STRUKTUR SOSIAL : Pengertian, Klasifikasi, Stratifikasi, Diferensiasi, Ciri, Fungsi, dan Contohnya

Pengertian Struktur Sosial – Poin-poin mendasar mengenai Struktur Sosial sudah dipelajari oleh sebagian besar orang dibangku sekolah.

Dari situlah kelak kita mendapati struktur sosial di dalam lingkup umum merupakan sebuah tatanan dan suatu susunan berdasarkan peran dalam lingkungan masyarakat yang berdasarkan Norma-norma tertentu.

Nahh Sementara itu pada Struktur Sosial juga seperti yang akan kita ketahui bersama bahwa manusia sejatinya tidak mungkin bisa hidup sendiri, maka harus dengan bantuan orang lain.

Bahkan hal ini juga bisa di bilang dari semenjak kita lahir sampai kita meninggal juga akan membutuhkan bantuan dari orang lain.

Misalnya ketika lahir, suster atau bidan yang mengurus kita. Saat kita mati juga ada orang lain yang memandikan, memakaikan kain kafan ke jenazah kita, serta mengantar dan menguburkan kita ke alam kubur.

Nahh dibawah ini kita membahas pemaparan tentang pengertian Struktur Sosial, ciri, unsur, elemen dasar, dan fungsi Struktur Sosial serta bentuk-bentuknya.

Pengertian Struktur Sosial Secara Umum

Pengertian Struktur Sosial

Struktur Sosial berasal dari sebuah kata yaitu “structum” yang mempunyai arti “menyusun”.

Sebuah Struktur Sosial juga Tatanan atau Susunan Sosial yang membentuk beberapa kelompok sosial  pada kehidupan bermasyarakat, bahwa dimana padanya terdapat  hubungan Timbal Balik.

Tiap-tiap ahli memberikan variasi pendapat yang berbeda. Struktur Sosial adalah rangkaian jalinan antara unsur sosial pokok diantaranya kaidah, lembaga, kelompok-kelompok dan juga lapisan-lapisan sosial.

Baca juga : Perubahan Sosial

Pengertian Struktur Sosial Menurut Para Ahli

Struktur Sosial Menurut Para Ahli

Selain pengertian diatas tadi, kami juga menjelaskan Definisi Struktur Sosial Menurut Para Ahli.

  • Menurut E. R. Lanch:

Cita-cita dan mimpi tentang distribusi Kekuasaan antar individu dan kelompok sosial.

  • Menurut Raymond Flirth:

Merupakan pergaulan hidup manusia yang meliputi beragam tipe kelompok yang terjadi dari banyak orang dan meliputi lembaga-lembaga dimana banyak orang mengambil bagian didalamnya.

  • Menurut Coleman:

Tentang Pola hubungan antara manusia juga antara kelompok manusia.

  • Menurut George Simmel:

Kumpulan individu serta pola perilakunya.

  • Menurut George C. Homans:

Hal-hal yang mempunyai hubungan yang erat dengan perilaku dasar di dalam kehidupan keseharian.

  • Menurut Kornblum:

Bahwa Pola perilaku individu juga kelompok, yaitu perilaku  yang berulang-ulang kemudian menciptakan sebuah hubungan antar individu atau antar kelompok  masyarakat.

  • Menurut Soerjono Soekanto:

Yaitu Sebuah hubungan timbal balik antara suatu posisi sosial atau peranan-peranan sosial.

  • Menurut William Kornblum:

Susunan yang biasa terjadi karena adanya pengulangan pola perilaku individu.

Struktur Sosial merupakan suatu tingkatan dalam kehidupan masyarakat. Maka dengan itu salah satu contoh Konkrit Struktur Sosial adalah Sistem Kasta.

KLASIFIKASI STRUKTUR SOSIAL

CONTOH KLASIFIKASI STRUKTUR SOSIAL

Klasifikasi Struktur Sosial merupakan pembagian Struktur Sosial berdasarkan sudut pandang tertentu.

Maka dengan itu para Ahli Sosiologi membuatnya agar dapat memahami lebih baik lagi mana saja Pembagian maupun Jenis Struktur Sosial sebagai sebuah Bagian dari disiplin Ilmu Sosiologi.

