Pengertian Jaringan Epidermis : Ciri, Fungsi dan Tempatnya

Pengertian Jaringan Epidermis – Hallo para pecandu ilmu, Balik lagi dengan mimin gans di website yang kita cintai ini. Kali ini mimn mau berbagi lagi seuptar dunia biologi yaitu mengenai Jaringan Epidermis.

Pasti tidak asing lagi kan dengan jaringan epidermis. Tetapi apakah kalian sudah tahu seluruhnya tentang jaringan epidermis? Kalau belum, yuk simak arikel ini.

Jaringan epidermis adalah jaringan yang terletak paling luar pada tubuh tumbuhan.

Jaringan epidermis terdiri dari selapis sel berbentuk pipih dan rapat yang menutupi seluruh tubuh tumbuhan mulai dari daun, batang, hingga akar nya adalah Jaringan epidermis.

Pengertian Jaringan Epidermis

Pengertian Jaringan Epidermis

Pengertian Jaringan Epidermis

Jaringan epidermis merupakan jaringan di tubuh tumbuhan yang letaknya berada di paling luar. Mulai dari akar, batang, sampai daun nya pun di tutupi oleh jaringan epidermis.

Epidermis biasanya hanya tersusun dari selapis sel yang berbentuk pipih dan rapat. Jaringan epidermis berfungsi sebagai pelindung jaringan yang berada di dalamnya dan juga sebagai tempat pertukaran zat.

Jaringan epidermis pada daun berada di permukaan bagian atas dan permukaan bagian bawah daun. Di dalam jaringan epidermis pada daun tidak terdapat kloroplas kecuali di bagian penutup stomata.

Fungsi epidermis juga digunakan sebagai pelindung ketika hilang nya air yang disebabkan oleh penguapan (menghalangi terjadinya transpirasi berlebihan), perubahan pada suhu dan hilang nya zat-zat makanan (angin, hujan, dan lain-lain), kerusakan s mekanik (misal: diinjak-injak).

Pada epidermis terdiri dari satu lapisan sel, tapi pada sebagian tumbuhan sel protoderm yang ada di dalam daun membelah dengan bidang pembelahan yang sejajar dengan permukaan (periklinal), dan setelah itu bisa membelah lagi dan mengakibatkan terjdi epidermis belapis banyak (misalnya: velamen pada akar anggrek).

Sebagian besar tersusun dari sel-sel yang tak terspesialisasi. Ukuran dan bentuk susunan sel epidermis tidak sama antara jenis yang satu dengan jenis yang lainnya. Tapi tetap rapat satu sama lain.

Menurut ahli, jaringan epidermis adalah lapisan yang ada pada daun, akar, biji, dan batang. Kata “epidermis” berasal dari bahasa Yunani (epi=menutupi / di atas; derma = kulit).

Jaringan epidermis biasanya terdiri dari deretas sel tunggal yang berda di bagian paling luar untuk melindungi bgaian tumbuhan yang masih muda. Secara umunya, pelindung merupakan fungsi utama dari jaringan epidermis.

Tetapi, sel-sel yang terdapat pada jaringan epidermis memilki ciri dan fungsi khusus yang berhubungan dengan fungsi utama bagian yang ditutupi.

Jaringan epidermis dapat juga tumbuh dan mengalamai evolusi menjdai sel rambbut akar, sel sebagai penutup stomata, dan spina.

Epidermis ibaratkan kulit pada tubuh kita, yaitu bagian pelindung paling luar untuk melawan kerusakan pada tubuh dan organisme-organisme patogenik.

Pada bagain luar atas daun, ada lapisan yang tebal pada bagian dinding epidermis yang disebut lpaisan kutikula contohnya daun pisang dan daun keladi, ada juga yang berbentuk seperti bulu halus contohnya pada daun durian.

Stomata atau mulut daun adalah evolusi epidermis yang digunakan untuk pertukaran gas.

Di bagian batang terdapat jaringan epidermis yang berbentuk lapisan yang tebal (lapisan kutikula) atau berbentuk rambut (trikoma) yang digunakan untuk pelindung.

Di bagian akar, jaringan epidermis memilki bentuk rambut akar yang digunakan untuk menyerap air dan juga garam mineral.

Baca juga : Jaringan Saraf

Ciri Ciri Jaringan Epidermis

Ciri Ciri Jaringan Epidermis

Ciri Ciri Jaringan Epidermis

– Terdiri dari sel-sel hidup.
– Tersusun dari satu lapis sel tunggal.
– Memiliki bentuk, ukuran dan susunan yang berbeda-beda, namun tetapi memilki kesamaan yaitu tersusun rapat hingga tidak terdapat ruang antar sel.
– Tidak mempunyai klorofil.
– Mengalami penebalan pada dinding sel jaringan epidermis bagian paling luar yang bersentuhan langsung dengan udara. Sedangkan, di bagian dalam sel jaringan epidemis dinding selnya tetap tipis.

