ke dalam zat campuran homogen dan heterogen. Untuk lebih jelas membedakan antara unsur, senyawa dan campuran berikut penjelasannya.

1.Unsur

Unsur Seyawa

Unsur merupakan suatu zat yang paling murni, yang berarti tidak dapat diuraikan menjadi zat-zat lainnya menggunakan reaksi kimia sederhana ataupun menggunakan reaksi nuklir. Unsur merupakan zat yang paling sederhana yang dengan kombinasi satu atau dua unsur dapat membentuk suatu senyawa. Unsur terdiri atas unsur alam dan unsur buatan. Unsur buatan adalah suatu unsur yang tercipta karena adanya campur tangan manusia dalam pembuatannya. Contoh unsur buatan adalah einsteinium, yang bersifat radioaktif dan tidak stabil.

Sementara itu unsur alam adalah unsur atau zat yang memang sudah terdapat di alam. Unsur alam juga tergolong atas unsur logam dan unsur non logam. Unsur non logam seperti hidrogen, oksigen, karbon, belerang, klorin, dan nitrogen. Sementara itu unsur yang bersifat logam seperti emas, perak, besi, aluminium, dan raksa.

Unsur logam memiliki ciri-ciri:

  • Bersifat konduktor yang baik atau merupakan suatu penghantar yang baik. Unsur yang tergolong ke dalam kategori logam merupakan konduktor listrik dan panas yang baik
  • Apabila permukaannya digosok akan menjadi mengkilap
  • Permukaannya dapat ditempa dan juga dapat direnggangkan
  • Semua unsur logam merupakan benda padat pada suhu kamar atau 25 derajat celcius, kecuali untuk raksa

Untuk unsur non logam memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Dalam suhu ruangan yaitu 25 derajat Celcius, unsur non logam dapat berbentuk macam-macam ada yang berbentuk dalam zat padat, zat cair, maupun, zat gas
  • Unsur non logam yang berbentuk zat padat pada umumnya bersifat rapuh atau mudah pecah, kecuali pada arang
  • Bukan termasuk ke dalam kategori benda konduktor melainkan isolator karena tidak dapat menghantarkan listrik dan panas, kecuali grafit
  • Apabila digosok tidak akan mengkilap, kecuali intan

Untuk mengetahui mana saja yang termasuk suatu unsur, para ahli telah menciptakan sebuah tabel periodik yang berisi kurang lebih 100 macam unsur. Tabel periodik tersebut diberi nama sistem periodik unsur, dan dituturkan berdasarkan kesamaan yang terdapat pada tiap unsurnya untuk memudahkan dalam membacanya.

Ketika melihat nama-nama unsur dalam tabel periodik kita dapat mengetahui apakah zat tersebut merupakan unsur logam ataupun non logam. Caranya adalah dengan melihat akhiran dari tiap nama unsur. Apabila unsur tersebut berakhiran dengan nama -ium ataupun -um dapat dipastikan unsur tersebut adalah logam, kecuali helium, selenium, dan telurium. Ada juga unsur-unsur yang merupakan unsur peralihan antara logam ke non logam yang disebut unsur metaloid, seperti silikon, boron, dan arsen. Unsur yang tergabung dalam kategori metaloid memiliki sifat baik logam maupun non logam.

2.Senyawa

Unsur Seyawa

Senyawa merupakan zat tunggal yang terdiri dari dua atau lebih unsur dan dapat diuraikan melalui bantuan reaksi kimia. Senyawa terbentuk atas ikatan dua atau lebih unsur yang memiliki sifat berbeda dari unsur-unsur penyusunnya. Contoh dari senyawa adalah air, karbohidrat, garam, gula pasir, dan lainnya.

Salah satu cara menentukan suatu zat apakah senyawa atau bukan dapat dilihat dari rumus kimia. Rumus kimia atau yang juga disebut dengan rumus molekul adalah suatu sistem penamaan senyawa kimia untuk memberikan penjelasan mengenai susunan jumlah atom penyusunnya. Sistem penamaan menggunakan rumus kimia yang paling sederhana disebut dengan rumus empiris yang hanya menggunakan huruf dan angka saja.

