11+ Siklus Akuntansi Beserta Penjelasannya A-Z {Lengkap}

Siklus Akuntansi

Siklus akuntansi – Siklus akuntansi merupakan proses penyusunan suatu laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan dan juga diterima.

Banyak sekali perusahaan terutama untuk perusahaan kecil dan juga menengah yang mencatat keuangan hanya sebatas mencatat jumlah pengeluaran dan pemasukan secara sederhana.

Informasi belum dapat dijadikan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan operasional usaha.

Informasi akuntansi dapat dihasilkan melalui siklus akuntansi tersebut.

Pengertian Siklus Akuntansi

Siklus Akuntansi
Siklus Akuntansi

Siklus akuntansi adalah sebuah Informasi berupa laporan keuangan yang dihasilkan melalui proses akuntansi yang panjang.

Pada proses tersebut terdapat tahap-tahap yang harus dipenuhi untuk mendapatkan hasil laporan yang baik, valid dan juga akuntabel. Tahap-tahap itulah yang kemudian disebut dengan siklus akuntansi.

Siklus akuntansi adalah sebuah  proses penyusunan suatu laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterima secara umum.

Prinsip-prinsip serta kaidah akuntansi, prosedur-prosedur, metode-metode serta teknik-teknik dari segala sesuatu yang dicakup dalam ruang lingkup akuntansi dicatat dalam suatu periode tertentu.

Pada umumnya, siklus akuntansi selalu dimulai dari transaksi sampai pada pembuatan laporan keuangan dari sebuauh perusahaan tersebut. Dilanjutkan dengan adanya saldo yang ditutup dengan jurnal penutup atau sampai pada jurnal pembalik.

Tujuan Pokok Akuntansi

Siklus Akuntansi
Siklus Akuntansi

Tujuan pokok akuntansi yaitu untuk dapat menyediakan informasi yang bermanfaat untuk pengambilan sebuah keputusan. Untuk dapat menghasilkan informasi yang kita inginkan, akuntan melakukan serangkaian kegiatan berupa pengumpulan dan pengolahan data akuntansi secara sistematik selama periode berjalan, biasanya selama satu tahun. Aktivitas pengumpulan dan juga pengolahan data akuntansi secara sistematik dalam satu periode akuntansi tersebut dikenal dengan proses akuntansi atau siklus akuntansi.

Siklus Akuntansi

Siklus Akuntansi
Siklus Akuntansi

Menurut Harnanto (2002), siklus akuntansi yang lengkap terdapat dalam 11 tahap, tetapi dua tahap diantaranya bersifat opsional. Di bawah ini merupakan beberapa tahapan dalam siklus akuntansi.

1. Identifikasi Transaksi

Langkah pertama dalam siklus akuntansi yatu mengidentifikasi transaksi. Akuntan harus mengidentifikasi transaksi sehingga dapat dicatat dengan baik dan benar. Tidak semua transaksi dapat dicatat, transaksi yang dapat dicatat yaitu transaksi yang mengakibatkan perubahan posisi keuangan perusahaan dan dapat dinilai ke dalam unit moneter secara objektif.

Selain itu, transaksi yang akan dicatat juga harus mempunyai bukti, jika tidak ada bukti maka transaksi tidak dapat dicatat dan juga dilaporkan dalam laporan keuangan. Bukti transaksi pada umumnya berupa kuitansi, nota, faktur, bukti kas keluar, memo penghapusan piutang dan lain sebagainya. Bukti-bukti tersebut tentu saja harus sah dan juga diverifikasi.

2. Analisis Transaksi

Setelah mengidentifikasi transaksi, akuntan harus menentukan pengaruhnya terhadap posisi keuangan. Untuk memudahkan, Anda dapat menggunakan persamaan matematis: Aktiva = Kewajiban + Ekuitas. Sistem pencatatan adalah double-entry system, yaitu setiap transaksi yang dicatat akan berefek terhadap posisi keuangan didebit dan dikredit dalam jumlah yang sama. Sehingga setiap transaksi mempengaruhi sekurang-kurangnya dua rekening pembukuan.

3. Pencatatan Transaksi Kedalam Jurnal

Setelah informasi transaksi dianalisis, kemudian dicatat secara runtut di buku jurnal. Jurnal adalah suatu catatan kronologis tentang transaksi-transaksi yang terjadi dalam suatu periode akuntansi. Proses pencatatan transaksi kedalam jurnal  disebut penjurnalan (journalizing).  Terdapat dua macam jenis jurnal, jurnal umum dan jurnal khusus.

Jurnal umum dikenal dengan istilah jurnal saja. Biasanya pencatatan transaksi dimasukan kedalam satu rekening yang didebit dan satu rekening dikredit. Sedangkan, jurnal khusus, diselenggarakan untuk meningkatkan efisiensi pencatatan terhadap transaksi yang berulang. Contohnya seperti jurnal penjualan, jurnal pembelian, jurnal penerimaan kas, dan lainnya.

4. Posting Buku Besar

Langkah selanjutnya yaitu mem-posting transaksi yang sudah dicatat dalam jurnal ke dalam buku besar. Buku besar adalah kumpulan rekening-rekening pembukuan yang masing-masing digunakan untuk mencatat informasi tentang aktiva tertentu.

Pada umumnya, perusahaan mempunyai daftar susunan rekening-rekening buku besar yang disebut chart of accounts. Masing-masing rekening biasanya diberi nomor kode, untuk memudahkan dalam mengidentifikasi dan membuat cross-reference dengan pencatatan transaksi di dalam jurnal.

