Tenis Meja

Tenis Meja: Pengertian, Peraturan, Teknik Beserta Penjelasannya Lengkap

Permainan Tenis Meja – Tenis meja adalah jenis olahraga yang sangat unik dan juga menarik untuk dipelajari atau dipraktekkan, dari berbagai kalangan masyarakat menyukai olahraga ini. Begitu pula dengan saya, walaupun hanya mengerti sedikit saja tentang permainan tenis meja ini, akan tetapi saya sangat amat tertarik untuk mempelajari tenis meja atau ping pong ini.

Ini disebabkan permainan Ping Pong adalah olahraga yang tidak terlalu menguras tenaga dan memberi efek kesenangan yang tinggi bagi saya. Saya sangat merekomendasikan bagi anda untuk mencoba bermain olahraga kecil ini, sebab jika anda mencobanya sekali pasti anda akan menyukai olahraga ini. Namun sebelum anda mencoba olahraga ini ada baiknya anda membaca artikel ini terlebih dahulu sampai tuntas untuk dapat menambah wawasan awal anda mengenai tenis meja.

Pengertian Tenis Meja

Tenis Meja
Tenis Meja

 

Tenis meja atau pingpong merupakan salah satu cabang olahraga yang dimainkan oleh dua pasang (ganda) atau dua orang (tunggal) yang berlawanan.

Alat yang digunakan dalam permainan ini ialah raket atau yang biasa disebut dengan bet, bola pingpong, dan juga lapangan permainan berbentuk meja. Raket dalam permainan tenis meja terbuat dari papan kayu yang dilapisi bahan karet.

Induk Internasional tenis meja dunia yaitu ITTF (International Table Tenis Federation), sedangkan induk organisasi tenis meja di Indonesia yaitu PTMSI (Persatuan Tenis meja di Indonesia)

Sejarah Permainan Tenis Meja Dunia

Tenis Meja
Tenis Meja

Asal usul olahraga tenis meja ini terdapat berbagai macam versi dari beberapa orang. Dari beberapa sumber mengatakan bahwa permainan olahraga ini telah ditemukan oleh kaum tentara Inggris yang ditugaskan ke India atau Afrika Selatan kemudian dibawa kembali ke negara asal mereka, ada juga yang mengatakan bahwa awal ditemukannya yaitu dari hobi dimana asal mulanya adalah dengan menggunakan meja makan dan bola gabus.

Bagaimanapun asal mula dari kelahiran olahraga tenis meja ini tidak mudah diterima oleh sebagian masyarakat sekitar, karena olahraga ini dinilai hanya sebagai permainan yang kurang menantang dan juga tidak seperti permainan tenis lapangan.

Akan tetapi seiring dengan perkembangan zaman muncul inovasi-inovasi tenis meja seperti yang telah dibuat oleh James W Gibb yang telah menemukan bola seluloid dan EC Goode yang menekan Bet atau raket pemukul yang dilapisi dengan karet, Penemuan mereka berdua masih digunakan hingga sampai sekarang.

Pada tahun 1921-1922 muncul sebuah yang mempunyai tujuan untuk menghidupkan pamor tenis meja di masyarakat. Kelompok ini diberi nama TTA atau Table Tennis Association di inggris, dan juga ITTF atau Internationale de Table Tennis Federation yang terdiri dari 140 negara. Dengan munculnya dua orang dari organisasi tingkat nasional dan dunia ini membuat pamor tenis meja semakin menanjak dan akhirnya pada tahun 1926 kejuaraan dunia tenis meja pertama diselenggarakan bertempat di London, Inggris.

Kemudian pada akhirnya olahraga ini telah menyebar hingga ke negara-negara asia, dan negara Jepang lah menjadi negara yang unggul pada tahun 1950-1960 an. Karena enggan tertinggal lebih jauh, negara Cina pun menyusul kesuksesan Jepang pada tahun 1970 an diajang kejuaraan. Hingga sampai saat ini Tenis Meja menjadi salah satu cabang olahraga di ajang Sea Games yang tidak tergantikan.

Tenis Meja sendiri mulai dikenal di Indonesia sejak tahun 1930 an pada saat zaman penjajahan oleh Negara Belanda. Pada saat awal kemunculannya permainan Tenis meja ini hanya dapat dimainkan oleh orang-orang belanda, namun seiring dengan perkembangan zaman tenis meja mulai dimainkan oleh orang-orang yang bekerja di pemerintahan.

