15+ Peraturan Tenis Meja Terbaru, Singkat, dan Terlengkap

Peraturan Tenis Meja

Peraturan Tenis Meja – Dalam setiap olahraga, tentu saja ada sebuah peraturan permainan yang harus diketahui dan juga dipahami oleh setiap pemain, tak terkecuali dalam olahraga tenis meja ini. Sama halnya dengan peraturan permainan sepak bola, peraturan tenis meja pun meliputi hal-hal dasar yang berkaitan dengan peralatan serta perlengkapan wajib dalam mendukung permainan tersebut.

Maka berikut ini adalah ulasan tentang peraturan yang harus kita tahu. Tapi alangkah baiknya kita mengerti tentang pengertian tenis meja tersebut.

Pengertian Tenis Meja

Peraturan Tenis Meja
Peraturan Tenis Meja

Tenis meja adalah salah satu olahraga populer di Indonesia selain sepak bola dan juga bulu tangkis. Salah satu teknik tenis meja yang hampir sama dengan bulu tangkis yakni cara menggunakan raket atau bet. Tenis meja atau yang pada umumnya juga disebut permainan bola pingpong, dapat pula dimainkan secara tunggal maupun berpasangan.

Di Negara Indonesia, tenis meja berada di bawah naungan PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia). Sedangkan untuk tingkat dunia itu sendiri, tenis meja dibawahi oleh ITTF (International Table Tennis Federation).

Peraturan Tenis Meja

Peraturan Tenis Meja
Peraturan Tenis Meja

Pada praktiknya, terdapat peraturan tenis meja tertentu yang sudah ditetapkan sesuai dengan standardnya, mulai dari aturan mengenai bet hingga aturan pada saat pertandingan. Berikut ini ialah peraturan tenis meja lengkap dan terbaru yang diurutkan dari perlengkapan permainan sampai dengan pelanggaran-pelanggarannya.

1. Bet

Aturan yang pertama adalah mengenai bet atau raket. Bet dalam olahraga tenis meja merupakan alat pemukul atau raket terbuat dari campuran kayu dan serat karbon yang digunakan untuk memukul bola tersebut.

Dalam aturan permainan tenis meja sendiri, raket tenis meja atau juga yang kita sebut dengan bet tenis meja juga mempunyai peraturan sendiri. Memang tidaklah ditentukan akan ukuran, berat maupun bentuknya, hanya saja daun raket perlu kaku serta datar.

Minimal daun raket harus terbuat dari kayu 85 persennya dan diukur dari ketebalan bet tersebut. Bahan berserat seperti serat karbon akan memperkuat lapisan perekat di dalam kayu beserta juga serat kaca atau bahan kertas padat (tapi tentunya tidak boleh sampai 7,5 persen lebih dari total ketebalan maupun dengan ukuran 0,35 mm.

Karet licin juga seharusnya menjadi penutup sisi daun raket yang dipakai sebagai pemukul bola. Untuk ketebalan karet yang bintik dan menonjol keluar tanpa spons sudah termasuk lapisan lem perekat yang seharusnya kurang dari 2,0 mm. Ketika memakai karet lapis atau karet plus spons dengan bintik menghadap ke luar/dalam ketebalannya perlu kurang dari 4,0 mm dan sudah termasuk lem perekat.

Karet lapis atau sandwich rubber merupakan lapisan tunggal karet biasa atau seluler yang kita kenal sebagai spons dan biasanya ditumpuk dengan lapisan luar karet bintik biasa atau topsheet. Tebal dari karet bintik aturanya hanya boleh sampai 2 mm saja.

Karet bintik lebih dikenal juga dengan lapisan tunggal karet yang bukan seluler, alami atau sintetis di mana bintiknya menyebar pada bagian permukaan. Kepadatan pun tak lebih dari 30 per-cm2 serta tak lebih dari 30 per-cm2.

Untuk karet penutup daun raket biasanya tak boleh melebihi daun raket kecuali di bagian paling dekat pegangan raket yang jari-jari tutupi bisa ditutup dengan bahan lain. Harus tidak ada sambungan pada lapisan dalam maupun lapisan penutup daun raket dan tebalnya juga harus merata. Bahkan karet penutup raket pun tidak boleh ada perlakuan bahan kimia maupun adanya pengubahan karakteristik kaert.

Pada permukaan karet yang menjadi penutup daun raket di satu sisi warnanya harus merah dan di sisi lainnya berwarna hitam. Ketika ditemukan sedikit kekurangan di bagian warna tanpa kesengajaan akan tetap diizinkan selama tak ada perubahan yang terjadi pada karakteristik permukaan karet.

Di permulaan permainan maupun kapapun pemain tenis meja melakukan penukaran raket selama berlangsungnya permainan, raketnya harus ditunjukkan lebih dulu juga kepada lawannya serta juga kepada wasit. Bahkan pemain tersebut wajib mengizinkan lawan serta wasit untuk melakukan pemeriksaan walau dengan mencoba raket. Itulah mengapa penting untuk mencari tahu cara memilih bet tenis meja yang tepat sebelum bermain.

2. Bola

Pada peraturan yang ada pada tenis meja atau olahraga ping pong, bola yang dipakai tidak boleh sembarangan dan ada ukuran tertentu yang sudah ditentukan untuk digunakan pemainnya. Bola yang digunakan pada permainan tenis meja wajib berbentuk bulat di mana diameternya adalah 40 mm.

Peraturan yang kedua yaitu mengenai bola. Bola adalah salah satu perlengkapan tenis meja paling dasar selain bet. Sesuai dengan standard, bola yang digunakan dalam permainan tenis meja yaitu berbentuk bulat dengan diameter 40mm dan berat 2,7gr. Bahan dasar yang digunakan adalah plastik atau selulosa yang tidak mengilap. Sementara itu, warna yang dibolehkan adalah putih atau oranye, tidak warna lainnya.

3. Meja

Meja yang digunakan untuk bermain tenis meja tentunya harus yang bentuknya segi empat di mana panjangnya adalah 2,74 meter dengan lebar 1,525 meter. Bentuk pun harus datar di mana ketinggiannya 76 cm dari atas permukaan lantai. Sedangkan untuk permukaan meja, perlu diingat bahwa ini tak termasuk sisi permukaan.

Bahan apapun tidaklah masalah untuk permukaan meja, tapi perlu mampu menghasilkan pantualn 23 cm dari bola yang pemain jatuhkan dari 30 cm ketinggian. Permukaan meja juga seluruhnya bisa berwarna gelap serta pudar yang bergaris putih dengan 2 cm lebarnya di setiap sisi panjang meja 2,7 cm serta lebar meja 1,525 cm.

Tak hanya itu, perlu juga diketahui bahwa permukaan meja terbagi 2 bagian di mana keduanya sama secara vertikal oleh net paralel beserta garis akhir lalu juga harus sampai melalui lebar permukaan masing-masing bagian meja. Dalam permainan ganda, harus ada 2 bagian pada setiap bagian meja yang sama dan ada garis tengah warna putih 3 mm di mana anggapannya menjadi 2 bagian kanan dan kiri.

4. Net

Dalam salah satu peraturan tenis meja, ukuran panjang standard net yaitu 15,25cm yang diukur dari tiang penjaga net dan penjepit net. Tidak diperbolehkan untuk melebihi tinggi standard yang sudah ditetapkan. Net tenis harus dipasang dengan rapat dan menyentuh dasar meja tanpa ada celah sedikitpun.

5. Poin

Peraturan tenis meja yang kelima yaitu mengenai perhitungan poin. Pemain akan mendapatkan nilai atau poin jika kondisinya seperti berikut ini:

1. Bola melayang melewati meja tanpa memantul terlebih dahulu

2. Lawan sudah lebih dulu menyentuh bola tanpa bisa mengembalikannya

3. Lawan tidak dapat mengembalikan bola dengan tepat atau benar

4. Lawan memukul bola dengan sisi daun raket yang tanpa pelapis karet

5. Servis yang dilakukan oleh lawan tidak sempurna sehingga menyebabkan bola tidak melewati net atau melewati net namun tidak memantul di meja.

