PENGERTIAN METODE WAWANCARA : Tujuan, Teknik, Langkah, Jenis, Tips Wawancara

Pengertian Metode Wawancara – Sahabat kali ini mimin akan membahas salah satu metode pengumpulan data adalah dengan jalan wawancara, yaitu cara mendapatkan informasi dengan bertanya langsung kepada responden.

Nah sahabat, cara inilah yang biasanya banyak dilakukan di Indonesiai. Bawasannya wawancara merupakan salah satu bentuk bagian yang terpenting dari setiap survey.

Maka dari itu sahabat harus tahu mengenai hal tersebut tanpa wawancara peneliti akan kesulitan dan bahkan kehilangan informasi yang hanya dapat diperoleh dengan jalan bertanya langsung kepada responden.

Untuk data semacam itulah merupakan tulang punggung suatu penelitian survei.

Pengertian Metode Wawancara

Pengertian metode wawancara

Pengertian Metode Wawancara

Dalam beberapa wawancara yang selalu ada 2 pihak yaitu  yang masing-masing mempunyai kedudukan berlainan. Pihak yang 1 dalam kedudukan yang  sebagai pencari informasi atau yang lain sebagai memberi informasi (responden) tersebut . Hal inilah membedakan wawancara dengan pembicara yang  biasa dan diskusi.

Ada 2  jenis wawancara : wawancara tak  berstruktur dan wawancara berstruktur. Wawancara tersebut  berstrukturdengan  menggunakan pedoman wawancara ; wawancara tak berstruktur biasanya  sama sekali tak ada pedoman-nya, hanya ada beberapa  hal penting sebagai pegangan.

  1. Yang di madsud wawancara yaitu :
    1. Proses tanya jawab lisan yang di mana dua orang atau lebih tetap muka secara fisik untuk mengetahui tanggapan, pendapat, dan motivasi seseorang terhadap suatu obyek.
    2. Wawancara dapat digunakan untuk mengenali masa lalu seseorang anda serta rahasia kehidupannya.
    3. Menangkap reaksi orang yag dalam bentuk ekspresi sewaktu tanya jawab.
    4. Wawancara yang dapat pula dipakai sebagai dengan cara pengumpulan data dengan jalan jawab sepihak yang dikerjakan dengan mengunakan sistem sistematis dan berdasarkan kepada tujuan penelitian.
  2. Penggunaan wawancara
  3. Sebagai metode primer, bila dijadikan satu-satunya alat pengumpul data.
  4. Sebagai metode pelengkap, bila digunakan untuk melengkapi informasi yang tidak dapat digapai dengan car lain.
  5. Sebgai metode untuk menguji kebenaran dan kemntapan suatu diktum yang telah diperoleh dengan cara lain.

Ketiga metode wawancara ini tidak mempunyai sifat yang satu lebih tinggi harganya dari yang lain tetapi justru membuat wawancara merupakan suatu cara yang beberapa kegunaan.

Baca juga : Pengertian Metode Analisis Data

Pelaksanaan Wawancara

Pada pelaksanaan wawancara ada beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain:

  1. Pewawancara
  2. Responden
  3. Teknik dalam wawancara yang mencangkup :
    • Cara penampilan
    • Cara bertanya
    • Cara mencatat
  4. Pewawancara harus membatasi terjadinya keselahan dengan jalan tersebut:
  • Memiliki pewancara yang tempat dan handal.

Artinya pewawancara tidak boleh bersikap egoistik, ia tidak boleh mementikan sendiri tanpa memperhatikan sendiri tanpa memperhatikan situasi orang yang diwawancarai.

Pewawancara harus menyadari bahwa orang diwawancarai adalah manusia yang bersikap simpati dan antipati, yang mempunyai kebebasan untuk menjawab atau tidak.

Ia bisa tersinggung oleh sikap dan kata – kata pewawancara dn ia yang dapat memuat acuh atak acuh dalam menjawab semua pertanyaan.

  • Memberi pelatihan lebih dahulu rtinya sebelum melaksanakan wawancara, si perwawanca diberi pelatihan lebih dahulu antara lain melalui pelatihan tentang kuewsioner yang akan dipakai agar ada kesamaan bahasa pada waktu melakukan wawancara bersama pewawancara yang lain.
  • Hubungan yang baik yang sangat di perlukan diantaranya yaitu pewawancara dengan orang yang diwawancarai.

Artinya pada waktu  melakukan wawancara suasanan harus dijiwai dengan suasana  kerja sama saling menghargai dan saling percaya.

Baca juga : Metode Penelitian Sosial

Bentuk Metode Wawancara

Jadi petugas wawancara tidak hanya terbatas mencari informasi, tetapi juga menjalani terbentuknya suasana wawancara yang sangat sebaik-baiknya.

  1. Melalui partisipasi yaitu petugas wawancara mengikut sertakan dirinya atau membaur di dalam kegiatan orang yang akan di wawancarai
  2. Melalui indenfikasi, yaitu petugas wawancara memperkenalkan diri sebagai orang dalam dan menyakinkan bahwa ia adalah shabat, dan bekerja sesuai dengan tujuan responden.
  3. Melalui persuasi yaitu petugas menyakinkan yang diwawancarai bahwa informasi yang diberikan sangat penting.
  4. Melalui tokoh pengatar, yaitu petugas wawancara mengajak seseorang yang terpandang selama yang terpandang selama mengadakkan wawancara.

