1001+ Contoh Gurindam Lengkap Dengan Maknanya {REKOMENDED}

Contoh Gurindam

Contoh Gurindam Lengkap dengan Penjelasan dan Cirinya – Gurindam adalah puisi lama yang memiliki tiga karakteristik, fitur pertama dari setiap umpan terdiri dari dua baris yang memiliki sajak yang sama (a-a, b-b atau c-c). Fitur kedua adalah jumlah suku kata di setiap baris antara 10-14 suku kata. Dan fitur ketiga, hubungan antara baris satu dan dua membentuk kalimat majemuk yang memiliki hubungan kausal.

Kita sudah tahu contoh satu jenis gurindam, yang merupakan contoh gurita bengkok. Kali ini, kita akan belajar tentang contoh tema gurindam tertentu, di mana tema khusus untuk contoh gurita adalah pendidikan. Penggemar sastra tentu saja sangat akrab dengan gurindam.

Namun, meskipun gurindam dikenal sebagai sastra Melayu tetapi sebenarnya itu adalah sastra Hindu. Guindam pertama kali dibawa ke kepulauan oleh seorang Hindu, ia mengajar sastra Hindu (gurindam) bersama dengan ajaran Hindu. Bagaimana jika kita membaca gurindam dalam versi kuno kita akan menemukan ajaran Hindu dalam gurindam sastra.

Bagaimana Penjelasan Gurindam tentang Pendidikan?

contoh Gurindam pendidikan adalah sebagai berikut.

  • Kalau anak tidak dididik,

kelak dia tidak cerdik

  • Kalau anak tidak berguru,

kelak dia tiada berilmu

  • Anak kalau terlalu manja,

nanti dia tiada berdaya

  • Kalau anak tidak dibina,

kelak dia jadi celaka

  • Kalau anak tidak berdisiplin,

nanti pasti jadicerakin

  • Anak akan bertabiat kasar,

kalau dia tidak diajar

  • Kalau anak tidak berteladan,

dia gampang dibujuk setan

  • Anak dididik secara otoriter,

kelak pasti akan keteter

  • Jika anak tidak dipeduli,

kelak dia jad pembenci

  • Jika dididik tanpa sayang,

anak akan menjadi bajing

  • Anak akan menjadi muhib,

kalau dididik secara arif

  • Mungkin anak menjadi gila,

bila dia sering dicela

  • Anak tidak akan mengabdi,

jika dia sering dibenci

  • Anak akan menjadi afdal,

kalau dijauhkan dari nakal

  • Anak akan menjadi setan,

kalau tidak ada teladan

  • Jika anak diajar agama,

kelak dia akan berguna

  • Jika sering mendegar tengkar,

anak akan menjadi ingkar

  • Anak akan menjadi bajul,

jika lingkungannya beragajul

  • Kalau anak kurang diajar,

tak mungkin dia jadi pintar

  • Anak akan menjadi jahil,

jika mendapat pengajar bahil

  • Anak dididik secara alim,

tentu suka akan mustakim

  • Anak akan menjadi tak karuan,

jika mendapat perlakuan baran

  • Anak akan menjadi sesat,

jika pendidik kurang siasat

  • Anak akan menjadi lutung,

jika pendidiknya mata betung

  • Anak akan menjadi edan,

kalau mendapat jelek teladan

  • Anak jika selalu didera,

dia tidak akan jera

  • Anak dididik orang bengal,

dia nanti menjadi binal

  • Jika anak tiada berguru,

mudah jadi sahabat hantu

  • Anak akan berubah akal,

kalau dididik tanpa akal

  • Kalau anak bertabur duit,

mudah dia digoda afrit

  • Kalau anak diajar makrifat,

kenal dia dengan akhirat

  • Jika dilingkungan tidak harmonis,

anak akan disahabati iblis

Apa Saja Contoh Gurindam tentang Pendidikan?

Contoh Gurindam Pendidikan

(1) Barang siapa hendak bertanya

Maka tanyalah pada ahlinya

(2) Barang siapa mencari ilmu

Maka carilah ke para guru

(3) Jika belajar besungguh-sungguh

Keberhasilan akan kau rengkuh

(4) Jika berilmu janganlah angkuh

Nanti dirimu akan terjatuh

(5) Jikalau engkau belajar kitab

Maka haruslah taati adab

(6) Ketika engkau tengah belajar

Haruslah tekun dan juga sabar

(7) Barang siapa tidak berilmu

Bagaikan kursi tidak bertumpu

(8) Belajar untuk raih faedah

Bukan sekadar raih ijazah

Sebutkan Contoh Lain dari Gurindam Pendidikan?

