Pakaian adat Aceh

Pakaian Adat Aceh Yang Penuh Filosofi Untuk Pria dan Wanita 2020

Pakaian Adat Aceh – Serambi Mekah merupakan istilah untuk Provinsi Aceh Darussalam yang populer.

Kota religius ini memanglah kota yang eksotik dengan kebudayaan Melayu yang sangat kental.

Tsunami di tahun 2004 silam tidak memudarkan pesonanya sama sekali. Terlebih pesona baju adat Acehnya.

Kota di ujung utara Indonesia ini sangat populer dengan kesenian yang berbentuk Tari Saman, bagaikan tari daerahnya.

Nah, di dalam penampilan kesenian seperti itu, kamu dapat ketahui gimana wujud dan apa nama dari pakaian adat Aceh.

Secara sekilas, baju adat Aceh yang dipakai oleh laki – laki hendak menunjuk pada kekhasan budaya Melayu yang pengaruhi kebudayaan di Aceh.

Mereka menggunakana sarung di luar celana. Umumnya kamu hendak memandang pada gambar – gambar di acara perkawinan ala Aceh.

Pakaian yang diucap bagaikan pakaian adat Aceh ini memanglah mempunyai keunikan tertentu, baik dari namanya dan juga dari filosofinya tiap – tiap.

Untuk seperti itu dalam menekuni pakaian adat Aceh, kamu bahakan menciptakan 2 nama berarti bagaikan tipe dari pakaian adat Aceh ini, ialah pakaian adat Gayo dan pakaian adat Modern.

Di mana perbandingan antara keduanya merupakan terletak pada sifatnya, ialah untuk pakaian adat Gayo masih sangat klasik.

Asli baju adat Aceh yang dipakai nenek moyang tanpa terdapat kombinasi ataus entuhan modernnya. Kebalikannya dengan tipe pakaian adat yang modern.

Keunikan juga dipunyai oleh tiap jenisnya, ialah untuk pakaian adat Gayo yang terbuat dari bahan kayu. Wah unik banget kan.

Nama kayu yang dipakai merupakan Kayu Nanit. Tidak hanya kayu, pada masa pemerintahan Kolonial Belanda dahulu, pembuatan pakaian adat Aceh ini setelah itu ditambah dengan bahan pembuatan pakaian yang yang lain.

Sebaliknya untuk pakaian adat Aceh modern, telah tentu bahan yang dipakai seperti membuat pakaian. Jika modenya masih sama ya, budaya dan image Aceh masih senantiasa kental.

Terdapat 2 nama pakaian adat Aceh yang harus kamu tahu, ialah Linto Baro laki – laki dan Daro Baro perempuan. Namanya hanya beda pada nama depannya aja.

Pakaian adat Aceh juga sangat dipengaruhi oleh kebudayaan melayu dan islam. Baju adat Aceh biasa digunakan pada dikala upacara berarti, semacam perkawinan dan pula dikala menunjukkan tarian adat.

Dalam kehidupan tiap hari, style berbusana penduduk Aceh tidak terlepas dari syariat islam sehingga Aceh kerap diucap pula bagaikan serambi Mekah.

Aceh populer dengan Pulau Sabang nya yang ialah titik km nol ujung barat Indonesia. Ayo ikuti lebih dalam antara keduanya.

Pakaian Adat Aceh Untuk Perempuan ( Daro Baro )

Baju adat Aceh perempuan
Baju adat Aceh perempuan

Baru amati sketsanya aja udah pusing banget ni kepala, soalnya mahkotanya besar banget. Tebel tetapi menawan banget sih.

Jadi pengen ngarasain gimana rasanya makek pakaian adat Aceh. Apalagiwarnya yang terang, wah tentu buat aura makian terpancar.

Di bagian mahkota, kamu bakal dipakai in mahkota dari tembaga dan perak yang bling – bling. Ditambah dengan balutan bunga melati yang menawan, jadinya wow banget. Cetar membahanan ya, hehe.