6. Lawan memukul bola melebihi sekali sebelum bola melewati net.

7. Lawan membuat gerakan menyentuh net.

8. Lawan menyentuh meja dengan tangan yang tidak memegang bet

9. Lawan membuat gerakan yang mengakibatkan permukaan meja bergerak.

10. Lawan memukul bola tidak secara berurutan (pada nomor ganda).

6. Servis dan Pengembalian Bola

Aturan selanjutnya yaitu mengenai servis dan pengembalian bola. Berikut ini ialah aturan-aturan standard yang ditetapkan:

Pada teknik dasar tenis meja, tentu ada teknik servis sekaligus pengembalian bola, namun kali ini perlu juga mengenali setiap aturannya. Ada beberapa poin penting dalam hal servis serta pengembalian bola untuk diperhatikan, yakni:

Servis selalu dilakukan dengan bola diam dan tengah di atas permukaan telapak tangan yang dalam keadaan terbuka dan siap dilambungkan. Pelambungan bola dalam servis harus dilakukan secara vertikal ke atas.

Pelambungan bola dilakukan tanpa putaran dan bola perlu naik hingga 16 cm dari permukaan telapak tangan yang bebas, pukul setelah turun tanpa menyentuh apapun.

Pemain yang melakukan servis perlu memukul saat bola turun sehingga menyentuh meja lebih dulu dan sesudah melalui net dan lalu menyentuh meja si pemain penerima. Ketika bermain di permainan ganda, bola harus menyentuh bagian kanan dari setiap meja pemain servis dan penerima bola secara berurutan.

Bola harus ada di atas perpanjangan bagian permukaan meja pelaku servis dari mulai servis sampai pemukulan bola. Bola juga tak diperkenankan dihalangi oleh si pelaku servis atau pasangan gandanya dari pandangan penerima.

Sesudah bola dilambungkan, tangan serta lengan harus ditarik dari antara net dan bola.

Servis merupakan tanggung jawab pemain supaya wasit maupun pembantu wasit bisa diyakinkan juga bahwa servis dilakukan sudah sesuai aturan atau belum.

Jika suatu servis diragukan keabsahannya oleh wasit atau pembantu wasit, permainan bisa saja dihentikan dan pelaku servis akan mendapat peringatan di kesempatan pertama pertandingan. Namun untuk servis berikutnya jika meragukan akan langsung dinyatakan tak sah.

Persyaratan servis akan lebih longgar apabila memang wasit meyakini bahwa kemampuan fisik yang tak normal-lah yang menjadi penyebab rintangan servis.

Dalam hal pengembalian bola, sesudah servis dan dikembalikan, bola perlu dipukul sehingga mengelilingi net serta menyentuh meja bagian lawan baik langsung atau sesudah mengenai perangkat net.

7. Pertandingan

Aturan mengenai jalannya pertandingan dalam permainan tenis meja adalah sebagai berikut:

1. Wasit utama memimpin jalannya pertandingan, sedangkan wasit pembantu dibantu oleh pencatat poin/skor disediakan oleh panitia acara untuk menjaga netralitas.

2. Keputusan wasit adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

3. Para pemain atau peserta diwajibkan mengenakan pakaian olahraga

4. Para peserta harus dalam keadaan atau kondisi fisik dan metal yang sehat

5. Diberlakukan toleransi maksimal keterlambatan, yaitu 10 menit.

6. Peserta akan dipanggil maksimal 3 kali. Lebih dari itu akan dinyatakan diskualifikasi.

7. Para pemain diwajibkan mengenakan sepatu ketika bertanding

8. Tidak diwajibkan bagi peserta untuk membawa perlengkapan sendiri karena sudah disediakan oleh panitia.

9. Sistem Pertandingan

Jika sebelumnya adalah aturan mengenai pertandingan, maka berikutnya adalah aturan mengenai sistem pertandingan. Berikut adalah aturan standard sistem pertandingan yang ditetapkan:

1. Pertandingan ditetapkan dengan sistem gugur

2. Sistem penghitungan yang digunakan yaitu best of three best of three di mana angka kemenangan 11 rally point saat babak penyisihan.

3. Pada babak final, sistem penghitungan yang digunakan yaitu best of five dengan angka kemenangan 11 rally point.

4. Jika terdapat poin seri (10-10), maka akan ditambah pertandingan 2 poin lagi

5. Pemain yang lebih dulu mendapatkan poin selisih 2 akan dianggap sebagai pemenangnya.

6. Jika masing saja seri setelah selisih tambahan 2 poin, maka akan dilakukan centrian koin hingga didapatkan pemenangnya.

9. Urutan Permainan

Untuk permainan ganda, servis harus dilakukan lebih dulu oleh pelaku servis di mana selanjutnya penerimalah yang akan mengembalikan bola. Lalu, dilanjutkan oleh pasangan pelaku servislah yang mengembalikan dan pasangan penerima juga melakukan hal yang sama. Pada akhirnya, pengembalian bola dilakukan sesuai giliran.

Untuk permainan tunggal, servis harus dilakukan lebih dulu barulah penerima wajib mengembalikan bola. Setelah itu, tentunya pelaku servis serta penerima perlu melakukan pengembalian bola secara bergantian.

Untuk permainan ganda yang dilakukan oleh seseorang dengan kekurangan cacat fisik dan berada di kursi roda, servis dilakukan oleh pelaku servis dan penerima mengembalikannya. Namun setelahnya, siapapun boleh melakukan pengembalian. Hanya saja ketika kursi roda melewati garis tengah meja, poin akan dinyatakan wasit untuk lawannya.

10. Satu Let

Dalam tenis meja ada reli atau sebuah periode selama bola ada dalam pertandingan atau permainan. Dan kita juga perlu tahu bahwa reli dinyatakan let apabila:

1. Ketika servis bola melalui net dan mengenainya lalu bola masuk atau penerima memukulnya.

2. Servis dilakukan sewaktu penerima maupun pasangannya dalam keadaan belum siap dan mereka tak ada upaya untuk melakukan pukulan pengembalian.

3. Permainan berhenti karena wasit yang memberhentikannya.

4. Gagal dalam servis atau mengembalikan bola dikarenakan adanya gangguan di luar kendali pemain.

5. Sesudah menyentuh meja penerima atau bola memantul keudian mengarah ke net.

6. Penerima pada pemain cacat pengguna kursi roda serta ketika servis dilihat benar atau tidak.

11. Satu Game/Set dan Satu Pertandingan

Ketika seorang pemain yang pertama memperoleh poin 11, maka sebuah game/set dinyatakan dimenangkan pemain tersebut, kecuali kalau pasangan pemaian sama-sama memperoleh poin 10 dan di situasi ini salah satu pemain maupun pasangan perlu memperoleh selisih 2 poin kemenangan atas lawan.

12. Pemilihan Servis, Penerimaan Bola dan Tempat

Dalam aturan pemilihan servis dan penerimaan bola sekaligus tempat, di bawah inilah yang perlu diperhatikan:

Undianlah yang biasanya menentukan akan hal urutan servis, penerimaan dan pengembalian bola, sekaligus tempat. Ketika pemenang undian didapatkan, maka ia bisa memilih menerima bola, servis, atau juga memilih tempat lebih dulu. Jika salah satu pemain sudah memilih, lawannya pun harus memilih lainnya.

Pada pertandingan ganda di setiap setnya pasangan yang memiliki hak servis lebih dulu perlu menentukan siapa yang melakukan servis pertama dan bagian penerima pun wajib menentukan siapa lebih dulu menerima bola.

Dalam permainan ganda dan setiap pindah servis, penerima sebelumnyalah yang berperan menjadi pelaku servis dan penerima servis adalah pasangan yang sebelumnya melakukan servis.

Pemain pelaku servis pertama di suatu set permainan menjadi penerima di set selanjutnya. Pemain penerima bola untuk game terakhir pada pertandingan ganda kemudian perlu mengubah urut

13. Kesalahan Berkaitan Tempat, Urutan dan Penerima

Apabila seorang pemain salah dalam hal urutan servis, wasit akan menghentikan permainan dan kelanjutannya akan dilaksanakan sesuai dengan urutan yang benar dan sudah ditetapkan. Ketika juga para pemain tak melakukan pertukaran tempat ketika seharusnya dilakukan, wasit juga akan menghentikan permainan sesuai dan melanjutkannya dengan pemain yang benar sesuai juga dengan poin yang sudah diperoleh. Apapun kondisinya, seluruh poin yang sudah terkumpul sebelum kesalahan perlu dilakukan penghitungan.

