Sistem Peredaran Darah Manusia

Sistem Peredaran Darah Manusia- Sahabat kali ini admin akan menjelaskan materi tentang organ dalam sistem peredaran darah manusia.

Jantung

Bagian-bagin Jantung

Bagian-bagin Jantung

Sel darah diproduksi dalam sumsum tulang. Jantung adalah organ paling vital pada sistem peredaran darah yang berfungsi memompa dan menerima darah ke seluruh tubuh.

Jantung terletak tepat berada antara paru-paru, yakni di tengah dada, di bagian belakang kiri tulang dada dengan ukuran > dari kepalan tangan, yakni ± 200-425 gram. Jantung terdiri atas empat ruang, yaitu :

  1. serambi (atrium) kiri, dan bilik kiri berisi darah bersih (kaya oksigen)
  2. serambi (atrium) kanan, dan bilik kanan berisi darah kotor
  • Jantung memiliki empat katup yang memisahkan keempat ruang tersebut yang berfungsi menjaga aliran darah yang mengalir ke arah yang benar. Detak jantung pada orang normal berkisar ± 60-100 kali per menit. kecuali, misalnya pada atlet yang bugar, detak jantungnya bisa di bawah 60 kali per menit.

Baca juga : Fungsi Sel Darah Putih

Pembuluh Darah

Pembuluh Darah

Pembuluh darah adalah pipa elastis berfungsi membawa darah dari jantung dan ke bagian tubuh lain ataupun sebaliknya.

Adapun yang merupakan Sistem peredaran darah manusia, antara lain :

  • Pembuluh darah nadi (arteri) berwarna merah

bertugas membawa darah yang kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Pembuluh ini memiliki dinding elastis yang berperan menjaga tekanan darah agar berjalan tetap konsisten.

  1. Pembuluh darah balik (vena) berwarna biru
    bertugas membawa darah yang miskin oksigen dari seluruh tubuh untuk kembali lagi ke jantung. Pembuluh ini, memiliki dinding pembuluh yang lebih tipis.
  2. Pembuluh darah Kapiler
    pembuluh darah kapiler bertugas menghubungkan arteri terkecil dan vena terkecil. Pembuluh ini memiliki dinding yang tipis sehingga memungkinkan pembuluh darah untuk melakukan pertukaran senyawa dengan jaringan sekitarnya

Sistem peredaran darah, tergolong bagian dari kinerja jantung dan jaringan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler).

Sistem tersebut menjamin kelangsungan hidup suatu organisme yang didukung oleh setiap metabolisme sel, mempertahankan sifat kimia dan fisiologis cairan tubuh.

Sistem peredaran darah manusia atau biasanya dikenal sebagai sistem kardiovaskular merupakan sistem organ tubuh manusia yang memiliki fungsi, antara lain :

  1. Sebagai sistem transportasi zat menuju sel.
  2. Sebagai stabilisai suhu dan nilai pH pada tubuh
  3. Menjaga keberlangsungan proses metabolisme tubuh.

Menghasilkan zat makanan yang dihasilkan oleh sistem pencernaan yang disalurkan ke seluruh bagian tubuh. Selain itu, zat-zat lain seperti oksigen dan karbon dioksida juga didistribusikan ke seluruh tubuh melalui proses ini.

  1. Mengeluarkan zat karbon dioksida sisa proses metabolisme tubuh melalui paru-paru,
  2. Menyalurkan hormon ke seluruh bagian tubuh,
  3. Menyalurkan suhu tubuh secara merata,
  4. Mempertahankan kinerja sistem organ di dalam tubuh, dan
  5. Membantu tubuh untuk pulih dari penyakit.

Pada sistem pernapasan, oksigen diperoleh dari paru-paru yang disalurkan ke seluruh tubuh. Sedangkan pada karbon dioksida (dibawa ke paru-paru melalui sistem ini)

Berikut ini jenis-jenis sistem peredaran darah, antara lain :

  1. Sistem peredaran darah terbuka, dan
  2. Sistem peredaran darah tertutup.

Cara kerja sistem peredaran darah manusia, yakni :

  • Darah mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel dan karbon dioksida pada arah yang berlawanan.
  • Darah yang mengandung nutrisi, berasal dari pencernaan ex : lemak, gula dan protein dari saluran pencernaan.

