Pakaian Adat Bangka Belitung yang Khas dengan Warna Keemasan

Pakaian Adat Bangka Belitung – Pakaian adat merupakan salah satu kebudayaan dan menjadi identitas dari setiap provinsi di Indonesia.

Setiap provinsi memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri yang berbeda dengan pakaian adat daerah lain, salah satunya seperti pakaian adat Bangka Belitung yang dipadukan dengan corak keemasan yang semakin menambah keindahan saat dikenakan.

Ciri khas lain yang dimiliki oleh Bangka Belitung, yaitu kain cual atau dikenal dengan tenun cual. Kain cual ini dibuat secara manual serta menggunakan benang emas 18 karat, selain kain cual masih banyak keistimewaan dari pakaian adat yang berasal dari Bangka Belitung, yaitu sebagai berikut.

Macam-macam Pakaian Adat Bangka Belitung

Pakaian Adat Bangka Belitung

Pakaian Adat untuk Perempuan

Pakaian adat yang berasal dari Bangka Belitung ini merupakan pakaian khusus untuk perempuan yang disebut baju seting. Baju seting merupakaan pakaian yang memiliki bentuk model baju kurung dengan warna merah.

Baju seting yang digunakan oleh perempuan di Bangka Belitung terbuat dari bahan beludru atau dapat juga dibuat dari kain sutra.

Penggunaan pakaian adat baju seting ini dipadukan dengan kain cual sebagai bawahannya. Aksesoris yang dikenakan perempuan saat menggunakan baju seting ini terdiri dari mahkota berwarna keemasan, penutup dada yang memiliki bentuk menyerupai teratai, bunga goyang, bunga cempaka, tutup kepala berupa kembang hong, dan lain sebagainya.

Baca juga : Pakaian Adat Bali Tradisional

Kain Cual Khas Bangka Belitung

Kain cual atau tenun cual merupakan kain khas Bangka Belitung yang sering digunakan kaum bangsawan pada abad ke-18.

Kain cual merupakan perpaduan antara teknik songket dan teknik tenun ikat. Motif yang dimiliki kain cual apabila dilihat sekilas hampir sama seperti kain songket khas kota Palembang, namun apabila diperhatikan terdapat perbedaan pada kedua kain tersebut.

Perbedaan antara kain cual khas Bangka Belitung dengan kain songket khas Palembang terletak pada motif hiasan kainnya.

Kain cual memiliki motif berupa bunga-bunga yang sangat menawan, seperti motif bunga cengkeh dan motif bunga cempaka. Selain itu kain cual juga memiliki motif berupa tumbuhan dan hewan.

Keindahan yang terdapat setiap motif kain cual memiliki makna tersendiri, seperti motif bunga yang melambangkan kesucian, segala kebaikan, dan keagungan rezeki.

Selanjutnya yaitu motif bebek yang terdapat pada kain cual melambangkan persatuan dan kesatuan. Motif selanjutnya yaitu motif naga yang melambangkan keperkasaan.

Motif tumbuhan dan hewan yang digunakan pada kain cual melambangkan kekayaan alam, hal ini bertujuan agar mengingatkan manusia akan kebesaran sang Pencipta.

Proses pembuatan kain cual ini cukup rumit, karena untuk menghasilkan motif yang sempurna dibutuhkan ketelatenan dan keahlian tersendiri, dan semua pembuatannya dilakukan secara manual dengan teknik tenun.

Bahan yang digunakan dalam pembuatan kain cual khas Bangka Belitung ini terdiri dari polyster, kain sutra, kain katun, serat kayu, dan benang emas dengan 18 karat.

Bahan kain yang cukup mewah ini dijadikan sebagai pakaian kebesaran di kalangan bangsawan dan saat ini digunakan sebagai pakaian pengantin di Bangka Belitung.

Perempuan di Bangka Belitung biasa menggunakan kain cual dan baju kurung sebagai pakaian adatnya. Selain itu, penggunaan kain cual dan baju kurung juga dilengkapi dengan aksesoris seperti mahkota emas, penutup dada yang menyerupai bentuk teratai, bunga goyang, bunga cempaka, kuntum cempaka, daun bambu, sari bulan, dan tutup kepala berupa kembang hong.

Perempuan Bangka Belitung juga mengenakan perhiasan seperti kalung anting panjang, sepit yang digunakan sebagai hiasan samping telinga, gelang pending sebagai ikat pinggang, serta rangkaian melati pada pakaian adat yang dikenakan.

