Proses Pembentukan Minyak Bumi : Penjelasan, Proses, dan Gambarnya

Proses Pembentukan Minyak Bumi : Penjelasan, Proses, dan Gambarnya

Proses Pembentukan Minyak Bumi – Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali kita dapat memanfaatkan minyak bumi untuk berbagai keperluan. Sayangnya, tidak banyak dari kita yang dapat memahami secara rinci serba-serbi minyak bumi.

Mulai dari pengertian, sejarah, komponen, bahkan hasil olahannya. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas lebih jauh mengenai minyak bumi tersebut.

Pengertian Minyak Bumi

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Secara bentuknya, minyak bumi mempunyai bentuk yang kental, agak coklat kehijauan, dan mempunyai sifat yang mudah terbakar. Minyak bumi adalah sebuah bahan bakar fosil yang sangat bermanfaat dalam kehidupan manusia setiap harinya. Adapun materi penyusunnya yang utama yaitu senyawa alkana.

Darimana minyak bumi tersebut terbentuk? Minyak bumi terbentuk dari sisa renik tumbuhan dan juga hewan yang tertimbun selama berjuta tahun di dalam lapisan kerak bumi. Proses pembentukannya melibatkan suhu yang dapat di bilang sangat ekstrim tersebut.

Minyak bumi disebut dengan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui karena proses pembentukannya yang sangat lama hingga berjuta-juta tahun silam.

Bahan-bahan renik itu baik yang berasal dari tumbuhan maupun yang berasal dari hewan tertimbun di dalam kerak bumi yang kemudian mendapatkan tekanan yang tinggi dan berproses dengan suhu yang ekstrim.

Sejarah Minyak Bumi

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Minyak bumi sendiri dalam bahasa latin disebut dengan petroleum. Petroleum tersusun dari dua kata, yakni petrus yang artinya karang dan oleum yang artinya minyak. Secara bahasa jika digabungkan maka artinya yaitu minyak yang berasal dari timbunan karang. Adapun julukan lain dari minyak bumi yaitu emas hitam.

Warnanya memang agak coklat kehitaman maupun kehijauan, dan kental. Adapun posisi dari minyak bumi ini berada di lapisan atas kerak bumi dan sifatnya mudah sekali terbakar. Dari sifatnya tersebut, sehingga minyak bumi banyak digunakan sebagai bahan bakar baik seperti untuk kendaraan.

Komposisi dasar yang mendominasi minyak bumi ini yaitu senyawa alkana. Akan tetapi meskipun secara senyawanya sama, namun secara tampilan, dan warnanya yang berbeda tergantung dari kemurnian dari minyak bumi tersebut.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa minyak bumi di dapatkan dari proses penambangan minyak bumi yang ada di beberapa lokasi di pertambangan minyak tersebut.

Lokasi tersebut dapat di identifikasi melalui beberapa cara, yakni dengan mempelajari struktur geologisnya, analisis sedimen, struktur sumber, karakter dan masih banyak lagi study pendukung yang lain.

Setelah data-data yang diperlukan mendukung adanya fakta keberadaan adanya minyak bumi di lokasi tertentu, proses penambangan akan segera dimulai.

Dari proses pengilangan minyak tersebut, kemudian minyak bumi dapat diklasifikasikan sesuai dengan titik didih masing-masing. Dari perbedaan titik didih itulah, bahan dasar minyak bumi di ubah menjadi berbagai material seperti bahan aspal, bensin, bahkan hingga obat-obatan dan juga plastic.

Banyak sekali manfaat dari minyak bumi dalam kehidupan sehari-hari sehingga dalam pemakaiannya pun harus sangat bijak sebab minyak bumi termasuk dalam kategori sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.