Ada juga 4 sebutan yang harus kamu tahu dalam memahami dan menekuni Daro Baro ini, ialah :

1. Baju Aceh Darussalam Kurung

Baju adat Aceh Kurung
Baju adat Aceh Kurung

Nama pakaian ini sama semacam nama pakaian yang dipakai pada pakaian adat perempuan di Jugau Sumatra yang yang lain ya.

Ya iyalah kan masih satu jugau. Samadengan pakaian Linto Baro yang bermotif emas, pakaian kurung ini juga juga demikian.

Sentuhan budaya Tiongkok juga juga sangat terasa pada pakaian Aceh ini. tetapi corak dasarnya leluasa, tidak senantiasa gelap seperti Linto Baro.

Terdapat wanr adasar merah, ungu, biru, dan lain – lain.

Dimensi dari pakaian kurung ini sangat panjang, sebab hingga ke pinggul. Tidak ketat deh aksennya, sesuai dengan jiwa perempuan Aceh yang religius.

Dapat kamu peruntukan inspirasi pemilihan kostum pengantin lho. Jadi tetep Islami tetapi modern.

Baca juga : Pakaian Adat Lampung

2. Adat Aceh Celana Cekak Musang

Sama semacam nama celana yang diapaki para laki – laki. Kamu juga dapat menyebutnya dengan Celana Sileuweu.

Kelainannya dengan celana pada Linto Bari merupakan kalau celana rupanya. Banyak corak celana yang dipakai disesuaikan dengan corak pakaian.

Pemakaian sarung juga juga tidak ketinggalan, meski dipakai oleh para perempuan. Tetapi senantiasa beda ya tipe dan model sarungnya.

Tumbangnya lebih semacam rok, bukan sarung.

Eh tetapi jika diamati baju adat Aceh dikala pementasan Tari Saman, kamu bakalan memandang jika celana Seuweu daro Baro emang wajib dilapisi dengan sarung di bagian luarnya.

3. Baju Adat Aceh Perhiasan / Aksessoris

Pakaian adat Aceh untuk laki – laki aja pakek perhiasan, masak untuk perempuan enggak. Ya nyatanya wajib juga donk.

Ya, perhiasan yang dipakai Daro Baro ini terdiri dari 2, ialah penutup kepala dan berbagai pernak – pernik.

4. Baju Adat Aceh Patham Dhoi

Baju Adat Aceh Patham Dhoi
Baju Adat Aceh Patham Dhoi

Pakian adat acehIni merupakan sebutan untuk mahkota dari pakaian Daro Baro. Untuk Patham Dhoi sendiri lebih ke arti lilitan bunga pada mahkota yang dipakai perempuan.

Seluruh perempuan dengan memakai pakaian adat Aceh ini memakai jilbab, sebab memanglah modelnya untuk jilbab.

Jika juga tidak sesungguhnya tidak permasalahan, tetapi diajarkan untyk berhijab untuk menutup aurat.

a. Aksesoris

Perhiasan di dalam baju adat Aceh ini berbentuk kalung, gelang, anting, brs, dan pernak – pernik lain yang dipakai secara menyeluruh. Pokoknya menawan banget dan blink – blink.

Terdapat pula kalung yang dibuat dari emas bermotif daun sirih, dan pula kalung azimat yang mempunyai manik- manik bermotif boh bili.

Kemudian terdapat gelang tangan ataupun Ikay, Gleuang Goki ataupun gelang kaki dan serta cinci Euncien Pinto Aceh yang dibuat dari emas kuning ataupun putih.

Pakaian Adat Aceh Untuk Laki – laki ( Linto Baro )

Nah ini ni penjelasan tentang salah satu tipe pakaian adat Aceh yang harus kamu ketahui. Corak pakaiannya khas, ialah bercorak gelap.

Kain yang dipakai nyaris mirip beludru dengan aksesn motif khas Aceh yang bercorak keemasan.

