√ Pengertian Pencemaran Tanah, Penyebab dan Cara Menanggulanginya

Pengertian Pencemaran Tanah – Hallo, sobat. Masih tidak jauh dengan pembahasan yang  bertemakan pencemaran lingkungan. Kali ini kita akan membahas pencemaran yang tidak jauh dari sekitar kita, yaitu pencemaran tanah.

Ini sangat penting kita pelajari karena tanah memang bagian yang terpenting dalam hidup ini bahkan semua makhluk hidup. Jika tanah terkontaminasi maka tanah juga menjadi tidak baik bagi kelangsungan makhluk hidup.

Namun, jika tanah di sekitar kita baik dan subur maka kelangsungan hidup makhluk hidup juga akan semakin membaik dan terjaga.

Dengan semakin mengertinya kita tentang pencemaran tanah ini semoga kita dengan sadar diri dapat membantu melakukan pencegahan secara berkala.

Pengertian Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah merupakan suatu keadaan diman zat – zat kimia buatan manusia masuk ke dalam tanah dan mengubah ekosistem tanah alami. Pencemaran tanah ini dapat terjadi dari berbagai macam sebab yaitu dari alam mauapun dari manusia. Namun, pengaruh utama pencemaran lingkungan berasal dari ulah manusia.

Saat zat – zat kimia masuk ke dalam tanah apalagi zat – zat tersebut merupakan zat yang berbahaya maka zat tersebut dapat menguap, tersapu oleh air hujan meresap ke dalam tatanan tanah hingga terendap. Zat beracun tersebut bisa berdampak langsung kepada manusia saat bersentuhan dan mencemari air, tanah dan udara.

Pencemaran tanah ini dapat berakibat kepada kesehatan , ekosistem dan pertanian. Dampak pencemarannya tergantung pada tipe polutan, jalur masuknya ke dalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena. Sehingga dampaknya pun bisa saja pada level rendah, kritis mauapun akut.

Pencemaran sangat berkaitan erat dengan polusi udara dan air, karena kedua polusi tersebut membawa zat – zat polutan ke dalam tanah juga. Berbagai macam endapan limbah padat maupun cair di permukaan dan bawah tanah bukan hanya mencemari tanah namun  juga air tanah.

Contoh Dan Ciri – Ciri Pencemaran Tanah

Terjadinya pencemaran tanah dapat ditunjukan dengan beberapa indikator secara kasat mata maupun tidak tergantung jenis poltan yang mengkontaminasi tanah. Ada beberapa indikator yang dapat digunakan untuk memastikan tanah itu tercemar atau tidak, yaitu indikator fisik, indikator kimia dan indikator biologi.

Ketiga macam indikator tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Berikut ini penjelasannya.

  1. Indikator Fisik

Tanah dapat dikatakan tercemar dengan adanya perubahan pada warna tanah, kedalaman lapisan atas tanah, kepadatan tanah, porositas, tekstut tanah dan endapan tanah.

  1. Indikator Kimia

Tanda-tanda terjadinya pencemaran tanah dalam indikator kimia dapat dilihat dengan kadar pH, salinitas, kandungan fosfor nitrogen, kandungan logam berat, zat radioaktif, kandungan senyawa organik. Kadar pH tanah dapat diketahui setelah dilakukannya penelitian di laboratorium atau alat khusus indikator pH tanah.

  1. Indikator Biologi

Sedangkan indokator biologi dapat dilihat dengan adanya cacing tanah. Tanah yang subur dipastikan terdapat cacing di dalamnya dan tidak mengandung kontaminasi polutan di atas ambang batas. Cacing tersebit dapat membantu menyuburkan tanah sekaligus menggemburkan tanah.

Dari beberapa indikator di atas, dapat kita simpulkan bahwa ciri- ciri tanah yang tercemar yaitu tanahnya tidak subur, pH di bawah 6 atau pH di atas 8, berbau busuk, kering, mengandung logam berat dan mengandung sampah anorrganik.

Sedangkan ciri – ciri tanah yang tidak tercemar yaitu tanahnya subur, pH tanah diantara angka 6 sampai 8, tidak berbau busuk, tanahnya gembur, tidak mengandung logam berat dan tidak mengandung sampah anorganik.

