7 Unsur Kebudayaan Beserta Penjelasan dan Ciri – Cirinya (Lengkap)

7 Unsur Kebudayaan Beserta Penjelasan dan Ciri – Cirinya (Lengkap)

Unsur Kebudayaan – Negara kita Indonesia merupakan negara dengan berbagai keragaman, mulai dari suku, ras, agama, dan masih banyak lainnya. Karena banyaknya perbedaan itu maka Indonesia juga memiliki banyak kebudayaan yang menarik.

Dan sebagai negara yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai warisan, kebudayaan masih melekat dalam setiap masyarakat Indonesia. Tetapi apa sebenarnya arti dari sebuah kebudayaan itu sendiri. Berikut penjelasan mengenai pengertian, sifat, fungsi, hingga undur-unsur dari kebudayaan.

Pengertian Kebudayaan

Unsur Kebudayaan

Kebudayaan berasal dari kata Budh yang diambil dari bahasa sansekerta yang memiliki arti akal. Kemudian ia berubah menjadi Budhi dalam bentuk tunggal dan budhaya dalam bentuk majemuk.

Jadi sebuah kebudayaan memiliki makna yang berkaitan dengan akal dan budi manusia. Dalam bahasa Inggris kebudayaan disebut dengan “culture” yang berasal dari bahasa latin “ colere” yang memiliki arti mengelola atau mengerjakan.

Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri arti dari kebudayaan adalah penerapan pengetahuan yang dimiliki manusia sebagai makhluk sosial dalam rangka memahami lingkungan serta menjadikan pengalamannya sebagai pedoman untuk bertingkah laku.

Pengertian Menurut Para Ahli

Unsur Kebudayaan

Pengertian kebudayaan menurut para ahli juga sangat beragam. Berikut beberapa contoh pengertian kebudayaan menurut para ahli.

Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara. Menurut Ki Hajar Dewantara kebudayaan merupakan. Hasil perpaduan antara dua hal yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan yaitu alam dan manusia.

Menurutnya kebudayaan merupakan hasil dari akal dan budi pekerti manusia. Sebuah kebudayaan akan melahirkan ketertiban dan kedamaian sebab pada dasarnya kebudayaan dibuat untuk menciptakan keselamatan dan kebahagian bagi masyarakat.

Koentjaraningrat

Koentjaraningrat. Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan didefinisikan sebagai keseluruhan gagasan suatu tindakan hingga hasil karya dari kehidupan manusia yang menjadikannya sebagai bahan pembelajaran.

B, tylor.

B, tylor. Menurut Taylor, suatu kebudayaan sendiri berisi hal-hal yang bersifat sangat kompleks mulai dari pengetahuan, kesenian, kepercayaan, moral, adat istiadat, dan hukum serta kebiasaan yang didapatkan manusia statusnya sebagai anggota masyarakat.

Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi.

Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi. Dalam bukunya yang berjudul Setangkai bunga Sosiologi pada tahun 1964, Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi mengemukakan bahwa kebudayaan merupakan segala bentuk hasil dari karya, rasa, dan cipta dari masyarakat.

Andreass Eppink

Andreass Eppink. Menurut Eppink yang mendefinisikan kebudayaan sebagai suatu ciri khas dari seorang individu yang mengandung unsur-unsur mulai dari etika sosial, nilai sosial, ilmu pengetahuan, hingga nilai-nilai religi dan unsur artistik bahkan intelektual seseorang.

Herskovits

Herskovits. Menurut Herkovits kebudayaan merupakan suatu hal yang bersifat turun-temurun dari generasi ke generasi selanjutnya.

Karakteristik Kebudayaan

Unsur Kebudayaan

Kebudayaan memiliki bentuk yang dinamis,maksudnya kebudayaan dapat berubah-ubah mengikuti dengan perkembangan dan kehidupan manusia. Kebudayaan juga memiliki karakteristik atau suatu ciri khas tertentu. Berikut beberapa karakteristik yang dimiliki oleh kebudayaan.

  • Kebudayaan muncul dan terbentuk karena merupakan hasil dari tingkah laku manusia
  • kebudayaan memiliki sifat yang kekal. Kebudayaan tidak akan mati ataupun hilang karena kebudayaan bersifat turun temurun.
  • Kebudayaan sangat diperlukan oleh setiap manusia sebagai makhluk sosial dalam tujuannya untuk bertingkah laku
  • kebudayaan di dalam kehidupan sosial memiliki makna sebagai pedoman atas mana yang dapat diterima dan mana yang tidak dapat diterima, tentang hal-hal yang diperbolehkan dan yang dilarang.
  • Kebudayaan bersifat universal, namun tetap memiliki beberapa karakteristik khusus sesuai dengan kondisi dan keadaan dimana kebudayaan tersebut hidup.
  • Kebudayaan dapat menentukan kehidupan seseorang meski tidak secara langsung dampaknya dirasakan oleh orang tersebut.
  • Kebudayaan dapat melebur atau berkembang dan bercampur dengan kebudayaan lainnya.

