8 Senjata Tradisional Jawa Barat Jenis dan Manfaatnya

Senjata Tradisional Jawa Barat – Dalam pelajaran IPS di sekolah, guru kerap memberikan pelajaran tentang wilayah, rumah adat, rarian adat, dan lain sebagainya.

Sisi-sisi ke-Indonesiaan pun tidak luput dari pembahasan. Misalnya, Senjata Tradisional Jawa Barat. Namun, apakah pelajaran di sekolah sudah cukup?

Artikel kali ini akan membahas tentang senjata tradisional tersebut. Senjata-senjata itu meliputi Kujang, Balincong atau Patik, Bedog, Congkrang, Arit dan Sulimat.

Senjata Tradisional Jawa Barat

Berdasarkan banyaknya senjata tradisional, maka dapat disimpulkan bahwa Jawa Barat yang dikenal juga sebagai suku Sunda begitu kaya dengan budaya.

Perlu diketahui, senjata tradisional asli Jawa Barat masih digunakan sampai saat ini.

1. Senjata Tradisional Kujang

Senjata Tradisional Jawa Barat Kujang

Senjata Tradisional Jawa Barat Kujang

Kujang adalah senjata tradisional yang  berasal dari Jawa Barat. Bagi masyarakat Sunda, senjata ini bahkan dianggap sakraldan magis. Menurut masyarakat setempat, kujang berasal dari bahasa sunda kuno yakni kata Kudi dan Hyang.

Kudi berarti Senjata dengan kekuatan gaib sedangkan Hyang artinya dewa, masyarakat sunda lebih mengartikannya kedudukan yang di atas Dewa.

Jadi, dengan penjabatan bahasanya itu, Kujang ialah benda pusaka yang berkekuatan magis yang mana kekuatannya berasal dari para dewa.

Kujang memiliki panjang yang sedang. Ukuran dari senjata kujang ini biasanya antara 20 hingga 25 cm. Ia digunakan sebagai perlengkapan peralatan pakaian laki-laki. Karena itu, ukuran yang demikian sangat cocok untuk dijadikamn perlengkapan.

Berdasarkan bentuknya, peneliti menyimpulkan bahwa kira-kira senjata tradisional ini diperkenalkan oleh nenek moyang Sunda berkisar sebelum abad 8 dan 9. Di samping itu, ada pula  pendapat lain yang memperkirakan bahwa Kujang dibuat pada abad 8 dan 9.

Baca juga : Senjata Tradisional Indonesia

a. Fungsi Senjata Tradisional Kujang

Sebagai senjata tradisional, Kujang digunakan sebagai lambang atau simbol. Ia bahkan dijadikan logo pemerintah atau organisasi.

Kegunakaan lainnya adalah peralatan pertanian, hal ini diketahui dari naskah kuno sanghyang. Masyarakat Sunda cenderung menggunakannya untuk menebang kayu, memangkas tumbuhan dan sebagainya.

Bukan hanya itu, ternyata Kujang yang dikenal sebagai senjata tradisional Jawa Barat itu justeru juga digunakan untuk pajangan.

Ini dibuktikan dengan dinding-dinding rumah masyarakat di Jawa Barat yang ditempeli Kujang. Kujang yang ditempelkan di dinding rumah ini disebut juga dengan Kujang Pajangan.

Berbicara tentang senjata Kujang, belum lengkap rasanya jika belum mengetahui jenis-jenis dari senjata ini. Berdasarkan bentuknya, terdapat  beberapa jenis Kujang. Jenis-jenis tersebut diantaranya.

  • Kujang Ciung, ialah Kujang yang bentuknya mirip dengan burung Ciung
  • Kujang Jago, ialah Kujang yang mirip dengan ayam jago
  • Kujang Badak, ialah Kujang yang bentuknya mirip dengan hewan Badak (karena ada cula).
  • Kujang Kuntul, ialah Kujang yang  bentuknya mirip dengan burung Kuntul
  • Kujang Naga, ialah Kujang yang  bentuknya mirip dengan Burung Kuntul
  • Kujang Bangkong, ialah Kujang yang  bentuknya mirip dengan hewan katak
  • Kujang Kudi, ialah Kujang yang bentuknya tipis
  • Tipologi bilah kujang, ialah Kujang yang bentuknya seperti wayang kulit dengan tokoh wanita sebagai simbol kesuburan.

b. Bagian dan Fungsi Kujang

Papatuk atau Congo, bagian yang  berada di ujung kujang. Bentuknya menyerupai panah. Bagian ini memiliki fungsi sebagai pencongkel atau untuk mencongkel.

eluk atau silih, ialah bagian Kujang yang terdapat di bagian punggung, berguna untuk mencabik tubuh musuh. Tadah, ialah lengkungan yang menonjol pada bagian perut dan di depannya runcing. Bagian ini berfungsi untuk menusuk tubuh lawan.