Di dunia, proses penemuan minyak bumi telah dimulai pada sejak dulu. Ada beberapa versi mengenai kapan mulainya minyak bumi dapat dimanfaatkan dan ditemukan oleh manusia. Diantaranya adalah sebagai:

Bangsa Asyiria, Babilonia Kuno dan juga Sumeria telah memanfaatkan minyak bumi ini sejak 5000 tahun sebelum Masehi. Pada saat itu, cara mendapatkannya tidak seperti penambangan seperti yang banyak dilakukan saat ini. Pada zaman dahulu, minyak bumi merembes hingga ke permukaan sehingga begitu saja di ambil dan digunakan untuk obat membasmi kutu, pencahar, dan untuk mengobati luka.

Dalam sumber lain di katakan bahwa, bangsa Timur Tengah tepatnya Iran merupakan bangsa yang pertama kali memanfaatkan minyak bumi yang di ambil langsung dari rembesan minyak yang sampai di permukaan.

Adapula versi yang mengatakan bahwa sejak zaman pada Nabi Nuh AS, minyak bumi yang merembas ke permukaan dalam bentuk teer dan aspal di gunakan oleh sang Nabi untuk menambal perahunya yang berlubang.

Seiring dengan berjalannya waktu, cara untuk mendapatkan minyak bumi semakin canggih yang ditandai dengan adanya keberadaan industri minyak bumi yang berdiri pada tahun 1859 silam yang berlokasi di Tutisville Amerika Serikat. Hingga sekarang, telah banyak industri minyak bumi yang berdiri di berbagai negara termasuk di Indonesia.

Komponen Minyak Bumi

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Sebelum akhirnya minyak bumi dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari, minyak bumi masih dalam bentuk crude oil atau minyak mentah.

Adapun ciri minyak bumi yaitu dari segi warnanya coklat pekat dan juga kental dan perlu di proses kembali agar dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa komponen penyusun dari minyak bumi disusun oleh campuran kompleks hidrokarbon yang pada umumnya terdiri dari tiga elemen utama, yaitu:

  1. Hidrokarbon alifatik yang sifatnya jenuh dan berwujud alkana
  2. Hidrokarbon aromatik yang berwujud benzena
  3. Hidrokarbon sikloalkana yang berbentuk siklpentana dan juga sikloheksana.

Tidak hanya kompleks hidrokarbon, senyawa lain penyusun minyak bumi antara lain yaitu nitrogen, oksigen, belerang dan juga organo logam.

Hasil Olahan Minyak Bumi

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Beberapa hasil olahan minyak bumi yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:

  1. LPG

Saya dan Anda tidak akan lepas dari adanya gas LPG untuk kebutuhan konsumsi setiap harinya. Gas LPG merupakan hasil olahan minyak bumi yang dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di dalamnya terdapat komponen utama yaitu etana, butana, propana dan pentane yang kemudian ditambahkan dengan sedikit komponen pembau yang disebut dengan senyawa merkaptan untuk mengidentifikasi jika terjadi kebocoran gas.

  1. Avtur dan Avgas

Avtur yaitu bahan bakar pesawat terbang untuk jenis pesawat yang menggunakan mesin turbin dengan bahan dasar kerosin. Ada banyak keunggulan dari Avtur dibandingkan dengan bahan bakar yang lain.

Avtur berguna untuk dapat mencegah hilangnya bahan bakar dalam jumlah yang lebih banyak dan juga berguna untuk dapat mendukung penerbangan yang berkualitas untuk jarak yang lebih jauh. Ini tidak lain yaitu karena avtur mempunyai nilai volalitas yang lebih kecil jika dibandingkan dengan bahan bakar yang lain.

Sedangkan, untuk jenis pesawat dengan mesin pembakaran internal dan juga menggunakan piston, avgas merupakan bahan bakar pesawat yang disarankan untuk digunakan. Avgas adalah hasil pengembangan dari bensin berdasarkan volality, titik beku dan titik nyalanya.

  1. Bensin

Komponen penting dalam bensin yaitu oktana dan juga n-heptana. Semakin bagus kualitas bensinnya, ditentukan pula oleh banyaknya sedikitnya bilangan oktan yang ada di dalam tersebut. Agar bilangan oktan lebih banyak, perlu ditambahkan senyawa khusus seperti TEL dan juga MTBE.