(9) Mencari ilmu wajib hukumnya

Baik si kanak atau si tua

(10) Ilmu jangan hanya dihafalkan

Namun juga harus diamalkan

(11) Guru yang tak bisa jadi teladan

Bagaikan bayang tanpa si badan

(12) Guru yang mampu jadi teladan

Bagaikan sinar di kegelapan

(13) Belajar mesti bertahap

Bagai membangun sebuah atap

(14) Seorang guru mesti bersabar

Kepada murid yang dia ajar

(15) Murid haruslah bersikap baik

Kepada guru yang tengah didik

(16) Kalau engaku tidak tahu

Maka harus cari ilmu

(17) Kalau anak tidak dibina

Nanti dia jadi celaka

(18) Jika kita belajar agama

Maka kita akan mampu mengenal-Nya

(19) Jika anak tak dididik dengan sayang

Maka nanti dia jadi pembangkang

(20) Jika anak dididik dengan kasih

Maka hatinya tak akan lirih

(21) Kepada guru harus beradab

Kepada rekan jangan biadab

(22) Jika anak tidak punya teladan

Maka nanti dia ‘kan kelimpungan

(23) Jika anak tidak dapat satu bimbingan

Maka nanti dia ‘kan kebingungan

(24) Ilmu mesti harus diamalkan

Agar ilmu tidak terlupakan

(25) Jangan hanya pandai saja di benak

Namun juga harus pandai di tindak

(26) Orang yang berilmu tanpa amal

Bagai pohon rindang berbuah banal

(27) Belajar jangan hanya mendamba hasil

Namun mesti pelahan bagai mencicil

(28) Hidup akan jadi tidak keruan

Jika tidak punya ilmu pedoman

(29) Belajar dengan penuh kesungguhan

Akan mendapatkan kemenangan

(30) Segala ilmu yang didapatkan

Mesti diajarkan dan diamalkan

(31) Jangan berani engkau berfatwa

Jika kau memang bukan ahlinya

(32) Si murid akan terus melawan

Jika dididik dengan bentakan

(33) Didiklah anak dengan teladan

Bukan sekadar dengan  ucapan

(34) Belajarlah dengan tulus ikhlas

Nanti Tuhan akan memberi balas

Berilah Contoh Gurindam Terbaik?

  • Kalau anak tidak dididik,

kelak dia tidak cerdik

  • Kalau anak tidak berguru,

kelak dia tiada berilmu

  • Anak kalau terlalu manja,

nanti dia tiada berdaya

  • Kalau anak tidak dibina,

kelak dia jadi celaka

  • Kalau anak tidak berdisiplin,

nanti pasti jadicerakin

  • Anak akan bertabiat kasar,

kalau dia tidak diajar

  • Kalau anak tidak berteladan,

dia gampang dibujuk setan

  • Anak dididik secara otoriter,

kelak pasti akan keteter

  • Jika anak tidak dipeduli,

kelak dia jad pembenci

  • Jika dididik tanpa sayang,

anak akan menjadi bajing

  • Anak akan menjadi muhib,

kalau dididik secara arif

  • Mungkin anak menjadi gila,

bila dia sering dicela

  • Anak tidak akan mengabdi,

jika dia sering dibenci

  • Anak akan menjadi afdal,

kalau dijauhkan dari nakal

  • Hendaklah pemimpim memegang amanat

Supaya dicintai dan dihormati oleh rakyat

  • Dengan Ibu dan Bapak hendaknya hormat

Supaya dapat rahmat serta selamat

  • Apabila banyak mencela orang

Itulah tanda dirinya kurang

  • Barang siapa tiada memegang agama

Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama

  • Apabila terpelihara dari lidah

Niscaya dapat daripada faedah

  • Barang siapa mengenal dunia

Tahulah ia barang yang tak berdaya

  • Pikir dulu sebelum berkata

Supaya terhindar dari silang sengketa

  • Jika kena penyakit kikir

Maka sanak-saudara akan menyingkir

  • Ingatkan dirinya mati

Itulah asal berbuat budi

  • Kasihkan orang yang berilmu

Tanda rahmat atas dirimu

  • Hormat akan orang yang pandai

Tanda mengenal kasa dan cindai

  • Raja mufakat dengan menteri

Seperti kebun berpagarkan duri

  • Cahari darimu akan abadi

Yang terampil serta berbudi

  • Sebelum bekerja pikirlah terlebih dahulu

Supaya uang yang didapat berkah selalu

  • Kurang pikir kurang siasat

Pastilah engkau akan tersesat

  • Shalat lima waktu tiada lupa

Mati kapan pun siap terasa

  • Cinta pacar sebesar gunung

Cinta orang tua tiada berujung

  • Hendaklah pelihara kaki

Daripada berjalan yang membawa rugi.

  • Barang siapa menuntut ilmu

Tiada manusia yang akan menipu

  • Barang siapa putus asa

Pasti Allah akan murka

  • Barang siapa kuat berusaha

Pasti kejayaan muncul bersama

  • Barang siapa meninggalkan yang lima

Pasti hidup tidak sempurna

  • Barang siapa melawan kata ibu dan bapa

Kelak hidup akan binasa

  • Barang siapa ikhlas bersahabat

Pasti persahabatan terjalin hebat

  • Barang siapa berpegang kepada Al-Quran

Pasti jiwa tenang tiada keresahan

  • Barang siapa menjalin muafakat

Pasti hidup menjadi berkat

  • Barang siapa menjalin cinta

Jauhkan diri daripada nafsu buana

  • Barang siapa yang kaya raya

Ingatlah kepada yang susah sengsara

  • Apabila banyak berkata-kata,

di situlah jalan masuk dusta.

  • Cahari olehmu akan guru

yang mampu memberi ilmu

  • Apabila orang yang banyak tidur

sia-sia sahajalah umur

  • Barang siapa menuntut ilmu

Tiada manusia yang akan menipu

  • Barang siapa putus asa

Pasti Allah akan murka

  • Barang siapa kuat berusaha

Pasti  kejayaan muncul bersama

  • Barang siapa meninggalkan yang lima

Pasti hidup tidak sempurna

  • Barang siapa melawan kata ibu dan bapa

Kelak hidup akan binasa

  • Barang siapa ikhlas bersahabat

Pasti persahabatan terjalin hebat

  • Barang siapa berpegang kepada Al-Quran

Pasti jiwa tenang  tiada keresahan

  • Barang siapa menjalin muafakat

Pasti hidup menjadi berkat

  • Barang siapa menjalin cinta

Jauhkan diri  daripada nafsu buana

Barang siapa yang kaya raya

Ingatlah kepada yang susah sengsara

Bagaimana Contoh Gurindam Terbaik?

