Pengertian Bahan Kimia, Jenis, Teori, Simbol dan Contohnya

Bahan Kimia – Sahabat, kali ini admin akan membagikan informasi tentang pengertian bahan kimia. Nah, agar tidak lama-lama mari simak penjelasan di bawah ini ya tentang kimia.

Bahan kimia sudah menjadi bagian dari kehidupan kita bahkan tanpa kita sadari bahwa makanan yang kita konsumsi itu juga banyak mengandung bahan kimia.

Akan tetapi, tidak semua bahan kimia itu mempunyai sifat negatif dan beracun karena setiap bahan kimia itu memiliki sifat dan manfaat yang berbeda sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Biasanya bahan-bahan kimia yang sering kita pakai seperti reagen atau untuk reaksi-reaksi tertentu. Pada artikel kali ini kita akan mengulas mengenai pengertian bahan kimia, jenis-jenis bahan kimia, simbol-simbol bahan kimia, contoh dari bahan kimia serta bahan kimia yang berbahaya, serta cara menanganinya.

Teori Dasar Kimia

Teori Bahan Kimia

Teori dan Pengertian Bahan Kimia

Bahan kimia adalah sebuah kebutuhan yang mutlak bagi suatu laboratorium, bahan kimia yang biasa kita kenal dalam perdagangan dan penelitian terdiri dari:

  1. PA (pro-analyze)
  2. AR (analar)
  3. GR (guaranted reagent)
  4. CP (chemical pure)
  5. Teknis (technical grade)
  6. GPRS (general purpose)

Pada prinsipnya, semua bahan kimia yang ada di laboratorium harus dianggap berbahaya dan mempunyai potensi toksisitas. Beberapa bahan kimia yang perlu ditangani dengan hati-hati sekali karena sifatnya yang berbahaya ataupun bersifat racun.

Simbol bahaya dipakai untuk pelabelan bahan-bahan berbahaya menurut aturan tentang Bahan Berbahaya (Ordinance on Hazardeous Substances).

Aturan mengenai tentang Bahan Berbahaya atau Ordinance on Hazardeous Substances merupakan suatu aturan digunakan untuk melindungi / menjaga bahan-bahan yang berbahaya, terutama dari sudut pandang bidang keselamatan kerja.

Arah Peraturan tentang Bahan Berbahaya (Ordinance on Hazardeous Substances) untuk klasifikasi, pengepakan serta pelabelan bahan kimia merupakan valid untuk semua bidang, area serta aplikasi, dan tentu saja, juga untuk lingkungan, perlindungan konsumer dan kesehatan manusia.

Baca juga : Pengertian Timbal

Pengertian Bahan Kimia

Bahan Kimia

Pengertian Bahan Kimia

Bahan kimia adalah sebuah zat murni atau dapat juga campuran yang terdiri dari beragam elemen – elemen kimiawi. Contohnya seprti air yang juga termasuk salah satu bahan kimia murni karena homogen hanya terdiri dari satu jenis bahan yakni seluruh strukturnya hanya terdapat molekul H2O.

Dengan demikian bisa kita simpulkan bahwa setiap harinya kita selalu berhubungan dengan bahan kimia baik itu bahan kimia murni atau buatan atau (bahan kimia yang berbahaya atau tidak).

Dalam mempelajari sebuah ilmu dasar kimia, yang pertama harus kita perhatikan ialah bagaimana sifat dan karakteristik bahan kimia itu sendiri.

Hal tersebut bermanfaat untuk keamanan dasar sebelum memakai bahan kimia itu senidiri. Karena dalam hal tersebut ada beberapa bahan kimia yang mempunyai sifat keras dan berbahaya.

Sehingga dengan demikian juga membutuhkan perlakuan khusus. Dengan kita mengetahui karakteristiknya, maka dengan demikian bahaya dari bahan kimia tersebut dapat diminimalisir.

Simbol-simbol Bahan Kimia

Simbol Bahan Kimia

Simbol dan Pengertian Bahan Kimia

  1. Bahan Kimia Beracun (Toxic)

Bahan kimia kimia diatas merupakan bahan kimia yang bisa menyebabkan kesehatan manusia terancam dan bisa menyebabkan kematian. Apabila terserap / tertelan baik melewati pernafasan maupun kontak lewat kulit. Contohnya bahan kimia beracun seperti : merkuri klorida, kalium sianida, arsen triklorida, hidrogen sulfida, serta metanol.

  1. Bahan Kimia Korosif (Corrosife)

Bahan kimia korosif merupakan bahan reaksi kimia yang bisa menyebabkan kerusakan pada benda-benda lainya. Contohnya bahan kimia korosif adalah : Asam Sulfat, Asam Klorida, Asam Asetat, Asam Sitrat, Amonium Hidroksida, Asam Nitrat, Kalium Hidroksida, Fenol, Klor, Belerang Dioksida, Asam Klorida, Asam Sulfat, Soda, serta Api (NaOH) dengan kadar > 2 %.

