5 Senjata Tradisional Bengkulu dan Sejarah serta Seni Budayanya

Senjata Tradisional Bengkulu – Bengkulu merupakan salah satu daerah Indonesia yang memiliki kekayaan alam melimpah dan kebudayaan yang menarik untuk diketahui.

Bengkulu merupakan provinsi yang berada di barat daya pulau Sumatra ini mempunyai banyak keindahan wisata alam, budaya dan adatnya yang khas serta senjata tradisional Bengkulu yang juga menarik untuk diulas.

Pada artikel ini, akan membahas tuntas nengenai hal-hal mengenai Bengkulu tentunya. Adapun yang dijabarkan ialah sejarah Bengkulu, seni dan budaya salah satu daerah Sumatra dan pembahasan lengkap mengenai senjata tradisional khas Bengkulu. Yuk, simak ulasan lengkap tentang Bengkulu berikut ini.

1. Sejarah Bengkulu

Sejarah Bengkulu

Sejarah Bengkulu

Pada masa lampau Bengkulu pernah berdiri Kerajaan berdasarkan etnis, contohnya yaitu Kerajaan Sungai Serut, Kerajaan Pat Petulai, Kerajaan Sungai Lemau, Kerajaan Gedung Agung, Kerajaan Selebar, Kerajaan Balai Buntar, Kerajaan Marau Riang, dan Kerajaan Sekiris. Mereka itu menjadi vazal dari Kesultanan Banten.

Sejak abad ke-17 sebagian daerah Bengkulu pun pernah berada dalam kekuasaan Kerajaan Inderapura. Atas perjanjian London tahun 1824, Bengkulu berada di bawah kuasa Hindia Belanda. Sebelumnya, Bengkulu dikuasai oleh Inggris.

Bengkulu menjadi tempat pengasingan para aktivis sejak tahun 1930-an, Soekarno pun pernah diasingkan ke sana. Setelah Indonesia merdeka tepatnya tanggal 18 November 1968 status Bengkulu ditingkatkan menjadi provinsi ke-26. Di mana sebelumnya Bengkulu adalah wilayah keresidenan di Sumatra.

2. Seni dan Budaya

Tari Tradisional Adat Bengkulu

Tari Tradisional Adat Bengkulu

Bicara budaya di Indonesia tak ada habisnya, sebab tiap daerah memiliki budaya tersendiri begitu pula Bengkulu, wilayah ini mempunyai ragam budaya.

Adapun kerajinan tradisional berupa batik besurek, merupakan kain batik yang dihiasi dengan huruf-huruf Arab gundul dan diakui oleh pemerintah Indonesia.

– Tari Tradisional

Terdapat beberapa tarian tradisional berasal dari Bengkulu yaitu, Tari Penyambutan, Tari Bidadari Menimang Anak, Tari Tombak Kerbau, Tari Putri Gading Cempaka, Tari Pukek, Tari Andun, dan Tari Kejei.

– Seni Musik

Berikut ini beberapa Seni musik dari Bengkulu ialah;

  • Serambeak yaitu seni yang berupa patatah-petitih.
  • Geritan adalah cerita sembari berlagu.
  • Andei-andei yakni sebuah seni sastra yang berupa nasihat.
  • Sambei seni adalah vokal khas suku Rejang yang umumnya dilakukan untuk pesta perkawinan.

3. Keris Senjata Tradisional Bengkulu

Senjata Tradisional Bengkulu

Senjata Tradisional Bengkulu

Bukan provinsi di Pulau Jawa saja yang menggunakan keris sebagai senjata tradisionalnya, masyarakat di Bengkulu juga mengandalkan keris sebagai salah satu senjata andalannya.

Desainnya yang ramping dan ukurannya yang tidak terlalu besar membuat keris menjadi senjata yang mudah dibawa ke mana saja oleh masyarakat Bengkulu.

Tampilan keris dari Bengkulu ini tidak jauh berbeda dengan keris yang berasal dari Pulau Jawa atau daerah lainnya. Hal yang membedakan hanya jumlah lekukannya.

Lekukan pada keris asli Bengkulu ini harus berjumlah genap. Selain itu, ada tahta pada gagang yang agak mencolok serta sarungnya.

Masyarakat Bengkulu menggunakan keris sebagai senjata tikam saat berduel. Tak hanya itu saja, keris juga berfungsi sebagai simbol kebesaran pemimpin yang ada di Pulau Sumatra.

Namun, di Bengkulu keris jarang sekali dipakai sebagai pelengkap adat seperti ketika menyajikan sesajen.

Baca juga : Senjata Tradisional Indonesia

4. Rambai Ayam

Senjata Tradisional Bengkulu Rambai Ayam

Senjata Tradisional Bengkulu Rambai Ayam

Tampilan dari senjata tradisional Bengkulu ini agak mirip dengan taji ayam, karena itulah senjata ini dinamakan Rambai Ayam.

Bentuk dari senjata tradisional ini memang unik, Anda pasti tidak akan menemukan sejata seperti ini di derah lain. Alat senjata ini hanya Anda dapat di Bengkulu.

