Tujuan Hukum adalah : Pengertian, Jenis, Sifat, dan Unsur {Lengkap}

Tujuan Hukum adalah : Pengertian, Jenis, Sifat, dan Unsur {Lengkap}

Tujuan Hukum – Mempelajari kali ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya tentang pengertian, elemen, karakteristik dan jenis hukum yang dapat Anda pelajari di sini. Jadi artikel ini bertujuan untuk memperluas pemahaman hukum, terutama pemahaman tentang sifat, fungsi, jenis dan tujuan hukum yang banyak dari kita mungkin tidak peduli.

Pengertian Hukum        

Tujuan Hukum
Tujuan Hukum

Apa yang diketahui tentang hukum? Definisi Hukum adalah sistem pengaturan di mana ada norma dan sanksi yang ditujukan untuk mengendalikan perilaku manusia, menjaga ketertiban dan keadilan dan mencegah kekacauan.

Ada juga yang mengatakan bahwa definisi hukum adalah aturan atau ketentuan yang dibuat, baik secara tertulis maupun tertulis, di mana isinya mengatur kehidupan masyarakat dan ada sanksi / hukuman bagi mereka yang melanggarnya.

Keberadaan hukum bertujuan untuk melindungi setiap individu dari penyalahgunaan kekuasaan dan menjaga keadilan. Dengan hukum di suatu negara, setiap orang di negara itu memiliki hak untuk mendapatkan keadilan dan pertahanan di depan hukum. Kita dapat mengenali hukum karakteristiknya, yaitu:

1. Ada perintah / larangan, yang merupakan sesuatu yang bisa atau tidak bisa dilakukan oleh seseorang di komunitas.

2. Sifatnya meyakinkan, yang berarti bahwa setiap individu harus mematuhi hukum yang berlaku tanpa kecuali.

3. Ada sanksi, yaitu sanksi yang diberikan kepada pihak yang melanggar hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pengertian Hukum Menurut Para Ahli

Tujuan Hukum
Tujuan Hukum

Untuk lebih memahami apa definisi hukum itu, kita bisa merujuk pada pendapat para pakar berikut:

1. Prof. Doctor Mochtar Kusumaatmadja

Menurut Prof. Doctor Mochtar Kusumaatmadja, pengertian hukum adalah semua aturan dan prinsip yang mengatur interaksi kehidupan dalam masyarakat di mana tujuannya adalah untuk menjaga ketertiban yang dilakukan melalui berbagai institusi dan proses untuk melaksanakan supremasi hukum sebagai kenyataan di masyarakat.

2. J. C. T. Simorangkir

Menurut J. C. T. Simorangkir, definisi hukum adalah semua peraturan yang mengikat dan menentukan semua perilaku manusia dalam masyarakat, yang dilakukan oleh lembaga yang berwenang.

3. S. M. Amin

Menurut S. M. Amin, pengertian hukum adalah seperangkat aturan yang terdiri dari norma dan sanksi di mana tujuannya adalah untuk membangun ketertiban dalam hubungan manusia dalam suatu masyarakat, sehingga ketertiban dan keamanan dipertahankan dan dipertahankan.

4. piring

Menurut Plato, gagasan hukum adalah seperangkat aturan yang tertata dengan baik dan tertib yang mengikat bagi hakim dan masyarakat.

5. E. M. Meyers

Menurut E. M. Meyers, pengertian hukum adalah aturan yang berisi pertimbangan moral yang membahas perilaku manusia dalam suatu masyarakat dan menjadi rujukan atau pedoman bagi otoritas negara dalam melaksanakan tugasnya.

6. Prof. Doctor Van Kan

Menurut Prof. Doctor Van Kan, gagasan hukum adalah totalitas aturan hidup yang wajib ketika tujuannya adalah untuk melindungi kepentingan manusia dalam masyarakat suatu negara.

Unsur-Unsur Hukum

Tujuan Hukum
Tujuan Hukum

Hukuman diberikan kepada pelanggar hukum.

Setiap hukum di dunia memiliki beberapa elemen di dalamnya. Unsur-unsur hukum adalah sebagai berikut:

1. Mengelola Perilaku Masyarakat

Seperti disebutkan sebelumnya, tujuan utama hukum adalah mengatur tingkat perilaku dalam masyarakat. Artinya, semua perilaku dalam interaksi manusia dalam masyarakat diatur oleh hukum.

2. Hukum Yang Dibuat Oleh Lembaga Khusus.

Hukum tidak dapat dibuat oleh semua pihak, tetapi melalui lembaga atau lembaga resmi yang memiliki wewenang untuk melakukannya. Misalnya, KUHP yang dibuat oleh Negara, dalam hal ini dilakukan oleh Badan Legislatif.

