Sejarah Tenis Meja: Sejarah, Teknik, & Aturan Permainan{LENGKAP}

Sejarah Tenis Meja: Sejarah, Teknik, & Aturan Permainan{LENGKAP}

SEJARAH TENIS MEJA – Halo teman – teman, semoga kalian pada semangat belajar yaa, di kesempatan ini admin akan membahas tentang salah satu permainan olahraga yang mungkin adalah kegemaran kamu. Yapp, seperti yang tertera pada judul di atas, kali ini membahas mengenai permainan tenis meja. Kita akan membahasnya secara lengkap dan juga mendetail.

Pengertian Tenis Meja

Sejarah Tenis Meja
Sejarah Tenis Meja

Tenis meja adalah permainan olahraga yang sangat menarik dan juga unik untuk kalian pelajari, tidak sedikit loh orang yang menggemarinya permaian tenis meja atau ping pong ini, selain memberikan kesenangan bagi yang memainkannya, juga karena hanya memerlukan tempat yang tidak terlalu luas.

Kamu juga sering memainkannya? Bagus sekali kalau begitu, tapi ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu semua hal dan seluk beluk tentang permainan tenis meja berikut ini.

Pada sub bab kali ini, admin akan membahas tentang sejarah tenis meja dunia dan sejarah tenis meja Indonesia secara khusus.

Sejarah Tenis Meja Dunia

Sejarah Tenis Meja
Sejarah Tenis Meja

sejarah asal usul permainan tenis meja ini hampir sama dengan kebanyakan permainan olahraga lainnya yang menggunakan raket, yaitu pada awalnya hanya dikenal dengan permainan dan hiburan ringan di masyarakat. Tetapi mengenai asal musa permainan tenis meja, sejak kapan dan juga oleh siapa yang pertama kali menciptakan permainan tenis meja ini, dapat diketahui dari beberapa sumber bacaan berikut ini.

Pada zaman manusia purba, di Negara Iran juga telah memainkan sebuah permainan yang menggunakan sebatang kayu sebagai pemukul bola tang terbuat dari usus binatang yang telah diisi angin.

Pada abad ke-12 Bangsa Perancis telah menggemari permainan tenis meja ini, dimana bolanya dibuat dari kertas diktat yang dipukul dengan tangan.

Sejak zaman purba Bangsa Indian telah memainkan permainan yang hampir menyerupai tenis meja. Bola yang digunakan serupa dengan bola bersayap bulu, pemukul yang digunakan yaitu kayu yang dibungkus dengan kulit binatang menjangan.

Berbagai sumber menyebutkan bahwa olahraga permainan tenis meja asalnya dari Negara Inggris. Permainan ini muncul dari permainan kuno pada abad pertengahan  yang disebut dengan “gossima” dan “whiff-whiff“. Kemudian permainan ini berkembang lagi, di antaranya oleh angkatan bersenjata Inggris yang berada di Negara India.

Ada juga, para opsir di daerah koloninya di Afrika Selatan yang biasa memainkan permainan tenis meja sebagai hiburan saat waktu senggang mereka. Meja yang dipakai adalah meja tanpa memiliki ukuran tertentu dengan sebuah net atau jaring pada bagian tengah-tengahnya, yang dipasang sejajar dengan ujung meja yang dipakai.

Jaring yang dipakai terbuat dari tali sepatu boat atau atau seperti perban pembungkus yang diikat ujungnya pada dua buah kursi yang ditempatkan di kedua sisi bagian tengah meja tersebut. Sementara itu alat pemukul yang digunakan adalah sebilah kayu yang telah dipotong menurut bentuk sehingga menyerupai raket yang digunakan seperti saat ini.

Pada saat itu pemukulnya diberi nama Vellum racket, yaitu alat pemukul pada permainan tenis meja yang mirip alat pemukul pada permainan tenis. Serta bola yang dipakai adalah bola yang dipakai pada permainan tenis, yakni pukul memukul secara langsung.

