Senjata Tradisional Indonesia Paling Sakti

Keris adalah senjata tradisional Indonesia yang terkenal, namun tahukah Anda, ada beberapa jenis gaman lain yang tak kalah gagahnya.

Sebagai negara dengan berbagai budaya, ada juga banyak jenis senjata yang dulu digunakan saat perang, dan sekarang hanya jadi pajangan. Selain jadi asesoris, senjata ini kadang dijadikan cendera mata pada tamu asing.

Senjata-senjata ini terbuat dari besi dan kadang dicampur dengan baja. Tugasnya sebagai alat saat berkelahi sudah selesai, dan ketika hanya jadi hiasan, dbuatlah versi bilah yang tumpul.

Ada pula senjata tradisional yang disepuh dengan perak atau emas untuk menunjukkan gengsi ketika dipakai. Harganya tentu jauh lebih mahal daripada yang biasa.

Senjata Tradisional Indonesia

1. Senjata Tradisional Klewang

Senjata Tradisional Indonesia Klewang

Senjata Tradisional Indonesia Klewang

Dari Sumatera Selatan, ada senjata khas bernama klewang. Bentuknya memanjang, mulai dari 38 hingga 76 centimeter.

Senjata ini digunakan saat perang melawan Belanda, dan tak hanya dipakai di daerah Sumatera Selatan, namun juga di Aceh.

Ciri khas klewang adalah bentuknya menyerupai golok, dan ujungnya ada yang melengkung namun ada yang lurus.

Sepintas bentuk klewang sepeti pedang pendek, namun bedanya hanya ada 1 sisinya yang tajam. Senjata ini sangat ampuh digunakan dalam perang jarak dekat, mungkin karena ukurannya yang tak sepanjang tombak atau pedang.

Saat ini klewang masih diproduksi, namun tidak digunakan sebagai alat betarung, hanya jadi asesoris penghias tembok rumah.

2. Rencong Senjata Tradisional

Rencong Senjata Tradisional Indonesia

Rencong Senjata Tradisional Indonesia

Tahukah Anda mengapa Aceh disebut juga sebagai tanah rencong? Sebabnya karena ia adalah senjata khas dari negeri serambi Mekkah.

Rencong memiliki ukuran yang tidak terlalu besar, hampir sama panjangnya dengan pisau dapur biasa. Namun bisa menebas leher musuh, saat digunakan berperang melawan antek kompeni.

Dahulu, rencong hampir selalu dibawa di dalam sampiran pinggang pada tubuh laki-laki di Aceh. Maksudnya bukan untuk jadi jagoan, tapi sebagai tanda kegagahan pria dewasa.

Bahkan ada rencong eksklusif yang berlapis emas, menandakan pemiliknya adalah orang kaya. Hingga kini masih ada orang yang memiliki rencong, sebagai pajangan atau jimat.

Menurut sejarah, rencong awalnya dipakai oleh Sultan pertama di Aceh. Karena ia adalah bangsawan, rencongnya terbuat dari emas. Sedangkan orang biasa memakai rencong yang terbuat dari besi biasa. Jika Anda ingin melihat indahnya rencong Sultan, datang saja ke Museum sejarah Aceh di NAD.

3. Senjata Tradisional Karambit

Senjata Tradisional Indonesia Karambit

Senjata Tradisional Indonesia Karambit

Popularitas karambit sebagai senjata tradisional Indonesia makin moncer berkat meledaknya film The Raid di kancah internasional. Ada adegan di film itu yang menampilkan kerennya kerambit.

Ukuran senjata ini cukup kecil, diameternya tidak sampai 30 cm, namun ampuh untuk melukai lawan. Bentuknya memang melengkung seperti kuku macan.

Karambit yang merupakan senjata asli Minangkabau tak hanya dibanggakan oleh warga sumatera, namun juga di negara lain. Di Filipina dan Malaysia, para pemuda juga bangga memiliki karambit.

Ada berbagai jenis gagang senjata ini, mulai dari yang berbahan kayu, tanduk, hingga gading gajah.

Banyak orang menyukai karambit, bukan untuk dipakai dalam pertarungan. Namun bentuknya yang unik dan gagangnya yang bermacam-macam, membuatnya jadi barang koleksi.

Harganya pun bervariasi, milai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung dari bahan pembuatan karambit, jenis gagang yang diminta, dan ketajamannya.

4. Kujang Senjata Tradisional Indonesia

Kujang Senjata Tradisional Indonesia

Kujang Senjata Tradisional Indonesia

Dari tanah pasundan, ada senjata unik bernama kujang. Gaman ini sudah dibuat sejak berabad-abad yang lalu, dan terbuat dari logam berkualitas seperti baja dan besi pilihan.

