7 Jenis Pakaian Adat Bali, Cara Penggunaan, dan Nilai Filosofisnya

Pakaian Adat Bali Tradisional – Bali merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki keindahan serta memiliki kebudayaan yang masih terjaga hingga saat ini.

Pulau Bali atau biasa disebut pulau Dewata merupakan tempat dengan banyak destinasi wisata yang masih alami serta beragam. Selain destinasi wisatanya, pulau ini memiliki ciri khas dalam pakaian adat Bali tradisional di masyarakatnya.

Ciri khas yang terdapat dalam pakaian adat di Bali cukup terkenal dan memiliki nilai filosofi, sehingga cukup menarik banyak wisatawan domestik hingga mancanegara.

Filosofi yang bersumber pada ajaran Hyang Widhi, yang merupakan dewa yang bagi umat Hindu diyakini memberikan kedamaian.

Macam-macam Pakaian Adat Bali Tradisional

Pakaian Adat Bali Tradisional

Pakaian Adat Bali Tradisional/ Sumber Image: easybrazilianrecipes.com

Berikut 7 jenis pakaian adat yang digunakan oleh masyarakat di Bali.

Udeng, Ikat Kepala yang Memiliki Ciri Khas dalam Penggunaannya

Udeng merupakan ikat kepala yang digunakan oleh kaum lelaki di Bali. Udeng dibuat dari kain yang memiliki panjang kurang lebih setengah meter, dengan berbagai motif yaitu batik, metalik, hingga tanpa motif atau polos.

Penggunaan udeng biasanya digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat di Bali, baik anak-anak, sesepuh, orang biasa maupun kalangan bangsawan.

Kaum lelaki dari Bali biasa menggunakan ikat kepala udeng ini dalam berbagai aktivititas harian, seperti dalam acara resmi, pertemuan informal, hingga upacara keagamaan.

Udeng yang digunakan dalam ibadah dan upacara keagamaan biasanya berwarna putih polos, dan udeng yang bermotif biasa digunakan sebagai aktivitas keseharian.

Baca juga : Pakaian Adat Jawa Timur

Kamen, Kain Bawahan Pakaian oleh Lelaki dan Perempuan Bali

Kamen merupakan kain yang digunakan oleh laki-laki maupun perempuan Bali. Kamen adalah kain yang memiliki bentuk hampir sama seperti sarung.

Penggunaan kamen berbeda antara lelaki dan perempuan, kamen yang digunakan oleh laki-laki diikatkan dengan cara melingkari pinggang dari kiri ke kanan yang dibentuk dengan simpul di bagian depannya.

Kamen yang digunakan oleh perempuan biasanya lebih sederhana dari kamen yang digunakan oleh lelaki. Kamen yang digunakan oleh perempuan hanya melingkari pinggang tanpa adanya simpul di bagian depan.

Selain perbedaan simpul antara lelaki dan perempuan, juga terdapat perbedaan antara jarak kamen dengan telapak kaki yang telah ditentukan.

Perbedaan lain dari kamen yang digunakan oleh lelaki dan perempuan yaitu terlihat dari motif yang digunakan. Motif kamen yang digunakan oleh perempuan biasanya berupa batik bunga yang memiliki warna cerah. Kain kamen yang digunakan oleh perempuan biasanya dipakaikan hingga sejengkal dari telapak kaki, hal ini bertujuan untuk menambah keanggunan perempuan.

Kamen yang digunakan lelaki di Bali biasanya tidak memiliki corak atau polos, dan hanya terdapat sedikit motif di bawah kain. Jarak penggunaan kamen lelaki yaitu hingga sejengkal dari telapak kaki.

Selain itu terdapat lipatan yang berada di bagian tengah yang memiliki simbol sebuah penghormatan bagi tanah leluhur di Bali.

Baca juga : Pakaian Adat Jawa Barat

Pakaian Adat Bali Saput, Kain Bermotif Khas Bali yang Digunakan dalam Setiap Upacara

Saput merupakan selembar kain yang memiliki corak atau motif khas Bali yang biasa digunakan oleh laki-laki sebagai lapisan atas kamen.

Cara penggunaan saput ini dengan cara mengikatkan saput mengelilingi pinggang yang diputar dari kanan ke kiri. Umumnya kain saput ini digunakan dalam berbagai upacara keagamaan dan pernikahan.

