Pengertian Agama Lengkap Dengan Pengertian, Tujuan, Dan Macamnya

PENGERTIAN AGAMA : Fungsi, Tujuan, Macam-Macam Agama di Indonesia

Pengertian Agama – Agama merupakan sebuah koleksi terorganisir dari agama itu sendiri, sistem budaya, dan juga etos global yang menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah dari kehidupan. Banyak agama yang memiliki narasi, simbol, dan juga sejarah suci yang dimaksudkan untuk menjelaskan makna hayati dan maupun menjelaskan asal usul kehidupan ataupun alam semesta di dunia ini.

Dari akidah mereka mengenai kosmos dan juga sifat manusia, orang memperoleh moralitas, etika, hukum agama maupun gaya hayati yang disukai. Menurut beberapa perkiraan, terdapat antara 4.200 agama di dunia maupun akhirat.

Banyak agama yang entah telah mengorganisir perilaku, kependetaan, definisi mengenai apa yang merupakan kepatuhan maupun keanggotaan, tempat-tempat suci, dan juga kitab suci. Praktik agama pun dapat mencakup ritual, khotbah, larangan ataupun pemujaan tuhan, dewa ataupun dewi, pengorbanan, festival, pesta, trance, inisiasi, jasa penguburan, layanan pernikahan, meditasi, doa, musik, seni, tari, masyarakat layanan ataupun aspek lain dari kebudayaan manusia. Agama pun entah mengandung sebuah mitologi.

Pengertian Agama

Para pakar memiliki beragama pengertian tentang agama. Secara etimologi, kata “agama” bukan berasal dari bahasa Arab yang selalu kita yakini semua, melainkan diambil dari istilah bahasa Sansekerta yang mengarah pada sistem kepercayaan dalam Hinduisme dan juga Budhisme di negara India.

Agama terdiri dari kata “a” yang memiliki arti “tidak”, dan “gama” yang memiliki arti kacau. Dengan demikian, agama merupakan sejenis peraturan yang menjauhkan manusia dari kekacauan, serta mengantarkan menusia menuju keteraturan dan ketertiban.

Ada pula yang menyatakan bahwa agama terdiri dari dua kata, yakni a yang berarti “tidak”, dan juga gam yang berarti “pergi”, tetap di tempat, kekal-eternal, terwariskan secara turun temurun. Pemaknaan seperti itu memanglah tidak salah karena dalam agama banyak sekali mengandung nilai-nilai universal yang abadi selamanya, tetap, dan juga  berlaku sepanjang masa. Sementara akhiran a hanya memberi sifat tentang kekekalan dan karena itu merupakan bentuk keadaan yang kekal.

Ada juga  yang menyatakan bahwa agama terangkai atas tiga suku kata, yakni: a-ga-ma. A berarti awang-awang , kosong maupun hampa. Ga berarti tempat yang dalam bahasa Bali yakni genah.  Sementara ma berarti matahari, terang maupun sinar. Dari penjelasan tadi dapat diambil satu pengertian bahwa agama merupakan pelajaran yang menguraikan teta cara yang semuanya penuh misteri kareana Tuhan dianggap bersifat rahasia.

Kata tersebut juga sering berawalan i dan maupun u,  dengan demikian masing-masing mempunyai bunyi igama  dan juga ugama. Sebagian ahli menyatakan bahwa agama-igama-ugama itu merupakan kosa kata yang sudah lama dlaksanakan oleh masyarakat Bali.

Orang Bali memaknai agama merupakan  sebagai peraturan, tata cara, upacara hubungan manusia denga raja. Sedangkan igama merupakan tata cara yang mengatur hubungan antara manusia denga dewa-dewa. Sementara ugama dipahami sebagai tata cara untuk mengatur hubungan antar umat manusia.

Dalam bahasa Belanda, Jerman, dan juga Inggris, ada kata yang sama sekaligus memiliki kesamaan makna dengan kata “gam”. Yaitu ga atau gaa dalam bahasa Belanda; gein dalam bahasa Jerman, dan juga go dalam bahasa Inggris. Kesemuanya memiliki makna yang sama, yaitu pegi.

Setelah mendapatkan awalan dan juga akhiran a, merupakan mengklaim perubahan makna. Dari bermakna pergi  berganti menjadi sebuah jalan. Kemiripan seperti ini mudah dimaklumi karena bahasa Sansekerta, Belanda, Jerman, dan juga Inggris, kesemuanya termasuk ikatan bahasa Indo-Jerman

Selain itu, dikenal juga istilah religion bahasa Inggris, religio maupun religi  dalam bahasa Latin, al-din dalam bahasa Arab, dan juga dien dalam bahasa Semit. Kata-kata itu ditengarai memiliki kesamaan makna dengan kata “agama” yang berasal dari bahasa Sansekerta itu.

Religious (Inggris) berarti kesalehan, ketakwaan, maupun sesuatu yang amat mendalam dan berlebih-lebihan. Ada yang menyatakan bahwa religion merupakan: (1) keyakinan pada Tuhan maupun kekuatan supramanusia untuk disembah sebagai pencipta dengan penguasa alam semesta; (2) sistem kepercayaan dan juga peribadatan tertentu.

