Unsur Logam

Unsur Logam, Non Logam, Semi Logam, Beserta Contohnya {Lengkap}

Unsur Logam – Pada umumnya, unsur- unsur nonlogam berwujud gas maupun padat pada suhu dan juga tekanan normal. Contoh unsur nonlogam yang berwujud gas merupakan oksigen, nitrogen, dan helium. Contoh unsur nonlogam yang berwujud padat yaitu pada belerang, karbon, fosfor, dan iodin. Zat padat nonlogam biasanya keras dan getas.

Pengertian Logam

Unsur Logam
Unsur Logam

Logam berasal dari bahasa Yunani yaitu metallon, yang berarti adalah suatu unsur yang dapat membentuk kation atau ion positif dan memiliki sebuah ikatan logam. Kadang sering disebut juga dengan metal.

Logam merupakan suatu material yang dalam tabel periodik unsur berada pada golongan 91 hingga 118, memiliki bentuk keras, tidak tembus cahaya, berkilau, merupakan penghantar panas dan listrik yang baik, dan dapat berubah bentuk.

Atom pada logam mudah terlepas dan melepaskan elektron terluarnya dan membentuk awan elektron bebas, hal inilah yang menyebabkan logam baik sebagai konduktor listrik dan panas. Apabila pada logam padat, aliran elektron terjadi dan dihasilkan oleh interaksi elektrostatis, hal ini deisebut dengan ikatan logam.

Unsur Logam

Unsur Logam
Unsur Logam

Ada tiga unsur yaitu unsur logam, unsur semi logam, dan unsur non logam. Berikut penjelasan mengenai masing-masing unsur beserta karakteristiknya.

Unsur Logam.

Unsur logam merupakan unsur yang memiliki karakteristik yaitu merupakan penghantar listrik yang baik, penghantar panas yang baik, mengkilap, berwujud padat pada suhu, dapat direntangkan menjadi sebuah kawat, dan tekanan normal kecuali raksa yang memiliki bentuk cair, dan dapat dibentuk menjadi bentuk lainnya seperti lempengan atau lembaran.

Contoh unsur logam adalah aluminium ( Al), barium (Ba), besi ( Fe), emas ( Au), kalium ( K), kalsium ( Ca), kromium ( Cr), magnesium ( Mg), mangan ( Mn), natrium ( Na), dan nikel ( Ni). Unsur yang tergolong ke dalam logam  biasanya memiliki warna putih mengkilap dengan beberapa ada yang berwarna keperakan, abu-abu, maupun kuning.

Unsur Semi Logam.

Unsur semi logam merupakan unsur yang memiliki sifat baik seperti unsur logam dan unsur non logam. Unsur semi logam disebut juga dengan istilah metaloid. Unsur semi logam memiliki karakteristik seperti bersifat semikonduktor atau tidak dapat menghantarkan listrik dengan baik pada suhu tertentu seperti suhu rendah namun dapat menjadi penghantar listrik yang baik pada suhu tinggi.

Unsur semi logam biasanya berbentuk padat dengan warna abu-abu mengkilap atau keperakan. Contoh unsur yang tergabung ke dalam kelompok unsur semi logam adalah boron ( B), silikon ( Si), germanium ( Ge), arsen ( As), antimon ( Sb), telurium ( Te), dan polonium ( Po).

Unsur Non Logam

Unsur non logam adalah kelompok unsur-unsur yang tidak memiliki karakteristik seperti logam. Adapun karakteristik dari unsur non logam adalah memiliki bentuk padat, cair, dan gas pada suhu ruangan, bukan penghantar listrik yang baik kecuali karbon dalam bentuk granit, bukan penghantar panas yang baik, bentuknya tidak dapat ditempa, tidak dapat direntangkan atau ditarik, dan pada umumnya memiliki warna yang tidak mengkilap kecuali karbon dalam bentuk intan.

Contoh unsur non logam yang berbentuk padat  adalah belerang ( S), fosforus ( P), karbon ( C), silikon ( Si), dan iodin ( I). Sedangkan unsur non logam yang berbentuk gas contohnya adalah fluorin ( F), helium ( He), hidrogen ( H), klorin ( Cl), nitrogen ( N), oksigen ( O), dan neon ( Ne). Terakhir unsur non logam yang berbentuk cair adalah bromin ( Br).

Kategori Logam

Unsur Logam
Unsur Logam

Selain itu logam sendiri dapat dibedakan menjadi lima kategori logam yaitu logam dasar, logam ferro, logam mulia, logam berharga. dan logam berat. berikut penjelasan lebih lanjut mengenai masing-masing kategori logam

Logam Dasar.

Logam dasar merupakan sebutan bagi golongan logam yang mudah teroksidasi yang berarti logam biasa akan sangat mudah mengalami peristiwa pengkaratan dan mudah bereaksi dengan asam klorida ( HCl) dan membentuk hidrogen.

