15+ Peraturan Tenis Meja Terbaru, Singkat, dan Terlengkap

15+ Peraturan Tenis Meja Terbaru, Singkat, dan Terlengkap

Peraturan Tenis Meja – Dalam setiap olahraga, tentu saja ada sebuah peraturan permainan yang harus diketahui dan juga dipahami oleh setiap pemain, tak terkecuali dalam olahraga tenis meja ini. Sama halnya dengan peraturan permainan sepak bola, peraturan tenis meja pun meliputi hal-hal dasar yang berkaitan dengan peralatan serta perlengkapan wajib dalam mendukung permainan tersebut.

Maka berikut ini adalah ulasan tentang peraturan yang harus kita tahu. Tapi alangkah baiknya kita mengerti tentang pengertian tenis meja tersebut.

Pengertian Tenis Meja

Peraturan Tenis Meja
Peraturan Tenis Meja

Tenis meja adalah salah satu olahraga populer di Indonesia selain sepak bola dan juga bulu tangkis. Salah satu teknik tenis meja yang hampir sama dengan bulu tangkis yakni cara menggunakan raket atau bet. Tenis meja atau yang pada umumnya juga disebut permainan bola pingpong, dapat pula dimainkan secara tunggal maupun berpasangan.

Di Negara Indonesia, tenis meja berada di bawah naungan PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia). Sedangkan untuk tingkat dunia itu sendiri, tenis meja dibawahi oleh ITTF (International Table Tennis Federation).

Peraturan Tenis Meja

Peraturan Tenis Meja
Peraturan Tenis Meja

Pada praktiknya, terdapat peraturan tenis meja tertentu yang sudah ditetapkan sesuai dengan standardnya, mulai dari aturan mengenai bet hingga aturan pada saat pertandingan. Berikut ini ialah peraturan tenis meja lengkap dan terbaru yang diurutkan dari perlengkapan permainan sampai dengan pelanggaran-pelanggarannya.

1. Bet

Aturan yang pertama adalah mengenai bet atau raket. Bet dalam olahraga tenis meja merupakan alat pemukul atau raket terbuat dari campuran kayu dan serat karbon yang digunakan untuk memukul bola tersebut.

Dalam aturan permainan tenis meja sendiri, raket tenis meja atau juga yang kita sebut dengan bet tenis meja juga mempunyai peraturan sendiri. Memang tidaklah ditentukan akan ukuran, berat maupun bentuknya, hanya saja daun raket perlu kaku serta datar.

Minimal daun raket harus terbuat dari kayu 85 persennya dan diukur dari ketebalan bet tersebut. Bahan berserat seperti serat karbon akan memperkuat lapisan perekat di dalam kayu beserta juga serat kaca atau bahan kertas padat (tapi tentunya tidak boleh sampai 7,5 persen lebih dari total ketebalan maupun dengan ukuran 0,35 mm.

Karet licin juga seharusnya menjadi penutup sisi daun raket yang dipakai sebagai pemukul bola. Untuk ketebalan karet yang bintik dan menonjol keluar tanpa spons sudah termasuk lapisan lem perekat yang seharusnya kurang dari 2,0 mm. Ketika memakai karet lapis atau karet plus spons dengan bintik menghadap ke luar/dalam ketebalannya perlu kurang dari 4,0 mm dan sudah termasuk lem perekat.

Karet lapis atau sandwich rubber merupakan lapisan tunggal karet biasa atau seluler yang kita kenal sebagai spons dan biasanya ditumpuk dengan lapisan luar karet bintik biasa atau topsheet. Tebal dari karet bintik aturanya hanya boleh sampai 2 mm saja.

Karet bintik lebih dikenal juga dengan lapisan tunggal karet yang bukan seluler, alami atau sintetis di mana bintiknya menyebar pada bagian permukaan. Kepadatan pun tak lebih dari 30 per-cm2 serta tak lebih dari 30 per-cm2.

