15+ Unsur Komunikasi Beserta Penjelasan dan Jenisnya {Lengkap}

15+ Unsur Komunikasi Beserta Penjelasan dan Jenisnya {Lengkap}

Unsur Komunikasi – Komunikasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang setiap hari, dengan adanya sebuah komunikasi seseorang akan mudah untuk melakukan sebuah interaksi sesama manusia lainnya. Berikut ini adalah Unsur – Unsur dari komunikasi.

Pengertian Komunikasi

Unsur Komunikasi
Unsur Komunikasi

Komunikasi berasal dari kata “ Communis” yang berarti membuat kebersamaan, dan kata “ Communico” yang memiliki arti membagi. Jadi Komunikasi adalah percakapan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mendapatkan sebuah informasi dan juga feedback atau tanggapan.

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli

Unsur Komunikasi
Unsur Komunikasi

Selian pengertian dari komunikasi diatas berikut ini ada juga beberapa pengertian kominikasi menurut para ahli, yaitu

Davis

Menurut Davis, komunikasi adalah suatu proses pemindahan informasi dari satu orang ke orang lain.

Roben J. G.

Menurut Roben J. G. suatu komunikasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dalam rangka menyampaikan suatu pesan maupun informasi yang berisi buah pemikiran atau perasaan mereka.

Schram W.

Menurut Schram W. mengartikan sebuah komunikasi sebagai bentuk menyelaraskan atau menyamakan sebuah informasi dengan orang lain.

Harold D. Laswell.

Menurut Harold D. Laswell, suatu komunikasi diartikan sebagai memberikan suatu informasi melalui pertanyaan seperti siapa, apa, kepada siapa, melalui sarana apa. dan memiliki pengaruh apa terhadap mereka.

Astrid.

Menurut Astrid, komunikasi diartikan sebagai proses pengiriman suatu informasi yang memiliki makna dan tujuan yang harus dipahami atau diartikan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam hubungan komunkasi tersebut.

Everet M. Rogers.

Menurut Everer M. Rogers, komunikasi adalah proses penyampaian sebuah ide dari sumber atau pengirim pesan kepada penerima dengan maksud untuk mengubah sikap dan tingkah laku mereka.

Ada beberapa persayaratan agar komunikasi dapat terjadi yaitu komunikasi terjadi jika ada suatu proses pertukaran informasi antara beberapa pihak dalam proses komunikasi,

Apabila daerah komunikasi semakin luas maka proses komunikasi yang tercipta akan semakin efektif, sebaliknya apabila daerah komunikasi semakin sempit maka kemungkinan terjadinya komunikasi yang efektif semakin kecil.

Fungsi Komunikasi

Unsur Komunikasi
Unsur Komunikasi

Ada empat fungsi dari komunikasi yaitu sebagai penyampaian pesan, motivasi, sosialosasi, dan pengotnrolan diri. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai empat fungsi utama komunikasi.

Media Penyampaian Pesan

Media penyampaian pesan. Komunikasi sejatinya sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang kita sebagai bentuk penyampaian sebuah pesan.

Pada zaman dahulu komunikasi yang dilakukan masih sangat sederhana yaitu berupa isyarat atau menggunakan simbol-simbol, tetapi seiring berkembangnya zaman komunikasi yang dilakukan antar manusia menjadi sangat beragam yang tentunya digunakan untuk membantu mempermudah dalam proses penyampaian pesan atau informasi dalam komunikasi.

Media Mengungkapkan Perasaan

Media mengungkapkan perasaan. Selain sebagai benetuk proses penyampaian suatu informasi, komunikasi juga digunakan untuk mneyampaikan suatu perasaan dari diri seseorang.

Komunikasi dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi yang sedang dialami oleh seseorang. Proses tersebut dapat membiarkan orang lain untuk mengetahui apakah seseorang sedang merasa gembira, marah, kecewa, sedih, maupun perasaaan lainnya.

Media Pengontrolan Diri

Media pengontrolan diri. Komunikasi dapat digunakan untuk melakukan pengontrolan diri. Hal ini dilakukan dengan cara memberikan informasi yang bersifat untuk mengontrol tingkah laku seseorang. Contohnya adalah dengan memberikan peraturan-peraturan maupun larangan kepada seseorang.

Media Motivasi

Media motivasi. Komunikasi sebagai media untuk memberikan motivasi adalah salah satu fungsi dari komunikasi. Dengan tingkat persuasif yang tinggi seseorang dapat memberikan pencerahan atau memberikan masukkan kepada orang lain melalui komunikasi.

