Pengertian Timah Terlengkap: Penjelasan, Bahaya, Manfaat, Unsur, Dan Jenis-jeninya

Pengertian Timah – Sahabat kali ini kami akan memberikan informasi tentang pengertian timah. Timah ialah unsur kimia yang dalam tabel periodik memiliki simbol Sn dan nomor atom 50. Nah, untuk timah tersendiri termasuk logam pasca-transisi di kelompok 14 dalam tabel periodik. Timah menunjukan kemiripan kimia.

A. Pengertian Timah

Timah

Pengertian Timah

Timah atau biasa kita kenal timah putih merupakan sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang mempunyai simbol Sn (bahasa Latin: stannum) dengan nomor atom 50. Timah masuk kedalam logam pasca-transisi di kelompok 14 dalam tabel periodik.

Timah menampakkan kemiripan kimianya dengan Germanium (Ge) dan Timbal (Pb) yang juga berada di kelompok 14 dan mempunyai 2 kemungkinan bilangan oksidasi yaitu +2 dan +4 yang sedikit lebih stabil. Timah merupakan elemen ke 49 yang paling melimpah di muka bumi, mempunyai 10 isotop stabil, jumlah terbesar dalam tabel periodik.

Unsur ini adalah logam miskin atau logam post-transisi keperakan, bisa ditempa (malleable), tidak mudah teroksidasi ketika di dalam udara sehingga tahan karat, ditemukan dalam banyak aloy, dan dipakai untuk melapisi logam lainnya untuk mencegah terjadinya karat. Timah bisa didapatkan terutama berasal dari mineral kasiterit yang terbentuk sebagai oksida.

B. Sejarah Timah

Pengertian Timah

Pengertian Timah

Timah atau dizaman dahulu biasa disebut Tin mempunyai dampak langsung pada sejarah manusia terutama pada saat Zaman Perunggu.

Dizaman dahulu timah tersebut biasa dimanfaatkan dalam peralatan tertentu contohnya seperti cincin dan botol peziarah yang ditemukan di sebuah makam Mesir dari dinasti kedelapan belas (1580-1350 SM). Orang-orang Cina dulu sudah memulai menambang timah sekitar 700 SM di Yunnan.

Selain itu timah murni juga sudah ditemukan di Machu Picchu, atau yang biasa dikenal dengan benteng pegunungan suku Inca.

C. Bentuk Timah dan Keterangan Unsur Timah

Pengertian Timah

Pengertian Timah

Unsur timah tersebut mempunyai 2 bentuk alotropik pada tekanan normal. Apabila dipanaskan, timah abu-abu dengan bentuk kubus, maka akan berubah pada 13.2 derajat Celcius.

Sehingga akan bisa berubah menjadi timah putih yang memiliki struktur tetragonal. Dan ketika timah didinginkan sampai suhu 13,2 derajat Celcius, maka dengan demikian timah tersebut akan pelan-pelan berubah manjadi warna abu-abu.

Perubahan ini diakibatkan karena adanya ketidakmurnian contohnya seperti aluminium dan seng, yang bisa dicegah dengan menambahkan antimoni atau bismut.

Pada perubahan dalam bentuk alfa ke bentuk beta dinamakanya dengan kata acoetin petae.

Timah abu-abu mempunyai sedikit manfaat. timah bisa dipoles sehingga dapat menjadi licin dan bisa dimanfaatkan untuk menyelimuti sebuah logam lain, guna mencegah korosi (karat) serta aksi kimia.

Keterangan unsur timah :

  1. Simbol : Sn
  2. Radius Atom : 1.62 Å
  3. Volume Atom : 16.3 cm3/mol
  4. Massa Atom : 118.71
  5. Titik Didih : 2876 K
  6. Radius Kovalensi : 1.41 Å
  7. Struktur Kristal : tetragonal
  8. Massa Jenis : 7.31 g/cm3
  9. Konduktivitas Listrik : 8.7 x 106 ohm-1cm-1
  10. Elektronegativitas : 1.96
  11. Konfigurasi Elektron : [Kr]4d10 5s2p3
  12. Formasi Entalpi : 7.2 kJ/mol
  13. Konduktivitas Panas : 66.6 Wm-1K-1
  14. Potensial Ionisasi : 7.344 V
  15. Titik Lebur : 505.12 K
  16. Bilangan Oksidasi : 4,2
  17. Kapasitas Panas : 0.228 Jg-1K-1
  18. Entalpi Penguapan : 290.37 kJ/mol

D. Karakteristik Bijih Timah

Pengertian Timah

Pengertian Timah

Bijih timah yang berada ditambang Indonesia pada umumnya ialah berasal dari jenis endapan timah aluvial dan sering disebut sebagai endapan timah sekunder atau biasa disebut timah placer.

Jenis biji timah yang sudah terlepas dari endapan induknya yakni seperti timah primer, dan oleh air diendapkan kembali di tempat lain yang lebih rendah.

Secara ekonomis, penghasil mineral timah putih seperti kasiterit dengan rumus kimia yakni SnO2, meskipun sebagian kecil timah ada yang dihasilkan dari Sulfida seperti Stanit, Silindrit, Frankeit, Kanfieldit dan Tealit.

