Proses Pembentukan Minyak Bumi : Penjelasan, Proses, dan Gambarnya

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Proses Pembentukan Minyak Bumi – Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali kita dapat memanfaatkan minyak bumi untuk berbagai keperluan. Sayangnya, tidak banyak dari kita yang dapat memahami secara rinci serba-serbi minyak bumi.

Mulai dari pengertian, sejarah, komponen, bahkan hasil olahannya. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas lebih jauh mengenai minyak bumi tersebut.

Pengertian Minyak Bumi

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Secara bentuknya, minyak bumi mempunyai bentuk yang kental, agak coklat kehijauan, dan mempunyai sifat yang mudah terbakar. Minyak bumi adalah sebuah bahan bakar fosil yang sangat bermanfaat dalam kehidupan manusia setiap harinya. Adapun materi penyusunnya yang utama yaitu senyawa alkana.

Darimana minyak bumi tersebut terbentuk? Minyak bumi terbentuk dari sisa renik tumbuhan dan juga hewan yang tertimbun selama berjuta tahun di dalam lapisan kerak bumi. Proses pembentukannya melibatkan suhu yang dapat di bilang sangat ekstrim tersebut.

Minyak bumi disebut dengan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui karena proses pembentukannya yang sangat lama hingga berjuta-juta tahun silam.

Bahan-bahan renik itu baik yang berasal dari tumbuhan maupun yang berasal dari hewan tertimbun di dalam kerak bumi yang kemudian mendapatkan tekanan yang tinggi dan berproses dengan suhu yang ekstrim.

Sejarah Minyak Bumi

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Minyak bumi sendiri dalam bahasa latin disebut dengan petroleum. Petroleum tersusun dari dua kata, yakni petrus yang artinya karang dan oleum yang artinya minyak. Secara bahasa jika digabungkan maka artinya yaitu minyak yang berasal dari timbunan karang. Adapun julukan lain dari minyak bumi yaitu emas hitam.

Warnanya memang agak coklat kehitaman maupun kehijauan, dan kental. Adapun posisi dari minyak bumi ini berada di lapisan atas kerak bumi dan sifatnya mudah sekali terbakar. Dari sifatnya tersebut, sehingga minyak bumi banyak digunakan sebagai bahan bakar baik seperti untuk kendaraan.

Komposisi dasar yang mendominasi minyak bumi ini yaitu senyawa alkana. Akan tetapi meskipun secara senyawanya sama, namun secara tampilan, dan warnanya yang berbeda tergantung dari kemurnian dari minyak bumi tersebut.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa minyak bumi di dapatkan dari proses penambangan minyak bumi yang ada di beberapa lokasi di pertambangan minyak tersebut.

Lokasi tersebut dapat di identifikasi melalui beberapa cara, yakni dengan mempelajari struktur geologisnya, analisis sedimen, struktur sumber, karakter dan masih banyak lagi study pendukung yang lain.

Setelah data-data yang diperlukan mendukung adanya fakta keberadaan adanya minyak bumi di lokasi tertentu, proses penambangan akan segera dimulai.

Dari proses pengilangan minyak tersebut, kemudian minyak bumi dapat diklasifikasikan sesuai dengan titik didih masing-masing. Dari perbedaan titik didih itulah, bahan dasar minyak bumi di ubah menjadi berbagai material seperti bahan aspal, bensin, bahkan hingga obat-obatan dan juga plastic.

Banyak sekali manfaat dari minyak bumi dalam kehidupan sehari-hari sehingga dalam pemakaiannya pun harus sangat bijak sebab minyak bumi termasuk dalam kategori sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.

Di dunia, proses penemuan minyak bumi telah dimulai pada sejak dulu. Ada beberapa versi mengenai kapan mulainya minyak bumi dapat dimanfaatkan dan ditemukan oleh manusia. Diantaranya adalah sebagai:

Bangsa Asyiria, Babilonia Kuno dan juga Sumeria telah memanfaatkan minyak bumi ini sejak 5000 tahun sebelum Masehi. Pada saat itu, cara mendapatkannya tidak seperti penambangan seperti yang banyak dilakukan saat ini. Pada zaman dahulu, minyak bumi merembes hingga ke permukaan sehingga begitu saja di ambil dan digunakan untuk obat membasmi kutu, pencahar, dan untuk mengobati luka.

Dalam sumber lain di katakan bahwa, bangsa Timur Tengah tepatnya Iran merupakan bangsa yang pertama kali memanfaatkan minyak bumi yang di ambil langsung dari rembesan minyak yang sampai di permukaan.

Adapula versi yang mengatakan bahwa sejak zaman pada Nabi Nuh AS, minyak bumi yang merembas ke permukaan dalam bentuk teer dan aspal di gunakan oleh sang Nabi untuk menambal perahunya yang berlubang.

Seiring dengan berjalannya waktu, cara untuk mendapatkan minyak bumi semakin canggih yang ditandai dengan adanya keberadaan industri minyak bumi yang berdiri pada tahun 1859 silam yang berlokasi di Tutisville Amerika Serikat. Hingga sekarang, telah banyak industri minyak bumi yang berdiri di berbagai negara termasuk di Indonesia.

Komponen Minyak Bumi

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Sebelum akhirnya minyak bumi dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari, minyak bumi masih dalam bentuk crude oil atau minyak mentah.

Adapun ciri minyak bumi yaitu dari segi warnanya coklat pekat dan juga kental dan perlu di proses kembali agar dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa komponen penyusun dari minyak bumi disusun oleh campuran kompleks hidrokarbon yang pada umumnya terdiri dari tiga elemen utama, yaitu:

  1. Hidrokarbon alifatik yang sifatnya jenuh dan berwujud alkana
  2. Hidrokarbon aromatik yang berwujud benzena
  3. Hidrokarbon sikloalkana yang berbentuk siklpentana dan juga sikloheksana.

Tidak hanya kompleks hidrokarbon, senyawa lain penyusun minyak bumi antara lain yaitu nitrogen, oksigen, belerang dan juga organo logam.

Hasil Olahan Minyak Bumi

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Beberapa hasil olahan minyak bumi yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:

  1. LPG

Saya dan Anda tidak akan lepas dari adanya gas LPG untuk kebutuhan konsumsi setiap harinya. Gas LPG merupakan hasil olahan minyak bumi yang dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di dalamnya terdapat komponen utama yaitu etana, butana, propana dan pentane yang kemudian ditambahkan dengan sedikit komponen pembau yang disebut dengan senyawa merkaptan untuk mengidentifikasi jika terjadi kebocoran gas.

  1. Avtur dan Avgas

Avtur yaitu bahan bakar pesawat terbang untuk jenis pesawat yang menggunakan mesin turbin dengan bahan dasar kerosin. Ada banyak keunggulan dari Avtur dibandingkan dengan bahan bakar yang lain.

Avtur berguna untuk dapat mencegah hilangnya bahan bakar dalam jumlah yang lebih banyak dan juga berguna untuk dapat mendukung penerbangan yang berkualitas untuk jarak yang lebih jauh. Ini tidak lain yaitu karena avtur mempunyai nilai volalitas yang lebih kecil jika dibandingkan dengan bahan bakar yang lain.

