Tujuan Negoisasi : Pengertian, Arti, Manfaat, Jenis, dan Cirinya {Lengkap}

Tujuan Negoisasi : Pengertian, Arti, Manfaat, Jenis, dan Cirinya {Lengkap}

Tujuan Negoisasi – Tujuan AFTA didirikan untuk pertama kalinya, yaitu, untuk meningkatkan daya saing ekonomi negara-negara ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi pasar dunia. Menarik investor eksternal dan meningkatkan perdagangan di antara negara-negara anggota ASEAN.

Pengertian Negosiasi

Tujuan Negoisasi
Tujuan Negoisasi

Apa yang dimaksud dengan negosiasi? Memahami negosiasi adalah suatu bentuk interaksi sosial antara beberapa pihak yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan bersama yang dianggap menguntungkan pihak-pihak yang bernegosiasi. Orang-orang yang melakukan kegiatan negosiasi disebut negosiator.

Menurut kamus Oxford, arti negosiasi adalah cara melakukannya dalam upaya mencapai kesepakatan melalui diskusi formal. Negosiasi dilakukan oleh dua pihak atau lebih di mana masing-masing pihak memiliki pendapat / tujuan yang berbeda dan ada proses negosiasi untuk mencapai kesepakatan.

Kegiatan negosiasi digunakan dalam berbagai bidang kehidupan dan biasanya melibatkan masalah banyak orang. Misalnya, dalam dunia bisnis dan organisasi, kegiatan di kedua bidang tidak pernah lepas dari proses negosiasi.

Dalam Etimologi, kata negosiasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu, “bernegosiasi” dan “berunding,” yang berarti berbicara, bernegosiasi, atau menawar. Kata itu kemudian memiliki turunan lain, yaitu “negosiasi” yang berarti menjelaskan kegiatan mendiskusikan atau menegosiasikan sesuatu dengan pihak lain untuk mencapai kesepakatan.

Pengertian Negosiasi Menurut Para Ahli

Tujuan Negoisasi
Tujuan Negoisasi

Agar Anda dapat lebih memahami arti negosiasi, berikut adalah beberapa gagasan negosiasi menurut para ahli:

1. Jackman (2005)

Menurut Jackman, definisi negosiasi adalah proses yang terjadi antara dua pihak atau lebih yang awalnya memiliki pemikiran berbeda dan akhirnya mencapai kesepakatan.

2. Oliver (Purwanto, 2006)

Menurut Oliver, definisi negosiasi adalah transaksi di mana dua pihak berhak atas hasil akhir.

Untuk alasan ini, perjanjian dari kedua belah pihak diperlukan sampai ada proses pengiriman dan penerimaan timbal balik untuk mendapatkan kesepakatan bersama.

3. Hindle Team (Rustono, 2008)

Menurut Tim Hindle dalam buku mereka “keterampilan negosiasi”, gagasan negosiasi adalah kemampuan untuk merekonsiliasi hasil yang baik untuk semua pihak.

4. Robbins (2003)

Menurut Robbins, gagasan negosiasi adalah proses di mana ada dua pihak atau lebih yang bertukar barang atau jasa dalam upaya menyepakati tingkat kerja sama mereka.

5. Ulinuha (2013)

Definisi umum dari negosiasi adalah proses negosiasi melalui negosiasi untuk mencapai kesepakatan antara kedua pihak.

Tujuan Negosiasi

Tujuan Negoisasi
Tujuan Negoisasi

Semua aktivitas negosiasi harus memiliki tujuan yang ingin dicapai oleh pihak-pihak yang bernegosiasi. Tujuan negosiasi adalah sebagai berikut:

1. Mencapai kesepakatan yang dianggap menguntungkan semua pihak.

2. Untuk memecahkan masalah dan menemukan solusi untuk masalah yang dihadapi oleh pihak yang bernegosiasi.

3. Untuk mencapai suatu kondisi yang saling menguntungkan bagi pihak-pihak yang bernegosiasi, di mana setiap orang memperoleh solusi yang menguntungkan bagi semua orang.

