4 Unsur Pembentukan Negara Lengkap Dengan Penjelasannya

Unsur Negara

Unsur Negara – Sebagai seorang warga negara kita memang sudah semestinya mematuhi dan mentaati setiap peraturan yang dibuat oleh negara. Semasa duduk dibangku sekolah dasar kita pasti menerima pelajaran PKN atau Pendidikan Kewarganegaraan.

Hal ini bertujuan agar kita mengerti hak dan kewajiban kita sebagai masyarakat dari suatu negara dan juga memahami lebih banyak mengenai negara kita ini. Untuk itulah berikut akan dijelasakan penjelasan mengenai pengertian suatu negara hingga unsur-unsur pembentuk suatu negara.

Pengertian Negara

Unsur Negara

Kata negara berasal dari bahasa sansekerta, “ Nagari” atau “ Nagara”yang memiliki arti wilayah atau penguasa. Di dalam bahasa Inggris kata negara disebut dengan “ State” yang berarti tegak atau suatu keadaan yang bersifat tetap.

Ada banyak pengertian mengenai sautu negara dan tidak ada pengertian yang jauh lebih benar atau salah di antaranya. Berikut beberapa pengertian mengenai negara.

Negara adalah suatu bentuk organisasi tertinggi yang memiliki kekuasan penuh atas orang-orang di dalamnya untuk mengatir segala sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan umum.

Atau negara adalah suatu kelompok orang yang tinggal dalam wilayah tertentu dan diorganisasikan oleh suatu pemerintahan yang keanggotaannya telah disepakati dan berdaulat.

Ada juga yang mengartikan suatu negara adalah suatu eilayah tertentu yang memiliki sebuah aturan untuk ditaati dan dilaksanakan oleh seluruh masyarakat yang menempati wilayah tersebut.

Pada dasaarnya suatu negara diciptakan untuk mengatur dan menjamin terciptanya suasana stabil yang nyaman dan tentram bagi para masyarakatnya. Karena itulah suatu negara memiliki wewenang tertinggi untuk membuat suatu peraturan yang berlaku bagi seluruh masyarakatnya.

Pengertian Negara Menurut Para Ahli

Unsur Negara

Ada beberapa pengertian negara menurut para ahli, berikut penjelasannya

  • John Locke. Menurut Locke negara merupakan suatu badan atau organsisasiyang merupakan hasil dari perjanjian yang telah diputuskan hasilnya oelh masyarakat.
  • Max Weber. Menurut Weber, suatu bentuk monopoli fisik dari suatu kumpulan masyarakat dalam menggunakan kekerasan fisik yang berlangsung dalam suatu wilayah tertentu.
  • Roger F. Soleau. Menurut Soleau, suatu negara adalah sebuah wadah yang memiliki wewenang dalam mengendalikan dan juga mengatur masalah-masalah umum dalam masyarakatnya.
  • Mr. Soenarko. Suatu negara adalah bentuk organisasi masyarakat yang memiliki kekuasaan yang berlaku di dalam wilayah terntentu sebagai bentuk dari kedaulatan.
  • Mriian Bujiardjo. Negara didefinisikan sebagai bentuk organisasi dalam suatu wilayah tertentu yang memiliki kekuatan penuh untuk memaksakan kekuasaannya secara sah kepada masyarakat di dalamnya demi menerapkan tujuan bersama.

Dari beberapa pengertian mengenai negara diatas dapat diambil kesimpulan bahwa suatu negara memiliki tiga sifat yaitu:

  • Suatu negara memiliki kewenangan utnuk memaksa setiap individu didalam negaranya utnuk mentaati peraturan yang berlaku.
  • Suatu negara memiliki hak penuh atasa semua sumber daya baik yang bersifat manusia hingga sumber daya alam yang ada did alam wilayah kekuasaannya.
  • Suatu negara memiliki kewenangan dan hak penuh atas semuanya tanpa pengecualian.

Fungsi Negara

Unsur Negara

Suatu negara memiliki beberapa fungsi dalam mewujudkan cita-cita bersama. Fungsi utama dari suatu negara adalah untuk mewujudakn keinginan, cita-cita, dan harapan masyarakatnya. Tetapi untuk lebih jelasnya berikut penjabaran fungsi suatu negara.

  • Fungsi ketertiban dan keamanan
  • Fungsi kemakmuran dan kesejahteraan
  • Fungsi pertahanan
  • Fungsi keadilan

Selain fungsi, suatu negara harus memiliki tujuan dalam menjalankan fungsi-fungsinya. Berikut beberapa penjelasan mengenai tujuan negara.

  • Untuk memberikan perlindungan bagi bangsa
  • Untuk memajukan kesejahteraan
  • Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa
  • Ikut berpatisipasi menjaga ketertiban dunia

Bentuk Negara

Unsur Negara

Suatu negara memiliki berbagai macam bentuk, di dunia ada dua macam bentuk negara yang banyak diterapkan, yaitu:

Negara Kesatuan

Negara kesatuan. Bentuk negara kesatuan adalah suatu negara dimana pemegang kekuasaan tertinggi adalah pemerintahan pusat. Adapun bentuk negara kesatuan dibagi lagi menjadi dua macam menurut pembagian kewenangannya. Bentuk dari negara kesatuan yaitu:

  • Bentuk sentralisasi adalah bentuk negara kesatuan dimana kekuasaan atau pemecahan masalah kewenangannya tetap dipegang oleh pemerintah pusat sementara para pelaksananya adalah pemerintah daerah.
  • Bentuk negara desentralisasi adalah dimana pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengurus semua kebutuhan dan masalah mereka masing-masing dengan peraturan tertentu atau yang disebut dengan hak otonomi.

Adapun negara-negara di dunia yang menganut bentuk negara kessatuan contohnya

adalah Indonesia, Jepang, Filipina, Italia, Belanda, dan lainnya.

Negara Serikat

Negara serikat. Negara serikat adalah bentuk negara dimana kekuasaan pemerintah dibagi oleh pemerintah pusat kepada negara bagian. Negara serikat juga memiliki dua macam bentuk pemerintahan yaitu

  • Merupakan pemerintahan gabungan atau pemerintah pusat yang memiliki kedaulatan di atas negara bagian. fungsi negara federal mencakup urusan moneter, pertahanan, Politik laur negeri, dan telekomunikasi.
  • Negara bagian. Negara bagian menjadi wilayah administrasi tingkat pertama dari federal. Negara bagian emmiliki kekuasaan tersendiri namun tidak memiliki kedaulatan. Dan tiap negara bagian memiliki wewenang untuk memiiliki dan menyusun undang-undangnya sendiri.