Untuk karet penutup daun raket biasanya tak boleh melebihi daun raket kecuali di bagian paling dekat pegangan raket yang jari-jari tutupi bisa ditutup dengan bahan lain. Harus tidak ada sambungan pada lapisan dalam maupun lapisan penutup daun raket dan tebalnya juga harus merata. Bahkan karet penutup raket pun tidak boleh ada perlakuan bahan kimia maupun adanya pengubahan karakteristik kaert.

Pada permukaan karet yang menjadi penutup daun raket di satu sisi warnanya harus merah dan di sisi lainnya berwarna hitam. Ketika ditemukan sedikit kekurangan di bagian warna tanpa kesengajaan akan tetap diizinkan selama tak ada perubahan yang terjadi pada karakteristik permukaan karet.

Di permulaan permainan maupun kapapun pemain tenis meja melakukan penukaran raket selama berlangsungnya permainan, raketnya harus ditunjukkan lebih dulu juga kepada lawannya serta juga kepada wasit. Bahkan pemain tersebut wajib mengizinkan lawan serta wasit untuk melakukan pemeriksaan walau dengan mencoba raket. Itulah mengapa penting untuk mencari tahu cara memilih bet tenis meja yang tepat sebelum bermain.

2. Bola

Pada peraturan yang ada pada tenis meja atau olahraga ping pong, bola yang dipakai tidak boleh sembarangan dan ada ukuran tertentu yang sudah ditentukan untuk digunakan pemainnya. Bola yang digunakan pada permainan tenis meja wajib berbentuk bulat di mana diameternya adalah 40 mm.

Peraturan yang kedua yaitu mengenai bola. Bola adalah salah satu perlengkapan tenis meja paling dasar selain bet. Sesuai dengan standard, bola yang digunakan dalam permainan tenis meja yaitu berbentuk bulat dengan diameter 40mm dan berat 2,7gr. Bahan dasar yang digunakan adalah plastik atau selulosa yang tidak mengilap. Sementara itu, warna yang dibolehkan adalah putih atau oranye, tidak warna lainnya.

3. Meja

Meja yang digunakan untuk bermain tenis meja tentunya harus yang bentuknya segi empat di mana panjangnya adalah 2,74 meter dengan lebar 1,525 meter. Bentuk pun harus datar di mana ketinggiannya 76 cm dari atas permukaan lantai. Sedangkan untuk permukaan meja, perlu diingat bahwa ini tak termasuk sisi permukaan.

Bahan apapun tidaklah masalah untuk permukaan meja, tapi perlu mampu menghasilkan pantualn 23 cm dari bola yang pemain jatuhkan dari 30 cm ketinggian. Permukaan meja juga seluruhnya bisa berwarna gelap serta pudar yang bergaris putih dengan 2 cm lebarnya di setiap sisi panjang meja 2,7 cm serta lebar meja 1,525 cm.

Tak hanya itu, perlu juga diketahui bahwa permukaan meja terbagi 2 bagian di mana keduanya sama secara vertikal oleh net paralel beserta garis akhir lalu juga harus sampai melalui lebar permukaan masing-masing bagian meja. Dalam permainan ganda, harus ada 2 bagian pada setiap bagian meja yang sama dan ada garis tengah warna putih 3 mm di mana anggapannya menjadi 2 bagian kanan dan kiri.

4. Net

Dalam salah satu peraturan tenis meja, ukuran panjang standard net yaitu 15,25cm yang diukur dari tiang penjaga net dan penjepit net. Tidak diperbolehkan untuk melebihi tinggi standard yang sudah ditetapkan. Net tenis harus dipasang dengan rapat dan menyentuh dasar meja tanpa ada celah sedikitpun.