Kelemahan Metode Wawancara

Pengertian Metode Wawancara

Pengertian Metode Wawancara

Tetapi dari keempat cara tersebut di atas, diperhatikan bahwa semuanya ada kelemahannya yaitu :

  • Pada umumnya ada yang  meminta lebih banyak waktu dan tenaga dari responden.
  • Identifikasi  juga dapat menjerumuskan si pewawancara yang  kesubyektifitas jika tidak ada dimainkan secara sempurna.
  • Persuasi itu belum tentu dapat menjembatani yang  jarak antar pewawancara dengan yang di.
  • Ada beberapa tokoh pengantar jika salahlangkah mungkin justru malah membuat menghalangi maksud dan tujuan wawancara tersebut .
  1. Responden

Faktor yang sangat tidak kalah  pentingnya dalam mencapai  suatu wawancara yang baik tersebut  responden. Makin tinggi pendidikan respoden makin sukar mengendalikannya.

Seseorang Pewawancara harus pandai – pandai  mewawancarai dan mempunyai beberapa teknik sedemikian rupa sehinggamendapatkan suatu hasill yang diinginmya oleh Anda.

Tetapi responden yang pendidikannya terlalu endah, akan mendapat kesukaran dalam menjawab pertanyaan tersebut.

Jadi pewawancara harus pandai menayakan terhadap si pewawancarai yang dengan arti lain menjabarkan pertanyaan tersebut dengan kata-kata yang dapat pengerti oleh responden tersebut.

Masalah yang sering kita ketahui  ialah

  • Responden telah mengatakan sibuk.

Pewawancara seharusnya  tanggap apakah respon yang akan dikemukakan benar jika sesuai dengan kenyataan atau hanya dikarena perasaan mencurigakan saja. Kalau memang benar sibuk, maka buat sesuai  perjanjian kapan pewawancara akan  dapat diterima atau  dicatat pada lembar kertas yang akan telah disediakan pada kuesioner.

  • Responden mengatakan tidak di rumah.

jika responden tidak di rumah, akan  tetapi ada penghuni rumah tersebut  sudah  dewasa, maka sebaiknya akan  diterangkan maksud kedatangan anda atau dipertanyakan  kapan responden akan datang. Sedapat mungkin datangi lagi, sesuai perjanjian tersebut.

  • Responden tidak akan tertarik untuk menjawab.

Apabila responden tidak akan tertarik untuk menjawab beberapa pertanyaan yang akan diajukan, maka terangkan sejujurnya apa  tujuan dan maksud dari penelitian survei yang akan dilakukan tersebut, siapa pula yang akan  menjadi sponsornya,  siapa yang membiayai.

Selain itu juga terangkan berapa manfaat penelitian ini sehingga responden ini dapat tertarik dan mau menjawab pertanyaan anda.

  • Responden akan menolak untuk diwawancarai.

Jika responden menolak untuk diwawancarai, maka si pewawancaratersebut harus siap meninggalkan responden,akan  tetapi sebelum meninggalkan tempat anda harus berpamitlah dengan sopan. Dengan demikian yang masih diberikan kesempatan terhadap  pewawancara lain.

  • Responden ditemani orang yang ketiga selama wawancara.

Jika  pada waktu wawancara berlangsung maka harus ada orang ketiga yang ikut untuk menemani, maka dengan sopan anda harus mintalah kepada responden untuk tetap berdua saja, dengan alasan supaya agar wawancara dapat berlangsung dengan cepat dan lancar.

Baca juga : Pengertian Metode Observasi

Teknik Wawancara

Pengertian Metode Wawancara

Pengertian Metode Wawancara

Ada beberapa teknik anda harus diperhatikan pada waktu yang akan melakukan wawancara yaitu:

  1. Bernampilan

    • Ciptakan impresi pertama yang meyakinkan
    • Bersikaplah sopan, tegas, dan jangan tegang.
    • Gunakanlah pakaian yang rapi dan bersih.
    • Anda mulailah memperkenalkan diri setelah anda bertemu dengan responden.
    • Duduklah setelah Anda dipersilahkan duduk.
    • Mulailah Anda mewawancarai responden tersebut, dan
    • Hindari pertanyaan yang sama sekali tidak ada hubungan dengan kuesioner tersebut
  2. Cara Bertanya

    • Anda harus Tanyakan pertanyaan sesuai dengan kuesioner.
    • Anda Tidak boleh mengubah kata dalam pertanyaan yang dapat mengubah isi atau maksud dari pertanyaan .
    • Ikuti petanyaan yang telah diatur , sehingga  anda dapat memperlancar wawancara tersebut.
    • Gunakanlah komunikasi non verbal untuk meningkatkan partisipasi responden dalam menjawab pertanyaan, contohnya dengan menganggukkan kepala.
    • Di larang memberi saran tentang jawaban. Membaca pilihan jawaban tidak berarti memberikan saran jawaban karena selalu ada altematif pilihan tersebut.
    • Gunakan petanyaan transisi apabila diperlukan agar  sih wawancara dapat melakukan  berjalan lancar dari permulaan sampai akhir.

Sekian pembahasan mengenai pengertian metode wawancara, pelaksanaan wawancara, metode atau cara wawancara, teknik wawancara, kelemahan metode wawancara dll. Semoga bermanfaat.