Setelah kurang lebih 10 tahun barulah orang orang awam mulai mengenal olahraga tenis meja. Kemudian terbentuklah sebuah organisasi yang disebut dengan Persatuan Pingpong Seluruh Indonesia, namun pada tahun 1951 nama Pingpong diganti menjadi Tenis Meja dengan singkatan PTMSI dan menjadi anggota TTFA atau The Tennis Table Federation of Asia dan pada tahun 1961 menjadi anggota ITTF atau International Table Tennis Federation.

Sejarah Tenis Meja Indonesia

Tenis Meja
Tenis Meja

Olahraga tenis meja di Indonesia baru dikenal secara umum pada tahun 1930. Pada waktu itu, permainan tenis meja hanya dilakukan di balai-balai pertemuan orang Belanda sebagai suatu hiburan rekreasi. Pribumi yang boleh ikut permainan itu hanya golongan-golongan tertentu, seperti anggota keluarga pamong dari balai pertemuan tersebut.

Pada tahun 1939, sebelum pecah perang dunia ke-II, tokoh-tokoh tenis meja mendirikan Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia (PPPSI). Kemudian di kongresnya yang diadakan di Surakarta tahun 1958, PPPSI mengalami perubahan nama menjadi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI).

PTMSI pada tahun 1960 bergabung menjadi anggota federasi tenis meja Asia, TTFA (Table Tenis Federation of Asia). Setelah itu tenis meja Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat sejak berdirinya hingga sekarang. Hal itu dilihat dari munculnya perkumpulan-perkumpulan tenis meja, serta banyaknya pertandingan tenis meja yang diperlombakan di arena olahraga tingkat nasional seperti PON, POMDA, dan Porda.

Setelah terdaftar sebagai anggota ITTF pada tahun 1961, Indonesia selalu diundang pada kejuaraan-kejuaraan resmi tingkat dunia. Selain itu, yang perlu diketahui dalam perkembangan permainan tenis meja nasional adalah berdirinya Silatama (Sirkuit Laga Tenis Meja Utama) yang pertama kali digelar pada awal tahun 1983, hal ini kemudian digelar setiap tiga bulan sekali, serta Silataruna setiap 6 bulan sekali sejak 1986.

Perlengkapan Tenis Meja

Tenis Meja
Tenis Meja

Sebelum beralih ke pembahasan teknik permainan tenis meja, ada baiknya anda menyiapkan alat yang harus digunakan dalam permainan tenis meja, dan tentunya juga anda harus mengetahui berapa ukuran lapangan atau meja yang akan digunakan untuk olahraga ini. Berikut ini adalah penjelasan lebih rinci tentang perlengkapan tenid meja:

Perlengkapan atau alat yang digunakan dalam permainan tenis meja adalah, antara lain berikut ini:

1. Raket / Bet Tenis Meja

Raket atau Bet adalah alat untuk memukul bola  yang digunakan dalam permainan tenis meja ini. Ketepatan memilih raket yaitu hal yang paling penting bagi pemula, Sebab dalam pemilihan raket yang tepat akan menunjang permainan bagi si pemain.

Meskipun tidak ada peraturan yang standar dalam pemilihan bentuk dan juga ukuran raket, namun carilah raket yang betul-betul datar pada permukaan pemukulnya, dan permukaan ini harus ditutupi dengan cara permukaan berbintik keluar atau ke dalam. Hal ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan pemain dalam memukul bola pada tenis meja tersebut.

2. Bola Tenis Meja

Sebelum memulai permainan tenis meja, sebaiknya anda untuk menyiapkan bola yang bagus untuk bermain. Sebab jika anda salah pilih bola, maka permainan dapat saja terganggu karena bola yang terbelah akibat pukulan yang terlalu keras.

Bila anda ingin membeli bola carilah bola yang mempunyai bintang 2 atau 3, Bintang ini pada umumnya terdapat pada setiap bola yang menunjukan kualitasnya. Bola yang berkualitas bintang 3 ialah standar untuk turnamen-turnamen resmi. Bola yang baik tentunya akan dapat menghasilkan pantulan yang baik pula.