5. Poin

Peraturan tenis meja yang kelima yaitu mengenai perhitungan poin. Pemain akan mendapatkan nilai atau poin jika kondisinya seperti berikut ini:

1. Bola melayang melewati meja tanpa memantul terlebih dahulu

2. Lawan sudah lebih dulu menyentuh bola tanpa bisa mengembalikannya

3. Lawan tidak dapat mengembalikan bola dengan tepat atau benar

4. Lawan memukul bola dengan sisi daun raket yang tanpa pelapis karet

5. Servis yang dilakukan oleh lawan tidak sempurna sehingga menyebabkan bola tidak melewati net atau melewati net namun tidak memantul di meja.

6. Lawan memukul bola melebihi sekali sebelum bola melewati net.

7. Lawan membuat gerakan menyentuh net.

8. Lawan menyentuh meja dengan tangan yang tidak memegang bet

9. Lawan membuat gerakan yang mengakibatkan permukaan meja bergerak.

10. Lawan memukul bola tidak secara berurutan (pada nomor ganda).

6. Servis dan Pengembalian Bola

Aturan selanjutnya yaitu mengenai servis dan pengembalian bola. Berikut ini ialah aturan-aturan standard yang ditetapkan:

Pada teknik dasar tenis meja, tentu ada teknik servis sekaligus pengembalian bola, namun kali ini perlu juga mengenali setiap aturannya. Ada beberapa poin penting dalam hal servis serta pengembalian bola untuk diperhatikan, yakni:

Servis selalu dilakukan dengan bola diam dan tengah di atas permukaan telapak tangan yang dalam keadaan terbuka dan siap dilambungkan. Pelambungan bola dalam servis harus dilakukan secara vertikal ke atas.

Pelambungan bola dilakukan tanpa putaran dan bola perlu naik hingga 16 cm dari permukaan telapak tangan yang bebas, pukul setelah turun tanpa menyentuh apapun.

Pemain yang melakukan servis perlu memukul saat bola turun sehingga menyentuh meja lebih dulu dan sesudah melalui net dan lalu menyentuh meja si pemain penerima. Ketika bermain di permainan ganda, bola harus menyentuh bagian kanan dari setiap meja pemain servis dan penerima bola secara berurutan.

Bola harus ada di atas perpanjangan bagian permukaan meja pelaku servis dari mulai servis sampai pemukulan bola. Bola juga tak diperkenankan dihalangi oleh si pelaku servis atau pasangan gandanya dari pandangan penerima.

Sesudah bola dilambungkan, tangan serta lengan harus ditarik dari antara net dan bola.

Servis merupakan tanggung jawab pemain supaya wasit maupun pembantu wasit bisa diyakinkan juga bahwa servis dilakukan sudah sesuai aturan atau belum.

Jika suatu servis diragukan keabsahannya oleh wasit atau pembantu wasit, permainan bisa saja dihentikan dan pelaku servis akan mendapat peringatan di kesempatan pertama pertandingan. Namun untuk servis berikutnya jika meragukan akan langsung dinyatakan tak sah.

Persyaratan servis akan lebih longgar apabila memang wasit meyakini bahwa kemampuan fisik yang tak normal-lah yang menjadi penyebab rintangan servis.

Dalam hal pengembalian bola, sesudah servis dan dikembalikan, bola perlu dipukul sehingga mengelilingi net serta menyentuh meja bagian lawan baik langsung atau sesudah mengenai perangkat net.

7. Pertandingan

Aturan mengenai jalannya pertandingan dalam permainan tenis meja adalah sebagai berikut:

1. Wasit utama memimpin jalannya pertandingan, sedangkan wasit pembantu dibantu oleh pencatat poin/skor disediakan oleh panitia acara untuk menjaga netralitas.