5. Penyusunan Neraca Saldo

Neraca saldo adalah daftar saldo rekening-rekening buku besar pada periode tertentu. Cara menyusun neraca saldo sangat mudah, Anda hanya perlu memindahkan saldo yang ada di buku besar ke dalam neraca saldo untuk disatukan. Saldo pada neraca saldo harus sama jumlahnya. Jika jumlah saldo debit tidak sama dengan jumlah yang ada di kredit maka dikatakan bahwa neraca saldo tidak seimbang, masih ada kesalahan. Jika demikian, maka akuntan harus mencari kesalahan yang terjadi sebelum laporan disusun.

6. Penyusunan Jurnal Penyesuaian

Jika pada akhir periode akuntansi, terdapat  transaksi yang belum dicatat, atau ada transaksi yang salah, atau perlu disesuaikan maka dicatat dalam jurnal penyesuaian. Penyesuaian dilakukan  secara periodik, biasanya saat laporan akan disusun.

Pencatatan penyesuaian sama seperti pencatatan transaksi umumnya. Transaksi penyesuaian dicatat pada jurnal penyesuaian dan kemudian dibukukan kedalam buku besarnya. Setelah itu saldo yang ada di buku besar siap disajikan dalam laporan keuangan. Dengan kata lain, hasil akhir proses akuntansi adalah laporan keuangan yang disusun secara akrual basis.

7. Penyusunan Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Pada tahap ini, Anda hanya perlu menyusun neraca saldo kedua dengan cara memindahkan saldo yang telah disesuaikan pada buku besar ke dalam neraca saldo yang baru. Saldo dari akun-akun pada buku besar dikelompokan kedalam kelompok aktiva atau pasiva. Saldo antara kelompok aktiva dan pasiva pada neraca saldo ini juga harus seimbang. Namun, ingat saldo yang seimbang belum tentu benar tetapi saldo yang benar pasti seimbang.

8. Penyusunan Laporan Keuangan

Berdasarkan informasi pada neraca saldo setelah penyesuaian, tahap selanjutnya yaitu menyusun laporan keuangan. Laporan keuangan yang disusun seperti:

a.) Laporan laba rugi, untuk menggambarkan kinerja perusahaan.

b.) Laporan perubahan modal, untuk melihat perubahan modal yang telah terjadi.

c.) Neraca, dapat digunakan memprediksi likuiditas, solvensi, dan fleksibilitas.

d.) Laporan arus kas, memberikan informasi yang relevan mengenai kas keluar dan kas masuk pada periode berjalan.

9. Penyusunan Jurnal Penutup

Setelah membuat laporan keuangan, akuntan harus membuat jurnal penutup. Jurnal penutup hanya dibuat pada akhir periode akuntansi saja. Rekening yang ditutup hanya rekening nominal atau rekening laba-rugi. Caranya adalah dengan me-nol kan atau membuat nihil rekening terkait. Rekening-rekening nominal harus ditutup karena rekening tersebut digunakan untuk mengukur aktivitas atau aliran sumber-sumber yang terjadi pada periode berjalan. Pada akhir periode akuntansi, rekening nominal sudah selesai menjalankan fungsinya sehingga harus ditutup. Selanjutnya, pada periode berikutnya dapat digunakan kembali untuk mengukur aktivitas yang baru dan mulai terjadi.

10. Penyusunan Neraca Saldo Setelah Penutupan (Opsional)

Pada langkah ini, akuntan menyusun neraca saldo setelah penutupan. Neraca saldo ini adalah daftar saldo rekening-rekening buku besar setelah dibuatnya jurnal penutup. Oleh karena itu neraca saldo ini hanya memuat saldo rekening-rekening permanen saja.

Tujuan pembuatan neraca saldo setelah penutupan adalah untuk memperoleh keyakinan bahwa saldo yang seimbang sudah benar. Sehingga penyusunan neraca saldo ini tidak wajib hanya bersifat opsional.

11. Penyusunan Jurnal Pembalik (Opsional)

Tujuan jurnal pembalik adalah menyederhanakan prosedur pencatatan transaksi-transaksi tertentu yang terjadi secara repetitif pada periode berikutnya. Karena tujuannya untuk menyederhanakan maka tahap terakhir ini juga bersifat opsional.

Jurnal pembalik biasanya dibuat pada awal periode berikutnya. Caranya dengan membuat jurnal pembalik dari jurnal penyesuaian yang telah dibuat. Dengan kata lain membalikan akun yang telah dibuat pada jurnal penyesuaian dari yang awalnya debit menjadi kredit dan dari yang awalnya kredit menjadi debit.

Pemanfaatan teknologi komputer sangat berdampak positif pada kegiatan akuntansi. Siklus akuntansi yang panjang dapat dibuat dengan mudah dan cepat dengan bantuan software akuntansi online. Jurnal merupakan salah satu software akuntansi berbasis Cloud yang dapat membantu Anda melakukan proses akuntansi dengan cepat, mudah, dan aman.

Anda hanya perlu memasukan data-data akuntansi perusahaan, maka secara otomatis Jurnal akan memprosesnya dan menghasilkan laporan keuangan yang Anda inginkan. Selain itu, jurnal juga memiliki fitur-fitur lain untuk membantu Anda mengelola keuangan perusahaan. Untuk melihat fitur yang tersedia klik di sini.

Kapan Waktu Siklus Akuntansi Berlangsung?

Siklus akuntansi dimulai dan selesai dalam periode akuntansi, waktu di mana laporan keuangan disusun. Dalam konsep akuntansi, periode akuntansi bervariasi dan bergantung pada berbagai faktor.