Jaringan epidermis mengalami evolusi bentuk menjadi derivat jaringan epidermis, contohnya stomata, spina (duri), sel kipas, trikomata (rambut-rambut), sel kipas, sel kersik (sel silika).

Baca juga : Fungsi Jaringan Otot

Fungai Jaringan Epidermis

Secara umum dapat diuraikan fungsi dari jaringan epidermis adalah sebagai pelindung.

– Berfungsi sebagai pencegah terhadap menguap nya air secara berlebihan
– Berfungsi sebagai pelindung dari kerusakan mekanik
– Berfungsi untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan suhu
– Berfungsi sebagai pelindung zat-zat makanan agar tidak hilang.

Baca juga : Fungsi Pergelangan Tangan

Jenis Jaringan Epidermis

Struktur Morfologi dan Anatomi Jaringan Epidermis

Sel epidermis mempunyai protoplas hidup dan bisa menyimpan hasil metabolisme, misalnya seperti grana dan plastid dalam jumlah kecil (tidak membentuk klorofil), protein, pati, dan juga antosianin.

Terdapat daerah yang lebar dengan luar fibril yang lebar pada bagian dinding sel luar epidermis yang membentuk lapisan kutikula yang mengandung kutin di bagian luar epidermis.

Secara umum sel epidermis baragam bentuk, ukuran, dan susunan. Namun selalu tersusun rapat sehingga terbentuk lapisan yang padat tanpa ruang interseluler. Terkadang juga terbentuk ruang udara d dalam epidermis petal/daun mahkota, tetapi selalu dilapisi oleh kutikula.

Baca juga : Fungsi Tulang Pengumpil

Struktur Morfologi Jaringan Epidermis pada Daun

Epidermis adalah lapisan terluar daun, ada epidermis bagian atas dan juga bagian bawah. Pada bagian bawah, permukaan daun nya terdapat bentuk modifikasi sel – sel epidermis, yaitu berbentuk sel penutup di stomata.

Baca juga : Fungsi Tulang Atas

Jaringan Epidermis pada Batang

– Batang Dikotil

Tersusun atas satu lapis sel yang tersusun rapat, yang tidak memiliki ruang antar sel. Epidermis di bagian batang dikotil memiliki kutikula dan dinding sel berkutin, yang ada di bagian paling luar.

Di bagian tersebut terdapat stomata serta berbagai trikomata. Epidermis berfungsi untuk melindungi jaringan pada bagian bawahnya.

– Batang Monokotil

Di bagian batang Monokotil, jaringan epidermis nya tersusun dari selapis sel dan batas di antar stele dan korteks umumnya tidak begitu jelas.

Pada stele monokotil ada ikatan pembuluh bertipe kolateral tertutup yang menyebar. Artinya di antara bagian xilem dan floem tidak memiliki kambium.

Baca juga : Fungsi Tulang Paha

Jaringan epidermis pada akar

Epidermis berbentuk bulu akar. Epidermis tersusun dari sel yang sangat rapat sehinggan tidak adal ruang antar sel, sejajar dengan sumbu akar dan memanjang, memiliki dinding yang tipis, berbentuk membulat pada bagian penampang. Dinding pada sel ini tersusun dari selulosa dan pectin yang dapat menyerap air.

Derivat Epidermis

Derivat epidermis merupakan suatu alat tambahan atau bangunan yang terdapat pada epidermis, namun mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda dengan epidermis sendiri. Jenis – jenis derivat epidermis adalah sebagai berikut :

– Stomata

Stomata merupakan celah yang terdapat pada epidermis yang memiliki dua sel penutup yang mengandung klorop;as dan memiliki serta fungsi yang berbeda dengan epidermis.

– Trikomata

Trikomata adalah rambut yang memiliki sel satu tau sel banyak yang disusun dari sel epidermis, struktur yang padat dan besar menyerupai kutil dan duri, terdiri dari jaringan epidermis atau jaringan bagian bawah epidermis/emrgens.

Pada epidermis ini juga ada :
o Lenti sel
o Likotis
o Sel Silika dan Sel Gabus
o Sel Kipas
o Lenti Sel
o Velamen
o Parenkim Air (jaringan air)

Mungkin sampai di sini saja pejelasan dari pengertian jaringan epidermis yang bisa Admin sampaikan. Kalau ada kurangnya Admin minta maaf. Sampai ketemu di artikel selanjutnya.

Baca juga : Fungsi Tulang Hasta