Ciri – Ciri Kebudayaan

Unsur Kebudayaan

Setiap Kebudayaan pastinya mempunyai ciri – ciri baik itu ciri – ciri yang umum maupun non umum, berikut ini adalah sifat dari kebudayaan berikut penjelasannya:

Ciri-ciri Budaya Daerah

Sifat kebudayaan juga dapat dilihat dari suatu tempat dimana kebudayaan tersebut hidup dan disebut dengan budaya daerah. Berikut ciri-ciri budaya daerah.

  1. Mengandung bahasa daerah tersebut
  2. Ada unsur kepercayaan yang banyak berkembang di daerah tersebut
  3. Diikuti oleh masyarakat di daerah tersebut
  4. Memiliki adat istiadat daerah
  5. Mengandung unsur peninggalan sejarah

Ciri – Ciri Budaya Nasional

Jika ada sifat kebudayaan daerah maka ada pula kebudayaan nasional. Berikut sifat dari kebudayaan nasional.

  1. Mencerminkan kehidupan masyarakat negara tersebut
  2. Adanya unsur-unsur yang menjadi pemersatu bangsa
  3. Adanya unsur kebudayaan daerah yang diakui secara nasional
  4. Menjadi kebanggaan seluruh masyarakat

Fungsi Kebudayaan

Unsur Kebudayaan

Kebudayaan sendiri juga memiliki beberapa fungsi di dalam masyarakat. Fungsi kebudayaan didalam masyarakat adalah sebagai berikut.

  1. Kebudayaan sebagai pembentuk norma dan nilai sosial di dalam masyarakat. Norma dan nilai-nilai sosial ini bertujuan untuk membangun suatu ketertiban didalam masyarakat.
  2. Kebudayaan juga sebagai pembentuk pola perilaku masyarakat. kebudayaan mampu membentuk pola pikir seseorang atau suatu golongan dalam berkelakuan dan dianggap sebagai sesuatu yang dapat diterima dan harus dilakukan oleh seluruh anggota masyarakat.
  • Kebudayaan juga digunakan sebagai pedoman tentang tata cara berhubungan dengan sesama manusia atau kelompok lainnya.
  • kebudayaan juga dapat digunakan untuk mendorong perubahan di dalam masyarakat. Dengan sifat kebudayaan yang dinamis maka tidak heran jika masuk dan meleburnya antar kebudayaan sangatlah mungkin terjadi.

Unsur Kebudayaan

Unsur Kebudayaan

Untuk memahami lebih lanjut mengenai unsur-unsur yang membentuk suatu budaya, ada tujuh elemen pembentuk suatu budaya yaitu bahasa, pengetahuan, sosial, teknologi, ekonomi, religi, dan kesenian. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai tujuh unsur pembentuk kebudayaan.

Bahasa

Bahasa adalah suatu sarana yang digunakan bagi manusia untuk saling berkomunikasi dan berinteraksi. Menurut Keesing, sebuah bahasa menjadi faktor penting dalam tumbuh kembang dan menjaga keberadaan sebuah budaya.

Sebuah generasi akan menurunkan dan mewariskan kebudayaan kepada generasi penerusnya melalui bahasa yang menimbulkan pemahaman mengenai detail kebudayaan. Suatu studi yang khusus mempelajari mengenai bahasa disebut dengan antropologi linguistik.

Bahasa sebagai alat komunikasi rupanya memegang peranan penting dalam proses pembangunan sebuah budaya. Bahasa, baik yang bersifat lisan maupun tulisan, dan bahkan sebuah isyarat mampu melahirkan kebudayaan yang berbeda-beda.

Menurut Koentjaraningrat, sebuah bahasa memiliki ciri-ciri penting sebagai alat komunikasi yaitu sebagai bentuk perlambangan yang diungkapkan dalam bentuk lisan maupun tulisan.

Cara membandingkan bahasa yang satu dengan bahasa yang lain adalah dengan membandingkannya ke dalam rumpun, sub rumpun, keluarga, dan sub keluarga.

Menurut Koentjaraningrat lagi, untuk memberikan batasan daerah penyebaran dari suatu bahasa sangatlah sulit, hal ini disebabkan daerah tempat tinggal suatu kelompok yang memiliki bahasa tertentu sangatlah tipis dan rentan dengan adanya proses asimilasi atau pengaruh satu bahasa dengan bahasa lainnya yang berdekatan sangatlah mungkin terjadi apalagi di daerah perbatasan.