Pengertian Agama Menurut Para Ahli

Banyak para ahli yang menyatakan pendapatnya tentang Agama, merupakan antara lain:

1.Olan Seuchman

Olaf Scuhman menyatakan bahwa baik religion ataupun religio, keduanya berasal dari akar kata yang sama, yakni religare   yang mempunyai arti “mengikat kembal”, maupun dari kata relegere yang berarti “menjauhkan, menolak, melalui”. Arti yang kedua, relegere diambil alih oleh pujangga ada filosofi Romawi Cicero dan Teolog Protestan Karl Barth, dan karena itu mereka melihat religio sebagai usaha manusia yang hendak memaksa Tuhan untuk dapat memberikan sesuatu, kemudian manusia menjauhkan diri lagi.

Sedangkan arti yang pertama, religare, dikuasai oleh beberapa gereja Latin (Roma Katolik). Erasmus dari Rotterdam (1469-1539) mengklaim bahwa paham ini dikaitkan dengan sikap manusia yang benar terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Benar pula, karena ajara-ajaran agama benar-benar memiliki sifat mengikat bagi manusia yang telah mempercayainya. Agama (religio) dalam arti religare juga berguna untuk dapat merekatkan berbagai unsur dalam memelihara keutuhan diri manusia, diri orang per orang maupun diri sekelompok orang dalam hubungannya terhadap Tuhan, terhadap sesama manusia, dan juga terhadap alam sekitarnya.

 2.Sayyed Hossein Nasr

Sayyed Hossein Nasr menyatakan “religare” yang berarti “mengikat” adalah  lawan dari “membebaskan”. Ajaran Sepuluh Perintah (Ten Commandments) yang membentuk sebuah fondasi moralitas Yahudi dan juga Kristen terdiri atas sejumlah pernyataan “janganlah kamu”, yang menunjukkan suatu pembatasan dan bukan pembebasan itu sendiri.

Agama juga disebut juga dengan istilah din. Dalam bahasa Semit, din  merupakan undang-undang maupun hukum. Dalam bahasa Arab kata ini telah mengandung makna menguasai, menundukkan, patuh, utang, balasan, kebiasaan.

Bila lafal din telah disebutkan dalam rangkaian din-ullah, maka dipandang datangnya agama itu dari Allah, jika disebut dengan dinunnabi dipandang nabilah yang melahirkan dan menyiarkan, bila disebut juga dengan dinul-ummah, karena dipandang manusialah yang diwajibkan memeluk dan juga menjalankan.

Ad-din juga berarti syari’ah: yakni nama bagi peraturan-peraturan dan juga hukum-hukum yang telah disyari’atkan oleh Allah dan selengkapnya atau prinsip-prinsipnya saja, dan dibedakan kepada kaum muslimin untuk dapat melaksanakannya, dalam mengikat hubungan mereka dengan Allah dan dengan manusia. Ad-din berarti millah, yakni mengikat.

Maksud agama yaitu untuk mempersatukan segala pemeluk-pemeluknya, dan juga mengikat mereka dalam suatu ikatan yang erat sehingga merupakan batu pembangunan, atau mengingat bahwa, hukum-hukum agama itu dibukukan atau didewankan.

Ad-din berarti nasihat, yang ada pada dalam hadis dari Tamim ad-Dari r.a. bahwa Nabi SAW bersabda: Ad-dinu nasihah. Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, bagi siapa?” Beliau menjelaskan bahwa: “Bagi Allah dan kitab-Nya, bagi Rasul-Nya dan bagi para pemimpin muslimin dan bagi seluruh muslimin.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Nasa’i dan Ahmad).

Hadis tersebut telah memberikan pengertian bahwa ada lima unsur yang perlu  mendapat perhatian dapat memperoleh gambaran tentang apa yang dimaksud dengan agama yang jelas serta lengkap. Kelima unsur itu adalah: Allah, kitab, rasul, pemimpin dan umat, baik mengenai arti masing-masing maupun kedudukan serta hubungannya satu dengan lainnya.

Pengertian tersebut sudah meliputi dalam makna sebuah nasihat. Imam Ragib dalam kita Al-Mufradaat fii Ghariibil Qur’an, dan juga Imam Nawawi dalam Syarh Arba’in menjelaskan bahwa nasihat itu maknanya sama dengan menjahit (al-khayyaatu an-nasihuu) yaitu menempatkan dan juga mengaitkan bagian yang satu dengan yang lainnya, sesuai dengan kedudukan masing-masing.

3. Mukti Ali

Mukti Ali mengatakan, bahwa agama merupakan percaya pada adanya Tuhan Yang Maha Esa dan juga hukum-hukum yang diwahyukan kepada utusanNya guna kebahagiaan hidup manusia di dunia dan juga akhirat. Mukti Ali membatasi pengertian agama yang dia nyatakan tentang kepercayaan maupun hukum.

4. Mehdi Ha’iri Yazdi

Mehdi Ha’iri Yazdi menyatakan, bahwa agama merupakan kepercayaan kepada Yang Mulak maupun Kehendak Mutklak sebagai kepedulian tertinggi. Pengertian ini menjadikan Tuhan sebagai focus perhatian dan juga kepedulian tertinggi agama sehingga agama lebih cenderung mengabaikan persoalan kemanusiaan. Agama akhirnya memiliki sifat teosentris, tanpa ada perhatian yang cukup terhadap soal-soal kemiskinan dan juga keterbelakangan umat manusia.