Uniknya, kujang tidak hanya digunakan untuk berkelahi tapi juga digunakan saat bertani di sawah dan kebun. Bentuknya memang agak melengkung, sehingga feksibel untuk memanen.

Kujang tidak hanya disimpan sebagai alat perlindungan di rumah. Namun juga dipakai  sebagai pajangan, dan jadi ciri khas bahwa pemilik hunian adalah orang Sunda.

Ada juga orang yang percaya bahwa kujang jadi jimat yang menolak datangnya ilmu hitam. Kadang-kadang senjata ini juga jadi suvenir dan diberikan pada tamu yang berasal dari negara lain.

5. Golok

Senjata Tradisional Indonesia Golok

Senjata Tradisional Indonesia Golok

Pernahkah Anda melihat pakaian tradisonal betawi? Umumnya outfit itu dilengkapi dengan sabuk yang berfungsi sebagai tempat bersarangnya golok.

Senjata khas ini menemani perjalanan para jawara silat, menambah kemachoan dan sekaligus sebagai alat bela diri. Golok yang cukup berat kini umumnya hanya jadi asesoris di tembok rumah.

Golok terbuat dari bahan baja karbon, tak heran ia berat ketika diangkat. Ketajaman golok tak diragukan lagi. Ketika zaman perang sudah berakhir, senjata ini masih bisa dimanfaatkan untuk merapikan semak-semak dan memotong batang pohon yang terlalu besar. Sarung golok mengamankan bilahnya agar tidak sembarangan menebas orang.

Senjata tradisional Indonesia yang berasal dari betawi ini dijual dengan harga yang lumayan, bahkan ada yang membandrolnya hingga 5 juta rupiah.

Pengkoleksinya mau membeli dengan mahal, karena menunjukkan prestise, walau belum tentu mereka mau menggunakannya sendiri di kebun.

6. Celurit

Senjata Tradisional Indonesia Celurit Khas Madura

Senjata Tradisional Indonesia Celurit Khas Madura

Celurit adalah senjata khas dari pulau garam. Orang Madura selalu punya 1 celurit di rumahnya. Senjata ini multifungsi, karena selain untuk menebas musuh, juga bisa untuk membersihkan kebun dari rumput liar dan merapikan koleksi tanaman. Umumnya, celurit dilengkapi dengan sarung yang terbuat dari kulit sapi.

Sayangnya banyak yang menyalahgunakan fungsi celurit alias sabit, sebagai alat pelengkap kejahatan. Bentuknya yang melengkung membuat para garong bisa mengambil kalung emas atau tas tangan milik wanita.

Padahal celurit adalah senjata kebanggaan orang Madura, yang biasanya dipajang untuk menandakan bahwa mereka masih mencintai tradisi kuno.

7. Keris Senjata Tradisional Indonesia

Senjata Tradisional Indonesia Keris

Senjata Tradisional Indonesia Keris

Siapa tak kenal keris yang berasal dari tanah jawa? Senjata ini dulu selalu diselipkan di bagian belakang kain jarik, sebagai pelengkap outfit pria dewasa.

Ada pula yang mempercayai bahwa keris bisa dihuni oleh makhluk ghaib, sehingga dijadikan pusaka trah keluarga. Gaman ini dimandikan dengan air bunga setiap bulan Sura, pada penanggalan Jawa.

Lekuk-lekuk pada keris disebut dengan luk. Seorang pande besi biasa menempa keris sambil menyanyikan kidung, karena ia percaya bahwa senjata ini bukan sekadar benda mati biasa.

Ia bisa menyerap vibrasi positif dari lagu yang disenandungkan olehnya. Sekarang ada juga yang membuat keris dengan gerinda, sehingga tidak perlu ditempa keras-keras.

Selain besi, keris juga bisa dibuat dari baja, nikel, perak, bahkan bisa dicampur dengan batuan meteorit. Sarung keris bisa diukir dengan halus dan disepuh dengan perak atau emas, bahkan ditambahi permata.

Ia bukan lagi sekadar senjata, namun jadi pajangan yang indah dan simbol prestise bagi bangsawan Jawa yang masih mengikuti ajaran leluhur.

Ada banyak senjata tradisional Indonesia yang masih dilestarikan oleh masyarakat. Di antaranya golok, keris, rencong, kujang, karambit, dan lain-lain.

Masing-masing daerah di nusantara memiliki senjata khas dan keunikan bentuk yang bervariasi. Saat ini senjata hanya jadi barang koleksi, pajangan, atau suvenir bagi para duta besar yang akan pulang ke negerinya.