6+ Senjata Tradisional Papua Paling Mematikan

Senjata Tradisional Papua – Papua adalah daerahpaling timur Indonesia yang eksotis yang masih menyimpan kekayaan budaya.

Banyak suku di pulau yang dulu dinamai dengan julukan Irian Jaya, seperti Suku Dani, Asmat, dan lain-lain, membuatnya dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara. Tiap suku punya senjata tradisional Papua yang dulu digunakan saat berperang.

Senjata Tradisional Papua

Senjata seperti kapak rupanya tak hanya jadi alat untuk menyerang musuh, tapi juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kapak kuno terbuat dari batu yang dibentuk jadi pipih dan ditajamkan pada satu sisinya. Meski terbuat dari batu, namun jangan heran akan ketajamannya, pohon sagu bisa tertebas dalam waktu singkat. Ini beberapa contoh lain.

1. Senjata Busur

Senjata Tradisional Papua Busur

Senjata Tradisional Papua Busur/ Sumber Image: lenteramata.com

Busur adalah senjata yang sudah eksis sejak ratusan tahun lalu, gunanya untuk menyerang musuh dari jarak jauh. Bentuknya setengah lingkaran dan panah bisa melenting jauh sekali untuk menancapkan matanya pada kaki lawan.

Dulu, perang antar suku memang masih sering terjadi, dan senjata tradisional Papua yang jadi andalan adalah busur dan panah.

Selain untuk berperang, busur dan panah biasa dibawa di bahu, untuk berburu babi hutan atau hewan lain, yang akan disantap malamnya.

Pria dewasa di Papua pasti punya minimal 1 busur dan panah pelengkapnya. Busur yang hadir pada era berburu dan meramu masih bisa ditemukan saat ini, namun biasanya hanya jadi asesoris atau cendera mata untuk tamu.

Kayu rumi adalah bahan untuk membuat busur. Ia jadi bahan utama karena kuat tapi ringan saat dibawa. Kayu ini dibentuk jadi setengah lingkaran, lalu disambung dengan tali khusus yang terbuat dari rotan.

Masyarakat Papua sejak dulu membuat senjata dengan bahan-bahan yang sudah tersedia di alam. Kayu itu mudah untuk ditemukan tanpa harus membeli.

Baca juga : Senjata Tradisional Indonesia

2. Senjata Panah Khas Papua

Senjata Tradisional Papua Panah

Senjata Tradisional Papua Panah/ Sumber Image: romadecade.org

Panah adalah pasangan dari busur, yaitu senjata berbentuk lurus dengan ujung yang sangat tajam. Bagian ujungnya menjadi penentu, apakah musuh bisa langsung kalah terkena kesaktian tajamnya.

Biasanya di ujung anak panah juga diberi cairan beracun, agar hewan buruan atau musuh bisa mati saat itu juga. Panah memang kecil, tapi kekuatannya besar.

Biasanya, panah terbuat dari bahan rumi juga. Sedangkan mata panahnya terbuat dari kepala hewan yang ditajamkan.

Ketika memanah, pria dewasa di Papua melakukannya sambil berdiri, atau kadang sembunyi di balik semak untuk menghindari musuh. Baru mengambil anak panah dan memposisikannya pada bagian tengah busur, dan tali ditarik kuat-kuat.

Panah yang seakan terbang tinggi bisa mencapai jarak puluhan meter. Hasil buruan panah dan busur tergantung dari ketajaman mata pria yang melakukannya.

Saat akan memanah, pikiran harus fokus dan hati tenang, agar bisa mencapai sasaran. Babi hutan dan hewan-hewan liar lain pun terkena ampuhnya panah, menggelepar dan siap untuk dimasak oleh para mama.

Baca juga : Senjata Tradisional Aceh

3. Senjata Puasaka Kapak Khas Papua

Senjata Tradisional Kapak

Senjata Tradisional Kapak

Kapak adalah senjata tradisional Papua yang sudah ada sejak zaman dahulu. Ketika manusia belum bisa mengolah logam, mereka menggunakan bebatuan yang diruncingkan ujungnya, dan ditalikan dengan rotan pada sebilah kayu.

Jadilah kapak yang sederhana tapi bisa dipakai untuk menyembelih binatang buruan, seperti kijang, kelinci liar, dan babi hutan.

Sebenarnya kapak tidak difungsikan sebagai senjata perang, melainkan sebagai alat untuk menebang pohon sagu , rotan, dan tanaman lainnya.