Baca juga : Pengertian Pencemaran Lingkungan

Penyebab Pencemaran Tanah

Penyebab Pencemaran Tanah

Pencemaran juga bisa disebabkan dari mana  saja, baik itu secara alami maupun dari ulah manusia. Berikut ini adalah beberapa penjabaranya terkait penyebab pencemaran tanah.

  1. Polutan Alami.

Polutan alami merupakan sumber secara alami yang menjadi penyebab pencemaran tanah. Misalnya pencemaran tanah akibat tumpukan bahan kimia beracun. Hal itu terjadi di gurun Atacama. Adanya akumulasi garam menjadikan tanah tersebut menajdi tercemar.

  1. Polutan Non Alami

Polutan non alami merupaka pencemaran tanah yang disebebkan oleh ulah atau aktivitas manusia. Berbagai macam zat berbahaya baik organik maupun anorganik datap menyebabkan kondisi tanah semakin tidak baik. Misalnya, akibat pembuangan limbah yang padat maupun cair dari limbah pabrik, penggunaan pestisida yang berlebih, pembuangan sampah sembarangan, dan masih banyak contoh yang lain lagi di sekitar kita.

Selain dari dua sumber penyebab terjadinya pencemaran tanah, ternyata ada beberapa bahan yang juga bisa menyebabkan tanah tercemar, antara lain sebagai berikut:

  1. Limbah cair

Limbah cair sering dihasilkan oleh pabrik – pabrik yang berbahan cair. Pada umumnya zat cair yang dikeluarkan berbahan rascun dan berbahaya. Selain dapat mencemari tanah, limbah cair juga dapat mencemari air tanah dan air permukaan.

  1. Limbah padat

Bukan hanya limbah cair, pabrik dan industri juga sering menghasilkan limbah padat. Limbah padat tersebut sangat bisa membuat tanah tercemar, misalnya potongan besi atau sisa-sisa produksi pabrik.

  1. Limbah organik

Limbah organik merupakan limbah yang dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme pengurai yang ada di dalam tanah. Walaupun sampah organik tidak begitu berbahaya karena sifatnya yang mudah terurai, namun jika jumlahnya berlebihan maka juga akan membuat kondisi tanah menjadi berbahaya.

  1. Limbah anorganik

Limbah anorganik berbanding terbalik dengan limbah organik. Limbah anorganik merupakan sampah yang sulit terurai atau membutuhkan waktu lama untuk bisa terurai. Misalnya botol minuman, botol plastik, kaleng – kaleng bekas.

  1. Limbah pertanian

Sistem pertanian yang  menerapkan penggunaan  pestisida, anti hama, pupuk bahkan anti penyakit dapat menimbulkan polusi tanah. Tanah – tanah persawahan yang sudah sering terkena bahan kimia tidak akan menghasilkan hasil panen yang baik.

  1. Limbah rumah tangga

Limbah rumah tangga juga berdampak ke mana-mana yang dihasilkan setiap hari. Misalnya air ditergen, sabun mandi dan lainnya. Limbah rumah tangga ini menyebabkan berbagai macam pencemaran bukan hanya pencemaran tanah saja, namun juga mengakibatkan pencemaran air dan pencemaran udara.

  1. Kebakaran hutan

Selain menjadi pencemaran udara, namun hasil dari terbakarnya hutan dapat menyebabkan kerusakan kandungan tanah sehingga menyebabkan  tanah tidak lagi subur sehingga sulit ditanami kembali. Kebakaran meninggalkan bekas sisa – sia pembakaran sehingga dapat mengendap ke dalam tanah dan akhirnya sulit untuk dipulihkan.

Baca juga : Pengertian Pencemaran Udara

Dampak Pencemaran Tanah Terhadap Lingkungan Sekitar

Dampak Pencemaran Tanah

Akibat pencemaran tanah mengakibatkan dampak tertentu bagi tanah maupun ekosistemnya. Dampak ini bukan hanya dirasakan oleh manusia, namun juga hewan serta tumbuhan. Pencemaran tanah  berdampak bagi kondisi tanah itu sendiri dan berdampak dalam berbagai bidang atau sektor di lingkungan sekitar.

Dampak pencemaran tanah bagi kondisi tanah itu sendiri bisa menyebabkan tanah tidak subur, tanaman mati, eorosi dan masih banyak yang lainnya. Berikut ini penjelasanya.