2. Keputusan wasit adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

3. Para pemain atau peserta diwajibkan mengenakan pakaian olahraga

4. Para peserta harus dalam keadaan atau kondisi fisik dan metal yang sehat

5. Diberlakukan toleransi maksimal keterlambatan, yaitu 10 menit.

6. Peserta akan dipanggil maksimal 3 kali. Lebih dari itu akan dinyatakan diskualifikasi.

7. Para pemain diwajibkan mengenakan sepatu ketika bertanding

8. Tidak diwajibkan bagi peserta untuk membawa perlengkapan sendiri karena sudah disediakan oleh panitia.

9. Sistem Pertandingan

Jika sebelumnya adalah aturan mengenai pertandingan, maka berikutnya adalah aturan mengenai sistem pertandingan. Berikut adalah aturan standard sistem pertandingan yang ditetapkan:

1. Pertandingan ditetapkan dengan sistem gugur

2. Sistem penghitungan yang digunakan yaitu best of three best of three di mana angka kemenangan 11 rally point saat babak penyisihan.

3. Pada babak final, sistem penghitungan yang digunakan yaitu best of five dengan angka kemenangan 11 rally point.

4. Jika terdapat poin seri (10-10), maka akan ditambah pertandingan 2 poin lagi

5. Pemain yang lebih dulu mendapatkan poin selisih 2 akan dianggap sebagai pemenangnya.

6. Jika masing saja seri setelah selisih tambahan 2 poin, maka akan dilakukan centrian koin hingga didapatkan pemenangnya.

9. Urutan Permainan

Untuk permainan ganda, servis harus dilakukan lebih dulu oleh pelaku servis di mana selanjutnya penerimalah yang akan mengembalikan bola. Lalu, dilanjutkan oleh pasangan pelaku servislah yang mengembalikan dan pasangan penerima juga melakukan hal yang sama. Pada akhirnya, pengembalian bola dilakukan sesuai giliran.

Untuk permainan tunggal, servis harus dilakukan lebih dulu barulah penerima wajib mengembalikan bola. Setelah itu, tentunya pelaku servis serta penerima perlu melakukan pengembalian bola secara bergantian.

Untuk permainan ganda yang dilakukan oleh seseorang dengan kekurangan cacat fisik dan berada di kursi roda, servis dilakukan oleh pelaku servis dan penerima mengembalikannya. Namun setelahnya, siapapun boleh melakukan pengembalian. Hanya saja ketika kursi roda melewati garis tengah meja, poin akan dinyatakan wasit untuk lawannya.

10. Satu Let

Dalam tenis meja ada reli atau sebuah periode selama bola ada dalam pertandingan atau permainan. Dan kita juga perlu tahu bahwa reli dinyatakan let apabila:

1. Ketika servis bola melalui net dan mengenainya lalu bola masuk atau penerima memukulnya.

2. Servis dilakukan sewaktu penerima maupun pasangannya dalam keadaan belum siap dan mereka tak ada upaya untuk melakukan pukulan pengembalian.

3. Permainan berhenti karena wasit yang memberhentikannya.

4. Gagal dalam servis atau mengembalikan bola dikarenakan adanya gangguan di luar kendali pemain.

5. Sesudah menyentuh meja penerima atau bola memantul keudian mengarah ke net.

6. Penerima pada pemain cacat pengguna kursi roda serta ketika servis dilihat benar atau tidak.

11. Satu Game/Set dan Satu Pertandingan

Ketika seorang pemain yang pertama memperoleh poin 11, maka sebuah game/set dinyatakan dimenangkan pemain tersebut, kecuali kalau pasangan pemaian sama-sama memperoleh poin 10 dan di situasi ini salah satu pemain maupun pasangan perlu memperoleh selisih 2 poin kemenangan atas lawan.

12. Pemilihan Servis, Penerimaan Bola dan Tempat

Dalam aturan pemilihan servis dan penerimaan bola sekaligus tempat, di bawah inilah yang perlu diperhatikan:

Undianlah yang biasanya menentukan akan hal urutan servis, penerimaan dan pengembalian bola, sekaligus tempat. Ketika pemenang undian didapatkan, maka ia bisa memilih menerima bola, servis, atau juga memilih tempat lebih dulu. Jika salah satu pemain sudah memilih, lawannya pun harus memilih lainnya.