Bagian-bagian lainnya adalah Mata. Di bagian punggungnya terdapat lubang-lubang kecil yang berjumlah sekitar 5-9. Apabila Kujang tidak ada lubang atau mata, maka disebut sebagai kujang buta. Selanjutnya Tonggong, merupakan bagian tajam di punggung kujang.

Paksi, yang merupakan cincin atau ring di bagian belakang yang bentuknya lancip. Selut, ialah ring yang terdapat pada pegangan kujang atau ujung gagang. Combong merupakan lubang yang ada di gagang kujang.

Bukan hanya itu, Kujang ini memiliki bagian-bagian lain, yaitu ganja atau landaian merupakan sudut runcing dan arahnya ke ujung kujang.

Kowak, yaitu sarung senjata kujang yang bahannya berasal dari kayu samida dan memiliki aroma yang khas. Pamor, berbentuk seperti baris-baris sulangkar atau bintik-bintik yang tergambar di Kujang. Pamor ini berfungsi untuk nilai artistik dan merupakan tempat penyimpanan racun.

Baca juga : Senjata Tradisional Aceh

2. Bedog atau Golok

Senjata Tradisional Jawa Barat Golok

Senjata Tradisional Jawa Barat Golok

Bedog atau Golog ialah senjata tradisional khas dari Jawa Barat. Bentuknya besar menyerupai pisau besar. Oleh sebab itu, ia disebut golok. Pada setiap daerah Jawa Barat ada banyak bentuk golok atau bedog. Hal ini dikarenakan keguaan golok yang  berbeda-beda di tengah masyarakat.

Meskipun memiliki variasi yang  beragam, bedog atau golok memiliki ciri-ciri umum. Bedog memiliki panjang sekitar 30-40cm. Ada pula yang berukuran lebih dari 40cm, ini disebut kolewang atau biasa dipanggil gobang.

a. Jenis-Jenis Golok atau Bedog

Dari segi kegunaan dan ukurannya, bedog atau golok dibagi menjadi beberapa jenis. bedog gagaplok, ialah bedog yang digunakan untuk memotong dan menyabit rumput atau tanaman lain di kebun.

bedok pameuncitan, bedog yang memiliki panjang sekitar 25 sampai 27 cm. Sedangkan lebarnya lebih kurang 3 cm. jenis ini digunakan untuk menyembelih hewan.

Bedok pamoroan atau internasional survival golok, memiliki ukuran berkisar 40-50 cm dan lebarnya adalah 3,5 cm. Jenis ini biasa digunakan untuk berburu.

Jenis lainnya adalah Bedog Tani, Panjangnya berkisar 25-30 cm dan lebar sekitar 4 cm. Dilihat dari namanya, masyarakat Sunda memakainya untuk kegiatan bertani dan berkebun.

Bedok sotogayot, golok jenis ini memiliki panjang 25-27 cm dan lebar 6 cm. Masyarakat menggunakannya untuk memotong bambu. Bedok dapur, Memiliki ukuran 20 sampai 23 cm dan lebarnya sekitar 4 cm.

Dari namanya saja dapur, jelaslah masyarakat Sunda menggunakannya untuk kegiatan dapur seperti memasak dan memotong bahan bakar. Namun, bedog ini berbeda dengan golok daging atau pameuncitan.

Selanjutnya, golok Panguseupan. Golok ini memiliki panjang kira-kira 17-20cm dan lebarnya 3 cm. Nguseup yang merupakan bahasa sunda apabila diterjemahkan berarti Mancing, berarti golok ini dipakai untuk memancing di sungai atau di laut.

Bedog cepot, jenis yang satu ini berukuran sekitar 15-17 cm dan lebarnya diatas 9 cm. walaupun memiliki bentuk yang indah, bedog ini sama halnya dengan kapak yang digunakan untuk membelah.