Harun Nasution mengemukakan berbagai pengertian tentang agama yang dikemukakan sejumlah ahli, yakni adalah sebagai berikut:

(1) pengakuan terhadap adanya kaitan/hubungan manusia dengan kekuatan gaib yang harus dilaksanakan oleh setiap manusia .

(2) pengakuan terhadap adanya kaitan manusia dengan kekuatan gaib yang telah menguasai manusia.

(3) mengikatkan diri  pada suatu bentuk hidup yang mengandung pengakuan pada suatu sumber yang berada di luar manusia dan juga yang mempengaruhi perbuatan-perbuatan manusia.

(4) suatu sistem tingkah laku (code of conduct) yang berasal dari suatu kekuatan gaib yang ada di sekitar alam ini.

(5) pengakuan terhadap adanya kewajiban-kewajiban yang diyakini bersumber pada kekuatan gaib tersebut.

(6) pemujaan terhadap kekuatan gaib yang keluar dari perasaan takut terhadap kekuatan misterius yang terdapat di alam sekitar manusia sehingga muncul hayalan gaib itu sendiri.

(7) ajaran-ajaran yang diwahyukan Tuhan kepada manusia melalui seorang Rasul maupun utusan dari tuhan yang maha esa

Macam-Macam Agama

Berikut ini akan akan dipaparkan macam-macam Agama yang ada di Indonesia, antara lain :

1. Agama Islam

Agama Islam adalah sebuah agama di Indonesia dengan jumlah penganut terbesar di Negeri indonesia ini.

Kitab Suci Agama Islam merupakan Al-Qur’an.

Agama Islam disebarkan dan juga didakwahkan pertama kali oleh Nabi Muhammad SAW.

Agama ini muncul pertama kali yakni sekitar 1400-an tahun yang lalu.

Tempat Ibadah yang digunakan Agama Islam yaitu Masjid atau Mushola.

Hari raya atau hari besar agama Umat Islam antara lain : Muharram, Asyura, Maulud Nabi, Isra’ Mi’raj, Nuzurul Qur’an, Idul Fitri, Idul Adha, dan Tahun Baru Hijriah.

2. Agama Kristen

Agama Kristen adalah salah satu agama di Indonesia yang diakui keberadaanya  oleh pemerintah indonesia.

Kitab Suci Agama Kristen yaitu Injil.

Agama ini menyembah Yesus Kristus yang dianggapnya sebagai Nabi adalah Isa Al Masih.

Agama ini muncul pertama kali sekitar 2000 tahun yang lalu.

Tempat ibadah yang digunakan Agama Kristen yaitu Gereja.

Hari-hari besar umat Kristen adalah hari raya Natal, Jumat Agung, Paskah, Kenaikan Isa Al Masih, & Pantekosta.

3. Agama Katolik

Agama Katolik adalah salah satu agama di Indonesia yang sudah diakui oleh pemerintah.

Kitab Suci Agama Kristen yaitu Injil.

Agama ini menyembah Bunda Maria yang dianggapnya adalah Nabi Isa Al Masih

Agama ini muncul pertama kali sekitar 2000 tahun yang lalu.

Tempat ibadah yang digunakan Agama Kristen yaitu Gereja.

Hari-hari besar umat Kristen adalah Natal, Jumat Agung, Paskah, Kenaikan Isa Al Masih, Pantekosta.

4. Agama Hindu

Agama Hindu merupakan  salah satu agama di negara Indonesia yang diakui oleh pemerintah dan juga sangat populer di pulau Bali.

Kitab Suci Agama Hindu merupakan Weda.

Agama ini disebarkan oleh Santana Dharma.

Awal mula Agama ini muncul sejak jaman Prasejarah.

Tempat ibadah yang digunakan Agama Hindu merupakan Pura.

Hari-hari besar agama Hindu yakni hari raya Nyepi, Saraswati, Pagerwesi, Galungan, dan hari raya Kuningan.

5. Agama Buddha

Agama Buddha adalah salah satu agama di Indonesia yang diakui oleh pemerintah Indonesia.

Kitab Suci Agama Buddha merupakan Tripitaka.

Awal mula agama ini disebarkan oleh Sidharta Gautama.

Agama Buddha muncul sekitar 2500 tahun yang lalu.

Tempat Ibadah yang digunakan Agama Buddha yaitu Vihara.

Hari-hari besar keagamaan umat Buddha yang ada di indonesia yakni Waisak dan Katina.

6. Agama Kong Hu Cu

Kong Hu Cu adalah salah satu agama di Indonesia yang diakui oleh pemerintah.

Muncul karena banyak etnis Tionghoa yang tinggal di Indonesia.

Awal mula munculnya Agama Kong Hu Cu sekitar 5 abad sebelum masehi.

Kitab Suci Agama Kong Hu Cu merupakan Wu Ching dan Shing Shu.

Hari-hari besar agama Kong Hu Cu kita kenal sebagai hari raya Imlek.

Fungsi Dan Tujuan Agama

Menurut Abuddin Nata sekurang-kurangnya hanya ada tiga alasan perlunya manusia terhadap agama, yakni: Pertama, latar belakang fitrah seorang manusia. Kenyataan bahwa manusia memiliki fitrah keagamaan tersebut buta pertama kali ditegaskan dalam ajaran Islam, yaitu bahwa agama merupakan kebutuhan manusia.