Dengan memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan oleh seseorang melalui komunikasi akan sangat membantu mereka dalam mengambil keputusan untuk permasalahan mereka.

Sosialisasi

Sosialisai. Fungsi utama dari adanya suatu komunikasi adalah sebagai alat untuk bersosialisasi. Komunikasi digunakan untuk memberikan maksud sabagai bentuk pengaktualisasian diri.

Jenis Komunikasi

Unsur Komunikasi
Unsur Komunikasi

Ada dua jenis komunikasi yaitu downward communication dan upward communication. Berikut penjelasan lebih rinci mengenai jenis komunikasi

Downward Communication.

Downward communication adalah jenis komunikasi yang terjadi satu arah. Komunikasi seperti ini biasanya suadh terstruktur dan berjalan ke bawah. Contohnya seperti atasaan yang memberikan instruksi kepada bawahannya. Instruksi yang diberikan dapat berupa kebijakaan perusuahaan, peraturan perusahaan, dan lainnya.

Upward Communication.

Upward communication adalah jenis komunikasi yang dilakukan dengan adanya feedback, yaitu dari bawah ke atas yaitu contohnya seperti laporan dari bawahan keapda atasannya.

Diagonal Communication.

Diagonal communication atau disebut juga dengan horizontal communication adalah contoh jenis komunikasi yang terjadi antar satu alur. Contohnya adlah komunikasi antar divisi atau unit dalam suatu struktur organisasi atau perusahaan.

Prinsip Komunikasi

Unsur Komunikasi
Unsur Komunikasi

Menurut Deddy Mulyana, Ph.D menyimpulkan bahwa ada 12 prinsip dalam komunikasi. Berikut prinsip-prinsip komunikasi menurut Deddy Mulyana, Ph. D

  • Komunikasi sebagai proses simbolik. Komunikasi akan terus berjalan karena komunikasi adalah sesuatu hal yang yang bersifat dinamis dan tidak memiliki akhir.
  • Potensi komunikasi dapat ditemukan kapan saja dan dimana saja. Komunikasi tidak harus segala sesuatu yang berbentuk implisit. Sebuah gerak tubuh dan raut wajah seseorang meskipun tidak ada sebuah komunikasi secara langsung masih tetap dapat dikatakan sebagai sebuah bentuk komunikasi selama orang lain dapat menangkap maksud dari orang tersebut.
  • Ada dimensi isi dan hubungan. Suatu komunikasi memiliki dimensi isi dan hubungan yang berbeda-beda tergantung dari dimana dan siapa saja para pelaku komunikasinya. Sebagai contoh isi dimensi dari komunikasi antara atasan dan bawahan dengan komunikasi antar teman akan berbeda.
  • Komunikasi dapat terjadi dari bentuk ketidaksengajaan. Komunikasi dapat berjalan meskipun seorang pemberi pesan tidak memiliki maksud atau tujuan yang detail terhadap suatu bentuk komunikasi hingga pda komunikasi yang dimana si pemberi pesan mengharapkan umpan balik atau respon dari di penerima pesan.
  • Adanya konsep ruang dan waktu. Isi dari pesan yang akan disampaiakn pastinya disesuaikan dengan kondisi maupun situasi dimana komunikasi tersebut berlangsung.
  • Komunikasi pasti memerlukan sebuah prediksi. Sebuah komunikasi yang dilakukan oleh para pelaku komunikasi pasti memiliki prediksi akan hasil ataupun respon yang nantinya dikeluarkan oleh si penerima pesan.
  • Bersifat sistematik. Komunikasi sangat dipengaruhi oleh latar belakang terjadinya sautu komunikasi seperti budaya, nilai, norma, pengalaman, hingga pendidikan. Hal tersebut akan mempengaruhi hasiil dari atau respon yang akan dikeluarkan dari proses komunikasi tersebut.
  • Tingkat kefektifan komunikasi diukur dari tingkat kesamaan para pelakuna. Semakin memiliki banyak pengalam dan latar belakang yang sama maka semakin efektif suatu komunikasi berjalan.
  • Bersifat nonsekuensial. Suatu komunikasi yang baik seharusnya tidak berjalan satu arah melainkan ada sebuah respon maupun tanggapan untuk memberikan bukti bahwa pesan telah diterima dengan baik.
  • Bersifat prosesual, dinamis, dan transaksional. Komunikasi yang baik mengahruskan adanya proses menerima dan memberi informasi dari para pelaku komunikasi.
  • Bersifat irreversible. Para pelaku komunikasi tidak dapat mengontrol respon yang akan dikeluarkan oleh si penerima pesan, mereka hanya dapat memprediksi responnya saja.
  • Komunikasi tidak dapat selalu digunakan untuk menyelasaikan permasalahan. Komunikasi hanya dapat dijadikan sarana untuk memeberikan solusi bagi permasalahan.

