4 Unsur Pembentukan Negara Lengkap Dengan Penjelasannya

4 Unsur Pembentukan Negara Lengkap Dengan Penjelasannya

Unsur Negara – Sebagai seorang warga negara kita memang sudah semestinya mematuhi dan mentaati setiap peraturan yang dibuat oleh negara. Semasa duduk dibangku sekolah dasar kita pasti menerima pelajaran PKN atau Pendidikan Kewarganegaraan.

Hal ini bertujuan agar kita mengerti hak dan kewajiban kita sebagai masyarakat dari suatu negara dan juga memahami lebih banyak mengenai negara kita ini. Untuk itulah berikut akan dijelasakan penjelasan mengenai pengertian suatu negara hingga unsur-unsur pembentuk suatu negara.

Pengertian Negara

Unsur Negara

Kata negara berasal dari bahasa sansekerta, “ Nagari” atau “ Nagara”yang memiliki arti wilayah atau penguasa. Di dalam bahasa Inggris kata negara disebut dengan “ State” yang berarti tegak atau suatu keadaan yang bersifat tetap.

Ada banyak pengertian mengenai sautu negara dan tidak ada pengertian yang jauh lebih benar atau salah di antaranya. Berikut beberapa pengertian mengenai negara.

Negara adalah suatu bentuk organisasi tertinggi yang memiliki kekuasan penuh atas orang-orang di dalamnya untuk mengatir segala sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan umum.

Atau negara adalah suatu kelompok orang yang tinggal dalam wilayah tertentu dan diorganisasikan oleh suatu pemerintahan yang keanggotaannya telah disepakati dan berdaulat.

Ada juga yang mengartikan suatu negara adalah suatu eilayah tertentu yang memiliki sebuah aturan untuk ditaati dan dilaksanakan oleh seluruh masyarakat yang menempati wilayah tersebut.

Pada dasaarnya suatu negara diciptakan untuk mengatur dan menjamin terciptanya suasana stabil yang nyaman dan tentram bagi para masyarakatnya. Karena itulah suatu negara memiliki wewenang tertinggi untuk membuat suatu peraturan yang berlaku bagi seluruh masyarakatnya.

Pengertian Negara Menurut Para Ahli

Unsur Negara

Ada beberapa pengertian negara menurut para ahli, berikut penjelasannya

  • John Locke. Menurut Locke negara merupakan suatu badan atau organsisasiyang merupakan hasil dari perjanjian yang telah diputuskan hasilnya oelh masyarakat.
  • Max Weber. Menurut Weber, suatu bentuk monopoli fisik dari suatu kumpulan masyarakat dalam menggunakan kekerasan fisik yang berlangsung dalam suatu wilayah tertentu.
  • Roger F. Soleau. Menurut Soleau, suatu negara adalah sebuah wadah yang memiliki wewenang dalam mengendalikan dan juga mengatur masalah-masalah umum dalam masyarakatnya.
  • Mr. Soenarko. Suatu negara adalah bentuk organisasi masyarakat yang memiliki kekuasaan yang berlaku di dalam wilayah terntentu sebagai bentuk dari kedaulatan.
  • Mriian Bujiardjo. Negara didefinisikan sebagai bentuk organisasi dalam suatu wilayah tertentu yang memiliki kekuatan penuh untuk memaksakan kekuasaannya secara sah kepada masyarakat di dalamnya demi menerapkan tujuan bersama.

Dari beberapa pengertian mengenai negara diatas dapat diambil kesimpulan bahwa suatu negara memiliki tiga sifat yaitu:

  • Suatu negara memiliki kewenangan utnuk memaksa setiap individu didalam negaranya utnuk mentaati peraturan yang berlaku.
  • Suatu negara memiliki hak penuh atasa semua sumber daya baik yang bersifat manusia hingga sumber daya alam yang ada did alam wilayah kekuasaannya.
  • Suatu negara memiliki kewenangan dan hak penuh atas semuanya tanpa pengecualian.

Fungsi Negara

Unsur Negara

Suatu negara memiliki beberapa fungsi dalam mewujudkan cita-cita bersama. Fungsi utama dari suatu negara adalah untuk mewujudakn keinginan, cita-cita, dan harapan masyarakatnya. Tetapi untuk lebih jelasnya berikut penjabaran fungsi suatu negara.

  • Fungsi ketertiban dan keamanan
  • Fungsi kemakmuran dan kesejahteraan
  • Fungsi pertahanan
  • Fungsi keadilan

Selain fungsi, suatu negara harus memiliki tujuan dalam menjalankan fungsi-fungsinya. Berikut beberapa penjelasan mengenai tujuan negara.