14. Expedite System/Sistem Percepatan Waktu

Sistem satu ini biasanya diberlakukan sesudah permainan berjalan selama 10 menit dalam 1 game atau kapanpun pemain memintanya. Jika poin usdah 18, sistem percepatan tidak lagi berlaku dalam suatu set atau game.

Wasit akan menghentikan permainan saat bola masih dalam permainan padahal sudah habis batas waktunya. Dan wasit akan kemudian meminta melanjutkan dengan pengulangan servis oleh pemain pelaku servis di saat berlangsungnya permainan. Lanjutan permainan dengan pelaku servis yang merupakan penerima bola di reli sebelumnya diberlakukan apabila bola tak adalam permainan alias bola mati.

Sesudah itu, servis 1 kali harus dilakukan setiap pemain secara bergantian hingga permainan berakhir. Ketika pemain penerima telah melakukan pengembalian bola hingga 13 kali, akan ada 1 poin yang diterima. Urutan servis dan penerima tak seharusnya berubah oleh pemberlakukan sistem percepatan waktu. Ketika penerapan sudah dilakukan, maka pemberlakuan sistem percepatan waktu harus terus digunakan sampai selesainya pertandingan.

15. Pelanggaran

Jika sebelum-sebelumnya telah dijelaskan mengenai peraturan-perturan standard mengenai perlengkapan dan pertandingan, selanjutnya yang juga perlu dibahas yaitu aturan mengenai pelanggaran. Berikut adalah kriteria-kriteria disebut sebagai pelanggaran dalam permainan tenis meja:

1. Mendorong atau menggerakkan meja ketika bola sedang dimainkan atau rally

2. Pemain mengangkap bola yang dipukul oleh lawan dengan posisi tangkapan tepat di atas meja

3. Bet atau tangan menyentuh meja dan net ketika bola rally atau dimainkan.

4. Ketika melakukan servis, pemain gagal mengenai bola, baik itu sengaja maupun tidak.

5. Ketika melakukan teknik pukulan atau servis, posisi pukulan tidak berada di posisi seharusnya. Misalnya, posisi pukulan berada tepat di atas meja. Posisi yang seharusnya yaitu berada di luar batas meja.

Demikianlah penjelasan mengenai 15 peraturan tenis meja lengkap dan terbaru yang perlu diketahui dan dipelajari. Jika Anda adalah seorang pemula, ketahui juga teknik dasar tenis meja yang baik dan benar.  Selanjutnya, jika Anda tertarik ingin menjadi atlet tenis meja maka Anda dapat memulainya dengan berlatih sendiri atau bergabung dengan klub tenis meja yang ada di kota Anda.

13+ Teknik Dasar Tenis Meja beserta Penjelasan dan Gambar {Lengkap}

Teknik Dasar Tenis Meja

Teknik Dasar Tenis Meja – Ketika mendengar kata permainan tenis meja, tentu kita akan mampu membayangkan jenis olahraga ini di mana dimainkan oleh 2 orang atau lebih yang menggunakan bola berukuran kecil. Olahraga yang juga dikenal dengan olahraga ping-pong ini adalah jenis olahraga yang juga dipertandingkan, baik itu kategori tunggal maupun kategori ganda. Permainan ini pun termasuk jenis cabang olahraga yang popularitasnya mendunia khusus nya pada saat ini.

Kita perlu melihat kebelakang sedikit sejarah akan tenis meja ini di mana olahraga ini dibuat pertama kali di sekitar abad ke-19 di Inggris. Pada zaman dulu, tenis meja adalah sebuah jenis olahraga elit karena yang memainkannya hanya orang-orang kelas atas. Permainan ini dapat dimainkan sebagai permainan indoor dan dilakukan sehabis makan malam.

Nama lain dari pemainan tenis meja ini dikenal dengan whiff-whaff yang pertama kali diketahui dikembangkan oleh tentara Inggris di Afrika Selatan atau India yang kemudian mereka bawa kembali ke Inggris. Nama lainnya lagi ialah ping-pong dan memang hampir seluruh negara menggunakan istilah ini saking populernya.

Teknik Dasar Tenis Meja

Teknik Dasar Tenis Meja
Teknik Dasar Tenis Meja

Seperti dengan olahraga lain yang mana ada teknik dasar permainan sepak bola, tenik dasar tenis lapangan, dan juga teknik dasar permainan bola basket, tenis meja pun mempunyai teknik-teknik dasar yang juga perlu diketahui dan dipelajari. Bagi seseorang yang ingin menjadi atlet tenis meja, maka berikut ini merupakan serangkaian teknik dasar tenis meja yang patut dilatih dengan baik.

1. Teknik Grip

Teknik grip atau cara memegang raket tenis meja ialah teknik dasar yang utama untuk diperhatikan. Di awal, sangatlah penting untuk  dapat mengetahui sekaligus melatih cara memegang bet tenis meja. Hal ini pun turut memengaruhi performa kita ketika berada dalam permainan, maka dari itu berikut ini merupakan 3 jenis teknik gripnya:

A. Penholder Grip

Teknik Penholder Grip Pada cara memegang bet dengan metode penholder grip, fokus utama yaitu dengan memegangnya persis seperti ketika Anda memegang pulpen. Teknik grip ini dapat diketahui cukup jarang digunakan oleh para pemain tenis meja di Asia. Ini karena penggunaan teknik shakehand grip jauh lebih populer serta banyak digunakan.

Teknik ini pun penggunaannya hanya dapat dipakai pada satu sisi bet ketika bermain. Pukulan yang paling sesuai ketika memegang dengan cara ini merupakan pukulan forehand dan akan cukup sulit jika hendak menggunakan pukulan backhand. Pergerakan kaki pemain harus tepat dan juga lincah ketika menggunakan teknik grip satu ini.

Cara Melakukan teknik penholder grib ini adalah sebagai berikut:

a. Pastikan untuk dapat memegang bet yang mengarah ke bawah dengan grip atau pegangan yang menghadap ke atas.

b. Bet harus dipegang tepat di mana pegangan menyatu dengan bidang bet menggunakan jari telunjuk dan ibu jari. Ya, teknik ini sangat persis dengan cara kita pada saat sedang memegang sebuah pena.

c. Pada sisi bet lainnya, kita sah-sah saja untuk menekukkan ketiga jari kita lainnya, atau juga dapat meluruskannya ke bawah bet tapi rapatkan dulu jari-jari kita.

B. Shakehand Grip

Teknik Shakehand GripSeperti namanya, pasti banyak dari kita pun dapat menebak seperti apa teknik memegang bet tenis meja satu ini. Ya, persis ketika kita sedang berjabat tangan dengan orang lain dan juga cara inilah yang paling populer dan sangat mendunia.

Alasan mengapa teknik grip ini bisa begitu favorit serta mendunia yaitu karena memang ada peluang besar yang diberikan oleh cara grip ini kepada para pemain tenis meja supaya bisa bermain lebih baik, khususnya pada waktu pukulan backhand. Kalau sebelumnya dengan penholder grip kita akan kesulitan melakukan pukulan backhand ini, dengan cara grip ini justru lebih gampang dan mudah.

Shakehand grip juga diketahui menjadi cara memegang bet yang paling multiguna sehingga banyak para pemain tenis meja yang menggemari cara pegangan ini. Bahkan banyak pelatih tenis meja pun menyarankan pemainnya untuk menggunakan teknik grip satu ini, baik di luar maupun dalam negeri.

Cara Melakukan teknik shakehand grib adalah sebagai berikut ini:

a. Pastikan posisi bet tegak lurus sejajar dengan lantai tersebut.

b. Mulailah memegang bet tenis meja seakan sedang bersalaman maupun berjabat tangan dengan orang lain.

c. Jari telunjuk dapat diluruskan pada bagian bawah bidang bet tenis meja, sementara ibu jari diposisikan pada permukaan bet lainnya di atas bidang yang telunjuk kita pegang.

d. Tekuklah ibu jari dan rilekskan sedikit supaya kuku pada ibu jari kita tegak lurus dengan permukaan bet yang kita gunakan untuk melakukan pukulan. Intinya, jangan sampai ibu jari bagian dalam kita menyentuh bagian permukaan bet tenis meja.

e. Bidang bet pun pastikan menyandar di leukan antar ibu jari serta telunjuk yang kira-kira ¼ inci dari sisi jari telunjuk.

f. Letakkan jari telunjuk untuk dekat dengan bagian bet dan posisikan melintang ke arah atas bet.

g. Agak merapatkan ibu jari pada bet sangat boleh.

c. Seemiller Grip

Teknik Seemiller GripPenggunaan teknik grip seemiller ini sangatlah mirip dengan teknik handshake grip, namun yang membedakan ialah bahwa teknik grip ini bagian jari telunjuk pemain memegang seluruh bagian bet. Sementara untuk bet yang atas, pemain perlu memutarnya hingga 20-90 derajat untuk mengarah ke tubuh. Karena teknik ini adalah hasil pengembangan dan variasi dari shakehand grip, maka tak heran kalau cara memegangnya pun sama.