Namun, jenis periode akuntansi yang paling umum adalah periode tahunan. Selama siklus ini berlangsung, banyak transaksi terjadi dan dicatat. Pada akhir tahun, laporan keuangan umumnya disiapkan. Entitas publik wajib menyerahkan laporan keuangan pada tanggal tertentu.

Pentingnya Mengetahui Dasar-dasar Akuntansi

Untuk sepenuhnya memahami siklus ini, penting untuk memiliki pemahaman yang kuat tentang prinsip-prinsip akuntansi dasar. Anda harus tahu tentang pengakuan pendapatan (ketika perusahaan dapat mencatat pendapatan penjualan), prinsip pencocokan (pencocokan biaya dengan pendapatan), dan prinsip akuntansi akrual.

Konsep-konsep dasar ini akan memungkinkan Anda untuk membangun laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas, yang merupakan langkah paling penting dalam siklus akuntansi.

Demikianlah sedikit informasi tentang siklus akuntansi semoga dengan adanya artikel diatas dapat menambah ilmun dan juga wawasan kalian semua tentang ilmu akuntansi terutama tentang siklus akuntansi. Sekian dan terimakasih.

Akuntansi: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Manfaat, dan Macamnya Lengkap

Pengertian Akuntansi

Pegertian Akuntansi – Akuntansi  adalah terjemahan dari kata accounting, yang bila kita terjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti menghitung. Akuntansi dalam dunia usaha dapat dikatakan sebagai bahasa bisnis karena hampir seluruh kegiatan bisnis didunia baik perorangan maupun perusahaaan besar menggunakan akuntansi untuk menghitung serta untuk mengambil keputusan yang berhubungan dengan bisnis yang mereka jalankan.

Pengertian Akuntansi

Pengertian Akuntansi
Pengertian Akuntansi

Akuntansi ialah suatu proses yang diawali dengan mencatat, mengelompokkan, mengolah serta menyajikan data, mencatat transaksi apapun yang berhubungan dengan keuangan sehingga informasi yang didapat tersebut digunakan oleh orang yang berkompeten dengan informasi tersebut, serta informasi tersebut sebagai bahan pengambilan suatu keputusan yang ada.

Akuntansi sendiri juga telah disebut “bahasa bisnis”untuk dapat mengukur hasil kegiatan ekonomi dalam organisasi dan juga menyampaikan informasi ini kepada berbagai pihak, termasuk investor, kreditor, manajemen, dan regulator.

Secara umum Akuntansi adalah sistem informasi yang dapat dipertanggungjawabkan untuk memberi laporan yang berhubungan dengan keuangan kepada pihak yang membutuhkan serta memberikan informasi tentang kondisi perusahaaan secara ekonomi.

Dari uraian diatas, pengertian akuntansi ialah suatu kegiatan dalam mengidentfikasikan, menghitung, mengelompokkan dan menilai sebuah kejadian yang berhubungan dengan keuangan atau kegiatan yang dapat menghasilkan data kuantitatif serta data kualitatif terutama yang bersifat keuangan dan digunakan dalam pengambilan keputusan (Amin W. 1997).

Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

Pengertian Akuntansi
Pengertian Akuntansi

Berikut ini adalah beberapa pengertian menurut para ahli

1. Abu Bakar A dan Wibowo.

Akuntansi merupakan suatu proses mencatat, mengidentifikasi dan mengkomunikasikan semua transaksi ekonomi perusahaan.

2. Paul Grady.

Akuntansi ialah sebuah body of knowledge serta memiliki fungsi organisasi secara tersusun, orisinil, otentik, menganalisa dan menafsirkan seluruh kejadian dan transaksi serta analisa keuangan yang akan terjadi dalam kegiatan akuntansi untuk menyediakan informasi yang diutuhkan manajemen tentang semua laporan dan pertanggungjawaban atas kepercayaan yang diterimanya.

3. Kieso dan Weygandt.

Akuntansi ialah sebuah sistem informasi yang dimulai dari menklasifikasi, pencatatan dan mengkomunikasikan segala kejadian ekonomi dari organisasi atau perusahaan ke pihak yang mempunyai kepentingan atas informasi tersebut.

4. Accounting Principle Board.

Akuntansi merupakan suatu aktivitas atau kejadian jasa untuk menyajikan informasi yang bersifat kuantitatif dimana informasi tersebut berupa tolok ukur materi mengenai suatu badan ekonomi yang digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam memilih alternatife kebijakan ekonomi yang harus diambil.

5. American Institute of Certified Public Accountant.

Akuntansi ialah suatu seni mencatat, mengikhtisarkan dan mengelola proses tertentu dalam ukuran moneter, transaksi serta kejadian yang bersifat keuangan dan menyimpulkan hasil dari penilaian tersebut.

6. Kohler’s Dictionary.

Akuntansi yaitu suatu seni pencatatan dari proses transaksi keuangan.

7. West Churman.

Akuntansi yakni pengalaman tertulis yang digunakan untuk mengambil suatu keputusan yang diambil dalam sebuah perusahaan.

8. American Accounting Association.

Akuntansi ialah sebuah proses pengidentifikasian, pencatatan, pengukuran dan laporan keuangan dari suatu organisasi yang dijadikan suatu informasi dalam pengambil keputusan ekonomi oleh pihak yang membutuhkan.

9. Sophar Lumbantoruan.

Akuntansi yaitu alat yang digunakan sebagai bahasa bisnis dimana informasi yang disampaikan hanya mampu dipahami jika mekanisme akuntansi telah dimengerti.