Apabila banyak berkata-kata,

di situlah jalan masuk dusta.

Cahari olehmu akan guru

yang mampu memberi ilmu

Apabila orang yang banyak tidur

sia-sia sahajalah umur

Barang siapa menuntut ilmu

Tiada manusia yang akan menipu

Barang siapa putus asa

Pasti Allah akan murka

Barang siapa kuat berusaha

Pasti  kejayaan muncul bersama

Barang siapa meninggalkan yang lima

Pasti hidup tidak sempurna

Barang siapa melawan kata ibu dan bapa

Kelak hidup akan binasa

Barang siapa ikhlas bersahabat

Pasti persahabatan terjalin hebat

Barang siapa berpegang kepada Al-Quran

Pasti jiwa tenang  tiada keresahan

Barang siapa menjalin muafakat

Pasti hidup menjadi berkat

Barang siapa  menjalin cinta

Jauhkan diri  daripada nafsu buana

Hendaklah pemimpim memegang amanat

Supaya dicintai dan dihormati oleh rakyat

Dengan Ibu dan Bapak hendaknya hormat

Supaya dapat rahmat serta selamat

Apabila banyak mencela orang

Itulah tanda dirinya kurang

Barang siapa tiada memegang agama

Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama

Apabila terpelihara dari lidah

Niscaya dapat daripada faedah

Barang siapa mengenal dunia

Tahulah ia barang yang tak berdaya

Pikir dulu sebelum berkata

Supaya terhindar dari silang sengketa

Jika kena penyakit kikir

Maka sanak-saudara akan menyingkir

Ingatkan dirinya mati

Itulah asal berbuat budi

Kasihkan orang yang berilmu

Tanda rahmat atas dirimu

Hormat akan orang yang pandai

Tanda mengenal kasa dan cindai

Raja mufakat dengan menteri

Seperti kebun berpagarkan duri

Cahari darimu akan abadi

Yang terampil serta berbudi

Sebelum bekerja pikirlah terlebih dahulu

Supaya uang yang didapat berkah selalu

Kurang pikir kurang siasat

Pastilah engkau akan tersesat

Shalat lima waktu tiada lupa

Mati kapan pun siap terasa

Cinta pacar sebesar gunung

Cinta orang tua tiada berujung

Hendaklah pelihara kaki

Daripada berjalan yang membawa rugi.

Apa Saja Contoh Gurindam Terbaik?

 

Contoh Gurndam Lainnya :

(1) Barang siapa hendak bertanya

Maka tanyalah pada ahlinya

Maknanya: Tidak semua pertanyaan bisa dilontarkan ke sembarang orang sebab setiap orang memiliki pengetahuan yang berbeda.

(2) Barang siapa hendak mencari ilmu

Maka carilah ke para guru

Maknanya: Guru adalah orang yang memiliki ilmu, maka hendaklah kita mencari ilmu ke para guru.

(3) Jika belajar besungguh-sungguh

Keberhasilan akan kau rengkuh

Maknanya: Rajin belajar adalah cara mendapatkan keberhasilan.

(4) Jika berilmu janganlah angkuh

Nanti dirimu akan terjatuh

Maknanya: Jangan sombong karena memiliki ilmu. Tirulah ilmu padi yang semakin merunduk jika berisi.

(5) Jikalau engkau belajar kitab

Maka haruslah taati adab

Maknanya: Belajar kitab itu ada aturan dan etikanya.

(6) Ketika engkau tengah belajar

Haruslah tekun dan juga sabar

Maknanya: Tidak boleh bosan untuk belajar. Harus tetap tekun dan juga sabar.

(7) Barang siapa tidak berilmu

Bagaikan kursi tidak bertumpu

Maknanya: Orang yang tidak punya ilmu sulit untuk menjalani hidup dan sumber penghidupan.

(8) Belajar untuk raih faedah

Bukan sekadar raih ijazah

Maknanya: Sekolah itu bukan semata-mata untuk mencari ijazah saja, tapi juga mencari faedahnya.

(9) Mencari ilmu wajib hukumnya

Baik si kanak atau si tua

Maknanya: Setiap orang wajib mencari ilmu tanpa mengenal usia.

(10) Ilmu jangan hanya dihafalkan

Namun juga harus diamalkan

Maknanya: Jangan cuma biasa teori saja, tapi juga harus bisa prakteknya.

Apa Saja Keunikan dari Artikel Pendidikan dan Berilah Contohnya?

(11) Guru yang tak bisa jadi teladan

Bagaikan bayang tanpa si badan

Maknanya: Guru itu harus bisa memberi contoh yang baik, bukan hanya ucapannya saja.

(12) Guru yang mampu jadi teladan

Bagaikan sinar di kegelapan

Maknanya: Guru harus bisa memberi contoh yang baik dan mulia.

(13) Belajar mesti bertahap

Bagai membangun sebuah atap

Maknanya: Kita tidak bisa menguasai semua hal secara langsung, tapi ada tahapan-tahapan yang harus dilalui terlebih dahulu.