Metabolisme yang dihasilkan yaitu urea atau asam urat diangkut ke jaringan lain atau organ ekskresi (ex: ginjal dan usus besar), dan di distribusikan (disebarkan) darah, (ex : hormon, sel kekebalan tubuh dan bagian sistem pembekuan dalam tubuh).

Baca juga : Fungsi Sel Dareah Merah

Komponen Darah

Rata-rata setiap tubuh manusia mengandung ±4-5 liter darah. Darah berperan untuk mengangkut nutrisi, oksigen, hormon, dan berbagai zat lainnya ke seluruh tubuh.

Karena tanpa adanya darah, maka oksigen dan sari makanan sulit atau sukar untuk disalurkan dengan baik ke seluruh tubuh.

Adapun Darah terdiri dari beberapa komponen, antara lain:

  • Plasma darah

    berisi ±55-60 persen dari volume darah pada tubuh yang bertugas membawa zat-zat penting, seperti hormon, protein, dan faktor pembekuan darah. untuk diedarkan ke seluruh tubuh

  •  Sel darah merah (eritrosit)

    Sel darah merah bertugas membawa oksigen dari paru-paru dan diedarkan ke seluruh tubuh dan mengangkut kembali karbon dioksida dari seluruh tubuh ke paru-paru lalu dikeluarkan, dan juga sebagai pembawa oksigen dan karbon dioksida

  • Sel darah putih (leukosit)

    berjumlah ≤ dari sel darah merah, sel darah putih yang bertugas melawan infeksi virus, bakteri, dan jamur yang memicu perkembangan penyakit. Hal tersebut dikarenakan pada sel ini memproduksi antibodi yang membantu memerangi zat asing

  • Keping darah (trombosit)

    Trombosit bertugas pada proses pembekuan darah (koagulasi) ketika tubuh terluka membentuk sumbatan bersama benang fibrin untuk menghentikan perdarahan sekaligus merangsang pertumbuhan jaringan baru di area luka.

Baca juga : Fungsi Otak

Penyakit Yang Mengganggu Sistem Peredaran Darah

Adapun penyakit yang dapat mengganggu sistem peredaran darah pada manusia, antara lain :

  • Hipertensi.

    biasanya dikenal dengan istilah “Tekanan darah tinggi” yang menyebabkan jantung bekerja lebih keras dalam memompa darah. Jika hal tersebut dibiarkan, maka hipertensi bisa menyebabkan komplikasi, ex: serangan jantung, stroke, atau gagal ginjal.

  • Aneurisma aorta.

    Adalah penggelembungan yang terjadi di dinding aorta. Aorta merupakan pembuluh darah terbesar dalam tubuh manusia. Aneurisma yang semakin membesar, maka akan menyebabkan perdarahan, bahkan hingga kematian.

  • Aterosklerosis.

    Adalah penyempitan atau pengerasan pembuluh darah akibat adanya penumpukan lemak, kolesterol, pada dinding pembuluh darah arteri. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penyumbatan aliran darah, hingga berpotensi ke serangan jantung dan stroke.

  • Penyakit jantung.

    Adalah istilah yang terkait dengan setiap gangguan yang terjadi pada jantung, seperti : aritmia, arteri koroner, dan lainnya.

  • Varises.

    Adalah pembuluh darah vena yang mengalami pembengkakan dan terlihat menonjol di permukaan kulit. Kondisi tersebut disebabkan oleh darah yang seharusnya dialirkan ke jantung, tetapi justru kembali ke kaki. Katup vena berperan mengangkut darah ke jantung.

Baca juga : Fungsi Diafragma

Mekanisme Sistem Peredaran Darah Manusia

Terdapat beberapa sirkulasi yang digunakan dalam sistem peredaran manusia, antara lain :

  • Sirkulasi sistemik

    adalah sirlukasi darah yang mencakup seluruh tubuh. berlangsung apabila darah mengandung oksigen mengisi serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis, setelah adanya pelepasan karbon dioksida di paru-paru.

Kemudian, ketika darah sudah berada di serambi kiri diteruskan ke bilik kiri dan disalurkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah utama (aorta).