10. M.Gede.

Akuntasi merupakan sutu ilmu pengetahuan terapan dan seni pencatatan yang dilakukan secara terus menerus menurut aturan dan sisitemnya, pengolahannya dan analisa catatan tersebut dapat tersusun dalam bentuk laporan keuangan sebagai suatu alat pertanggungjawaban dari pimpinan perusahaan maupun lembaga terhadap hasil kerjanya.

11. Keputusan Menteri Keuangan.

Akuntansi merupakan sebuah proses penngumpulan, penganalisaan, pengklarifikasi, pencatatan, pelaporan, dan perigkasan terhadap transaksi keuangan dari kesatuan ekonomi untuk menyediakan informasi keuangan bagi yang membutuhkan informasi tersebut dan digunakan untuk pengambilan suatu keputusan.

12. Warren dkk.

Akuntansi yaitu sebuah sistem informasi yang menyetorkan atau menghasilkan laporan keuangan kepada pihak pihak yang terkait atau pihak yang berkepentingan mengenai kegiatan ekonomi suatu perusahaan.

13. Arnold.

Akuntansi sebagai suatu sisitem yang digunakan untuk dapat memberikan suatu informasi khususnya informasi keuangan kepada siapapun yang membutuhkan informasi terutama pada pihak pengambil keputusan dan pihak yang mengendalikan.

14. Rudianto.

Akuntansi yaitu sistem informasi yang menyetorkan atau menghasilkan laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak terkait dan berkepentingan dengan kegiatan ekonomi serta keadaan badan usaha tertentu.

Sejarah Akuntansi

Pengertian Akuntansi
Pengertian Akuntansi

Sejarah ilmu akuntansi sudah berusia ribuan tahun dan juga dapat ditelusuri ke peradaban kuno.Perkembangan pada awalnya yaitu pada Mesopotamia kuno dan terkait erat dengan perkembangan dalam penulisan, penghitungan dan sistem uang.

Ada juga bukti bentuk awal pembukuan berasal pada masa Iran kuno dan juga sistem audit berawal oleh penduduk Mesir dan Babilonia kuno.  Pada masa Kaisar Augustus, pemerintah Romawi juga mempunyai akses ke informasi keuangan terperinci.

Pembukuan entri ganda dipelopori dalam komunitas Yahudi di Timur Tengah abad pertengahan awal dan selanjutnya disempurnakan di Eropa abad pertengahan yang lalu.  Karya pertama tentang sistem pembukuan entri ganda diterbitkan di Negara Italia, oleh Luca Pacioli yang dikenal sebagai bapak akuntansi.

Akuntansi mulai beralih ke profesi terorganisir pada abad kesembilanbelas dan juga membentuk badan bernama Institute of Chartered Accountants yang membawahi para profesional di Inggris pada tahun 1880.

Proses dalam Akuntansi

Pengertian Akuntansi
Pengertian Akuntansi

Seperti yang dijabarkan diatas, akuntansi yaitu sekumpulan proses yang berkaitan dengan proses keuangan yang terjadi pada bisnis atau organisasi. Prosesnya terdiri dari mencatat, meringkas, menganalisis, dan juga melaporkan data. Berikut ini adalah penjelasan keempat proses tersebut.

1. Mencatat

Proses pertama dan terpenting dalam sebuah proses akuntansi yaitu pencatatan berbagai transaksi yang dibuat dalam perusahaan. Ini juga dapat disebut sebagai pembukuan yang merupakan proses mengenali transaksi dan juga memasukannya sebagai catatan sebuah proses akuntansi tersebut.

Pembukuan hanya berkaitan dengan segmen pencatatan dan tidak ada yang lain. Dalam akuntansi sendiri biasanya terdiri dari banyak pembukuan guna kepentingan pencatatan yang terperinci. Pemeliharaan prosedur ini terjadi secara sistematis.

Berikut ini adalah 3 tahap pencatatan transaksi keuangan :

  • Menggunakan sistem yang akan membantu Anda dalam mengelola catatan keuangan.
  • Melacak transaksi keuangan secara terperinci.
  • Menggabungkan laporan untuk menyajikan dalam satu set pada akhir laporan keuangan.

2. Meringkas

Data mentah pada umumnya adalah hasil pencatatan transaksi. Namun, data mentah ini tidak terlalu penting bagi sebuah organisasi. Data mentah tidak mempunyai arti yang berarti dalam proses pengambilan keputusan.

Disinilah kerja seorang akuntan, membagi data mentah ini menjadi beberapa kategori dan kemudian menerjemahkannya. Jadi setelah melakukan pencatatan transaksi kemudian dapat ditindaklanjuti dengan meringkas.

3. Pelaporan

Urusan di perusahaan yaitu sepenuhnya tanggung jawab manajemen. Pemilik bisnis harus tahu tentang berbagai operasi yang terjadi dalam perusahaan dan jjuga bagaimana perusahaan menggunakan uang mereka.

Untuk mengatasi hal ini, pemilik menerima laporan keuangan tesebut. Mereka menerima laporan ini setiap bulanan, tiga bulanan dan  laporan tahunan yang merangkum semua kinerja mereka.

4. Menganalisa

Pada akhirnya, menganalisa yaitu akhir dari setiap proses yang telah Anda lakukan. Setelah merekam dan ringkasan, sangat penting untuk menarik kesimpulan dalam sebuah bisnis. Manajemen bertanggung jawab untuk memeriksa poin positif dan negatif.