Cara Melakukan teknik seemiller grib ini adalah sebagai berikut ini:

a. Cukup memulai pegangan dengan cara melakukan langkah-langkah pada handshake grip.

b. Bagian atas bet putar hingga 90 derajat ke arah tubuh kita. Pukulan backhand bakal semakin kuat ketika kita semakin kuat memutar bet tersebut, namun risikonya pukulan forehand pun bakal melemah.

c. Jari telunjuk lekukkan sepanjang bagian sisi bet tenis meja.

2. Teknik Footwork (Teknik Gerak Kaki)

Teknik Footwork Dalam permainan tenis meja, walau kita bermain terhalang oleh meja, tetap saja pergerakan kaki dan juga pengaturannya sangatlah penting. Banyak pemain tenis meja tidak menyadari sama sekali akan hal ini dan malah justru sering melakukan penempatan posisi kaki di tengah meja. Hal ini malah mempersulit diri sendiri ketika hendak melakukan sebuah blocking.

Dalam footwork yang benar, pemain perlu sekali untuk memerhatikan posisi siku di mana harus dalam posisi memegang bet dan ada pada titik tengah antara backhand dan forehand. Jaga supaya siku tetap ada tak jauh dari tengah meja dan juga gerakkan tubuh agak ke kiri. Pemain juga perlu untuk memerhatikan serta fokus pada pergerakan dan posisi lawan.

Posisi kaki kerap diabaikan karena mungkin hanya ada 2, yaitu dari sisi kanan dan kiri, namun sebenarnya langkah kaki kita harus tepat. Metode footwork yang paling umum yaitu metode two-step dan penggunaannya lebih sering dilakukan oleh para pemain yang bertipe menyerang, dengan cara seperti di bawah ini:

1. Tekuk sedikit bagian lutut.

2. Berat badan harus terbagi rata pada kedua kaki, sementara penumpuan berat badan ialah pada ujung kaki.

3. Ketika hendak melangkah ke kiri, geser kaki kiri ke arah kiri di mana berat badan ditumpukan ke arah kaki kiri.

Untuk kaki kanan perlu ikut dengan kaki kiri. Bila hendak memukul dengan teknik forehand, kaki kanan tarik ke belakang supaya seperti posisi awal dalam menerapkan pukulan forehand tersebut.

3. Teknik Stance (Teknik Siap Sedia)

Teknik Square Stance dan Side StanceTeknik dalam tenis meja lainnya yang sangat mendasar yaitu teknik bersiap siaga atau diketahui dengan istilah teknik stance. Stance ini termasuk dalam teknik penempatan posisi tangan kalian, kaki berikut juga anggota tubuh lainnya ketika hendak melakukan serangan kepada lawan atau ketika bertahan.

A. Square Stance

Teknik positioning ialah inti dari square stance ini, yaitu ketika posisi badan pemain menghadap meja tenis. Teknik square stance ini merupakan sebuah teknik yang secara umum digunakan oleh para pemain tenis meja ketika menerima servis bola dari pihak lawan. Tapi juga menjadi sebuah posisi siap saat lawan menyerang kita.

Pada waktu teknik ini diterapkan, bagian kaki kita hanya perlu digerakkan selangkah ke depan, kemudian ke belakang, kiri maupun kanan, atau secara diagonal. Pemain akan lebih mudah melakukannya asalkan terus melatih gerakan-gerakan penting dalam teknik ini.

B. Side Stance

Pada teknik side stance, tubuh pemain perlu berada pada posisi menyamping ke kiri maupun ke kanan. Salah satu bahu pemain pun perlu diposisikan lebih dekat dengan net, khususnya pada saat hendak melakukan serangan kepada lawan. Posisi bahu kiri perlu lebih dekat dengan net apabila hendak melakukan teknik pukulan forehand untuk pemain yang memang menggunakan tangan kiri dalam memukul alias kidal.

4. Teknik Memukul

Bicara tentang teknik dasar, maka dalam tenis meja pun kita perlu belajar akan teknik memukul ini. Ada 2 teknik memukul yang mendasar, yaitu forehand dan backhand seperti yang telah disebut-sebut sebelumnya. Jika ingin bola melaju keras, maka pukulan forehand-lah yang dapat digunakan, sementara untuk pukulan topspin dan backspin yang mudah, maka pukulan backhand-lah yang dapat digunakan.

Namun sebenarnya, tidak hanyalah pukulan forehand dan backhand saja teknik pukulan yang perlu untuk dikenal dan dilatih dengan baik. Ada juga sejumlah teknik pukulan lain semacam pukulan servis, drive, chop dan push yang juga paling sering diterapkan dan juga digunakan pada sebuah permainan tenis meja oleh para pemainnya.

A. Teknik Pukulan Forehand

Teknik Pukulan Forehand dan BackhandPemain perlu melakukan teknik pukulan forehand apabila bola ada di sisi kanan tubuh pemain. Untuk melakukan teknik pukulan ini, biasanya adalah dengan membuat posisi tubuh lebih rendah, dan tangan yang dipakai memegang bet bisa digerakkan ke arah pinggang sebelah kanan apabila tidak kidal.

Dari situ, kemudian siku pun akan otomatis membentuk sudut sekitar 90 derajat. Selanjutnya pemain hanya tinggal membuat tangan bergerak ke arah depan tapi upayakan supaya bentuk sudut siku tidak berubah. Pada pukulan forehand, akan lebih baik kalau menggunakan cara memegang bet dengan teknik penholder.

B. Teknik Pukulan Backhand

Ketika bola ada di sisi kiri tubuh pemain, maka pukulan yang paling tepat untuk dilakukan adalah pukulan backhand. Dalam melakukannya, seorang pemain memang perlu merendahkan lebih dulu posisi tubuh yang dilanjutkan dengan menggerakkan tangan ke arah pinggang kiri apabila bukan seorang kidal. Siku harus membentuk sudut 90 derajat juga, barulah tangan yang memegang bet digerakkan ke arah depan. Jaga siku baik-baik supaya tetap 90 derajat dan bet harus juga dijaga lurus.

5. Teknik Pukulan Servis

Teknik Pukulan ServisPenyajian bola pertama dengan memukul bola, itulah yang dinamakan dengan servis. Teknik pukulan ini terbagi menjadi beberapa tipe, yakni servis backhand topspin, forehand topspin, backhand backspin dan juga forehand backspin. Perlu diketahui bahwa topspin merupakan sebuah teknik arah putaran bola searah jarum jam, sementara backspin adalah kebalikannya alias berlawanan dengan arah jarum jam.

Servis yaitu memukul bola untuk menyajikan bola pertama. Ada beberapa teknik servis yaitu servis forehand topspin, servis backhand topspin, servis forehand backspin, servis backhand backspin.

Topspin merupakan arah putaran bola (dimana bola berputar searah jarum jam). Backspin merupakan arah putaran bola juga (bola berputar berlawanan jarum jam).

A. Forehand Topspin.

Untuk melakukan forehand topspin pemain berdiri dengan sikap persiapan di meja bagian kanan dan menghadap sektor kiri meja lawan. Tangan kanan memegang bet berada di kanan badan dengan siku ditekuk sebesar sembilan puluh derajat. Telapak tangan kiri memegang bola. Bola dilambungkan setinggi enam belas senti meter, kemudian dipukul dengan bet. Usahakan pantulan bola tidak begitu tinggi dari net.

B. Backhand Topspin.

Untuk melakukan backhand topspin pemain berdiri di tengah meja dengan sikap persiapan. Tangan kanan memegang bet dengan mendekatkanya ke pinggang sebelah kiri. Telapak tangan kiri memegang bola. Lambungkan bola setinggi enam belas senti meter, pukul dengan bet. Usahakan bola tidak begitu tinggi dari net sehingga pantulan bola di meja lawan tidak begitu tinggi.