Negara-negara di dunia yang menganut bentuk negara serikat adalah Argentina, Amerika Serikat, Austria, Brasil, Meksiko, dan lainnya.

Unsur Pembentuk Negara

Unsur Negara

Untuk membentuk suatu wilayah menajadi suatu negara diperlukan beebrapa faktor pendukung. Seperti yang dijelaskan dalam Serial Traktat Liga Bangsa-Bangsa pada tanggal 8 Januari 1936 mengenai isi dari konvensi Montevideo pada tanggal 26 Desemer 1934 yang mencakup hal-hal mengenai unsur-unsur pembentukan suatu Negara.

Ada dua unsur yang menjadi patokan terbetnuknya sautu negara yaitu unsur primer atau unsur utama, yang mencakup wilayah, penduduk, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat, sedangkan yang kedua adalah unsur sekunder yaitu telah diakuinya negara tersebut oleh negara lainnya.

Suatu wilayah baru dapat dikatakan sebagai negara apabila mempunyai unsur-unsur dibawah ini, yaitu

Wilayah

Suatu negara dapat berdiri apabila ada suatu wilayah yang menjadi daerah kekuasaannya. Wilayah tersebut haruslah menjadi wilayah tempat tinggal masyarakatnya dan juga sebagai tempat terselenggaranya pemerintahan. Yang dimaksud dengan wilayah suatu negara adalah yang meliputi daratan, lautan, dan udara. Wilayah termasuk dalam kategori unsur primer pembentuk suatu negara.

Wilayah suatu negara yang satu dengan lainnya haruslah berbeda untul menghindari menumpuknya kekuasaan, maka adri itu dibuatlah batas antar negara yang digunakan sebagai patokan sampai mana wilayah kekuasaan suatu negara tersebut. Berikut hal-hal yang dapat dijadikan batas antar negara, yaitu:

  • Batas alamiah. Yang dimaksud dengan batas alamiah adalah batas suatu negara dilihat dari suatu kondisi alam. Contohnya Gunung, sungai, dan laut.
  • Batas buatan. Batas buatan adalah batas-batas negara yang dibuat oleh manusia sebagai penanda batas akhir suatu wilayah. Contohnya pos atau gerbang penjagaan perbatasan.
  • Batas astronomi. Batas astronomi dilihat dan ditentukan berdasarkan garis bujur dan garis lintang. Contohnya batas Indonesia adalah 6 derajat LU- 11 derajat LS dan 95 derajat BB – 141 derajat BT.
  • Batas perjanjian. Batas ini adalah batas yang dibuat sesuai perjanjian adalah batas-batas yang dibuat sesuai dengan kesepakatan antara dua atau beberapa negara. Contoh batas sesuai perjajian adaalh batas -batas sesuai dalam konvensi hukum laut internasional.

Wilayah suatu negara yang berupa daratan adalah semua tempat yang menjadi wilayah tempat tinggal dan bermukimnya penduduk suatu negara. batasnya telah diatur sesuai denga perjanjian dengan negara-negara sebelahnya.

Udara merupakan wilayah suatu negara yang berada diatas wilayah negara tersebut yang mencakup daratan dan lautan. Lautan adaalh wilayah negara yang terdiri dari laut teritorial, zona tambhan, ZEE atau Zona Ekonomi Ekslusif, dan landasan benua.

Laut teritorial memiliki batas sepanjang 12 mil dari garis pantai. ZEE adalah wilayah lautan sepanjang 200 mil dari garis pantai, Landasan benua adalah lautan berjarak 200 mil dari garis pantai yang meliputi dasar laut dan area dibawahnya.

Yang terakhir adalah wilayah ekstrateritorial, yaitu suatu tempat yang menurut hukum internasional diakui sebagai bagian dari wilayah suatu negara. Contohnya adalah kedutaan besar luar negeri maupun kapal-kapal yang memiliki bendera suatu negara.

Penduduk

Unsur yang kedua adalah penduduk, yaitu penduduk atau rakyat adalah mereka yang tinggal di dalam suatu wilayah dan taat pada setiap peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah yang berkuasa di wilayah tersebut.

Penduduk menjadi salah satu unsur penting dalam tebetnuknya suatu negara, sebab para penduduk lah yang medirikan dan menjalankansetiap fungsi negara hingga dapat berdiri secara stabil. Penduduk merupakansautu unsur primer terbentuknya suatu negara.

Ada dua jenis penduduk dilihat dari statusnya terhadap suatu pemerintahan dan negara, yaitu:

  • Penduduk

Penduduk. Yang dimaksud dengan penduduk adaladh mereka yang tinggal dan menetap di suatu wilayah negara. Yang termasuk penduduk tidaklah harus orang atau penghuni asli dari wilayah tersebut. Penduduk masih dibedakan menjadi dua yaitu warga negara dan bukan warga negara.

Warga negara adalah mereka yang secara domisili menetap dalam wilayah suatu negara dan kewarganegaraannya diakui menurut undang-undang yang berlaku atau dapat juga diadaptkan melalui proses naturalisasi.

Seorang warga negara merupakan suatu subjek hukum dimana ia memiliki hak dan kewajiban dari dan terhadap negara.

Bukan warga negara adalah warga negara asing yang bukan bagian dan tidak memiliki kewarganegaraan seperti yang telah tertulis dalam hukum undang-undang namun harus tetap tunduk kepada pertaruran dan hukum yang berlaku dalam negara tersebut.

Contoh bukan warga negara adalah duta besar, pengusaha asing, dan lainnya. Perbedaan antara warga negara dan bukan warga negara dapat dilihat dari hak dan kewajibannya terhadap suatu negara.

  • Bukan Penduduk

Bukan penduduk. Yang dimaksud dengan bukan penduduk adalah orang-orang yang berada dalam wilayah suatu negara dalam kurun waktu sementara atau tidak bermaksud untuk menetap. Yang termasuk ke dalam kategori bukan penduduk adalah turis asing atau wisatawan mancanegara.

