Sejarah di Balik Senjata Tradisional Sumatera Selatan sebagai Alat Pertahanan Diri

Senjata Tradisional Sumatera Selatan – Seperti halnya daerah di Indonesia Sumatera Selatan juga memiliki budaya dan sejarahnya sendiri, hingga kini SumSel telah melalui banyak fase yang menjadi catatan sejarah daerah tersebut.

Sebut saja warisan budaya yang ditinggalkan leluhurnya seperti tari tradisional, musik tradisional hingga senjata tradisional Sumatra Selatan.

Terlebih pengaruh dari keberadaan Kerajaan Sriwijaya, sebab Kerajaan tersebut mempengaruhi budaya serta sejarah masyarakat Sumatra Selatan. Adapun pengaruh dari kerajaan ini terlihat jelas dari peninggalannya berupa pakaian adat, rumah adat, dan lain-lain.

Geografi Sumatra Selatan

Secara geografis Provinsi Sumatra Selatan yang memiliki luas daerah sebesar 87.017.41 km², berada di antara 1-4° Lintang Selatan dan 102-106° Bujur Timur. Adapun batas-batas untuk wilayah Sumatra Selatan, yaitu.

  • Di bagian utara berhadapan dengan Provinsi Jambi.
  • Di bagian selatan berhadapan dengan Provinsi Lampung.
  • Di bagian timur berhadapan dengan Provinsi Bangka Belitung.
  • Di bagian barat berbatasan dengan Provinsi Bengkulu.

Sumatra Selatan merupakan provinsi tujuan investasi, untuk itu Sumatra Selatan mempunyai sarana dan prasarana penunjang, seperti di kota Palembang terdapat Bandara S.M.

Badaruddin II, kota Lubuklinggau terdapat Bandara Silampari, di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan ada Bandara Banding Agung. Sedangkan Pelabuhan Palembang ada di Kota Palembang.

Sejarah Singkat dan Senjata Tradisional Sumatra Selatan

Selain dikenal dengan nama Bumi Sriwijaya, Sumatra Selatan sejak abad ke-7 sampai abad ke-12 M, daerah ini adalah pusat Kerajaan Sriwijaya yang terkenal sebagai kerajaan maritim terkuat dan terbesar di Nusantara. Pengaruhnya dan Kejayaannya bahkan hingga ke Benua Afrika atau Madagaskar.

Berdasarkan arti atau makna pada Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan tahun 1926, mengatakan pemukiman dengan nama Sriwijaya itu dibangun tanggal 17 Juni 683 Masehi. Kota Palembang memperingati tiap tahunnya pada tanggal tersebut menjadi hari jadi kota itu.

Lantaran kuatnya penduduk menjaga harkat dan martabatnya, banyak ditemukan alat senjata tradisional dari daerah Sumatera Selatan yang berguna sebagai alat untuk pertahanan diri mereka dari musuh.

Terdapat beragam jenis senjata tradisional di daerah Sumatera Selatan dan memiliki keunikan serta ciri khasnya sendiri antara satu dengan yang lainnya.

 

1. Tombak Trisula

Senjata Tradisional Sumatera Selatan Tombak Trisula

Salah satu senjata tradisional dari Sumatera Selatan yaitu tombak trisula. Senjata tradisional ini bahkan menjadi ikon budaya bagi Sumatera Selatan. Senjata Tombak trisula adalah sebuah tombak kayu yang tingginya seperti orang dewasa yakni kurang lebih 180 cm.

Diketahui bahwa dahulunya, senjata ini menjadi senjata utama untuk prajurit Kerajaan Sriwijaya sebagai alat perang maupun mempertahankan diri.

Dari hasil penelitian arkeologi yang dilakukan oleh ahli arkeolog menyatakan sebetulnya masyarakat Sumatera Selatan ini mulai mengenal senjata ini ketika masuknya budaya Hindu Siwa ke Indonesia.

Keberadaan tombak ini di daerah Sumatera Selatan tak lepas dari Kerjaan Sriwijaya, di mana dahulunya kerajaan ini menguasai jalur perdagangan Asia Tenggara mejadi pusat sejarah senjata tersebut.

Adanya akulturasi budaya dari kemajuan Sriwijaya di masa lampau memungkinkan hal itu terjadi.

Sehingga masyarakat asli Sumatera Selatan dapat menemui para pedagang Hindu dengan mudah. Walaupun mereka tidak hanya datang dalam rangka untuk berdagang.

Tetapi juga ada misi untuk mengajarkan agama mereka kepada penduduk asli. Apapun itu, kemungkinan besar tombak ataupun senjata lainnya diawali dari sini.

Sebab menurut mitologi Hindu, tombak trisula memang diketahui menjadi salah satu senjata dari Dewa Siwa yang selalu dibawa olehnya.

Terdapat pula nilai moral dari tombak ini juga memiliki arti tersendiri dan menjadi lambang keberanian serta kebijaksanaan. Adapun sebutan lain yang diberikan masyarakat Sumatera Selatan pada senjata ini ialah serampang.