C. Backhand Backspin.

Untuk melakukan backhand backspin pemain berdiri di tengah meja dengan sikap persiapan. Tangan kanan memegang bet dengan mendekatkannya ke pinggang sebelah kiri. Telapak tangan kiri memegang bola. Lambungkan bola setinggi enam belas senti meter, pukul dengan bet. Untuk melakukan pukulan ini hanya menggesek bagian belakang bola dengan bagian bawah bet. Gerakan bet ke depan condong turun ke bawah. Usahakan bola tidak begitu tinggi dari net sehingga pantulan bola di meja lawan tidak begitu tinggi

6. Teknik Pukulan Chop

Teknik Pukulan ChopPukulan ini memiliki sifat bertahan dan untuk persiapan pukulan forehand chop pada dasarnya mirip dengan pukulan forehand, hanya saja posisi bet perlu agak lebih sedikit terbuka. Bet kemudian digerakkan ke depan namun sedikit mengarah ke bawah. Upayakan agar ada kontak dengan bola tepat di depan kanan tubuh. Sementara untuk backhand chop juga punya teknik awal yang sama seperti pukulan backhand, hanya saja posisi bet terbuka dan upayakan supaya kontak bola terjadi di sisi bawah bet depan dan perkenaan bola ada di sisi kiri dengan sedikit ke depan tubuh.

1. Forehand chop.

Persiapan dalam melakukan pukulan forehand chop sama untuk melakukan pukulan forehand, tapi posisi bet agak terbuka. Gerakkan bet ke depan condong ke bawah. Usahkan kontak dengan bola terjadi di depan kanan badan. Perkenaan bola pada sisi bet depan agak bawah dan perkenaan pada bola pada sisi bawah bola.

2. Backhand chop.

Posisi awal sama dengan backhand, tetapi posisi bet terbuka atau sisi depan condong ke atas. Usahakan kontak bola pada bagian sisi bawah bet depan dengan sisi bawah bola. Usahakan perkenaan bola di kiri agak depan tubuh.

7. Teknik Pukulan Push

Teknik Pukulan PushKetika pemain tenis meja harus menghadapi backspin, maka pukulan backspin pasif pun dilakukan, dan push inilah pukulan tersebut. Tujuan dari pukulan ini adalah supaya bola tak melambung terlalu tinggi. Dalam melakukan teknik ini, terutama forehand push, perhatikan supaya posisi bet agak terbuka dan bet digerakkan ke depan serta agak ke bawah.

Upayakan supaya bola dapat ada kontak dengan bet bagian tengah. Sedangkan untuk melakukan backhand push, perkenaan bola sebetulnya mirip seperti forehand push, hanya bedanya penggunaan backhand-lah yang digunakan. Upayakan perkenaan bola pada sisi kiri bisa dekat dengan tubuh bagian depan.

a. Forehand push.

Perhatikan agar posisi bet sedikit terbuka Gerakan bet kedepan dan sedikit kebawah. Usahakan bola mengenai bet bagian tengah.

b. Backhand push.

Perkenaan bolanya sama dengan forehand push. Bedanya ini menggunakan backhand. Usahakan kontak bola hanya terjadi gesekan tetapi kuat sehingga menghasilkan bola backspin yang sempurna. Usahakan perkenaan bola di kiri mendekati bagian depan tubuh

8. Teknik Pukulan Drive

Teknik Pukulan DrivePukulan datar nan keras hasil dari pukulan dengan ayunan panjang kita sebut dengan teknik pukulan drive. Jenis pukulan ini memang termasuk cepat dan keras dan untuk melakukan forehand drive, bet harus digerakkan lebih dulu ke arah depan.

Gerakan tersebut jangan lupa disertai dengan tubuh yang diputar ke depan di mana ini setara dengan perputaran sebanyak 30 derajat. Pada sikap awal, sebaiknya pemain menguatkan pergelangan tangan supaya bet tak gampang mengalami perubahan posisi ketika hendak melakukan teknik pukulan forehand drive ini.

Sementara untuk melakukan backhand drive, siku harus dibuat lebih dulu membentuk sudut 90 derajat. Bet yang bergerak harus diikuti dengan gerak putar tubuh. Upayakan ada kontak dengan bola, terutama sewaktu bet ada di depan tubuh yang sedikit ada di sisi kiri. Pada pukulan ini, pemain kerap salah dalam gerakan kaki, jadi harus lebih sering melatih teknik backhand agar mahir.

9. Teknik Pukulan Block

Teknik Pukulan BlockIni adalah teknik pengembalian pukulan keras yang diarahkan oleh lawan kepada kita. Cara ini terbilang paling sederhana dan pemain cukup melakukan block setelah bola memantul dari meja supaya lawan tak menyerang dengan cepat. Ini karena bola yang sudah kita block juga bakal kembali secara cepat.

Untuk forehand block, bet digerakkan ke arah depan lebih dulu, tapi bet harus dalam posisi tertutup di mana sisi depan bet mengarah ke bawah. Fokuskan pandangan pada datangnya bola dan cepat-cepat lakukan block sesudah bola memantul dari meja. Tepat di bagian tengah bet-lah perkenaan bola dengan bet harus terjadi.

Untuk backhand block, pastikan bet ada di sisi kiri tubuh pemain dan gerakkanlah ke depan apabila ingin menerapkan blocking, sementara bet berposisi tertutup. Fokuskan pandangan terhadap arah datangnya bola dan lakukan block secepatnya sesudah bola memantul dari meja. Masih pada bagian tengah bet untuk perkenaan bola dengan bet.

Demikianlah sedikit informasi mengenai teknik dasar tenis meja yang kiranya dapat menjadi referensi bagi Anda yang ingin mengenal tenis meja sebagai pemula. Tak lupa juga, Anda perlu tahu cara memilih bet tenis meja yang tepat agar dalam latihan dan pertandingan Anda bisa nyaman.

Sejarah Tenis Meja: Sejarah, Teknik, & Aturan Permainan{LENGKAP}

Sejarah Tenis Meja

SEJARAH TENIS MEJA – Halo teman – teman, semoga kalian pada semangat belajar yaa, di kesempatan ini admin akan membahas tentang salah satu permainan olahraga yang mungkin adalah kegemaran kamu. Yapp, seperti yang tertera pada judul di atas, kali ini membahas mengenai permainan tenis meja. Kita akan membahasnya secara lengkap dan juga mendetail.

Pengertian Tenis Meja

Sejarah Tenis Meja
Sejarah Tenis Meja

Tenis meja adalah permainan olahraga yang sangat menarik dan juga unik untuk kalian pelajari, tidak sedikit loh orang yang menggemarinya permaian tenis meja atau ping pong ini, selain memberikan kesenangan bagi yang memainkannya, juga karena hanya memerlukan tempat yang tidak terlalu luas.

Kamu juga sering memainkannya? Bagus sekali kalau begitu, tapi ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu semua hal dan seluk beluk tentang permainan tenis meja berikut ini.

Pada sub bab kali ini, admin akan membahas tentang sejarah tenis meja dunia dan sejarah tenis meja Indonesia secara khusus.

Sejarah Tenis Meja Dunia

Sejarah Tenis Meja
Sejarah Tenis Meja

sejarah asal usul permainan tenis meja ini hampir sama dengan kebanyakan permainan olahraga lainnya yang menggunakan raket, yaitu pada awalnya hanya dikenal dengan permainan dan hiburan ringan di masyarakat. Tetapi mengenai asal musa permainan tenis meja, sejak kapan dan juga oleh siapa yang pertama kali menciptakan permainan tenis meja ini, dapat diketahui dari beberapa sumber bacaan berikut ini.

Pada zaman manusia purba, di Negara Iran juga telah memainkan sebuah permainan yang menggunakan sebatang kayu sebagai pemukul bola tang terbuat dari usus binatang yang telah diisi angin.

Pada abad ke-12 Bangsa Perancis telah menggemari permainan tenis meja ini, dimana bolanya dibuat dari kertas diktat yang dipukul dengan tangan.

Sejak zaman purba Bangsa Indian telah memainkan permainan yang hampir menyerupai tenis meja. Bola yang digunakan serupa dengan bola bersayap bulu, pemukul yang digunakan yaitu kayu yang dibungkus dengan kulit binatang menjangan.