  1. Tanah tidak subur

Tanh tidak subur ditandai dengan menurunnya kualitas tanah. Tanah yang tercemar memiliki kandungan humus yang sedikit. Semakin banyak kandungan humus maka semakin subur pula tanah tersebut. Kadungan humus ini sangat berguna pertumbuhan tanaman baik pertanian, perkebunan dan tanaman lainnya.

  1. Tanaman mati

Tanah mati mempengaruhi kesuburan tanah yang tidak cukup mengandung unsur hara. Pencemaran tanah ini mengakibatkan unsur hara berkurang dan bahkan menghilang. Jika unsur hara berkurang atau menghilang maka tanaman menjadi layu akhirnya suatu saat akan mati.

  1. Erosi

Tanah yang tercemar mudah sekali mengalami erosi karena tanah yang tercemar tidaklah lagi memiki struktur ikatan yang kuat. Sehingga jika terjadi hujan akan mudah sekali larut dengan air.

  1. Bau tidak sedap

Bau tidak sedap berasal dari uraian sampah organik akibat uraian mikroorganisme dari tanah yang tercemar. Semakin banyak sampah yang menumpuk bisa jadi semakin parah pula bau tidak sedapnya. Hal ini dapat menganggu pernafasan.

  1. Salinitas tinggi

Salinitas merupakan kandungan garam dalam tanah. Tanah yang tercemar menyebabkan salinitas tinggi sehingga pH tanah menjadi asam.

Selain berdampak bagi kondisi tanah itu sendiri, pencemaran tanah juga memiliki dampak dari berbagai bidang. Yaitu berdampak pada kesehatan, pada ekosistem dan pada pertanian.

Baca juga : Pencemaran Air

Dampak Pencemaran Tanah Terhadap Makhluk Hidup

Dampak terhadap kesehatan kesehatan

1. Pada kesehatan

Polusi tanah mengandung berbagai macam zat berbahaya bagi kesehatan, baik orang dewasa maupun bagi anak – anak. Diantaranya adalah timbal, merkuri, benzene, klorin dan masih banyak yang lainnya. Berikut ini beberapa penjelasannya.

  • Timbal sangat berbahaya untuk anak – anak karena dapat menyebabkan kerusakan otak dan kerusakan ginjal pada seluruh populasi.
  • Merkuri dan siklodiena juga dapat menyebabkan kerusakan ginjal, bahkan sampai tidak dapat terobati
  • Pada paparan kronis, benzene pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan terkena leukimia.
  • Berbagai pelarut yang mengandung klorin dapat merangsang perubahan pada hati, ginjal serta penurunan system saraf pusat.

Dampak bagi kesehatan yang paling Nampak yaitu seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata dan ruam kulit. Yang pasti dalam dosis yang besar pencemaran tanah dapat meyebabkan kematian.

2. Pada ekosistem

Pencemaran tanah sangat berdampak dalam perubahan ekosistem. Perubahan kimiawi tanah dapat muncul dari adanya bahan kimia berbahaya bahkan dalam dosis yang rendah sekalipun.

Perubahan tersebut menyebabkan metabolisme dari mikroorganisme yang hidup di lingkungan tanah. Akibatnya dapat memusnahkan beberapa spesies dan rantai makanan. Jika rantai makanan ini terganggu maka akan mempengaruhi makhluk – makhluk hidup lainnya, bisa jadi kepunahan atau kematian.

3. Pada pertanian

Tanah merupakan hal terpenting bagi tumbuhan sebagai media kehidupannya. Pencemaran tanah menyebabkan perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya berpengaruh pada turunnya kualitas tanah menjadikan penurunan hasil pertanian.

Jika ini terus menerus dapat menyebabkan dampak berkelanjutan pada konservasi tanaman dimana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Beberapa bahan kimia tersebut memiliki waktu yang panjang dalam pencemaran tanah.

Cara Penanggulangan Pencemaran Tanah

Karena begitu pentingnya peran tanah dalam kehidupan maka pencemaran tanah yang sudah sering terjadi saat ini perlu segera ditanggulangi agar tidak semakin parah. Namun, sebelum dilakukannya penanggulangan pencemaran tanah kita secara mandiri bisa melakukan pencegahan sejak dini agar tidak terjadi pencemaran tanah.