Pemerintahan yang berdaulat

Unsur selanjutnya yang masih termasuk ke dalam unsur primer pembetnuk suatu negara adalah adanya pemerintahan yang berdaulat. Pemerintahan yang berdaulat adalah pemerintahan yang memiliki kekuasaan penuh dan tertinggi

Untuk menjalankan setiap fungsi dari negara yaitu untuk mengamankan, mempertahankan, mengatur, dan melancarkan setiap penyelanggaraan pemerintahan.

Pemerintahan yang berdaulat memiliki dua artian dalam arti sempit dan juga dalam arti luas. Dalam arti sempit, pemerintah adalah kepala negara, sedangkan dalam arti luas adalah kepala negara bersama dengan lembaga negara seperti eksekutif, yudikatif, dan legislatif.

Ada dua macam kedaulatan yang dimiliki oleh suatu negara berdasarkan kekuasaannya, yaitu:

  • Kedaulatan Kedalam

Kedaulatan ke dalam. Intern atau kedaulatan ke dalam adalah bentuk kedaulatan untuk mengatur masalah-masalah yang terjadi di dalam negaranya tanpa adanya campur tangan dari negara atau pihak luar.

Seperti yang tercantum dalam Undang-undang Dasar 1945, tujua dari adanya kedaulatan ke dalam adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia.

  • Kedaulatan Ke Luar

Kedaulatan ke luar. Ekstern atau kedaulatan ke luar adalah bentuk kedaulatan yang memberikan suatu negara hak untuk dapat bekerja sama dan berhubungan dengan pihak atau negara lainnya.

Tujuan dari adanya kedaulatan ke luar seperti yang telah tercantum dalam Undang-undang Dasar 1945 adalah ikut serta dalam menjaga perdamaian dunia, presiden dengan persetujuan DPR dapat menyatakan perang maupun membuat perdamaian, dan presiden dapat mengangkat duta besar dan konsul.

Pengakuan Dari Negara Lain

Selanjutnya yang termasuk ke dalam unsur sekunder yaitu adanya pengakuan dari negara lain. Unsur terakhir ini merupakan deklaratif, maskudnya adalah tanap adanya unsur ini asalkan ketiga unsur primer diatas sudah terpenuhi maka suatu wilayah telah sah dikatakan sebagai suatu negara.

Bentuk pengakuan negara lain ada dua macam, yaitu:

  • De Facto

Secara de facto. Pengakuan secara de facto adalah pengakuan yang didasarkan pada suatu fakta yaitu ketika negara baru tersebut dilihat telah memenuhi semua unsur utama terbentuknya negara.. Pengakuan secara de facto ada yang bersifat tetap dan adapula yang bersifat sementara.

Pengakuan de facto yang bersifat tetap adalah bentuk pengakuan terhadap suatu negara dari negara lainnya yang menimbulkan hubungan kerjasama di pada bidang perdagangan dan ekonomi, namun belum dapat mencapai tingkat pengiriman duta untuk masalah diplomatik.

Sementara itu pengakuan de facto yang bersifat sementara dalah bentuk pengakuan suatu negara dari negara lain tanpa melihat masa depan negara tersebut.

Apabila di masa depan negara tersebut tidak dapat bertahan dan akhirnya hancur maka pengakuan dari negara lain akan dicabut.

Contoh pengakuan secara de facto adalah pengakuan kemerdekaan Indonesia dari negara Mesir pada Juni 1947. Pada tahun 1955 Amerika Serikat mendeklarasikan adanya negara Vietnam Selatan.

Namun pada tahun 1975 setelah kalah dalam perang Vietnam, negara tersebut bergabung dengan negara Vietnam dan Amerika Serikat menarik pengakuannya.

Selain kedua macam pengakuan de facto tadi masih ada dua macam pengakuan de facto dilihat dari statusnya. Pertama kedaulatan de facto yang sah, yaitu kedaulatan yang diterima berdasarkan kehendak penduduknya.Contohnya pengakuan masyarakat Timor Timur terhadap pemerintahan Indonesia.

Kedua ada kedaulatan de facto tidak sah, yaitu kedaulatan yang diterima berdasarkan paksaan, contohnya saat bangsa Eropa menjajah benua Asia dan Afrika.

  • De Jure

Secara de jure. Pengakuan secara de jure adalah pengakuan yang dilakukan oleh negara lain terhadap suatu negara berdasarkan hukum dengan segala konsekuensinya.

Pengakuan secara de jure juga ada yang bersifat tetap dan ada juga yang bersifat penuh. Pengakuan de jure yang bersifat tetap adalah bentuk pemgakuan setelah melihat bahwa negara tersebut telah mampu bertahan dan pemerintahannya berjalan stabil.Contohnya pengakuan yang diberikan Rusia kepada Ceko pada tahun 1993.

Pengakuan de facto yang bersifat penuh adalah bentuk pengakuan secara penuh terhadap suatu negara dari negara lainnya dilihat berdasarkan hukum yang berlaku.

Pengakuan ini memungkinkan negara-negara tersebut melakukan kerjasama bilateral dan mampu mengadakan kerjasama diplomatik.

Contoh Setelah mengakui kemerdekaan Indonesia, baik negara Mesir dan Indonesia sama-sama membuat kedutaan besar dan konsulat jenderal di nagara masing-masing.Untuk dapat melakukan pengakuan secara de jure memberlukan pengakuan de facto terlebih dahulu.

20+ Keutamaan Membaca Al Quran Setiap Hari Yang Wajib Anda Ketahui

Sebagai umat Islam kita mempunyai pedoman hidup yakni  Al-Quran. Dengan Al-Quran  hidup kita akan menjadi  terarah dan berada di jalan yang benar. Selain dapat  mengarahkan kita ke jalan yang benar, Al-Quran memiliki banyak keutamaan bagi orang yang membacanya. Berikut ini kami akan mengulas sedikit keutamaan membaca Al-Quran setiap hari.

Keutamaan Membaca Al Quran

Keutamaan Membaca Al Quran

Sebagian seorang yang malas membaca Al Quran padahal di dalam terdapat petunjuk untuk hidup di dunia. Sebagian orang merasa tidak mempunyai waktu untuk membaca Al Quran padahal di dalamnya terdapat pahala yang besar.