Para laki – laki Aceh memakai pakaian adat ini dikala terdapat acara – acara kondangan ataupun dikala moment pernikahannya.

Dapat jadi baju adat Aceh laki – laki ini merupakan konstum kebesaran raja – raja Aceh.

Terus menjadi mempesona penampilan para laki – laki Aceh dengan terdapatnya perhiasan berwanr emas di bagian depan pakaian bagaikan bros dan di bagian topi.

Berikut merupakan 4 nama – nama bagian dari Lita Baro untuk laki – laki.

1. Baju Adat Aceh Meukasah

Baju Adat Aceh Meukasah
Baju Adat Aceh Meukasah

Pakaian adat Ini merupakan nama yang diperuntukan untuk pakaian yang dipakai dalam Lita Baro untuk laki – laki.

Semacam yang penulis katakan sebelunya jika corak dari pakaian Linta Baro laki – laki ini merupakan didominasi dengan corak gelap.

Proses pembuatan dari pakaian Meusakah ini merupakan dengan metode menenun, jadi hasilnya bagus dan perinci banget. Kunikann dari pakaian Linta Baro ini merupakan dilihat dari filosofinya.

Dimana corak gelap pada pakaian ini membagikan makna kebesaran, sebab warga Aceh sangat meyakini kalau corak gelap itu bermakna besar dan agung.

So, para raja dahulu mengenakan pakaian adat ini bagaikan pakaian kebesarannya,

Trus yang jadi motif dari pakaian adat Aceh ini juga sangat mencuri atensi. Corak emas sangat menyatu dengan corak dasar pakainnya yang gelap.

Eh, ketahui tidak jika warna motif di pakaian tersebut tidak full budaya Aceh aja, tetapi juga terdapat sentuhan Cinanya.

Ya, itu disebabkan budaya Aceh di masa dulu sekali, spesialnya dikala kerajaan – kerajaan Aceh berjaya sangat dipengaruhi oleh budaya Tiongkok yangdibawa oleh para orang dagang Tionghoa.

2. Baju Adat Aceh Sileuweu

Baju Adat Aceh Sileuweu
Baju Adat Aceh Sileuweu

Pakaian tadi telah, saat ini ayo mangulas tentang pakaian adat Aceh yang berikutnya, ialah Sileuweu yang nyatanya merupakan nama untuk celana adat Aceh.

Untuk menciptakan pakaian ini, tata cara penenunan juga diseleksi sehingga hasil celananya bagus banget.

Celana Cekak Musang merupakan nama lain dari celana Sileuweu ini. wah unik banget ya namanya. Terdapat maknanya lho. Di mana kata “ cekak ” sendiri sama dengan nama dari Bahasa Jawa yang maksudnya pendek.

Ini disebabkan konsumsi Celana Sileuweu memanglah di atas mata kaki.

Uniknya, dikala mengenakan, tidak terdapat pengaitcelananya, melainkan diikatkan. Tetapi tetep bagus ya.

Mengenai sarung yang melilit di luar celana, kamu harus ketahui jika kain sarung tersebut merupakan kain sarung yang berbahan sutra dengan tata cara pembuatan dengan songket. Tamah perinci lagi hasilnya.

Terdapat 3 nama sarung spesial yang digunakan pada Sileuweu ini ya. So, tidak seluruh tipe sarung dapat dipakai. Antara lain merupakan sarung Ija krong, sarung Ija Sangket, dan sarung Ija Lamgugap.

3. Baju Adat Aceh Meukeutop

Baju Adat Aceh Meukeutop
Baju Adat Aceh Meukeutop

Pakaian adat Mirip banget sama kopyah ya. Iyamemang betul. Meukeutop ini merupakan pakaian adat Aceh yang ialah bagian dari penutup kepala.

Wujudnya panjang, sehingga para laki – laki Aceh dikala memakaianya semacam mengenakan songkok aau kopyah.