(14) Seorang guru mesti bersabar

Kepada murid yang dia ajar

Maknanya: Guru harus sabar dengan tingkah laku muridnya.

(15) Murid haruslah bersikap baik

Kepada guru yang tengah didik

Maknanya: Setiap murid harus sopan dan menjaga etika kepada gurunya.

(16) Kalau engkau tidak tahu

Maka harus cari ilmu

Maknanya: Kalau tidak bisa jangan diam, tapi harus belajar.

(17) Kalau anak tidak dibina

Nanti dia jadi celaka

Maknanya: Orang tua harus mendidik anaknya dari kecil agar menjadi orang yang baik waktu dewasa kelak.

(18) Jika kita belajar agama

Maka kita akan mampu mengenal-Nya

Maknanya: Dengan mendalami ilmu agama, maka kita akan menyadari betapa agungnya Tuhan YME.

(19) Jika anak tak dididik dengan sayang

Maka nanti dia jadi pembangkang

Maknanya: Mendidik anak harus dengan lemah lembut, bukan dengan kekerasan.

(20) Jika anak dididik dengan kasih

Maka hatinya tak akan lirih

Maknanya: Jangan berlaku keras kepada anak agar hatinya tidak kecewa dan sedih.

Demikianlah Artikel tentang Contoh Gurindam Lengkap dengan Penjelasan dan Cirinya. Semoga dengan adanya penjelasan dan contoh gurindam di atas dapat bermanfaat bagi kita semua dalam mempelajari puisi lama.

Tujuan Hukum adalah : Pengertian, Jenis, Sifat, dan Unsur {Lengkap}

Tujuan Hukum

Tujuan Hukum – Mempelajari kali ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya tentang pengertian, elemen, karakteristik dan jenis hukum yang dapat Anda pelajari di sini. Jadi artikel ini bertujuan untuk memperluas pemahaman hukum, terutama pemahaman tentang sifat, fungsi, jenis dan tujuan hukum yang banyak dari kita mungkin tidak peduli.

Pengertian Hukum        

Tujuan Hukum
Tujuan Hukum

Apa yang diketahui tentang hukum? Definisi Hukum adalah sistem pengaturan di mana ada norma dan sanksi yang ditujukan untuk mengendalikan perilaku manusia, menjaga ketertiban dan keadilan dan mencegah kekacauan.

Ada juga yang mengatakan bahwa definisi hukum adalah aturan atau ketentuan yang dibuat, baik secara tertulis maupun tertulis, di mana isinya mengatur kehidupan masyarakat dan ada sanksi / hukuman bagi mereka yang melanggarnya.

Keberadaan hukum bertujuan untuk melindungi setiap individu dari penyalahgunaan kekuasaan dan menjaga keadilan. Dengan hukum di suatu negara, setiap orang di negara itu memiliki hak untuk mendapatkan keadilan dan pertahanan di depan hukum. Kita dapat mengenali hukum karakteristiknya, yaitu:

1. Ada perintah / larangan, yang merupakan sesuatu yang bisa atau tidak bisa dilakukan oleh seseorang di komunitas.

2. Sifatnya meyakinkan, yang berarti bahwa setiap individu harus mematuhi hukum yang berlaku tanpa kecuali.

3. Ada sanksi, yaitu sanksi yang diberikan kepada pihak yang melanggar hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pengertian Hukum Menurut Para Ahli

Tujuan Hukum
Tujuan Hukum

Untuk lebih memahami apa definisi hukum itu, kita bisa merujuk pada pendapat para pakar berikut:

1. Prof. Doctor Mochtar Kusumaatmadja

Menurut Prof. Doctor Mochtar Kusumaatmadja, pengertian hukum adalah semua aturan dan prinsip yang mengatur interaksi kehidupan dalam masyarakat di mana tujuannya adalah untuk menjaga ketertiban yang dilakukan melalui berbagai institusi dan proses untuk melaksanakan supremasi hukum sebagai kenyataan di masyarakat.

2. J. C. T. Simorangkir

Menurut J. C. T. Simorangkir, definisi hukum adalah semua peraturan yang mengikat dan menentukan semua perilaku manusia dalam masyarakat, yang dilakukan oleh lembaga yang berwenang.

3. S. M. Amin

Menurut S. M. Amin, pengertian hukum adalah seperangkat aturan yang terdiri dari norma dan sanksi di mana tujuannya adalah untuk membangun ketertiban dalam hubungan manusia dalam suatu masyarakat, sehingga ketertiban dan keamanan dipertahankan dan dipertahankan.

4. piring

Menurut Plato, gagasan hukum adalah seperangkat aturan yang tertata dengan baik dan tertib yang mengikat bagi hakim dan masyarakat.

5. E. M. Meyers

Menurut E. M. Meyers, pengertian hukum adalah aturan yang berisi pertimbangan moral yang membahas perilaku manusia dalam suatu masyarakat dan menjadi rujukan atau pedoman bagi otoritas negara dalam melaksanakan tugasnya.

6. Prof. Doctor Van Kan

Menurut Prof. Doctor Van Kan, gagasan hukum adalah totalitas aturan hidup yang wajib ketika tujuannya adalah untuk melindungi kepentingan manusia dalam masyarakat suatu negara.

Unsur-Unsur Hukum

Tujuan Hukum
Tujuan Hukum

Hukuman diberikan kepada pelanggar hukum.