Sebagian orang merasa tidak sanggup untuk belajar Al Quran karena sulit katanya, padahal membacanya sangat mudah dan juga sangat mendatangkan begitu banyak kebaikan. Mari kita perhatikan hal-hal berikut ini :

  1. Perdagangan Yang Tidak Pernah Merugi

{الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (30)}

“Sesungguhnya orang  yang selalu membaca kitab Allah (Al Quran) dan juga mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah dapat menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan juga menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30).

Asy Syaukani (w: 1281H) rahimahullah Beliau berkata,

أي: يستمرّون على تلاوته ، ويداومونها

“Maksudnya yaitu terus menerus membacanya dan menjadi kebiasaannya”(Lihat kitab Tafsir Fath Al Qadir).

Dari sisi manakah tidak meruginya perdagangan dengan cara membaca Al Quran?

Satu huruf ketika membaca al quran diganjar dengan 1 kebaikan dan dilipatkan menjadi 10 kebaikan. عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ». “Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu Beliau berkata: “Nabi Muhammad Saw, Beliau bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan akan dilipatkan gandakan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan juga Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469) عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن مسعود رضى الله عنه قَالَ : تَعَلَّمُوا هَذَا الْقُرْآنَ ، فَإِنَّكُمْ تُؤْجَرُونَ بِتِلاَوَتِهِ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرَ حَسَنَاتٍ ، أَمَا إِنِّى لاَ أَقُولُ بِ الم وَلَكِنْ بِأَلِفٍ وَلاَمٍ وَمِيمٍ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرُ حَسَنَاتٍ.“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu Beliau berkata: “Pelajarilah Al Quran ini, karena sesungguhnya kalian diganjar dengan cara membacanya setiap hurufnya 10 kebaikan, aku tidak mengatakan itu untuk الم , akan tetapi untuk untuk Alif, Laam dan juga Miim, setiap hurufnya sepuluh kebaikan.” (Atsar riwayat Ad Darimy dan disebutkan di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 660).

Dari  hadits diatas telah dijelaskan dengan begitu  jelas, bahwa setiap muslim siapapun yang telah membaca Al Quran baik paham maupun tidak paham, maka dia akan mendapatkan ganjaran pahala sebagaimana yang dijanjikan.

Dan sesungguhnya kemuliaan oleh Allah SWT itu Maha Luas, meliputi seluruh makhluk, baik orang Arab atau ‘Ajam (yang bukan Arab), baik yang bisa bahasa Arab atau tidak.

Sebuah Kebaikan akan dapat menghapuskan kesalahan.{إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ} [هود: 114]“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu dapat menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Hud: 114)

Setiap kali bertambah kuantitas bacaan seseorang, bertambah pula ganjaran pahala dari Allah swt.عنْ تَمِيمٍ الدَّارِىِّ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ بِمِائَةِ آيَةٍ فِى لَيْلَةٍ كُتِبَ لَهُ قُنُوتُ لَيْلَةٍ»“Tamim Ad Dary radhiyalahu ‘anhu beliau berkata: “Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam.” (HR. Ahmad dan telah dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6468).

  1. Membaca Al Quran Bagaimanapun Akan Mendatangkan Kebaikan

عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ »

“Seorang sahabat Rasulullah yaitu Aisyah Ra telah meriwayatkan, bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, Beliau bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan juga senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim).

  1. Membaca Al Quran Akan Mendatangkan Syafa’at

عَنْ أَبي أُمَامَةَ الْبَاهِلِىُّ رضى الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

“ Sahabat Rasulullah yaitu Abu Umamah Al Bahily radhiyallahu ‘anhu, Beliau berkata: “Aku telah mendengar Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya” (HR. Muslim).

  1. Sebaik-Baik Manusia Yang Mempelajari Dan Mengajarkan Al-Quran

Sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, “Sebaik-baik kalian yaitu siapa yang mempelajari Al-Quran dan mengamalkannya,” (HR. Bukhari).

  1. Pahala Membaca Al-Quran

“Siapa saja membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya,” (HR. At-Tirmidzi).

  1. Keutaman Membaca Al-Quran, Menghafalnya dan Pandai Membacanya

Bagaikan orang yang telah membaca Al-Quran sedang mereka telah  hafal dengannya bersama para malaikat yang suci dan juga mulia, sedang perumpamaan bagi orang yang telah membaca Al-Quran sedang mereka senantiasa melakukannya meskipun hal tersebut sulit baginya maka baginya dua pahala,(Muttafaq ‘alaih).

  1. Pahala Bagi Orang Yang Anaknya Mempelajari Al-Quran

“Siapa saja membaca Al-Qur’an, mempelajari Al-Quran bahkan mengamalkan Al Quran, maka dipakaikan kepada kedua orang tuanya pada hari kiamat sebuah mahkota dari cahaya dan juga sinarnya bagaikan sinar matahari, dan dikenakan pada kedua orang tuanya dua perhiasan yang nilainya tidak tertandingi oleh dunia. Keduanya pun bertanya- tanya, ‘Bagaimana dipakaikan kepada kami semuanya itu?’ Dijawab, ‘Karena anakmu tersebut telah membawa Al-Qur’an,” (HR. Al-Hakim).

  1. Al Quran Memberi Syafa’at kepada Ahlinya di Akhirat

“Bacalah Al-Quran karena Al-Quran  akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada para ahlinya atau para pembacanya,” (HR. Muslim).

“Puasa dan juga Al-Quran keduanya akan dapat memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat…” (HR. Ahmad dan Al-Hakim).

  1. Pahala Bagi Orang Yang Telah Berkumpul Untuk Membaca Dan Mengkajinya

“Tidak berkumpulny suatu kaum di salah satu rumah Allah SWT, sedangkan mereka membaca kitab-Nya dan juga mengkajinya, melainkan mereka akan dilimpahi sebuah ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat, dan disanjungi oleh Allah di hadapan para makhluk dan juga di sisi Allah,” (HR. Abu Dawud).

  1. Dapat Menentramkan Hati

“(yakni) orang-orang yang beriman dan juga hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah SWT. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati seseorang akan menjadi tenteram,” (QS.13:28).

  1. Dapat Menyembuhkan Penyakit

“Hendaknya kamu menggunakan kedua obat-obat: madu dan juga Al-Qur’an,” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Mas’ud).