Sedangkan, untuk jenis pesawat dengan mesin pembakaran internal dan juga menggunakan piston, avgas merupakan bahan bakar pesawat yang disarankan untuk digunakan. Avgas adalah hasil pengembangan dari bensin berdasarkan volality, titik beku dan titik nyalanya.

  1. Bensin

Komponen penting dalam bensin yaitu oktana dan juga n-heptana. Semakin bagus kualitas bensinnya, ditentukan pula oleh banyaknya sedikitnya bilangan oktan yang ada di dalam tersebut. Agar bilangan oktan lebih banyak, perlu ditambahkan senyawa khusus seperti TEL dan juga MTBE.

  1. Solar

Solar dimanfaatkan untuk proses pembakaran mesin diesel baik itu mesin yang dapat digunakan untuk industri maupun untuk kepentingan pribadi. Tidak mudah menguap sebagaimana LPG dan mempunyai kandungan sulfur yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kerosin maupun bensin.

  1. Aspal

Anda tentu sudah familiar dengan sebuah aspal. Aspal adalah sebuah bahan olahan minyak bumi yang mempunyai karakter yang bersifat kental, berwarna coklat kehitaman, melekat, di dalamnya mengandung unsur klor, sulfur dan juga oksigen yang tinggi. Aspal tahan terhadap air dan juga mampu menyerap air hujan dengan baik.

Minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan cukup lekat manfaatnya bagi kehidupan kita sehari-hari. Masih banyak manfaat dari minyak bumi yang dapat kita rasakan dan harus dijaga kelestariannya untuk generasi mendatang.

Teori Pembentukan Minyak Bumi

Teori Pembentukan Minyak Bumi – Minyak bumi adalah sebuah emas hitam yang merupakan cairan kental, berwarna hitam maupun kehijauan, mudah terbakar dan juga berada di lapisan atas dari beberapa kerak bumi.

Hampir seluruh kegiatan manusia di era modern saat ini membutuhkan yang namanya minyak bumi, sehingga minyak bumi dan juga gas alam menjadi sumber utama energi di dunia yaitu sekitar 65,5%, batubara 23,5%, air 6% serta sumber energi lainnya.

Pengertian lain, Minyak bumi disebut dengan Proteleum (Latin: petrus = batu , oleum = minyak) yang merupakan sebuah zat cair licin mudah terbakar.

Dalam pembahasan kali ini, kita akan sedikit membahas tentang teori terbentuknya minyak bumi kemudian proses pembentukan minyak bumi. Untuk teorinya sendiri ada 3, yaitu sebagai berikut:

  1. Teori Biogenetik (Organik)

Teori ini telah menyebutkan bahwa Minyak Bumi dan Gas Alam terbentuk dari beraneka jasad organik seperti hewan dan juga tumbuhan yang mati dan tertimbun endapan pasir dan lumpur.

Kemudian endapan lumpur ini menghanyutkan senyawa pembentuk minyak bumi ini dari sungai menuju ke laut dan mengendap di dasar lautun selama jutaan tahun silam.

Akibat pengaruh waktu, temperatur dan juga tekanan lapisan batuan di atasnya dapat menyebabkan organisme itu menjadi bintik-bintik minyak ataupun gas.

  1. Teori Anorganik

Teori Anorganik menyebutkan bahwa minyak bumi terbentuk karena aktivitas bakteri. Unsur seperti oksigen, belerang dan juga nitrogen dari zat yang terkubur akibat aktivitas bakteri berubah menjadi zat minyak yang berisi hidrokarbon.

  1. Teori Duplex

Teori Duplex ini merupakan teori yang banyak digunakan oleh kalangan luas karena menggabungkan antara Teori Biogenetik dengan Teori Anorganik yang menjelaskan bahwa minyak bumi dan gas alam terbentuk dari berbagai jenis organisme laut baik hewan maupun tumbuhan.

Akibat pengaruh waktu, temperatur, dan juga tekanan, maka endapan Lumpur berubah menjadi batuan sedimen. Batuan lunak yang berasal dari Lumpur yang mengandung bintik-bintik minyak dikenal dengan batuan induk (Source Rock).

Selanjutnya minyak bumi dan gas ini akan bermigrasi menuju tempat yang bertekanan lebih rendah dan akhirnya terakumulasi di tempat tertentu yang disebut dengan perangkap (Trap).

Di dalam suatu perangkap atau Trap dapat mengandung (1) minyak, gas, dan air, (2) minyak dan air, (3) gas dan air. Jika gas terjadi bersama-sama dengan minyak bumi disebut dengan Associated Gas. Sedangkan jika gas terdapat sendiri dalam suatu perangkap disebut dengan Non Associated Gas.

Karena perbedaan berat jenis tersebut, maka gas selalu berada di atas, minyak di tengah,dan air di bagian bawah. Karena proses pembentukan minyak bumi dapat memerlukan waktu yang lama, maka minyak bumi digolongkan sebagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (unrenewable).

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Nah kan kita sudah tahu tentang teori pembentukan minyak bumi, sekarang kita tinggal mengetahui bagaimana proses terbentuknya minyak bumi tersebut. Selain itu dilengkapi dengan  penjelasa dan juga gambar yang sudah disediakan oleh sumber terpercaya kami.

  1. Fotosintesa Ganggang

Minyak bumi dibuat secara alami, pertama tama dihasilkan oleh ganggang yang berfotosintesa, kenapa dihasilkan oleh ganggang? Karena ganggang adalah  biota terpenting dalam menghasilkan minyak bumi, sebenarnya tumbuhan tingkat tinggi bisa saja namun tumbuhan tersebut cenderung lebih menghasilkan gas ketimbang minyak bumi.

  1. Pembentukan Batuan Induk (Source Rock)

Proses terjadinya minyak bumi selanjutnya adalah pembentukan batuan induk. Batuan induk terbentuk karena adanya ganggang yang sudah mati terendapkan di cekungan sedimen kemudian membentuk Batuan Induk, batuan induk merupakan batuan yang mempunyai kandungan Carbon yang tinggi (High Total Organic Carbon). Namun tidak sembarang cekungan dapat menjadi Batuan Induk, makanya proses ini sangat spesifik sekali.

  1. Pengendapan Batuan Induk

Kemudian batuan induk tersebut tertimbun oleh batuan lain selama jutaan tahun, salah satu batuan yang menimbun Batuan Induk ini yaitu batuan sarang. Batu Sarang adalah batu sarang ini pada umumnya terbentuk dari batu gamping, pasir maupun batu vulkanik yang tertimbun bersama dan terdapat ruang berpori.

Semakin lama, batuan lain akan menumpuk dan pada dasarnya akan semakin tertekan kedalam sehingga suhunya akan semakin bertambah. Minyak terbentuk pada suhu antara 50 sampai dengan suhu 180 derajat Celsius.

Tetapi puncak atau kematangan terbagus akan tercapai apabila suhunya mencapai 100 derajat Celsius. Ketika suhu terus akan bertambah karena cekungan itu semakin turun dalam yang juga diikuti penambahan batuan penimbun, maka suhu tinggi ini akan memasak karbon yang ada menjadi gas.