Di akhir tahun 1880, bola karet yang dilapisi dengan kulit yang dirajut diganti bola celluloid. Pada tahun 1990, permainan tenis meja disempurnakan oleh beberapa negara Eropa bagian barat. Pada tahun 1903, dibuat suatu ketetapan  atau peringatan kepada para pemain tenis meja atas penggunaan busana malam bagi pria dan wanita dalam latihannya.

Selain itu, juga diberikan penjelasan dan petunjuk mengenai teknis terperinci mengenai karet bintik, pegang penhold, dan taktik permainan. kemudian olahraga permainan ini semakin populer pada tahun 1905, E. C. Goode dari London mengenalkan raket kepada khalayak dengan permukaan berupa karet.

Atas prakarsa Dr. George Lehmen dari Jerman pada tanggal 15 januari 1926, terbentu sebuah organisasi Internasional Table Tenis Federation yang kemudian disingkat ITTF, Hown Ivor Montagu dari Inggris yang menjadi presiden pertamanya. Negara-negara yang menjadi anggotanya saat itu adalah:

1. Inggris

2. Polandia

3. Jerman

4. Swedia

5. Perancis

6. Cekoslowakia

7. india

Bertempat di Memorial hall, Farringdon Street, di akhir tahun itu juga diadakan kejuaraan Eropa dengan peserta:

1. Denmark

2. Cekoslowakia

3. Austria

4. Inggris

5. Hungaria

6. Jerman

7. Swedia

8. Wales

9.  India

Pada 12 Desember 1926, disepakati anggaran dasar dan peraturan permainan, sedangkan kejuaraan yang tadinya antar negara Eropa dijadikan atau dianggap sebagai kejuaraan tenis meja pertama tingkat dunia.

Kemudian di tahun 1939, sebanyak 28 asosiasi dari negara-negara terdaftar sebagai anggota ITTF. Sejak kejuaraan tenis meja dunia pada tahun 1926, selanjutnya untuk setiap tahunnya diadakan sekali hingga yang ke – 13 pada tahun (1938), kemudian hingga tahun 1945 kejuaraan tidak dapat diselenggarakan karena terganggu perang dunia.

Pada tahun 1946, kejuaraan dunia yang ke- 14 kembali diadakan, kali ini berlokasi di Paris (Perancis). Selanjutnya diadakan berkala setiap dua tahun sekali.

Pada tahun 1946, pertama kali diadakan pertemuan umum (general meeting) selama berlangsungnya kejuaraan dunia ke – 14 di Paris. Pada tahun 1967, presiden ITTF, Hon Ivor Montagu mengundurkan diri dari presiden ITTF dan digantikan oleh H. Roy Evans dari Wales. Tahun 1976 bulan Maret, ITTF mengangkat sekjen profesional yang tidak dipilih oleh general meeting yang berkantor di St. Leonards On Sea di Inggris.

Pada bulan November 1977, Komite Olimpiade Internasional IOC mengakui cabang olahraga tenis meja sebagai cabang olahraga Olimpiade dengan ITTF sebagai satu-satunya induk organisasi internasional yang mengaturnya.

Secara resmi cabang olahraga tenis meja mulai dipertandingkan pada olimipic game ke – 24 tahun 1988 Seoul. Akibat pengakuan tersebut, ITTF diharuskan untuk menambahkan dalam peraturannya yang menyangkut status amatir dan profesional , yaitu pasal 26 dari Olimpic Charter, yang mana pada peraturan sebelumnya tidak ada.

Kepengurusan H. Roys Evans berakhir pada tahun 1987. Sedangkan yang terpilih menjadi ketua baru adalah Ichiro Ogimura dari Jepang. Ichiro Igimura mendapat dukungan penuh dari para anggota ITTF Asia, Afrika dan Amerika Latin sehingga memenangkan pemilihan dengan angka yang meyakinkan, yakni mendapat 65 suara dari 104 pemilik hak suara.

