6 Unsur Manajemen Beserta Penjelasan dan Fungsinya {Lengkap}

6 Unsur Manajemen Beserta Penjelasan dan Fungsinya {Lengkap}

Unsur Manajemen – Manajemen adalah sebuah ilmu dan juga seni yang ada di dalam sebuah organisasi dengan adanya unsur manajemen tersebut sebuah organisasi atau perusahaan dapat berjalan dengan baik dan lancar. untuk mengetahui apa saja yang ada didalam unsur manajemen berikut ini adalah penjelasannya.

Pengertian Manajemen

Unsur Manajemen

Manajemen dapat diartikan sebagai ilmu dan seni mengenai perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan penggunaan sumber daya organisasi oleh para anggota organisasi untuk mencapai tujuan organsasi sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan sebelumnya bersama.

Pada dasarnya manajemen merupakan sebuah seni bagaimana menyelesaikan suatu pekerjaan melalui hubungan antar perorangan. Seni dalam menajemen juga mencakup tentang ilmu dalam berkomunikasi, pengambilan keputusan, dan bagaimana kepemimpinan dapat digunakan untuk menyelesaikan setiap permasalahan dan menjadikannya keuntungan bagi suatu organisasi.

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

Unsur Manajemen

Ada beberapa pengertian manajemen sesuai dengan pengertian para ahli. Berikut penjabaran pengertian manjaemen menurut para ahli

Baca Juga : Unsur Komunikasi

Manullang.

Menurut Manullang manajemen adalah suatu cabang seni dan ilmu yang mempelajari mengenai pencatatan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan sumber daya manusia untuk selanjutnya dapat digunakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang telah ditetapkan.

James A.F. Stoner.

Menurut Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian sumber daya manusia di dalam organisasi dalam menggunakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

John D. Millet.

Pengertian manajemen menurut John D. Millet seperti yang tercantum dalam bukunya yang berjudul Management in the public service mengatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dalam mengarahkan orang-oarang di dalam organisasi untuk  mengerjakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk maencapai tujuan dari organisasi.

Harold Koontz dan Cyrill O’ Donnel.

Dalam buku karangana Koontz dan Donnel yang berjudul The Principle of Management, mengatakan bahwa suatu kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan dari organisasi dengan menggunakan orang lain

George R. Terry.

Di dalam buku Principles of Management, George R. terry berpendapat bahwa pengertian dari manajemen adalah suatu proses untuk mendefinisikan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan pelaksanaan, dan pengawasan baik melalui pengertian ilmu maupun seni untuk mencapai tujuan bersama.

Henry Fayol.

Dalam bukny ayang berjudul General Industrial Management, henry Fayol mengatakan bahwa manajemen adalah suatu bentuk kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, menggerakan semua sumber daya manusia untuk melakukan pengawasan guna tercapainya tujuan bersama.

Tugas Manajemen

Unsur Manajemen

Di dalam ilmu menajemen sendiri terdapat tiga tingkatan yang membedakan tugas dari masing-masing manajemen. Berikur penjelasan tingkatan manajemen yaitu:

Top Management.

Seperti namanya, top management berarti adalah manajemen paling atas dan biasa disebut dengan manajer senior maupun eksekutif kunci.

Tugas dari seorang top manajer adalah bertanggung jawab dalam membuat hingga mengontrol kebijakan-kebijakan dan strategi perusahaan yang kemudian akan diimplementasikan oleh manajemen dibawahnya.

Contoh manajemen atas adalah CEO ( Chief Exceutive Officer), CFO ( Chief Financial Officer), COO ( Chief Operational Officer), Presiden direktur, wakil presiden direktur, direktur utama, dan lainnya.

Manajemen tingkat atas memiliki tanggung jawab seperti menentukan tujuan perusahaan, membuat kerangka kebijakan, menentukan rencanam mengorganisir pekerjaan, mengumpulkan sumber daya organisasi, penghubung dengan pihak eksternal, dan bertanggung jawab atas keberlangsungan dan pertumbuhan organisasi.

Middle Management.

Manajemen menengah adalah manajemen selanjutnya tepat di bawah top manajemen dan diatasnya lower manajemen.

Tugas dari manajemen menengah adalah mengimplementasikan rencana maupun strategi yang telah dibuat oleh manajemen atas dan selanjutnya memberikannya kepada manajemen di bawahnya untuk dieksekusi.

Manajemen menengah juga bertugas untuk mengawasi dan mengontrol tentang perkembangan rencana yang telah dibuat.

Contoh manajemen menengah adalah general manager, plant manager, factory manager, regional manager, dan divisi manager.

Manajemen tingkat menengah memiliki tanggung jawab seperti menginterpresikan kebijakan dari atasan, mengorganisir kegiatan divisi, mengadakan perekrutan, memotivasi karyawan, mangawasi dan mengarahkan karyawan, melaksanakan rencana dari manajemen atas.