  1. Proses Akhir

Karbon terkena panas dan juga bereaksi dengan hidrogen membentuk hidrokarbon. Minyak bumi yang dihasilkan oleh batuan induk yang telah matang ini berupa minyak mentah. Walaupun berupa cairan, ciri fisik minyak bumi mentah berbeda dengan ciri fisik dari air.

Salah satunya yang terpenting yaitu berat jenis dan juga kekentalan. Kekentalan minyak bumi mentah lebih tinggi daripada air, namun berat jenis minyak bumi mentah lebih kecil dari air.

Minyak bumi yang mempunyai berat jenis lebih rendah dari air cenderung akan pergi ke atas. Ketika minyak tersebut tertahan oleh sebuah bentuk batuan yang menyerupai mangkok terbalik, maka minyak ini akan tertangkap dan siap ditambang.

Waw panjang banget ya pembahasannya? Minyak bumi tidak dapat dibuat dalam waktu singkat, sehingga kita harus benar-benar menghemat ketika menggunakan minyak bumi tersebut. Terima kasih telah belajar tentang Teori dan juga Proses Lengkap Pembentukan Minyak Bumi dan Gas Alam. Semoga dengan anda belajar tentang materi tersebut menambah wawasan kalian semua.

Sel Hewan : Pengertian, Fungsi, Perbedaan, Struktur, Beserta Contohnya

Sel Hewan

Sel Hewan  – Kali ini saya ingin menyampaikan sedikit informasi dan pengetahuan terkait tentang sel hewan. Sebelum kita masuk pada  pokok penjelasan inti tentang sel hewan, alangkah baiknya kita untuk tahu tentang jenis-jenis hewan itu sendiri.

Pengertian Sel Hewan

Sel Hewan

Seperti yang telah kita ketahui dan pelajari selama ini, kita menemukan bahwa terdapat beragam bahkan jutaan jenis mahluk hidup yang menempati planet Bumi kita ini. Salah satu mahluk tersebut yaitu hewan.

Hewan pun dengan demikian juga mempunyai berbagai aneka ragam jenisnya, yang berdasarkan mulai dari bentuk, ukuran, struktur bagian luar maupun bagian dalam, dan bahkan dengan tingkah lakunya.

Apabila kita melihat dari ukuran tiap hewan tersebut, akan banyak sekali jenis hewan, mulai dari yang mempunyai ukuran yang sangat kecil atau mikro maupun hewan dengan ukuran yang sangat besar atau raksasa.

Misalkan saja ada beberapa jenis hewan yang mempunyai ukuran mikropis seperti plankton dan ada pula jenis hewan seperti paus biru yang mempunyai ukuran besar dengan panjang badannya yang dapat mencapai 30 sampai 40 meter lebih.

Sedangkan disisi lainnya, juga ada spesies hewan yang dibedakan melalui jenis makanan yang hewan makan, yaitu seperti Omnivora, Karnivora dan Herbivora.

Ada pula juga jenis hewan yang berdasarkan kecepatan gerak maupun berjalannya, seperti jenis hewan berikut yang memmpunyai kemampuan untuk berlari dengan cepat kecepatan yang mencapai 120 km/jam yaitu hewan Cheetah.

Sedangkan untuk hewan dengan cara bergerak yang sangat lambat, seperti contohnya siput, keong, kura-kura dan sebagainya. Bahkan beberapa hewan seperti hewan laut yakni Anemon dan juga Koral laut hidup dengan tanpa berpindah-pindah karena jenis mahluk hidup tersebut bersifat Polip.

Untuk jenis hewan-hewan yang telah dibedakan berdasarkan makanan yang dimakannya, karnivora semisalnya, juga digolongkan berdasarkan dengan sifatnya contohnya predator untuk jenis hewan pemangsa hewan lainnya.

Demikian jenis hewan yang kita ketahui, nah berikutnya  kita akan mempelajari bersama-sama tentang organ terkecil di dalam tubuh hewan atau disebut dengan ‘sel’ hewan. Pada pembahasan selanjutnya akan kami dijelaskan tentang ‘apa itu sebenarnya sel hewan?’.

Nah, untuk lebih jelasnya, langsung saja kita simak sedikit ulasan penjelasan tentang sel hewan beserta fungsinya, sebagaimana berikut ini:

Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Sel Hewan

Pengertian Sel Sebagai Dasar Kehidupan

Sel merupakan suatu unit, unsur atau kesatuan dari Protoplasma di dalam tubuh. Kemudian Protoplasma yaitu substansi dari sel hidup. Pada umumnya setiap sel memiliki isi sel nya sendiri, dengan demikian juga dapat dikatakan bahwa setiap sel pasti bisa dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Lalu kemudian di sekeliling sel terdapat lapisan atau membran luar yang ada sekitar sel tersebut.

Terdapat banyak sekali teori yang menjelaskan tentang sel tersebut yang mengatakan bahwa:

  1. Semua benda yang hidup terdiri atau disusun oleh atau dari sel tersebut.
  2. Semua sel yang tumbuh berasal dari sel lainnya
  3. Semua reaksi dan juga proses metabolisme dari organisme hidup langsung terjadi di dalam sel
  4. Sel dapat membawa sifat keturunan dari induk ke anaknya tersebut

Senyawa, Bentuk, dan Ukuran Sel

Sel Hewan

Dan yang perlu kalian semua ketahui bahwa, pada jaringan sel tersebut dikriteriakan menjadi beberapa, seperti senyawa di dalamnya, bentuk hingga ukurannya. Adapun juga, ulasan singkat adalah sebagai berikut :

Senyawa di dalam Sel

Berikut ini terdapat beberapa senyawa yang ada di dalam jaringan sel, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Unsur karbohidrat, umumnya didapat dari gula, pati, dan selulosa. Unsur senyawa ini sangat penting dalam sebuah proses fotosintesa.
  2. Lipid, senya yang dimana berupa lemak dan minyak. Umumnya digunakan sebagai sebuah cadangan makanan.
  3. Protein, misalnya berupa enzim. Senyawa ini berperan penting dalam proses metabolisme.
  4. Asam nukleat, umumnya terdapat dalam bentuk DNA dan RNA. Senyawa ini mempunyai peran penting dalam proses sintesis protein.

Ukuran Sel

Pada umumnya perbedaan untuk ukuran sel di dalam tubuh ini berhubungan maupun terkait dengan volume dan luas areal permukaan sel itu sendiri.

Ukuran untuk sel aktif yang akan melakukan metabolisme cenderung mempunyai ukuran yang lebih kecil ketimbang jaringan sel tidak aktif bermetabolisme.

Secara garis besar, penyusun jaringan sel tubuh hewan dan sel tumbuhan mempunyai diameter sekitar 10 – 30 μm.

Bentuk Sel

Berikut ini, adalah ciri-ciri jaringan sel yang biasanya dimiliki oleh tubuh hewan:

  1. Cakram kecil
  2. Celondong
  3. Kolummer
  4. Polihedral

Struktur Sel Hewan dan Fungsinya

Sel Hewan

Jadi, intinya apabila dilihat dari struktur, tipe enzim maupun bahan genetiknya, semua jaringan sel sebenarnya yaitu sama, meskipun tipe sel ragam yang berbeda. Adapun untuk struktur maupun susunan jaringan sel dari yang terluar sampai terdalam adalah sebagai berikut :

Membran Sel

Membran sel adalah salah satu dari bagian sel yang berada paling luar dan juga berfungsi sebagai pembungkus sel. Pada bagian membran sel ini tersusun dari unsur protein atau Lipoprotein. Selain itu, membran sel mempunyai peran penting yang lain yakni sebagai pengatur mineral dan nutrisi yang terdapat di dalam maupun luar sel itu sendiri.