Oleh karena itu, untuk menganalisis semua ini, akuntansi memperkenalkan konsep perbandingan. Membandingkan laba, penjualan, ekuitas, dan sebagainya satu sama lain untuk menentukan dan menganalisis kinerja, mengambil keputusan dan membuat pertumbuhan suatu organisasi bisnis

Dasar-dasar Akuntansi

Pengertian Akuntansi
Pengertian Akuntansi

Dalam mempelajari ilmu akuntansi, Anda harus mengerti dan juga faham tentang istilah ALOE. Jangan bingung, ini bukan nama tanaman! ALOE yaitu sebuah istilah yang mempunyai peran penting dalam dunia akuntansi dan pemahaman tentang seluruh pengertiannya. Berikut adalah adalah pengertian dari “A-L-O-E”.

A – Assets (Aset)

L – Liabilities (Kewajiban)

O E– Owner’s Equity (Ekuitas Pemilik)

Ini merupakan salah satu konsep dasar dalam akuntansi. Persamaan dasar akuntansi juga dapat berlaku seperti ini:

Aset = Kewajiban + Ekuitas Pemilik

Dibawah ini merupakan arti dari setiap istilah yang ada terdapat pada ALOE.

Assets: Aset yaitu barang-barang milik Anda dan Anda adalah pemiliknya. Barang-barang ini sesuai dengan “nilai” dan dapat memberi Anda uang sebagai imbalannya. Contoh Aset yaitu Mobil, Rumah, dll.

Liabilities: Apa pun yang Anda punyai adalah kewajiban. Bahkan pinjaman yang Anda ambil dari bank untuk membeli segala jenis aset adalah senuah kewajiban.

Owner’s Equity : Jumlah total uang tunai yang diinvestasikan seseorang dalam suatu organisasi yaitu Ekuitas Pemilik. Investasi yang dapat dilakukan tidak selalu berupa uang, bisa saja dalam bentuk stok produk juga.

Tujuan Akuntansi

Pengertian Akuntansi
Pengertian Akuntansi

Berikut ini adalah beberapa tujuan yang diterapkan dalam banyak bisnis:

1. Pencatatan yang Terperinci

Seperti yang kami sebutkan diatas bahwa akuntansi adalah sebuah bahasa bisnis, bahasa dari transaksi yang telah terjadi. Otak manusia tidak dapat menyimpan informasi tanpa akhir, dengan demikian, proses akuntansi bertanggung jawab untuk dapat  menyimpan catatan semua transaksi yang dilakukan dalam suatu perusahaan.

2. Laba Rugi

Bisnis harus berbanding lurus dengan sebuah  keuntungan. Ini semua tentang menghasilkan sebuah laba. Bagan akuntansi laba rugi menentukan apakah ada untung atau rugi yang dibuat dalam bisnis. Penghasilan dan pengeluaran menentukan untung dan rugi.

3. Utilitas Sumber Daya

Sumber daya yaitu sebuah bagian yang sangat penting dari sebuah organisasi mana pun dan agar perusahaan berfungsi dengan lancar, sumber daya memainkan peran penting.

Dengan melakukan sebuah pencatatan, berarti sudah melakukan tanggung jawab untuk dapat melaporkan kepada perusahaan tentang setiap  kegiatan keuangan beserta waktunya. Karenanya, menjadi mudah bagi manajemen untuk melihat laporan keuangan karena akuntan sudah mencatat perinciannya sebelum memasukkan maupun membelanjakan uang.

4. Estimasi Posisi Keuangan Bisnis

Seorang pebisnis tidak hanya tertarik untuk mengetahui Untung dan juga Rugi dari bisnisnya, tetapi dia juga ingin tahu berapa banyak dia berutang kepada kreditornya dan berapa banyak dia harus membayar kepada debitornya.

Untuk tujuan ini, mereka telah menyiapkan pernyataan di mana semua rincian tersebut dicatat. Pernyataan ini dikenal sebuah Neraca. Dengan bantuan Neraca, posisi keuangan bisnis dapat dipahami lagi.

5. Membantu dalam Pengambilan Keputusan

Dengan bantuan semua catatan keuangan yang telah dibuat dengan cara mengikuti prosedur akuntansi, keputusan dapat dibuat berdasarkan semua informasi yang pada akhirnya membantu kelancaran fungsi organisasi dan pengembangan bisnis yang lebih baik.

Macam-macam Bidang akuntansi

Pengertian Akuntansi
Pengertian Akuntansi

Pada artikel ini kami sudah membahas macam macam bidang akuntansi secara lengkap dan juga singkat. Akuntansi sendiri mempunyai bidang yang berbeda dan sesuai peruntukannya. Di bawah ini adalah contoh dan juga pengertian setiap bidang yang mungkin Anda pernah dengar.

1. Akuntansi Keuangan

Akuntansi keuangan berfokus pada pelaporan informasi keuangan organisasi kepada pengguna informasi eksternal, seperti investor, calon investor dan juga kreditor. Juga untuk dapat menghitung dan mencatat transaksi bisnis dan juga menyiapkan laporan keuangan untuk pengguna eksternal sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia

2. Akuntansi Manajemen

Bidang ini berfokus pada pengukuran, analisis, dan juga pelaporan informasi yang dapat membantu manajer dalam membuat keputusan untuk memenuhi tujuan organisasi tersebut. Dalam akuntansi manajemen, tindakan dan laporan internal didasarkan pada analisis biaya-manfaat, dan tidak diharuskan untuk mengikuti standar akuntansi di Indonesia.