Darah tersebut dipompa melewati aorta akan terus mengalir hingga ke bagian paling tepi di seluruh area tubuh. Setelah menyalurkan berbagai zat yang dibawanya ke sel-sel tubuh, darah akan mengalir kembali menuju serambi kanan jantung untuk mengalami proses pembersihan darah.

  • Sirkulasi pulmonal

    adalah sirkulasi darah dari jantung menuju paru-paru, dan sebaliknya yang berlangsung saat darah mengandung karbon dioksida dari sisa metabolisme tubuh kembali ke jantung melalui pembuluh vena besar (vena cava). Kemudian, memasuki serambi kanan dan diteruskan ke bilik kanan jantung.

Selanjutnya, ketika darah sudah terletak di bilik kanan maka dialirkan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis untuk melakukan pertukaran gas berupa karbon dioksida dengan oksigen. Setelah itu, darah (yang kaya akan oksigen) masuk ke serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis.

  • Sirkulasi koroner

    Sama hal nya seperti organ tubuh lain, jantung membutuhkan asupan oksigen dan nutrisi agar bisa berjalan dengan baik. Darah yang bernutrisi jantung akan dialirkan melalui arteri koroner ke otot-otot jantung.

Oleh karena itu, penyumbatan pada arteri koroner bisa mengurangi aliran oksigen dan nutrisi ke otot jantung, sehingga meningkatkan risiko terkena serangan jantung.

Baca juga : Fungsi Bronkiolus

Gangguan pada Sistem Peredaran Darah

Adapun gangguan yang bisa terjadi pada sistem peredaran darah, antara lain :

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Aterosklerosis.
  • Penyakit jantung koroner.
  • Gagal jantung.
  • Aneurisma aorta.
  • Gangguan irama jantung (aritmia).
  • Kelainan otot jantung (kardiomiopati).
  • Penyakit jantung bawaan.
  • Gangguan ginjal yang menyebabkan fungsi enzim renin bermasalah.

Peredaran Darah Kecil (Pulmonal)

Peredaran darah kecil adalah peredaran darah yang terkait pada paru-paru yang mengandung karbon dioksida di bilik kanan yang dipompa ke paru-paru. selain itu, terjadi pertukaran gas (difusi) yang mengubah karbon dioksida menjadi oksigen. Kemudian akan dialirkan oleh vena pulmonalis ke serambi kiri.

Cara Kerja pada sistem peredaran darah dikendalikan oleh organ jantung yang berfungsi unuk memompa darah agar mengalir ke seluruuh tubuh.

Saat otot jantung melakukan proses relaksasi, maka jantung berada dalam kondisi mengembang, volumenya besar, dan tekanannya kecil.

Begitupun sebaliknya, saa otot jantung melakukan proses kontraksi, maka jantung berada dalam kondisi mengerut.

Adapun paada sistem peredaran darah manusia terdapat dua lintasan peredaran darah, antara lain :

1. Peredaran Darah Besar/Panjang/Sistemik

Adalah peredaran darah yang mengalir dan kaya oksigen dari bilik kiri jantung lalu diedarkan ke semua jaringan tubuh. Oksigen bertukar dengan karbon dioksida pada jaringan tubuh. kemudian darah yang kaya akan karbon dioksida melalui vena dibawa menuju serambi kanan jantung.

2. Peredaran Darah Kecil/Pendek/Pulmonal

Adalah peredaran darah yang mengalirkan darah dari jantung ke paru-paru dan balik lagi ke jantung. Darah yang kaya karbon dioksida dari bilik kanan akan dialirkan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis, pada alveolus paru-paru darahakan bertukar dengan darah yang kaya akan oksigen dan akan dialirkan ke serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis.

Faktor yang mempengarhi proses peredaran darah, yaitu :

  • Kecepatan aliran darah,
  • Luas penampang pembuluh darah,
  • Tekanan darah dan kinerja otot jantung, dan
  • Pembuluh darah.

Pada Pembuluh darah kapiler mengandung spingter prakapiler yang menyesuaikan aliran darah ke kapiler. Apabila spingter prakapiler berkontraksi, maka kapiler akan tertutup dan aliran darah yang masuk menjadi berkurang.