Sedangkan di sisi lainnya, selain kedua fungsi diatas, ada pula fungsi yang lain yang telah dimiliki membran sel, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengatur keluar masuk nya nutrisi dan juga mineral
  2. Berfungsi sebagai pembungkus / pelindung dari sel tersebut
  3. Dapat menerima rangsangan dari luar
  4. Merupakan tempat berlangsungnya berbagai macam reaksi kimia dalam tubuh

Sitoplasma

Selain terdapat pada tumbuhan, sitoplasma sendiri juga terdapat pada jaringan sel hewan. Sitoplasma adalah bagian sel yang berupa cairan dan memiliki bentuk mirip seperti gel.

Dalam pembentukan jaringannya, organel ini mengalami dua proses fase yakni fase gel (cair) dan juga fase sol (padat). Pada umumnya cairan tersebut dapat kita jumpai pada Nukleus yang biasa  disebut dengan istilah Nukleoplasma.

Adapun sifat dari jaringan Sitoplasma ini yakni koloid komplek yaitu jaringan yang berbentuk tidak cair maupun juga tidak berbentuk padat. Karena jaringan ini dapat saja berubah-ubah sesuai dengan konsentrasi airnya.

Pada umumnya apabila berada pada konsentrasi air yang rendah, maka akan menjadi lembek. Namun sebaliknya, jika berada pada konsentrasi air yang cukup tinggi, maka sel tersebut akan berubah menjadi lebih encer atau sering dikenal dengan sebutan Sol.

Untuk fungsi dari Sitoplasma ini sendiri, sebenarnya ada banyak sekali, namum diantaranya yang paling utama yaitu sebagai berikut:

  1. Merupakan sebagai sumber bahan kimia pada sel
  2. adalah tempat berlangsungnya metabolisme sel

Retikulum Endoplasma

Reticulum Endoplasma adalah sebuah organel jaringan yang tersusun oleh benang-benang dan terletak pada inti sel. Namun para ahli membagi Reticulum Endoplasma menjadi dua jenis, yakni organel Retikulum Endoplasma halus (REh) dan Retikulum Endoplasma kasar (REk).

Untuk Retikulum Endoplasma kasar pada umumnya dapat melekat dan pada terikat pada Ribosom. Sedangkan untuk Retikulum Endoplasma halus yaitu sebaliknya, tidak dapat melekat dan juga terikat dengan Ribosom.

Adapun fungsi dari Retikulum Endoplasma itu sendiri yaitu sebagai berikut :

  1. Sebagai sintesis atau pengolah protein (Rek).
  2. Sebagai tempat mengangkut sintesis, steroit dan lemak dalam tubuh hewan.
  3. Membantu detoksifikasi dan membunuh sel-sel berbahaya di dalam sel (REh).
  4. Sebagai tempat untuk penyimpanan fospolipid, steroid dan glikolipid.

Mitokondria

Mitokondria adalah organel pada sel yang memiliki fungsi yang sangat penting. Bagian ini mempunyai peran sebagai mesin pengolah dalam sel. Pada Mitokondria ini terdiri dari dua bagian yaitu lapisan membran yang lekuk-lekuk dan biasanya disebut dengan Kritas.

Sedangkan lainnya, ada bagian ini berupa zat Glukosa dan juga Oksigen yang saling bekerja sama dalam sebuah proses pembentukan energi pada sel.

Maka dari itu, hal tersebut juga termasuk sebagai sebuah proses metabolisme dan aktivitas seluler. Selain itu banyak juga yang telah menyebutkan bagian ini dengan nama The Power House  karena organisme ini dapat menghasilkan energi bagi tubuh hewan tersebut.

Kemudian ada juga sel Mitokondria yang berbentuk tunggal dan biasanya dikenal dengan sebutan Mitokondrion. Pada bagian tersebut, berfungsi untuk dapat mengubah energi kimia menjadi energi yang lainnya.

Sedangkan untuk fungsi lain dari Mitokondria ini yaitu sebagai berikut :

  1. Sebagai respirasi perbaikan seluler pada jaringan sel.
  2. Sebagai penghasil energi dalam bentuk ATP yang akan digunakan tubuh dalam beraktivitas.

Mikrofilamen

Mikrofilamen adalah sebuah organel pada jaringan sel yang terbentuk dari protein aktin dan juga myosin. Apabila dilihat dari segi bentuknya, bagian ini sekilas hampir mirip dengan Mikrotobulus, namun yang membedakan keduanya yakni terletak pada tekstur dan juga ukurannya.

Pada umumnya pada Miktofilamen memiliki tekstur yang lembut dan mempunyai ukuran diameter yang lebih kecil. Sedangkan untuk fungsi dari Mikrofilamen yakni berperan sebagai penggerak sel Endositosos dan Eksotisotis.

Berikut ini adalah fungsi mikrofilamen itu sediri:

Sebagai bagian dari alat pengerak actomyisin, yang filamen sendiri berfungsi sebagai dasar peregangan bagi myosin untuk dapat kontraksi otot dan pengembangan pseudopod. Mikrofilamen mempunyai sebuah kerangka kerja yang lebih fleksibel, yang dapat membantu dan mengatur pergerakan sel.

Mikrofilamen juga memiliki fungsi yaitu sebagai bagian yang akan bekerja sama dalam cytoskeleton. Serat single pada organel ini umumnya akan berkumpul bersama untuk dapat menghasilkan berbagai fungsi.

Mereka akan membentuk dan juga membuat sebuah skeleton tipis di dalam membrane plasma untuk menyediakan struktur dan bentuk dari membrane. Mereka yang mempunyai tanggung jawab dan tugas untuk semua sel protusion.

Lisosom

Lisosom adalah organel sel yang berbentuk seperti kantong yang terikat pada membran sel dan pada bagian ini berisi kandungan enzim hidrolitik. Adapun fungsi dari enzim tersebut akan berguna sebagai pengontrol dan yang mengatur pencernaan intraseluler pada keadaan apa saja. Bagian dari organel Lisosom ini terletak pada sel Eukariotik.

Berikut ini merupakan fungsi dari Lisosom itu sendiri diantaranya adalah:

  1. Organel ini berfungsi untuk mengontrol pencernaan intraseluler.
  2. Sebagai alat untuk mencerna materi dengan menggunakan fagositosis.
  3. Sebagai tempat penghancuran organel sel yang telah rusak (autofagi).
  4. Sebagai tempat pemasukan makromulekul dari luar menuju ke dalam sel dengan mekanisme endositosis.