Kedua, alasan lain mengapa manusia perlu beragama menurut  Abuddin Nata merupakan kelemahan dan kekurangan  manusia. Alasan ini juga kelihatannya dapat diterima, di samping karena keterbatasan akal manusia untuk dapat menentukan hal-hal yang di luar kekuatan pikiran manusia itu sendiri, juga karena manusia sendiri adalah makhluk dha’if (lemah) yang sangat memerlukan agama.

Ketiga, adanya tantangan seorang manusia. Manusia dalam kehidupannya senantiasa menghadapi banyak sekali tantangan maupun rintangan, baik dari dalam maupun dari luar. Tantangan dari dalam berupa dorongan hawa nafsu dan juga bisikan setan, sedangkan tantangan dari luar dapat berupa rekayasa dan juga upaya-upaya yang dikerjakan manusia yang secara sengaja berupaya menjauhkan manusia dari Tuhan.

Unsur-Unsur Agama

Demikian kompleksnya pendefinisian agama tersebut. Definisi yang dikemukakan para ahli itu pun tidak akan selalu benar. Sebagian tampak parsial saja karena hanya dapat menyangkut sebagian dari realitas agama tersebut. Definisi merupakan Sebuah batasan, sementara agama tak dapat dibatasi oleh apapun. Namun, untuk dapat memudahkan, perlu dikemukakan unsur-unsur pokok yang lazim menyangga dalam agama tersebut. Harun Nasution menyimpulkan, agama mempunyai unsur-unsur sebagai berikut ini:

Pertama, kekuatan yang berupa kekuatan gaib. Manusia merasa dirinya lemah dan juga berhajat pada keuatan gaib itu sebagai tempat minta tolong. Oleh karena itu, manusia merasa harus dapat mengadakan hubungan baik dengan kekuatan gaib yang ada disekitar tersebut.

Hubungan baik ini dapat diwujudkan dengan cara mematuhi perintah dan larangan keuatan gaib itu. Mengacu pada unsur yang pertama diatas tadi, dapat dikatakan bahwa agama sesungguhnya berporos pada kekuatan-kekuatan non-empiris maupun supra natural.

Kedua, keyakinan bahwa kesejahteraan di dunia ini dan hidupnya di akhirat tergantung pada adanya hubungan baik dengan kekuatan gaib yang telah dimaksud tersebut. Dengan hilangnya sebuah hubungan baik itu, kesejahteraan dan juga kebahagiaan yang dicari akan hilang dalam sekejap pula.

Ketiga, respons manusia yang bersifat sebuah emosional. Respons itu dapaat  mengambil bentuk perasaan takut seperti pada agama-agama primitive aupun perasaan cinta seperti agama-agama monoteisme.

Selanjutnya, respons untuk mengambil bentuk penyembahan yang terdapat dalam agama-agama primitf, atau pemujaan yang terdapat dalam agama-agama monoteisme. Lebih lanjut lagi, respons itu dapat mengambil bentuk cara hidup tertentu bagi masyarakat yang ikut bersangkutan tersebut.

Keempat, paham adanya yang kudus dan juga suci dalam bentuk seperti kekuatan gaib, dalam bentuk kitab yang mengandung ajaran-ajaran agama yang bersangkutan, dan dalam bentuk seperti tempat-tempat tertentu yang ada di seluruh dunia ini.

Dari segi psikologi, L. B. Brown mengatakan dalam bukunya Psychology and Religion memberikan lima variabel agama, yang semuanya itu adalah sebagai berikut:

Pertama, tingkah laku (behaviour) maupun praktek-praktek yang telah menggambrakan keadaan agama, dikembangkan biasanya melalui kerap tidaknya pergi ke gereja, membaca injil dan sebagainya.

Kedua, renungan suci dan iman (belief), iman biasanya telah dihubungkan dengan sebuah kerangka kepercayaan yang umum dan yang khususnya tertentu.

Ketiga, perasaan keagamaan maupun pengalaman (experience) dan kesadaran tentang sesuatu yang transeden yang dapat memberikan dasar yang kokoh bagi kehidupan keagamaan.

Keempat, keterikatan (involvement) dengan suatu jama’ah yang menyatakan diri sebagai institusi nilai, sikap atau kepercayaan yang telah mereka percayai atau yakini.

Dan yang kelima, consequential effects dari pandangan-pandangan keagamaan dalam tingkah laku yang non-agama dan  juga dalam tingkah laku moral yang ada disekitar kita.

Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai Agama di Indonesia yang telah meliputi, Pengertian Agama, Pengertian Agama Menurut Ahli, Macam-Macam Agama, Beserta Fungsi dan juga Tujuan Agama. Semoga  dengan adanya artikel kali ini dapat menambah wawasan Anda dan juga dapat bermanfaat.

Arti Reseller : Penjelasan, Cara Kerja, Keuntungan, dan Contohnya

Arti Reseller –  Setiap dunia marketing atau dunia jualan tapi di dalam medsos atau dunia maya pasti melibatkan seorang reseller atau biasa disebut dengan orang yang mempunyai barang tersebut dan biasanya orang tersebut yang bertindak seperti reseller pastinya memiliki banyak teman atau rekan jualan yang bisa membantu menjualan barang produknya tersebut.

Berikut ini adalah penjelasan dari reseller yang dapat menambah ilmu wawasan anda semuanya, langsung simak berikut adalah penjelasannya.