  1. Solar

Solar dimanfaatkan untuk proses pembakaran mesin diesel baik itu mesin yang dapat digunakan untuk industri maupun untuk kepentingan pribadi. Tidak mudah menguap sebagaimana LPG dan mempunyai kandungan sulfur yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kerosin maupun bensin.

  1. Aspal

Anda tentu sudah familiar dengan sebuah aspal. Aspal adalah sebuah bahan olahan minyak bumi yang mempunyai karakter yang bersifat kental, berwarna coklat kehitaman, melekat, di dalamnya mengandung unsur klor, sulfur dan juga oksigen yang tinggi. Aspal tahan terhadap air dan juga mampu menyerap air hujan dengan baik.

Minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan cukup lekat manfaatnya bagi kehidupan kita sehari-hari. Masih banyak manfaat dari minyak bumi yang dapat kita rasakan dan harus dijaga kelestariannya untuk generasi mendatang.

Teori Pembentukan Minyak Bumi

Teori Pembentukan Minyak Bumi – Minyak bumi adalah sebuah emas hitam yang merupakan cairan kental, berwarna hitam maupun kehijauan, mudah terbakar dan juga berada di lapisan atas dari beberapa kerak bumi.

Hampir seluruh kegiatan manusia di era modern saat ini membutuhkan yang namanya minyak bumi, sehingga minyak bumi dan juga gas alam menjadi sumber utama energi di dunia yaitu sekitar 65,5%, batubara 23,5%, air 6% serta sumber energi lainnya.

Pengertian lain, Minyak bumi disebut dengan Proteleum (Latin: petrus = batu , oleum = minyak) yang merupakan sebuah zat cair licin mudah terbakar.

Dalam pembahasan kali ini, kita akan sedikit membahas tentang teori terbentuknya minyak bumi kemudian proses pembentukan minyak bumi. Untuk teorinya sendiri ada 3, yaitu sebagai berikut:

  1. Teori Biogenetik (Organik)

Teori ini telah menyebutkan bahwa Minyak Bumi dan Gas Alam terbentuk dari beraneka jasad organik seperti hewan dan juga tumbuhan yang mati dan tertimbun endapan pasir dan lumpur.

Kemudian endapan lumpur ini menghanyutkan senyawa pembentuk minyak bumi ini dari sungai menuju ke laut dan mengendap di dasar lautun selama jutaan tahun silam.

Akibat pengaruh waktu, temperatur dan juga tekanan lapisan batuan di atasnya dapat menyebabkan organisme itu menjadi bintik-bintik minyak ataupun gas.

  1. Teori Anorganik

Teori Anorganik menyebutkan bahwa minyak bumi terbentuk karena aktivitas bakteri. Unsur seperti oksigen, belerang dan juga nitrogen dari zat yang terkubur akibat aktivitas bakteri berubah menjadi zat minyak yang berisi hidrokarbon.

  1. Teori Duplex

Teori Duplex ini merupakan teori yang banyak digunakan oleh kalangan luas karena menggabungkan antara Teori Biogenetik dengan Teori Anorganik yang menjelaskan bahwa minyak bumi dan gas alam terbentuk dari berbagai jenis organisme laut baik hewan maupun tumbuhan.

Akibat pengaruh waktu, temperatur, dan juga tekanan, maka endapan Lumpur berubah menjadi batuan sedimen. Batuan lunak yang berasal dari Lumpur yang mengandung bintik-bintik minyak dikenal dengan batuan induk (Source Rock).

Selanjutnya minyak bumi dan gas ini akan bermigrasi menuju tempat yang bertekanan lebih rendah dan akhirnya terakumulasi di tempat tertentu yang disebut dengan perangkap (Trap).