Panjang dari senjata Rambai Ayam kurang lebih 25-30 cm. Besi merupakan bahan yang digunakan untuk membuat senjata dan kayu sebagai bahan di pakai untuk gagang Rumbai Ayam. Bentuk senjata ini melengkung tapi seperti lengkungan cerurit dan ujungnya amat tajam.

Pada masa lampau Rambai Ayam merupakan alat senjata yang harus masyarakat Bengkulu bawa jika akan masuk ke hutan.

Meski tidak terlalu panjang namun senjata ini mampu menebas tumbuhsn dengan cepat. Itulah sebabnya Rumbai Ayam disarankan dibawa ketika masuk hutan.

Rumbai Ayam ini termasuk pula sebagai senjata tikam. Bila bepergian masyarakat Bengkulu biasanya membawa senjata tradisional ini.

Hal ini dilakukan untuk mempertahankan diri dengan alat senjata ini. Sejak dahulu Rumbai Ayam ini memang diperuntukan membela diri dari musuh.

Baca juga : Senjata Tradisional Bangka Belitung

5. Sewar

Sewar Senjata Tradisional Bengkulu

Sewar Senjata Tradisional Bengkulu

Senjata asal Bengkulu termasuk jenis golok hanya saja bentuknya melengkung. Sewar tampak kontras dengan senjata golok lainnya di mana pada umumnya berbentuk lurus.

Adapun perbedaan lainnya terdapat pada ukuran Sewar yang lebih kecil dibanding ukuran golok pada umumnya.

Hingga saat ini, kebanyakan pemuda Bengkulu yang ada di desa pedalaman selalu membawa senjata ini jika bepergian.

Pemilik Sewar akan menyarungkan dan menyelipkan senjata tersebut di belakang pakaian. Para pemuda tersebut membawa senjata tradisional ini tentu ada alasannya. Mereka lakukan ini untuk menjaga diri.

Kegunaan Sewar tak hanya untuk pertahanan diri saja, tapi banyak hal bisa dikerjakan dengan alat tradisional ini. Apalagi bentuknya mirip dengan golok, tentunya Sewar dapat dimanfaatkan untuk memotong kayu yang tidak tebal, menebas tanaman dan rumput.

Baca juga : Senjata Tradisional Banten

6. Senjata Tradisional Bengkulu Dodong

Senjata Dodong

Senjata Dodong

Dodong merupakan senjata tradisional Bengkulu yang sudah langka didapat. Apalagi tidak semua orang dapat memiliki senjata ini. Dodong ini ada beberapa yang disimpan dan juga dipajang di museum. Lalu apa yang membuat senjata ini istimewa?

Pada saat melawan bangsa penjajah dahulu rakyat menggunakan Dodong ini. Jadi kala itu, rakyat Indonesia memakai senjata ini saat akan melawan penjajah.

Selain di pakai berperang, pada dasarnya Dodong selalu disimpan oleh para pria di Bengkulu sebagai senjata untuk menjaga diri dari serangan.

Namun Dodong sudah tak dapat dimiliki dengan bebas. Dodong kini dipajang di museum, Dodong juga sering kali digunakan sebagai aksesoris untuk pelengkap pakaian pengantin adat laki-laki.

Baca juga : Senjata Tradisional Jawa Timur

7. Senjata Rudus Adat Bengkulu

Senjata Tradisional Bengkulu Rudus

Senjata Tradisional Bengkulu Rudus

Rudus merupakan sebuah senjata tradisional dari Bengkulu yang memiliki nilai alat senjata paling bersejarah.

Senjata tradisional jenis pedang ataupun golok ini mempunyai jasa dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pada saat melawan penjajah dahulu Rudus digunakan masyarakat Bengkulu.

Di zaman kolonial Belanda Rudus digunakan untuk melawan penjajahan. Dari senjata ini yang menjadi simbol kebangkitan dalam melawan penindasan.

Oleh sebab itu, hingga saat ini Rudus masih jadi simbol pada lambang Provinsi Bengkulu. Bagi Bengkulu Rudus ini dianggap sebagai sebuah simbol kepahlawanan.

Senjata Rudus telah dibuat jauh sebelum adanya penjajahan. Jadi, senjata tradisional ini sudah dipakai ketika kerajaan islam berada dalam masa keemasan di bumi pertiwi. Ketika itu, antara kerajaan masih sering berperang satu dan lainnya.

Jika senjata Sewar, Dodong, dan Keris dibawa dengan cara menyelipkannya di bagian belakang pakaian pemilik senjata, Rudus tidak seperti itu.

Senjata Rudus ini digantung di bagian samping. Cukup unik dan mungkin belum banyak yang mengetahuinya.

Dari penjabaran mengenai senjarah, seni, dan budaya, serta senjata trasisional Bengkulu. Dapat diketahui kalau sejarah kebudayaan Indonesia sangat kaya termasuk senjata tradisionalnya. Adanya senjata tersebut untuk sebagai sarana mempertahankan diri.