Baca juga : Senjata Tradisional Indonesia

2. Senjata Tradisional Sumatera Selatan Keris

Senjata Tradisional Sumatera Selatan Keris

Senjata ini sangat populer di Jawa, tapi Keris nyatanya menjadi senjata tradisional Sumatra Selatan. Daerah-daerah sub etnis Melayu mengetahui senjata ini dalam budaya leluhurnya, begitupun Sumatera Selatan.

Meski bentuknya hampir mirip keris pada umumnya di Pulau Jawa, tapi Keris di daerah Sumatera Selatan mempunyai ciri khas tersendiri.

Hal itu terlihat dari jumlah lekukan di keris jumlahnya selalu ganjil, ada 7 sampai 13 liuk dengan sudut agak lebar. Dari situlah ciri khas Keris Sumatera Selatan dan ukurannya pun cenderung lebih panjang serta lancip.

Oleh para punggawa, pembesar, dan bangsawan kerajaan Sriwijaya pada masa silam keris dipakai sebagai sarana pertahanan atau pertolongan diri.

Kini keberadaan keris hanya dipakai untuk aksesori pakaian adat dari Sumatera Selatan yang dikenakan pengantin pria. Keris ini pun sama peletakkannya dengan keris yang ada di Jawa di mana keris ini selalu menyematkannya pada pakaian adat pengantin laki-laki.

Baca juga : Senjata Tradisional Sumatera Utara

3. Senjata Tradisional Skin

Senjata Tradisional Sumatera Selatan Skin

Senjata Tradisional dari Palembang ini diperkirakan sebuah alat senjata yang didapat dari akulturasi dan budaya setempat.

Adanya budaya yang masuk dari pedagang Tionghoa serta Asia Tmur dahulu kala. Tapi, bila dilihat sekilas Senjata Skin ini mirip dengan kerambit senjata dari Sumatera Barat, hanya saja ukurannya lebih kecil dan terdapat 2 bilah tajam.

Mata pisau senjata tradisional Sumatra Selatan ini sangat tajam dan bentuknya melengkung. Biasanya baja berkualitas adalah bahan yang dipakai untuk membuat skin, sementara untuk bagian pegangan Skin menggunakan kayu yang direkatkan atau dibaut pada bilah pisau yang tidak tajam.

Pada bagian ujung pegangannya terdapat lubang yang biasanya digunakan untuk memudahkan pemilik senjata memggunakan Skin ini dengan jari.

Senjata ini termasuk senjata yang umumnya digunakan dalam serangan jarak dekat, Anda pun dapat memakai senjata ini jika dalam kondisi terdesak, untuk pertahanan diri.

Baca juga : Senjata Tradisional Aceh

4. Senjata Tradisional Sumatera Selatan Khudok

Senjata Tradisional Sumatera Selatan Khudok

Senjata tradisional ini berasal dari daerah hulu Sumatra Selatan. Yakni dalam budaya masyarakat Pagar Alam, senjata ini masih tetap eksis sampai saat ini.

Khudok merupakan bilah pisau ukuran kecil yang bentuknya mirip dengan badik dari daerah Lampung. Material bilahnya ditempa dari material logam yang berkualitas, pada bagian gagang serta sarungnya terbuat dari kayu jati.

Senjata Khudok sering dibawa para pria kemanapun pergi dengan maksud sebagai alat untuk menjaga diri. Hal seperti itu biasa dilakukan seperti membawa khudok untuk para pria yang belum menikah, sampai sekarang masih tetap dipertahankan. Ini adalah kebiasaan ini yang diturunkan ke generasi muda pada budaya masyarakat di Pagar Alam hulu.

Baca juga : Senjata Tradisional Papua

5. Klewang Hembrug

Senjata Tradisional Sumatera Selatan Klewang Hembrug

Senjata Tradisional Sumatera Selatan Klewang Hembrug

Senjata tradisional Klewang ini ada di daerah Sumatera Selatan. Alat senjata ini berbentuk seperti pedang bermata satu yang ukuran cukup panjang.

Apabila melihat dari bentuknya, klewang hampir serupa dengan kampilan ataupun golok. Ukuran pedang Klewang sendiri cukup bervariasi yaitu ada 38-76 cm.

Terdapat dua model pada senjata ini ada yang berbentuk lurus jadi dibuat lurus dan ada juga yang berbentuk panjang melengkung jadi melengkung pula pembuatannya.

Meski senjata Klewang dari daerah Sumatera Selatan, tetapi menurut catatan sejarah mencatat Klewang digunakan saat perang Aceh.

Senjata tradisional Sumatra Selatan ini masih banyak digunakan, biasanya dipakai untuk mempertahankan diri dari serangan musuh. Namun tidak banyak pula masyarakat yang hingga saat ini menyimpannya sebagai warisan nenek moyang.