PERUBAHAN SOSIAL : Pengertian, Ciri, Teori, Bentuk-Bentuk & Contoh Perubahan Sosial

Sahabat Apakah Anda pernah membaca suatu teori perubahan sosial? Sahabat, sebelum mengulas teori yang satu ini, sebaiknya Anda lebih baik mempelajari perihal pengertian perubahan sosial.

1. Pengertian Perubahan Sosial

Perubahan sosial merupakan proses perubahan sistem atau struktur dalam masyarakat.

Struktur ini mencakup pola pikir menjadi lebih inovatif, sikap, dan juga kehidupan sosial sehingga mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan bermartabat.

Sebenarnya perubahan sosial menjadi satu hal yang pasti bakal terjadi dalam kehidupan masyarakat.

Dimana perubahan-perubahan dalam masyarakat bisa dikenali dengan melakukan perbandingan terhadap kondisi masyarakat di suatu waktu dengan waktu lainnya.

Adapun setiap perubahan yang dapat terjadi di masyarakat sebenarnya suatu proses yang berkesinambungan. Maksudnya adalah perubahan terjadi terus-menerus. Sehingga sudah pasti masyarakat akan mengalami perubahan.

Hanya saja perubahan terjadi di masyarakat tidak akan sama dengan perubahan di masyarakat yang lain. Ada perubahan yang berlangsung sangat cepat dan ada pula yang berlangsung sangat lambat.

Dalam hal ini, ada banyak akibat yang mempengaruhi terjadinya perubahan itu sendiri, seperti prinsip yang dianut dalam masyarakat itu sendiri.

Baca juga : Pengertian Kelompok Sosial

2.   Ciri-Ciri Perubahan Sosial

Ciri-Ciri Perubahan Sosial

Perubahan sosial terjadi pada setiap masyarakat. Baik di dalam masyarakat tradisional ataupun modern. Dari sekian banyak perubahan yang terjadi tidak semua yang dapat dikategorikan menjadi perubahan sosial.

Adapun suatu perubahan yang dapat dikategorikan sebagai perubahan sosial berdasarkan ciri-ciri berikut ini:

1. Terjadi Dimana-mana

Perubahan sosial biasa terjadi dimana saja mulai dari masyarakat desa sampai ke masyarakat kota, meski dengan tingkat perubahan yang bisa jadi berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain.

Dalam hal ini masyarakat tradisional biasanya mengalami pola perubahan yang berlangsung sangat lambat. Sedangkan masyarakat modern cenderung lebih cepat.

2. Dilakukan Secara Sengaja

Ciri selanjutnya adalah perubahan sosial yang dilakukan secara sengaja, meskipun terkadang perubahan berlangsung sedemikian rupa tidak disengaja.

Sebagai contoh produsen kendaraan bermotor mengembangkan inovasi kendaraan agar dapat digunakan untuk transportasi yang lebih baik dan lebih cepat.

Akan tetapi, masyarakat tidak dapat membayangkan jika hasil perubahan tersebut memiliki dampak bagi orang lain.

3. Berkelanjutan

Suatu perubahan sosial berlangsung secara berkelanjutan. Hal ini menjelaskan bahwa masyarakat akan berubah, baik cepat atau lambat. Dimana perubahan yang  terjadi sebagai hukuman dasar karena sifat manusia yang terlahir sebagai makhluk sosial.

4. Imitatif

Ciri lainnya adalah perubahan dalam masyarakat berlangsung dengan mengikuti masyarakat yang lain. Hal ini lantaran setiap kelompok dalam masyarakat saling memiliki pengaruh.

Sesama kelompok masyarakat pun tidak dapat memisahkan atau mengisolir diri. Misalnya saja perubahan dalam gaya berpakaian, potongan rambut, desain rumah, dan lainnya.

5. Hubungan Kausalitas

Perubahan sosial dapat terjadi karena faktor  material atau immaterial dengan hubungan timbal balik. Ada beberapa aspek yaitu:

  1. Disorganisasi Sementara
    Perubahan yang berlangsung cepat dapat menyebabkan kekacauan sementara.
  2. Menimbulkan Kontroversi
    Perubahan di masyarakat kerap memicu kontroversi.
  3. Penggolongan Watak
    Dilihat dari watak manusia, perubahan bisa dibedakan menjadi proses sosial, segmentasi, perubahan struktur, dan kelompok.

Baca juga : Metode Penelitian Sosial

3.  Teori Perubahan Sosial

Teori Perubahan Sosial

Perubahan sosial akan berlangsung terus menerus selama adanya interaksi dalam masyarakat. Dimana perubahan terjadi lantaran adanya perubahan di dalam unsur-unsur yang mempengaruhi keseimbangan masyarakat.

Diantaranya terdapat unsur ekonomi, kebudayaan, geografis, dan juga biologis. Perubahan diperlukan agar menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang semakin cepat.

Dalam hal ini diketahui ada beberapa teori mengenai perubahan sosial, sebagai berikut:

1. Teori Evolusi

Teori evolusi bergantung pada perubahan yang membutuhkan proses panjang. Beberapa tahapan pasti dilalui sampai tiba saatnya di titik perubahan yang diharapkan.

