Pakaian Adat Sumatera Selatan Yang Wajib Anda Ketahui Update 2020

Pakaian Adat Sumatera Selatan – Sebagaimana wilayah lain di Indonesia, Sumatera Selatan spesialnya Palembang memiliki Pakaian tradisional dengan karakteristik khasnya sendiri.

Bersumber pada pada catatan sejarah, Pakaian Adat Sumatera Selatan merupakan berasal dari era kesultanan Palembang semenjak abad ke 6 belas sampai abad ke 9 belas pertengahan.

Pada mulanya, Pakaian adat ini cuma boleh digunakan oleh orang golongan tertentu saja, semacam raja, pangeran, dan priyai dan golongan ningrat yang lain. Tidak sembarang orang boleh mengenakan Pakaian ini.

Tetapi, sebagaimana kita tahu, pada jaman saat ini ini, Pakaian tradisi dari Sumatera Selatan ini boleh dipakai oleh siapa saja pada dikala kegiatan perkawinan. Jadi tidak wajib raja. Dengan kata lain, Pakaian tradisional ini telah merakyat.

Provinsi Sumatera Selatan dikala ini sangat tidak mempunyai 2 Pakaian adat yang lumayan unik dan menarik untuk kita ikuti bagaikan peningkat pengetahuan kita hendak kekayaan budaya nusantara yang sebetulnya sarat arti.

Pakaian tradisional ini biasa digunakan pada dikala acara- acara tertentu, misalnya: upacara adat pernikahan, festival, dan acara- acara budaya yang lain.

Jadi Pakaian tradisional Sumatera Selatan ini tidak digunakan pada sembarang kegiatan terlebih untuk busana setiap hari. Ada juga 2 Pakaian adat Sumatera Selatan terdapat 2, ialah:

  1. Aesan Paksangko.
  2. Aesan Gade.

Kedua pasang mempelai pengantin hendak terus menjadi nampak lebih Anggun bila mengenakan pakaian adat Palembang ini.

Dari perihal ini kita dapat mengenali betapa agungnya budaya bangsa kita spesialnya perihal desain Pakaian adat oleh nenek moyang kita.

Mengapa dinamakan Aesan? Aesan yakni suatu kata dari bahasa Palembang yang bermakna Pakaian, Busana, ataupun Pakaian.

Jadi sangatlah normal bila nama Pakaian adatnya mengenakan kata ini. Bisa jadi juga untuk Pakaian tradisional yang lain di nusantara ini banyak terilhami dari bahasa wilayah tiap- tiap untuk menyebut namanya.

Ayo kita bahas satu persatu untuk memperoleh uraian lebih rinci bagaikan berikut:

  • Pakaian Adat Sumatera Selatan Aesan Paksangko
  • Pakaian Adat di Sumatera Selatan( Palembang) Aesan Gede
  • Pernak- pernik Pakaian Aesan Gade
  • Gelang Sempuru dan Gelang Kanu

Pakaian Adat Sumatera Selatan Aesan Paksangko

Pakaian Adat Sumatera Selatan Aesan Paksangko

Pakaian Adat Sumatera Selatan Aesan Paksangko

 

Pakaian adat wilayah Sumatera Selatan yang awal merupakan yang diketahui dengan nama Aesan Paksangko. Pakaian adat ini memiliki arti filosofis yang melambangkan keagungan warga wilayah Sumatera Selatan.

Busana Adat Palembang ini pada biasanya lebih kerap nampak pada sesuatu kegiatan resepsi perkawinan yang dipakai oleh kedua pasang mempelai, dengan campuran corak merah dan emas.

Dengan menggunakan Pakaian adat ini penampilan kedua pengantin hendak terus menjadi anggun.

Pakaian Adat Sumatera Selatan Aesan Paksangko

Pada Pakaian Aesan Paksangko, mempelai perempuan menggunakan pakaian kurung dengan corak merah dan bermotif bunga bintang bercorak keemasan.

Atmosfer riang terus menjadi nampak dengan pengaruh Pakaian adat yang unik ini.

Tidak hanya itu juga mengenakan kain songket lepus bersulam emas dan teratai dibagian dada, dan dilengkapi dengan mahkota Paksangkong, Kembang Goyang, Kembang Kenango, Kelapo Standan, dan pernak- pernik elegan lain yang bercorak kuning keemasan.

Untuk pengantin laki- laki, mengenakan pakaian dengan corak senada ataupun tidak jauh berbeda ialah menggunakan pakaian motif tabur bunga emas, seluar pengantin( celana pengantin), songket lepus, selempang songket, dan songkok( kopiah) yang bercorak emas bagaikan penutup kepala.

Baca juga : Pakaian Adat Lampung

Pakaian Adat di Sumatera Selatan( Palembang) Aesan Gede

Pakaian adat provinsi Sumatera Selatan yang kedua merupakan yang diucap dengan nama Aesan Gede. Berbeda dengan Aesan Paksangko, pakaian adat Aesan Gede lebih mengombinasikan corak merah jambu dan emas.