Logam dasar umumnya digunakan untuk-untuk kondisi-kondisi yang berlawanan dengan logam mulia. Logam dasar memiliki karakteristik seperti murah dan bentuknya biasa.

Contoh logam dasar adalah besi, timbal, seng, dan nikel. Tembaga juga termasuk ke dalam logam dasar karena tembaga mudah teroksidasi namun tidak dapat bereaksi dengan asam klorida.

Istilah logam dasar menurut US Customs and Border Protection mengacu pada unsur-unsur yang lebih luas seperti aluminium, besi, baja, bismuth, berilium, timah, tungsten, tantalum, molibdenum, koblat, titanium, cadmium, antimon, zirkonium, chromium, mangan, germanium, galium, hafnium, vanadium, indium, niobium, renium, dan talium.

Logam dasar biasanya dijadikan sebagai bahan utama pembuatan uang logam meskipun harga dari uang logam tersebut dinilai berdasarkan kandungan logam mulia. Lainnya, logam dasar biasa digunakan dalam teknik penyepuhan sebagai pelapis dasar logam mulia, contohnya dalam proses penyepuhan perak menggunakan tembaga sebagai bahan pelapisnya, proses ini dinamakan proses penyepuhan Sheffield.

Logam Ferro.

Logam ferro adalah semua jenis logam yang mengandung unsur besi. karena dalam bahasa Latin “ ferro” memiliki arti yaitu mengandung zat besi. Contoh logam ferro adalah besi murni seperti besi tempa yang juga mengandung unsur baja. Karakteristik dari logam ferro adalah memiliki sifat magnetis.

Logam Mulia.

Disebut dengan logam mulia karena karakteristik logam ini yang tidak mudah mengalami oksidasi dan juga korosi atau pengkaratan. Adapun karakteristik dari logam mulia adalah memiliki nilai harga jual yang tinggi, tahan lama maka dari itu logam mulia keberadaannya dapat dikatakan langka, sulit untuk bereaksi dengan asam sehingga sulit mengalami peristiwa korosi.

Beberapa unsur logam mulia dapat dilarutkan ke dalam larutan air raja yaitu larutan pencampuran antara asam klorida pekat ( HCL) dengan asam nitrat pekat ( HNO3).

Contohnya yang mudah dilarutkan adalah platinum, emas, dan merkuri, dan untuk logam mulia yang tidak dapat larut adalah iridium dan perak.

Terdapat kasus khusus bagi ruthenium, dimana ia hanya dapat dilarutkan ke dalam larutan air raja apabila terdapat kandungan oksigen dan bagi rhodium hanya dapat dilarutkan ketika berada dalam bentuk bubuk halus.

Beberapa logam mulia juga dapat larut dalam asam nitrat, contohnya palladium dan perak. Untuk Niobium dan tantalum, keduanya memiliki daya tahan yang kuat terhadap asam.

Logam Berharga.

Disebut dengan logam berharga karena logam jenis ini merupakan kumpulan logam langka yang memiliki harga ekonomi yang tinggi. Karakteristik dari logam berharga adalah logam berharga memiliki tingkat kereaktifan yang rendah, memiliki tingkat konduktivitas yang tinggi, memiliki bentuk penampakan yang mengkilap.

Contoh logam mulia adalah emas, platina, perak, dan palladium. Logam berharga yang termasuk ke dalam logam platina adalah rhodium, ruthenium, iridium, osmium, palladium, dan platina.

Logam berharga seperti emas, perak, platina, dan paladium memiliki nilai jual tinggi akrena dianggap sebagai komoditas industri. Bahkan emas, perak, platina, dan paladium memiliki kode mata uang ISO 4217 yang merupakan kode tiga huruf untuk memberikan definisi pada nama mata uang.

Logam berharga selain sebagai bahan pembuat uang, logam berharga uga dapat digunakan sebagai bahan pembuatan perhiasan dan barang seni.

Logam Berat

Logam berat adalah jenis logam yang memiliki berat atom dan densitas yang tinggi. Adapun karakteristik logam berat dilihat dari sifat fisikanya adalah memiliki densitas yang tinggi, sebagian besar logam dalam kelompok ini mempunyai permukaan yang keras, titik lebur logam berat mulai dari titik yang rendah hingga tinggi, sebagian besar memiliki daya tarik yang tinggi, dan memiliki sikap pemuaian yang rendah.

Karakteristik logam berat dilihat dari sifat kimianya adalah lokasi logam berat pada tabel periodik dapat ditemukan pada golongan 3 sampai 16, keberadaannya dalam kerak bumi kurang melimpah, kurang reaktif, tidak dapat larut dalam larutan sulfide.