Perubahan dalam sistem pertandingan mengalami perubahan pada tahun 1991 dalam sistem pertandingan beregu putra, yang pada awalnya mempertandingkan 9 partai menjadi 5 partai. Rencana perubahannya sendiri dilakukan pada tahun 1989 di kongres ITTF, setelah final kejuaraan dunia pada waktu itu antara China dan Swedia yang berlangsung hampir enam jam.

Sejarah Tenis Meja Indonesia

Sejarah Tenis Meja
Sejarah Tenis Meja

Olahraga tenis meja di Indonesia baru dikenal secara umum pada tahun 1930. Pada waktu itu, permainan tenis meja hanya dilakukan di balai-balai pertemuan orang Belanda sebagai suatu hiburan rekreasi. Pribumi yang boleh ikut permainan itu hanya golongan-golongan tertentu, seperti anggota keluarga pamong dari balai pertemuan tersebut.

Pada tahun 1939, sebelum pecah perang dunia ke-II, tokoh-tokoh tenis meja mendirikan Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia (PPPSI). Kemudian di kongresnya yang diadakan di Surakarta tahun 1958, PPPSI mengalami perubahan nama menjadi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI).

PTMSI pada tahun 1960 bergabung menjadi anggota federasi tenis meja Asia, TTFA (Table Tenis Federation of Asia). Setelah itu tenis meja Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat sejak berdirinya hingga sekarang. Hal itu dilihat dari munculnya perkumpulan-perkumpulan tenis meja, serta banyaknya pertandingan tenis meja yang diperlombakan di arena olahraga tingkat nasional seperti PON, POMDA, dan Porda.

Setelah terdaftar sebagai anggota ITTF pada tahun 1961, Indonesia selalu diundang pada kejuaraan-kejuaraan resmi tingkat dunia. Selain itu, yang perlu diketahui dalam perkembangan permainan tenis meja nasional adalah berdirinya Silatama (Sirkuit Laga Tenis Meja Utama) yang pertama kali digelar pada awal tahun 1983, hal ini kemudian digelar setiap tiga bulan sekali, serta Silataruna setiap 6 bulan sekali sejak 1986.

Peraturan Tenis Meja

Sejarah Tenis Meja
Sejarah Tenis Meja

Semua permainan atau olahraga pasti ada aturan dan perangkat permainanya, begitu juga pada permainan tenis meja supaya permainan bisa berjalan tertib dan berlangsung menarik. Pada olahraga permainan tenis meja, ada beberapa perangkat yang dibutuhkan dan semuanya memiliki aturan yang jelas dan harus ditaati oleh setiap pemain, seperti meja, bola, raket, dan net. Selain dari itu ada juga perangkat pendukung lainnya yaitu pemain dan wasit.

Berikut ini kita akan membahas peraturan permainan tenis meja secara lengkap.

A. Meja

Pada meja tempat bermain tenis meja, permukaan berbentuk segi empat dengan ukuran panjang kurang lebih 2, 74 m dan lebar 1,525 m, tinggi 76 cm di atas lantai dan harus datar.

Permukaan meja tidak termasuk sisi dari permukaan meja tersebut.

Permukaan meja boleh dibuat dari bahan apa saja, tetapi harus dapat menghasilkan pantulan sekitar 23 cm dari bola yang dijatuhkan dari ketinggian 30 cm.

Meja tenis seluruh permukaannya harus berwarna pudar maupun gelap serta garis putih dengan lebar dua cm pada sisi panjang meja 2, 74 m dan tiap lebar meja 1,525 m.

Permukaan meja dibagi dalam dua bagian yang sama secara vertikal oleh net paralel dengan garis akhir dan juga harus melewati lebar permukaan masing-masing bagian meja.

Untuk permainan ganda, semua bagian meja harus dibagi menjadi 2 bagian yang sama dengan garis tengah berwarna putih selebar kurang lebih 3 mm, paralel dengan garis lurus sepanjang kedua bagian meja, garis tengah tersebut harus dianggap menjadi dua bagian kiri dan kanan.

B. Net

Perangkat net harus terdiri dari net, perpanjangannya serta kedua tiang penyangga termasuk kedua penjepit yang dilekatkan ke meja.