Bagi masayarakat Bangka Belitung, perpaduan kain cual dengan baju seting atau baju kurung merupakan gabungan antara kebudayaan Cina dan kebudayaan Arab. Dua kebudayaan yang bergabung ini mengedepankan aspek kesantunan dan kesopanan dalam berpakaian.

Baca juga : Pakaian Adat Jawa Timur

Pakaian Adat Bangka Belitung Lelaki

Pakaian adat Bangka Belitung selanjutnya yaitu pakaian khusus lelaki berupa jubah Aarab. Jubah yang dikenakan lelaki Bangka Belitung merupakan jubah Arab berwarna merah tua yang dipadukan dengan celana sebagai bawahannya. Penggunaan pakaian adat jubah ini dilengkapi dengan selendang yang disampirkan pada bahu sebelah kanan.

Jubah dan celana yang dikenakan dalam pakaian adat untuk lelaki Bangka Belitung ini juga dilengkapi dengan aksesoris dan pernak-pernik yang semakin menampilkan keindahan pakaian adat. Penggunaan pakaian ini juga dilengkapi dengan pending selop atau sandal Arab sebagai alas kaki.

Pakaian Adat Pengantin Perempuan

Pakaian adat yang berasal dari Bangka Belitung selanjutnya yaitu pakaian adat yang dikenakan oleh pengantin perempuan yaitu baju seting.

Baju seting merupakan jenis baju kurung berwarna merah atau merah tua, yang bahan utamanya terbuat dari kain beludru maupun kain sutra. Penggunaan baju seting ini dipadukan dengan kain cual.

Penggunaan pakaian adat bagi perempuan Bangka Belitung juga dipadukan dengan aksesoris untuk melengkapinya. Aksesoris yang digunakan terdiri dari mahkota emas dengan ornamen paksian, penutup dada dikenakan pada baju yang disebut teratai, kembang cempaka, kembang goyang, daun bambu, kuntum cempaka, pagar tenggalung, dan sari bulan.

Aksesoris selanjutnya yaitu tutup sanggul yang disebut dengan kembang hong digunakan sebagai hiasan kepala. selanjutnya yaitu kalung anting panjang, hiasan yang diletakkan di telinga kiri dan telinga kanan yang disebut sepit udang, gelang pending sebagai ikat pinggang, dan rangkaian bunga melati pada baju yang dikenakan.

Pakaian Adat Pengantin Laki-laki

Pakaian adat yang berasal dari Bangka Belitung selanjutnya yaitu pakaian yang dikenakan oleh pengantin lelaki, yaitu jubah panjang. Jubah panjang khas Arab yang dikenakan oleh pengantin lelaki biasanya berwarna merah tua yang dipadukan dengan celana panjang berwarna sama seperti jubah atau dapat menyesuaikan dengan jubah yang dikenakan.

Pakaian adat pengantin lelaki ini juga dilengkapi dengan selendang atau selempang yang cara penggunaannya hanya disampirkan pada bahu sebelah kanan.

Busana atasan dan bawahan pengantin lelaki juga dilengkapi dengan pernak-pernik yang serupa seperti pakaian pengantin perempuan.

Aksesoris pakaian adat Bangka Belitung yang dikenakan oleh pengantin yaitu sungkon atau dikenal dengan sorban dengan corak keemasan.

Selain itu, pengantin lelaki juga mengenakan alas kaki berupa pending selop atau dikenal dengan sandal Arab.

Penggunaan sandal Arab dengan warna serasi seperti pakaian yang dikenakan semakin membuat tampilan lebih menawan.

Baca juga : Pakaian Adat Jawa Barat

Alas Kaki Pengantin di Bangka Belitung

Alas kaki yang dikenakan oleh pengantin lelaki di Bangka Belitung disebut dengan kelaki, sedangkan alas kaki yang dikenakan oleh pengantin perempuan disebut bini.

Alas kaki yang dikenakan berupa sandal selop yang bahannya terbuat dari beludru dengan warna dasar merah sesuai dengan pakaian yang dikenakan oleh pengantin.

Pakaian adat Bangka Belitung merupakan pakaian yang memiliki ciri khas keemasan serta bahan kain yang ditenun secara manual semakin menampilkan keindahan pakaian adat ini.

Selain itu, pemilihan corak dan warna pakaian yang tepat menjadi salah satu keistimewaan pakaian adat khas Bangka Belitung yang wajib dijaga dan dilestarikan.

Baca juga : Pakaian Adat Jawa Tengah