Pakaian Adat Bali Baju Safari, Baju Tradisional yang Dipakai oleh Lelaki Bali

Baju safari merupakan salah satu pakaian adat Bali yang biasanya dikenakan oleh laki-laki. Secara umum, baju safari memiliki bentuk seperti kemeja yang lengkap dengan kerah dan kancing, serta saku yang terdapat di bagian kiri atau kanan (sebagian baju safari tidak memiliki saku). Baju safari yang dikenakan oleh lelaki di Bali umumnya berwarna putih.

Baca juga : Pakaian Adat Jawa Tengah

Kebaya Bali, Pakaian Tradisional yang Memancarkan Keanggunan Perempuan

Kebaya Bali merupakan pakaian tradisional yang biasanya digunakan oleh perempuan Bali. Kebaya yang digunakan oleh perempuan Bali sekilas memiliki kesamaan dengan kebaya yang biasa digunakan oleh perempuan Jawa, dengan motif kebaya yang sederhana serta warna yang cerah.

Ciri khas dari kebaya Bali yang berbeda dengan kebaya Jawa terletak pada cara penggunaannya. Kebaya yang digunakan perempuan Bali sering ditambahi dengan selendang yang dilingkarkan seperti penggunaan sabuk, sehingga lebih memancarkan keanggunan perempuan di Bali. Penggunaan kebaya Bali juga sering digunakan dalam acara penting di Bali.

Pakaian Adat Bali Sabuk Prada, Sabuk yang Memiliki Motif Khas Bali

Sabuk prada merupakan kain yang memiliki motif khas Bali yang memiliki warna mencolok. Penggunaan sabuk prada ini berfungsi sebagai penahan kamen bagi perempuan Bali, agar kamen tidak melorot. Selain itu sabuk prada juga dapat menambah estetika keindahan dan keanggunan perempuan Bali yang memakainya.

Secara nilai filosofinya, penggunaan sabuk prada dalam pakaian adat Bali memiliki gambaran sebagai pelindung tubuh perempuan, terutama bagian Rahim.

Rahim merupakan anugerah yang diberikan Tuhan kepada perempuan, sehingga untuk melindunginya digunakan sabuk prada yang digunakan di bagian perut.

Selain sabuk, terdapat Senteng atau biasa dikenal dengan selendang yang merupakan kain dengan panjang antara satu hingga dua meter dengan lebar kurang lebih sepuluh sentimeter.

Selendang merupakan salah satu dari pakaian adat yang harus dikenakan oleh perempuan Bali saat melakukan upacara adat. Senteng memiliki simbol kebenaran.

Simbol kebenaran dalam senteng yaitu para orangtua yang dapat mengajarkan anak-anaknya agar patuh dan berbakti, serta menjunjung tinggi dharma (kebaikan).

Selain itu, senteng juga memiliki arti sebagai pengikat niat buruk yang terdapat dalam jiwa manusia. Senteng atau selendang biasanya digunakan di area dada, perut, atau pinggang.

Baca juga : Pakaian Adat Sumatera Selatan

Pakaian Adat Bali Sanggul, Pancaran Kecantikan dan Keanggunan Perempuan Bali

Pusung atau biasa dikenal dengan sanggul merupakan hiasan yang digunakan oleh perempuan Bali untuk menambah kecantikan dan keanggunannya.

Dalam penggunaannya, sanggul atau pusung memiliki 3 macam yang dibedakan sesuai dengan bentuk serta memiliki arti yang berbeda, yaitu pusung gonjer, pusung tagel, dan pusung kekupu.

Pusung gonjer merupakan bentuk sanggul yang biasanya dikenakan oleh perempuan yang belum menikah atau lajang. Pusung tagel yaitu sanggul yang digunakan oleh kalangan perempuan Bali yang telah menikah.

Terakhir yaitu pusung kekupu atau dikenal dengan pusung podgala merupakan jenis sanggul yang dikenakan khusus bagi perempuan yang berstatus janda.

Selain penggunaan pusung, biasanya perempuan-perempuan di Bali juga menggunakan bunga sebagai hiasan kepala. Bunga-bunga yang digunakan dalam hiasan ini biasanya bunga cempaka putih, bunga cempaka kuning, hingga bunga kamboja.

Selain melambangkan keanggunan dan keindahan, bunga ini juga merupakan bentuk penghormatan kepada tamu yang berkunjung.

Ketujuh pakaian adat Bali tradisional di atas merupakan ciri kas yang dimiliki oleh pulau Bali atau pulau Dewata. Bali dikenal sebagai tempat wisata yang indah juga memiliki pakaian adat yang beragam serta memiliki motif yang khas, selain itu pakaian adat ini memiliki nilai estetika keindahan yang tinggi serta memiliki makna filosofi, yang semakin menarik wisatawan.