Net harus terpasang dengan bantuan tali yang melekat pada kedua ujung tiang setinggi 15,25 cm, batas perpanjangan kedua tiang di setiap sisi akhir lebar meja adalah 15,25 cm.

Ketinggian sisi atas net secara keseluruhan harus 15,25 cm di atas permukaan meja tersebut.

Dasar net sepanjang lebar meja harus rapat dengan permukaan meja dan juga perpanjangan ujung net harus serapat mungkin dengan tiang penyangganya.

C. Bola

Bola harus bulat dengan berdiameter 40 melimeter.

Berat bola harus 2,7 gram tidak boleh lebih.

Bola harus terbuat dari bahan celulos (celluloid) maupun sejenis bahan plastik berwarna putih atau orange, serta tidak mengkilap.

D. Raket atau Bet

Ukuran, berat dan bentuk tidak ditentukan, tetapi daun raket harus datar dan juga kaku.

Ketebalan daun raket minimal 85% terbuat dari kayu, dapat dilapisi dengan bahan perekat yang berserat seperti fiber karbon maupun fiber glass atau bahan kertas yang dipadatkan, bahan tersebut tidak lebih dari 7,5% dari total ketebalan 0,35 mm, yang merupakan bagian yang lebih sedikit atau tipis.

Sisi daun raket yang dipakai untuk memukul bola harus ditutupi oleh karet datar maupun bintik, apabila menggunakan karet bintik yang menonjol keluar (karet pletok) maka ketebalan karet termasuk lapisan lem perekat tidak lebih dari 2 mm, atau jika dilapisi karet lunak (sandwich rubber) atau spons dengan karet bintik di dalamnya maka ketebalannya tidak lebih dari 4 mm termasuk lem perekat.

Karet bintik biasa ialah lapisan tunggal yang bukan karet cellular, sintetik atau karet alam, dengan bintik yang menyebar di permukaan karet secara merata dengan kepadatan tidak kurang dari 10 per cm² dan tidak lebih dari 30 per cm².

Karet lunak (sandwich rubber) ialah lapisan dari karet cellular yang ditutupi dengan lapisan luar karet bintik biasa. Ketebalan dari akret bintik ini tidak lebih tidak kurang dari 2 mm.

Karet penutup daun raket tidak melebihi daun raket itu sendiri, kecuali pada bagian yang terdekat dari kayu yang dipegang dan juga yang ditutupi oleh jari-jari dapat ditutupi olah bahan lain atau tidak ditutupi.

Daun raket, lapisan yang menutupi baik karet atau lemnya harus merata (tidak bersambung) dan juga ketebalannya.

Permukaan raket yang tidak ditutupi raket pada sisinya tersebut, harus diwarnai pada sisi yang tidak ditutupi oleh karet dengan warna pudar, merah atau hitam (tidak sama dengan warna sebelahnya).

Karet raket yang dipakai harus tanpa perlakuan bahan kimia, berupa karakteristik karet secara fisik, atau hal lainnya

Apabila terjadi sedikit penyimpangan maupun kekurangan pada warna dan juga kesinambungan permukaan akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh kejadian yang tidak disengaja dapat diijinkan sepanjang tidak merubah karakteristik dari permukaan raket.

Pada permulaan permainan serta kapan saja pemain menukar raketnya selama permainan berlangsung, seorang pemain harus dapat menunjukkan raketnya pada lawannya dan pada wasit dan harus mengijinkan wasit dan lawannya untuk memeriksa atau mencobanya.

Teknik Permainan Tenis Meja

Sejarah Tenis Meja
Sejarah Tenis Meja

Dalam permainan Tenis meja mempunyai  4 teknik dasar yang perlu dikuasai oleh setiap pemainnya. Penguasaan teknik ini sangat penting bagi pemain, karena semakin kita menguasai 4 teknik dasar ini semakin kita dapat untuk menguasai permainan. Berikut ini merupakan ke empat teknik dasar tersebut.