  1. Pembaca Al Quran Akan Dikurniakan Hatinya Dengan Cahaya Oleh Allah SWT Dan Dipeliharanya Dari Kegelapan

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra yang maksudnya: “Bahwa Nabi Muhamad saw bersabda: “Siapa yang medengar satu ayat daripada Kitab Allah Ta’ala (al-Qur’an) ditulis baginya satu kebaikan yang berlipatganda. Siapa yang membacanya pula, baginya cahanya di hari kiamat.”

  1. Pembaca Al-Quran Memperoleh Kemulian dan Diberi Rahmat kepada Ibu Bapaknya

“Siapa yang membaca Al-Qurandan beramal dengan isi kandungannya, dianugerahkan kedua ibu bapaknya mahkota di hari kiamat. Cahayanya (mahkota) lebih baik dari cahaya matahari di rumah-rumah dunia. Kalaulah demikian itu matahari berada di rumahmu (dipenuhi dengan sinarnya), maka apa sangkaan kamu terhadap yang beramal dengan ini (Al-Qur’an),” (HR. Abu Daud).

  1. Pembaca Al Quran Memperoleh Kedudukan yang Tinggi dalam Syurga

Bersabda Rasulullah SAW yang maksudnya: Dikatakan kepada pembaca al-Qur,an: “Bacalah (al-Qur’an), naiklah (pada darjat-darjat syurga) dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dengan tartil didunia. Sesungguhnya kedudukan drajatmu sehingga kadar akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Ahmad).

  1. Membaca Satu Huruf Al Quran Akan Memperoleh Sepuluh Kebaikan

“Barang siapa yang membaca satu huruf kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi).

  1. Orang yang Membaca Al-Quran Secara Terang-Terangan seperti Bersedekah Secara Terang-Terangan

“Orang yang membaca Al-Quranterang-terangan seperti orang yang bersedekah terang-terangan, orang yang membaca Al-Quransecara tersembunyi seperti orang yang bersedekah secara sembunyi,” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i, lihat shahihul jaami’:3105).

  1. Al Quran Akan Menjadi Syafaat Bagi Orang yang Membacanya

Rasulullah SAW bersabda dalam salah satu hadistnya “Bacalah Al Quran karena ia akan datang pada hari kiamat untuk memberi syafaat kepada orang yang telah membaca dan mengamalkan isinya.”

  1. Al Quran adalah Cahaya Di tengah Kegelapan

“Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah dan Al Qur’an sesungguhnya ia adalah cahaya kegelapan, petunjuk di siang hari maka bacalah dengan sungguh-sungguh,” (HR. Baihaqi).

  1. Ahlul Quran adalah Keluarga Allah SWT

“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia.’ Beliau saw ditanya,’Siapa mereka wahai Rasulullah.’ Beliau saw menjawab,’mereka adalah Ahlul Qur’an, mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang khusus-Nya,” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

  1. Yang Mahir Membaca Dia Akan Bersama Malaikat, dan yang Terbata-Bata Mendapat Dua Pahala

“Orang yang mahir membaca Al-Qurankelak (mendapat tempat disurga) bersama para utusan yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qurandan masih terbata-bata, dan merasa berat dan susah, maka dia mendapatkan dua pahala.”

Dua pahala ini, salah satunya merupakan balasan dari membaca Al-Quranitu sendiri, sedangkan yang kedua adalah atas kesusahan dan keberatan yang dirasakan oleh pembacanya.[]

Masih banyak lagi keutamaan-keutamaan yang memotivasi seseorang untuk memperbanyak bacaan Al Quran terutama di bulan membaca Al Quran.

Dan pada tulisan kali ini hanya menyebutkan sebagian kecil keutamaan dari membaca Al Quran bukan untuk menyebutkan seluruh keutamaannya.

Dan ternyata generasi yang diridhai Allah itu, adalah mereka orang-orang yang giat dan semangat membaca Al Quran bahkan mereka mempunyai jadwal tersendiri untuk baca Al Quran.

عَنْ أَبِى مُوسَى رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنِّى لأَعْرِفُ أَصْوَاتَ رُفْقَةِ الأَشْعَرِيِّينَ بِالْقُرْآنِ حِينَ يَدْخُلُونَ بِاللَّيْلِ وَأَعْرِفُ مَنَازِلَهُمْ مِنْ أَصْوَاتِهِمْ بِالْقُرْآنِ بِاللَّيْلِ وَإِنْ كُنْتُ لَمْ أَرَ مَنَازِلَهُمْ حِينَ نَزَلُوا بِالنَّهَارِ…»

“Abu Musa Al Asy’ary radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui suara kelompok orang-orang keturunan Asy’ary dengan bacaan Al Quran, jika mereka memasuki waktu malam dan aku mengenal rumah-rumah mereka dari suara-suara mereka membaca Al Quran pada waktu malam, meskipun sebenarnya aku belum melihat rumah-rumah mereka ketika mereka berdiam (disana) pada siang hari…” (HR. Muslim)

MasyaAllah, coba kita bandingkan dengan diri kita apakah yang kita pegang ketika malam hari, sebagian ada yang memegang remote televisi menonton program-program yang terkadang bukan hanya tidak bermanfaat tetapi mengandung dosa dan maksiat, apalagi di dalam bulan Ramadhan.

Dan jikalau riwayat di bawah ini shahih tentunya juga akan menjadi dalil penguat, bahwa kebiasan generasi yang diridhai Allah yaitu para shahabat radhiyallahu ‘anhum ketika malam hari senantiasa mereka membaca Al Quran. Tetapi riwayat di bawah ini sebagian ulama hadits ada yang melemahkannya.