Sistem rumus kimia adalah dengan cara menuliskan nama kimianya dengan mengikutsertakan jumlah atom pada unsur-unsur yang terdapat pada senyawa. Contoh penamaan senyawa menggunakan rumus kimia adalah glukosa yang mempunyai rumus kimia C6H12O6.

Air merupakan suatu senyawa yang terdiri atas hidrogen dan oksigen yang saling terikat karena adanya ikatan kimia. Hidrogen bersifat mudah terbakar karena berbentuk zat gas, sedangkan oksigen adalah suatu unsur yang memiliki fungsi sebagai zat pembakar.

Contoh yang kedua adalah garam dapur atau yang memiliki nama ilmiah NaCl atau natrium klorida ini merupakan suatu senyawa yang terbentuk dari unsur natrium dan klorin. Garam dapur sendiri memiliki sifat yang berbeda dari unsur-unsur penyusunnya.

Natrium merupakan suatu logam yang mudah meledak apabila bersinggungan dengan air. Sedangkan klorin adalah unsur non logam yang memiliki sifat bau yang menusuk juga sangat reaktif karena berbentuk zat gas.

Adapun senyawa dibagi lagi menjadi dua macam, yaitu senyawa ionik dan senyawa organik. Berikut penjelasannya.

  • Senyawa ionik

Senyawa ionik merupakan suatu ikatan ion yang disatukan karena adanya gaya elektrostatik. Senyawa ionik terdiri dari ion bermuatan positif atau kation dan ion bermuatan negatif atau anion, maka dari itu senyawa ionik tergolong kedalam senyawa yang bermuatan netral. Senyawa yang mengandung ion bermuatan positif atau mengandung ion hidrogen atau ion H+ disebut dengan asam.

Sedangkan senyawa ionik yang mengandung ion hidroksida disebut dengan senyawa basa. Dan untuk senyawa yang bermuatan netral disebut dengan dengan garam. Proses penetralan garam dilakukan dengan bantuan proses reaksi asam basa.

  • Asam

Asam adalah suatu senyawa yang apabila dilarutkan kedalam air maka akan memiliki jumlah pH kurang dari 7. Asam merupakan zat penerima elektron bebas dari senyawa basa atau penerima ion H+. Salah satu contoh senyawa asam adalah asam asetat pada cuka dan asam sulfat pada aki mobil.

Sifat senyawa asam adalah memiliki rasa yang asam apabila dilarutkan kedalam air, terasa sensasi menyengat apabila tersentuh oleh kulit bahkan akan mengakibatkan kerusakan pada kulit apabila asam pekat, asam bersifat korosif terhadap logam atau bersifat merusak logam, dan semua senyawa asam adalah larutan elektrolit yaitu larutan yang akan terurai menjadi ion-ion apabila dilarutkan kedalam air dan dihantarkan listrik.

Penggunaan asam dalam kehidupan sehari-hari adalah digunakan dalam proses penghilangan karat pada logam, sebagai elektrolit pada baterai seperti pada aki mobil, banyak terdapat pada enzim pencernaan manusia dan hewan, dan terakhir sebagai katalis.

  • Basa

Basa merupakan senyawa yang memiliki karakteristik berlawanan dengan asam. basa memiliki pH diatas 7 apabila dilarutkan kedalam air dan merupakan pemberi ion ( OH- ). Basa terdiri dari dua yaitu basa lemah dan basa kuat yang dikategorikan berdasarkan kemampuan senyawa tersebut melepaskan ion OH-.

Adapun karakteristik dari basa adalah memiliki rasa yang pahit, memiliki permukaan yang licin, bersifat kaustik, senyawa penetral asam, merubah warna kertas lakmus dari merah menjadi biru, merupakan penghantar listrik yang baik, dan berperan dalam proses pelapukan. Contoh basa adalah Aluminium hidroksida yang terdapat pada deodoran, kalsium hidroksida yang terdapat pada plester, dan kalium hidroksida pada bahan pembuat sabun.

Senyawa ionik sendiri memiliki ciri-ciri seperti bentuknya yang keras dan mudah rapuh, apabila dalam bentuk larut merupakan konduktor yang baik namun ketika berbentuk padat maka berubah menjadi isolator. Proses pembentukan senyawa ionik dapat diperoleh melalui metode penguapan pelarut, pembekuan, presipitasi, reaksi zat padat, atau reaksi transfer elektron logam reaktif dengan non logam reaktif.