3. Lapangan Tenis Meja

Ukuran lapangan tenis meja internasional yaitu lebar 152 cm x Panjang 274 cm dengan ketinggian 76 cm dari permukaan tanah. Dan untuk ukuran Netnya sendiri yaitu Panjang sekitar 183 dan tinggi 15 cm. Pada umumnya lapangan atau meja tenis ini berbahan dasar dari kayu dan pada bagian kakinya diberi roda agar mudah untuk dipindahkan ke tempat lain. Akan tetapi pada meja turnamen biasanya tidak diberi roda karena dikhawatirkan dapat berpindah tempat pada saat pertandingan sedang berlangsung.

Teknik Permainan Tenis Meja

Tenis Meja
Tenis Meja

Dalam permainan Tenis meja mempunyai  4 teknik dasar yang perlu dikuasai oleh setiap pemainnya. Penguasaan teknik ini sangat penting bagi pemain, karena semakin kita menguasai 4 teknik dasar ini semakin kita dapat untuk menguasai permainan. Berikut ini merupakan ke empat teknik dasar tersebut.

1. Teknik Grip atau Cara Memegang Bet

Grip adalah teknik memegang Bet dengan genggaman yang anda gunakan haruslah nyaman. Jika tidak, anda bisa saja kehilangan kontrol pada saat memukul bahkan Bet bisa terlepas dari tangan anda. Ada 3 Teknik Grip atau memegang bet yang bisa anda gunakan.

a. Teknik Shakehand Grip atau berjabat tangan

Teknik ini adalah teknik yang sering digunakan di benua Eropa dan juga benua Amerika. Dengan menggunakan teknik Shakehand ini pemain dapat menggunakan 2 sisi pemukul. Teknik ini adalah teknik yang tepat apabila cara bermain anda yaitu permainan jarak jauh. Cara melakukan teknik shakehand ini cukup mudah, adalah berikut ini :

1. Pegangan Bet berada diantara Ibu jari dan telunjuk.

2. Jari telunjuk berada di permukaan bagian bawah Bet.

3. Ketiga jari menggenggam erat pemukul.

b. Teknik Penhold Grip

Teknik Penhold Grip adalah teknik dimana posisi tangan seperti sedang memegang sebuah pena. Keuntungan dalam  penggunaan teknik ini yaitu pada teknik Forehand dan pukulan Backhand yang cepat, teknik ini hanya bisa menggunakan satu sisi dari bet.

Teknik ini sering juga disebut Asia Grip, akan tetapi jarang digunakan karena pemain profesional biasanya pemakai Shakehand Grip. Cara memegang bet pada teknik penhold grip yaitu dengan cara bet diarahkan ke bawah dengan pegangan hanya diapit oleh ibu jari dan juga telunjuk yang tepat berada diatas bidang pukulan Bet. Cara ini seperti pada saat kita memegang pena ketika akan menulis.

c. Teknik Seemiller Grip

Teknik ini juga disebut dengan American Grip teknik ini hampir mirip dengan Shakehand Grip akan tetapi yang membedakannya yaitu jari telunjuk berada tepat di sisi Bet sehingga Bet berada pada sudut 90 derajat dari posisi tubuh.

Dibanding Shakehand, teknik ini mempunyai banyak kekurangan seperti sulit untuk melakukan serangan ke sudut, kurang ampuh saat bertahan, dan sulit saat akan melakukan pukulan backhand.

Namun bukan berarti pengguna teknik ini tidak mempunyai keuntungan. Keuntungan dalam penggunaan teknik ini yaitu mudah merubah bidang pemukul bola ketika permainan berjalan, lebih mudah untuk menggerakan pergelangan tangan untuk melakukan forehand dan mudah menghadang serangan dari lawan.

Teknik Seemiller grip adalah sebuah teknik yang harus disesuaikan dengan tipe permainan kita dan juga kenyamanan genggaman tangan saat bertanding. Dengan menguasai beberapa teknik grip anda dapat juga mengerti kondisi dan posisi kelemahan dari lawan anda seperti menggunakan teknik Seemiller Grip yang lemah saat melakukan serangan sudut, jadi anda hanya harus menyesuaikan kondisi Grip yang tepat untuk digunakan.