عَنْ أَبِى صَالِحٍ رحمه الله قَالَ قَالَ كَعْبٌ رضى الله عنه: نَجِدُ مَكْتُوباً : مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ فَظٌّ وَلاَ غَلِيظٌ ، وَلاَ صَخَّابٌ بِالأَسْوَاقِ ، وَلاَ يَجْزِى بِالسَّيِّئَةِ السَّيِّئَةَ ، وَلَكِنْ يَعْفُو وَيَغْفِرُ ، وَأُمَّتُهُ الْحَمَّادُونَ ، يُكَبِّرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى كُلِّ نَجْدٍ ، وَيَحْمَدُونَهُ فِى كُلِّ مَنْزِلَةٍ ، يَتَأَزَّرُونَ عَلَى أَنْصَافِهِمْ ، وَيَتَوَضَّئُونَ عَلَى أَطْرَافِهِمْ ، مُنَادِيهِمْ يُنَادِى فِى جَوِّ السَّمَاءِ ، صَفُّهُمْ فِى الْقِتَالِ وَصَفُّهُمْ فِى الصَّلاَةِ سَوَاءٌ ، لَهُمْ بِاللَّيْلِ دَوِىٌّ كَدَوِىِّ النَّحْلِ ، مَوْلِدُهُ بِمَكَّةَ ، وَمُهَاجِرُهُ بِطَيْبَةَ ، وَمُلْكُهُ بِالشَّامِ

“Abu Shalih berkata: “Ka’ab radhiyallahu ‘anhu berkata: “Kami dapati tertulis (di dalam kitab suci lain): “Muhammad adalah Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam, tidak kasar, tidak pemarah, tidak berteriak di pasar, tidak membalas keburukan dengan keburukan akan tetapi memaafkan dan mengampuni, dan umat (para shahabat)nya adalah orang-orang yang selalu memuji Allah, membesarkan Allah ‘Azza wa Jalla atas setiap perkara, memuji-Nya pada setiap kedudukan, batas pakaian mereka pada setengah betis mereka, berwudhu sampai ujung-ujung anggota tubuh mereka, yang mengumandangkan adzan mengumandangkan di tempat atas, shaf mereka di dalam pertempuran dan di dalam shalat sama (ratanya), mereka memiliki suara dengungan seperti dengungannya lebah pada waktu malam, tempat kelahiran beliau adalah Mekkah, tempat hijranya adalah Thayyibah (Madinah) dan kerajaannya di Syam.”

Maksud dari “mereka memiliki suara dengungan seperti dengungannya lebah pada waktu malam” adalah:

أي صوت خفي بالتسبيح والتهليل وقراءة القرآن كدوي النحل

“Suara yang lirih berupa ucapan tasbih (Subhanallah), tahlil (Laa Ilaaha Illallah), dan bacaan Al Quran seperti dengungannya lebah”. (Lihat kitab Mirqat Al Mafatih Syarh Misykat Al Mashabih).

Salah satu ibadah paling agung adalah membaca Al Quran

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضى الله عنهما : ضَمِنَ اللَّهُ لِمَنَ اتَّبَعَ الْقُرْآنَ أَنْ لاَ يَضِلَّ فِي الدُّنْيَا ، وَلاَ يَشْقَى فِي الآخِرَةِ ، ثُمَّ تَلاَ {فَمَنَ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى}

“Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: “Allah telah menjamin bagi siapa yang mengikuti Al Quran, tidak akan sesat di dunia dan tidak akan merugi di akhirat”, kemudian beliau membaca ayat:

{فَمَنَ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى}

“Lalu barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka”. (QS. Thaha: 123) (Atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Mushannaf Ibnu Abi Syaibah).

عَنْ خَبَّابِ بْنِ الْأَرَتِّ رضى الله عنه أَنَّهُ قَالَ: ” تَقَرَّبْ مَا اسْتَطَعْتَ، وَاعْلَمْ أَنَّكَ لَنْ تَتَقَرَّبَ إِلَى اللهِ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ كَلَامِهِ “

“Khabbab bin Al Arat radhiyallahu ‘anhu berkata: “Beribadah kepada Allah semampumu dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan pernah beribadah kepada Allah dengan sesuatu yang lebih dicintai-Nya dibandingkan (membaca) firman-Nya.” (Atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Syu’ab Al Iman, karya Al Baihaqi).

عَنْ عَبْدِ اللهِ بن مسعود رضى الله عنه ، أنه قَالَ: ” مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَعْلَمَ أَنَّهُ يُحِبُّ اللهَ وَرَسُولَهُ فَلْيَنْظُرْ، فَإِنْ كَانَ يُحِبُّ الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يُحِبُّ اللهَ وَرَسُولَهُ “

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Siapa yang ingin mengetahui bahwa dia mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah jika dia mencintai Al Quran maka sesungguhnya dia mencintai Allah dan rasul-Nya.” (Atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Syu’ab Al Iman, karya Al Baihaqi).

وقال وهيب رحمه الله: “نظرنا في هذه الأحاديث والمواعظ فلم نجد شيئًا أرق للقلوب ولا أشد استجلابًا للحزن من قراءة القرآن وتفهمه وتدبره”

“Berkata Wuhaib rahimahullah: “Kami telah memperhatikan di dalam hadits-hadits dan nasehat ini, maka kami tidak mendapati ada sesuatu yang paling melembutkan hati dan mendatangkan kesedihan dibandingkan bacaan Al Quran, memahami dan Juga mengerti.

 

Apa Itu Dejavu, Dan Kenapa Dejavu Dapat Terjadi Pada Manusia ?

Apa Itu Dejavu

Apa Itu Dejavu – Pasti dari kalian pernah mengalami yang namanya Dejavu. Pernahkah kalian ke suatu tempat untuk pertama kalinya namun merasa seperti sudah mengenal betul tempat tersebut. Atau pernahkah kalian merasa seperti mengulang suatu kejadian berulang kali.

Itulah yang disebut dengan sensasi  dejavu. Hampir semua orang atau dapat dikatakan sekitar 80 % orang di seluruh dunia pasti pernah mengalami yang namanya dejavu. Peristiwa dejavu lebih sering terjadi pada orang dewasa sebab orang dewasa akan lebih cepat menyadari suatu peristiwa dejavu dibandingkan dengan anak-anak.

Tetapi menurut penelitian dejavu juga ternyata dapat dialami oleh anak-anak loh. Membahas lebih lanjut mengenai dejavu, tahukah kalian apa itu Dejavu?

Pengertian Dejavu

Apa Itu Dejavu

Dejavu sebenarnya berasal dari bahasa Perancis yang berarti “ pernah mengalami”. Secara harfiah Dejavu berarti sebuah perasaan atau sensasi yang dirasakan seseorang dimana ia merasa pernah mengalami peristiwa tersebut.

Banyak yang menganggap jika Dejavu adalah sebuah pertanda atau sering dihubungkan dengan hal-hal berbau mistis ataupun sebuah intuisi. padahal menurut para ahli ada sebuah penelitian ilmiah yang mampu menjelaskan mengenai peristiwa tersebut.