Nahh sementara berdasarkan sudut pandang dari ketidaksamaan sosial, Struktur Sosial pun dapat dibagi menjadi 2 kategori atau macam, : Stratifikasi Sosial dan Diferensiasi Sosial.

Baca juga : Pengertian Kelompok Sosial

STRATIFIKASI SOSIAL

Stratifikasi Sosial adalah tingkatan antar masyarakat yang memiliki perbedaan nilai serta dapat terlihat jelas perbedaan tingkatannya. Stratifikasi Sosial sendiri terbagi menjadi 3 macam atau jenis:

  • Stratifikasi Sosial Tertutup

Stratifikasi Sosial Tertutup adalah merupakan sebuah Stratifikasi Sosial yang tidak mungkin padanya ada suatu perpindahan pada posisi ataupun terjadi Mobilitas Sosial, contohnya adalah Stratifikasi Sosial dalam KASTA, maka tidak mungkin seorang Brahmana pindah lalu menjadi Sudra maupun sebaliknya pun begitu.

  • Stratifikasi Sosial Terbuka

Stratifikasi Sosial Terbuka adalah merupakan Stratifikasi yang akan ada padanya suatu Perpindahan Posisi atau Mobilitas Sosial baik Vertikal Naik maupun Turun, contohnya pada seorang Buruh yang berubah menjadi Pengusaha ataupun sebaliknya seorang Pengusaha Sukses yang dia bangkrut kemudian akan berubah menjadi Buruh.

  • Stratifikasi Sosial Campuran

Stratifikasi Sosial Campuran adalah Stratifikasi Terbuka juga Tertutup yang mungkin padanya akan ada Mobilitas Sosial baik Vertikal Naik maupun Turun, misalnya pada seorang Buruh yang kemudian menjadi Pengusaha ataupun sebaliknya seorang Pengusaha Sukses yang dia bangkrut kemudian berubah menjadi seorang Buruh.

DIFERENSIASI SOSIAL

Diferensiasi Sosial yaitu pembagian golongan-golongan di masyarakat yang biasanya memiliki nilai setara.

Maka Ahli Soerjono Soekanto berpendapat, Bahwa sebuah Diferensiasi Sosial yaitu adalah Variasi Pada Pekerjaan, Prestise, juga Kekuasaan Kelompok pada kemasyarakatan yang kelak akan dikaitkan dengan berbagai Interaksi dan juga akibat umum daripada proses Interaksi Sosial  lainnya.

Nahh Adanya Diferensiasi Sosial ini ditandai dengan tiga Ciri, yaitu: Ciri Fisik, Ciri Budaya, dan juga Ciri Sosial. Lalu Diferensiasi Sosial ini memiliki beberapa jenis atau macam, yaitu:

  • Diferensiasi Ras dan Etnisitas
  • Diferensiasi Suku
  • Diferensiasi Klan
  • Diferensiasi Agama
  • Diferensiasi Okupasi
  • Diferensiasi Primordial

UNSUR STRUKTUR SOSIAL

Menurut  ahli Charles P.Loomis,  bahwa Struktur Sosial terbentuk oleh 10 unsur penting, sebagai berikut adanya:

  1. Perasaan solidaritas anggota-anggota masyarakat.
  2. Cita-cita maupun tujuan yang sama dari khalayak masyarakat.
  3. Sarana prasarana dan alat-alat perlengkapan untuk sistem sosial, misalnya pranata sosial dan lembaga.
  4. Yaitu Kedudukan juga peranan sosial yang mengarahkan sebuah pola perilaku masyarakat.
  5. Tingkatan di dalam sistem sosial juga ditentukan oleh status atau peranan anggota masyarakat.
  6. Nilai dan Norma sosial yang dijadikan sebagai pedoman untuk anggota masyarakat dalam bertingkah laku.
  7. Ilmu Pengetahuan juga keyakinan yang dimiliki oleh para anggota masyarakat tersebut berfungsi untuk alat analisis dari anggota masyarakat.
  8. Kekuasaan, yang berupa kemampuan memerintah berasal dari anggota masyarakat yang dia memegang kekuasaan, sehingga sistem sosial pun dapat berlanjut.
  9. Sebuah sistem sanksi yang di dalamnya berisi ganjaran atau hukuman dalam sistem sosial, Sehingga norma pun tetap terpelihara.
  10. Adalah sebuah Sistem Ketegangan, atau Konflik, juga Penyimpangan lainnya yang mendampingi pada perbedaan kemampuan dan persepsi masyarakat.