3. Akuntansi Pajak

Untuk akuntansi perpajakan ialah struktur metode  yang berfokus pada pajak daripada tampilan laporan keuangan. Standar perpajakan juga berbeda dengan standar akuntansi keuangan maupun PSAK, hal ini dikarenakan dalam perpajakan tidak ada namanya akuntansi, yang ada hanya pencatatan pembukuan saja.

4. Akuntansi Forensik

Bidang ini merupakan perpaduan antara bidang ilmu akuntansi dengan kemampuan investigatif untuk memecahkan suatu masalah atau sengketa keuangan atau dugaan fraud yang pada akhirnya akan diputuskan oleh pengadilan atau arbitrase atau  tempat penyelesaian perkara lainnya.

Perkembangan Akuntansi di Indonesia

Pengertian Akuntansi
Pengertian Akuntansi

Seiring perkembangan ilmu akutansi yang terus berlanjut, Indonesia sendiri juga sudah membentuk Dewan standar akuntansi keuangan (DSAK) dibawah Ikatan Akuntan Indonesia atau IAI. Badan ini menentukan dan merancang setiap standar  yang nantinya harus dipatuhi oleh perusahaan negara dan swasta.

Pendekatan Indonesia terhadap adopsi standar IFRS atau International Financial Reporting Standards terus dilakukan untuk meminimalkan perbedaan perbedaan yang signifikan. IFRS sendiri adalah adalah standar dasaryang diadaptasi oleh Badan Standar Akuntansi Internasional atau International Accounting Standards Board (IASB)

Sejumlah standar yang dibentuk sebagai bagian dari IFRS dikenal dengan nama terdahulu Internasional Accounting Standards (IAS). IAS dikeluarkan antara tahun 1973 dan 2001 oleh Badan Komite Standar Akuntansi Internasional  Internasional Accounting Standards Committee.

Saat ini, DSAK berkomitmen untuk mempertahankan selisih satu tahun dengan IFRS yang dikeluarkan oleh IASB sampai Indonesia memutuskan kapan akan digunakan untuk adopsi penuh.

Oleh karena itu, harapannya adalah untuk menyatukan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) dengan IFRS saat mereka berdiri pada tanggal 1 Januari 2014 diimplemantasikan pada tanggal 1 Januari 2015, lalu dengan IFRS saat  pada 1 Januari 2015 diimplementasikan pada 1 Januari 2016, dan seterusnya.

Kecuali ada alasan untuk tidak melakukan begitu. Misalnya, IFRS 9 tidak akan diadopsi sedikit demi sedikit; Indonesia sedang menunggu sampai semua fase selesai sebelum mempertimbangkan untuk mengadopsi seluruh standar yang berlaku.

Indonesia juga akan mempertimbangkan hasil dari penerapan gelombang pertama standar yang dihasilkan dari proses konvergensi sebelum standar baru dikembangkan.

Yurisdiksi ini juga akan menyediakan periode transisi tiga hingga empat tahun untuk standar baru, namun, Indonesia pada saat yang sama berusaha untuk menjaga kesenjangan antara tanggal efektif IFRS baru dan IFAS baru yang didasarkan pada pengimplementasian secepat mungkin.

Indonesia sendiri berbagai macam standar akuntansi yang berbeda. Untuk mengetahui berbagai macamnya, Anda bisa mengunjungi link ini.

Teknologi Mendorong Kemudahan dalam Proses Akuntansi

Pengertian Akuntansi
Pengertian Akuntansi

Kemajuan teknologi membuat cara lama mulai ditinggalkan. Dengan adanya software accounting membuat proses pencatatan, pengelolaan keuangan dan membuat laporan keungan menjadi mudah dan lebih cepat. Terlebih lagi dengan sistem terkini, seperti cloud accounting.

Dengan cloud accounting Anda bisa memantau pengelolaan keungan bisnis kapan saja dan dimana saja. Proses pencatatan transaksi dan keuangan menjadi lebih praktis dan juga minim kesalahan. Anda bisa mengakses laporan keuangan secara harian, mingguan dan bulanan tanpa harus pergi ke kantor atau menghubungi akuntan Anda.

Untuk kemudahan ini, Anda bisa menggunakan Acccounting software terbaik dan memiliki fitur terlengkap. Gunakan Accurate Online, Accounting software terbaik di Indonesia dengan fitur terlengkap untuk semua jenis bisnis. Accurate Online telah dipakai oleh dari 300 ribu entitas bisnis di Indonesia dan memenangkan penghargaan Top Brand Awards selama 4 tahun berturut-turut mulai dari tahun 2016.

Accurate Online sendiri juga sudah sesuai dengan standard akuntansi keungan yang berlaku di Indonesia dan memiliki fitur penghitungan pajak yang terbaik jika dibandingkan dengan accounting software buatan Indonesia lainnya

Jadi kini Anda bisa merasakan kemudahan dalam menjalani bisnis Anda dengan Accurate Online. Coba Accurate Online secara GRATIS selama 30 hari melalui link ini.

Fungsi Akuntansi

Pengertian Akuntansi
Pengertian Akuntansi

Fungsi akuntansi yang utama adalah sebagai media informasi khususnya informasi keuangan suatu organisasi atau perusahaan, karena dari informasi tersebut dapat diperoleh suatu laporan ekonomi dimana kita dapat mengetahui kondisi ekonomi suatu oraganisasi ataupun badan usaha, serta mengetahui perubahan yang terjadi dalam organisasi tersebut. Akuntansi dapat memberikan informasi data kuantitatif dengan ukuran uang. Informasi tentang kondisi keuangan organisasi atau perusahaan sangat dibutuhkan oleh pihak pembuat keputusan dalam pengambilan kebijakan ekonomi untuk pihak didalam organisasi ataupun pihak diluar organisasi ataupun badan usaha tersebut.