Ujungnya yang tajam bisa menebas batang pohon dan merobohkannya. Selain itu, kapak juga dipakai untuk memotong-motong daging hewan yang akan dimasak, seperti fungsi pisau dapur pada zaman sekarang.

Batu yang dipasang pada kapak juga bukan sembarang batu. Ada kapak yang dibuat dengan bahan batu nefrit yang lebih tajam daripada batu biasa.

Saking langkanya, batu nefrit ini dihargai sangat mahal, mungkin sekarang bisa setara dengan harga batu permata. Nefrit juga dijadikan persembahan mahar bagi pria yang ingin melamar wanita pujaan hatinya.

4. Senjata Tombak

Senjata Tradisional Papua Tombak Pusaka

Senjata Tradisional Papua Tombak Pusaka

Sama seperti di daerah lain, di Papua juga ada tombak. Walau lebih sederhana, tapi tombak ini bisa menerjang lawan hingga jarak puluhan meter.

Sama seperti mata kapak, bagian yang tajam dari tombak awalnya juga terbuat dari batu yang diasah. Tombak juga berguna untuk melumpuhkan hewan buruan dari jarak jauh. Gagangnya panjang dan terbuat dari kayu.

Mata tombak juga ada yang terbuat dari tulang binatang. Saat ini, rata-rata mata tombak sudah terbuat dari logam.

Walau sudah ada senjata modern seperti senapan angin, namun hingga sekarang tombak masih dipakai oleh orang-orang Papua, biasanya Suku Asmat. Terutama saat berburu hewan liar. Senjata tradisional ini bisa dilempar hingga jarak 50 meter.

Tak heran jika ada lomba seperti Asian Games, SEA Games atau Olimpiade, rata-rata atlet lempar lembing berasal dari tanah Papua.

Itu karena mereka sudah terbiasa melempar tombak dari kecil. Sehingga tangannya terlatih dan kuat. Tempaan alam dan jalanan yang terjal malah membuat fisik mereka bugar, dan cocok untuk berkarir sebagai olahragawan.

5. Badik Senjata Tradisional Papua

Senjata Tradisional Papua Badik

Senjata Tradisional Papua Badik

Senjata tradisional badik sebenarnya bukan berasal dari tanah Papua, namun berasal dari Suku Bugis. Ketika zaman sudah modern, banyak pendatang dari luar pulau, salah satunya Makassar.

Orang Papua pun mulai mengenal ketajaman badik dan menjadikannya andalan saat melumpuhkan lawan. Senjata ini seperti pisau namun gagangnya agak melengkung.

Badik tidak hanya sekadar senjata, tapi punya nila filosofis yang tinggi.Pemilik badik yang bilahnya berbentuk mirip dengan daun padi atau disebut dengan Pamoro Leko Aso, diyakini akan membuat tanahnya subur.

Ada pula Pamoro Assikodoi alias pemegang badik yang menjadikannya orang yang beruntung dan mudah untuk mendapatkan jodoh di usia muda.

6. Belati Senjata Tradisional Papua

Senjata Tradisional Papua Belati Tajam

Senjata Tradisional Papua Belati Tajam

Belati yang ada di Papua sangat istimewa, karena bilahnya lebih panjang daripada belati dari daerah lainnya. Selain itu, belati ini sangat khas karena terbuat dari burung kasuari.

Bagian yang diambil dari burung ini adalah tulangnya untuk dibuat menjadi bilah belati. Anda pasti tak menyangka ketika memegang belati, jika bilahnya terbaut dari tulang burung.

Pemilihan tulang burung kasuari untuk dijadikan bahan bilah belati ini karena pada zaman dahulu, burung ini masih mudah ditemukan.

Selain itu, tulangnya bisa dikikis hingga tajam dan kuat. Ringan dan juga fleksibel. Sedangkan bulu burung dijadikan hiasan pada bagian gagang. Sungguh belati Papua ini tiada duanya, indah dan kuat.

Jika Anda bertandang ke Papua, jangan lupa untuk melihat keindahan alamnya yang perawan dan juga senjata-senjatanya yang eksotis.

Sekarang sudah jarang sekali ada perang antar suku, namun senjata seperti busur dan panah masih dilestarikan, untuk digunakan saat berburu hewan di hutan.

Banyaknya senjata tradisional Papua yang terbuat dari bahan alami seperti rotan, batu, bahkan tulang burung, menandakan bahwa suku-suku di sana itu cerdas dan mampu memanfaatkan kekayaan alam. Untuk dijadikan senjata saat berperang maupun untuk berburu dan memenggal kepala binatang.