  • Untuk memberikan perlindungan bagi bangsa
  • Untuk memajukan kesejahteraan
  • Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa
  • Ikut berpatisipasi menjaga ketertiban dunia

Bentuk Negara

Unsur Negara

Suatu negara memiliki berbagai macam bentuk, di dunia ada dua macam bentuk negara yang banyak diterapkan, yaitu:

Negara Kesatuan

Negara kesatuan. Bentuk negara kesatuan adalah suatu negara dimana pemegang kekuasaan tertinggi adalah pemerintahan pusat. Adapun bentuk negara kesatuan dibagi lagi menjadi dua macam menurut pembagian kewenangannya. Bentuk dari negara kesatuan yaitu:

  • Bentuk sentralisasi adalah bentuk negara kesatuan dimana kekuasaan atau pemecahan masalah kewenangannya tetap dipegang oleh pemerintah pusat sementara para pelaksananya adalah pemerintah daerah.
  • Bentuk negara desentralisasi adalah dimana pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengurus semua kebutuhan dan masalah mereka masing-masing dengan peraturan tertentu atau yang disebut dengan hak otonomi.

Adapun negara-negara di dunia yang menganut bentuk negara kessatuan contohnya

adalah Indonesia, Jepang, Filipina, Italia, Belanda, dan lainnya.

Negara Serikat

Negara serikat. Negara serikat adalah bentuk negara dimana kekuasaan pemerintah dibagi oleh pemerintah pusat kepada negara bagian. Negara serikat juga memiliki dua macam bentuk pemerintahan yaitu

  • Merupakan pemerintahan gabungan atau pemerintah pusat yang memiliki kedaulatan di atas negara bagian. fungsi negara federal mencakup urusan moneter, pertahanan, Politik laur negeri, dan telekomunikasi.
  • Negara bagian. Negara bagian menjadi wilayah administrasi tingkat pertama dari federal. Negara bagian emmiliki kekuasaan tersendiri namun tidak memiliki kedaulatan. Dan tiap negara bagian memiliki wewenang untuk memiiliki dan menyusun undang-undangnya sendiri.

Negara-negara di dunia yang menganut bentuk negara serikat adalah Argentina, Amerika Serikat, Austria, Brasil, Meksiko, dan lainnya.

Unsur Pembentuk Negara

Unsur Negara

Untuk membentuk suatu wilayah menajadi suatu negara diperlukan beebrapa faktor pendukung. Seperti yang dijelaskan dalam Serial Traktat Liga Bangsa-Bangsa pada tanggal 8 Januari 1936 mengenai isi dari konvensi Montevideo pada tanggal 26 Desemer 1934 yang mencakup hal-hal mengenai unsur-unsur pembentukan suatu Negara.

Ada dua unsur yang menjadi patokan terbetnuknya sautu negara yaitu unsur primer atau unsur utama, yang mencakup wilayah, penduduk, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat, sedangkan yang kedua adalah unsur sekunder yaitu telah diakuinya negara tersebut oleh negara lainnya.

Suatu wilayah baru dapat dikatakan sebagai negara apabila mempunyai unsur-unsur dibawah ini, yaitu

Wilayah

Suatu negara dapat berdiri apabila ada suatu wilayah yang menjadi daerah kekuasaannya. Wilayah tersebut haruslah menjadi wilayah tempat tinggal masyarakatnya dan juga sebagai tempat terselenggaranya pemerintahan. Yang dimaksud dengan wilayah suatu negara adalah yang meliputi daratan, lautan, dan udara. Wilayah termasuk dalam kategori unsur primer pembentuk suatu negara.

Wilayah suatu negara yang satu dengan lainnya haruslah berbeda untul menghindari menumpuknya kekuasaan, maka adri itu dibuatlah batas antar negara yang digunakan sebagai patokan sampai mana wilayah kekuasaan suatu negara tersebut. Berikut hal-hal yang dapat dijadikan batas antar negara, yaitu:

  • Batas alamiah. Yang dimaksud dengan batas alamiah adalah batas suatu negara dilihat dari suatu kondisi alam. Contohnya Gunung, sungai, dan laut.
  • Batas buatan. Batas buatan adalah batas-batas negara yang dibuat oleh manusia sebagai penanda batas akhir suatu wilayah. Contohnya pos atau gerbang penjagaan perbatasan.
  • Batas astronomi. Batas astronomi dilihat dan ditentukan berdasarkan garis bujur dan garis lintang. Contohnya batas Indonesia adalah 6 derajat LU- 11 derajat LS dan 95 derajat BB – 141 derajat BT.
  • Batas perjanjian. Batas ini adalah batas yang dibuat sesuai perjanjian adalah batas-batas yang dibuat sesuai dengan kesepakatan antara dua atau beberapa negara. Contoh batas sesuai perjajian adaalh batas -batas sesuai dalam konvensi hukum laut internasional.