  1. Bahan Kimia Mudah Terbakar (Flammable) A

Flammable A merupakan bahan kimia yang gampang bereaksi dengan oksigen, sehingga dengan mudah bisa menyebabkan kebakaran. Reaksi kebakaran yang sangat cepat selain itu juga bisa menimbulkan ledakan.

Contohnya bahan kimia mudah terbakar adalah : Al Alkil Fosfor, Fosfor Putih, Hidrida, Asetilen, CaC2, Ca3P2, Eter, Alkohol, Aseton, Benzena, Logam Natrium.

  1. Bahan Kimia Mudah Meledak (Explosive)

Bahan kimia yang mudah meledak merupakan sebuah jenis zat padat atau cair atau campuran dari keduanya. Karena dari reaksi kimia itu sendiri bisa menghasilkan gas dengan jumlah dan tekanan yang sangat besar serta suhu yang tinggi, sehingga bisa menimbulkan kerusakan disekelilingnya.

Contohnya adalah : Dinamit, 2,4,6-trinitrotoluen (TNT), 2,4 Dinitrotoluena, Dibenzoilperoksida

  1. Bahan Kimia Oksidator (Oxidation)

Bahan kimia oksidator adalah suatu bahan kimia yang tidak mudah terbakar, akan tetapi tetap bisa menghasilkan oksigen. Sehingga kemungkinan kecil juga bisa mengakibatkan kebakaran.

Contohnya bahan kimia oksidator adalah : Hidrogen Peroksida, Kalium Klorat, Kalium Permanganat, Asam Nitrat, Ammonium Nitrat.

  1. Gas Bertekanan (Compressed Gases)

Gas bertekanan atau disebut Compressed Gases merupakan gas yang ditekan semisal gas cair atau gas yang dilarutkan dalam pelarut, yang dibawah tekanan itu sendiri.

Contohnya gas yang bertekanan adalah: Gas yang terdapat pada jalur perpipaan.

  1. Bahan Kimia Berbahaya (Harmfull)

Untuk bahan (padatan, cairan, gas) yg apabila kontak atau inhalasi atau oral bisa mengakibatkan bahaya terhadap kesehatan pada tingkat tertentu.

Contohnya bahan kimia berbahaya adalah : Piridyn, Etilen Glikol, Diklorometan.

  1. Bahan Kimia Karsinogenik

Bahan kimia karsinagenik merupakan bahan kimia yang menunjukkan paparan jangka pendek, menengah, dan panjang atau berulang dari bahan ini menyebabkan : karsinogenik, teratogenik, mutagenik, toksisitas sistemik terhadap organ spesifik, toksisitas terhadap sistem reproduksi, gangguan saluran pernafasan.

Contohnya Bahan Kimia Karsanigenik

Contohnya bahan kimia karsanigenik adalah : Benzena, Benzidin, Asbestos, Naftilamin, Senyawa Nikel, Vinyl Klorida, Warfarin, serta Roaccutane.

  1. Bahan Kimia Berbahaya Untuk Lingkungan (Dangerous for Vironment)

Dangerous for vironment merupkan bahan yang  bisa merusak atau mengakibatkan kematian ikan atau organisme akuatik dan lainya. Selain itu bahan tersebut bisa merusak lapisan ozon, karena bahan tersebut memiliki sifat persistent di lingkungan.

Contohnya Bahan-bahan Kimia Berbahaya

Contohnya bahan-bahan kimia berbahaya untuk lingkungan adalah : Tributil Timah Klorida, Klorofluorokarbon (CFC), PCBs, Tetraklorometan, serta Petroleum Benzene.

  1. Bahan Kimia Iritasi (irritant)

Bahan kimia iritasi merupakan bahan berupa (padatan, cairan) apabila kontak secara langsung atau secara terus menerus dengan kulit atau selaput lendir bisa mengakibatkan iritasi pada peradangan.

Contohnya Bahan Kimia Iritasi

Contohnya bahan kimia iritasi adalah : Ammonia, Benzyl Klorida, Kalsium Klorida, Isopropilamina, Asam dan Basa encer.

Jenis-jenis Bahan Kimia

Jenis Bahan Kimia

Jenis-jenis Bahan Kimia

Untuk mengklasifikasikan bahan kimia tentunya terdapat banyak parameternya. Akan tetapi untuk jenis-jenis bahan kimia yang umum bisa dibedakan menjadi beberapa jenis, diantaranya seperti :

  1. Asam

Asam adalah jenis zat senyawa kimia yang didalamnya mengandung ion hidrogen yang sangat reaktif.

