METAMORFOSIS LALAT | Pengertian, Proses, Tahapan, Siklus, Gambar, & Pola Hidup Lalat

Metamorfosis Lalat – Hai para pejuang ilmu, jumpa kembali dalam artikel ini. Kali ini akan membahas mengenai tentang Metamorfosis Lalat.

Apakah ada yang telah mengenal atau pernah mendengar mengenai tentang Metamorfosis Lalat? Yuk simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

Metamorfosis Lalat

Lalat adalah salah satu jenis spesies kelompok serangga yang sangat erat kaitannya dengan kesan jorok bahkan kotor yang menjadi media penyebar wabah penyakit. Sama halnya seperti nyamuk yang menularkan wabah penyakit.

Hal ini tidak lepas dari kebiasaan hewan sejenis lalat ini yang hinggap pada kotoran dan jorok untuk memperoleh makanan dan bertahan hidup. Lalat ini akan memuntahkan air liurnya kemudian memakannya kembali.

Lalat merupakansalah satu jenis hewan serangga dari ordo diptera yaitu sayap. Perbedaan antara lalat dan ordo serangga ialah lalat bisa terbang dengan kedua sayapnya dan memiliki sepasang halter yang berasal dari sepasang sayap yang belakang pada metatoraks.

Sama halnya juga dengan serangga lainnya yang mengalami metamorfosis juga. Dan lalat adalah hewan pembawa wabah penyakit  dikarenakan lalt menyukai tempat yang kotor dan jorok.

Jika Anda menjaga kebersihan dan Anda tidak membiarkan makanan terbuka, Anda bisa mencegah penyakit yang dibawah oleh hewan sejenis lalat yang membahayakan bagi kesehatan Anda.

Perlu Anda ketahui, Lalat bertumbuh sampai dewasa degan melalui empat tahap. Proses ini bisa disebut dengan metamorfosis secara sempurna.

Proses Metamorfosis lalat ini melalui dari fase telur, larva, pupa atau kepompong, dan yang terakhir fase imago atau lalat dewasa.

Pengertian Metamorfosis

Metamorfosis merupakan suatu proses perkembangan secara biologi yang biasa terjadi pada hewan yang dapat melibatkan perubahan penampilan fisik atau siklus setelah penetasan.

Perubahan fisik itu dapat terjadi akibat bertumbuhnya sel dan diferensiasi sel yang secara sejara itu berbeda.

Jenis Metamorfosis Lalat

Metamorfosis Lalat

Metamorfosis Lalat

Ada dua jenis metamorfosis yang terjadi pada hewan, yaitu metamorfosis secara  sempurna dan metamorfosis secara tidak sempurna. Disebut dengan sempurna dikarenakan oleh bentuk larva yang sangat jauh berbeda dengan bentuk stadium dewasanya.

Hewan yang dapat mengalami metamorfosis secara tidak sempurnya memiliki  bentuk atau ukuran tubuh sama mulai dari kecil sampai berkembang dewasa. Yang dapat membedakan adalah pertumbuhan yang dialami oleh  sebagian tubuh hewan tersebut .

Daur Hidup Lalat

Metamorfosis Lalat

Metamorfosis Lalat

  1. Telur lalat
  2. Menetas menjadi larva
  3. Berkembang menjadi pupa
  4. Selanjutnya pupa akan berubah menjadi lalat dewasa yang kemudian melakukan reproduksi dan menghasilkan generasi baru lalat dengan siklus yang sama.

Berikut ini adalah tahapan pada saat proses Metamorfosis Lalat :

Tahap Telur

Proses atau fase yang pertama dalam metamorfosis lalat yaitu berawal dari bentuk telur. Telur lalat ini dihasilkan oleh lalat betina ketika sel telurnya dibuahi oleh lalat jantan.

Induk betina biasanya meletakkan telur-telurnya secara berkelompok di tepat yang kotor dan juga jorok seperti tempat sampah atau kotoran manusia.

Alasan mengapa induk lalat meletakkan telur-telurnya di tempat yang kotor, dikarenakan tempat yang kotor maupun jorok itu mengandung banyak sekali protein yang menjadi konsumen bagi larva lalat ketika sudah menetas.

Tempat yang kotor dan jorok tersebut oleh mereka dianggap tempat yang paling aman bagi lalat dewasa untuk meletekkan telur-telurnya agar terjauh dari ancaman predator.

Telur lalat mempunyai ciri bentuk lonjong bulat dan berwarna keputihan dengan memiliki ukuran sekitar 1 sampai 2 mm. Dalam proses tesebut, telur akan menetas dalam jangka waktu 1 hari sampai akhirnya berubah menjadi larva.

Fase tau proses ini disebut juga dengan periode embrionik.

Tahap Larva

Tahap selanjutnya ialah larva. Larva terjadi setelah telur telur tesebut telah menetas atau juga bisa disebut dengan belatung yang akan memakan makanan yang ada disekitarnya.