Baca juga : Metode Penelitian Sosial

CIRI-CIRI STRUKTUR SOSIAL

Ciri-ciri umum:

  • Bersifat abstrak.
  • Terdapat dimensi vertikal dan horizontal.
  • Meliputi seluruh kebudayaan dalam masyarakat.
  • Struktur sosial selalu berkembangan dan dapat berubah.
  • Sebagai landasan sebuah proses sosial suatu Masyarakat.
  • Bahwa cirinya Mencakup seluruh Hubungan Sosial antara salah satu individu pada satu saat tertentu.
  • Mengacu kepada interaksi sosial yang Pokok, yang dapat memberikan bentuk kepada masyarakat.
  • Realitas sosial dengan bersifat statis juga mempunyai kerangka yang dapat menciptakan suatu tatanan.

BENTUK STRUKTUR SOSIAL DARI SIFATNYA

Bentuk Struktur Sosial dan Sifatnya

  • Struktur Sosial Kaku

Yaitu sebuah  bentuk Struktur Sosial yang tidak dapat di rubah maupun sekurang-kurangnya pada para masyarakat ketika mereka menghadapi kesulitan besar agar mereka melakukan perpindahan pada Status atau Kedudukannya. Contohnya : Sistem Kasta.

  • Struktur Sosial Luwes

Pada struktur ini bahwa setiap anggota masyarakat yang bebas bergerak melakukan banyak perubahan.

  • Struktur Sosial Formal

Merupakan bentuk Struktur Sosial yang diakui oleh pihak yang berwenang.

  • Struktur Sosial Informal

Merupakan Struktur Sosial yang nyata ada dan berfungsi tetapi tidak memiliki ketepatan hukum dan tidak diakui oleh pihak yang berwenang.

BENTUK STRUKTUR SOSIAL DARI IDENTITASNYA

  • Struktur Sosial Homogen

Pada struktur sosial homogen ini memiliki latar belakang pada kesamaan identitas untuk setiap anggota masyarakatnya, seperti kesamaan Ras, Suku bangsa, ataupun Agama.

  • Struktur Sosial Heterogen

Struktur Sosial ini adalah sesuatu yang ditandai oleh keanekaragaman identitas para anggota masyarakatnya.

Struktur Sosial yang heterogen ini memiliki Latar belakang ras, Suku, ataupun Agama yang berbeda-beda dari para anggota masyarakat.

ANALOGI PADA STRUKTUR SOSIAL

Bahwa apabila masyarakat diumpamakan dengan sebuah bangunan, dengan  Struktur Sosial masyarakat tersebut sebagai kerangka sebuah bangunan yang itu terdiri dari Kayu, Besi, dan Komponen-komponen bangunan lainnya.

Komponen-komponen ini saling jalin menjalin membentuk sebuah bangunan.

Bangunan tersebut tidak bisa berdiri kokoh sendiri apabila pada salah satu atau beberapa komponen tersebut yang dibutuhkan sebagai bahan dalam membuat bangunan tersebut hilang atau tidak ada.

FUNGSI STRUKTUR SOSIAL

Beberapa Fungsi Struktur Sosial dalam kehidupan masyarakat sebagai berikut:

  • Berfungsi sebagai pengawas sosial
  • Berfungsi sebagai ciri/karakteristik dari suatu kelompok masyarakat
  • Berfungsi sebagai Rantai pada sistem yang kemudian menghubungkan setiap aspek di dalam kehidupan agar Lebih Teratur
  • Dan digunakan sebagai dasar-dasar Penanaman kedisiplinan untuk setiap individu-individu pada suatu kelompok masyarakat
  • Berfungsi sebagai instrumen masyarakat yang berperan sebagai penyelenggara dalam penataan kehidupan secara menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan

Ada pula Fungsi Struktur Sosial yang lebih meluas yaitu sebagai berikut:

  1. Fungsi Identitas

Identitas harus dimiliki oleh tiap-tiap orang sebagai bentuk kejelasan atas dirinya. Begitupun dengan kalangan kelompok, yang mereka harus memiliki Identitas di dalam sebuah lingkungan masyarakat.