Pengertian Reseller

Kata reseller berasal dari bahasa Inggris yaitu kata “re” dan “seller”. Kata “ re” berarti kembali, sedangkan kata “seller” memiliki arti penjual, jadi seorang reseller memiliki arti adalah orang yang menjual kembali suatu barang.

Reseller dapat berbentuk individu maupun suatu kelompok. Seorang reseller akan membeli barang dengan tujuan bukan untuk dirinya sendiri atau dikonsumsi sendiri melainkan akan dijual kembali dengan harga baru yang berbeda.

Reseller biasa mendapatkan barang dagangannya dari produsen, distributor, supplier, agen, maupun toko grosir. Biasanya seorang reseller akan membeli barang dengan harga yang jauh lebih murah dari harga pasaran untuk selanjutnya dapat dijual dengan harga yang tinggi.

Terkadang ada beberapa orang yang bingung tentang reseller dan dropship. Keduanya memang hampir memiliki sistem yang sama namun berbeda. Reseller adalah orang yang menjual kembali barang yang telah ia beli dari distributor, sedangkan dropship mereka menjual barang milik distributor.

Apabila reseller bebas menentukan harga setelah ia membeli barang dari distrubutor, maka pada dropship ada sebuah perjanjian antar dropshipper dan distributor mengenai kesepakatan harga. Seorang reseller mengambil keuntungan dari harga jual yang ia tetapkan. Sedangkan dropship mengambil keuntungan dari selisih harga distributor dan harga jualnya.

Cara Kerja Reseller

Apabila kalian ingin menjadi seorang reseller ada baiknya kalian mengetahui lebih lanjut tata cara menjadi seorang reseller.

  1. Tentukan dulu barang apa yang ingin reseller jual, lalu carilah supplier, distributor, agen, atau toko grosir yang melayani penjualan bagi reseller.
  2. Melakukan perjanjian dengan distributor dan memiliki harga pasti untuk barang-barang yang akan reseller beli.
  3. Distributor akan mengirimkan sejumlah barang yang telah reseller pesan.
  4. Reseller akan mengupload foto dagangan mereka dan melakukan promosi untuk memasarkan dagangan mereka.
  5. Pembeli yang tertarik akan memesan sejumlah yang mereka inginkan dan melakukan pembayaran.
  6. Reseller kemas barang pesanan pembeli dan mengirimkannya ke alamat yang telah diberikan oleh pembeli.

Contoh Bisnis Seorang Reseller

Di atas adalah langkah-langkah yang akan kalian lakukan ketika menjadi reseller. Tetapi ada beberapa kiat yang dapat kalian terapkan untuk membuat bisnis reseller kalian berjalan lancar.

1. Produk

Pertama lakukan sebuah penelitian mengenai produk apa yang ingin klaian jual. Perlu diingat kalian bebas menentukan pilihan produk yang akan dijual dengan catatan kalian harus mengetahui poin plus dan minus dari menjual barang tersebut.

Contohnya apabila kalian ingin menjual barang yang sedang menjadi trend di masyarakat maka kalian harus sanggup bersaing dengan banyak kompetitor. Apabila kalian ingin menjual barang dengan jangak waktu kadaluarsa yang pendek seperti makanan, maka kalian harus gencar dalam melakukan promosi agar barang dagangan kalian laku terjual semuanya.

2. Pasar

Menentukan target pasar juga penting. kalian harus tahu di zaman sekarang ini siapa saja yang senang melakukan belanja online. Tentunya kaum wanita muda hingga paruh baya. Apabila kalian mengetahui mangsa pasar kalian itu akan mempermudah dalam memilih produk yang akan kalian jual.

Misalkan target kalian wanita muda, maka pilihan yang cocok untuk mereka adalah fashion seperti baju, tas, dan sepatu, maupun produk-produk kecantikkan. Apabila target kalian ibu-ibu rumah tangga pilihan produk rumah tangga dapat menjadi pilihan.

3. Supplier

Selanjutnya kenali supplier kalian. Pastikan bahwa supplier kalian memiliki produk-produk yang akan kalian jual. Dan jangan lupa untuk memastikan mereka memiliki barang dengan kualitaas yang baik. Karena pelanggan tentunya akan mencari barang-barang denga kualitas yang baik.

4. Kompetitor

Yang tidak kalah penting adalah pesaing atau kompetitor. Baik untuk klaian mengetahui lebih banyak mengenai kompetitor kalian. Jika kalian memiliki barang yang paling laku dipasaran sekalipun apabila diluar sana banyak pesaing kalian maka tentunya kalian harus bekerja ekstra untuk memasarkan barang kalian.

Mengenal siapa saja pesaing kalian juga berguna untuk mengetahui strategi pemasaran yang mereka lakukan sebagai bahan pertimbangan untuk pemasaran kalian.

5. Layanan

Selain harga dan kualitas, bagi para pelanggan yang penting selanjutnya adalah pelayanan penjual. Karena ketika mereka puas dengan pelayanan dan barang, mereka akan memberikan review yang bagus.

Dan hal ini berguna untuk menaikkan nilai jual toko kalian. Kalian harus memikirkan tentang cara membuat pelanggan puas dengan pelayanan kalian seperti cepat memberikan respon kepada mereka, proses pengiriman yang cepat, dan sebagainya.

