5+ Strategi Investasi Saham Agar Anda Bisa Mendapat Untung Penjelasan [Lengkap]

Strategi Investasi Saham – Anak muda zaman sekarang yang baru menikmati hasi dari  masa keja barunya sebagai pekerja muda, tentu sudah mulai berpikir mendapat  penghasilan yang tetap dan juga banyak.

Agar anda bisa mendapatkan hasil dari kerja keras bisa berkembang secara optimal/lebih baik, Anda yang kini sudah bisa memiliki penghasilan sendiri sudah waktunya mulai berinvestasi.

Dengan berinvestasi, Anda  dapat peluang untuk mengembangkan dana lebih cepat dengan hasil lebih baik/optimal. Salah satu yang bisa Anda timbang adalah investasi saham. Nah, bagaimana strategi investasi saham agar bisa meraup untung? Simak Selengkapnya di artikel ini.

Strategi Investasi Saham

Investasi saham memungkinkan dana yang Anda tanamkan bertambah lebih banyak melampaui laju inflasi. Memang, seiring peluang mendapat  untung yang besar, investasi saham juga memiliki risiko kerugian tidak kecil/besar.

Namun, dengan strategi yang tepat, berinvestasi di saham efektif melipat gandakan pendapatan Anda dalam jangka panjang. Apa saja strategi investasi saham yang dapat anda  dipertimbangkan?

Strategi Investasi Saham yang Perlu Dipertimbangkan Sebagai Berikut:

Menabung saham Untuk Investasi

strategi investasi saham

Menabung saham Untuk Investasi

Menabung saham pada dasarnya adalah dimana Anda secara rutin menginvestasikan sejumlah uang Anda di saham-saham tertentu dalam jangka waktu panjang.

Harapannya agar, saham-saham yang sudah Anda rutin/miliki dibeli tersebut harganya akan meningkat di masa depan sehingga memberikan keuntungan (capital gain) ketika waktunya saham yang anda miliki ingin dijual.

Saham adalah surat berharga yang menunjukan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Membeli saham berarti anda telah memiliki hak kepemilikan atas perusahaan tersebut.

Maka dari itu, Anda berhak atas keuntungan perusahaan dalam bentuk dividen, pada akhir tahun periode pembukuan perusahaan.

Menabung saham sebenarnya mengadopsi strategi investasi dollar cost averaging (DCA) yang bisa diterapkan dalam investasi jenis apapun.

Anda membeli saham yang sama sedikit demi sedikit dan terus menerus, tanpa terlalu memperhatikan pergerakan harga saham tersebut, dengan tujuan untuk memiliki saham tersebut sebanyak mungkin.

Warren Buffet, salah satu orang terkaya di dunia yang kondang sebagai investor saham terkemuka, termasuk yang menerapkan strategi DCA ini.

Ilustrasinya, Anda rutin menabung saham ABCD selama 3 tahun dengan harga pembelian rata-rata Rp4.000 per lembar saham. Selama menjadi pemegang saham ABCD, Anda sudah menikmati beberapa kali pembagian dividen.

Ketika memasuki tahun keempat, Anda hendak menjual seluruh saham ABCD yang Anda miliki. Harga saham ABCD saat itu sudah di level Rp8.400 per lembar. Anda berpeluang mengantongi keuntungan 110% karena harga jual saham sudah naik cukup tinggi.

Baca juga : Strategi Pemasaran Yang Jitu

Trading Saham

Trading Saham

Trading Saham

Trading saham artinya harafiahnya adalah berdagang saham di mana Anda melakukan transaksi jual beli saham dalam jangka pendek.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntunga namun jika anda ingin menikmati keuntungna anda harus tahu duluh dasar-dasarnya dari selisih atau jarak pergerakan harga saham dalam jangka pendek, mulai dari per 15 menit, harian hingga paling lama adalah seminggu dimana setiap dividen belum tentu diberikan oleh setiap pemegang saham.

Seorang trader lebih fokus memperhatikan sentimen/kesepakatan dan kondisi pasar ketimbang kondisi fundamental/pengamatan dalam suatu saham yang hendak dibeli.

Analisa yang digunakan dalam membeli saham lebih mengacu pada analisa teknikal/memperdiksi trend. Salah satu investor terkenal yang menerapkan strategi trading adalah pertukaran barang atau jasa dari yang satu ke yang lain saham ini adalah George Soros.