Untuk mengetahui apakah senyawa itu asam atau tidak bisa dengan mengukur pH, asam mempunyai pH yang rendah atau dibawah 7.

Asam banyak dipakai dalam percobaan yang menerapkan reaksi asam-basa.

Bahan kimia yang bersifat asam dapat menjadi sangat beracun dan sangat berbahaya, pada konsentrasi rendah bahan asam tersebut akan dapat jadi lebih aman.

Akan tetapi dalam percobaan kimia membutuhkan bahan asam dengan konsentrasi tinggi atau pekat sehingga membutuhkan perlakuan yang ekstra hati-hati karena zat ini sangat berbahaya pada konsentrasi tinggi.

Tingkat kerasnya bahan asam ini tergantung dari kereaktifannya dimana jika bahan asam reaktif maka disebut asam kuat dan jika bahan asam kurang reaktif disebut asam lemah yang tidak terlalu berbahaya.

  1. Basa

Basa merupakan lawan dari sifat asam yang dimana bahan kimia bersifat basa ini memiliki kandungan ion hidroksida.

Ketika hidroksida bertemu dengan hidrogen dalam asam, maka keduanya akan bisa bergabung dan menjadi air (H2O). Sedangkan untuk sisa dari bahan kimia dalam asam dan basa akan menjadi garam.

Basa diketahui mempunyai nilai pH yang sangat tinggi atau lebih dari 7 pH meter. Contohnya seperti pada asam, basa yang dianggap kuat atau lemah, karena semua itu tergantung pada reaktivitasnya.

Pada dasarnya bahan kimia yang bersifat basa tidak akan sekeras dan tidak berbahaya seperti asam.

  1. Bahan Kimia Logam

Bahan kimia logam merupakan suatu bahan kimia cairan, bahan kimia jenis logam tersebut terdiri dari beberapa macam.

Karena di dunia sudah terdapat banyak jenis logam seperti besi, aluminium, tembaga, emas, dan lain sebagainya. Bahan kimia logam sering dipakai biasanya dalam bidang kimia anorganik.

  1. Bahan Kimia Reaksi Panas

Bahan kimia reaksi panas terdapat 2 jenis reaksi yaitu reaksi endotermik dan reaksi eksotermik.

  • Reaksi endotermik adalah reaksi yang membutuhkan atau menyerap panas untuk terjadinya reaksi.
  • Sedangkan untuk reaksi eksotermik merupakan reaksi yang terjadi secara spontan dan menghasilkan panas. Pada reaksi tersebut bisa melibatkan bahan kimia tertentu seperti bahan kimia yang mempunyai sifat tahan panas dan bahan kimia yang mempunyai tahan api yang merupakan bahan endotermik.

Biasanya bahan jenis tersebut digunakan untuk berbagai hal yang mempunyai nilai tinggi karena sifat positifnya mampu tahan panas.

  1. Polimer

Polimer adalah bahan kimia yang tersusun dari monomer-monomer yang saling bergabung membentuk rantai panjang bernama polimer. Terdapat sangat banyak bahan kimia yang ada dalam bentuk polimer ini.

  1. Bahan Kimia Berbahaya

Meski berguna dalam dunia kimia, namun disisi lain ada beberapa bahan kimia juga bisa membahayakan manusia. Itulah alasan dalam laboratorium sangat menekankan kita harus lebih berhati-hati serta lebih bisa memperhatikan sifat bahan kimia tersebut.

Umumnya setiap dalam kemasan terdapat tingkat bahayanya dan bagaimana cara mengatasinya, sebelum memakai bahan-bahan kimia tersebut alangkah baiknya kita memahami terlebih dahulu bagaimana cara memperlakukan bahan kimia tersebut.

Bagaimana bisa Bahan Kimia Membahayakan Tubuh Kita

Tidak ada dampak dari bahan kimia sebelum bahan kimia itu memasuki atau mengalami kontak langsung dengan tubuh.

Ada tiga cara bahan kimia bisa memasuki atau kontak dengan tubuh yakni secara inhalasi atau menghirup, tertelan melalui mulut dan terakhir melalui kontak secara langsung dengan kulit.

  1. Inhalasi

Sebagian besar bahan kimia yang berbentuk larutan terutama bahan kimia dengan tingkat volatilitas tinggi akan menghasilkan uap yang tersebar luas ke udara.

Sedangkan bahan kimia yang berada dalam bentuk uap tersebut juga sama bahayanya dengan yang berbentuk larutan, ketika uap yang tercampur dengan udara tersebut terhirup maka akan mengakibatkan efek inhalasi.

Cara mengatasinya, secara umumnya para pekerja menggunakan masker yang bisa mencegah uap berbahaya tersebut untuk terhirup oleh paru-paru kita.