Berbagai sumber menyebutkan bahwa olahraga permainan tenis meja asalnya dari Negara Inggris. Permainan ini muncul dari permainan kuno pada abad pertengahan  yang disebut dengan “gossima” dan “whiff-whiff“. Kemudian permainan ini berkembang lagi, di antaranya oleh angkatan bersenjata Inggris yang berada di Negara India.

Ada juga, para opsir di daerah koloninya di Afrika Selatan yang biasa memainkan permainan tenis meja sebagai hiburan saat waktu senggang mereka. Meja yang dipakai adalah meja tanpa memiliki ukuran tertentu dengan sebuah net atau jaring pada bagian tengah-tengahnya, yang dipasang sejajar dengan ujung meja yang dipakai.

Jaring yang dipakai terbuat dari tali sepatu boat atau atau seperti perban pembungkus yang diikat ujungnya pada dua buah kursi yang ditempatkan di kedua sisi bagian tengah meja tersebut. Sementara itu alat pemukul yang digunakan adalah sebilah kayu yang telah dipotong menurut bentuk sehingga menyerupai raket yang digunakan seperti saat ini.

Pada saat itu pemukulnya diberi nama Vellum racket, yaitu alat pemukul pada permainan tenis meja yang mirip alat pemukul pada permainan tenis. Serta bola yang dipakai adalah bola yang dipakai pada permainan tenis, yakni pukul memukul secara langsung.

Di akhir tahun 1880, bola karet yang dilapisi dengan kulit yang dirajut diganti bola celluloid. Pada tahun 1990, permainan tenis meja disempurnakan oleh beberapa negara Eropa bagian barat. Pada tahun 1903, dibuat suatu ketetapan  atau peringatan kepada para pemain tenis meja atas penggunaan busana malam bagi pria dan wanita dalam latihannya.

Selain itu, juga diberikan penjelasan dan petunjuk mengenai teknis terperinci mengenai karet bintik, pegang penhold, dan taktik permainan. kemudian olahraga permainan ini semakin populer pada tahun 1905, E. C. Goode dari London mengenalkan raket kepada khalayak dengan permukaan berupa karet.

Atas prakarsa Dr. George Lehmen dari Jerman pada tanggal 15 januari 1926, terbentu sebuah organisasi Internasional Table Tenis Federation yang kemudian disingkat ITTF, Hown Ivor Montagu dari Inggris yang menjadi presiden pertamanya. Negara-negara yang menjadi anggotanya saat itu adalah:

1. Inggris

2. Polandia

3. Jerman

4. Swedia

5. Perancis

6. Cekoslowakia

7. india

Bertempat di Memorial hall, Farringdon Street, di akhir tahun itu juga diadakan kejuaraan Eropa dengan peserta:

1. Denmark

2. Cekoslowakia

3. Austria

4. Inggris

5. Hungaria

6. Jerman

7. Swedia

8. Wales

9.  India

Pada 12 Desember 1926, disepakati anggaran dasar dan peraturan permainan, sedangkan kejuaraan yang tadinya antar negara Eropa dijadikan atau dianggap sebagai kejuaraan tenis meja pertama tingkat dunia.

Kemudian di tahun 1939, sebanyak 28 asosiasi dari negara-negara terdaftar sebagai anggota ITTF. Sejak kejuaraan tenis meja dunia pada tahun 1926, selanjutnya untuk setiap tahunnya diadakan sekali hingga yang ke – 13 pada tahun (1938), kemudian hingga tahun 1945 kejuaraan tidak dapat diselenggarakan karena terganggu perang dunia.

Pada tahun 1946, kejuaraan dunia yang ke- 14 kembali diadakan, kali ini berlokasi di Paris (Perancis). Selanjutnya diadakan berkala setiap dua tahun sekali.

Pada tahun 1946, pertama kali diadakan pertemuan umum (general meeting) selama berlangsungnya kejuaraan dunia ke – 14 di Paris. Pada tahun 1967, presiden ITTF, Hon Ivor Montagu mengundurkan diri dari presiden ITTF dan digantikan oleh H. Roy Evans dari Wales. Tahun 1976 bulan Maret, ITTF mengangkat sekjen profesional yang tidak dipilih oleh general meeting yang berkantor di St. Leonards On Sea di Inggris.

Pada bulan November 1977, Komite Olimpiade Internasional IOC mengakui cabang olahraga tenis meja sebagai cabang olahraga Olimpiade dengan ITTF sebagai satu-satunya induk organisasi internasional yang mengaturnya.

Secara resmi cabang olahraga tenis meja mulai dipertandingkan pada olimipic game ke – 24 tahun 1988 Seoul. Akibat pengakuan tersebut, ITTF diharuskan untuk menambahkan dalam peraturannya yang menyangkut status amatir dan profesional , yaitu pasal 26 dari Olimpic Charter, yang mana pada peraturan sebelumnya tidak ada.

Kepengurusan H. Roys Evans berakhir pada tahun 1987. Sedangkan yang terpilih menjadi ketua baru adalah Ichiro Ogimura dari Jepang. Ichiro Igimura mendapat dukungan penuh dari para anggota ITTF Asia, Afrika dan Amerika Latin sehingga memenangkan pemilihan dengan angka yang meyakinkan, yakni mendapat 65 suara dari 104 pemilik hak suara.

Perubahan dalam sistem pertandingan mengalami perubahan pada tahun 1991 dalam sistem pertandingan beregu putra, yang pada awalnya mempertandingkan 9 partai menjadi 5 partai. Rencana perubahannya sendiri dilakukan pada tahun 1989 di kongres ITTF, setelah final kejuaraan dunia pada waktu itu antara China dan Swedia yang berlangsung hampir enam jam.

Sejarah Tenis Meja Indonesia

Sejarah Tenis Meja
Sejarah Tenis Meja

Olahraga tenis meja di Indonesia baru dikenal secara umum pada tahun 1930. Pada waktu itu, permainan tenis meja hanya dilakukan di balai-balai pertemuan orang Belanda sebagai suatu hiburan rekreasi. Pribumi yang boleh ikut permainan itu hanya golongan-golongan tertentu, seperti anggota keluarga pamong dari balai pertemuan tersebut.

Pada tahun 1939, sebelum pecah perang dunia ke-II, tokoh-tokoh tenis meja mendirikan Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia (PPPSI). Kemudian di kongresnya yang diadakan di Surakarta tahun 1958, PPPSI mengalami perubahan nama menjadi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI).

PTMSI pada tahun 1960 bergabung menjadi anggota federasi tenis meja Asia, TTFA (Table Tenis Federation of Asia). Setelah itu tenis meja Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat sejak berdirinya hingga sekarang. Hal itu dilihat dari munculnya perkumpulan-perkumpulan tenis meja, serta banyaknya pertandingan tenis meja yang diperlombakan di arena olahraga tingkat nasional seperti PON, POMDA, dan Porda.

Setelah terdaftar sebagai anggota ITTF pada tahun 1961, Indonesia selalu diundang pada kejuaraan-kejuaraan resmi tingkat dunia. Selain itu, yang perlu diketahui dalam perkembangan permainan tenis meja nasional adalah berdirinya Silatama (Sirkuit Laga Tenis Meja Utama) yang pertama kali digelar pada awal tahun 1983, hal ini kemudian digelar setiap tiga bulan sekali, serta Silataruna setiap 6 bulan sekali sejak 1986.

Peraturan Tenis Meja

Sejarah Tenis Meja
Sejarah Tenis Meja

Semua permainan atau olahraga pasti ada aturan dan perangkat permainanya, begitu juga pada permainan tenis meja supaya permainan bisa berjalan tertib dan berlangsung menarik. Pada olahraga permainan tenis meja, ada beberapa perangkat yang dibutuhkan dan semuanya memiliki aturan yang jelas dan harus ditaati oleh setiap pemain, seperti meja, bola, raket, dan net. Selain dari itu ada juga perangkat pendukung lainnya yaitu pemain dan wasit.

Berikut ini kita akan membahas peraturan permainan tenis meja secara lengkap.

A. Meja

Pada meja tempat bermain tenis meja, permukaan berbentuk segi empat dengan ukuran panjang kurang lebih 2, 74 m dan lebar 1,525 m, tinggi 76 cm di atas lantai dan harus datar.

Permukaan meja tidak termasuk sisi dari permukaan meja tersebut.

