Kenal Lebih Dekat dengan 5 Pakaian Adat Kalimantan Barat

Pakaian Adat Kalimantan Barat – Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki kekayaan alam berlimpah serta banyak keanekaragaman suku dan budaya.

Pakaian adat Kalimantan Barat merupakan salah satu bukti kekayaan budaya di Indonesia yang memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri.

Pakaian adat di Kalimantan Barat memiliki ciri khas dan sarat akan nuansa etnik yang masih terjaga hingga saat ini.

Ciri khas yang paling menonjol dari pakaian adat di Kalimantan Barat ini yaitu bahan-bahan pakaian yang terbuat dari kulit kayu serta manik-manik yang menjadi pelengkapnya.

Jenis Pakaian Adat Kalimantan Barat

Pakaian Adat Kalimantan Barat

Berikut 5 pakaian adat yang terdapat di Kalimantan Barat yang perlu diketahui.

King Bibinge Pakaian Istimewa dari Alam

Pakaian adat yang terdapat di Kalimantan Barat yaitu king bibinge. Pakaian adat king bibinge ini biasanya dikenakan oleh perempuan suku Dayak di Kalimantan.

Bahan pakaian adat king bibinge ini cukup unik dan memiliki ciri khas tersendiri, yaitu terbuat dari bahan kulit kayu kapuo atau kulit kayu kapuak dan tanaman ampuro.

Cara pembuatan yang cukup unik dan dilakukan dengan orang yang memiliki keahlian khusus menjadikan pakaian adat di Kalimantan Barat lebih istimewa dan menarik.

Pada pembuatan pakaian adat ini, kulit kayu yang menjadi bahan utamanya dicelupkan ke dalam air, selanjutnya kulit kayu tersebut dipukul berulang kali menggunakan batu sehingga kulit kayu menjadi pipih.

Proses pemukulan kulit kayu dilakukan di dalam air, dan pemukulan dilakukan berulang kali hingga kulit kayu menjadi pipih dan tinggal serat kayu.

Setelah memastikan bahwa kulit kayu yang dipukul dengan batu tersebut menjadi pipih serta mendapat kelenturan yang pas, langkah selanjutnya yaitu dikeringkan dengan dijemur di bawah terik.

Setelah memastikan kulit kayu menjadi kering, langkah selanjutnya yaitu kulit kayu yang tipis dan memiliki kelenturan tepat menyerupai kain ini dilukis dengan lukisan etnik khas suku Dayak di Kalimantan Barat dengan menggunakan bahan alami.

Setelah dilukis dengan lukisan khas Dayak, selanjutnya pakaian adat ini akan dihiasi dengan manik-manik yang terbuat dari bij-bijian kering dan dibentuk sehingga menjadi indah.

Perempuan di Kalimantan Barat menggunakan pakaian adat ini dengan tambahan aksesoris untuk menunjang keanggunannya.

Aksesoris yang sering digunakan sebagai pelengkap pakaian adat ini yaitu kalung yang terbuat dari tulang hewan dan akar pohon yang bagi suku Dayak berfungsi sebagai jimat tolak bala atau roh jahat.

Aksesoris lain yang digunakan sebagai pelengkap pakaian adat yaitu jarat tangan (gelang).

Gelang yang digunakan bukanlah gelang emas pada umumnya, namun gelang ini terbuat dari akar tanaman yang bermakna penolak bala.

Selain penggunaan aksesoris, hiasan yang digunakan sebagai pelengkap pakaian adat king bibinge juga cukup menarik, yaitu ikat kepala khas suku Dayak yang berbentuk segitiga.

Baca juga : Pakaian Adat Jambi

King Baba Pakaian Adat Laki-Laki

Pakaian adat Kalimantan Barat selanjutnya yaitu king baba. Pakaian adat king baba merupakan pakaian adat Dayak yang penggunaannya khusus untuk laki-laki Kalimantan Barat.

King baba memiliki bentuk dan corak yang hampir sama seperti king bibinge, namun king baba memiliki bentuk yang lebih sederhana.

Bahan utama pembuatan pakaian adat king baba ini berasal dari kulit kayu yang dipipihkan dan dikeringkan.

Cara pengolahan kulit kayu sebagai bahan utama pakaian ini juga sama seperti pembuatan dalam pakaian adat king bibinge, yaitu kayu yang dicelupkan ke dalam air dan dipukul menggunakan batu hingga pipih, selanjutnya dijemur di bawah terik.