2. Teknik Stance

Teknik stance atau teknik bersiap siaga adalah teknik anggota tubuh pada saat melakukan serangan dan pertahanan ada 3 teknik stance yang dapat anda gunakan pada saat bertanding. yakni Square Stance, Side Stance dan Open Stance. Berikut ini ialah penjelasan dari masing-masing teknik stance.

A. Square Stance adalah posisi tubuh menghadap tepat ke arah meja, teknik ini sangat efektif untuk menerima servis dan juga siap kembali selepas menerima serangan dari lawan. Posisi anggota badan saat melakukan teknik Square Stance yakni berat badan ditumpukan pada kedua kaki, lutut agak sedikit ditekuk, kedua lengan bawah pada posisi horizontal dan juga bagian atas vertikal, badan dicondongkan ke arah depan.

Dengan posisi ini pemain dapat depan cepat menuju ke segala arah, dapat lebih berfokus pada arah datangnya bola dan juga dapat mengembalikannya dengan baik.

C. Side Stance adalah posisi badan menyamping dari meja. Dalam teknik ini pemain diharapkan dapat melakukan pengembalian bola dan juga menahan pukulan dari lawan dengan cepat.

D. Teknik Open Stance adalah teknik hasil dari modifikasi antara Side Stance dan hanya digunakan untuk backhand block, posisi badan dengan kaki kiri agak terbuka dan juga sedikit ke depan. Begitu pula sebaliknya untuk para pemain kidal.

Akan tetapi secara keseluruhan teknik Stance yang baik yaitu kaki kanan berada sedikit ke belakang, kemudian badan menghadap ke arah meja maupun arah bola datang, kaki sedikit berjinjit, dan lutut sedikit ditekuk (tekukan lutut menyesuaikan dengan tinggi pemain, semakin tinggi pemain maka semakin bengkok tekukan lututnya).

3. Teknik Footwork atau Gerak Kaki

Teknik Footwork adalah teknik yang mengatur gerakan kaki pemain. Pada umumnya teknik ini dibedakan menjadi tunggal dan ganda. Footwork yang digunakan dalam permainan tunggal juga digunakan oleh para permainan ganda.

Apabila dilihat dari banyak langkah footwork untuk permainan tunggal dibedakan menjadi satu langkah, dua langkah dan juga tiga langkah atau bahkan lebih. Jika dilihat dari arah gerakan dibedakan menjadi depan,belakang,kiri,kanan dan juga diagonal. Footwork yang sering digunakan yaitu footwork 2 langkah atau Two Step Footwork

Pemilihan Footwork harus dilihat dari jarak antara bola dengan pemain tenis meja tersebut. Bila jarak terlalu pemain dapat melakukan footwork dengan 1 langkah. Saat melakukan ini kita harus memperhatikan jarak bola pada pemain tersebut.

Ada beberapa tips agar teknik ini dapat dilakukan dengan efektif dan bagus. Tekuk lutut sedikit, Titik berat badan bertumpu pada kedua kaki dengan seimbang, kaki agak dijinjit sedikit agar berat badan agar berat badan lebih bertumpu pada ujung kaki.

4. Teknik Pukulan atau Stroke

Teknik pukulan merupakan teknik terpenting dalam Olahraga tenis meja. Karena bila kita dapat mengatur pukulan sesuai keinginan kita dapat dengan mudah mengincar titik lemah dari lawan dan juga menambah skor.

Teknik Pukulan dibagi kedalam 2 macam yakni teknik pukulan Forehand dan teknik pukulan Backhand berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing.

a. Pukulan Forehand adalah teknik yang mengutamakan kecepatan dalam memukul bola teknik ini cukup ampuh untuk menyerang lawan. Cara menggunakan teknik ini yaitu bola harus berada dalam posisi pada sisi tangan yang memegang bet. Pukul bola dengan tangan mengarah ke arah sisi yang lainnya (jika yang memegang tangan kanan maka arah tangan dari kanan ke kiri, begitu juga sebaliknya).

b. Pukulan Backhand merupakan pukulan yang kurang cocok untuk melakukan pukulan keras, karena posisi tangan yang kurang pas untuk mendapat power maksimal dari ayunan tangan. Cara menggunakan teknik ini hampir sama dengan pukulan Forehand hanya saja berbeda pada posisi bola, posisi Bola harus berada di sisi tangan yang tak memegang Bet.