3. Regulasi Paksa

Hukum adalah aturan yang mengikat. Oleh karena itu, setiap individu dalam suatu masyarakat harus mengetahui hukum yang berlaku dan akan dikenakan sanksi jika ia melanggar.

Misalnya, peraturan lalu lintas yang mengharuskan setiap pengemudi memiliki SIM (SIM) sebelum berkendara di jalan raya. Pengemudi yang tidak memiliki kartu SIM akan dikenai sanksi dari pihak berwenang.

4. Hukuman / Hukuman Untuk Pelanggar.

Hukum telah menjelaskan tentang aturan dan juga hukuman yang akan dijatuhkan pada pelanggar. Adapun sanksi atau hukuman yang berlaku untuk setiap pelanggar hukum, mereka mematuhi undang-undang yang disepakati.

Sanksi dapat berupa hukuman penjara, sanksi sosial dan bahkan hukuman mati. Misalnya, para pelaku korupsi dijatuhi hukuman penjara sesuai dengan putusan pengadilan.

Jenis-Jenis Hukum

Tujuan Hukum
Tujuan Hukum

Secara umum, ada 8 jenis divisi hukum di Indonesia. Mengacu pada pengertian hukum, untuk beberapa tipe adalah sebagai berikut:

1. Hukum Berdasarkan Isinya.

Hukum perdata, yang merupakan hukum yang mengatur hubungan antar manusia berdasarkan kepentingannya. Contoh hukum privat adalah: Hukum perdata, hukum dagang, hukum perdata.

Hukum publik, yaitu hukum yang mengatur hubungan setiap individu dalam masyarakat dengan negara dan sangat terkait dengan kepentingan publik. Misalnya hukum konstitusi, hukum pidana, hukum administrasi negara.

2. Hukum Berdasarkan Sumber.

Hukum, yaitu hukum yang telah ditetapkan dalam hukum dan peraturan.

Hukum adat, yaitu hukum yang didasarkan pada norma adat di suatu daerah.

Hukum hukum, yang merupakan kesepakatan antara dua atau lebih negara di bidang peradaban.

Hukum yurisprudensi, yaitu hukum yang didasarkan pada keputusan hakim sebelumnya untuk menyelesaikan kasus yang sama.

Hukum doktrinal, yaitu pernyataan berdasarkan pendapat seseorang atau beberapa ahli hukum dan disepakati oleh semua pihak.

3. Hukum Berdasarkan Formulir.

Hukum tertulis, yaitu hukum yang terkandung dalam beberapa buku hukum.

Hukum non tertulis, yaitu hukum yang berlaku dalam masyarakat dan dipatuhi, bahkan jika itu tidak tertulis.

4. Hukum Berdasarkan Tempat.

Hukum nasional, yaitu, hukum yang berlaku hanya di wilayah suatu negara.

Hukum internasional, yaitu hukum yang mengatur hubungan antar negara di dunia internasional.

5. Hukum Berdasarkan Waktu.

Ius constutum, yang merupakan hukum positif yang sekarang berlaku untuk masyarakat tertentu di daerah tertentu.

Ius constendum, yang merupakan undang-undang yang diharapkan untuk diterapkan di masa depan.

Hukum dasar, yaitu, hukum kodrat yang berlaku di semua tempat, setiap saat dan untuk semua bangsa di dunia.

6. Hukum Berdasarkan Cara Mempertahankannya.

Hukum material, yaitu hukum yang mengatur kepentingan dan hubungan di mana perintah dan larangan diwujudkan.

Hukum formal, yaitu hukum yang mengatur bagaimana menerapkan hukum materiil.

7. Hukum Berdasarkan Sifat.

Paksakan hukum, yang merupakan hukum yang meyakinkan dan bersifat mutlak, terlepas dari keadaan.

Hukum saat ini, yang merupakan hukum yang dapat dikesampingkan jika pihak yang berkepentingan memiliki aturan sendiri.

8. Hukum Berdasarkan Bentuknya.

Hukum obyektif, yaitu hukum yang ada di suatu negara dan umumnya diterapkan.

Hukum subyektif, yaitu hukum yang berlaku hanya untuk pihak tertentu, atau disebut juga hak.

Sifat Hukum

Tujuan Hukum
Tujuan Hukum

1. Hukum Pengaturan

Undang-undang menetapkan beberapa peraturan, baik peraturan dalam bentuk larangan dan perintah yang akan mengatur semua perilaku manusia dalam kehidupan masyarakat untuk menciptakan ketertiban dan keamanan.