1. Teknik Grip atau Cara Memegang Bet

Grip adalah teknik memegang Bet dengan genggaman yang anda gunakan haruslah nyaman. Jika tidak, anda bisa saja kehilangan kontrol pada saat memukul bahkan Bet bisa terlepas dari tangan anda. Ada 3 Teknik Grip atau memegang bet yang bisa anda gunakan.

a. Teknik Shakehand Grip atau berjabat tangan

Teknik ini adalah teknik yang sering digunakan di benua Eropa dan juga benua Amerika. Dengan menggunakan teknik Shakehand ini pemain dapat menggunakan 2 sisi pemukul. Teknik ini adalah teknik yang tepat apabila cara bermain anda yaitu permainan jarak jauh. Cara melakukan teknik shakehand ini cukup mudah, adalah berikut ini :

1. Pegangan Bet berada diantara Ibu jari dan telunjuk.

2. Jari telunjuk berada di permukaan bagian bawah Bet.

3. Ketiga jari menggenggam erat pemukul.

b. Teknik Penhold Grip

Teknik Penhold Grip adalah teknik dimana posisi tangan seperti sedang memegang sebuah pena. Keuntungan dalam  penggunaan teknik ini yaitu pada teknik Forehand dan pukulan Backhand yang cepat, teknik ini hanya bisa menggunakan satu sisi dari bet.

Teknik ini sering juga disebut Asia Grip, akan tetapi jarang digunakan karena pemain profesional biasanya pemakai Shakehand Grip. Cara memegang bet pada teknik penhold grip yaitu dengan cara bet diarahkan ke bawah dengan pegangan hanya diapit oleh ibu jari dan juga telunjuk yang tepat berada diatas bidang pukulan Bet. Cara ini seperti pada saat kita memegang pena ketika akan menulis.

c. Teknik Seemiller Grip

Teknik ini juga disebut dengan American Grip teknik ini hampir mirip dengan Shakehand Grip akan tetapi yang membedakannya yaitu jari telunjuk berada tepat di sisi Bet sehingga Bet berada pada sudut 90 derajat dari posisi tubuh.

Dibanding Shakehand, teknik ini mempunyai banyak kekurangan seperti sulit untuk melakukan serangan ke sudut, kurang ampuh saat bertahan, dan sulit saat akan melakukan pukulan backhand.

Namun bukan berarti pengguna teknik ini tidak mempunyai keuntungan. Keuntungan dalam penggunaan teknik ini yaitu mudah merubah bidang pemukul bola ketika permainan berjalan, lebih mudah untuk menggerakan pergelangan tangan untuk melakukan forehand dan mudah menghadang serangan dari lawan.

Teknik Seemiller grip adalah sebuah teknik yang harus disesuaikan dengan tipe permainan kita dan juga kenyamanan genggaman tangan saat bertanding. Dengan menguasai beberapa teknik grip anda dapat juga mengerti kondisi dan posisi kelemahan dari lawan anda seperti menggunakan teknik Seemiller Grip yang lemah saat melakukan serangan sudut, jadi anda hanya harus menyesuaikan kondisi Grip yang tepat untuk digunakan.

2. Teknik Stance

Teknik stance atau teknik bersiap siaga adalah teknik anggota tubuh pada saat melakukan serangan dan pertahanan ada 3 teknik stance yang dapat anda gunakan pada saat bertanding. yakni Square Stance, Side Stance dan Open Stance. Berikut ini ialah penjelasan dari masing-masing teknik stance.

Square Stance adalah posisi tubuh menghadap tepat ke arah meja, teknik ini sangat efektif untuk menerima servis dan juga siap kembali selepas menerima serangan dari lawan. Posisi anggota badan saat melakukan teknik Square Stance yakni berat badan ditumpukan pada kedua kaki, lutut agak sedikit ditekuk, kedua lengan bawah pada posisi horizontal dan juga bagian atas vertikal, badan dicondongkan ke arah depan.