4. Untuk mencapai situasi yang saling menguntungkan bagi semua pihak yang bernegosiasi sehingga semua pihak mendapat manfaat.

Misalnya, kegiatan negosiasi bisnis antara satu perusahaan dan yang lain sangat berguna untuk mengembangkan pasar di mana tujuannya adalah untuk meningkatkan angka penjualan.

Contoh lain, proses negosiasi juga terjadi ketika produsen dan konsumen menegosiasikan harga suatu produk untuk menetapkan harga yang disepakati. Dengan adanya kegiatan perdagangan, penjual dan pembeli dapat menentukan harga yang dianggap setara dengan nilai suatu produk.

Manfaat Negosiasi

Tujuan Negoisasi
Tujuan Negoisasi

Setelah memahami arti dari negosiasi dan tujuannya, kita juga harus mengetahui manfaat dari negosiasi tersebut. Manfaat dari negosiasi adalah sebagai berikut:

1. Terciptanya asosiasi antara satu pihak dan lainnya untuk mencapai tujuan masing-masing.

2. Ada saling pengertian antara masing-masing pihak yang menegosiasikan perjanjian yang akan diambil dan dampaknya bagi semua pihak.

3. Negosiasi bermanfaat untuk terciptanya kesepakatan yang saling menguntungkan bagi semua pihak yang bernegosiasi.

4. Terciptanya interaksi positif antara pihak-pihak yang bernegosiasi sehingga kolaborasi tersebut menghasilkan dampak yang lebih luas bagi banyak orang.

Ciri-Ciri Negosiasi

Tujuan Negoisasi
Tujuan Negoisasi

Negosiasi adalah proses komunikasi dua arah di mana penjual sebagai komunikator dan pembeli sebagai penelepon atau sebaliknya.

Proses komunikasi dalam negosiasi memiliki karakteristik, yaitu:

1. Libatkan dua pihak, yaitu pembeli dan penjual

2. Ada masalah dengan masalah yang sama untuk dinegosiasikan.

3. Dua pihak memiliki keinginan untuk menjalin kerja sama.

4. Kedua belah pihak memiliki tujuan yang sama.

5. Mereka akan menyadari masalah yang masih abstrak.

6. Terjadinya dialog dan proses negosiasi.

Aspek Kemampuan Negosiasi

Tujuan Negoisasi
Tujuan Negoisasi

Menurut Jackman (2005), ada 4 (empat) aspek kapasitas dalam negosiasi, yaitu:

A.  Kemampuan untuk memisahkan perasaan pribadi dari masalah yang dimaksud.

Negosiator harus bisa menjadi profesional dan fokus pada masalah yang dibahas dan bukan pada orang yang terlibat.

Mereka harus dapat membatalkan perasaan pribadi yang dapat memengaruhi hasil negosiasi.

1. Kemampuan untuk fokus pada minat alih-alih posisi

Para pihak yang bernegosiasi memiliki posisi dan latar belakang yang berbeda.

Ketika negosiator menganggap lawan mereka dikalahkan, itu adalah sikap yang buruk karena dapat menimbulkan kecurigaan dan mengalihkan tujuan utama negosiasi.

2. Kemampuan untuk mengumpulkan beberapa opsi keputusan

Ketika negosiator dapat mengumpulkan beberapa opsi, ini dapat mencegah mereka dari terjebak dalam masalah atau solusi.

Dengan sejumlah opsi, keputusan ini dapat meningkatkan peluang kesepakatan dan memungkinkan untuk memuaskan semua pihak yang bernegosiasi.

Memiliki strategi negosiasi yang benar dan efektif dapat membantu meningkatkan peluang untuk kesepakatan bersama.

3. Kemampuan untuk memastikan bahwa hasil didasarkan pada kriteria objektif.

Seseorang yang karismatik dan tampak meyakinkan ketika proses negosiasi dapat mempengaruhi pengambilan keputusan, terutama ketika seorang negosiator ragu.

Untuk memperoleh hasil yang maksimal, sangat penting untuk menggunakan kriteria objektif ketika menganalisis kelebihan dan kekurangan dari penawaran yang diberikan.