Pakaian adat king baba ini dilukis dengan motif khas suku Dayak dan tambahan manik-manik, serta pakaian ini memiliki bentuk seperti rompi tanpa lengan dan celana panjang.

Aksesori yang digunakan sebagai pelengkap pakaian adat ini yaitu ikat kepala yang terbuat dari bulu burung enggang gading.

Ikat kepala istimewa yang membuat pemakainya terlihat gagah, selain menjadikan tampilan yang istimewa, bulu burung enggang gading sengaja dipilih sebagai ikat kepala karena memiliki warna yang indah serta tekstur yang lembut.

Aksesori lain yang digunakan laki-laki selain ikat kepala yaitu Mandau dan perisai. Bahan utama dari Mandau yaitu batu yang dibuat tajam, lalu dibentuk secara khusus dan dijadikan senjata khas bagi suku Dayak di Kalimantan Barat.

Baca juga : Pakaian Adat Gorontalo

King Kabo Pakaian Adat Modifikasi

Pakaian adat selanjutnya dari Kalimantan Barat yaitu king kabo. King kabo merupakan pakaian adat modern yang telah mengalami perkembangan sehingga terlihat unik dan menarik tanpa melepaskan ciri khas pakaian adat.

Pakaian adat king kabo ini merupakan pakaian adat king baba yang telah dipadukan dengan kain sungkit (kain khas yang berasal dari Brunei Darussalam).

Pakaian adat yang telah dipadukan dengan kain sungkit tidak lantas menghilangkan ciri khas yang dimiliki oleh suku Dayak di Kalimantan Barat ini.

Ciri khas yang masih melekat pada pakaian adat king kabo ini yaitu bentuk pakaian serta ukiran yang digunakan, selain itu aksesori yang digunakan juga sama seperti pakaian adat king baba yaitu ikat kepala dan Mandau.

Keunikan lain yang terdapat dalam pakaian adat king kabo ini yaitu bahan utama pakaian yang terbuat dari kulit kayu dengan tambahan hiasan manik-manik serta pita rumbai.

Perlu diketahui bahwa nama king kabo diambil dari nama hantu raksasa yang menjadi mitos masyarakat setempat.

Baca juga : Pakaian Adat Betawi

Buang Kuureng Pakaian Adat yang Elegan

Pakaian adat yang berasal dari Kalimantan Barat selanjutnya yaitu buang kuureng. Pakaian adat buang kuureng merupakan pakaian yang digunakan oleh perempuan Kalimantan Barat yang berbentuk baju kurung.

Pakaian adat ini memiliki dua model yaitu kuureng langke tangan untuk model baju berlengan panjang dan kuureng sapek tangan untuk model baju berlengan pendek.

Pakaian adat buang kuureng merupakan perpaduan antara budaya Melayu yang diwujudkan dalam desain pakaian dengan budaya Dayak yang diwujudkan dalam ornamen yang dibuat, sehingga menghasilkan ciri khas yang unik dan bernilai estetika.

Kain yang digunakan pun menggunakan kain beludru yang menghasilkan efek lebih elegan dan terkesan mewah.

Baca juga : Pakaian Adat Bangka Belitung

Pakaian Melayu Perpaduan Kalimantan dengan Melayu

Pakaian adat dari Kalimantan Barat yang lain yaitu pakaian adat melayu sambas, merupakan budaya yang ditambahkan oleh suku Melayu yang banyak tinggal di Sambas.

Desain pakaian adat Kalimantan Barat ini sama seperti pakaian melayu yang dikenal dengan pakaian adat teluk belanga dan cekak musang.

Pakaian adat melayu sambas ini dibuat dari kain songket yang menjadikan pakaian ini memiliki ciri khas bila dibandingkan dengan pakaian adat lain.

Selain itu pakaian adat ini memiliki motif khas dari Kalimantan Barat, sehingga pakaian adat ini memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri yang menjadikan pakaian adat ini menarik dan istimewa.

Kelima pakaian adat di atas merupakan pakaian adat Kalimantan Barat yang memiliki keunikan serta ciri khas tersendiri yang menjadikan pakaian adat ini memiliki nilai estetika yang tinggi.

Banyaknya pakaian adat dari suku-suku di Indonesia semakin membuktikan bahwa Indonesia kaya akan suku dan budaya yang harus dilestarikan.

Baca juga : Pakaian Adat Bali