Unsur-unsur Komunikasi

Unsur Komunikasi
Unsur Komunikasi

Suatu komunkasi yang baik tidak akan terjadi jika tidak didukung dengan adanya unsur-unsur pembentuk komunikasi. Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para pelaku komunikasi adalah berikut

Penampilan

Penampilan seorang sumber maupun penerima sangat berpengaruh dan harus disesuaikan oleh situasi, waktu, dan lingkungan sekitar, apalagi komunikasi yang dilakukan secara langsung seperti komunikasi yang dilakukan dengan tatap muka.

Pemahaman Terhadap Masalah.

Para pelaku komunikasi haruslah menguasai masalah-masalah atau pun hal-hal yang menjadi pokok komunikasi. Karena apabila sumber dan penerima tidak menguasai pemahaman masalah dapat berakibat pada terganggunya proses penerimaan atau pun pengartian informasi dalam pesan. Karena hal ini berhubungan dengan keabsahan dan kepercayaan para pelaku komunikasi terhadap pesan yang disampaikan.

Bahasa.

Bahasa dalam ilmu konukasi sangatlah penting, para pelaku yang terlibat dalam hubungan komunikasi harus memahami bahasa dengan baik. Bahasa yang digunakan tentunya bahasa yang dimengerti oleh semua pihak. Sebuah bahasa akan mempermudah dalam penyampaian informasi pesan dari pengirim kepada penerima.

Sender.

Sender atau pengirim atau sumber adalah seseorang atau sekelompok orang yang bertindak dalam menyaimpakan pesan. Mereka secara sukarela menjadi seorang pengirim pesan dalam suatu komunikasi.

Seorang sender juga bertindak dalam memberikan respon seperti menjawab pertanyaan baik dalam komunikasi secara langsung maupun komunikasi tidak langsung. Sender dapat berbentuk perorangan atau satu orang dapat juga dalam bentuk kelompok seperti partai, organisasi, meupun lembaga.

Encoding.

Encoding adalah sebuah proses penyampaian pesan dari sender atau pengirim kepada receiver. Proses encoding dalam menyampaikan sebuah pesan dapat dilakukan dalam bentuk isyarat maupun menggunakan simbol-simbol.

Message.

Message atau pesan adalah keseluruhan hal yang ingin disampaikan. Pesan dapat berupa tulisan, lisan, gambar, maupun dalam bentuk yang lainnya. Pesan memiliki inti atau tujuan, yaitu sesuatu hal yang mengarah pda hasil akhir dari suatu komunikasi. Inti dari pesan adalah untuk mengubah sikap dari para pelaku komunikasi yaitu receiver.

Media.

Media adalah alat yang digunakan dalam proses pengiriman pesan. Media yang digunakan dalam mengirimkan sebuah pesan bermacam-mcama tergantung pada jenis dan isi pesan. Menurut para ahli media paling sederhana yang digunakan untuk bertukar pesan adalah panca indera manusia yaitu mata dan telinga.

Melalui mata dan telinga manusia memproses pesan tersebut di dalm pikirannya yang kemudian hasilnya digunakan untuk menentukan tindaka atau reaksi yang harus dikeluarkan terkait dengan pesan yang diterima.

Tetapi selain mata dan telinga ada juga empat macam media yang digunakank sebagai sarana media, yaitu

  • Media antar pribadi. Media ini adalah sarana yang digunakan hanya untuk perorangan, yaitu hanya antar individu saja yang mengetahui isi dari pesan tersebut. Contoh media antar pribadi adalah surat, telepon, dan kurir atau utusan.
  • Media kelompok. Media kelompok adalah media yang digunakan bagi sekelompok orang lebih dari 15 orang. Contoh media kelompok adalah seminar, rapat, dan konferensi.
  • Media publik. Untuk menyalurkan pesan pada kelompok orang lebih dari 200 orang dibutuhkan media yang lebih besar dan lebih efisien dari pada media kelompok. Media yang sesuai bagi kelompok besar seperti itu adalah media publik, contohnya adalah rapat akbar dan rapat raksasa.
  • Media massa. Untuk menjangkau kawasan dan kelompok orang yang lebih besar media yang digunakan adalah media massa. Media massa adalah salah satu media yang digunakan untuk mengirim pesa kepada siapa saja tidak teruntuk pada satu kelompok atau satu daerah saja, sehingga jangakauan wilayah penerima pesannya lebih luas. Contoh media massa adalah surat kabar, televisi, radio, film, dan banyak lagi.