Foto Pakaian adat Aesan Gede Sumatera Selatan

Foto Pakaian adat Aesan Gede Sumatera Selatan

 

Pernak- pernik Pakaian Aesan Gade

Pernak- pernik Pakaian Aesan Gade

Pernak- pernik Pakaian Aesan Gade

 

Kedua corak tersebut mencerminkan keagungan para bangsawan dan kebesaran para bangsawan dari bumi Sriwijaya.

Jadi masih erat kaitannya dengan pengaruh kerajaan pda jaman dulu. Di dasar ini ini merupakan foto dari Pakaian Adat Sumatera Selatan dengan Pakaian Aesan Gede.

Uraian pendek tentang Pakaian tradisional dari Sumatera Selatan“ Aesan Gade” merupakan bagaikan berikut:

Mahkota yang dikenakan merupakan Karsuhun untuk wanita dan Kopiah Cuplak untuk pria.

Terate merupakan suatu hiasan dipakai oleh sang pria dan wanita untuk menutupi bagian dada dan pundak. Terate imi bebentuk bundaran bersudut 5 bermotif bunga melati bersepuh emas.

Bagian tepinya ada pekatu berupa bintang dan rantai dan juntaian lempengan emas berupa biji mentimun. Hiasan ini menggambarkan kemegahan dan kesucian.

Kebo Munggah ataupun Kalung Tapak Jajo, ialah kalung yang dibuat dari emas 24 karat berupa lempengan bersusun 3( spesial untuk yang sudah menikah).

Kalung ini masih boleh digunakan oleh pria ataupun perempuan yang belum menikah cuma saja terdiri dari lempengan bersusun 2 ataupun satu saja.

Sahabat, pakaian adat Pelembang  yang satu ini adalah selendang sawit yang terbuat dari emas 22 karat dengan macam hias sulur dan nada aksen intan di bagian tengahnya.

Selendang ini jumlahnya dua yang dipakai menyilang dari bahu ke pinggang sebelah kanan dan sebaliknya.

Keris. Keris ini dipakai oleh pengantin laki- laki( generasi raja/ bangsawan) yang terselip di pinggang depan sebelah kanan dengan gagang menghadap keluar.

Untuk sang pria yang bukan bangsawan ataupun generasi raja, kerisnya diletakkan di bagian pinggang balik. Perihal ini bermaksud untuk menghormati para raja ataupun atasan.

Pada jaman dulu, sarung keris ini terbuat dari emas 20 karat.

Pending, aksesoris Pakaian adat Sumatera Selatan berupa ikat pinggang pria dan wanita dengan wujud lempengan emas berdimensi 6×9 centimeter dibuat dari emas 20 karat.

Badong merupakan kepala pending yang diukir dengan motif macam hias naga, burung hong daun, dan bunga.

Gelang Palak Ulo, adalah gelang emas 24 karat dengan taburan berlian berupa ular naga bersisik dan berpulir. Gelang ini cuma digunakan oleh si- perempuan di bagian lengannya.

Gelang Kecak. Sahabat untuk Gelang Kecak ini merupakan gelang yang di buat dari emas 24 karat berwujud mata berhias pekatu polos dan ditengahnya terdapat 2 tumpukan bundaran berhias emas.

Nah, untuk Gelang ini dipakai biasanya oleh kedua mempelai dibagian pangkal lengan agar terlihat indah dan menawan.

Baca juga : Pakaian Adat Aceh Darussalam

Gelang Sempuru dan Gelang Kanu

Gelang Sempuru dan Gelang Kanu

Gelang Sempuru dan Gelang Kanu

Saputangan Segitigo, merupakan saputangan yang terbuat dari beludru dengan corak merah yang salah satu sisinya bertabur kelopak bunga melati dari emas.

Bahawasannya yang perlu Anda ketahui adalah saputangan ini memiliki rantai, juntaian dan juga lempengen yang berbentuk wajik.

Dipakai oleh mempelai laki- laki di jari tengah sebelah kanan( Aesan Gade), ataupun dipakai mempelai laki- laki di telunjuk sebelah kiri( Aesan Paksangko).

Trompah, merupakan sejenis sepatu yang dikenakan oleh kedua mempelai pengantin umumnya bercorak senada dengan atasan untuk nampak serasi.

Tetapi demikian, nyaris seluruh Pakaian tradisional Sumatera Selatan masih mengenakan kain songket asli dengan metode pembuatan manual. Pasti perihal ini membutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan maha karya seni yang besar.

Dari seluruh wilayah di Sumatera Selatan, tiap- tiap pasti mempunyai faktor Melayu yang sangat kokoh dengan senantiasa mengedepankan nilai- nilai budaya dan norma kesopanan yang telah sepatutnya senantiasa kita jaga dan kita lestarikan untuk peninggalan anak cucu kita nanti.

Demikian ulasan  Pakaian Adat Sumatera Selatan yang lengkap dengan Penjelasannya, mudah- mudahan menambah pengetahuan dan pemahaman kita terhadap agungnya budaya bangsa Indonesia.

Baca Juga : Pakaian Adat Sumatera Barat