Baca Juga : Unsur Komunikasi

Lower Management.

Manajemen bawah adalah tingkatan manajemen paling bawah pada struktur organisasi. Manajemen bawah bertugas untuk memimpin tenaga-tenaga operasional pengimplementasian rencana dari tingkatan yang lebih tinggi dan mengawasi jalannya rencana tersebut. Contoh manajemen bawah adalah mandor, supervisor, dan kepala seksi.

Manajemen tingkat bawah atau biasa disebut juga dengan manajemen tingakt pertama memiliki tanggung jawab seperti menjaga kondisi kerja, menampung dan mempelajari keluhan para pekerja, membantu menajemen menengah dalam proses perekrutan, menjaga dan mempertahankan standar kualitas, meminimalkan pemborosan sumber adya organisasi, mendengarkan dan menimbang saran-saran karyawan.

Fungsi Manajemen

Unsur Manajemen

Manajemen sendiri tentunya memiliki beberapa fungsi dalam tiap tahapannya. Setiap fungsi ini harus dijalankan agar setiap rencana dan tujuan dapat tercapai dengan baik. Ada 5 fungsi manajemen di dalam suatu organisasi. berikut penjelasan untuk setiap fungsi manajemen.

Planning.

Pada suatu manajemen bisnis fungsi perencanaan merupakan fungsi terpenting dan pertama sendiri yang harus dilakukan oleh seorang manajer.

Planning atau fungsi perencanaan adalah fungsi manajemen untuk membuat suatu susunan tahapan dari tindakan yang akan dilakukan di masa depan baik tindakan yang belum dilakukan maupun yang yang sudah pernah direncanakan sebelumnya.

Dalam proses perencanaan juga termasuk proses evaluasi. Proses evaluasi dibuat untuk melihat kekurangan serta kelebihan dari rencana-rencana sebelumnya yang sudah pernah dibuat sebelumnya.

Tahap perencanaan memiliki peran penting dan menjadi fungsi pertama yang harus dibuat oleh manajer sebab pada tahap ini, haruslah dibuat tujuan organisasi. Tujuan organisasi dibuat untuk membuat bisnis yang sedang dikembangkan tetap pada jalur yang benar dan pada akhirnya dapat mencapai semua tujuan dan hasil akhir yang diinginkan.

Apabila tidak ada sebuah tahap perencanaan maka perusahaan tidak dapat berjalan dengan baik bahkan dapat mengalami kebangkrutan.

Adapun tahapan yang harus dilalui pada perencanaan adalah membuat tujuan organisasi dengan menentukan keinginan dan kebutuhan organisasi, merumuskan kedudukan dan masalah yang dihadapi oleh organisasi, mengidentifikasikan kekuatan dan kelemahannya organisasi.

Yang terakhir adalah menyiapkan berbagai macam alternatif guna menyiapkan organisasi dalam menentukan dan memilih pilihan yang dianggap paling baik baik masa depan organisasi.

Organizing

Organizing atau fungsi pengorganisasian adalah fungsi setelah perencanaan dimana organisasi mulai membagi tiap rencana menjadi kegiatan-kegiatan kecil. Dengan kata lain pengorganisasian adalah fungsi manajemen untuk menyusun struktur dalam organisasi sesuai tujuan, sumber daya, dan lingkungan organisasi.

Tujuan diadakannya pembagian rencana ini adalah untuk memudahkan dan lebih mengefisienkan kinerja organisasi. Dengan adanya pengorganisasian ini nantinya juga dapat digunakan untuk menentukan sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap rencana.

Ada tiga tujuan dari fungsi pengorganisasian yaitu tugas apa saja yang akan dikerjakan, siapa yang bertugas mengerjakannya, dan bagaimana cara untuk mengerjakannya.

Ada tiga hal yang dilakukan pada fungsi pengorganisasian yaitu membuat struktur organisasi yang tetap, membagi dan mendelegasikan wewenang, dan menetapkan hubungan.

Staffing

Staffing atau penyusunan personalia adalah fungsi manajemen dimana setelah struktur organisasi tersusun akan dilakukan pengembangan bagi para karyawan yang akan bekerja dalam organisasi tersebut.

Ada beberapa tujuan diadakannya staffing yaitu sebagai rekrutmen sumber daya manusia, tahapan seleksi bagi karyawan, orientasi karyawan, penilaian kinerja setiap karyawan, pemberian penghargaan bagi para karyawan, dan sebagai tahap pengembangan karir.

Directing

Directing atau leading atau pengarahan adalah fungsi manajemen untuk mengarahkan setiap karyawan yang telah melalui proses orientasi untuk dapat mengerjakan tugas yang telah diberikan kepadanya.