Di dalam ilmu antropologi linguistik, tidak hanya mempelajari suatu bahasa secara umum, namun hingga mempelajari tentang dialek atau logat bahasa. Ada pula yang disebut dengan perbedaan suatu bahasa yang ditentukan dari status dan tingkatan sosial yang disebut dengan tingkat sosial bahasa atau social levels of speech.

Sebagai contohnya, di dalam suku Jawa terdapat beberapa tingkatan sosial bahasa. bahasa Jawa yang digunakan di daerah Solo dan Yogyakarta lebih dikenal dengan bahasa Jawa halus. Sedangkan untuk dialek yang digunakan pada masyarakat di Jawa Timur sering digunakan bahasa Jawa kasar.

Pengetahuan

Unsur kebudayaan dalam konsep suatu ilmu pengetahuan sebenarnya lebih ditekankan pada suatu bentuk informasi atau pengetahuan untuk bertahan hidup. Pengetahuan sendiri sering dikaitkan dengan penemuan-penemuan mengenai sebuah alat dan teknologi dari sebuah ide atau gagasan manusia.

Jika demikian maka unsur pengetahuan memiliki batasan yang sangat luas. Maka dari itu di dalam kaitannya dengan kebudayaan, unsur pengetahuan yang dipersempit hingga menyangkut hal-hal yang berpengaruh dalam hubungan sosial dan bagaimana hal tersebut digunakan untuk bertahan hidup.

Sebagai contoh, masyarakat pada zaman dahulu biasanya memiliki sistem perhitungan hari yang didasarkan pada astronomi tradisional seperti perhitungan hari berdasarkan bulan atau benda langit lainnya.

Seperti pada masyarakat pedesaan yang memiliki mata pencaharian sebagai petani, biasanya mereka menggunakan kalender tradisional untuk menentukan masa tanam dan masa panen yang disebut dengan pranatamangsa.

Sistem ini juga digunakan untuk menghitung banyaknya curah hujan pada masa kemarau. Sistem pranatamangsa menggunakan siklus alam sebagai patokannya.

Contoh lainnya adalah pengetahuan bagi nelayan yang ingin pergi melaut. Biasanya mereka menentukan kondisi laut dengan melihat gugusan rasi bintang di langit. Atau kebudayaan masyarakat Papua untuk berburu buaya di rawa pada malam hari.

Menurut Koentjaraningrat, setiap kebudayaan pasti memiliki pengetahuan mengenai alam dan sekitarnya. Hal tersebut dikarenakan dalam proses untuk hidup dan bertahan, manusia harus memiliki pengetahuan tentang alam. Berikut hal-hal yang menurut Koentjaraningrat pasti dimiliki suatu bangsa terkait pengetahuan mengenai budaya.

  • Kondisi alam dan lingkungan sekitar
  • Informasi mengenai tumbuhan dan binatang yang ada di sekitar mereka
  • Karakteristik dan fungsi dari tubuh manusia
  • Zat dan bahan mentah di sekitar mereka
  • Sifat dan pola perilaku manusia
  • Konsep ruang dan waktu

Pengetahuan ini dapat digunakan untuk menentukan musim yang tepat untuk bertani, berburu, melaut, dan berladang. Juga dapat digunakan untuk menentukan mana saja bahan-bahan atau zat yang dapat digunakan sebagai sumber pengobatan. Selain itu juga digunakan untuk membuat alat dan teknologi untuk mempermudah kehidupan mereka.

Sosial

Keterkaitan antara ilmu sosial dengan suatu budaya adalah bagaimana budaya dapat dijadikan alat untuk membentuk suatu kelompok masyarakat melalui suatu peraturan yang disebut dengan adat istiadat. kelompok masyarakat yang paling kecil dan paling dekat adalah keluarga dimana adat istiadat bahkan norma mulai diperkenalkan pertama kali.

Setelah itu setiap manusia akan mulai keluar dan mengenal tingkatan organisasi sosial lainnya yang lebih luas yang disebut dengan masyarakat.

Tingkatan lainnya dalam hubungan bersosialisasi adalah sebuah perkawinan. Sebuah perkawinan adalah sebuah proses untuk membentuk komunitas atau organisai sosial yang baru. Perkawinan sendiri tidak hanya akan menyatukan dua manusia saja namun juga menyatukan dua kebudayaan dan meleburnya menjadi sebuah kebudayaan yang baru.

Teknologi

Perhatian awal para peneliti mengenai unsur suatu budaya adalah dari sebuah teknologi yang telah ada sejak zaman nenek moyang. Pembahasan mengenai teknologi ini masuk ke dalam bahasan budaya yang bersifat fisik,

Karena menyangkut benda-benda ataupun alat yang digunakan pada masa lampau meskipun sifatnya masih sederhana.