Di dalam suatu perangkap atau Trap dapat mengandung (1) minyak, gas, dan air, (2) minyak dan air, (3) gas dan air. Jika gas terjadi bersama-sama dengan minyak bumi disebut dengan Associated Gas. Sedangkan jika gas terdapat sendiri dalam suatu perangkap disebut dengan Non Associated Gas.

Karena perbedaan berat jenis tersebut, maka gas selalu berada di atas, minyak di tengah,dan air di bagian bawah. Karena proses pembentukan minyak bumi dapat memerlukan waktu yang lama, maka minyak bumi digolongkan sebagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (unrenewable).

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Nah kan kita sudah tahu tentang teori pembentukan minyak bumi, sekarang kita tinggal mengetahui bagaimana proses terbentuknya minyak bumi tersebut. Selain itu dilengkapi dengan  penjelasa dan juga gambar yang sudah disediakan oleh sumber terpercaya kami.

  1. Fotosintesa Ganggang

Minyak bumi dibuat secara alami, pertama tama dihasilkan oleh ganggang yang berfotosintesa, kenapa dihasilkan oleh ganggang? Karena ganggang adalah  biota terpenting dalam menghasilkan minyak bumi, sebenarnya tumbuhan tingkat tinggi bisa saja namun tumbuhan tersebut cenderung lebih menghasilkan gas ketimbang minyak bumi.

  1. Pembentukan Batuan Induk (Source Rock)

Proses terjadinya minyak bumi selanjutnya adalah pembentukan batuan induk. Batuan induk terbentuk karena adanya ganggang yang sudah mati terendapkan di cekungan sedimen kemudian membentuk Batuan Induk, batuan induk merupakan batuan yang mempunyai kandungan Carbon yang tinggi (High Total Organic Carbon). Namun tidak sembarang cekungan dapat menjadi Batuan Induk, makanya proses ini sangat spesifik sekali.

  1. Pengendapan Batuan Induk

Kemudian batuan induk tersebut tertimbun oleh batuan lain selama jutaan tahun, salah satu batuan yang menimbun Batuan Induk ini yaitu batuan sarang. Batu Sarang adalah batu sarang ini pada umumnya terbentuk dari batu gamping, pasir maupun batu vulkanik yang tertimbun bersama dan terdapat ruang berpori.

Semakin lama, batuan lain akan menumpuk dan pada dasarnya akan semakin tertekan kedalam sehingga suhunya akan semakin bertambah. Minyak terbentuk pada suhu antara 50 sampai dengan suhu 180 derajat Celsius.

Tetapi puncak atau kematangan terbagus akan tercapai apabila suhunya mencapai 100 derajat Celsius. Ketika suhu terus akan bertambah karena cekungan itu semakin turun dalam yang juga diikuti penambahan batuan penimbun, maka suhu tinggi ini akan memasak karbon yang ada menjadi gas.

  1. Proses Akhir

Karbon terkena panas dan juga bereaksi dengan hidrogen membentuk hidrokarbon. Minyak bumi yang dihasilkan oleh batuan induk yang telah matang ini berupa minyak mentah. Walaupun berupa cairan, ciri fisik minyak bumi mentah berbeda dengan ciri fisik dari air.

Salah satunya yang terpenting yaitu berat jenis dan juga kekentalan. Kekentalan minyak bumi mentah lebih tinggi daripada air, namun berat jenis minyak bumi mentah lebih kecil dari air.

Minyak bumi yang mempunyai berat jenis lebih rendah dari air cenderung akan pergi ke atas. Ketika minyak tersebut tertahan oleh sebuah bentuk batuan yang menyerupai mangkok terbalik, maka minyak ini akan tertangkap dan siap ditambang.

Waw panjang banget ya pembahasannya? Minyak bumi tidak dapat dibuat dalam waktu singkat, sehingga kita harus benar-benar menghemat ketika menggunakan minyak bumi tersebut. Terima kasih telah belajar tentang Teori dan juga Proses Lengkap Pembentukan Minyak Bumi dan Gas Alam. Semoga dengan anda belajar tentang materi tersebut menambah wawasan kalian semua.

Leave a Comment