Pengertian Kelompok Sosial

Pengertian Kelompok Sosial – Assalamualaikum teman-temanku sekalian, selamat datang di halaman website kami semoga kamu yang membacanya bisa mendapatkan tambahan ilmu yang lebih lagi.

Kali ini saya akan membahas tentang Kelompok Sosial, pasti kalian pernah mendengar sekilas tentang kelompok sosial.

Nah disini kalian bisa menemukan makna lengkap tetang apa itu kelompok sosial mulai dari apa itu kelompok sosial, jenis-jenis kelompok sosial, Ciri-ciri kelompok sosial, contoh dalam kehidupan sehari –harinya seperti apa, fungsinya, macamnya, proses,konflik dll. Intinya semua berkenaan dengan Kelompok sosial.

Sebelumnya kalian pasti pernah mendengar  arti dari kelompok sosial ? Kelompok sosial adalah  kumpulan dari beberapa orang dua atau lebih yang tergabung dalam satu wadah/organisasi dimana didalam perkumpulan tersebut terjalin interaksi satu dengan yang lainnya dan mempunyai tujuan tertentu.

Kelompok sosial itu terbentuk karena adanya kepentingan yang ingin dicapai dalam suatu kelompok.

Dalam kehidupan bermasyarakat untuk menemukan sebuah Kelompok Sosial merupakan hal yang mudah, mengapa karna hampir semua kehidupan di Masyarakat itu rata-rata semua kehidupannya mempunyai kelompok sosial.

Sebagai sekedar informasi, hingga sampai saat ini jumlah dari kelompok sosial di masyarakat teramat banyak serta dasar pembentukannya pun tidak sama. Dan karena hal itu kita harus dapat menghormati satu anggota dan sama lain.

Dalam kehidupan bermasyarakat Kelompok sosial sangatlah penting perannya karena disebabkan  dengan adanya kelompok sosial itu kita dapat mempermudah mewujudkan tujuan atau keinginan dari suatu kelompok tersebut.

Jenis-jenis Kelompok Sosial

Jenis Kelompok Sosial

Pengertian Kelompok Sosial

Kelompok yang memiliki banyak jenis dapat dibedakan berdasarkan ada tidaknya suatu kelompok atau organisasi, hubungan sosial itu terjadi antara kelompok, dan kesadaran jenis. Dari situlah kelompok  di bagi menjadi 4 jenis :

  • Kelompok Statistik

Adalah kelompok yang bukan kelompok,  kelompok ini tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Contoh : Kelompok penduduk pada usia 10 -15 tahun di sebuah kecamatan.

  • Kelompok Kemasyarakatan

Adalah kelompok yang memiliki persamaan akan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggota-angotannya.

  • Kelompok Sosial

Adalah kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan saling berhubungan dengan yang lainnya, tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi. Contoh: Kelompok pertemuan, kerabat.

  • Kelompok Asosiasi

Adalah kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama.

Dalam asosiasi, para anggotanya dapat melakukan hubungan sosial, kontak dan komunikasi, serta dapat memiliki ikatan organisasi secara formal. Contoh: Negara dan Sekolah.

  • Kelompok Primer

Kelompok primer merupakan golongan atau kelompok yang mempunyai anggota sedikit, walaupun tidak setiap kelompok yang anggotanya sedikit merupakan sebuah kelompok primer.

Hubungan antar anggota ini sifatnya personal atau saling kenal secara pribadi, dihiasi oleh kerja sama, sering bertatap muka dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga hal itu akan membangun keterlibatan perasaan yang saling terikat.

Contoh kelompok primer: keluarga, kelompok teman, sepermainan sahabat, dan yang sebagainya.

Baca Juga : Metode Penelitian Sosial

  • Kelompok Sekunder

Adalah kelompok orang yang mempunyai banyak anggota. Hubungan setiap anggota di dalamnya bersifat tidak saling kenal secara pribadi sebab lebih dipenuhi oleh kompetisi, jarang bertatap muka dalam jangka waktu yang lama, sehingga tidak akan membangun hubungan yang emosional atau ikatan.

Hubungan dalam kelompok sekunder ini sifatnya formal, parsial, serta dilandasi dengan pemanfaatan kelompok semata.

Atau bisa kita disebut dengan suatu hubungan dalam kelompok sekunder yang sifatnya lebih fungsional atau bermanfaat yang berarti orang itu bukan hanya dilihat dari segi siapanya, tetapi lebih dilihat dari segi apa manfaat dalam meraih tujuan kelompok yang bersangkutan tersebut.