Jika Anda tertarik untuk melakukan strategi investasi saham dengan cara trading saham, pastikan Anda telah menguasai analisis teknikal/memperdiksi suatu harga saham dan memiliki waktu yang cukup untuk memantau/memperhatikan pergerakan pasar dan harga saham.

Value investing

Strategi ketiga yang bisa Anda pertimbangkan jika mau berinvestasi saham adalah strategi value investing. Strategi value investing/menganalisa rasio adalah strategi  yang fokus pada pembelian value stock atau saham bernilai.

Pertama kali diperkenalkan oleh investor guru Ben Graham seorang invistor kelahiran amerika pada tahun 1934.

Saham yang menjadi disuka/incaran adalah saham yang harganya masih rendah di bawah harga rata-rata dari pada harga saham yang biasanya (undervalued) dan diyakini akan meningkat tinggi harganya dalam jangka panjang.

Dengan begitu, ketika suatu saat dijual lebih mendapat keuntungna , keuntungan lebih mungkin dikantongi oleh si investor.

Mengutip Teguh Hidayat, praktisi dan penulis buku “Value Investing”, ada tiga tahap strategi investasi yang harus Anda lewati. Pertama, Anda harus menemukan saham yang harganya lebih murah dari harga yang lainya/seharusnya.

Kedua, saham yang dipilih adalah saham perusahaan yang sudah bergerak dalam bidangberkinerja keuangan (fundamental) bagus dan memiliki track record konsisten.

Ketiga, pastikan saham tersebut berasal dari perusahaan yang memiliki manajemen kredibel/kekuatan dan harus menerapkan tata kelola yang baik (good governance).

Income Investing

Strategi investasi saham ini memfokuskan pada pembelian saham dari perusahaan yang sering memberikan pembagian pendapatan/keuntungan berupa aset/dividen.

Strategi income investing sangat tepat bagi Anda yang mengharapkan keuntungan rutin dari kepemilikan saham sebuah perusahaan.

Investor yang menerapkan sistem  ini akan lebih cenderung memegang saham dalam jangka panjang (buy and hold) karena lebih fokus pada pendapatan dividen ketimbang mengharapkan  keuntungan berupa keuntungan dalam bentuk uang (capital gain).

Meskipun begitu, ada juga yang menerapkan sistem beli dan jual (buy and sell) yakni membeli saham sebuah perusahaan yang mau membagikan dividen, lalu menjualnya ketika aset/dividen telah diterima dan pada saat harganya sudah lebih tinggi.

Baca juga : Membangun Strategi Branding Yang Top Level

Growth Investing

Strategi growth investing/investasi pertumbuhan adalah strategi yang fokus pada pencarian saham yang memiliki potensi pendapatan dan pertumbuhan pendapatan semakin tinggi di masa depan.

Sahabat, dengan cara selalu memantau pertumbuhan antar saham satu dengan yang lainnya dengan cara itu kita bisa meningkatkan kualitas perusahaan anda.

Berbeda dengan value investing yang menekankan pentingnya penilaian terhadap nilai atau harga rata-rata/wajar saham (valuasi), growth investing tidak terlalu mempedulikan valuasi saham. Yang terpenting, saham itu diyakini memiliki potensi tumbuh yang besar setiap minggu atau perbulan.

Jika anda,jadi  investor yang menerapkan strategi ini berarti anda tidak keberatan membeli saham yang harganya sudah tinggi atau sudah diatas rata-rata selama Anda  percaya sinyal kenaikan harga saham masih harganya semakin meningkat diri minggu ke minggu hingga ke masa depan.

Nah, itulah lima pilihan strategi investasi saham yang bisa Anda coba/pertimbangkan sesuai dengan kondisi dan tujuan keuangan yang Anda inginkan.

Untuk terjun  langsung investasi saham membutuhkan bekal pengetahuan yang luas dan pandai dan berpengalaman. Bila Anda masih ragu langsung berinvestasi di saham, Anda bisa lebih dulu mencoba berinvestasi di produk reksa dana.

Reksa dana tepat bagi investor pemula ritel karena dana yang Anda investasikan akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi sahamyang Anda tanam.

Ada banyak produk reksa dana terbaik yang bisa Anda pilih. Dengan begitu, berinvestasi bisa lebih nyaman dilakukan. Yuk, mulai investasi dengan mengetahui strategi investasi saham yang tepat dan menguntungkan!

Penutup

Demikian ulasan dari kami semoga informasi ini dapat membantu bagi Anda yang baru memulai investasi saham, mudah-mudahan artikel dari kami membantu Anda. Terima kasih.