Dengan posisi ini pemain dapat depan cepat menuju ke segala arah, dapat lebih berfokus pada arah datangnya bola dan juga dapat mengembalikannya dengan baik.

Side Stance adalah posisi badan menyamping dari meja. Dalam teknik ini pemain diharapkan dapat melakukan pengembalian bola dan juga menahan pukulan dari lawan dengan cepat.

Teknik Open Stance adalah teknik hasil dari modifikasi antara Side Stance dan hanya digunakan untuk backhand block, posisi badan dengan kaki kiri agak terbuka dan juga sedikit ke depan. Begitu pula sebaliknya untuk para pemain kidal.

Akan tetapi secara keseluruhan teknik Stance yang baik yaitu kaki kanan berada sedikit ke belakang, kemudian badan menghadap ke arah meja maupun arah bola datang, kaki sedikit berjinjit, dan lutut sedikit ditekuk (tekukan lutut menyesuaikan dengan tinggi pemain, semakin tinggi pemain maka semakin bengkok tekukan lututnya).

3. Teknik Footwork atau Gerak Kaki

Teknik Footwork adalah teknik yang mengatur gerakan kaki pemain. Pada umumnya teknik ini dibedakan menjadi tunggal dan ganda. Footwork yang digunakan dalam permainan tunggal juga digunakan oleh para permainan ganda.

Apabila dilihat dari banyak langkah footwork untuk permainan tunggal dibedakan menjadi satu langkah, dua langkah dan juga tiga langkah atau bahkan lebih. Jika dilihat dari arah gerakan dibedakan menjadi depan,belakang,kiri,kanan dan juga diagonal. Footwork yang sering digunakan yaitu footwork 2 langkah atau Two Step Footwork

Pemilihan Footwork harus dilihat dari jarak antara bola dengan pemain tenis meja tersebut. Bila jarak terlalu pemain dapat melakukan footwork dengan 1 langkah. Saat melakukan ini kita harus memperhatikan jarak bola pada pemain tersebut.

Ada beberapa tips agar teknik ini dapat dilakukan dengan efektif dan bagus. Tekuk lutut sedikit, Titik berat badan bertumpu pada kedua kaki dengan seimbang, kaki agak dijinjit sedikit agar berat badan agar berat badan lebih bertumpu pada ujung kaki.

4. Teknik Pukulan atau Stroke

Teknik pukulan merupakan teknik terpenting dalam Olahraga tenis meja. Karena bila kita dapat mengatur pukulan sesuai keinginan kita dapat dengan mudah mengincar titik lemah dari lawan dan juga menambah skor.

Teknik Pukulan dibagi kedalam 2 macam yakni teknik pukulan Forehand dan teknik pukulan Backhand berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing.

A. Pukulan Forehand adalah teknik yang mengutamakan kecepatan dalam memukul bola teknik ini cukup ampuh untuk menyerang lawan. Cara menggunakan teknik ini yaitu bola harus berada dalam posisi pada sisi tangan yang memegang bet. Pukul bola dengan tangan mengarah ke arah sisi yang lainnya (jika yang memegang tangan kanan maka arah tangan dari kanan ke kiri, begitu juga sebaliknya).

B. Pukulan Backhand merupakan pukulan yang kurang cocok untuk melakukan pukulan keras, karena posisi tangan yang kurang pas untuk mendapat power maksimal dari ayunan tangan. Cara menggunakan teknik ini hampir sama dengan pukulan Forehand hanya saja berbeda pada posisi bola, posisi Bola harus berada di sisi tangan yang tak memegang Bet.

Ada 5 jenis pukulan dari tenis meja yang perlu juga anda pelajari yakni Drive, Push, Service, Chop dan juga Block.

1. Drive adalah pukulan dengan ayunan terpanjang dari tangan anda. Pukulan ini dapat menghasilkan bola yang cepat, keras dan juga mendatar.

2. Push adalah pukulan backspin yang pasif, digunakan untuk membalas pukulan backspin lawan. Pukulan ini bertujuan agar bola yang melambung tidak terlalu tinggi.