Pada umumnya tidak dapat larut dalam larutan hidroksida, kandungan garamnya apabila di dalam air membentuk larutan berwarna, sebagian besar logam dalam kelompok ini memiliki warna, dan beberapa termsuk ke dalam logam dengan elemen litofil atau berada di dekat permukaan tanah dan bergabung dengan oksigen.

Beberapa tergolong kalkofil atau logam yang berada dekat dengan permukaan karena tercampur dengan belerang, dan ada juga yang merupakan elemen siderofil yaitu logam yang mudah larut ke dalam inti karena memilki densitas tinggi contohnya Au. Dan terakhir dalam perannya pada biologis termasuk ke dalam komponen mikronutrien.

Sifat Logam

Unsur Logam
Unsur Logam

Sifat logam dapat dibedakan berdasarkan sifat kimia, fisika, listrik, dan mekanisnya. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai sifat-sifat logam berdasarkan masing-masing kategori

Kimia.

Sifat kimia logam berhubungan erat dengan kemampuan logam membentuk katioan dengan cara bereaksi dengan oksigen di udara sehingga membentuk peristiwa oksidasi. Proses oksidasi logam pada umumnya bersifat basa.

Kemampuan oksidasi setiap jenis logam berbeda-beda. Logam transisi seperti contohnya besi, tembaga, nikel, dan seng memiliki tingkat oksidasi yang lebih lambat daripada jenis logam lainnya hingga terkadang membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun. hal  ini terjadi karena logam tersebut membentuk suatu lapisan pasivasi yang melindungi logam.

aLogam seperti paladium, emas, dan platina justru tidak bereaksi sama sekali ketika berada di atmosfer. Logam seperti aluminium, titanium, baja, dan magnesium umumnya akan membentuk sautu lapisan yang akan melindungi permukaan logam dengan menghalangi oksigen.

Untuk dapat menembus permukaannya sehingga logam tersebut dapat mempertahankan konduktivitasnya. Untuk mencegah peristiwa oksidasi dapat dilakukan beberapa upaya seperti contohnya pengecatan, penyepuhan, dan penganodaan.

Fisika.

Sifat fisika yang dimiliki oleh logam sebagian besar adalah seperti logam memiliki massa jenis yang tinggi, tingkat densitas yang tinggi, memiliki konduktivitas listrik yang tinggi berarti merupakan penghantar listrik yang baik, memiliki konduktivitas termal yang tinggi pula maksudnya logam merupakan penghantar panas yang baik, dapat berubah bentuk bahkan terbelah dalam tekanan, beberapa memiliki bentuk yang lentur. Logam juga mengkilap.

Listrik.

Sifat listrik suatu logam contohnya adalah seperti tingkat konduktivitas listrik yang baik, koefisien temperatur tahanan, kekuatan dielektrik atau kemampuan menahan tegangan yang tinggi, resistivitas yaitu kemampuan logam untuk menolak aliran listrik, dan thermoelectricity.

Magnet

Sifat magnet logam dilihat dari gerak orbital elektron di sekitar inti atom. Beberapa logam memiliki sifat sebagai ferromagnetic yaitu logam yang dapat dijadikan magnet permanen. Sifat magnet pada logam dapat menunjukan berbagai aspek seperti aspek struktural dan perilaku dari logam itu sendiri. Beberapa sifat magnet pada logam adalah hysteresis magnetic, gaya koersif, dan permeability absolute.

Optic.

Sifat optik pada logam meliputi indeks bias, pantulan, absorptivity, koefisien penyerapan, dan transsmissivity. Sifat optik paling penting pada logam adalah indeks bias yaitu kemampuan logam dimana rasio kecepatan cahaya dalam ruang hampa udaara terhadapa kecepatan materialnya.

Mekanis

Sifat mekanis logam yaitu seperti kapasitas kemampuan logam dalam deformasi plastis seperti duktilitas. Deformasi plastis sendiri adalah sebuah proses perubahan bentuk maupun ukuran dari objek karena adannya perubahan suhu maupun diterapkan sebuah gaya.

Meskipun begitu apabila gaya yang diterapkan ke dalam suatu objek lebih besar daripada batas elastisny maka kemungkinan obejk tersebut akan mengalami deformasi plastis atau deformasi permanen dimana bentuk objek tidak dapat kembali lagi. Ada dua hal yang dapat mengakibatkan peristiwa tersebut yaitu

  • Gaya yang diaplikasikan ke dalam objek dapat berupa gaya tekan, gaya tarik, gaya torsi, pembengkokan, dan pemotongan.
  • Perubahan suhu atau panas daapt mempengaruhi mobilitas struktural seperti contohnya dislokasi garis, kekosongan titik, batas butir, kesalahan penumpukan, dan twins.

Itulah sedikit penjelasan tentang unsur logam semoga dengan adanya artikel tersebut menambah ilmu pengetahuan kalian semua. Sekian Terimakasih

 

 

Leave a Comment