Akuntansi dapat menjadi alat yang memaparkan tentang apapun kondisi yang terjadi dalam perusahaan khususnya yang berhubungan dengan pihak keuangan perusahaan tersebut. Dapat disimpulkan bahwa ada dua macam informasi yang dapat diberikan terkait proses akuntansi. Yang pertama informasi tentang nilai perusahaan dan yang kedua informasi yang menjelaskan tentang untung rugi perusahaan.

1. Mengetahui berapa keuntungan atau kerugian perusahaan dalam suatu periode tertentu.

2.Mengetahui keuntungan bersih perusahaan setelah dikurangi biaya operasional.

3. Mengetahui besarnya modal perusahaan serta investasi yang dapat dilakukan perusahaan sehubungan dengan laba perusahaan.

4. Sebagai sarana perusahaan dalam mencari tambahan modal bagi perluasan usaha.

5. Sebagai media untuk menghitung besarnya pajak yang harus dibayar oleh perusahaan.

6. Sebagai sarana untuk memberikan informasi kepada investor pasar saham untuk bisa mencatatkan saham perusahaan di pasar saham.

7. Sebagai sarana bagi perusahaan untuk mengambil keputusan guna kebutuhan perusahaan dimasa selanjutnya.

Dengan demikian maka telah selesai pembahasan kita mengenai pengertian akuntansi, fungsi akuntansi, dan bidang-bidan akuntansi. Jangan lupa untuk mengunjungi artikel yang lain pada blog ini, agar wawasanmu bertambah. Sekian dan terimakasih.

 

5+ Peraturan Bulu Tangkis Mulai A-Z yang WAJIB Anda Ketahui {Lengkap}

Peraturan Bulu Tangkis Peraturan Bulu Tangkis

Peraturan bulu tangkis – Bulutangkis (badminton) adalah salah satu cabang olahraga yang paling populer di Negara Indonesia. Berbagai kejuaraan bergengsi duniapun telah dapat diraih oleh para atlet kita yang telah membanggakan tanah air Negara Indonesia ini.

Beberapa kejuaraan diantaranya adalah Olimpiade, Kejuaraan dunia, All England, Asian Games serta Sea Games untuk pertandingan regional. Ada banyak juga kejuaraan super series yang telah diselenggarakan oleh berbagai negara di dunia.

Banyak sekali penggemar bulu tangkis di Indonesia mulai dari anak-anak hingga tua dan muda. Akan lebih baik lagi selain memainkan bulu tangkis dengan teknik dasar bulu tangkis tersebut. Kita juga harus mengetahui apa saja peraturan permainan dalam olahraga bulu tangkis tersebut.

Peraturan bulu tangkis yang telah ditetapkan oleh induk organisasi bulu tangkis internasional atau BWF. Berikut ini merupakan beberapa peraturan dalam permainan bulu tangkis yang perlu anda ketahui.

Peraturan Penilaian Bulu Tangkis

Ada beberapa macam penilaian yang telah digunakan dalam peraturan bulu tangkis, antara lain :

  • Dalam permainan bulu tangkis baik itu nomor ganda maupun tunggal, terdiri dari 21 poin, seperti yang telah digunakan pada sebelumnya. Misalnya kedua tim yang bertanding mendapatkan nilai sama 20 – 20, maka selisih poin harus 2 point. Misalkan anda meraih poin 21 sedangkan lawan mendapat poin 20, maka anda belum keluar sebagai pemenang pertandingan tersebut. Anda akan keluar sebagai pemenang jika angka anda dengan musuh selisih 2 angka, menjadi 22 – 20. Angka maksimal setiap permainan yaitu 30, untuk itu jika terjadi poin 29 – 29. Maka pemenangnya adalah pemain yang lebih dulu mendapat poin 30.
  • Dalam pertandingan bulu tangkis baik nomor tunggal atau ganda terdiri dari 2 set. Jika tim anda memenangkan 2 set sekaligus, maka tidak perlu ada tambahan set ketiga. Namun apabila tim anda memenangkan set pertama, tapi kalah pada set kedua. Maka akan ada tambahan satu set yang biasa disebut dengan rubber game. Set ketiga ini merupakan set penentuan di mana pemenang pada set tersebut, berarti keluar sebagai pemenangnya.

Peraturan Bulu Tangkis Pertandingan Ganda

  • Peraturan bulu tangkis dalam pertandingan nomor ganda cabang olahraga bulu tangkis memiliki beberapa peraturan bulu tangkis sebagai berikut :
  • Pukulan service yang pertama dilakukan selalu dari bidang sebelah kanan.
  • Sebelum pertandingan dimulai telah ditetapkan pihak tim mana yang akan melakukan service pertama. Pemain yang di bidang sebelah kanan akan memulai pukulan service ke arah lawan yang berdiri secara diagonal di depannya.
  • Pemain yang boleh menerima bola atau shuttlecoock, hanya pemain yang berdiri secara diagonal dihadapan pemain yang melakukan service. Apabila shuttlecock hasil service terkena atau dipukul pemain yang tidak berhadapan dengan pemain yang melakukan service. Maka pihak yang melakukan service yang mendapatkan poin.