2. Hukum Paksa

Hukum memiliki kapasitas dan wewenang untuk memaksa warga untuk mematuhi semua aturan. Ada hukuman ketat bagi mereka yang melanggar hukum.

3. Hukum perlindungan

Hukum diciptakan untuk melindungi hak-hak setiap orang dan menjaga keseimbangan antara berbagai kepentingan yang ada dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tujuan Hukum

Tujuan Hukum
Tujuan Hukum

Ada dua teori tentang tujuan hukum yang dikenal dalam literatur hukum, yaitu, teori etika dan teori pelayanan publik.

Satu-satunya teori etika adalah mencapai keadilan dan memberikannya kepada semua yang memiliki hak untuk itu.

Teori layanan publik bertujuan untuk memberikan manfaat (benefit) kepada begitu banyak orang di masyarakat.

Teori etika lebih didasarkan pada etika dan konten hukumnya ditentukan oleh keyakinan dalam dirinya sendiri tentang ketidakberpihakan atau apa yang tidak adil.

Tujuan hukum adalah universal, seperti ketertiban, kedamaian, kedamaian, kebahagiaan, dan kemakmuran dalam kehidupan di masyarakat. Kehadiran hukum berarti bahwa semua kasus dapat diselesaikan melalui proses peradilan dengan hakim perantara berdasarkan aturan dan peraturan yang berlaku.

Hukum juga bertujuan untuk melindungi dan mencegah semua orang menjadi hakim bagi diri mereka sendiri. Inti dari tujuan hukum adalah untuk memberikan kebahagiaan dan keadilan.

Berikut ini adalah tujuan hukum:

1. Membawa kemakmuran untuk hidup di masyarakat.

2. Mengatur hubungan hidup manusia dengan kedamaian.

3. Berikan instruksi untuk orang-orang dalam hubungan komunitas.

4. Pastikan kebahagiaan sebanyak mungkin untuk semua orang.

5. Sarana untuk melakukan keadilan sosial (kelahiran dan pikiran).

6. Mesin pengembangan.

7. Sebagai fungsi kritis.

Tujuan Hukum Menurut Pendapat Para Ahli

Tujuan Hukum
Tujuan Hukum

Berikut ini adalah tujuan hukum menurut para ahli, di bawah ini

1. Aristoteles (teori etika)

Lengkapi tujuan hukum untuk mencapai keadilan. Itu berarti memberi semua orang apa yang menjadi hak mereka.

2. Jeremy Bentham (Teori layanan publik)

Tujuan hukum adalah untuk mencapai kenyamanan. Ini berarti bahwa hukum akan menjamin kebahagiaan bagi sebanyak mungkin orang (1990).

3. Geny (D.H.M. Meuvissen: 1994)

Untuk mencapai keadilan dan sebagai elemen keadilan, yaitu, “pentingnya penggunaan dan manfaat.”

4. Van Apeldorn

Tujuan hukum adalah untuk mengatur interaksi kehidupan manusia secara damai. Kedamaian di antara manusia dijaga oleh hukum dengan melindungi kepentingan hukum seperti kehormatan, kemandirian jiwa dan hak milik pihak yang merugikan (Van Apeldorn: 1958).

5. Prof. Subekti S.H.

Tujuan hukum adalah untuk melaksanakan keadilan dan ketertiban, yang merupakan syarat untuk membawa kemakmuran dan kebahagiaan (Subekti: 1977).

6. Purnadi dan Soerjono Soekanto

Tujuan hukum adalah perdamaian kehidupan manusia, yang mencakup tatanan interpersonal eksternal dan ketenangan internal pribadi (Purnadi – Soerjono Soekanto: 1978).

Fungsi Hukum

Tujuan Hukum
Tujuan Hukum

Sebagai perlindungan dimana hukum akan melindungi masyarakat dan ancaman bahaya.

Fungsi keadilan adalah bahwa hukum adalah pelindung, pelindung dan memberikan keadilan bagi manusia.

Dalam perkembangan hukum itu menjadi referensi untuk tujuan Negara.

Fungsi hukum secara umum adalah:

1. Lindungi kepentingan manusia.

2. Alat untuk ketertiban dan ketertiban manusia dalam masyarakat.

3. Berarti melaksanakan keadilan sosial.

4. Sarana alat pengembangan.

5. Alat kritis / fungsi kritis

6. Selesaikan perselisihan

Demikian adalah  penjelasan singkat tentang definisi hukum, unsur, tujuan dan berbagai jenis hukum secara umum. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah persepsi Anda. TERIMAKASIH.

Leave a Comment