  1. Tertelan

Sebenarnya kasus bahan kimia yang tertelan itu sangat jarang ditemukan. Hal itu karena pada saat  di laboratorium pada umumnya terdapat peraturan bahwa tidak diperbolehkan makan dan minum saat berada di dalam laboratorium.

  1. Kontak Kulit

Kontak kulit secara langsung dengan bahan kimia adalah kejadian yang paling sering terjadi, dimana bahan kimia terkena kulit sehingga akan mengakibatkan dampak negatif pada kulit contohnya seperti iritasi, bengkak, serta bahkan luka terbakar.

Untuk mencegahnya secara umum pekerja akan memakai jas laboratorium panjang dengan sarung tangan sehingga terlindung dari bahan kimia berbahaya.

Baca juga : Pengertian Timah

Contoh Bahan-Bahan Kimia

Contoh Bahan-Bahan Kimia

Pengertian Bahan-Bahan Kimia

Setiap bahan kimia mempunyai fungsi dan manfaat sendiri-sendiri, berikut ini beberapa contoh dari bahan kimia yang ada dan sering digunakan:

  1. Asam Asetat (C2H4O2)

Asam asetat sesuai dengan namanya adalah bahan kimia dengan jenis asam lemah yang berupa larutan bening dengan bau yang sangat tajam. Asam asetat atau biasa juga kita kenal dengan cuka ini mempunyai sangat banyak aplikasi.

Kegunaan yang paling sering kita jumpai yakni cuka dapur yang dipakai untuk memasak, namun untuk cuka yang digunakan di dapur ini mempunyai konsentrasi rendah atau sudah melalui tahap pengenceran.

Sedangkan asam asetat dengan konsentrasi tinggi atau glasial pada umumnya dimanfaatkan untuk kepentingan kimia seperti sintesis tertentu.

  1. Aspirin (C9H8O4)

Aspirin adalah bahan kimia yang sudah digunakan sejak lama sebagai bahan kimia obat. Senyawa ini mampu menghilangkan rasa sakit dan nyeri dengan efektif.

Dengan adanya manfaat ini maka banyak produsen yang melakukan sintesis senyawa ini dan menggunakannya sebagai campuran dalam obat.

  1. Garam (NaCl)

Garam menjadi bahan kimia yang paling sering digunakan serta dibutuhkan pada dapur untuk memasak.

Bahan kimia dengan rumus molekul NaCl ini memang mempunyai banyak manfaat seperti untuk menambah rasa masakan dan mempunyai sifat pengawet alami.

Selain untuk kepentingan tersebut, dalam kimia garam juga dipakai untuk banyak percobaan.

Garam juga dapat diperoleh melalui berbagai reaksi kimia seperti halnya reaksi asam-basa yang menghasilkan garam.

  1. Natrium Karbonat (Na2CO3)

Natrium Karbonat (Na₂CO₃), merupakan garam natrium dari asam karbonat yang mudah larut di dalam air.

Natrium karbonat murni akan berwarna putih, bubuk tanpa warna yang menyerap embun dari udara, punya rasa alkalin atau pahit, serta membentuk larutan alkali yang kuat. Rumusnya yaitu: Na2CO3.

Dengan massa molar: 105,9888 g/mol. Rumus kimianya: Na2CO3. Anion lain: Natrium Bikarbonat. Kelarutannya: Tidak larut dalam etanol, Aseton; Larut dalam Gliserol, Dimetilformamida. Struktur kristal: Monoklinik (anhidrat); Ortorombik (monohidrat, heptahidrat).

  1. Kalsium Karbonat (CaCO3)

Kalsium Karbonat merupakan senyawa kimia dengan formula CaCO₃. Senyawa ini adalah bahan yang umum sering kita jumpai pada batu di semua bagian dunia, dan merupakan komponen utama cangkang organisme laut, siput, bola arang, mutiara, serta kulit telur.

Rumusnya: CaCO3. Dengan nama IUPAC: Calcium Carbonate. Memiliki massa molar: 100,0869 g/mol. Titik didih: mengurai. Kelarutan dalam air: 0.0013 g/100 mL (25 °C). Struktur kristal: Segi tiga

  1. Asam Sulfat (H2SO4)

Asam sulfat, H₂SO₄, adalah termasuk asam mineral yang kuat. Zat ini larut di dalam air pada semua perbandingan.

Asam sulfat memiliki banyak kegunaan dan merupakan salah satu produk utama industri kimia. Rumusnya adalah : H2SO4.

Dengan nama IUPAC: Sulfuric acid. Memiliki massa molar: 98,079 g/mol. Kepadatan: 1,84 g/cm³. Rumus molekul: H2SO4. Viskositas: 26,7 cP (20 °C).

Nah, inilah informasi tentang pengertian bahan kimia, teori bahan kimia, simbol bahan kimia, jenis bahan kimia, contoh bahan-bahan kimia yang harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat, terima kasih.