Pada fungsi ini peran atasan sangatlah penting. Peran komunikasi, motivasi, dan disiplin dari para atasan kepada karyawan baru akan menentukan apakah karyawan baru dapat menerima tugas dan menjalankannya sesuai dengan peraturan dan tata cara yang berlaku.

Controlling

Fungsi pengawasan adalah fungsi terakhir dari bagian rangkaian fungsi manajemen. Fungsi pengawasan bertujuan untuk mengontrol dan mengendalikan jalannya kegiatan yang dilakukan oleh para karyawan dan memastikan tujuan organisasi tercapai.

Ada beberapa langkah pengawasan yang bisa dilakukan oleh manajer yaitu menetapkan standar penilaian, mengukur kinerja karyawan, mencocokan kinerja dengan standar yang telah ditetapkan, dan pengambilan tindakan bila terjadi penyimpangan.

Unsur-Unsur Manajemen

Unsur Manajemen

Untuk dapat menjalankan fungsinya sebagai manajemen yang baik, adanya unsur-unsur untuk dapat mewujudkannya sangatlah penting.

Ada 6 unsur yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya. Unsur-unsur tersebut biasa disebut denga 6M karena terdiri dari man, money, material, machine, method, dan market. Berikut penjelasan 6 unsur penting dalam manajemen

Man.

Man atau sumber daya manusia adalah unsur pertama yang paling penting. Tanpa adanya sumber daya manusia maka tidak akan berjalan suatu proses manajemen untuk mencapai suatu tujuan.

Manusia merupakan unsur yang pertama disebabkan, manusia lah yang akan membuat dan menyususn rencana dan tahapan maupun strategi untuk melakukan tujuan-tujuan organisasi sehingga mereka lah subjek dan objek dari fungsi manajemen.

Money

Money atau uang merupakan unsur terpenting kedua setelah manusia. Suatu organisasi atau perusahaan tidak akan berjalan melakukan fungsi atau kegiatan operasionalnya tanpa uang.

Uang yang digunakan dijadikan sebagai modal untuk dapat membeli bahan baku dan juga membayar karyawan. Semakin besar jumlah modal yang dikeluarkan dapat digunakan untuk mengefiesiensikan suatu proses produksi di dalam perusahaan tersebut.

Material

Setelah memiliki cukup modal untuk melaksanakan fungsi operasional suatu perusahaan, maka langkah selanjutnya adalah membeli bahan baku. Unsur manusia dan material sangatlah erat kaitannya dan saling berhubungan satu sama lain.

Tanpa adanya bahan baku, maka manusia tidak dapat mengolah apapun yang akhirnya tidak dapat menjual sesuatu kepada masyarakat. Sedangkan adanya bahan baku namun tidak adanya manusia untuk mengolahnya sama saja dengan percuma.

Maka daari itu kedua unsur tersebut harus saling berjalan beriringan dan jumlahnya haruslah seimbang, karena apabila salah satunya melebihi jumlah yang lainnya hanya akan menimbulkan ketidakefisienan dalam proses produksi.

Machine

Untuk dapat mengolah bahan baku menjadi suatu barang yang dapat dijual, maka manusia memerlukan bantukan suatu perlatan. Unsur selanjutnya yang berperan penting adalah unsur peralatan.

Dengan bantuan peralatan tentunya akan mempermudah kinerja dan juga menghemat waktu pengerjaan pengolahan bahan baku. Dengan menggunakan peralatan diharapakan untuk meminimalisir kesalahan yang dibuat oleh manusia.

Method

Setelah sumber daya manusia, bahan baku, dan perlatan terpenuhi,selanjutnya untuk dapat membuat atau melaksanakan proses produksi diperlukan suatu standar sebagai acuan dalam melakukan tindakan.

Di dalam suatu organisasi biasanya akan dibuat sebuah standar metode pengerjaan atau yang biasa diesebut dengan standard operational procedure atau SOP. Di dalam SOP akan tercantum tugas dan bagian pengerjaan dari masing-masing divisi sehingga tidak terjadi kekacauan dalam melakukan produksi. Metode juga dapat digunakan untukmengukur hasil dari produksi dan memilah mana yang baik dan yang tidak.

Market

Unsur yang terakhir adalah pasar atau market. Hasil produksi dari suatuu perusahaan tidak dapat sampai ke tangan konsumen tanpa adanya pasar.

Pasar juga membantu perusahaan untuk menentukan jumlah permintaan yang akan mempengaruhi jumlah barang yang akan diproduksi.

Karena unsur pasar sangatlah penting dan cukup rumit, maka setiap perusahaan harus mampu membaca trend di pasaran dan mengetahui pasar mana yang akan mereka tuju. Suatu perusahaan juga memerlukan strategi pemasaran yang baik untuk dapat menarik minat konsumen membeli barang yang perusahaan jual.

Baca Juga : Unsur Komunikasi

Leave a Comment