Baca juga : Senjata Tradisional Papua

b. Bagian-Bagian Bedog

Gagang bedog gagangnya biasa dinamakan parah. Bagian paling utama dari bedog disebut wilah yang terbuat dari baja atau besi.

Pada parah atau gagang ada bagian yang ditancapkan. Bagian tersebut dinamakan pangkal. Bagian yang tajamnya disebut beuteng, sedangkan bagian tumpul disebut dengan tonggong.

Di wilah ini terdapat ujung. Ujung pada wilah tersebut dinamakan congo. Bedog atau golok memiliki sarung yang dinamakan serangka.

3. Baliung atau Patik

Senjata Tradisional Jawa Barat Golok

Senjata Tradisional Jawa Barat Golok

Senjata tradisional Jawa Barat berikutnya adalah baliung atau disebut juga dengan patik. Alat ini digunakan oleh masyarakat Sunda untuk menebang pohon besar.

Selainitu, ia dapat digunakan untuk membelah kayu dari pohon besar yang ditebang. Lazimnya alat ini kita sebt juga dengan kapak.

Baliung memiliki ukuran panjang 30-35cm. Benda ini terbuat dari kayu. Senjata baliung memiliki kelebihan dibanding bedog. Kelebihan tersebut yaitu baliung ini terbuat dari besi baja yang besar, serta tebal pada bagian pangkalnya.

Dulunya, nenek moyang Sunda menggunakan Patik atau Baliung untuk pekerjaan berat. Misalnya, menebang pohon untuk membuka hutan dan untuk kayu bakar. Hingga sekarang masyarakat Sunda khususnya di bagian pedalaman masih menggunakan alat ini.

Baca juga : Senjata Tradisional Jawa Timur

4. Congkrang

Senjata Tradisional Jawa Barat Golok

Senjata Tradisional Jawa Barat Golok

Congkrang merupakan senjata tradisional khas Jawa Barat yang sudah mulai langka. Sekarang, senjata ini sudah mulai jarang dapat dijumpai.

Senjata ini memiliki bentuk menyerupai cangkul, namun lebih kecil. Biasanya, alat ini dipergunakan oleh ibu-ibu untuk menyiangi rumput di halaman rumahnya.

5. Senjata Tradisional Jawa Barat Arit

Senjata Tradisional Jawa Barat aRIT

Senjata tradisional Arit berbentuk seperti bulan sabit. Senjata ini masih banyak digunakan hingga sekarang. Biasa juga digunakan oleh peternak untuk memotong rumput yang akan diberikan sebagai makanan hewan ternak. Di daerah lain, Arit disebut celurit, sabit, dll.

6. Senjata Tradisional Barat Sulimat

Senjata Tradisional Jawa Barat Golok

Senjata Tradisional Jawa Barat Golok

Sulimat merupakan alat tradisional dari Jawa Barat yang digunakan untuk menyobek kulit kelapa. Bentuknya seperti sebilah pisau.

Alat ini memiliki ujung runcing. Ujung yang berlawanan yaitu ujung gagangnya ditancapkan ke tanah. Cara penggunaannya, sebuah kelapa ditancapkan ke pisau yang runcing, ketika sudah masuk didorong ke arah lainnya supaya kulit kelapa sobek.

Baca juga : Senjata Tradisional Jawa Tengah

7. Senjata Tradisional Jawa Barat Balincong

Senjata Tradisional Jawa Barat Golok

Senjata Tradisional Jawa Barat Golok

Balincong memiliki bentuk yang mirip dengan Pajul. Bedanya adalah Balincong ini bentuknya runcing dan tidak lebar. Biasanya, ia digunakan untuk penggalian tanah atau memecah batu. Balincong memiliki dua sisi mata yang yang tajam.

Sisi tersebut arahnya saling berlawanan. Sisi yang satu searah dengan gagang dan yang satunya lagi tegak lurus dengan gagang.

Nah, itulah senjata tradisional Jawa Barat dengan berbagai bentuk dan kegunaannya. Beberapa ada yang masih eksis dan banyak digunakan hingga saat ini.

Beberapa lainnya justru ada yang mulai punah. Sebelum semua senjata tersebut hilang, sebaiknya Anda mengetahuinya terlebih dulu.