Nah, untuk teori evolusi ini dikelompokkan menjadi beberapa kategori seperti unilinear theories of evolution, universal theories of evolution, dan multilined theories of evolution.

2. Teori Konflik

Menurut teori konflik, pertentangan dalam masyarakat diawali dari adanya perselisihan kelas antara kelompok yang berkuasa atau pemerintah dengan kelompok yang tertindas. Dengan demikian menyebabkan adanya perubahan.

Teori ini menyatakan bahwa dalam perubahan dan konflik sosial selalu melekat pada aturan masyarakat. Bahkan dalam hal yang bersifat tetap atau konstan juga termasuk konflik sosial.

Adapun teori konflik memiliki beberapa poin pokok yang menjadi titik berat, diantaranya adalah:

  • Tiap masyarakat terus berubah.
  • Tiap komponen masyarakat umumnya menunjang terjadinya perubahan.
  • Tiap masyarakat umumnya berada pada masalah dan ketegangan.
  • Tekanan yang diberikan pada suatu golongan kepada golongan lain mempengaruhi kestabilan sosial.

3. Teori Fungsionalis

Menurut teori fungsionalis ada beberapa unsur kebudayaan yang dapat berubah secara cepat. Sedangkan unsur  lain tidak mampu mengikuti kecepatan perubahan yang terjadi.

Akibatnya yaitu terjadinya suatu ketertinggalan yang menyebabkan pertumbuhan yang lambat atau kesenjangan sosial di masyarakat.

Dilihat dari teori ini, perubahan dianggap sebagai hal yang dapat merusak keseimbangan masyarakat. Dimana terdapat proses pengacauan yang dapat berhenti setelah terdapat integrasi dalam budaya.

Jika perubahan ini bermanfaat, maka perubahan tersebut dikatakan fungsional dan pastinya bisa diterima masyarakat.

Sebaliknya, saat perubahan ternyata tidak bermanfaat atau disfungsional setidaknya akan ada penolakan. Secara pandangan teori fungsionalis dapat dituliskan dalam beberapa poin berikut:

  • Tiap masyarakat relatif stabil.
  • Setiap komponen masyarakat umumnya menunjang pada kestabilan dalam masyarakat.
  • Tiap masyarakat umumnya relatif terintegrasi.
  • Kesepakatan bersama dalam anggota masyarakat mempengaruhi kestabilan sosial.

4. Teori Siklis

Teori siklis menegaskan bahwa perubahan yang ada di masyarakat tidak bisa dikendalikan secara penuh oleh siapa pun.

Bahkan oleh seseorang yang berkuasa sekalipun. Pasalnya dalam masyarakat akan terjadinya perputaran ataupun siklus yang mesti diikuti.

Teori ini menjelaskan bahwa kemajuan atau kemunduran kehidupan sosial termasuk hal yang wajar, dan tidak bisa dihindari oleh semua orang.

4. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial

Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial

Ada beberapa bentuk perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Berikut beberapa diantaranya, yaitu:

a. Perubahan Kecil

Bentuk perubahan kecil ini terjadi pada struktur sosial yang tidak memberi pengaruh langsung. Seperti potongan rambut, cara berpakaian, bentuk rumah, atau lainnya. Sehingga pengaruhnya dianggap tidak begitu berarti.

b. Perubahan Besar

Bentuk perubahan besar ini dapat memberi pengaruh secara langsung dalam struktur masyarakat. Misalnya perubahan masyarakat yang sebelumnya menjadi petanian menjadi industrialisasi.

Perubahan dapat memberikan dampak yang cukup besar dalam mata pencarian dan kepadatan penduduk.

c. Perubahan Struktural

Bentuk perubahan struktural terjadi secara mendasar dengan akibat adanya reorganisasi sistem masyarakat. Seperti perubahan aturan pemerintah yang awalnya berbentuk kerajaan menjadi republik.

5. Contoh Perubahan Sosial

Contoh Perubahan Sosial

Banyak perubahan terjadi di masyarakat. Salah satu contoh nyatanya bisa diamati dari cara berkomunikasi. Sebelumnya masyarakat belum mengenal apa itu internet.

Akan tetapi, internet dapat mengubah cara berkomunikasi setiap orang.

Semakin dewasa, masyarakat dibuat bergantung pada penggunaan internet. Seperti saat berkomunikasi tertulis melalui aplikasi chatting.

Meskipun sudah diakui perubahan teknologi ini memberi kemudahan, dimana komunikasi semakin mudah, praktis, cepat, dan hemat.

Selain itu, masih banyak contoh-contoh perubahan yang lain. Seperti akulturasi, perkembangan zaman, revolusi industri, dan masih banyak lagi.

Perubahan dapat terjadi dalam banyak bentuk seperti nilai, sikap sosial, norma, sistem sosial, dan lainnya. Demikian ulasan mengenai pengertian dan penjabaran tentang perubahan sosial. Semoga bermanfaat dan juga menambah wawasan tentunya.