Dejavu biasanya banyak dirasakan oleh mereka yang berumuran antara 15 hingga 25 tahun. Dan dapat terjadi baik pada pria maupun wanita dengan jumlah yang hampir merata. Ada beberapa contoh dejavu, yaitu:

Deja Senti

Jenis dejavu satu ini memiliki makna yang berarti “ pernah merasakan”. Maksudnya adalah suatu peristiwa yang tanpa perlu kit aungkapkan dengan perkataan namun hanya cukup kita merasa seperti pernah merasakannya sebelumnya.

Contohnya, ketika kita sedang mengobrol dengan teman lalu kalian menanggapi perkataan mereka dengan “ oh iya benar” atau “ saya ingat” lalu sebuah perasaan seperti kalian pernah melakukan pembicaraan seperti itu muncul selama beberapa detik, itulah yang disebut dengan deja senti.

Deja Vecu

Jenis yang satu ini memiliki detail peristiwa yang tergambar jelas. Deja vecu sendiri memiliki arti “ mengalami”. Saat seseorang mengalami deja vecu, tidak hanya tempat dan suasana namun suara, rupa, bahkan aroma yang tercium saat itu tergambar jelas sama seperti sebuah peristiwa di masa lampau.

Deja Visite

Deja visite berarti “ pernah mengunjungi”, yaitu suatu peristiwa seakan-akan pernah mengunjungi suatu tempat padahal baru pertama kali datang ke tempat tersebut. Hal ini sering dikaitkan dengan pengalaman spiritual padahal ada penjelasan ilmiahnya.

Jika Dejavu adalah sebuah perasaan seperti mengulang suatu peristiwa, maka kebalikan dari Dejavu adalah jamais vu, berasal dari bahasa Perancis yang berarti tidak pernah. Jamais vu dapat dikatakan adalah sebuah sensasi dimana kita justru merasa tidak pernah mengalami peristiwa tersebut padahal hal tersebut dapat dikatakan rutinitas dan hal yang kita lakukan.

Adapun ciri-ciri daari dejavu adalah sebagai berikut:

  • Peristiwa dejavu dapat muncul kapan saja dan dimana saja
  • Proses terjadinya dejavu hanya dalam waktu yang amat singkat atau seperti sekelebat memori
  • Karena terjadi secara tiba-tiba maka dejavu tidak dapat diprediksi kapan akan muncul

Penyebab Dejavu

Apa Itu Dejavu

Dejavu dikatakan tidak memiliki hubungan apapun dengan kebetulan belaka karena sebenarnya ada penjelasan dibaliknya. Dejavu menurut para ahli ada dua faktor penyebabnya.

Pertama, dikatakan bahwa Dejavu ada yang disebabkan karena pengaruh penyakit epilepsi yang bersifat patologis dan yang bersifat non patologis yang biasa menyerang orang sehat biasa dan biasanya merupakan sebuah gejala psikologis.

Dejavu yang bersifat patologis memiliki hubungan dengan adanya penyakit epilepsi yang mungkin diderita seseorang. Penelitian mengungkapkan bahwa Dejavu berkaitan erat dengan penyakit Temporal Lobe Epilepsi atau TLE.

TLE adalah sebuah kelainan kronis yang menyerang sistem saraf. TLE adalah salah satu jenis epilepsi yang paling banyak ditemukan dan biasanya menyebabkan kejang-kejang pada satu bagian otak saja. TLE biasanya menyerang anak-anak hingga remaja yang menginjak usia dewasa.

Biasanya gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah:

  • Sebuah sensasi Dejavu ataupun jamais vu
  • Amnesia, atau kehilangan suatu ingatan
  • Ketakutan dan kecemasan secara mendadak
  • Pusing
  • Halusinasi
  • Macropsia atau kelainan penglihatan dimana melihat sebuah objek menjadi jauh lebih besar dari ukuran sebenarnya
  • Microspia yaitu sebuah kelainan dimana melihat sebuah objek jauh lebih kecil dari ukuran sebenarnya
  • Sinestesia
  • Gangguan emosi seperti merasa bahagia, takut, marah, dan lainnya.

Dari penjelasan diatas dapat dikatakan bahwa Dejavu dapat terjadi karena gejala penyakit epilepsi yang ditimbulkannya.

Hal ini disebabkan karena pengaruh adanya kelainan pada sistem saraf yang berhubungan dengan aliran listrik atau sinyal ke otak mengalami gangguan menyebabkan adanya sensasi kuat seperti suatu kejadian ataupun peristiwa telah terjadi sebelumnya dan terulang lagi.

Ada juga teori yang mengatakan bahwa dejavu terjadi karena adanya kesalahan penerimaan pada bagian memori otak kita. Otak kita memiliki dua tempat penampungan memori yaitu Long Term Circuits dan Short Term Circuits.

Long term circuits bertugas untuk menampung memori atau ingatan kita akan suatu kejadian, tempat, orang, suasana, dan lainnya dalam jangka waktu panjang. Sedangkan Short term circuits bertugas menampung peristiwa ataupun tempat, waktu, orang, dan lainnya yang bersifat baru saja terjadi sehingga masih segar dalam ingatan.

Dejavu terjadi ketika otak kita salah menempatkan ingatan yang baru saja terjadi. Ketika otak menerima rangsangan berupa memori ingatan yang baru saja terjadi, otak segera mentransfer memori tersebut ke bagian long term circuits tanpa melewati short circuits, karena itulah memori yang terjadi ketika kita melihatnya kembali terasa seperti sebuah ingatan dari masa lampau.

Teori lainnya mengatakan bahwa prosses terjadinya dejavu disebabkan oleh rhinal cortex yaitu salah satu bagian yang bertugas untuk mendeteksi rasa familiar. Untuk dapat mendeteksi rasa familiar, rhinal cortex harus diaktifkan oleh hipokampus, yaitu bagian otak lainnya yang berfungsi dalam hal memori.

Saat hipokampus mengaktifkan rhinal cortex maka akan muncul perasaan familiar terhadap suatu peristiwa, namun saat prosses dejavu terjadi rhinal cortex telah diaktifkan tanpa melalui hipokampus sehingga muncul rasa seolah-olah kita merasa familiar dengan suatu hal. Namun hal ini belum dapat dipastikan karena perasaan familiar sangatlah abstrak dan kurang spesifik.