Permukaan meja boleh dibuat dari bahan apa saja, tetapi harus dapat menghasilkan pantulan sekitar 23 cm dari bola yang dijatuhkan dari ketinggian 30 cm.

Meja tenis seluruh permukaannya harus berwarna pudar maupun gelap serta garis putih dengan lebar dua cm pada sisi panjang meja 2, 74 m dan tiap lebar meja 1,525 m.

Permukaan meja dibagi dalam dua bagian yang sama secara vertikal oleh net paralel dengan garis akhir dan juga harus melewati lebar permukaan masing-masing bagian meja.

Untuk permainan ganda, semua bagian meja harus dibagi menjadi 2 bagian yang sama dengan garis tengah berwarna putih selebar kurang lebih 3 mm, paralel dengan garis lurus sepanjang kedua bagian meja, garis tengah tersebut harus dianggap menjadi dua bagian kiri dan kanan.

B. Net

Perangkat net harus terdiri dari net, perpanjangannya serta kedua tiang penyangga termasuk kedua penjepit yang dilekatkan ke meja.

Net harus terpasang dengan bantuan tali yang melekat pada kedua ujung tiang setinggi 15,25 cm, batas perpanjangan kedua tiang di setiap sisi akhir lebar meja adalah 15,25 cm.

Ketinggian sisi atas net secara keseluruhan harus 15,25 cm di atas permukaan meja tersebut.

Dasar net sepanjang lebar meja harus rapat dengan permukaan meja dan juga perpanjangan ujung net harus serapat mungkin dengan tiang penyangganya.

C. Bola

Bola harus bulat dengan berdiameter 40 melimeter.

Berat bola harus 2,7 gram tidak boleh lebih.

Bola harus terbuat dari bahan celulos (celluloid) maupun sejenis bahan plastik berwarna putih atau orange, serta tidak mengkilap.

D. Raket atau Bet

Ukuran, berat dan bentuk tidak ditentukan, tetapi daun raket harus datar dan juga kaku.

Ketebalan daun raket minimal 85% terbuat dari kayu, dapat dilapisi dengan bahan perekat yang berserat seperti fiber karbon maupun fiber glass atau bahan kertas yang dipadatkan, bahan tersebut tidak lebih dari 7,5% dari total ketebalan 0,35 mm, yang merupakan bagian yang lebih sedikit atau tipis.

Sisi daun raket yang dipakai untuk memukul bola harus ditutupi oleh karet datar maupun bintik, apabila menggunakan karet bintik yang menonjol keluar (karet pletok) maka ketebalan karet termasuk lapisan lem perekat tidak lebih dari 2 mm, atau jika dilapisi karet lunak (sandwich rubber) atau spons dengan karet bintik di dalamnya maka ketebalannya tidak lebih dari 4 mm termasuk lem perekat.

Karet bintik biasa ialah lapisan tunggal yang bukan karet cellular, sintetik atau karet alam, dengan bintik yang menyebar di permukaan karet secara merata dengan kepadatan tidak kurang dari 10 per cm² dan tidak lebih dari 30 per cm².

Karet lunak (sandwich rubber) ialah lapisan dari karet cellular yang ditutupi dengan lapisan luar karet bintik biasa. Ketebalan dari akret bintik ini tidak lebih tidak kurang dari 2 mm.

Karet penutup daun raket tidak melebihi daun raket itu sendiri, kecuali pada bagian yang terdekat dari kayu yang dipegang dan juga yang ditutupi oleh jari-jari dapat ditutupi olah bahan lain atau tidak ditutupi.

Daun raket, lapisan yang menutupi baik karet atau lemnya harus merata (tidak bersambung) dan juga ketebalannya.

Permukaan raket yang tidak ditutupi raket pada sisinya tersebut, harus diwarnai pada sisi yang tidak ditutupi oleh karet dengan warna pudar, merah atau hitam (tidak sama dengan warna sebelahnya).

Karet raket yang dipakai harus tanpa perlakuan bahan kimia, berupa karakteristik karet secara fisik, atau hal lainnya

Apabila terjadi sedikit penyimpangan maupun kekurangan pada warna dan juga kesinambungan permukaan akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh kejadian yang tidak disengaja dapat diijinkan sepanjang tidak merubah karakteristik dari permukaan raket.

Pada permulaan permainan serta kapan saja pemain menukar raketnya selama permainan berlangsung, seorang pemain harus dapat menunjukkan raketnya pada lawannya dan pada wasit dan harus mengijinkan wasit dan lawannya untuk memeriksa atau mencobanya.

Teknik Permainan Tenis Meja

Sejarah Tenis Meja
Sejarah Tenis Meja

Dalam permainan Tenis meja mempunyai  4 teknik dasar yang perlu dikuasai oleh setiap pemainnya. Penguasaan teknik ini sangat penting bagi pemain, karena semakin kita menguasai 4 teknik dasar ini semakin kita dapat untuk menguasai permainan. Berikut ini merupakan ke empat teknik dasar tersebut.

1. Teknik Grip atau Cara Memegang Bet

Grip adalah teknik memegang Bet dengan genggaman yang anda gunakan haruslah nyaman. Jika tidak, anda bisa saja kehilangan kontrol pada saat memukul bahkan Bet bisa terlepas dari tangan anda. Ada 3 Teknik Grip atau memegang bet yang bisa anda gunakan.

a. Teknik Shakehand Grip atau berjabat tangan

Teknik ini adalah teknik yang sering digunakan di benua Eropa dan juga benua Amerika. Dengan menggunakan teknik Shakehand ini pemain dapat menggunakan 2 sisi pemukul. Teknik ini adalah teknik yang tepat apabila cara bermain anda yaitu permainan jarak jauh. Cara melakukan teknik shakehand ini cukup mudah, adalah berikut ini :

1. Pegangan Bet berada diantara Ibu jari dan telunjuk.

2. Jari telunjuk berada di permukaan bagian bawah Bet.

3. Ketiga jari menggenggam erat pemukul.

b. Teknik Penhold Grip

Teknik Penhold Grip adalah teknik dimana posisi tangan seperti sedang memegang sebuah pena. Keuntungan dalam  penggunaan teknik ini yaitu pada teknik Forehand dan pukulan Backhand yang cepat, teknik ini hanya bisa menggunakan satu sisi dari bet.

Teknik ini sering juga disebut Asia Grip, akan tetapi jarang digunakan karena pemain profesional biasanya pemakai Shakehand Grip. Cara memegang bet pada teknik penhold grip yaitu dengan cara bet diarahkan ke bawah dengan pegangan hanya diapit oleh ibu jari dan juga telunjuk yang tepat berada diatas bidang pukulan Bet. Cara ini seperti pada saat kita memegang pena ketika akan menulis.

c. Teknik Seemiller Grip

Teknik ini juga disebut dengan American Grip teknik ini hampir mirip dengan Shakehand Grip akan tetapi yang membedakannya yaitu jari telunjuk berada tepat di sisi Bet sehingga Bet berada pada sudut 90 derajat dari posisi tubuh.

Dibanding Shakehand, teknik ini mempunyai banyak kekurangan seperti sulit untuk melakukan serangan ke sudut, kurang ampuh saat bertahan, dan sulit saat akan melakukan pukulan backhand.

Namun bukan berarti pengguna teknik ini tidak mempunyai keuntungan. Keuntungan dalam penggunaan teknik ini yaitu mudah merubah bidang pemukul bola ketika permainan berjalan, lebih mudah untuk menggerakan pergelangan tangan untuk melakukan forehand dan mudah menghadang serangan dari lawan.

Teknik Seemiller grip adalah sebuah teknik yang harus disesuaikan dengan tipe permainan kita dan juga kenyamanan genggaman tangan saat bertanding. Dengan menguasai beberapa teknik grip anda dapat juga mengerti kondisi dan posisi kelemahan dari lawan anda seperti menggunakan teknik Seemiller Grip yang lemah saat melakukan serangan sudut, jadi anda hanya harus menyesuaikan kondisi Grip yang tepat untuk digunakan.

2. Teknik Stance

Teknik stance atau teknik bersiap siaga adalah teknik anggota tubuh pada saat melakukan serangan dan pertahanan ada 3 teknik stance yang dapat anda gunakan pada saat bertanding. yakni Square Stance, Side Stance dan Open Stance. Berikut ini ialah penjelasan dari masing-masing teknik stance.