6. Pemasaran

Yang terakhir adalah strategi pemasaran. Barang kalian tidak akan laku terjual apabila kalian tidak melakukan promosi untuk mengenalkan barang dagangan kalian kepada masyarakat. Kalian harus dapat memikirkan cara yang efektif untuk melakukan pemasaran dalam waktu singkat namun dapat menjaring pembeli yang banyak. Salah satu strategii pemasaran adalah menggunakan sosial media,

Keuntungan Reseller

Menjadi seorang reseller memiliki keuntungan tersendiri. Berikut beberapa keuntungan yang dapat diterima sebagai seorang reseller.

1. Mudah

Untuk menjadi seorang reseller tidak membutuhkan persyaratan yang rumit, kuncinya hanya tekun dan niat saja. Siapa saja dapat menjadi seorang reseller, baik itu mahasiswa, pegawai, bahkan ibu rumah tangga yang menginginkan penghasilan tambahan dapat menjadi seorang reseller.

Yang terpenting dalam menjalankan bisnis menadi seorang reseller adalah kalian mengerti betul mengenai produk yang akan kalian jual dan tentunya pasar mana yang akan kalian jajaki. Jangan samapai kalian salah menargetkan pasar sehingga barang dagangan kalian menjadi tidak laku.

2. Murah

Menjadi seorang reseller kalian tentunya harus dapat mencari agen atau distributor yang akan kalian ajak bekerja sama. Biasanya apabila kalian berencana untuk menjadi seorang reseller produk daari suatu distributor, kalian akan menerima penwaran bagus yaitu kalian mampu mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah atau biasa disebut dengan harga reseller.

Apabila kalian menjual kembali barang tersebut dengan harga yang tinggi maka keuntungan kalian tentunya akan lebih besar.

3. Produk Sudah Terssedia.

Ini dia salah satu alasan mengapa banyak orang menginginkan untuk menjadi seorang reseller, yaitu karena alasan tidak perlu repot-repot mencari ide baru untuk berbisnis. Intinya kalian tidak perlu pusing-pusing mencari produk apa yang akan kalian buat dan jual. Kalian tinggal melakukan sedikit riset mengenai produk apa saja yang sedang trend di masyarakat lalu kalian mencari distributor yang memiliki produk seperti itu.

4. Dapat Dilakukan Dimana Saja.

Berbisnis sebagai seorang reseller tidak mengharuskan kalian memiliki sebuah toko. Hal ini karena sebagai reseller kalian dapat mempromosikan barang dagangan kalian melalui toko online atau melalui aplikasi sosial media seprti yang sedang menjadi trend para kaum milenial.

Selain itu waktu yang diperlukan untuk melakukan sebuah promosi juga tidak terlalu diatur alias bebas sesuai dengan waktu senggang kalian. Kalian dapat melakukannya mulai dari 7 pagi hingga jam 9 malam juga tidak masalah. Karena itulah mulai dari mahasiswa hingga ibu rumah tungga bisa menjadi seorang reseller karena mereka tidak terlalu terpaku pada sebuah keadaan.

5. Modal Yang Sedikit.

Seorang reseller terbiasa untuk mencari tempat atau agen distributor dengan harga yang murah namun kualitas barangnya tetap bagus. Ditambah menjadi reseller tidak memerlukan suatu toko untuk melakukan penjualan. Karena itulah seorang reseller tidak memerlukan modal besar, mereka hanya memerlukan gadget, kuota internet, dan biaya untuk stock barang yang akan dijual.

Kerugian Reseller

Jika ada keuntungan pasti akan ada kerugian, begitu juga dengan menjadi seorang reseller pasti ada kerugian yang akan terjadi. Untuk meminimalisir kerugian, ada baiknya kalian melihat beberapa contoh kerugian yang dapat ditemui seorang reseller.

  1. Meskipun seorang reseller tidak memerlukan modal terlalu besar, namun tetap saja mereka membutuhkan biaya untuk membeli barang dan melakukan penyetokan barang. Selain itu mereka juga tetap memerlukan gudang penyimpanan tempat untuk menaruh barang-barang dagangan mereka. Apabila barang yang akan dijual berbentuk makanan maka mereka harus mencari tempat penyimpanan yang membuat makanan dapat bertahan lama.
  2. Apabila barang yang sudah mereka stock dari distributor belum juga habis, maka mereka akan mengalami kerugian. Terutama terjadi pada reseller makanan. Jika hal tersebut terjadi maka makanan tersebut terlanjur basi dan tidak dapat dijual kembali. Untuk reseller barang-barang pakai seperti pakaian atau kosmetik, apabila stock belum juga habis, biasanya mereka melakukan penjualan dengan harga yang lebih murah, sehingga selisih keuntungan mereka pun semakin menurun.
  3. Terkadang keuntungan yang di dapat oleh reseller tidak begitu besar karena harga yang diberikan dari distributor dan harga jual yang reseller tawarkan tidak terlalu berbeda jauh. Maka selisih keuntungan yang mereka dapatkan pun kecil.
  4. Seorang reseller yang menerima pesanan dari para pembeli akan mengurusnya sendiri, mulai dari pengecekkan barang hingga pengiriman barang. Mereka harus benar-benar memastikan barang ada dan berkualitas, karena apabila para pelanggan memberikan kritik pasti nilai reseller tersebut di mata pelanggan lainnya akan menjadi turun.
  5. Semakin banyaknya kompetitor dengan sistem yang sama membuat seorang reseller harus berpikir keras untuk melakukan strategi pemasaran.