3. Chop merupakan pukulan backspin yang biasa digunakan untuk bertahan.

4. Block merupakan pukulan yang dilakukan saat menahan serangan dari lawan. Pukulan ini dapat dilakukan pada saat bola telah memantul dari meja. Ini bertujuan agar lawan tidak dapat melancarkan serangan dengan cepat.

5. Service ialah pukulan yang dilakukan saat pertandingan akan dimulai.

Semua jenis pukulan yang telah saya jelaskan diatas dapat dilakukan dengan cara Forehand ataupun Backhand. Dan sebagai ilmu tambahan Topspin merupakan putaran bola yang searah jarum jam dan Backspin adalah sebaliknya.

Kunci Keberhasilan Mendapat Juara pada Permainan Tenis Meja

Sejarah Tenis Meja
Sejarah Tenis Meja

Kunci untuk mendapatkan juara dalam permainan atau pertandingan tenis meja ialah reaksi yang cepat, dan pengendalian gerakan kaki (footwork), serta tubuh yang baik. Semua itu dapat diperoleh dengan hasil latihan yang rutin serta sungguh-sungguh. Berikut ini adalah latihan yang akan menambah daya tubuh anda dengan baik:

a. Peregangan

Peregangan perlu sekali dilakukan sebelum bermain tenis meja. Tujuan peregangan ialah untuk mengurangi kemungkinan cedera pada otot dan persendian, untuk menunjang pergerakan tubuh, dan memperbaiki postur tubuh anda. Peregangan dilakukan selama kurang lebih 15 – 20 menit.

Aktivitas yang dapat dilakukan untuk peregangan, antara lain adalah berikut ini:

1. lari keliling beberapa putaran

2. Lari cepat dengan jarak dekat

3. Jongkok berdiri (aquat) untuk melatih kekuatan otot kaki

4. lompat tali

5. Push-up untuk meningkatkan kekuatan otot lengan, bahu, dan dada.

6. Sit-up untuk meningkatkan kekuatan otot perut

b. Latihan Fisik

Tujuan latihan fisik ialah keluesan tubuh, kecepatan gerak dan releks, koordinasi dan kekuatan otot, serta stamina yang tinggi. Latihan dilakukan dengan cara sebagai berikut ini:

1. Berlari jarak jauh

2. Berlari cepat jarak pendek

3. Tubuh digerakkan memutar dengan berpusat pada bagian atas pinggang.

c. Latihan Kecepatan

Latihan kecepatan bertujuan untuk dapat mempercepat reaksi atau refleks, pikiran dan koordinasi tubuh saat bergerak, serta meningkatkan kemampuan membaca gerakan lawan. Berikut ini ialah latihan yang dapat dilakukan:

1. Berlari melakukan berbagai jenis pukulan pada tenis meja di depan cermin besar

2. Berlari sprint 30 m

3. Berlari estafet

d. Latihan Kelenturan

tujuan latihan ini ialah untuk menjaga kelenturan persendian agar mudah ketika melakukan gerakan memutar, membungkuk, dan juga mengayun saat bertanding. latihan yang dapat dilakukan antara lain:

Untuk kelenturan tangan

– Pergelamngan tangan, jari-jari tangan, dan siku dibengkokkan dan digoyangkan

– Lengan diayun dan diputar ke depan dan ke belakang

Untuk kelenturan bahu, leher, dan kepala

– Bahu diputar ke depan dan ke belakang

– Leher digerakkan ke kiri dan ke kanan

– Leher digerakkan ke atas dan ke bawah

Untuk kelenturan badan

– Badan dibungkukkan sampai tangan dapat menyentuh ujung kaki.

Untuk kelenturan kaki

– kaki melompat dengan posisi mengangkang

– Lutut dan pergelangan kaki digerakkan memutar

Nah, itulah informasi serta penjelasan seputar sejarah tenis meja, semoga bisa membantumu dalam memahami permainan dan olahraga ini. Sekian dan terimakasih.

 

 

Leave a Comment