Wilayah suatu negara yang berupa daratan adalah semua tempat yang menjadi wilayah tempat tinggal dan bermukimnya penduduk suatu negara. batasnya telah diatur sesuai denga perjanjian dengan negara-negara sebelahnya.

Udara merupakan wilayah suatu negara yang berada diatas wilayah negara tersebut yang mencakup daratan dan lautan. Lautan adaalh wilayah negara yang terdiri dari laut teritorial, zona tambhan, ZEE atau Zona Ekonomi Ekslusif, dan landasan benua.

Laut teritorial memiliki batas sepanjang 12 mil dari garis pantai. ZEE adalah wilayah lautan sepanjang 200 mil dari garis pantai, Landasan benua adalah lautan berjarak 200 mil dari garis pantai yang meliputi dasar laut dan area dibawahnya.

Yang terakhir adalah wilayah ekstrateritorial, yaitu suatu tempat yang menurut hukum internasional diakui sebagai bagian dari wilayah suatu negara. Contohnya adalah kedutaan besar luar negeri maupun kapal-kapal yang memiliki bendera suatu negara.

Penduduk

Unsur yang kedua adalah penduduk, yaitu penduduk atau rakyat adalah mereka yang tinggal di dalam suatu wilayah dan taat pada setiap peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah yang berkuasa di wilayah tersebut.

Penduduk menjadi salah satu unsur penting dalam tebetnuknya suatu negara, sebab para penduduk lah yang medirikan dan menjalankansetiap fungsi negara hingga dapat berdiri secara stabil. Penduduk merupakansautu unsur primer terbentuknya suatu negara.

Ada dua jenis penduduk dilihat dari statusnya terhadap suatu pemerintahan dan negara, yaitu:

  • Penduduk

Penduduk. Yang dimaksud dengan penduduk adaladh mereka yang tinggal dan menetap di suatu wilayah negara. Yang termasuk penduduk tidaklah harus orang atau penghuni asli dari wilayah tersebut. Penduduk masih dibedakan menjadi dua yaitu warga negara dan bukan warga negara.

Warga negara adalah mereka yang secara domisili menetap dalam wilayah suatu negara dan kewarganegaraannya diakui menurut undang-undang yang berlaku atau dapat juga diadaptkan melalui proses naturalisasi.

Seorang warga negara merupakan suatu subjek hukum dimana ia memiliki hak dan kewajiban dari dan terhadap negara.

Bukan warga negara adalah warga negara asing yang bukan bagian dan tidak memiliki kewarganegaraan seperti yang telah tertulis dalam hukum undang-undang namun harus tetap tunduk kepada pertaruran dan hukum yang berlaku dalam negara tersebut.

Contoh bukan warga negara adalah duta besar, pengusaha asing, dan lainnya. Perbedaan antara warga negara dan bukan warga negara dapat dilihat dari hak dan kewajibannya terhadap suatu negara.

  • Bukan Penduduk

Bukan penduduk. Yang dimaksud dengan bukan penduduk adalah orang-orang yang berada dalam wilayah suatu negara dalam kurun waktu sementara atau tidak bermaksud untuk menetap. Yang termasuk ke dalam kategori bukan penduduk adalah turis asing atau wisatawan mancanegara.

Pemerintahan yang berdaulat

Unsur selanjutnya yang masih termasuk ke dalam unsur primer pembetnuk suatu negara adalah adanya pemerintahan yang berdaulat. Pemerintahan yang berdaulat adalah pemerintahan yang memiliki kekuasaan penuh dan tertinggi

Untuk menjalankan setiap fungsi dari negara yaitu untuk mengamankan, mempertahankan, mengatur, dan melancarkan setiap penyelanggaraan pemerintahan.

Pemerintahan yang berdaulat memiliki dua artian dalam arti sempit dan juga dalam arti luas. Dalam arti sempit, pemerintah adalah kepala negara, sedangkan dalam arti luas adalah kepala negara bersama dengan lembaga negara seperti eksekutif, yudikatif, dan legislatif.