Namun, apabila spingter prakapiler berelaksasi maka kapiler-kapiler yang bercabang dari pembuluh darah utama membuka dan darah mengalir ke kapiler.

Pada vena, apabila otot melakukan kontraksi maka vena akan terperas dan kelepak yang mengandung jaringan yang bertindak sebagai katup satu arah yang menjaga agar darah mengalir hanya menuju ke jantung.

Baca juga : Fungsi Paru-paru

Gangguan dan Penyakit pada Sistem Peredaran Darah Manusia

1. Gangguan yang terkait dengan Darah

a. Anemia

Terjadi apabila kondisi tubuh mengalami kekurangan hemoglobin. Kadar Hb normal adalah 12 –16 % dari sel darah merah. Jumlah sel darah merah normal 5 juta/mm3.

b. Leukemia

merupakan pertumbuhan yang terjadi pada sel darah putih yang berjalan tidak normal. Jaringan yang seharusnya membentuk sel darah merah justru membentuk sel-sel darah putih. Akibatnya, jumlah sel darah putih melebihi batas normal sedangkan jumlah sel darah merah menurun.

Penyakit ini bisa disebut sebagai kanker darah. sel darah putih yang berlebih ini menyebabkan sel darah putih menjadi “ganas’’. Karena dapat memakan sel-sel darah merah sehingga penderita mengalami anemia akut.

c. Thalasemia

Adalah Penyakit keturunan di mana tubuh tidak mampu berproduksi hemoglobin dan sel darah merah.

d. AIDS (Acquired Immunodefciency Syndrome)

Penyakit tersebut disebabkan oleh virus, yaitu HIV (Human Immunodefciency Virus) yang menyerang sel darah putih manusia tidak berfungsi.

Hal tersebut terjadi karena penyakit tersebut menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga kekebalan tubuh tidak berfungsi.

2. Gangguan yang terkait dengan Jantung dan Pembuluh Darah

a. Penyakit Jantung

Penyakit ini biasanya terjadi karena cara kerja jantung tidak berjalan sebagai mana mestinya ketika memompa darah.

Adapun faktor yang menjadi penyebabnya, antara lain :

  • Kelebihan kolesterol. Akibatnya terjadi penyumbatan pada pembuluh nadi sehingga menghambat aliran darah.
  • Kegemukan (obesitas). Tubuh orang gemuk memiliki banyak lemak dan darahnya banyak mengandung kolesterol sehingga rawan terjadi pada pembuluh darah.

Oleh karena itu, kerja jantung menjadi lebih berat dalam memompa darah.

Berikut ini Gejala umum orang yang terkena penyakit jantung yaitu :

  • Nyeri pada bagian dada,
  • Sesak, dan
  • Cepat merasa lelah.

b. Tekanan Darah Rendah

Penderitanya mempunyai tekanan darah yang berada di bawah batas normal. Sehingga pengembalian darah ke jantung menjadi berkurang akibat kerja jantung yang menurun.

Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal antara lain :

  • Saat melakukan perubahan posisi tubuh dari jongkok menjadi berdiri

Karena saat berposisi jongkok darah akan tertimbun di pembuluh balik pada kaki sehingga mengakibatkan terjadinya pengembalian darah ke jantung menjadi lambat.

  • Berkurangnya volume darah karena adanya pendarahan atau muntaber.

Gejala akibat volume darah berkurang antara lain : pusing, lesu, penglihatan berkunang-kunang, dan sering pingsan.

c. Tekanan Darah Tinggi

merupakan tekanan darah di atas batas normal. Jantung pada penderita ini bekerja lebih keras bahkan dapat memecahkan pembuluh darah.

Faktor penyebab penyakit ini, antara lain :

  • Adanya kelebihan kolesterol yang mengakibatkan menyempitnya pembuluh nadi.
  • Faktor keturunan (Genetik),
  • Stres yang berlebihan,
  • Faktor Usia,
  • Kebiasaan merokok, dan
  • Meminum minuman yang mengandung alkohol.

d. Varises

Gejala penyakit tersebut berupa pembuluh balik yang melebar atau berkelok-kelok yang disebabkan karena kaki terlalu berat menahan beban seperti : hamil atau terlalu lama berdiri. Ambeien merupakan Varises terjadi di daerah anus.