7 Fakta Unik Suku Bajo, Suku Penyelam Sejati dan Tersebar di Tiga Negara

Suku Bajo – Terdiri dari ribuan pulau membuat Indonesia memiliki banyak sekali keberagaman. Salah satunya adalah keberadaan berbagai suku yang memiliki keunikan masing-masing.

Suku Bajo misalnya yang dikenal memiliki kemampuan menyelam terbaik. Kemampuan orang Bajo ini sesuai dengan tempat tinggal mereka yang berada di pesisir laut.

Masyarakat Bajo tidak hanya menempati satu wilayah tertentu saja di Indonesia ini. Populasi suku ini tersebar mulai dari pulau Kalimantan, Sulawesi dan sebagian wilayah Indonesia timur.

Ada banyak hal menarik yang bisa dicari tahu dari suku etnis ini. Berikut adalah fakta-fakta unik tentang masyarakat Bajo.

Asal Usul Suku Bajo

Asal Usul Suku Bajo

Asal Usul Suku Bajo

Meskipun di sebut sebagai suku bangsa Indonesia, ternyata tidak semua suku merupakan keturunan asli Indonesia. Beberapa suku diketahui sebagai masyarakat pendatang dari negara lain ribuan tahun lalu.

Kemudian mereka menetap di Indonesia dan membangun generasi penerus hingga sekarang dikenal sebagai suku bangsa Indonesia.

Demikian halnya juga dengan masyarakat Bajo yang ternyata bukan 100% orang Indonesia asli. Masyarakat Bajo diketahui berasal dari Kepulauan Sulu, Filipina Selatan.

Orang Bajo yang asli dari Filipina ini dulunya dikenal sebagai masyarakat nomaden yang sering berpindah tempat tinggal dan berlayar dari satu pulau ke pulau lain.

Pada akhirnya orang Bajo memilih menetap di Indonesia dan membangun peradaban sampai sekarang. Meski berasal dari suku yang sama, orang Bajo Filipina dan orang Bajo Indonesia memiliki banyak perbedaan terutama dalam hal budaya dan tradisi.

Hal ini dikarenakan orang Bajo Indonesia telah mendapat pengaruh kebudayaan asli Indonesia.

Terlahir sebagai Penyelam

Terlahir sebagai Penyelam

Terlahir sebagai Penyelam

Inilah satu keunikan yang sangat menarik dari masyarakat Bajo. Julukan penyelam sejati sangat pantas disematkan pada orang-orang Bajo.

Kemampuan menyelam mereka sudah tidak perlu diragukan lagi. Karena kemampuan istimewanya ini bahkan orang Bajo disebut sebagai manusia super yang sangat dekat dengan laut.

Julukan penyelam sejati diberikan tidak hanya berdasarkan kemampuan yang terlihat. Seorang peneliti bahkan sudah membuktikan bahwa orang-orang Bajo memiliki limpa dengan ukuran lebih besar dari limpa manusia pada umumnya. Limpa merupakan organ tubuh yang perannya sangat penting ketika seseorang menyelam di air.

Dengan memiliki limpa yang berukuran lebih besar, mereka mampu bertahan lebih lama saat berada di dalam air. Limpa akan melepaskan oksigen ke dalam darah ketika tubuh sedang dalam tekanan atau menahan napas.

Orang Bajo mampu bertahan dalam air dalam waktu 13 menit tanpa bernapas. Sebuah kemampuan luar biasa yang tidak dimiliki semua orang.

Ternyata kelebihan suku Bajo tersebut dilahirkan dari gen yang disebut PDE10A. Gen itu merupakan hormon tiroid yang akan mengatur ukuran limpa dalam tubuh seseorang.

Bisa dikatakan kemampuan orang Bajo dalam menyelam bukanlah bakat yang dipelajari melainkan bawaan lahir atau gen yang bisa diturunkan.

Penelitian di atas juga mengungkap fakta bahwa gen yang dimiliki orang Bajo tidak ditemukan pada suku Saluan. Suku Saluan sendiri adalah suku yang menjadi perbandingan dalam penelitian tersebut.

Suku Saluan dipilih karena suku tersebut juga terkenal akan kemampuannya dalam menyelam. Namun ternyata kedua suku itu lahir dengan gen yang berbeda.

Tumbuh dan Besar di Laut

Tumbuh dan Besar di Laut

Tumbuh dan Besar di Laut

Kemampuan orang Bajo yang terbilang tidak biasa dalam hal menyelam membuat mereka sangat akrab dengan laut. Terlebih sebagian besar populasi masyarakat Bajo memang tinggal di dekat laut. Secara otomatis, kehidupan sehari-hari mereka tidak bisa terlepas dari laut.