Ada 5 jenis pukulan dari tenis meja yang perlu juga anda pelajari yakni Drive, Push, Service, Chop dan juga Block.

a. Drive adalah pukulan dengan ayunan terpanjang dari tangan anda. Pukulan ini dapat menghasilkan bola yang cepat, keras dan juga mendatar.

b. Push adalah pukulan backspin yang pasif, digunakan untuk membalas pukulan backspin lawan. Pukulan ini bertujuan agar bola yang melambung tidak terlalu tinggi.

c. Chop merupakan pukulan backspin yang biasa digunakan untuk bertahan.

d. Block merupakan pukulan yang dilakukan saat menahan serangan dari lawan. Pukulan ini dapat dilakukan pada saat bola telah memantul dari meja. Ini bertujuan agar lawan tidak dapat melancarkan serangan dengan cepat.

e. Service ialah pukulan yang dilakukan saat pertandingan akan dimulai.

Semua jenis pukulan yang telah saya jelaskan diatas dapat dilakukan dengan cara Forehand ataupun Backhand. Dan sebagai ilmu tambahan Topspin merupakan putaran bola yang searah jarum jam dan Backspin adalah sebaliknya.

Peraturan Pertandingan Tenis Meja

Tenis Meja
Tenis Meja

Dibawah ini adalah beberapa jenis peraturan dalam tenis meja yang harus diterapkan ketika hendak bermain tenis meja:

1. Lapangan Tenis Meja

Lapangan atau Meja dalam tenis meja memiliki panjang 2,74 m, dan lebar 1,525 m dan juga tinggi 76 cm.

2. Net

Net pada permainan tenis meja memiliki panjang 304,5 cm dan lebar 15,25 cm.

3. Bola

Bola dalam tenis meja harus terbuat dari bahan celluloid yang diameternya 40 mm dan memiliki berat 2,7 g.

4. Bet

Dalam permainan tenis meja, daun bet harus datar serta kaku. Daun bet paling tidak terbuat dari bahan kayu 85%, sisi daun bet yang digunakan untuk memukul bola harus dilapisi dengan karet licin atau bintik, dan juga karet penutup bet dibuat tanpa melalui proses kimia tersebut.

5. Aturan Melakukan Servis

Servis sendiri dilakukan dengan aturan bahwa posisi bola harus ditengah telapak tangan dalam kondisi diam yang selanjutnya dilambungkan secara vertikal.

Tidak diperbolehkan membuat bola berputar ketika dilambungkan.

-Servis dilakukan apabila bola dilihat oleh lawan.

6. Jumlah Poin

Satu set dalam pertandingan akan selesai jika salah satu pemain sudah mencapai 11 poin, baik secara pemain tunggal maupun pemain ganda.

Ukuran Permainan Tenis Meja

Tenis Meja
Tenis Meja

Dibawah ini merupakan gambar lapangan tenis meja.

Ukuran lapangan tenis meja adalah sebagai berikut ini:

1. Panjang dan lebar meja yaitu 274 cm dan 152,5 cm.

2. Tinggi meja dari lantai lapangan yaitu 76 cm.

3. Tebal garis sisi yaitu 2 cm.

4. Luas yaitu 4,1785 meter persegi.

Sedangkan untuk ukuran tiang net dan jaring net tenis meja adalah berikut ini :

1. Panjang net ialah 183 cm.

2. Lebar atau tinggi net ialah 15,25 cm.

3. Jarak meja ke tiang ialah 15,25 cm.

4. Luas net ialah 0,279075 meter persegi.

Tata Cara Servis dan Pengembalian Bola

Tenis Meja
Tenis Meja

Berikut ini adalah tata cara servis dan juga pengembalian bola dengan baik dan benar:

1. Servis dimulai dengan bola berada pada tangan yang tidak memegang Bet.

2. Bola harus dilambungkan ke atas dan juga tidak berputar setinggi kurang lebih 16 cm.

3. Saat memukul bola harus menyentuh area sendiri baru melewati net dan menyentuh meja lawan.

4. Servis harus dilakukan dari belakang batas akhir meja. Dan bola tidak boleh dihalangi oleh apapun dari pandangan pemain penerima.

