PENGERTIAN METODE OBSERVASI | Penelitian, Fungsi, Teknik, Unsur, Jenis Serta Contohnya

Pengertian Metode Observasi – Kita pasti pernah melakukan suatu pembelajaran dengan cara mengamati. Metode apa saja yang sudah pernah Anda coba? Nahh.. pastinya lebih menyenangkan bukan belajar dengan cara mengamati sendiri.

Ada banyak metode dalam pengamatan, untuk kali ini kita akan mengupas salah satu metode, yaitu Metode Observasi. Apa itu? Yukk langsung saja kita intip..

Apa sih itu Metode Observasi?

Pengertian Metode Observasi

Sebelum kita tahu apa itu Metode Observasi, alangkah baiknya kita faham terlebih dahulu apa itu Observasi.

Observasi adalah teknik pengumpulan data, dimana peneliti melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan. (Riduwan, 2004 : 104)

Nahh.. dengan kita faham apa itu Observasi, tentunya kalian sudah punya gambaran kan tentang Metode Observasi.

Metode Observasi merupakan pengamatan dan pencatatan penelitian dengan sistem sistematik terhadap objek yang kita teliti. Metode Observasi ini sebagai upaya untuk memperoleh data secara alami.

Baca juga : Metode Pengumpulan Data

Fungsi Metode Observasi

Metode observasi digunakan sebagai melihat dan mengamati perubahan fenomena–fenomena sosial atau alam yang tumbuh dan berkembang.

Kemudian bisa dilakukan perubahan atas penilaian tersebut. Bagi pelaksana observaser untuk melihat objek tertentu, sehingga mampu memisahkan antara yang diperlukan dengan yang tidak diperlukan.

Macam – Macam Metode Observasi

Macam-macam Metode Observasi

Pengertian Metode Observasi

Pada dasarnya metode observasi mempunyai empat macam metode dalam penelitian.

Yaitu, Observasi Partisipatoris, Observasi Non-partisipatoris, Observasi Sistematik dan Metode Non-sistematik. Yang menjadi pembeda utama diantara keduanya adalah berada pada tingkat reaktivitasnya (mengaktifkan kembali).

Observasi Partisipatoris

Metode observasi partisipatoris ini adalah metode yang mana si peneliti menempatkan dirinya sebagai partisipan seperti lainnya. Jadi peneliti memang benar-benar ikut merasakan langsung apa yang terjadi.

Namun, perlu dicatat bahwasannya sebagai partisipan harus bisa memposisikan dirinya. Peneliti harus tetap menjaga jarak untuk tetap mempertahankan komponen objektivitas.

Contohnya seorang pelatih basket akan meneliti karakter murid-muridnya. Jadi pelatih tersebut bisa langsung terlibat dalam aktivitas muridnya.

Observasi partisipatoris ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Untuk kelebihannya adalah, yang menjadi objek penelitian tidak akan merasa kalau dirinya sedang diteliti. Karena memang peneliti langsung terlibat ke dalam aktivitasnya.

Dan untuk kekurangannya sendiri adalah, peniliti harus melakukan dua kegiatan sekaligus sehingga bisa mengurangi tingkat ketelitian.

Dalam observasi partisipatoris juga tidak bisa langsung melakukan pencatatan ketika observasi berlangsung.

Hal itu dapat mengakibatkan catatan kurang lengkap atau banyak yang lupa. Sehingga hal itu bisa mengurangi kesempurnaan catatan.

Observasi Non-partisipatoris

Metode observasi non-partisipatoris ini adalah metode yang mana si peneliti tidak ikut berpartisipasi secara langsung dalam penelitiannya. Bisa dibilang hanya menjadi penonton saja bukan pemeran.

Sebagai contoh misalnya, seorang guru yang meneliti muridnya dalam beraktivitas dikelas. Jadi, gurunya tidak perlu ikut serta dalam aktivitas muridnya, cukup memantau saja.

Bagaimana mereka bermain, dan faktor-faktor apa saja yang diperlukan dalam penelitiannya. Misalnya bagaimana kontak sosialnya, aktivitasnya dan sebagainya.

Observasi non-partisipatoris juga mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah peneliti bisa lebih fokus dalam mencatat, karena tidak melakukan dua kegiatan sekaligus. Sehingga catatan bisa tersusun dengan lengkap dan sempurna.

Sedangkan untuk kekurangannya adalah murid tidak akan melakukan aktivitasnya secara alami. Karena mereka telah mengetahui terlebih dahulu kalau sedang diteliti. Untuk menghindari hal tersebut peneliti bisa mengamati dari kejauhan.

Observasi Sistematik

Metode observasi sistematik adalah penelitian yang perlu perencanaan dan persiapan terlebih dahulu.

Konsep metode observasi sistematik ini mempunyai pedoman, yaitu: tujuan observasi, lokasi, waktu, subjek yang akan di teliti, serta pernyataan yang memuat rumusan masalah kegiatan yang akan diteliti.