Tidak terdapat faktor kebudayaan Ciananya ya disini, murni menggambarkan agama kebanyakan ataupun keyakinan warga Aceh.

Lilitan emas pada topi ini membuat sang topi nampak klasik dan sangat mempesona. Terdapat per[aduan wujud bintang dan wujud geometri lain dengan corak perpaduan hijau, kuning, gelap, dan merah.

Nah dari warna – corak itu tersimpan filosofi berarti di Meukeutop ini, ialah :

Merah maksudnya berjiwa pahlawan. Jadi lebih ke arti berani, sebab memanglah merah senantiasa bermakna semangat yang membara.

Hijau maksudnya sejuk. Tetapi di mari bermakna kesegaran dalam memeluk agama Islam.

Gelap yang bermakna suatu watak yang tegas dan mantap.

Dalam artian untuk ketegasan dalam mengambil keputusan hidup. Cocok banget ya filosofinya bila pakaian adat Aceh ini dipakai para laki – laki yang mantap naik pelaminan.

Kuning maksudnya kenegaraan. Cinta tanah air, maknanya.

Putih maksudnya suci dan ikhlas. 2 watak yang slaing berhubungan dalam menempuh hidup,

Filosofi dari Meukeutop ini nggat cuma dilihat dari perpaduan corak saja, emlainkan juga nampak dari bagian – bagian topi.

Terdapat 4 bagian dengan arti yang berbeda – beda. Secara urut dari yang awal bermakna hukum, adat kanun, dan yang keempat bermakna reusam.

4. Senjata adat Aceh Rencong

Senjata adat Aceh Rencong

Nah ini ia sejata Aceh. Hehe. nyatanya masuk dalma sebutan berarti pada nama pakaian adat Aceh lho ya. Seperti keris yang dipakai para pengantin Jawa dikala naik pelaminan, rencong ini juga tidak boleh ketinggalan.

Pemakaian rencong ini kaitannya erat dengan filosfi – filosofi pada sebutan pakaian adat Aceh yang tadinya, ialah tentang simbol keberanian dan kebesaran.

Ada juga maknanya ialah tentang suatu ketangguhan dan keberanian.

Konsumsi rencong ini juga juga dengan metode diseipkan di pinggang. Persis semacam konsumsi keris.

Bahan yang dipakai dalam pembuatan rencong ini dapat dari gading, besi, kayu, kuningan ataupun perak. Beda dengan rencong yang dipakia para raja Aceh terdahulu yang berasal dari emas dengan ukiran Ayat Suci Al – Qur ’ an.

Sesungguhnya nama pakaian adat Aceh tidak cuma terdapat 2 itu aja, ya.

Dapat dibilang 2 nama pakaian tersebut, Linto Baro dan Daro Baro tersebut merupakan sebutan untuk pakaian adat modern. Hendak berbeda lagi dengan sebutan pakaian adat Aceh Gayo.

pakaian adat Aceh Gayo ini lebih condong ke pakaian adat dari Aceh Tengah. Modelnya masih asli banget semacam yang dipakai nenek moyang.

Karakteristik khasnya merupakan pada topi lancip yang kerap dipakai oleh kanak – kanak ataupun sebagian laki – laki Aceh.

Nyaman Mayok untuk pakaian adat Aceh Gayo untuk laki – laki dan Ineun Mayak untuk pakaian adat Aceh Gayo untuk perempuan.

Secara universal sama ya bagian – bagiannya Hanya beda konsep dan modelnya aja.

Demikianlah berbagai pakaian adat Aceh dan bagian- bagiannya yang dipaparkan secara lengkap. Kedua pakaian adat Aceh tersebut umumnya digunakan dikala perkawinan. Sebagai masyarakat Indonesia.

Alangkah baiknya bila kita ikut melindungi kelestarian budaya dan adat istiadat dari bermacam- macam suku yang terdapat di Nusantara.

Metode menjaganya salah satunya dengan mengenakan pakaian adat yang kita miliki kala melakukan perkawinan.