Para peneliti juga telah melakukan berbagai macam penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan antara Dejavu dengan gangguan mental seperti anxiety, dissociative identity disorder, maupun schizophrenia. Namun dari hasilnya dapat dikatakan bahwa tidak ada korelasi apapun antara Dejavu dengan gangguan mental.

Untuk itu para peneliti mulai melihat apakah ada sebuah kemungkinan antara Dejavu dengan genetik. Hasilnya nihil, dapat dikatakan bahwa tidak ada hubungan antara Dejavu dengan genetik. Namun ditemukan bahwa ada hubungan antara Dejavu dengan salah satu gen pada kromosom 10, yaitu LGII. Gen tersebut merupakan gen yang memiliki hubungan dengan adanya penyakit epilepsi.

Penelitian juga mengatakan bahwa beberapa jenis obat dapat meningkatkan potensi terjadinya Dejavu. Obat seperti amantadine dan phenylpropanolamine untuk meredakan flu terbukti meningkatkan munculnya peristiwa Dejavu.

Menurut peneliti Taimininen dan Kaaskelainen mengatakan bahwa kandungan dopamine pada obat tersebut menstimulasi elektron pada otak.

Sejauh ini dejavu belum dapat disembuhkan karena penyebabnya pun belum terlalu jelas. Dejavu juga bukanlah suatu penyakit kronis meskipun ada sebagian besar orang yang kerap mengalami peristiwa ini dalam rentan waktu yang cukup lama, namun dejavu tidak berbahaya bagi kita karena belum ada satu pun kasus yang terjadi karena disebabkan oleh peristiwa dejavu.

Peristiwa Dejavu

Apa Itu Dejavu

Peristiwa terjadinya dejavu dapat terjadi karena seseorang mengalami dua kali sensor rangsangan secara berurutan. Sensor yang pertama terjadi secara cepat dan sangat jelas sehingga membuat seseorang menjadi kehilangan fokus yang menurut para peneliti kejadian itu terjadi dalam proses yang begitu dalam pada otak kita.

Sehingga ketika peristiwa kedua terjadi menimbulkan seuatu perasaan familiar. Selain itu hasil penelitian ilmiah para ahli, berikut beberapa penjelasan bagaimana peristiwa Dejavu terjadi.

Berdasarkan Ingatan.

Seseorang yang sering mengalami peristiwa dejavu dikatakan memiliki daya ingatan yang baik. Hal ini disebabkan ketika peristiwa dejavu terjadi, memori atau ingatan yang tersimpan akan kembali karena dipicu oleh suatu aktivitas atau kejadian tertentu yang masih berhubungan.

Sisa-sisa kenangan dari suatu memori lama yang tidak diketahui secara pasti atau terlihat samar-samar atau yang disebut dengan implicit memory dapat memicu reaksi pada otak kita yang membuat suatu kejadian seperti sudah pernah terjadi sebelumnya.

Ada juga yang disebut dengan cryptomnesia atau rekonstruksi suatu ingatan. Proses cryptomnesia terjadi ketika suatu peristiwa yang pernah terjadi di masa lalu telah lama hilang dan dilupakan namun sebenarnya masih tersimpan di dalam otak kita.

ketika suatu kejadian yang memiliki karaktersitik sama denga informasi pada peristiwa masa lampau tersebut muncul, akhirnya mengaktifkan suatu perasaan familiar atau akrab yang disebut dengan dejavu.

Menurut para peneliti, memori kita sebenarnya tersusun atau terbentuk dari suatu proses rekonstruksi memori-memori lama yang sudah pernah, jadi bukan murni karena suatu peristiwa yang baru.

Semua memori yang kita punya merupakan suatu proses pembentukkan ulang, penjabaran, penyimpangan dari memori kita yang telah lama ada atau bahkan memori lama yang sudah dibuang atau dilupakan kembali lagi menjadi memori baru.

Untuk terjadinya suatu proses dejavu maka harus ada suatu titik temu atau hal yang menghubungkan antara memori ingatan sekarang dengan memori ingatan yang lama.

Bahkan menurut ahli, memori hasil dari rekonstruksi tersebut merupakan suatu memori yang sangat jauh berbeda dari memori yang sebelumnya namun masih memiliki rasa atau karakteristik yang serupa.

Berdasarkan Mimpi

Ternyata mimpi dapat juga disangkutpautkan dengan terjadinya suatu peristiwa dejavu, ada tiga aspek dimana mimpi dapat mempengaruhi proses terjadinya dejavu, yaitu

  • Pertama, beberapa orang mengalami kejadian dejavu yang berawal dari mimpi. Jadi peristiwa dejavu yang mereka alami merupakan bentuk visualisasi dari mimpi yang pernah mereka alami. Gambaran yang mereka alami di dalam mimpi masih menyisakan jejak memori dalam ingatan yang akhirnya terpicu oleh suatu peristiwa yang memiliki kesamaan atau terasa familiar. Menurut penelitian Brown pada tahun 2004, sebanyak 20% orang mengatakan mengalami dejavu dari mimpi mereka.
  • Kedua, pada kasus kedua dejavu terjadi karena ada beberapa bagian pada mimpi dan kenyataan yang mirip sehingga menimbulkan rasa mirip atau familiar. Menurut peneliti Zuger pada tahun 1966, diketahui bahwa ada hubungan nyata antara sebuah mimpi atau kejadian dalam mimpi dengan peristiwa dejavu yang dialami seseorang.
  • Ketiga, seseorang bahkan dapat mengalami peristiwa dejavu dalam mimpi. Hal ini dapat terjadi ketika seseorang mengalami mimpi yang mirip dalam rentan waktu tertentu yang membuat seseorang mengalami dejavu dalam mimpi.

Dalam suatu penelitian belum diketahui secara pasti penyebab peristiwa dejavu pada manusia yang sehat. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa kemungkinan terbesar seseorang mengalami dejavu adalah karena adanya anomali pada bagian sistem syaraf.

Namun pada seseorang yang sehat peristiwa dejavu dapat saja terjadi karena beberapa faktor, salah satunya seperti seseorang yang sering berpergian jauh ataupun senang menonton film pasti mengalami peristiwa dejavu yang lebih sering dibandingkan lainnya.

Peristiwa dejavu juga dapat sering muncul ketika seseorang dalam suatu kondisi yang lemah seperti sedang dalam tekanan. Penelitian juga mengkupkan peristiwa dejavu akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia.

Baca Juga : Apa Itu Psikopat