  • Senyawa organik

Senyawa organik adalah senyawa yang memiliki kandungan karbon di dalamnya. Di dalam senyawa organik terdapat rantai karbon yang panjang, bentuk, dan gugus alkilnya berbeda-beda. Senyawa organik biasanya selain terdiri dari karbon, juga terdiri dari unsur hidrogen, oksigen, dan nitrogen.

Contoh senyawa organik adalah protein, lemak, karbohidrat. Senyawa organik memiliki karakteristik sebagai berikut titik didih dan titik leleh yang rendah, bukan termasuk kedalam golongan penghantar listrik, proses reaksi yang lambat, memiliki struktur yang rumit, dan larut dalam pelarut organik.

3.Campuran

Unsur Seyawa

Campuran adalah suatu zat yang terbentuk karena adanya ikatan antara dua atau lebih unsur yang saling terikat dengan komposisi yang berbeda-beda dan masih memiliki sifat asli unsur-unsur pembentuknya. Campuran dapat dikelompokkan ke dalam homogen dan heterogen.

Zat campuran memiliki karakteristik seperti

  • Terbentuk atas dua atau lebih zat tunggal
  • Komposisi pembentuknya tidak tetap
  • Zat campuran masih memiliki sifat asli zat pembentuknya
  • Dapat diuraikan menjadi komponen-komponen pembentuknya dengan cara fisis yaitu penyaringan dan penyulingan.

Campuran yang bersifat homogen adalah suatu gabungan antara dua atau lebih zat tunggal dimana sudah tidak terlihat batas antara masing-masing zatnya meski menggunakan mikroskop sekalipun. Campuran homogen biasa disebut dengan sebutan larutan. Salah satu contoh campuran homogen adalah udara yang terdiri dari berbagai jenis gas dan tidak dapat dibedakan satu antara lainnya.

Yang kedua campuran heterogen, merupakan suatu campuran yang masih dapat dibandingkan bidang batasnya. Contoh campuran heterogen adalah ketika kita mencampurkan air dan minyak. Bahkan tanpa menggunakan mikroskop pun kita dapat melihat bidang batas di antara keduanya.

Proses pemisahan campuran ada beberapa macam, yaitu

  • Pengayakan

Proses ini digunakan untuk memisahkan partikel berbentuk padat dengan ukuran yang berbeda-beda, contohnya memisahkan pasir dengan kerikil.

  • Decanter

Metode ini digunakan untuk memisahkan campuran antara larutan dan padatan. Prosesnya dilakukan dengan cara mengendapkan partikel padatan karena ukuran padatan yang begitu besar. Contohnya adalah memisahkan tanah dalam air.

  • Penyaringan

Metode ini untuk memisahkan padatan dari larutan namun menggunakan bantuan saringan karena partikel padatan sangat kecil. Contoh proses penyaringan pasir dan air.

  • Sentrifugasi

Metode ini digunakan untuk memisahkan cairan dan padatan namun keduanya memiliki ukuran yang sama-sama kecil sehingga akan susah jika hanya menggunakan penyaringan. Contohnya adalah pengambilan VCO atau virgin coconut oil.

  • Penguapan

Metode ini digunakan untuk mengambil padatan yang terlarut hampir sempurna pada larutan. Contohnya penguapan untuk mengambil garam dari air laut.

  • Sublimasi

Metode ini dilakukan ketika unsur penyusun campuran tersebut dapat menyublim ketika dipanaskan. Contohnya pemisahan iodine dari campuran pasir.

  • Ekstrasi

Metode ini digunakan untuk memisahkan campuran dengan menggunakan perbedaan kelarutan zat penyusunnya. Contoh proses pembuatan minyak astri.

  • Penyulingan

Metode ini dilakukan menggunakan perbedaan titik didih zat penyusunnya. Contohnya adalah penyulingan air tawar dari air laut.

  • Kromatografi

Metode ini digunakan untuk memisahkan campuran larutan dengan volume campurannya yang sangat sedikit.

Leave a Comment