Menggunakan metode ini, sangat membantu kita dalam meneliti.

Karena semua sudah direncanakan terlebih dahulu, hal itu mempersingkat waktu kita ketika sedang melakukan penelitian.

Untuk kekurangannya hanya saja kita harus perlu mempersiapkan semuanya dengan benar.

Observasi Non-sistematik

Untuk metode non-sistematis ini juga melakukan perencanaan dan persiapan. Yang membedakan dengan observasi sistematik adalah terletak pada materi.

Untuk metode non-sistematis materi yang akan diteliti belum dibatasi atau dikategorikan.

Kelebihan dari metode ini, peneliti lebih luas dalam menilai. Karena materinya tidak dikategorikan.

Beda dengan metode observasi sistematik, yang mungkin penelitiannya hanya tinggal memberi centang apabila sesuai. Jadi, untuk metode observasi non-sistematis ini akan mencatat apapun yang dianggap penting, dia tidak terbatas.

Untuk kekurangannya adalah, metode ini cukup membutuhkan waktu yang lama. Karena masih harus menganalisis ditempat, bagian mana yang perlu dicatat.

Baca juga : Strategi bisnis e commerce

Cara Mendapatkan Data Hasil Observasi Yang Berkualitas

Pengertian Metode Observasi

Pengertian Metode Observasi

Berikut ini ialah beberapa permasalahan lain yang perlu diperhatikan agar tercipta data hasil observasi yang berkualitas.

Akses Metode Observasi

Akses ini maksutnya adalah peneliti harus bisa mengambil keputusan. Ketika penelitian telah terbuka, artinya bahwa peneliti menyajikan dirinya dan penelitiannya. Nah, untuk keputusan aksesnya nanti tergantung dengan negosiasi.

Disarankan proses negosiasi ini harus diawal sebelum penelitian, agar tidak merusak bagian yang telah direncanakan. Negosiasi ini juga sekaligus kita untuk perizinan.

Sampling Metode Observasi

Maksut dari sampling adalah pengamatan sampel di awal. Hal ini untuk membantu peneliti dalam meneliti. Misalnya, kapan kita bisa bertemu, menentukan siapa informannya, tempat, dan sebagainya.

Waktu pengambilan sampling, juga bisa dibilang pengamatan. Sebagai contoh peniliti mengamati situasi keadaan beberapa kelas disebuah sekolah.

Validasi Data Metode Observasi

Memvalidasi data ini tergantung dari pengamatan kita. Sudah disusun terlebih dulu, atau tidak. Ketika penelitian kita sudah di struktur dulu, maka mengikuti konsep yang sudah dibuat. Atau disebut mengikuti pedoman penelitian observasi.

Dan ketika penelitian tidak terstruktur, maka penelitian dibuat fleksibel. Pada umumnya hasil data dari penelitian tidak terstruktur lebih beragam. Karena alat-alat yang dipakai menggunakan peralatan yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Etika Metode Observasi

Masalah etika ini sangat perlu untuk dijelaskan, untuk mencegah terjadi terjatuhnya reputasi ketika sedang melakukan penelitian.

Pada umumnya konsep pengamatan dibagi menjadi dua, yaitu pengamatan terbuka dan pengamatan tertutup. Mekanisme etika secara umum membutuhkan pengamatan terbuka.

Untuk mengidentifikasi identitas pengamat dan pengamatannya terhadap orang yang akan diamati.

Sedangkan pengamatan tertutup sering tidak diterima karena dianggap sering menyembunyikan kebenaran. Yang sering terjadi biasanya pengamat akan menyembunyikan identitas aslinya dengan menggunakan identitas palsu.

Tapi, kadang kita memang perlu menggunakan pengataman tertutup.

Untuk menentukan pilihan menggunakan pengamatan terbuka atau tertutup tergantung dengan tingkat pengamatannya. Terkadang kalau kita terlalu terbuka bisa berbahaya juga.

Kelemahan dan Kelebihan Metode Observasi

Kelemahan dan Kelebihan Metode Observasi

Pengertian Metode Observasi

Ternyata metode observasi juga mempunyai kelemahan dan kelebihan. Berikut ini adalah kelemahan dan kelebihan dari metode observasi:

  1. Kelemahan Metode Observasi
  2. Cara pandang dan kesan setiap orang terhadap objek yang sama belum tentu sama. Akibatnya, hasil penelitian kemungkinan tidak akan sama setiap orang.
  3. Kemampuan setiap orang dalam menyimpan sesuatu yang akurat ada batasnya. Hal ini bisa mengakibatnya informasi yang akan kita laporkan tidak lengkap.
  4. Kelebihan Metode Observasi
  5. Tidak bergantung pada self report.
  6. Bisa mengamati beberapa gejala.
  7. Para peneliti banyak yang menggunakan metode ini dalam memperoleh informasi kegiatan penting.