Peroksisom (Badan Mikro)

Peroksisom marupakan suatu organel sel yang memiliki kantong kecil yang berisi enzim katalase. Sedangkan fungsi dari enzim itu sendiri yakni untuk daoat menguraikan peroksida (H2O2) atau proses metabolisme yang bersifat toksik, yakni yang dapat menetralkan air dan oksigen yang berbahaya pada sel. Organel Peroksisom sendiri terletak pada area sekitar sel hati dan ginjal.

Adapun fungsi lain dari organel Peroksisom ini diantaranya adalah :

  1. Merubah lemak dalam tubuh menjadi karbohidrat.
  2. Menguraikan perokida (H2O2) dari sisa-sisa metabolisme toksik dalam tubuh.

Ribosom

Ribosom adalah salah satu organel yang terdapat pada jaringan sel yang memiliki tekstur permukaan yang padat, kecil, serta memiliki ukuran diameter sekitar 20 cm.

Peran dari organel Ribosom itu sendiri yaitu sebagai menerjemahkan RNA agar bisa membentuk menjadi rantai polipeptida (protein) dengan hanya menggunakan zat asam amino ketika proses translasi.

Selain itu organel Ribosom ini juga hanya terdiri dari RNA Ribosom (rRNA) sebanyak 65% dan selebihnya yaitu protein Ribosom (Ribonukleoprotein atau RNP) sekitar 35%.

Di dalam organel sel Ribosom juga terdapat terikat yang berada pada Retikulum Endoplasma kasar (REk), atau membran inti sel tersebut. Dan selain itu, Ribosom juga mempunyai fungsi sebagai tempat berlangsungnya proses sintesis protein.

Sentriol

Sel Sentriol adalah salah satu organel sel yang mempunyai bentuk hampir sama dengan bentuk tabung. Bagian organel sel ini juga dapat kalian temukan pada sel Eukariota.

Disisi lain fungsi dari Sentriol ini yaitu berperan penting dalam pembelahan sel pada ketika terjadi pembentukan Sisila dan juga Flagela. Dan sepasang Sentriol juga bisa membentuk struktur gabungan yang dikenal dengan nama Sentrosom.

Berikut ini juga fungsi yang lainnya dari Sentriol itu sendiri adalah sebagai berikut :

  1. Memiliki peran sebagai tempat untuk membentuk silia dan flagella.
  2. Merupakan sebagai proses pembelahan sel dalam membentuk benang spindle.

Mikrotubulus

Mikrotobulus adakah organel sel yang berada pada Sitoplasma dan dapat ditemukan pada sel Eukaroit. Bentuk dari Mikrotobulus yakni berupa silindris panjang serta berongga. Sedangkan untuk ukuran dari organel tersebut yakni dengan diameter sekitar 12 nm dan diameter luar kurang lebih 25 nm.

Adapun penyusun dan pembentuk dari Mikrotobulus sendiri yaitu terdiri dari beberapa molekul-molekul berbentuk bulatan seperti protein globular atau sering disebut dengan Tubulin.

Sehingga dalam posisi yang tidak sadar, organel sel ini mampu untuk bergabung membentuk silindris yang berongga dalam kondisi tertentu.

Selain itu pada Mikrotobulus juga mempunyai sifat kaku dan tetap yang tidak dapat berubah-ubah dalam bentuknya.

Organel sel ini juga mempunyai fungsi sebagai berikut :

  1. Yaitu Untuk melindungi sel .
  2. Memberi bentuk sel.
  3. Dan berperan penting sebagai dalam pembentukan flagela, silia dan sentriol.

Badan Golgi

Aparatus Golgi atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan Badan Golgi ini adalah salah satu organel sel yang ada kaitannya dengan fungsi dari ekskresi sel. Pada umumnya Badan Golgi tersebut dapat ditemukan di semua bagian sel Eukariotik.

Seperti yang telah disebutkan diatas tadi, bahwa organel yang satu ini mempunyai peran yang sangat penting yaitu terletak pada proses ekskresi pada sel.

Adapun bentuk untuk Badan Golgi ini yakni hampir sama dengan  kantong pipih yang berukuran kecil hingga besar dan terikat atau menempel dengan membran. Dan yang perlu kalian ketahui bahwa disetiap sel pada hewan selalu mengandung 10 sampai 20 badan golgi.

Badan geologi mempunyai fungsi diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Untuk memproses dan mengolah protein.
  2. Membentuk sel lisosom.
  3. Untuk membentuk membran plasma.
  4. Untuk membentuk vesikula (kantung) untuk ekskresi.

Nukleus

Nukleus adalah organel sel yang berperan sebagai pengatur atau pengendali segala aktivitas sel. Proses ini dimulai dari metabolisme sampai dengan proses pembelahan sel.

Disisi lain, Nukleus tersebut juga mengandung materi genetik berbentuk DNA Linear panjang yang membentuk sel Kromosom. Pada umumnya organel sel Nukleus ini dapat kita temukan pada sel Eukaroit serta terdiri dari beberapa bagian seperti membran inti, Nuekloplasma, Kromatin maupun Kromoom dan juga Nukleus.

Berikut ini adalah beberapa fungsi dari Nekleus diantaranya adalah: Tempat terjadinya proses replikasi.

  1. Menyimpan informasi genetik.
  2. Untuk menjaga integritas dan keutuhan kinerja gen-gen.
  3. Mengendalikan dan mengatur proses metabolisme dalam sel.
  4. Mengontrol aktivitas pada sel dengan mengelola ekspresi gen.

Nukleolus

Nukleolus adalah salah satu organel sel yang terletak pada inti sel atau Nukleus. Selain itu organel sel yang satu ini mempunyai peran penting dalam pembentukan protein dengan menggunakan RNA atau Asam Riboukleat. Sedangkan disisi lain Nukleolus sendiri juga berfungsi dalam pembentukan protein.

Tipe dari organisasi struktural nukleolus tersebut ditemukan dalam sel-sel eukariotik. Hal Ini mencakup hampir setengah inti, nukleolus yang ada dalam matriks inti pun tidak dapt dikelilingi oleh semacam membran. Komponen utama dn penting dari sel ini organel yaitu asam ribonukleat (RNA), asam deoksiribonukleat (DNA) dan protein.

Fungsi dan peran utama dari nukleolus adalah sebagai untuk memproduksi dan juga merakit subunit yang membentuk ribosom. Ribosom sebagaimana telah dijelaskan merupakan situs untuk sintesis protein.

Nukleolus dapat memainkan peran tidak langsung namun begitu penting dalam sintesis protein dengan merakit dan juga menyusun subunit ribosom.

Nukleolus akan melaksanakan dan melakukan proses hingga 50% dari total produksi RNA yang terjadi dalam sel. Fungsi ini pun dikaitkan dengan ratusan r-gen yang terdapat dalam sel nukleolus tersebut.

Nukleoplasma

Nukleoplasma adalah salah satu organel sel yang mempunyai tekstur yang padat dan juga dapat kita temukan di dalam inti sel atau Nukleus. Pada organel sel Nukleoplasma ternyata terdiri dari serat Kromatin yang padat dan juga membentuk sebuah Kromosom. Adapun salah satu fungsi dari organel ini yakni sebagai pembawa informasi genetika.

Nukleoplasma merupakan salah satu bagian organel penting, karena banyaknya zat, termasuk enzim dan unsur nukleotida, dilarutkan dalam nukleoplasma tersebut. Nukleoplasma pun dibuat maupun terbentuk terutama dari air, ion dan berbagai campuran molekul lainnya.