Setiap hukum di dunia memiliki beberapa elemen di dalamnya. Unsur-unsur hukum adalah sebagai berikut:

1. Mengelola Perilaku Masyarakat

Seperti disebutkan sebelumnya, tujuan utama hukum adalah mengatur tingkat perilaku dalam masyarakat. Artinya, semua perilaku dalam interaksi manusia dalam masyarakat diatur oleh hukum.

2. Hukum Yang Dibuat Oleh Lembaga Khusus.

Hukum tidak dapat dibuat oleh semua pihak, tetapi melalui lembaga atau lembaga resmi yang memiliki wewenang untuk melakukannya. Misalnya, KUHP yang dibuat oleh Negara, dalam hal ini dilakukan oleh Badan Legislatif.

3. Regulasi Paksa

Hukum adalah aturan yang mengikat. Oleh karena itu, setiap individu dalam suatu masyarakat harus mengetahui hukum yang berlaku dan akan dikenakan sanksi jika ia melanggar.

Misalnya, peraturan lalu lintas yang mengharuskan setiap pengemudi memiliki SIM (SIM) sebelum berkendara di jalan raya. Pengemudi yang tidak memiliki kartu SIM akan dikenai sanksi dari pihak berwenang.

4. Hukuman / Hukuman Untuk Pelanggar.

Hukum telah menjelaskan tentang aturan dan juga hukuman yang akan dijatuhkan pada pelanggar. Adapun sanksi atau hukuman yang berlaku untuk setiap pelanggar hukum, mereka mematuhi undang-undang yang disepakati.

Sanksi dapat berupa hukuman penjara, sanksi sosial dan bahkan hukuman mati. Misalnya, para pelaku korupsi dijatuhi hukuman penjara sesuai dengan putusan pengadilan.

Jenis-Jenis Hukum

Tujuan Hukum
Tujuan Hukum

Secara umum, ada 8 jenis divisi hukum di Indonesia. Mengacu pada pengertian hukum, untuk beberapa tipe adalah sebagai berikut:

1. Hukum Berdasarkan Isinya.

Hukum perdata, yang merupakan hukum yang mengatur hubungan antar manusia berdasarkan kepentingannya. Contoh hukum privat adalah: Hukum perdata, hukum dagang, hukum perdata.

Hukum publik, yaitu hukum yang mengatur hubungan setiap individu dalam masyarakat dengan negara dan sangat terkait dengan kepentingan publik. Misalnya hukum konstitusi, hukum pidana, hukum administrasi negara.

2. Hukum Berdasarkan Sumber.

Hukum, yaitu hukum yang telah ditetapkan dalam hukum dan peraturan.

Hukum adat, yaitu hukum yang didasarkan pada norma adat di suatu daerah.

Hukum hukum, yang merupakan kesepakatan antara dua atau lebih negara di bidang peradaban.

Hukum yurisprudensi, yaitu hukum yang didasarkan pada keputusan hakim sebelumnya untuk menyelesaikan kasus yang sama.

Hukum doktrinal, yaitu pernyataan berdasarkan pendapat seseorang atau beberapa ahli hukum dan disepakati oleh semua pihak.

3. Hukum Berdasarkan Formulir.

Hukum tertulis, yaitu hukum yang terkandung dalam beberapa buku hukum.

Hukum non tertulis, yaitu hukum yang berlaku dalam masyarakat dan dipatuhi, bahkan jika itu tidak tertulis.

4. Hukum Berdasarkan Tempat.

Hukum nasional, yaitu, hukum yang berlaku hanya di wilayah suatu negara.

Hukum internasional, yaitu hukum yang mengatur hubungan antar negara di dunia internasional.

5. Hukum Berdasarkan Waktu.

Ius constutum, yang merupakan hukum positif yang sekarang berlaku untuk masyarakat tertentu di daerah tertentu.

Ius constendum, yang merupakan undang-undang yang diharapkan untuk diterapkan di masa depan.

Hukum dasar, yaitu, hukum kodrat yang berlaku di semua tempat, setiap saat dan untuk semua bangsa di dunia.

6. Hukum Berdasarkan Cara Mempertahankannya.

Hukum material, yaitu hukum yang mengatur kepentingan dan hubungan di mana perintah dan larangan diwujudkan.

Hukum formal, yaitu hukum yang mengatur bagaimana menerapkan hukum materiil.

7. Hukum Berdasarkan Sifat.

Paksakan hukum, yang merupakan hukum yang meyakinkan dan bersifat mutlak, terlepas dari keadaan.

Hukum saat ini, yang merupakan hukum yang dapat dikesampingkan jika pihak yang berkepentingan memiliki aturan sendiri.

8. Hukum Berdasarkan Bentuknya.

Hukum obyektif, yaitu hukum yang ada di suatu negara dan umumnya diterapkan.

Hukum subyektif, yaitu hukum yang berlaku hanya untuk pihak tertentu, atau disebut juga hak.

Sifat Hukum

Tujuan Hukum
Tujuan Hukum

1. Hukum Pengaturan

Undang-undang menetapkan beberapa peraturan, baik peraturan dalam bentuk larangan dan perintah yang akan mengatur semua perilaku manusia dalam kehidupan masyarakat untuk menciptakan ketertiban dan keamanan.

2. Hukum Paksa

Hukum memiliki kapasitas dan wewenang untuk memaksa warga untuk mematuhi semua aturan. Ada hukuman ketat bagi mereka yang melanggar hukum.