Pada pertandingan ganda di setiap setnya pasangan yang memiliki hak servis lebih dulu perlu menentukan siapa yang melakukan servis pertama dan bagian penerima pun wajib menentukan siapa lebih dulu menerima bola.

Dalam permainan ganda dan setiap pindah servis, penerima sebelumnyalah yang berperan menjadi pelaku servis dan penerima servis adalah pasangan yang sebelumnya melakukan servis.

Pemain pelaku servis pertama di suatu set permainan menjadi penerima di set selanjutnya. Pemain penerima bola untuk game terakhir pada pertandingan ganda kemudian perlu mengubah urut

13. Kesalahan Berkaitan Tempat, Urutan dan Penerima

Apabila seorang pemain salah dalam hal urutan servis, wasit akan menghentikan permainan dan kelanjutannya akan dilaksanakan sesuai dengan urutan yang benar dan sudah ditetapkan. Ketika juga para pemain tak melakukan pertukaran tempat ketika seharusnya dilakukan, wasit juga akan menghentikan permainan sesuai dan melanjutkannya dengan pemain yang benar sesuai juga dengan poin yang sudah diperoleh. Apapun kondisinya, seluruh poin yang sudah terkumpul sebelum kesalahan perlu dilakukan penghitungan.

14. Expedite System/Sistem Percepatan Waktu

Sistem satu ini biasanya diberlakukan sesudah permainan berjalan selama 10 menit dalam 1 game atau kapanpun pemain memintanya. Jika poin usdah 18, sistem percepatan tidak lagi berlaku dalam suatu set atau game.

Wasit akan menghentikan permainan saat bola masih dalam permainan padahal sudah habis batas waktunya. Dan wasit akan kemudian meminta melanjutkan dengan pengulangan servis oleh pemain pelaku servis di saat berlangsungnya permainan. Lanjutan permainan dengan pelaku servis yang merupakan penerima bola di reli sebelumnya diberlakukan apabila bola tak adalam permainan alias bola mati.

Sesudah itu, servis 1 kali harus dilakukan setiap pemain secara bergantian hingga permainan berakhir. Ketika pemain penerima telah melakukan pengembalian bola hingga 13 kali, akan ada 1 poin yang diterima. Urutan servis dan penerima tak seharusnya berubah oleh pemberlakukan sistem percepatan waktu. Ketika penerapan sudah dilakukan, maka pemberlakuan sistem percepatan waktu harus terus digunakan sampai selesainya pertandingan.

15. Pelanggaran

Jika sebelum-sebelumnya telah dijelaskan mengenai peraturan-perturan standard mengenai perlengkapan dan pertandingan, selanjutnya yang juga perlu dibahas yaitu aturan mengenai pelanggaran. Berikut adalah kriteria-kriteria disebut sebagai pelanggaran dalam permainan tenis meja:

1. Mendorong atau menggerakkan meja ketika bola sedang dimainkan atau rally

2. Pemain mengangkap bola yang dipukul oleh lawan dengan posisi tangkapan tepat di atas meja

3. Bet atau tangan menyentuh meja dan net ketika bola rally atau dimainkan.

4. Ketika melakukan servis, pemain gagal mengenai bola, baik itu sengaja maupun tidak.

5. Ketika melakukan teknik pukulan atau servis, posisi pukulan tidak berada di posisi seharusnya. Misalnya, posisi pukulan berada tepat di atas meja. Posisi yang seharusnya yaitu berada di luar batas meja.

Demikianlah penjelasan mengenai 15 peraturan tenis meja lengkap dan terbaru yang perlu diketahui dan dipelajari. Jika Anda adalah seorang pemula, ketahui juga teknik dasar tenis meja yang baik dan benar.  Selanjutnya, jika Anda tertarik ingin menjadi atlet tenis meja maka Anda dapat memulainya dengan berlatih sendiri atau bergabung dengan klub tenis meja yang ada di kota Anda.

Leave a Comment