Peraturan Bulu Tangkis Pertandingan Tunggal

Untuk pertandingan tunggal bulu tangkis memiliki peraturan bulu tangkis tambahan sebagai berikut :

  • Pemain akan melakukan atau menerima service di bidang lapangan sebelah kanan hanya bila nilai pelaku service itu 0. Atau angka genap dalam pertandingan seperti poin 2, 4, 6 dan seterusnya.
  • Sebaliknya, jika nilai pelaku service tersebut adalah angka ganjil seperti 1, 3, 5, dan seterusnya. Maka service dilakukan dan diterima dari bidang lapangan sebelah kiri.
  • Kedua pemain yang bertanding akan mengubah bidang lapangan tempat service jika mendapatkan poin.

Kesalahan Pemain

Kesalahan berikut ini sering terjadi pada pertandingan bulu tangkis, itu sebabnya kita harus mengerti peraturan bulu tangkis.

Beberapa kesalahan pemain yaitu sebagai berikut :

  • Shuttlecock yang sedang dalam permainan sudah dipukul sebelum menyeberang ke lapangan pihak yang melakukan pukulan. Biasanya hal tersebut terjadi saat adu netting, dengan bola yang tanggung dan cukup dekat dengan net. Jika shuttlecock tersebut belum masuk ke sisi lapangan sendiri, maka bola tersebut tidak boleh dipukul. Apabila bola masih berada di area permainan lawan namun sudah dipukul, maka akan terjadi fouls dan poin akan diberikan kepada lawan.
  • Ketika shuttlecock dalam permainan, ada seorang pemain menyentuh jaring atau tiang penyangga dengan raket,bagian tubuh, atau bajunya. Hal tersebut juga termasuk pelanggaran dan menghasilkan poin untuk tim lawan.
  • Kejadian shuttlecock dipukul dua kali berurutan, atau juga peristiwa shuttlecock menyentuh di raket saat pukulan dilakukan. Hal tersebut terjadi pada pertandingan nomor ganda. Jika shuttlecock sudah menyentuh raket pemain yang ada di depan maka pemain belakang tidak boleh memukul shuttlecock lagi. Jika hal tersebut terjadi dalam pertandingan, maka akan terjadi pelanggaran dan poin akan diberikan kepada tim lawan. Begitu juga jika shuttlecock menyentuh bagian badan salah satu pemain. Maka pemain lain dalam tim tidak boleh lagi memukul shuttlecock yang telah menyentuh badan temannya tersebut.
  • Pemain yang melakukan service diharuskan melakukan service jika pemain lawan telah dalam posisi siap. Penerima service dianggap siap jika ia melakukan gerakan untuk menerima service yang telah dibayangkan. Penerima service dapat mengangkat tangan sebagai tanda bahwa ia belum siap menerima service dari lawan.
  • Pemain pelaku dan penerima service harus berdiri di dalam batas area servicenya masing-masing dan bagian dari kedua kaki pemain tersebut harus tetap bersentuhan dengan lantai, dalam posisi diam, hingga shuttlecock tersentuh raket. Pemain yang melakukan serta menerima service atau pemain lain dalam nomor ganda. Tidak boleh melakukan gerakan yang berlebihan sehingga memecah konsentrasi pemain lawan.

Kesalahan Saat Melakukan Service

Terdapat beberapa kesalahan yang biasa atau sering dilakukan oleh pemain bulu tangkis ketika melakukan service. Jika yang melakukan kesalahan adalah pemain yang berada pada posisi service, maka akan menggagalkan service yang dilakukannya dan menambah angka untuk tim lawan

Apabila kesalahan dilakukan oleh pemain yang ada di posisi menerima service. Maka poin tersebut akan didapatkan oleh tim yang melakukan service. Peraturan bulu tangkis yang harus diketahui saat melakukan service.

Berikut ini adalah kesalahan-kesalahan dalam service yang biasa dilakukan oleh pemain :

  • Saat pemain melakukan service, posisi shuttlecook saat di sentuh raket berada di atas ketinggian pinggang dari pemain yang melakukan service. Atau salah satu bagian kepala raket berada pada posisi lebih tinggi dari salah satu bagian tangan pemain yang melakukan service. Jika hal tersebut terjadi maka service judge akan meneriakkan fouls. Sehingga pemain lawan yang akan mendapat angka atau poin.
  • Ketika pemain melakukan service dan shuttlecock jatuh pada bidang service yang salah. Artinya shuttlecock jatuh tidak pada bidang diagonal dengan pelaku service. Atau jatuh di depan garis service pendek, atau jatuh di belakang garis service panjang. Ataupun jatuh di luar garis batas samping lapangan, maka pemain dapat membiarkannya. Shuttlecock tersebut dinyatakan keluar, maka poin akan didapat oleh pemain yang menerima service.
  • Selanjutnya adalah kesalahan pada kaki pelaku service yang tidak berada dalam bidang servicenya. Atau kaki penerima service tidak berada dalam bidang servicenya yang berseberangan diagonal.
  • Ketika atau sebelum melakukan service, salah satu pemain melakukan gerak tipu atau pura-pura dan secara sengaja mengejutkan lawannya. Sehingga memecahkan konsentrasi dari pemain lain maka hal tersebut juga termasuk pelanggaran.
  • Pada saat service atau sedang reli, shuttlecock mengenai badan pemain jatuh ke luar lapangan. Maka hal ini termasuk kesalahan dan poin akan diberikan kepada tim lawan.

Demikian artikel mengenai peraturan bulu tangkis yang perlu anda ketahui. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda semua . sekian dan terimakasih.