Decoding.

Decoding adalah proses penterjemahan pesan oleh receiver. Proses decoding sendiri adalah proses pengalihan pesan ke dalam bentuk informasi bagi receiver.

Proses decoding ini adalah proses yang sangat penting karena akan menentukan apakah inti dan tujuan dari pesan tersampaikan secara tepat dan benar. Tingkat keefektifan dan seberapa efisien suatu komunikasi tergantung dalam proses decoding ini.

Receiver.

Receiver atau penerima atau juga komunikan adalah pihak yang akan meneriman pesan dalam hubungan komunikasi. Sama seperti pemberi pesan, penerima pesan juga dapat berupa perorangan atau suatu kelompok.

Dalam hubungan komunikasi peran penerima pesan sama pentingnya dengan pemberi pesan, karena keduanya berjalan beriringan. Tidak akan ada pemberi pesan jika tidak ada penerima pesan, begitu juga sebaliknya, penerima pesan tidak akan menerima sebuah pesan jika tidak ada pemberi pesan.

Selain itu penerima pesan juga menentukan apakah inti dari pesan dapat tersampaikan dengan benar dan tepat, apabila inti dari pesan tidak tersampaikan dengan baik perlu diadakan perubahan secara keseluruhan baik dari segi sumber pesan, isi pesan, maupun sarananya.

Feedback.

Feedback aatau umpan balik adalah reaksi yang dihasilkan oleh penerima pesan setelah mereka mendapatkan dan mengolah informasi dari isi pesan yang dikirimkan oleh sumber. Reaksi yang dihasilkan dapat berupa perubahan informasi pengetahuan, sikap, maupun tingkah laku penerima. hal tersebut dapat berpengaruh pada apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan oleh penerima.

Feedback dapat dibagi menjadi empat jenis yaitu

  • Zero feedback. Zero feedback adalah merupakan pengiriman suatu infromasi yang isinya tidak dapat dipahami sama sekali oleh si penerima pesan.
  • Positive feedback. Positive feedback adalah merupakan pesan yang isinya dapat dimengerti oleh si penerima pesan dan si penerima pesan memberikan respon sesuai dengan apa yang pengirim pesan inginkan.
  • Neutral feedback. Neutral feedback adalah sebuah respon yang diberikan oelh penerima pesan dimana mereka tidak memberikan respon memihak ataupun menentang isi dari pesan yang dikirimkan.
  • Negative feedback. Negative feedback adalah sebuah respon yang diberikan oleh si penerima pesan dimana mereka memberikan respon yang bertentangan dengan apa yang pemberi pesan harapkan. Biasanya dapt bwrupa kritikan maupun hal-hal yang merugikan pemberi pesan.

Noise.

Noise berarti gangguan, yang berarti segala macam yang mempengaruhi atau mengubah isi dari pesan yang disampaikan oleh sumber kepada penerima.

Gangguan tersebut dapat berakibat pada kesalahan pengartian pesan dan berakibat pada hiilangnya beberapa atau seluruh informasi dari sumber kepada penerima. Ada dua macam gangguan dalam hubungan komunikasi yaitu

  • Gangguan teknis. Gangguan teknis adalah gangguan yang berupa kesalahan-kesalahan teknis seperti mengalami kesulitan dalam berbicara atau menangkap pesan.
  • Gangguan semantik. Gangguan semantik terjadi ketika si penerima pesan mengalami gangguan dalam menerjemahkan isi dari pesan yang dikirim oleh sumber.

Field Of Experience.

Field of experience berarti bidang pengalaman, adalah suatu latar belakang informasi dari pengirim maupun penerima. Latar belakang ini dapat berupa ruang dan bidang dari pengirim dan penerima. Latar belakang akan mempengaruhi proses pengiriman informasi pesan tersebut.

Shared Meaning.

Shared meaning memiliki arti pertukaran makna yang merupakan suatu pertemuan antara bidang dan ruang dari para pelaku komunikasi yang memiliki atau sama-sama berbagi pengalaman atau informasi.

Context.

Konteks adalah sebuah latar belakang terjadinya suatu komunikasi. Konteks dapat berupa situasi, lingkungan, maupun suasana terjadinya suatu komunikasi. Lingkungan dapat berupa lingkungan fisik dan lingkungan non fisik seperti sosiologis, antropologis, politik, ekonomi, dan lainnya.

 

Leave a Comment