Sebenarnya apa yaa penganggulangan dan pencegahan. Tentunya berbeda pencegahan dan penanggulangan pencemaran. Bedanya terletak pada waktu mengatasi pencemaran tanah.

Penanggulangan pencemaran merupakan beberapa aktivitas yang harus dilakukan akibat pencemaran sudah terjadi dalam level tertentu atau kritis, agar dampak yang ditimbulkan tidak membahayakan bagi sekitarnya.

Sedangkan, pencegahan pencemaran tanah itu merupakan tindakan yang dilakukan sebelum pencemaran tanah berada dalam level kritis atau berbahaya. Hal ini perlu dilakukan secara sadar agar pencemaran tidak terus bertambah.

Untuk lokasi tertentu yang sudah mengalami pencemaran dalam level kritis atau akut maka perlu sekali dilakukan beberapa cara agar pencemaran dapat teratasi dan tanahnya kembali subur. Berikut ini beberapa cara penanggulangan pencemaran tanah.

Cara Penanggulangan Pencemaran Tanah:

Cara Penanggulangan Pencemaran Tanah

1. Remediasi

Remediasi adalah kegiatan membersihkan permukaan tanah yang telah tercemar. Remediasi ada dua jenis, yaitu pembersihan on-site dan off-site. Pembersihan dua jenis ini dilakukan sesuai dengan kondisi yang terjadi.

Pembersihan on-site merupakan permbersihan di lokasi. Sedangkan pembersihan off-site merupakan pembersihan dengan melakuka peggalian tanah yang tercemar kemudian dipindahkan pada tempat yang sudah aman.

2. Bioremediasi

Bioremediasi merupakan pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi ini bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang atau tidak beracun.

Jamur juga berperan dalam penanggulangan pencemaran. Jamur berperan langsung dalam penyerapan unsur logam dari dalam tanah dan berperan tidak langsung dalam merangsang pertumbuhan mikroorganisme bioremediasi lainnya seperti bakteri.

Sedangkan pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghambat pencemaran adalah dengan sebagai berikut:

  1. Tidak membuang ke tanah secara langsung senyawa sisntesis seperti plastik. Sebaiknya sampah yang berbahan plastik bisa diuraikan dulu dengan membakarnya, sehingga abu hasil pembakaran bisa kembali bersama tanah.
  2. Melakukan daur ulang sampah jika ditemukan sampah – sampah yang masih bisa digunakan. Misalnya sampah kertas, plastik dan lainnya.
  3. Membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan jenis sampahnya, misalnya pemisahan sampah dengan dua jenis yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sehingga kita semua bisa menaruh sampah sesuai dengan dua jenis tersebut.
  4. Memisahkan sampah organik dan anorganik. Ini berkaitan dengan poin c yang telah dijelaskan di atas. Sampah ini perlu dipisahkan agar mempermudah pengolahannya. Misalnya sampah daunkering bisa dimasukan dalam sampah organic. Sampah botol plastic bisa dimasukan ke dalam sampah anorganik.

Sampah organik berasal dari tumbuhan dan hewan sehingga bisa didaur ulang menjadi kompos penyubur tanaman. Sedangakan, sampah anorganik tidak bisa dengan cepat terurai. Karena itulah kenapa harus dipisah sesuai dengan jenisnya.

  1. Tidak membuat detergen langsung ke tanah. Limbah detergen dapat dibuang dalam penampungan lebih dahulu, selanjutnya dilakukan pengendapan, penyaringan, dan penjernihan.
  2. Menggunakan pestisida, pupuk dan bahan pertanian lainya sesuai dengan dosis yang telah ditentukan, tidak berlebihan dalam penggunaanya.
  3. Memperbanyak tanaman untuk menghindari pengikisan lapisan humus oleh air hujan. Daun tanaman dapat menyerap air untuk membantu proses fotosintesis. Begitu pula akar tanaman dapat menahan dan mengikat tanah agar tidak mudah erosi.

Semoga sobat semua paham dengan mengerti berkaitan dengan pencemaran tanah ini. Karena pencemaran ini selalu terjadi di sekitar kita. Jika diri kita sendiri tidak peduli dengan lingkungan sekitar maka pencemaran tanah ini akan terus bertambah. Mulailah dengan diri kita sendiri untuk sadar akan lingkungan.