5. Setelah bola dilambungkan ke atas tangan pemain yang tidak memegang bet harus disingkirkan dari antara bola dan net.

6. Meyakinkan Wasit dan Wasit pembantu adalah tanggung jawab pemain agar servis dianggap benar atau salah.

7. Jika Wasit atau wasit pembantu merasa ragu sah tidaknya atas servis yang dilakukan maka wasit dapat menghentikan pertandingan dan memberi peringatan pada pemain yang melakukan servis, namun jika terjadi keraguan untuk kedua kalinya servis dianggap tidak sah.

8. Wasit dapat melonggarkan aturan Servis bila pemain mengalami cacat.

9. Pengembalian bola dilakukan dengan cara bola dipukul sehingga melewati net bagian atas dan menyentuh meja lawan ( bola boleh menyentuh net asalkan mendarat di area lawan)

Tata Cara Permainan Tenis Meja

Tenis Meja
Tenis Meja

A. Permainan Tunggal : Pemain 1 dan 2 merupakan lawan tanding, pemain 1 melakukan servis, kemudian pemain 2 melakukan pengembalian kemudian pemain 1 dan 2 melakukan pengembalian bola secara bergantian.

B. Permainan Ganda : Pemain 1 dan 2 ialah team dan pemain 3 dan 4 ialah team yang lain, Pemain 1 melakukan servis, kemudian pemain 3 atau 4 melakukan pengembalian, Pemain 2 melakukan pengembalian lagi dan pemain 3 atau 4 menyesuaikan siapa yang telah melakukan pengembalian kedua, jika yang pertama melakukan pengembalian ialah pemain 3 maka yang melakukan kedua ialah pemain ke 4 dan begitu seterusnya sampai rally berakhir.

Aturan lainnya Permainan Ganda, Jika pemain merupakan penyandang cacat dan harus duduk di kursi roda, maka tidak ada aturan pengembalian bola, namun jika salah satu dari bagian kursi roda melewati batas maka dianggap poin bagi lawan.

Pertandingan Dinyatakan Satu Let dalam Pertandingan Tenis Meja

Tenis Meja
Tenis Meja

Hal ini dapat terjadi apabila:

1. Servis yang tidak sempurna atau menyentuh Net dan juga dikembalikan oleh pemain lawan.

2. Servis dilakukan pada saat pemain lawan tidak siap atau pemain lawan tidak berusaha memukul bola

3. Gagal melakukan servis atau pengembalian yang sesuai peraturan bahwa hal itu diluar kontrol pemain.

4. Saat permainan dihentikan oleh wasit atau pembantu wasit lainnya.

5. Jika pemain menggunakan kursi roda dan servisnya benar atau tidak.

6. Setelah memantul dari meja penerima arah pantulan menuju net.

7. Bola berhenti di meja penerima.

8. Bola keluar setelah mengenai bagian samping meja penerima.

9. Untuk memulai percepatan waktu.

10. Mengkoreksi servis, pengembalian dan tempat.

11. Menghukum dan juga memperingatkan pemain atau penasehat.

12. Kondisi pemain tidak memungkinkan dan mempengaruhi hasil reli.

Pertandingan Dinyatakan Point dalam Pertandingan Tenis Meja

Tenis Meja
Tenis Meja

Hal ini dapat terjadi apabila:

1. Pemain mendapat poin bilamana reli tidak dinyatakan set a limit.

2. Lawan gagal melakukan servis maupun pengembalian yang benar.

3. Saat Servis bola menyentuh apa saja selain net dan daerah meja lawan sebelum dipukul oleh salah satu pemain.

4. Jika Bola keluar tanpa menyentuh meja terlebih dahulu.

5. Salah satu pemain menyentuh meja.

6. Pemain sengaja memukul bola 2 kali secara beruntun.

7. Bola dipukul tidak menggunakan bagian Daun Bet.

8. Pemain menggerakkan meja.

9. Tangan pemain yang tidak memegang bet menyentuh meja.

10. Untuk permainan ganda pemain melakukan pengembalian tidak sesuai urutan.

11. Pemain mendapat poin jika expedite diberlakukan dan Pemain dapat mengembalikan bola sebanyak 13 kali setelah servis.

Sedangkan untuk para pemain penyandang cacat, pemain akan mendapat poin jika menggunakan kursi roda apabila :