Fungsi utama dari organel nukleoplasma yaitu berfungsi sebagai zat suspensi untuk organel di dalam nukleus. Hal ini juga dapat membantu menjaga bentuk dan struktur inti, dan memainkan peran penting dalam transportasi atau proses berjalannya bahan-bahan yang dibutuhkan dan sangat penting untuk metabolisme dan fungsi sel. Banyak zat seperti nukleotida dan juga enzim yang dilarutkan oleh sel nukleoplasma tersebut.

Membran Inti

Membran inti adalah elemen struktural utama Nukleus yang membungkus keseluruhan organel sel. Selain itu organel sel ini yaitu sebagai pemisah antara Sitoplasma dan daerah inti.

Organel ini mempunyai sifat tidak permeable (berpori-pori) sehingga sebagian besar molekul tersebut yang membuat Nukleus sangat membutuhkan pori inti. Dengan demikian membran Nukleus dapat melintasi dan melewati membran. Membran inti mempunyai fungsi sebagai berikut :

Berguna untuk melindungi inti sel Nukleus.

merupakan sebagai tempat pertukaran zat antara materi inti dan Sitoplasma.

Di dalam sel tubuh hewan maupun sel tumbuhan memang mempunyai suatu kemiripan dalam strukturnya. Namun pastinya ada beberapa perbedaan antara sel hewan dan tumbuhan.

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang Struktur sel hewan beserta fungsinya masing-masing. Semoga dengan adanya artikelk diatas dapat menambah wawasan kalian semua. Sekian dan Terimakasih.

Bagian Bagian Sel : Pengertian, Fungsi, Contoh Sel, Beserta Gambarnya

Bagian Bagian Sel

Bagian – Bagian Sel – Pada kesempatan kali ini kami akan sedikit membahas tentang bagian-bagian sel berserta fungsinya secara lengkap. Sel adalah bagian terkecil yang menyusun setiap makhluk hidup.

Nah, pada artikel kali ini kami akan membahasnya dengan  secara ringan dan mudah sekali dipahami. Sebelum kita membahasnya lebih jauh lagi, alangkah baiknya kita untuk dapat mengetahui beberapa penjelasan berikut ini.

Pengertian Sel

Bagian Bagian Sel

Sel merupakan unit terkecil yang menyusun setiap organisme serta dapat untuk melaksanakan fungsi hidup sendiri dan berkembang biak dengan cara berreplikasi atau memperbanyak diri. Sel adalah penyusun tubuh organisme.

Berdasarkan jumlah sel yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup, organisme dibedakan menjadi dua tingkatan, yakni organisme unisel dan organisme multisel.

Pada organisme unisel sendiri, tubuhnya terdiri atas satu sel sehingga seluruh kegiatan hidupnya dilaksanakan oleh sel itu sendiri. Contohnya pada, Amoeba, Paramecium Bakteri, Virus, dan lain-lain.

Pada organisme multisel, tubuhnya tersusun atas banyak sel yang mempunyai fungsi masing-masing. Setelah mempelajari bab tersebut, kalian akan mengetahui struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan, mari ikuti pembahasan berikut ini.

Istilah sel pertama kali digunakan oleh Robert Hooke, kirakira 300 tahun yang lalu, untuk ruang-ruang kecil seperti kotak yang dilihatnya pada waktu ia mengamati sebuah gabus dan bahan tumbuhan lain di bawah mikroskop.

Kemudian, pada tahun 1839, fisiologiwan Purkinye memperkenalkan istilah protoplasma bagi zat hidup dari sel tersebut. Istilah dari protoplasma Purkinye tidak memberi pengertian kimiawi dan fisik yang jelas, tetapi dapat digunakan untuk menyebut semua zat yang terorganisasi dalam sel.

Dalam tahun yang sama, yaitu tahun 1839, seorang botaniwan Matthias Schleiden dan zoologiwan Theodor Schwann dari Jerman, membuktikan bahwa sel hidup berisi cairan sitoplasma untuk segala aktivitas dasar pada makhluk hidup.

Pembuktian tersebut berkembang menjadi teori sel yang menyatakan bahwa semua tubuh hewan dan tumbuhan terdiri atas sel-sel, yakni unit dasar dari kehidupan. Ada beberapa jenis makhluk hidup yang tubuhnya hanya terdiri dari satu sel.

Baca Juga: Fungsi Badan Golgi

Meskipun hanya terdiri dari satu sel, makhluk hidup tersebut dapat melakukan semua fungsi kehidupannya. Organisme ini juga memiliki ciri-ciri sebagai makhluk hidup, misalnya makan, tumbuh, dan respons terhadap rangsangan yang ada.

Selain makhluk hidup bersel satu, terdapat banyak makhluk hidup lainnya yang tubuhnya terdiri atas banyak sekali sel. Masing-masing selnya memiliki bentuk dan fungsi yang yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa sel adalah unit dasar struktural dan fungsional dari kehidupan.

Sel terdiri atas tiga bagian utama, yakni selaput plasma atau membran sel, sitoplasma, dan juga organel-organel sel. Antar bagian-bagian sel tersebut terdapat sebuah koordinasi sehingga keseluruhannya secara bersama-sama menyusun sistem yang kompak.

Pada tubuh makhluk hidup yang terdiri atas banyak sel, sel-sel yang mempunyai bentuk sama berkelompok untuk melakukan satu fungsi tertentu, disebut dengan fungsi jaringan.

Satu kelompok jaringan hanya dapat digabungkan menjadi satu organ. Organ-organ ini bergabung membentuk sebuh sistem organ, misalnya sistem pencernaan dan sistem saraf. Sistem organ bekerja sama membentuk sebuah individu.

Bagian-Bagian Sel dan Fugsinya

Bagian Bagian Sel

Sel tumbuhan dan sel hewan mempunyai persamaan dan perbedaan struktur sel dan juga fungsinya. Persamaan sel tumbuhan dan sel hewan merupakan kedua sel mempunyai bagian-bagian sel, seperti membran sel, sitoplasma, nukleus, mitokondria, ribosom, retikulum endoplasma (RE), aparatus golgi, lisosom, dan peroksisom.

Untuk dapat mengetahui struktur dan fungsi bagian – bagian sel tersebut, berikut ini merupakan bagian-bagiannya lengkap beserta fungsinya.

Membran sel

Membran sel merupakan permukaan luar setiap sel dibatasi oleh selaput halus dan elastis. Membran sel ini sangatlah penting dalam pengaturan isi sel tersebut, karena semua bahan yang keluar atau masuk harus melalui membran ini.

Hal ini berarti, membran sel dapat mencegah masuknya zat-zat tertentu yang dapat merugikan sel dan memudahkan masuknya zat-zat yang lain yang berguna bagi sel. Selain untuk dapat membatasi sel, membran plasma juga dapat membatasi berbagai organel-organel dalam sel, seperti vakuola, mitokondria, dan kloroplas.

Membran plasma bersifat diferensial permeabel, memiliki pori-pori ultramikroskopik yang dilalui zat-zat tertentu. Ukuran dari pori-pori tersebu menentukan besar maksimal molekul yang dapat melalui membran.