Menurut uraian di atas, seseorang yang memiliki keterampilan negosiasi yang baik dapat memahami aspek keterampilan negosiasi.

Kemampuan Dasar Bernegosiasi

Tujuan Negoisasi
Tujuan Negoisasi

Sebelum bernegosiasi, semua negosiator harus memahami filosofi negosiasi. Mengacu pada gagasan negosiasi, dasar untuk melakukan negosiasi adalah bahwa kesepakatan yang diadopsi menguntungkan semua pihak atau semua orang yang menang.

Ini dapat dicapai dengan mempertimbangkan semua aspek negosiasi dari beberapa sudut pandang. Keterampilan dasar untuk bernegosiasi adalah sebagai berikut:

1. Tajam dalam berpikir

2. Bersabarlah dalam akting.

3. Dapat beradaptasi dengan baik

4. Memiliki resistensi

5. Keterampilan sosialisasi yang baik.

6. Kemampuan konsentrasi yang baik

7. Memiliki keterampilan artikulasi.

8. Memiliki selera humor yang bagus.

Selain itu, ada hal-hal penting yang harus dipertimbangkan oleh negosiator ketika melakukan proses negosiasi, termasuk:

Saat menyampaikan pendapat, itu harus disertai dengan alasan, fakta, atau contoh yang jelas sehingga mudah dipahami oleh pihak lain.

Pendapat harus disampaikan dengan volume yang sesuai, intonasi yang benar, dan pilihan kata-kata.

Presentasi pendapat harus dibuat dengan jelas, lancar dan sopan.

Tidak mudah untuk menerima atau menolak pendapat orang lain, tetapi Anda harus melewati beberapa pertimbangan.

Jenis Jenis Negosiasi

Tujuan Negoisasi
Tujuan Negoisasi

Negosiasi dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yang dibagi sesuai dengan situasi, tergantung pada jumlah negosiator dan tergantung pada untung dan rugi.

1. Jenis Negosiasi Tergantung Pada Situasinya.

Negosiasi formal: Negosiasi jenis ini dapat terjadi secara formal dan dalam negosiasi ini ada perjanjian yang disetujui secara hukum.

Negosiasi non formal atau informal: Jenis negosiasi ini umumnya terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan dapat terjadi kapan saja, di mana saja atau dengan siapa pun.

2. Jenis Negosiasi Tergantung Pada Jumlah Negosiator.

Negosiasi dengan perantara: jenis negosiasi ini dilakukan oleh dua atau lebih negosiator dan perantara di mana mediator memiliki tugas untuk membuat keputusan akhir dalam proses negosiasi.

Negosiasi tanpa perantara: negosiasi ini hanya dilakukan oleh pihak-pihak yang bernegosiasi tanpa mediator dan keputusan pada akhirnya tergantung pada negosiasi pihak tersebut.

3. Negosiasi Berdasarkan Untung Dan Rugi:

Jenis negosiasi ini adalah negosiasi berdasarkan hasil akhir di mana keputusan dapat menang-menang, menang-kalah, kalah menang, kalah-kalah.

Menang-menang (kolaborasi): Dalam suatu jenis negosiasi kolaborasi, semua pihak akan berusaha untuk mendapatkan kesepakatan yang berkolaborasi dengan kepentingan masing-masing pihak.

Menang-kalah (Dominasi): Salah satu negosiator memperoleh untung besar dari suatu perjanjian, sementara lawan mendapatkan untung kecil.

Menang-menang (Akomodasi): Negosiator akan memperoleh sedikit untung atau bahkan kerugian, sementara pihak lawan dapat memperoleh untung besar.

Kalah-Kalah (hindari konflik): Dalam negosiasi jenis ini, semua pihak yang bernegosiasi menghindari konflik yang terjadi sehingga kedua belah pihak tidak setuju untuk menyelesaikan konflik.

Demikian, penjelasan singkat tentang arti negosiasi, tujuan negosiasi, manfaat negosiasi dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk bernegosiasi. Semoga artikel ini bermanfaat.

Leave a Comment