Mereka beraktivitas dan mencari penghasilan dengan mengandalkan laut.

Dulunya ketika orang Bajo masih suka hidup nomaden, mereka lebih suka tinggal di laut daripada di darat. Mereka tinggal di atas perahu dalam waktu yang cukup lama.

Bahkan orang Bajo sudah mengajari anak-anak mereka untuk bisa menyelam sedari kecil. Tak heran jika anak-anak Bajo sangat pandai menyelam bahkan tanpa menggunakan peralatan khusus.

Terbiasa hidup di laut membuat orang Bajo tercipta sebagai masyarakat yang sangat mudah beradaptasi. Mereka tidak kesulitan dalam menghadapi laut yang seringkali memunculkan kondisi buruk.

Secara otomatis, jiwa petualang mereka juga sudah terbentuk bahkan sudah mendarah daging dan menjadi karakter khas mereka.

Ritual Kelahiran yang Unik

Ritual Kelahiran yang Unik

Ritual Kelahiran yang Unik

Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki tradisi unik yang dijalankan dalam sebuah ritual. Sebagai masyarakat yang dikenal sebagai penyelam andal, orang Bajo juga menerapkan tradisi unik saat menyambut kelahiran bayi.

Masyarakat Bajo akan memandikan bayi langsung di laut sebagai bentuk pengenalan terhadap lingkungan.

Dulunya, ritual memandikan bayi di laut oleh masyarakat Bajo dilakukan setelah beberapa saat bayi dilahirkan. Namun sekarang tradisi tersebut sudah banyak berubah.

Saat ini, ritual memandikan bayi di laut dilakukan setelah 3 hari sejak kelahirannya. Bayi tersebut akan kembali dimandikan di laut saat berusia 40 hari.

Suku Bajo Tersebar di Tiga Negara

Tersebar di Tiga Negara

Tersebar di Tiga Negara

Sebagai suku yang suka hidup nomaden, orang Bajo tercatat sudah tersebar di tiga negara. Selain Filipina sebagai negara asli mereka, orang Bajo juga banyak yang hidup di Malaysia dan tentu saja Indonesia.

Cara hidup yang suka berpindah-pindah ini dulunya membuat orang Bajo tidak memiliki status kewarganegaraan yang jelas.

Tidak sama seperti suku Bajo di masa lampau, orang Bajo masa kini sudah mendiami wilayah tertentu dan menjadi warga negara yang sah.

Salah satunya adalah di Pulau Papan yang masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah. Mereka juga bermukim di pulau lain seperti Kalimantan dan Nusa Tenggara.

Suku Bajo Terkenal Ramah

 

Salah satu ciri khas warga Indonesia adalah sikapnya yang terkenal ramah dan hangat. Inilah yang membuat banyak turis asing senang berwisata ke Indonesia.

Sifat ini juga sudah menjadi nilai moral utama yang ditanamkan sejak dini, tak terkecuali bagi masyarakat Bajo.

Hidup di alam bebas ternyata tidak menjadi orang Bajo menjadi masyarakat yang antisosial. Terbukti dari keramahan masyarakat Bajo yang diakui secara luas.

Tempat tinggal mereka yang menawarkan pemandangan indah sering menjadi destinasi wisata. Para wisatawan mengaku senang atas sikap orang Baju yang begitu menyenangkan dan mengesankan.

Suku Bajo Mendirikan Rumah di Laut

Suku Bajo Mendirikan Rumah di Laut

Suku Bajo Mendirikan Rumah di Laut

Orang Bajo lebih suka mendirikan rumah di laut dari pada di darat. Lantai rumah penduduk Bajo seluruhnya terbuat dari bahan papan kayu bakau yang disusun sedemikian rupa sehingga kokoh untuk dipijak.

Kayu papan rumah akan diganti jika kondisinya sudah tidak layak lagi untuk digunakan dan membahayakan bagi penghuni rumah.

Tiang rumah mereka juga terbuat dari kayu bakau yang menancap ke dalam dasar laut. Tiang penopang dari dasar laut hingga ke lantai rumah berada pada ketinggian 4 meter.

Ketinggian air laut saat pasang adalah kurang lebih 3,5 meter, sedangkan pada saat surut ketinggian air laut dibawah permukiman penduduk berbeda-beda.

Keunikan suku Bajo ini memberikan semakin banyak warna pada bangsa Indonesia. Apalagi kemampuan suku ini dalam menyelam sangat sesuai dengan sejarah Indonesia yang terlahir dari nenek moyang pelaut.