Selain besar molekul, faktor lain yang dapat mempengaruhi masuknya suatu zat ke dalam sel yaitu muatan listrik, jumlah jumlah molekul air, dan daya larut partikel di dalam air.

Baca Juga: Fungsi Badan Golgi

Membran sel terdiri atas dua lapis molekul fosfolipid atau lemak yang bersenyawa dengan fosfat. Bagian ekor dengan asam lemak yang memiliki sifat hidrofobik (nonpolar), kedua lapis molekul tersebut saling berorientasi ke dalam.

Sedangkan, pada bagian kepalanya bersifat hidrofilik (polar) mengarah ke lingkungan yang berair. Selain fosfolipid terdapat juga glikolipid atau lemak yang bersenyawa dengan karbohidrat dan sterol atau lemak alkohol terutama kolesterol.

Sedangkan, komponen protein tersebut terletak pada membran dengan posisi yang berbeda-beda. Beberapa protein terletak pada periferal, sedangkan yang lain tertanam pada integral dalam lapis ganda fosfolipid.

Beberapa protein membran yaitu enzim, sedangkan yang lain merupakan reseptor bagi hormon atau senyawa tertentu lainnya. Komposisi lipid dan protein penyusun membran sangat bervariasi, tergantung pada jenis dan fungsi membran itu sendiri.

Namun, membran memiliki ciri-ciri yang sama, yakni bersifat permeable selektif terhadap molekul-molekul. Sehingga, membran sel dapat mempertahankan bentuk dan juga ukuran selnya tersebut.

Sitoplasma

Sitoplasma merupakan material yang di dalamnya terdapat beberapa organel-organel sel. Sebagian besar bahan sitoplasma yaitu air.

Di dalam sitoplasma  itu sendiri terlarut molekul-molekul kecil seperti garam, gula, asam amino, asam lemak, nukleotida, vitamin, dan juga  gas-gas tertentu, serta ion dan sejumlah besar protein. Bahan cair sitoplasma ini, disebut dengan  sitosol. Sejumlah enzim yang diperlukan untuk metabolisme sel juga terdapat di dalam sitoplasma.

Selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan kimia yang vital, bahan dasar ini juga adalah tempat lintasan metabolisme tertentu, contohnya  glikolisis. Selain itu sitoplasma juga berfungsi sebagai tempat pergerakan organel-organel dalam aliran sitoplasma tersebut.

Nukleus

Nukleus adalah organel terbesar dalam sel, terdapat di semua sel eukariotik, kecuali pada sel-sel pembuluh floem dewasa dan sel darah merah mamalia dewasa. Bentuk inti dari sel ini bulat hingga lonjong dengan garis tengah ± 10 µm (mikro meter) dan panjangnya ± 20 µm.

Pada umumnya tiap sel hanya mempunyai satu inti, tetapi ada juga organisme yang mempunyai inti lebih dari satu. Contohnya, Paramecium yang mempunyai dua inti, yakni mikronukleus dan makronukleus.

Nukleus mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan sel, karena berfungsi untuk  mengendalikan seluruh kegiatan sel. Hal ini disebabkan karena inti sel mengandung beberapa informasi genetika dalam bentuk DNA (deoxyribonucleic acid).

DNA dapat mereplikasi atau membuat tiruan diri yang diikuti oleh pembelahan inti. Sehingga, inti duplikasinya mengandung DNA yang sama seperti induknya tersebut. Nukleus terbungkus oleh selaput inti dan juga mengandung kromatin, satu atau dua nukleolus, dan juga nukleoplasma.

Baca Juga: Fungsi Badan Golgi

Selaput inti ini terdiri atas dua lapis membran. Selaput luar berhubungan langsung dengan retikulum endoplasma, retikulum endoplasma tertutup oleh beberapa ribosom dan terlibat dalam sintesis protein.

Pada selaput inti terdapat poripori yang memungkinkan pertukaran zat-zat antara nukleus dan juga sitoplasma, misalnya keluarnya RNAd (ribonucleic acid duta), masuknya protein ribosom, nukleotida, dan molekul yang mengatur kegiatan DNA.

Di dalam inti terdapat nukleoplasma atau getah inti yang dapat berbentuk gel. Nukleoplasma mengandung beberapa substansi kimia, seperti ion-ion, protein, enzim, dan nukleotid.

Kromatin tersusun atas berapa untaian DNA yang terikat pada protein dasar. Kromatin berarti materi berwarna, karena sifatnya yang mudah untuk dapat  menyerap warna agar bisa dilihat di bawah mikroskop.

Pada proses pembelahan sel, kromatin dapat menyerap zat pewarna secara intensif sehingga lebih mudah untuk dilihat. Benang kromatin mengerut atau memendek yang dapat  menyerupai benang terpilinyang disebut kromosom.

Nukleolus mempunyai bentuk bulat, terdapat di dalam nukleoplasma yang berfungsi dalam pembuatan RNA. Selain itu, nukleolus mengandung banyak DNA yang dapat bertindak sebagai organisator nukleus dan juga mengandung salinan gen-gen yang memberi kode RNA ribosom.

Nukleolus akan melarut dan tidak dapat tampak lagi dalam profase (tingkat awal dalam proses pembelahan sel) dan juga akan dibuat lagi oleh organisator pada akhir pembelahan sel (telofase).

Mitokondria

Mitokondria adalah benda-benda bulat atau berbentuk batang yang memiliki ukuran berkisar antara 0,2 µm sampai 5 µm. Jumlahnya berkisar dari beberapa buah sampai lebih dari 1000 buah per sel.

Sel-sel yang aktif atau yang memerlukan energi lebih besar mempunyai mitokondria yang lebih banyak, misalnya pada sel hati yang mengandung lebih dari 1000 mitokondria. Setiap mitokondria dibungkus oleh suatu membran ganda atau dua membran.

Membran dalam maupun membran luar terdiri dari suatu lapisan ganda molekul fosfolipid. Membran luar memiliki sifat yaitu licin, sedangkan membran dalam akan melipat berulang-ulang menjadi lipatan-lipatan yang masuk ke dalam ruang mitokondria sehingga membran dalam akan menjadi luas.

Lipatan dalam ini, disebut  dengan krista. Di dalam krista terdapat enzim untuk sistem transmite electron yang sangat penting untuk dapat  mengubah energi potensial dari bahan makanan menjadi energi potensial yang disimpan di dalam ATP. Energi ATP ini dipakai oleh sel untuk dapat melakukan berbagai kegiatan.

Oleh karena itu, mitokondria cenderung berkumpul di daerah sel yang paling aktif, misalnya pada sel saraf dan juga sel otot. Kedua jenis sel tersebut banyak mengandung  mitokondria, karena paling aktif terlibat dalam transmisi impuls listrik, kontraksi, dan juga sekresi.

Ribosom

Ribosom adalah struktur yang paling kecil dengan garis tengah kurang lebih 20 cm, berbentuk bulat, dan tersuspensi dalam sitoplasma. Ribosom juga mengandung RNA dan protein dengan perbandingan yang sama.