Contoh kelompok sekunder: organisasi buruh, universitas, sekolah, dan lain sebagainya.

  • Kelompok Kemasyarakatan

Adalah suatu kelompok yang mempunya ciri-ciri atau persamaan, namun yang membedakan yaitu kelompok kemasyarakatan tidak mempunyai organisasi serta hubungan sosial di antara para anggota-anggotanya.

Kelompok sosial juga terdiri dari kelompok besar dan kecil, untuk yang kelompok besar misalkan kelompok yang terdiri dari, Manager, Pejabat, Direktur, President dsb. Sedangkan kelompok kecil misalkan para petani, remaja, atau karang taruna.

Kita ambil contoh kelompok Tani, otomatis didalam kelompok tersebut berisi orang-orang  petani. Dari sisi ini mereka bisa membuka sebuah koperasi sederhana yang menjual atau menyediakan pupuk, obat untuk pertanian, alat-alat pertanian dan juga benih pertanian.

Salah satu tujuan  dibentuknya kelompok petani ini adalah untuk mempermudah para petani lainnya yang membutuhkan bahan-bahan untuk bertani serta bisa berkonsultasi tentang pupuk atau bibit pertanian apa yang cocok untuk musim tersebut. Atau Tanya hal lainnya yang berkaitan tentang pertanian.

Kemudian contoh kedua misalkan Karang taruna, nah karang taruna sendiri merupakan kelompok yang terdiri dari pamuda desa yang memiliki tujuan tertentu.

Dalam karang taruna sendiri terdapat struktur kepengurusannya, lebih tepatnya karang taruna adalah sebuah organisasi yang didalamnya terdapat aturan-auran yang mengikat dan lebih bersifat formal.

Karang taruna ini mempunyai tugas yaitu untuk membantu para masyarakat sekitar ketika mempunyai hajat atau kesibukan.

Contohnya ketika ada acara pernikahan para anggota karang taruna selalu membantu mulai dari mempersiapkan, sampai berlangsungnya acara resepsi pernikahan sampai seleseinya acara.

Karang taruna di pedesaan kini mulai menghilang, karena tradisi yang sudah terbawa oleh modernisasi sehingga perlahan-lahan mulai luntur.

Ciri-ciri Kelompok Sosial

Ciri-ciri Kelompok Sosial

Pengertian Kelompok Sosial

Dari berbagai penjelasan diatas bahwa terdapata beberapa ciri-ciri dari kelompok sosial ini yakni :

  • Motif antara satu anggota dengan anggota lainnya harus motif yang sama yakni kerjasama agar apa yang mereka tuju atau inginkan dapat cepat terlaksana.
  • Anggota juga harus memiliki kesadaran bahwa dirinya berada dalam sebuah kelompok sosial bukan individu.
  • Adanya hubungan timbal balik antar anggota
  • Terdapat struktur sosial di mana menjadikan kelangsungan hidup dari kelompok yang tergantung dari tiap anggotanya.
  • Terdapat norma, aturan dan kesatuan dalam kelompok tersebut agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.

Klasifikasi Tentang Kelompok Sosial

Berikut adalah beberapa rangkuman dari klasifikasi kelompok sosial itu sendiri :

  • Berdasarkan atas cara terbentuknya kelompok itu sendiri, terdapat kelompok semu sebagai contoh: keramaian, massa dan juga publik. Adapun kelompok nyata, sebagai contoh kelompok sosial jenis ini yaitu: kelompok statistik, kelompok kemasyarakatan serta kelompok asosiasi.
  • Berdasarkan kualitas dari hubungan setiap anggotanya, terdapat kelompok primer di mana hubungan setiap anggotanya bersifat informal. Adapun kelompok sekunder di mana hubungan dari tiap anggotanya bersifat formal.
  • Berdasarkan keterikatan dari para anggotanya, terdapat paguyuban dan juga patembayan.
  • Berdasar pencapaian dan tujuannya, terdapat kelompok formal yang mempunyai aturan sendiri serta sebagai kelompok informal yang mempunyai tujuan atau kepentingan bersama meski itu bersifat tidak resmi.