3. Hukum perlindungan

Hukum diciptakan untuk melindungi hak-hak setiap orang dan menjaga keseimbangan antara berbagai kepentingan yang ada dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tujuan Hukum

Tujuan Hukum
Tujuan Hukum

Ada dua teori tentang tujuan hukum yang dikenal dalam literatur hukum, yaitu, teori etika dan teori pelayanan publik.

Satu-satunya teori etika adalah mencapai keadilan dan memberikannya kepada semua yang memiliki hak untuk itu.

Teori layanan publik bertujuan untuk memberikan manfaat (benefit) kepada begitu banyak orang di masyarakat.

Teori etika lebih didasarkan pada etika dan konten hukumnya ditentukan oleh keyakinan dalam dirinya sendiri tentang ketidakberpihakan atau apa yang tidak adil.

Tujuan hukum adalah universal, seperti ketertiban, kedamaian, kedamaian, kebahagiaan, dan kemakmuran dalam kehidupan di masyarakat. Kehadiran hukum berarti bahwa semua kasus dapat diselesaikan melalui proses peradilan dengan hakim perantara berdasarkan aturan dan peraturan yang berlaku.

Hukum juga bertujuan untuk melindungi dan mencegah semua orang menjadi hakim bagi diri mereka sendiri. Inti dari tujuan hukum adalah untuk memberikan kebahagiaan dan keadilan.

Berikut ini adalah tujuan hukum:

1. Membawa kemakmuran untuk hidup di masyarakat.

2. Mengatur hubungan hidup manusia dengan kedamaian.

3. Berikan instruksi untuk orang-orang dalam hubungan komunitas.

4. Pastikan kebahagiaan sebanyak mungkin untuk semua orang.

5. Sarana untuk melakukan keadilan sosial (kelahiran dan pikiran).

6. Mesin pengembangan.

7. Sebagai fungsi kritis.

Tujuan Hukum Menurut Pendapat Para Ahli

Tujuan Hukum
Tujuan Hukum

Berikut ini adalah tujuan hukum menurut para ahli, di bawah ini

1. Aristoteles (teori etika)

Lengkapi tujuan hukum untuk mencapai keadilan. Itu berarti memberi semua orang apa yang menjadi hak mereka.

2. Jeremy Bentham (Teori layanan publik)

Tujuan hukum adalah untuk mencapai kenyamanan. Ini berarti bahwa hukum akan menjamin kebahagiaan bagi sebanyak mungkin orang (1990).

3. Geny (D.H.M. Meuvissen: 1994)

Untuk mencapai keadilan dan sebagai elemen keadilan, yaitu, “pentingnya penggunaan dan manfaat.”

4. Van Apeldorn

Tujuan hukum adalah untuk mengatur interaksi kehidupan manusia secara damai. Kedamaian di antara manusia dijaga oleh hukum dengan melindungi kepentingan hukum seperti kehormatan, kemandirian jiwa dan hak milik pihak yang merugikan (Van Apeldorn: 1958).

5. Prof. Subekti S.H.

Tujuan hukum adalah untuk melaksanakan keadilan dan ketertiban, yang merupakan syarat untuk membawa kemakmuran dan kebahagiaan (Subekti: 1977).

6. Purnadi dan Soerjono Soekanto

Tujuan hukum adalah perdamaian kehidupan manusia, yang mencakup tatanan interpersonal eksternal dan ketenangan internal pribadi (Purnadi – Soerjono Soekanto: 1978).

Fungsi Hukum

Tujuan Hukum
Tujuan Hukum

Sebagai perlindungan dimana hukum akan melindungi masyarakat dan ancaman bahaya.

Fungsi keadilan adalah bahwa hukum adalah pelindung, pelindung dan memberikan keadilan bagi manusia.

Dalam perkembangan hukum itu menjadi referensi untuk tujuan Negara.

Fungsi hukum secara umum adalah:

1. Lindungi kepentingan manusia.

2. Alat untuk ketertiban dan ketertiban manusia dalam masyarakat.

3. Berarti melaksanakan keadilan sosial.

4. Sarana alat pengembangan.

5. Alat kritis / fungsi kritis

6. Selesaikan perselisihan

Demikian adalah  penjelasan singkat tentang definisi hukum, unsur, tujuan dan berbagai jenis hukum secara umum. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah persepsi Anda. TERIMAKASIH.

Tujuan Negoisasi : Pengertian, Arti, Manfaat, Jenis, dan Cirinya {Lengkap}

Tujuan Negoisasi

Tujuan Negoisasi – Tujuan AFTA didirikan untuk pertama kalinya, yaitu, untuk meningkatkan daya saing ekonomi negara-negara ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi pasar dunia. Menarik investor eksternal dan meningkatkan perdagangan di antara negara-negara anggota ASEAN.

Pengertian Negosiasi

Tujuan Negoisasi
Tujuan Negoisasi

Apa yang dimaksud dengan negosiasi? Memahami negosiasi adalah suatu bentuk interaksi sosial antara beberapa pihak yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan bersama yang dianggap menguntungkan pihak-pihak yang bernegosiasi. Orang-orang yang melakukan kegiatan negosiasi disebut negosiator.

Menurut kamus Oxford, arti negosiasi adalah cara melakukannya dalam upaya mencapai kesepakatan melalui diskusi formal. Negosiasi dilakukan oleh dua pihak atau lebih di mana masing-masing pihak memiliki pendapat / tujuan yang berbeda dan ada proses negosiasi untuk mencapai kesepakatan.