Ribosom sendiri berfungsi sebagai tempat pembuatan protein. Ribosom dapat terikat pada membran retikulum endoplasma maupun terdapat bebas dalam matriks sitoplasma.

Pada umumnya, ribosom yang menempel pada RE berfungsi  mensintesis protein untuk dibawa keluar sel melalui RE dan juga golgi kompleks.

Sedangkan, ribosom yang terdapat dalam sitoplasma, mensintesis protein untuk keperluan dalam sel itu sendiri. Dalam sel terdapat beberapa kelompok yang terdiri atas lima atau enam ribosom yang disebut dengan polisom yang merupakan unit fungsional yang efektif dalam sintesis protein.

Retikulum endoplasma

Retikulum endoplasma adalah sistem membran yang sangat luas yang berada di dalam sel. Retikulum endoplasma di bawah mikroskop elektron, tampak layaknya rongga atau tabung pipih yang saling berhubungan dan juga menutupi sebagian besar sitoplasma.

Membran-membran ini memiliki struktur lipid protein yang sama dengan membran lain dalam sel tersebut. Setiap membran pada retikulum endoplasma mempunyai satu permukaan yang menghadap sitosol dan yang lain menghadap bagian dalam rongga tersebut.

Retikulum endoplasma (RE) dapat dibagi menjadi dua macam, yakni retikulum endoplasma kasar (RE granular) yang banyak mengikat ribosom dan juga retikulum endoplasma halus (RE agranular) yang hanya terdiri atas membran saja.

Kedua macam Retikulum endoplasma tersebut, dapat ditemukan di dalam satu sel yang sama. RE agranular memiliki peranan dalam proses sekresi sel dan sintesis lemak, fosfolipid dan steroid. Sedangkan, pada RE granular berfungsi sebagai tempat sintesis protein tersebut.

Di samping itu, retikulum endoplasma juga berfungsi sebagai sistem transpor substrat dan juga hasil-hasil dari sitoplasma ke luar sel dan sitoplasma ke nukleus.

Badan Golgi

Badan golgi terdapat di dalam semua sel, kecuali pada sperma dewasa dan sel darah merah. Badan golgi terdiri atas anyaman saluran yang tak teratur yang tampak seperti susunan membran yang sejajar tanpa adanya granula.

Bagian-bagian tertentu dari saluran ini dapat membesar membentuk suatu kantung atau vesikula yang berisi zat. Badan golgi paling  penting dalam sel-sel yang secara aktif terlibat dalam sekresi.

Badan golgi sendiri digunakan sebagai tempat penimbunan sementara protein dan zat-zat lain yang dibuat dalam retikulum endoplasma. Zat –  zat ini dalam badan golgi dibungkus kembali dalam kantung-kantung besar atau vesikula.

kemudian vesikula tersebut bergerak ke permukaan sel (membran plasma), kemudian membran vesikula membuka dan juga mengeluarkan isinya ke luar sel.

Badan golgi adalah  tempat sintesis polisakarida, misalnya pada mukus. Selulosa yang disekresikan oleh sel tumbuhan untuk membentuk suatu dinding sel, disintesis pada badan golgi.

Lisosom

Lisosom merupakan struktur yang agak bulat dan juga dibatasi oleh membran tunggal. Diameternya sekitar kurang lebih 1,5 µm. Lisosom dihasilkan oleh badan golgi yang penuh dengan adanya protein.

Lisosom mengandung berbagai macam enzim yang dapat melakukan hidrolisis makromolekul-makromolekul, seperti polisakarida, lipid, fosfolipid, asam nukleat, dan juga protein di dalam sel.

Enzim-enzim hidrolitik ini terkurung di dalam lisosom sehingga dapat menghalangi mencerna komponen-komponen dalam sel. Jika enzim-enzim hidrolitik ini dapat merembes keluar dari lisosom, maka isi sel dapat terhidrolisis.

Oleh karena itu, lisosom sendiri dinamakan sebagai kantung pembunuh diri. Apabila bahan di dalam sel harus dapat dicerna, mula-mula bahan tersebut dapat digabungkan dengan lisosom, kemudian dihidrolisis.

Bahan-bahan tersebut merupakan struktur subseluler lain, misalnya pada mitokondria yang telah berhenti berfungsi, partikel-partikel makanan, atau bakteri yang merugikan.

Lisosom juga dapat  berperan penting untuk menghancurkan selsel yang tidak berfungsi lagi. Bila sel luka atau mati, lisosomnya membantu dalam proses menghancurkannya. Contohnya,  ekor kecebong yang secara bertahap dihancurkan oleh lisosom.

Periksisom

Peroksisom besarnya hampir sama dengan lisosom yaitu (0,3 – 15 µm), dan dibatasi oleh membran tunggal. Peroksisom sendiri dihasilkan oleh retikulum endoplasma. Peroksisom juga penuh berisi enzim dan yang paling khas yaitu katalase.

Enzim ini mengkatalis perombakan hidrogen peroksida (H2 O2), yakni produk yang berpotensi dapat  membahayakan metabolisme sel. Peroksisom juga berperan dalam proses perubahan lemak menjadi karbohidrat, dan dalam perubahan purin dalam sel.

Pada hewan, peroksisom terdapat pada sel-sel hati dan juga  ginjal. Sedangkan, pada tumbuhan, terdapat  berbagai tipe dari  sel tersebut. Peroksisom sel-sel tumbuhan sering sekali mengandung bahan-bahan yang terkristalisasi.

Mikrotubulus

Mikrotubulus merupakan silinder protein yang terdapat pada sebagian besar sel hewan dan tumbuhan. Diameter luarnya kira kira 25 nm dan diameter lumennya kurang lebih 15 nm. Protein yang membentuk mikrotubulin disebut dengan tubulin.

Ada dua macam tubulin, yakni α tubulin dan β tubulin. Kedua tubulin ini mempunyai susunan asam amino yang berbeda. Dua molekul (α tubulin dan β tubulin) bergabung membentuk suatau dimer. Dimer merupakan blok bangunan yang membentuk mikrotubulus. Dimer sendiri dapat membentuk dinding silinder dalam bentuk heliks.

Mikrotubulus bersifat kaku sehingga penting untuk dapat mempertahankan atau mengontrol bentuk sel Mikrotubulus berperan dalam pembelahan sel, karena setiap kromosom bergerak ke kutub pembelahan yang terikat pada gelendong mitotik yang dibentuk oleh sebuah mikrotubul.

Selain itu, mikrotubul berguna sebagai temoat saluran bagi arus zat sitoplasma di dalam sel dan merupakan komponen stuktural yang penting dari silia dan juga flagela.

Mikrofilamen

Mikrofilamen merupakan serat tipis panjang yang berdiameter 5 – 6 nm, terdiri atas protein yang disebut dengan aktin. Banyak mikrofilamen membentuk sebuah kumpulan atau jaringan pada berbagai tempat dalam sel, misalnya terbentuknya mikrofilamen yang dapat  memisahkan kedua sel anak yang akan membelah.

Selain itu, mikrofilamen berperan penting dalam gerakan atau aliran sitoplasma. Mikrofilamen yaitu ciri-ciri yang penting dalam sel yang berubah-ubah bentuknya.

Baca Juga: Fungsi Badan Golgi