Syarat-syarat Terbentuknya Suatu Kelompok Sosial

  • Tiap-tiap anggotanya harus mempunyai kesadaran apabila dirinya adalah bagian dari suatu kelompok yang berkaitan tersebut.
  • Terdapat kesamaan faktor yang terdapat didalam tiap-tiap anggota dari kelompok tersebut hingga akan membuat suatu hubungan para anggotanya bertambah erat atau saling merangkul. Sebagai contoh terdapat persamaan nasib, kepentingan, tujuan, ideologi, fisik dan persamaan lainnya.
  • Struktur yang terdapat dalam kelompok social ini mempunyai kaidah serta pola pemikiran dan perilaku tertentu.
  • Kelompok sosial ini juga dapat mempunyai suatu sistem dan juga bisa berproses.

Proses Terbentuknya Suatu Kelompok Sosial

Proses Terbentuknya Suatu Kelompok Sosial

Pengertian Kelompok Sosial

Selain itu kelompok sosial juga terdapat proses pembetukan kelompok sosial, fungsi, dan konflik apa yang mungkin terjadi.

Karena tidak mungkin dalam suatu kelompok sosial tidak terjadi perdebatan antar satu anggota karena ketidak cocokan pendapat.

Misalkan di bawah ini proses pembentukan kelompok sosial. Suatu kelompok sosial tercipta dengan adanya naluri manusia yang tidak bisa hidup sendiri disertai dengan rasa ingin bersatu dengan manusia yang lain.

Oleh karena itu, bersatunya atau bergabungnya seseorang dengan sebuah kelompok seringkali merupakan sebuah hal yang murni timbul dari kehendaknya sendiri tanpa adanya paksaan dari siapa dan mana pun.

Faktor utama yang menjadikan seorang individu may bergabung dalam sebuah kelompok sosial yaitu adanya kedekatan dan juga kesamaan pada individu yang lain

Kelompok  sosial itu sendiri akan tercipta dengan diawali adanya kontak sosial serta komunikasi sosial yang akan menghasilkan proses sosial yang di dalam berisi tentang  interaksi sosial.

Selain itu, dibawah ini terdapat beberapa proses yang telah kami rangkum buat kalian, diantaranya yaitu:

  1. Terdapat motivasi guna meraih tujuan bersama.
  2. Interaksi sosial akan membantu perkembangan dari suatu kelompok sosial.
  3. Adanya tujuan dari masing-masing individu di dalam kelompok sosial itu sendiri.
  4. Pengorganisasian guna mempermudah koordinasi di dalam kelompok sosial.
  5. Persepsi ikut mendasari terbentuknya dari sebuah kelompok sosial.
  6. Kebebasan individu dalam menyampaikan ide gagasan atau pendapatnya.

Di bawah ini terdapat  beberapa fungsi dari kelompok sosial, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Sarana dan prasarana untuk anggota dalam melakukan berbagai macam hal.
  • Memenuhi kebutuhan dari tiap-tiap anggota yang telah bergabung dalam suatu kelompok tersebut.
  • Membantu dalam proses pengembangan diri sekaligus perspektif dalam individu.
  • Meningkatkan produktivitas dan juga semangat dari tiap-tiap anggota.
  • Menyediakan tempat untuk semua individu yang tergabung di dalamnya.
  • Menyatukan anggota yang mempunyai tujuan atau pemikiran yang sama.

Penyebab Terjadinya Konflik Dalam Suatu Kelompok Sosial

Nah di bawah ini tak kalah penting juga dalam sebuah kelompok sosial yakni beberapa penyebab konflik dalam sebuah kelompok organisasi, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Perbedaan pendapat antar satu anggota dengan anggota kainnnya

Perbedaan ini juga dapat terdiri dari perbedaan pendirian serta perasaan dan juga pemikiran.

  • Perbedaan Kepentingan

Walaupun kita mempunyai kesamaan dalam suatu hal dengan individu yang lain dalam kelompok sosial, kita pastinya juga jadi mempunyai kepentingan yang berbeda.

Sebagai salah satu contoh, kita mungkin pernah mempunyai kepentingan atau tujuan ekonomi tetapi anggota lain pasti juga memiliki kepentingan budaya, politik, maupun sosial masing-masing.

Perbedaan dalam ini akan dapat memicu terjadinya konflik yang berbahaya jika tidak segera ditangani dengan baik.

Maka dari itu perbedaan kepentingan maupun pendapat dapat sangat berpengaruh dalam suatu kelompok sosial dan efeknya pun akan sangat berbahaya.

Inilah pembahasan tentang pengertian kelompok sosial, ciri-ciri kelompok sosial, jenis-jenis kelompok sosial, dan macam-macam kelompok sosial. Semoga bermanfaat, terima kasih.

Pengertian Kelompok Sosial