Menurut Koentjaraningrat, ada delapan macam sistem dan unsur teknologi, yaitu

  1. Alat produktif
  2. Senjata
  3. Wadah
  4. Alat untuk menyalakan api
  5. Makanan dan minuman
  6. Pakaian
  7. Tempat berlindung
  8. Alat transportasi

Ekonomi

Pokok bahasan dalam unsur perekonomian adalah tentang bagaimana suatu kelompok masyarakat menggunakan sistem perekonomian untuk digunakan sebagai mata pencaharian mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Ada lima sistem mata pencaharian yang dilakukan oleh kelompok masyarakat, yaitu

  • Bercocok tanam
  • Berternak
  • berburu
  • Menangkap ikan
  • Bercocok tanam dengan menggunakan sistem irigasi

Sebenarnya masih ada satu mata pencaharian namun karena sudah sangat jarang dilakukan dan hampir hilang dari budaya, yaitu meramu. Kegiatan meramu seperti yang dilakukan masyarakat

Papua kini sudah sangat jarang ditemukan. Salah satu tradisi yang sudah hampir terlupakan dari Papua adalah mencari sagu dan tombelo ke dalam hutan untuk dijadikan makanan.

Dahulu masyarakat mengenal suatu sistem pertukaran yang disebut dengan barter, prinsipnya adalah menukarkan satu benda dengan benda lainnya yang memiliki nilai sama.  Namun kemudian masyarakat mulai beralih pada sistem mata uang sebagai alat penukaran yang lebih mudah.

Religi

Unsur religi dalam segi kebudayaan tidak dapat dipisahkan dari emosi keagamaan atau religious emotion. Emosi keagamaan sendiri adalah suatu perasaan yang ada dalam diri setiap manusia untuk senantiasa terdorong melakukan hal-hal bersifat religius.

Emosi keagamaan melahirkan yang disebut dengan pemujaan dan juga konsep benda-benda dianggap sebagai benda yang sakral.

Sebagai contoh suku Dayak Benuaq di Kalimantan Timur percaya dan menganggap bahwa sebuah patung adalah benda sakral dan memiliki kekuatan gaib. Mereka meyakini bahwa manusia dulunya berasal dari patung-patung yang berubah memiliki nyawa setelah ditiupkan ruh oleh sang Pencipta.

Menurut Koentjaraningrat unsur religus dalam konsep budaya muncul dari sebuah pertanyaan tentang hakikat kekuatan gaib yang mekiliki kedudukan dan kekuatan melebihi manusia.

Ada tiga hal penting dalam religi yang memiliki peranan penting yaitu keyakinan, upacara keagamaan, dan umat penganut keyakinan tersebut. Unsur religi juga telah berkembang dari yang mulanya berbentuk sederhana hingga menjadi sangat kompleks.

Unsur aktivitas keagaman juga memerankan peran penting. Beberapa aspek yang berkaitan dengan aktivitas keagamaan adalah

  • Tempat keagamaan, yaitu tempat berlangsungnya upacara keagamaan. Contohnya seperti masjid, gereja, wihara, kuil, dan lainnya.
  • Waktu, yaitu hari-hari atau waktu yang telah ditentukan sebagai waktu suci untuk melakukan upacara keagamaan. Contohnya seperti Idul Fitri, Natal, Hari Raya Nyepi, dan lainnya.
  • Benda-benda upacara, yaitu benda-benda atau alat yang digunakan saat ritual upacara keagamaan. Contohnya tasbih, rosario, sesaji, patung, dan lainnya.
  • Pemimpin upacara keagamaan, yaitu orang-orang yang dianggap memiliki kedudukan dan tingkatan religig yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang lainnya. Contohnya ustad, biksu, pastor, dukun, tetua adat, dan lainnya.

Kesenian

Penelitian mengenai hubungan antara kebudayaan dengan kesenian bermula dari ditemukannya artefak kuno seperti patung, ukiran, dan hiasan yang memiliki unsur seni di dalamnya. Pertanyaan para ahli kemudian berlanjut kepada teknik dan proses pembuatan benda-benda tersebut.

Kesenian memiliki hubungan erat dengan rasa. Rasa estetika atau sebuah perasaan yang mewakili keindahan yang dimiliki oleh setiap manusia akan melahirkan hasil seni yang berbeda-beda.

Maka dari itu kesenian akan memiliki bentuk yang berbeda-beda disetiap daerah. Kesenian sendiri dapat meliputi seni musik, seni tari, seni rupa, dan seni drama.

Seni rupa terdiri atas seni patung, seni relief, seni ukir, seni rias, dan seni lukis. Seni musik terdiri dari seni vokal dan seni instrumental. Seni sastra terdiri atas prosa dan puisi.

Adapula seni gerak seperti seni tari. Kesenian juga dapat dibedakan menjadi kesenian tradisional seperti wayang, ketoprak, ludruk, dan lenong. Dan kesenian modern seperti film, lagu, dan koreografi.

Baca Juga : Unsur Musik

Leave a Comment