Ada dua macam kedaulatan yang dimiliki oleh suatu negara berdasarkan kekuasaannya, yaitu:

  • Kedaulatan Kedalam

Kedaulatan ke dalam. Intern atau kedaulatan ke dalam adalah bentuk kedaulatan untuk mengatur masalah-masalah yang terjadi di dalam negaranya tanpa adanya campur tangan dari negara atau pihak luar.

Seperti yang tercantum dalam Undang-undang Dasar 1945, tujua dari adanya kedaulatan ke dalam adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia.

  • Kedaulatan Ke Luar

Kedaulatan ke luar. Ekstern atau kedaulatan ke luar adalah bentuk kedaulatan yang memberikan suatu negara hak untuk dapat bekerja sama dan berhubungan dengan pihak atau negara lainnya.

Tujuan dari adanya kedaulatan ke luar seperti yang telah tercantum dalam Undang-undang Dasar 1945 adalah ikut serta dalam menjaga perdamaian dunia, presiden dengan persetujuan DPR dapat menyatakan perang maupun membuat perdamaian, dan presiden dapat mengangkat duta besar dan konsul.

Pengakuan Dari Negara Lain

Selanjutnya yang termasuk ke dalam unsur sekunder yaitu adanya pengakuan dari negara lain. Unsur terakhir ini merupakan deklaratif, maskudnya adalah tanap adanya unsur ini asalkan ketiga unsur primer diatas sudah terpenuhi maka suatu wilayah telah sah dikatakan sebagai suatu negara.

Bentuk pengakuan negara lain ada dua macam, yaitu:

  • De Facto

Secara de facto. Pengakuan secara de facto adalah pengakuan yang didasarkan pada suatu fakta yaitu ketika negara baru tersebut dilihat telah memenuhi semua unsur utama terbentuknya negara.. Pengakuan secara de facto ada yang bersifat tetap dan adapula yang bersifat sementara.

Pengakuan de facto yang bersifat tetap adalah bentuk pengakuan terhadap suatu negara dari negara lainnya yang menimbulkan hubungan kerjasama di pada bidang perdagangan dan ekonomi, namun belum dapat mencapai tingkat pengiriman duta untuk masalah diplomatik.

Sementara itu pengakuan de facto yang bersifat sementara dalah bentuk pengakuan suatu negara dari negara lain tanpa melihat masa depan negara tersebut.

Apabila di masa depan negara tersebut tidak dapat bertahan dan akhirnya hancur maka pengakuan dari negara lain akan dicabut.

Contoh pengakuan secara de facto adalah pengakuan kemerdekaan Indonesia dari negara Mesir pada Juni 1947. Pada tahun 1955 Amerika Serikat mendeklarasikan adanya negara Vietnam Selatan.

Namun pada tahun 1975 setelah kalah dalam perang Vietnam, negara tersebut bergabung dengan negara Vietnam dan Amerika Serikat menarik pengakuannya.

Selain kedua macam pengakuan de facto tadi masih ada dua macam pengakuan de facto dilihat dari statusnya. Pertama kedaulatan de facto yang sah, yaitu kedaulatan yang diterima berdasarkan kehendak penduduknya.Contohnya pengakuan masyarakat Timor Timur terhadap pemerintahan Indonesia.

Kedua ada kedaulatan de facto tidak sah, yaitu kedaulatan yang diterima berdasarkan paksaan, contohnya saat bangsa Eropa menjajah benua Asia dan Afrika.

  • De Jure

Secara de jure. Pengakuan secara de jure adalah pengakuan yang dilakukan oleh negara lain terhadap suatu negara berdasarkan hukum dengan segala konsekuensinya.

Pengakuan secara de jure juga ada yang bersifat tetap dan ada juga yang bersifat penuh. Pengakuan de jure yang bersifat tetap adalah bentuk pemgakuan setelah melihat bahwa negara tersebut telah mampu bertahan dan pemerintahannya berjalan stabil.Contohnya pengakuan yang diberikan Rusia kepada Ceko pada tahun 1993.

Pengakuan de facto yang bersifat penuh adalah bentuk pengakuan secara penuh terhadap suatu negara dari negara lainnya dilihat berdasarkan hukum yang berlaku.

Pengakuan ini memungkinkan negara-negara tersebut melakukan kerjasama bilateral dan mampu mengadakan kerjasama diplomatik.

Contoh Setelah mengakui kemerdekaan Indonesia, baik negara Mesir dan Indonesia sama-sama membuat kedutaan besar dan konsulat jenderal di nagara masing-masing.Untuk dapat melakukan pengakuan secara de jure memberlukan pengakuan de facto terlebih dahulu.

Leave a Comment