1. Lawan tidak pada posisi duduk yang telah ditentukan yakni belakang paha tidak menyentuh saat memukul bola.

2. Tangan lawan menyentuh bola sebelum memukul bola.

3. Kaki lawan menyentuh lantai ketika pertandingan berjalan.

4. Ketika kursi roda lawan melewati garis tengah meja.

Satu Game atau Set dalam Pertandingan Tenis Meja

Tenis Meja
Tenis Meja

Pertandingan dinyatakan dimenangkan oleh pemain atau tim bilamana telah mendapat poin sebanyak 21 poin, kecuali terjadi juice yakni poin pemain atau tim yang bertanding seimbang sebanyak 20 poin, maka pemain atau tim harus menjadikan selisih skor sebanyak 2 poin.

Satu Pertandingan dalam Permainan Tenis Meja

Sebuah pertandingan terdiri atas hasil terbaik dari keseluruhan set yang berjumlah ganjil seperti best of 3, best of 5, best of 7.

Pemilihan Servis Penerima dan Tempat dalam Permainan Tenis Meja

Urutan servis, penerima bola maupun tempat harus diputuskan oleh undian dan juga pemenangnya dapat memilih servis atau menerima bola atau memilih tempat.

Jika pemenang undian telah menentukan memilih servis atau menerima bola atau tempat maka lawan dapat memilih yang tidak dipilih.

Jika poin telah mencapai 2 poin, servis harus dilakukan oleh tim lawan dan juga begitu seterusnya hingga game selesai. Kecuali poin pemain menjadi seimbang sebanyak 10 poin atau expedite diberlakukan maka pemain hanya melakukan servis sebanyak 1 kali secara bergantian.

Pada pertandingan ganda, pemain yang dapat melakukan servis pertama harus menentukan siapa yang akan melakukan servis terlebih dahulu dan penerima bola harus menentukan siapa yang menerima terlebih dahulu. Pada set selanjutnya Tim yang telah melakukan servis pertama harus menentukan siapa yang akan melakukan servis dan yang menerima yaitu orang yang melakukan servis kepadanya saat set sebelumnya.

Pertandingan ganda, saat pindah servis penerima sebelumnya menjadi pelaku servis dan juga orang yang menjadi pelaku servis sebelumnya menjadi penerima.

Pemain yang telah melakukan servis pertama menjadi penerima pada saat set berikutnya. Namun pada set terakhir pertandingan ganda pasangan yang menerima bola harus merubah urutan apabila telah mencapai 5 poin.

Pemain harus bertukar tempat saat set berikutnya telah dimulai dan juga pada set penentuan apabila poin telah mencapai 5 poin.

Expedite Sistem atau Percepatan waktu dalam Tensi Meja

Tenis Meja
Tenis Meja

Sistem percepatan waktu terjadi setelah 10 menit dalam satu game, atau kapan saja jika diminta oleh kedua pemain atau tim.

Sistem percepatan waktu diberhentikan dalam satu game jika skor telah mencapai 18 poin.

Jika set masih berjalan maka harus dihentikan oleh wasit dan kemudian dilanjutkan dengan mengulang servis oleh pelaku servis saat set berawal, jika bola keluar atau mati maka permainan dilanjutkan dengan pelaku servis ialah penerima pada set sebelumnya.

Saat Expedite diberlakukan pemain hanya dapat melakukan satu kali servis secara bergiliran, namun jika pemain penerima dapat melakukan 13 kali pengembalian maka pemain penerima mendapat poin

Expedite tidak dapat merubah urutan servis dan juga penerima.

Expedite harus terus berjalan hingga pertandingan selesai setelah diberlakukan.

Kunci Keberhasilan Mendapat Juara pada Permaianan Tenis Meja

Tenis Meja
Tenis Meja

Kunci untuk mendapatkan juara dalam permainan atau pertandingan tenis meja ialah reaksi yang cepat, dan pengendalian gerakan kaki (footwork), serta tubuh yang baik. Semua itu dapat diperoleh dengan hasil latihan yang rutin dan juga sungguh-sungguh.

Nah jika anda sudah memahami dan juga mempelajari setiap unsur-unsur dari permainan tenis meja, maka yang anda perlukan hanyalah penerapannya saja. Terima kasih dan semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi banyak orang.

 

Leave a Comment