Kata Ganti : Pengertian, Jenis, Beserta Contohnya {Lengkap}

Kata Ganti

Kata Ganti –  Setiap kegiatan atau pekerjaan seseorang pastinya menggunakan sebuah kata ganti, denganadanya kata ganti tersebut maka tidak perlu lagi untuk menuliskan nama orang atau nama benda secara terus menerus dan juga berulang – ulang. Berikut ini adalah pengertian dari kata ganti tersebut.

Pengertian Kata Ganti.

Kata Ganti
Kata Ganti

Kata ganti atau pronominal adalah kata yang dipergunakan sebagai pengganti subyek atau obyek yang berupa benda dan orang. Kata ganti berfungsi untuk efisiensi dan juga efektifitas kalimat dalam wacana atau paragraf. Dengan adanya kata ganti, maka tidak perlu menuliskan nama orang atau nama benda secara terus-menerus dan berulang.

Kata ganti merupakan salah satu jenis kata yang yang berfungsi untuk menggantikan kata benda atau orang tertentu yang tidak disebut secara langsung. Istilah untuk kata ganti disebut sebagai pronomina. Penggunaan kata ganti dimaksudkan agar suatu kalimat disampaikan secara lebih efektif dan tidak bertele-tele.

Contoh Kalimat Kata Ganti Berikut

Kata Ganti
Kata Ganti

“Ruli adalah anak yang sangat rajin beribadah, setiap adzan berkumandang ia selalu bergegas ke masjid untuk shalat berjamaah.”

Penjelasan :

Kata “ia” pada kalimat di atas adalah pronomina yang berfungsi menggantikan subyek “Ruli.” Subyek “Ruli” tidak perlu lagi diulang karena penggunaan kata ganti “ia” pada kalimat.

Jenis – Jenis Kata Ganti.

Kata Ganti
Kata Ganti

Kata ganti dalam bahasa Indonesia dibagi menjadi beberapa jenis, berikut diantaranya :

1. Kata Ganti Orang.

Kata ganti orang dapat diturunkan kembali ke dalam tiga bagian diantaranya yakni :

1. Kata ganti orang pertama.

Kata ganti orang pertama terdiri atas kata ganti orang pertama tunggal (menggunakan daku, ku, saya) dan jamak (menggunakan kata kami dan kita).

Contoh kata ganti orang pertama.

Saya akan pergi ke Jakarta pada tanggal 2 Desember 2116. (kata ganti orang pertama tunggal)

Kami baru akan pulang dari Jakarta pada tanggal 5 November 2016. (kata ganti orang pertama jamak)

Jangan ada permusuhan diantara kita karena pada hakekatnya kita semua adalah saudara. (kata ganti orang pertama jamak)

Aku akan bekerja keras demi istri dan anak-anakku. (kata ganti orang pertama tunggal)

2. Kata ganti orang kedua.

Kata ganti orang kedua terdiri atas kata ganti orang kedua tunggal (menggunakan kata anda, kamu, dikau, mu, dan engkau) dan kata ganti orang kedua jamak (menggunakan kata kalian, anda sekalian dan kamu sekalian).

Contoh kata ganti orang kedua :

Apa anda telah memahami akar masalah dari persoalan ini? (kata ganti orang kedua tunggal)

Bukankah kamu sendiri yang berjanji akan mengerjakan tugas itu? (kata ganti orang kedua tunggal)

Aku akan pelajari dan cermati semua yang engkau katakan. (kata ganti orang kedua tunggal)

Maaf, apa ini barang milikmu? (kata ganti orang kedua tunggal)

Aku harap kalian bisa mengerti dan memaklumi kondisi keuangan perusahaan yang kian terpuruk dewasa ini. (kata ganti orang kedua jamak)

Terima kasih saya sampaikan kepada anda sekalian yang berkenan mendonorkan darah di acara bakti sosial ini. (kata ganti orang kedua jamak)

3. Kata ganti orang ketiga

Kata ganti orang ketiga terdiri atas kata ganti orang ketiga tunggal (menggunakan kata beliau, dia, ia,-nya) dan kata ganti orang ketiga jamak (mereka).

Contoh kata ganti orang ketiga :

Rusmianti adalah anak yang sangat ramah, ia tak segan untuk tersenyum dan menyapa kepada siapa saja yang ia temui. (kata ganti orang ketiga tunggal)

Dia mengatakan padaku bahwa esok pagi tidak ada satupun karyawan yang datang terlambat. (kata ganti orang ketiga tunggal)

Para demonstran itu sangat brutal, mereka memaksa masuk ke kantor gubenur. (kata ganti orang ketiga jamak).

2. Kata Ganti Penunjuk.

Berdasarkan fungsinya, kata ganti penunjuk dapat diturunkan menjadi beberapa macam, diantaranya ialah :

1. Kata ganti penunjuk umum.

Kata ganti ini menggunakan kata ini dan itu dalam penerapan kalimatnya.

Contoh :

Piring dan perabot ini buatan luar negeri.

Jangan sentuh guci itu!

2. Kata ganti penunjuk tempat.

Kata ganti penunjuk tempat menggunakan kata situ, sini, sana, ke sini, dan ke sana.

Contoh :

Aku baru akan pergi ke sana, Kau jangan kemana-mana!

Kenapa kamu masih berdiri di sini?