Square Stance adalah posisi tubuh menghadap tepat ke arah meja, teknik ini sangat efektif untuk menerima servis dan juga siap kembali selepas menerima serangan dari lawan. Posisi anggota badan saat melakukan teknik Square Stance yakni berat badan ditumpukan pada kedua kaki, lutut agak sedikit ditekuk, kedua lengan bawah pada posisi horizontal dan juga bagian atas vertikal, badan dicondongkan ke arah depan.

Dengan posisi ini pemain dapat depan cepat menuju ke segala arah, dapat lebih berfokus pada arah datangnya bola dan juga dapat mengembalikannya dengan baik.

Side Stance adalah posisi badan menyamping dari meja. Dalam teknik ini pemain diharapkan dapat melakukan pengembalian bola dan juga menahan pukulan dari lawan dengan cepat.

Teknik Open Stance adalah teknik hasil dari modifikasi antara Side Stance dan hanya digunakan untuk backhand block, posisi badan dengan kaki kiri agak terbuka dan juga sedikit ke depan. Begitu pula sebaliknya untuk para pemain kidal.

Akan tetapi secara keseluruhan teknik Stance yang baik yaitu kaki kanan berada sedikit ke belakang, kemudian badan menghadap ke arah meja maupun arah bola datang, kaki sedikit berjinjit, dan lutut sedikit ditekuk (tekukan lutut menyesuaikan dengan tinggi pemain, semakin tinggi pemain maka semakin bengkok tekukan lututnya).

3. Teknik Footwork atau Gerak Kaki

Teknik Footwork adalah teknik yang mengatur gerakan kaki pemain. Pada umumnya teknik ini dibedakan menjadi tunggal dan ganda. Footwork yang digunakan dalam permainan tunggal juga digunakan oleh para permainan ganda.

Apabila dilihat dari banyak langkah footwork untuk permainan tunggal dibedakan menjadi satu langkah, dua langkah dan juga tiga langkah atau bahkan lebih. Jika dilihat dari arah gerakan dibedakan menjadi depan,belakang,kiri,kanan dan juga diagonal. Footwork yang sering digunakan yaitu footwork 2 langkah atau Two Step Footwork

Pemilihan Footwork harus dilihat dari jarak antara bola dengan pemain tenis meja tersebut. Bila jarak terlalu pemain dapat melakukan footwork dengan 1 langkah. Saat melakukan ini kita harus memperhatikan jarak bola pada pemain tersebut.

Ada beberapa tips agar teknik ini dapat dilakukan dengan efektif dan bagus. Tekuk lutut sedikit, Titik berat badan bertumpu pada kedua kaki dengan seimbang, kaki agak dijinjit sedikit agar berat badan agar berat badan lebih bertumpu pada ujung kaki.

4. Teknik Pukulan atau Stroke

Teknik pukulan merupakan teknik terpenting dalam Olahraga tenis meja. Karena bila kita dapat mengatur pukulan sesuai keinginan kita dapat dengan mudah mengincar titik lemah dari lawan dan juga menambah skor.

Teknik Pukulan dibagi kedalam 2 macam yakni teknik pukulan Forehand dan teknik pukulan Backhand berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing.

A. Pukulan Forehand adalah teknik yang mengutamakan kecepatan dalam memukul bola teknik ini cukup ampuh untuk menyerang lawan. Cara menggunakan teknik ini yaitu bola harus berada dalam posisi pada sisi tangan yang memegang bet. Pukul bola dengan tangan mengarah ke arah sisi yang lainnya (jika yang memegang tangan kanan maka arah tangan dari kanan ke kiri, begitu juga sebaliknya).

B. Pukulan Backhand merupakan pukulan yang kurang cocok untuk melakukan pukulan keras, karena posisi tangan yang kurang pas untuk mendapat power maksimal dari ayunan tangan. Cara menggunakan teknik ini hampir sama dengan pukulan Forehand hanya saja berbeda pada posisi bola, posisi Bola harus berada di sisi tangan yang tak memegang Bet.

Ada 5 jenis pukulan dari tenis meja yang perlu juga anda pelajari yakni Drive, Push, Service, Chop dan juga Block.

1. Drive adalah pukulan dengan ayunan terpanjang dari tangan anda. Pukulan ini dapat menghasilkan bola yang cepat, keras dan juga mendatar.

2. Push adalah pukulan backspin yang pasif, digunakan untuk membalas pukulan backspin lawan. Pukulan ini bertujuan agar bola yang melambung tidak terlalu tinggi.

3. Chop merupakan pukulan backspin yang biasa digunakan untuk bertahan.

4. Block merupakan pukulan yang dilakukan saat menahan serangan dari lawan. Pukulan ini dapat dilakukan pada saat bola telah memantul dari meja. Ini bertujuan agar lawan tidak dapat melancarkan serangan dengan cepat.

5. Service ialah pukulan yang dilakukan saat pertandingan akan dimulai.

Semua jenis pukulan yang telah saya jelaskan diatas dapat dilakukan dengan cara Forehand ataupun Backhand. Dan sebagai ilmu tambahan Topspin merupakan putaran bola yang searah jarum jam dan Backspin adalah sebaliknya.

Kunci Keberhasilan Mendapat Juara pada Permainan Tenis Meja

Sejarah Tenis Meja
Sejarah Tenis Meja

Kunci untuk mendapatkan juara dalam permainan atau pertandingan tenis meja ialah reaksi yang cepat, dan pengendalian gerakan kaki (footwork), serta tubuh yang baik. Semua itu dapat diperoleh dengan hasil latihan yang rutin serta sungguh-sungguh. Berikut ini adalah latihan yang akan menambah daya tubuh anda dengan baik:

a. Peregangan

Peregangan perlu sekali dilakukan sebelum bermain tenis meja. Tujuan peregangan ialah untuk mengurangi kemungkinan cedera pada otot dan persendian, untuk menunjang pergerakan tubuh, dan memperbaiki postur tubuh anda. Peregangan dilakukan selama kurang lebih 15 – 20 menit.

Aktivitas yang dapat dilakukan untuk peregangan, antara lain adalah berikut ini:

1. lari keliling beberapa putaran

2. Lari cepat dengan jarak dekat

3. Jongkok berdiri (aquat) untuk melatih kekuatan otot kaki

4. lompat tali

5. Push-up untuk meningkatkan kekuatan otot lengan, bahu, dan dada.

6. Sit-up untuk meningkatkan kekuatan otot perut

b. Latihan Fisik

Tujuan latihan fisik ialah keluesan tubuh, kecepatan gerak dan releks, koordinasi dan kekuatan otot, serta stamina yang tinggi. Latihan dilakukan dengan cara sebagai berikut ini:

1. Berlari jarak jauh

2. Berlari cepat jarak pendek

3. Tubuh digerakkan memutar dengan berpusat pada bagian atas pinggang.

c. Latihan Kecepatan

Latihan kecepatan bertujuan untuk dapat mempercepat reaksi atau refleks, pikiran dan koordinasi tubuh saat bergerak, serta meningkatkan kemampuan membaca gerakan lawan. Berikut ini ialah latihan yang dapat dilakukan:

1. Berlari melakukan berbagai jenis pukulan pada tenis meja di depan cermin besar

2. Berlari sprint 30 m

3. Berlari estafet

d. Latihan Kelenturan

tujuan latihan ini ialah untuk menjaga kelenturan persendian agar mudah ketika melakukan gerakan memutar, membungkuk, dan juga mengayun saat bertanding. latihan yang dapat dilakukan antara lain:

Untuk kelenturan tangan

– Pergelamngan tangan, jari-jari tangan, dan siku dibengkokkan dan digoyangkan

– Lengan diayun dan diputar ke depan dan ke belakang

Untuk kelenturan bahu, leher, dan kepala

– Bahu diputar ke depan dan ke belakang

– Leher digerakkan ke kiri dan ke kanan

– Leher digerakkan ke atas dan ke bawah

Untuk kelenturan badan

– Badan dibungkukkan sampai tangan dapat menyentuh ujung kaki.

Untuk kelenturan kaki

– kaki melompat dengan posisi mengangkang

– Lutut dan pergelangan kaki digerakkan memutar

Nah, itulah informasi serta penjelasan seputar sejarah tenis meja, semoga bisa membantumu dalam memahami permainan dan olahraga ini. Sekian dan terimakasih.