Biasanya di suatu kelompok seringkali terbentuk berdasarkan kesamaan latar belakang seperti Budaya, Ras, dan Kehidupan sosial lainnya.

  1. Fungsi Kontrol

Struktur Sosial membatasi perilaku dengan norma dan nilai. Maka dengan itu hal ini berfungsi sebagai sarana untuk mengontrol terjadinya pelanggaran di dalam suatu kelompok masyarakat yang mereka hidup bersama.

  1. Fungsi Pembelajaran

Untuk memberikan keterarahan terkait dengan solusi suatu masalah atau untuk mengenali bagaimana perilaku masyarakat dalam suatu Struktur Sosial, dengan menganalisis perkembangan Struktur Sosial.

CONTOH STRUKTUR SOSIAL

  • STATUS SOSIAL

Berikut beberapa contoh Struktur Sosial yang di bedakan dari Statusnya:

  1. Ascribed Status

Merupakan status yang diberikan kepada salah seorang oleh masyarakat tanpa ada syarat atau melihat karakteristik atau bakat unik orang tersebut, melainkan diperoleh secara otomatis melalui keturunan.

Misalnya : Seorang Keturunan Kerajaan, Kasta.

  1. Achieved Status

Adalah  suatu status yang di peroleh seseorang dikarenakan Usaha Pribadi, usaha tersebut misalnya bersekolah, menciptakan sesuatu. Dan Status ini juga diperoleh melalui suatu perjuangan.

  1. Assigned Status

yaitu status yang diberikan untuk seseorang dikarenakan dia telah berjasa kepada masyarakat.

  • PERANAN SOSIAL

Sebuah Harapan yang muncul kepada sesorang pada suatu posisi yang merupakan bentuk peranan sosial. Yang dimana di dalam hal ini peran komponen sangat penting agar menyokong adanya Struktur Sosial.

Adapun Peranan sosial yaitu mampu memberikan kontribusi terhadap stabilitas akan keadaan masyarakat sehingga dianggap sebagai salah satu bagian penting dalam suatu Struktur Sosial.

  • KELOMPOK

Didalam suatu kelompok tentunya terdapat sejumlah individu-individu atau forum yang memiliki kesepakatan tentang Tujuan, Cita-cita atau Kesepakatan atas Nilai dan Norma.

Nahh sahabat, pada lingkup kelompok biasamya terjadi interaksi yang dapat mempengaruhi oleh Unsur-unsur Sosial lingkungan setempat layaknya sebuah karang taruna para Pemuda Desa, ataupun beberapa kelompok Majelis Tak’lim dan Kelompok lainnya.

  • INSTITUSI ATAU LEMBAGA

Organisasi tentu sudah melekat di tatanan kehidupan masyarakat. Nahh dari sanalah ada pola yang terbilang teratur, kepercayaan juga tindakan-tindakan yang berdasarkan pada kebutuhan sosial. Dan ada pula tujuan atau harapan yang dititipkan pada sebuah institusi ataupun lembaga.

DUA JENIS BENTUK STRUKTUR SOSIAL

Peter M. Blau telah mengelompokkan bentuk sosial menjadi 2 jenis di antaranya :

  • INTERSECTED ( penyilangan ), yaitu di mana Struktur Sosial bisa digolongkan kepada bentuk ini apabila padanya terjadi Struktur Sosial yang sifatnya menyilang (intersected) dalam arti adalah memiliki anggota dengan latar belakang beda mencakup Suku, Ras atau Agama.
  • CONSOLIDATED ( penguatan ), yaitu Struktur Sosial yang masuk pada jenis ini apabila padanya terdapat konflik antar Kelompok karena adanya tolak ukur yang tumpang tindih sehingga harus memerlukan konsolidasi antara kelompok agar tidak lagi terjadi pertikaian.

Inilah penjelasan tentang pengertian struktur sosial, ciri-ciri, jenis, fungsi dan contohnya yang wajib Anda ketahui bersama, semoga menambah wawasan untuk Anda semua. Terima Kasih