Mineral utama yang terkandung di dalam bijih timah ialah Kasiterit, sedangkan mineral ikutannya seperti Pirit, Kuarsa, Zirkon, Ilmenit, Galena, Bismut, Arsenik, Stibnit, Kalkopirit, Xenotim, serta Monasit.

Timah tidak bisa di temukan didalam unsur bebasnya di bumi ini tetapi diperoleh dari senyawannya. Pada jenis timah saat ini, timah di peroleh dari sebuah mineral cassiterite ataupun tinstone. Cassiterite adalah sebuah mineral oksida dari timah SnO2, dengan kandungan timah berkisar 78%.

Contoh lainnya pada sumber biji timah yang mungkin kurang mendapatkan perhatian. Cassiterite merupakan kompleks mineral sulfide yang adalah Stanite (Cu2FeSnS4) atau merupakan sebuah mineral kompleks antara Tembaga, Besi, Timah, Belerang dan Cylindrite yang juga termasuk mineral kompleks dari Timbale, Timah, Besi, Antimony, Belerang dua contoh mineral ini umunya bisa ditemukan bersama dengan mineral logam yang lainnya seperti perak.

E. Manfaat Timah

Pengertian Timah

Pengertian Timah

  1. Sebagai Lapisan pada Produk Baja
  2. Sebagai Penyambung antara Logam dengan Solder
  3. Sebagai Komponen untuk Logam Ringan
  4. Menjadi Magnet Konduksi
  5. Sebagai Sensor Gas dalam Industri Keramik
  6. Sebagai Bahan untuk Kemasan
  7. Sebagai Pelapis untukKaleng
  8. Sebagai Bahan untuk Produksi Kaca
  9. Sebagai Bahan Kombinasi pada Perunggu

F. Sifat-sifat Timah

Pengertian Timah

Sifat-sifat Timah

Timah biasa terbentuk dari 9 isotop yang stabil. Ada 18 isotop lainnya yang telah diketahui. Timah adalah logam perak keputih-putihan, mudah dibentuk, ductile serta mempunyai struktur kristal yang tinggi.

Apabila pada struktur tersebut dipatahkan, maka akan terdengar suara yang dikenal dengan istilah tangisan timah ketika sebatang unsur ini dibengkokkan.

G. Cara Pengolahan Bijih Timah

Pengertian Timah

Pengertian Timah

Pengolahan terhadap bijih timah, menjadi logam timah terdiri dari operasi konsentrasi atau disebut mineral dressing, ekstraksi yang merupakan sebuah peleburan atau smelting, dan yang biasa kita kenal degan pemurnian refining.

  1. Tahap Konsentrasi Timah

Tahap konsentrasi bijih timah adalah operasi peningkatan kadar timah dengan memakai peralatan seperti Jig Concentrator, palong serta meja goyang. Bijih timah yang diolah mempunyai kadar awal sekitar 30% sampai 65% Sn.

Setelah melalui operasi pemisahan, kadar timah minimum yang harus tercapai supaya bisa dipergunakan sebagai umpan peleburan tahap pertama ialah sebesar 70% Sn.

  1. Tahap Smelthing Timah

Proses smelting adalah proses reduksi dari konsentrat bijih timah pada temparatur tinggi untuk menjadi logam timah. Prinsip reduksi ialah melepas ikatan oksigen yang terdapat mineral kasiterit. Reduktor yang dipakai sebagai pereduksi ialah gas CO. Reaksi yang terjadi selama proses smelting ialah:

SnO2 + CO = SnO + CO2

SnO + CO = Sn + CO2

Saat proses smelting akan terbentuk lelehan terak dan timah yang tidak akan saling larut. Slag akan mengikat pengotor-pengotor yang ada di dalam konsentrat. Pengotor yang paling banyak ada di dalam konsentrat timah ialah unsur Fe.

Proses smelting ini terdiri dari dua tahapan. Pertama ialah peleburan konsentrat timah yang menghasilkan timah kasar atau crude tin dan terak I (slag).

Kadar timah dalam terak I ini ialah sekitar 20 %. Tahap ini juga dikenal dengan sebutan peleburan konsentrat timah karena umpan yang dilebur ialah konsentrat bijih timah.

Terak I kemudian akan dilebur kembali ke dalam peleburan tahap kedua. Peleburan pada tahap dua ini akan menghasilkan senyawa Fe-Sn yang disebut hardhead dan terak II dengan kadar Sn kurang daripada 1%. Hardhead menjadi bahan baku untuk peleburan tahap satu.

  1. Tahap Refining Timah

Crude tin dari proses peleburan tahap satu kemudian akan dibawa ke proses selanjutnya yakni proses pemurnian. Kandungan timah dalam crude tin ialah Sn >90% dan sisanya ialah pengotor seperti As, Pb, Ag, Fe, Cu, dan Sb.

Pemurnian timah dari pengotornya bisa dilakukan dengan kettle refining, eutectic refining, dan electrolytic refining. Pemilihan teknologi untuk proses pemurnian berdasarkan tingkat kemurnian logam timah yang diinginkan. Setelah melewati tahap refining ini, kemurnian logam timah bisa mencapai 99,93 persen.

Inilah pengertian timah yang harus Anda ketahui bersama mulai dari bentuk timah, unsur-unsur timah, karakteristik biji, bahaya timah, manfaat timah, sifat-sifat timah, dan cara pengolahan bijih timah. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda yang lagi membutuhkannya. Sekian Terima Kasih.