Kegiatan negosiasi digunakan dalam berbagai bidang kehidupan dan biasanya melibatkan masalah banyak orang. Misalnya, dalam dunia bisnis dan organisasi, kegiatan di kedua bidang tidak pernah lepas dari proses negosiasi.

Dalam Etimologi, kata negosiasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu, “bernegosiasi” dan “berunding,” yang berarti berbicara, bernegosiasi, atau menawar. Kata itu kemudian memiliki turunan lain, yaitu “negosiasi” yang berarti menjelaskan kegiatan mendiskusikan atau menegosiasikan sesuatu dengan pihak lain untuk mencapai kesepakatan.

Pengertian Negosiasi Menurut Para Ahli

Tujuan Negoisasi
Tujuan Negoisasi

Agar Anda dapat lebih memahami arti negosiasi, berikut adalah beberapa gagasan negosiasi menurut para ahli:

1. Jackman (2005)

Menurut Jackman, definisi negosiasi adalah proses yang terjadi antara dua pihak atau lebih yang awalnya memiliki pemikiran berbeda dan akhirnya mencapai kesepakatan.

2. Oliver (Purwanto, 2006)

Menurut Oliver, definisi negosiasi adalah transaksi di mana dua pihak berhak atas hasil akhir.

Untuk alasan ini, perjanjian dari kedua belah pihak diperlukan sampai ada proses pengiriman dan penerimaan timbal balik untuk mendapatkan kesepakatan bersama.

3. Hindle Team (Rustono, 2008)

Menurut Tim Hindle dalam buku mereka “keterampilan negosiasi”, gagasan negosiasi adalah kemampuan untuk merekonsiliasi hasil yang baik untuk semua pihak.

4. Robbins (2003)

Menurut Robbins, gagasan negosiasi adalah proses di mana ada dua pihak atau lebih yang bertukar barang atau jasa dalam upaya menyepakati tingkat kerja sama mereka.

5. Ulinuha (2013)

Definisi umum dari negosiasi adalah proses negosiasi melalui negosiasi untuk mencapai kesepakatan antara kedua pihak.

Tujuan Negosiasi

Tujuan Negoisasi
Tujuan Negoisasi

Semua aktivitas negosiasi harus memiliki tujuan yang ingin dicapai oleh pihak-pihak yang bernegosiasi. Tujuan negosiasi adalah sebagai berikut:

1. Mencapai kesepakatan yang dianggap menguntungkan semua pihak.

2. Untuk memecahkan masalah dan menemukan solusi untuk masalah yang dihadapi oleh pihak yang bernegosiasi.

3. Untuk mencapai suatu kondisi yang saling menguntungkan bagi pihak-pihak yang bernegosiasi, di mana setiap orang memperoleh solusi yang menguntungkan bagi semua orang.

4. Untuk mencapai situasi yang saling menguntungkan bagi semua pihak yang bernegosiasi sehingga semua pihak mendapat manfaat.

Misalnya, kegiatan negosiasi bisnis antara satu perusahaan dan yang lain sangat berguna untuk mengembangkan pasar di mana tujuannya adalah untuk meningkatkan angka penjualan.

Contoh lain, proses negosiasi juga terjadi ketika produsen dan konsumen menegosiasikan harga suatu produk untuk menetapkan harga yang disepakati. Dengan adanya kegiatan perdagangan, penjual dan pembeli dapat menentukan harga yang dianggap setara dengan nilai suatu produk.

Manfaat Negosiasi

Tujuan Negoisasi
Tujuan Negoisasi

Setelah memahami arti dari negosiasi dan tujuannya, kita juga harus mengetahui manfaat dari negosiasi tersebut. Manfaat dari negosiasi adalah sebagai berikut:

1. Terciptanya asosiasi antara satu pihak dan lainnya untuk mencapai tujuan masing-masing.

2. Ada saling pengertian antara masing-masing pihak yang menegosiasikan perjanjian yang akan diambil dan dampaknya bagi semua pihak.

3. Negosiasi bermanfaat untuk terciptanya kesepakatan yang saling menguntungkan bagi semua pihak yang bernegosiasi.

4. Terciptanya interaksi positif antara pihak-pihak yang bernegosiasi sehingga kolaborasi tersebut menghasilkan dampak yang lebih luas bagi banyak orang.

Ciri-Ciri Negosiasi

Tujuan Negoisasi
Tujuan Negoisasi

Negosiasi adalah proses komunikasi dua arah di mana penjual sebagai komunikator dan pembeli sebagai penelepon atau sebaliknya.

Proses komunikasi dalam negosiasi memiliki karakteristik, yaitu:

1. Libatkan dua pihak, yaitu pembeli dan penjual

2. Ada masalah dengan masalah yang sama untuk dinegosiasikan.

3. Dua pihak memiliki keinginan untuk menjalin kerja sama.

4. Kedua belah pihak memiliki tujuan yang sama.

5. Mereka akan menyadari masalah yang masih abstrak.

6. Terjadinya dialog dan proses negosiasi.

Aspek Kemampuan Negosiasi

Tujuan Negoisasi
Tujuan Negoisasi

Menurut Jackman (2005), ada 4 (empat) aspek kapasitas dalam negosiasi, yaitu:

A.  Kemampuan untuk memisahkan perasaan pribadi dari masalah yang dimaksud.

Negosiator harus bisa menjadi profesional dan fokus pada masalah yang dibahas dan bukan pada orang yang terlibat.