Ketika berada di sana, aku lebih merasa tenang dan damai.

3. Kata ganti penunjuk ikhwal

Kata ganti penunjuk ikhwal dalam konteks kalimat menggunakan kata begini dan begitu.

Contoh kata ganti penunjuk ikhwal

Kalau kebijakan rimba yang diterapkan, maka beginilah jadinya.

Kami tidak akan menyepakati begitu saja sebelum terang-benderang titik persoalannya.

Aku menyesal kenapa harus berakhir begini.

3. Kata Ganti Penanya.

Kata ganti penanya dapat diturunkan kembali menjadi beberapa macam diantaranya ialah :

1. Kata ganti penanya orang atau benda

Kata ganti penanya orang atau benda dalam konteks kalimatnya menggunakan kata siapa, apa, dan yang mana.

Contoh kata ganti penanya orang atau benda :

Siapa dalang di balik kekacauan ini?

Alasan apa yang membuat anda mengunjungiku disaat seperti ini?

Peryataan yang mana dari lisan saya yang menyinggung anda?

2. Kata ganti penanya waktu.

Kata ganti penanya waktu menggunakan kata “kapan” dalam konteks kalimatnya.

Contoh kata ganti penanya waktu.

Kapan kau akan meminang seorang wanita untuk dijadikan istri?

Kapan kau akan pulang ke Surabaya?

Kapan anda akan menyelesaikan tugas-tugas kuliahmu?

3. Kata ganti penanya tempat

Kata ganti penanya tempat menggunakan kata dimana, kemana, dan dari mana dalam konteks kalimatnya.

Contoh kata ganti penanya tempat

Dari mana saja kau ini?

Dimana kau letakkan novel laskar pelangi milikku?

Kemana kau hendak pergi setelah semua yang menimpamu hari ini?

4. Kata Ganti Pemilik/Kepunyaan.

Pronomina posesiva merupakan sebutan lain untuk kata ganti pemilik. Kata ganti ini digunakan untuk menyatakan suatu pengganti kepemilikan. Kata ganti yang tergolong dalam kata ganti pemilik adalah -ku, -mu, -nya, kami, mereka. Kata ganti ini diletakkan di bagian belakang kata.

Contoh kata ganti pemilik/kepunyaan.

Bukuku hilang entah kemana semenjak dipinjam Doni.

Tulisanmu seperti tulisan seorang calon dokter.

Sumbangan kami raib dirampok sekawanan begal di tengah hutan.

Tangisan mereka ternyata belum membuahkan hasil.

Kerja kerasnya dipandang remeh oleh semua warga desa.

5. Kata Ganti Penghubung.

Pronomina relativa atau kata ganti penghubung digunakan sebagai penghubung antara induk kalimat dan anak kalimat. Contoh dari kata ganti penghubung adalah yang. Kata ganti penghubung ini sering ditemukan dalam kalimat majemuk. Hal ini dikarenakan dalam kalimat majemuk diperlukan suatu kata penghubung (konjungsi) untuk menghubungkan induk kalimat dan anak kalimat.

Contoh kata ganti penghubung.

Rumah yang berwarna hijau itu selalu ramai oleh anak-anak.

Ibu membuat masakan yang sangat lezat.

Seseorang yang bersandar di tiang listrik adalah ketua RT di wilayah ini.

6. Kata Ganti Tak Tentu.

Jenis kata ganti yang terakhir adalah kata ganti tak tentu. Kata ganti jenis ini digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang informasinya masih belum diketahui dengan jelas, baik wujud atau jumlahnya. Kata ganti tak tentu diantara sesuatu, seseorang, barang siapa, masing-masing, para.

Contoh kata ganti tak tentu.

Tunggulah di sini, Ani akan membawa sesuatu untukmu.

Ada seseorang yang selalu mengamatimu sepanjang hari ini.

Para wali murid diminta selalu mengawasi putra-putri mereka selama di rumah.

Barang siapa menemukan dompet berwana ungu tolong serahkan ke kantor polisi.

Masing-masing siswa mengambil jatah makan siang di kantin sekolah.

7. Pronomina Intratekstual Dan Ekstratekstual.

Dua jenis pronomina ini merupakan jenis pronomina yang dilihat dari hubungannya dengan nomina (kata benda) yang digantikan. Pronomina intratekstual merupakan kata ganti yang menggantikan kata benda yang ada dalam sebuah artikel/bacaan/percakapan. Sedangkan pronomina ekstratekstual menggantikan kata benda yang terdapat di luar sebuah artikel/bacaan/percakapan. Agar lebih jelas perhatikan

Contoh Pronomina Intratekstual dan Ekstratekstual.

Dengan kelembutan suaranya, Amelia mampu meluluhkan hati kedua orang tuanya untuk memberikan ijin pergi ke luar negeri. (kata ganti -nya secara jelas menunjuk ke Amelia)

Itu yang membuat Indri selalu gusar selama sepekan ini. (kata ganti -itu tidak jelas menggantikan hal apa)

Itulah sedikit penjelasan tentang kata ganti jadi kesimpulannya adalah kata yang digunakan untuk menggantikan sesuatu dengan nama barang atau dengan yang lainnya.

Demikian sedikit penjelasan tentang kata ganti semoga dengan adanya artikel tersebut dapat menambah wawasan anda semuanya. Sekian terimakasih.