Mereka harus dapat membatalkan perasaan pribadi yang dapat memengaruhi hasil negosiasi.

1. Kemampuan untuk fokus pada minat alih-alih posisi

Para pihak yang bernegosiasi memiliki posisi dan latar belakang yang berbeda.

Ketika negosiator menganggap lawan mereka dikalahkan, itu adalah sikap yang buruk karena dapat menimbulkan kecurigaan dan mengalihkan tujuan utama negosiasi.

2. Kemampuan untuk mengumpulkan beberapa opsi keputusan

Ketika negosiator dapat mengumpulkan beberapa opsi, ini dapat mencegah mereka dari terjebak dalam masalah atau solusi.

Dengan sejumlah opsi, keputusan ini dapat meningkatkan peluang kesepakatan dan memungkinkan untuk memuaskan semua pihak yang bernegosiasi.

Memiliki strategi negosiasi yang benar dan efektif dapat membantu meningkatkan peluang untuk kesepakatan bersama.

3. Kemampuan untuk memastikan bahwa hasil didasarkan pada kriteria objektif.

Seseorang yang karismatik dan tampak meyakinkan ketika proses negosiasi dapat mempengaruhi pengambilan keputusan, terutama ketika seorang negosiator ragu.

Untuk memperoleh hasil yang maksimal, sangat penting untuk menggunakan kriteria objektif ketika menganalisis kelebihan dan kekurangan dari penawaran yang diberikan.

Menurut uraian di atas, seseorang yang memiliki keterampilan negosiasi yang baik dapat memahami aspek keterampilan negosiasi.

Kemampuan Dasar Bernegosiasi

Tujuan Negoisasi
Tujuan Negoisasi

Sebelum bernegosiasi, semua negosiator harus memahami filosofi negosiasi. Mengacu pada gagasan negosiasi, dasar untuk melakukan negosiasi adalah bahwa kesepakatan yang diadopsi menguntungkan semua pihak atau semua orang yang menang.

Ini dapat dicapai dengan mempertimbangkan semua aspek negosiasi dari beberapa sudut pandang. Keterampilan dasar untuk bernegosiasi adalah sebagai berikut:

1. Tajam dalam berpikir

2. Bersabarlah dalam akting.

3. Dapat beradaptasi dengan baik

4. Memiliki resistensi

5. Keterampilan sosialisasi yang baik.

6. Kemampuan konsentrasi yang baik

7. Memiliki keterampilan artikulasi.

8. Memiliki selera humor yang bagus.

Selain itu, ada hal-hal penting yang harus dipertimbangkan oleh negosiator ketika melakukan proses negosiasi, termasuk:

Saat menyampaikan pendapat, itu harus disertai dengan alasan, fakta, atau contoh yang jelas sehingga mudah dipahami oleh pihak lain.

Pendapat harus disampaikan dengan volume yang sesuai, intonasi yang benar, dan pilihan kata-kata.

Presentasi pendapat harus dibuat dengan jelas, lancar dan sopan.

Tidak mudah untuk menerima atau menolak pendapat orang lain, tetapi Anda harus melewati beberapa pertimbangan.

Jenis Jenis Negosiasi

Tujuan Negoisasi
Tujuan Negoisasi

Negosiasi dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yang dibagi sesuai dengan situasi, tergantung pada jumlah negosiator dan tergantung pada untung dan rugi.

1. Jenis Negosiasi Tergantung Pada Situasinya.

Negosiasi formal: Negosiasi jenis ini dapat terjadi secara formal dan dalam negosiasi ini ada perjanjian yang disetujui secara hukum.

Negosiasi non formal atau informal: Jenis negosiasi ini umumnya terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan dapat terjadi kapan saja, di mana saja atau dengan siapa pun.

2. Jenis Negosiasi Tergantung Pada Jumlah Negosiator.

Negosiasi dengan perantara: jenis negosiasi ini dilakukan oleh dua atau lebih negosiator dan perantara di mana mediator memiliki tugas untuk membuat keputusan akhir dalam proses negosiasi.

Negosiasi tanpa perantara: negosiasi ini hanya dilakukan oleh pihak-pihak yang bernegosiasi tanpa mediator dan keputusan pada akhirnya tergantung pada negosiasi pihak tersebut.

3. Negosiasi Berdasarkan Untung Dan Rugi:

Jenis negosiasi ini adalah negosiasi berdasarkan hasil akhir di mana keputusan dapat menang-menang, menang-kalah, kalah menang, kalah-kalah.

Menang-menang (kolaborasi): Dalam suatu jenis negosiasi kolaborasi, semua pihak akan berusaha untuk mendapatkan kesepakatan yang berkolaborasi dengan kepentingan masing-masing pihak.

Menang-kalah (Dominasi): Salah satu negosiator memperoleh untung besar dari suatu perjanjian, sementara lawan mendapatkan untung kecil.

Menang-menang (Akomodasi): Negosiator akan memperoleh sedikit untung atau bahkan kerugian, sementara pihak lawan dapat memperoleh untung besar.

Kalah-Kalah (hindari konflik): Dalam negosiasi jenis ini, semua pihak yang bernegosiasi menghindari konflik yang terjadi sehingga kedua belah pihak tidak setuju untuk menyelesaikan konflik.

Demikian, penjelasan singkat tentang arti negosiasi, tujuan negosiasi, manfaat negosiasi dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk bernegosiasi. Semoga artikel ini bermanfaat.