Bentuk larva ini sangat menjijikkan karena larva ini akan memakan kotoran yang berada disekitarnya. Larva akan tumbuh dan akan mengalami beberapa kali pergantian kulit.

Ketika melewati beberapa pergantian kulit, tubuh larva akan membesar dan akan mengeras. Jangka waktu larva ini terbilang sangat hebat dikarenakan dalam jangka waktu 2 hari saja mereka sudah bisa melalui fase atau proses ini.

Ketika pergantian kulit yang terakhir, larva akan mencari tempat perlindungan untuk dirinya dan ia akan masuk ke dalam fase pupa dan kemudian ia akan menjadi tidak aktif.

Tahap Pupa

Setelah melalui tahap yang terakhir menjadi sebuah larva, prose selanjutnya ialah menjadi pupa. Pada fase ini larva menjadi tidak aktif. Ia akan mencari tempat sebagai tempat berlindung untuk menjalani fase pupa ini.

Tempat yang bisanya digunakan untuk berlindung ialah tempat yang gelap dan terlindung oleh sinar matahari langsung. Tubuh larva yang awalnya lembek, secara perlahan akan berubah menjadi mengeras dan memiliki warna kecoklatan.

Pada masa ini struktur pupa akan menjadi seperti kokon. Larva akan menjalani proses ini tidak kurang lebih dari 7 hari. Ketika pupa mengalami fase ini, tubuh pupa akan akan terus mengalami pekembangan dan berubahnya bentuk dan terus tumbuh membelah.

Secara perlahan pupa akan mulai membentuk sepsang sayap dan apada tahap yang terakhir pupa akan membelah dan kemudian ia akan terbang dan menjadi lalat dewasa seperti biasanya.

Tahap Imago (lalat dewasa)

Nah fase yang terakhir setelah melalui tahapan tahapan yang diatas  ialah menjadi lalat dewasa seperti biasanya yang berkeliaran ditempat yang jorok maupun kotor.

Lalat dewasa yang sudah berhasil keluar dari pupa atau juga bisa disebut dengan kokon ia sudah siap untuk terbang dan sudah siap untuk mencari makanana sendiri untuk kebutuhan hidupnya.

Mereka biasanya mencari makanan yang mengandung zat-zat organik yang sudah membusuk yang mengeluarkan bau tidak sedap. Umur  hidup lalat tidaklah panjang, mungkin hanya sekitar 21 hari mereka bisa bertahan hidup dan menikmati dunia.

Akan tetapi, ketika beruur 3 hari ketika menjadi lalat dewasa, lalat yang betina sudah siap akan melakukan reproduksi dan mereka mampu menghasilkan 900 butir telur lebih dalam sekali reproduksi.

Ketika masa inilah lalat akan meletakkan telur-telurnya untuk menghasilkan penerus nya yang baru. Inilah menjadi awal proses berlangsungnya metamorfosis lalat.

Baca juga : Metamorfosis Nyamuk

Pola Hidup Lalat

Metamorfosis Lalat

Metamorfosis Lalat

Tempat Perindukan ataupun Berbiak

Tempat yang disenangi lalat merupakan tempat yang basah semacam sampah basah, kotoran fauna, tumbuh- tumbuhan yang busuk, kotoran yang menumpuk secara kumulatif.

Jarak Terbang Lalat

Jarak terbang sangat bergantung pada terdapatnya santapan yang ada, rata- rata 6- 9 kilometer, kadang- kadang bisa menggapai 19- 20 kilometer dari tempat berbiak ataupun 7- 12 mil dari tempat perkembangbiakannya. Tidak hanya itu dia sanggup terbang 4 mil/ jam.

Kerutinan Makanan Lalat

Lalat memakan santapan yang dimakan oleh manusia tiap hari, semacam gula, susu dan santapan yang lain, kotoran manusia dan darah. Wujud makanannya cair ataupun santapan yang basah, lagi santapan yang kering dibasahi oleh ludahnya terlebih dahulu, baru diisap.

Tempat Istirahat Lalat

Dalam memilah tempat rehat( resting place), lalat lebih menggemari tempat yang tidak berangin, namun sejuk, dan jika malam hari kerap hinggap di semak- semak di luar tempat tinggal.

Lama Hidup Lalat

Pada masa panas, umur lalat berkisar antara 2- 4 minggu, lagi pada masa dingin dapat menggapai 70 hari. Sahabat perlu Anda ketahui bahwasannya tanpa air lalat tidak bisa hidup lebih dari 46 jam. Sehingga lama hidup lalat pada biasanya berkisar antara 2- 70 hari.

Temperatur dan Kelembaban Lalat

Lalat mulai terbang pada temperatur 150C dan kegiatan optimumnya pada temperatur 210C. Pada temperatur di dasar 7, 50C tidak aktif dan di atas 450C terjalin kematian pada lalat. Sebaliknya Kelembaban erat hubungannya dengan temperatur setempat.

Sinar

Lalat ialah serangga yang bertabiat fototropik, ialah menggemari cahaya. Pada malam hari tidak aktif, tetapi dapat aktif dengan terdapatnya cahaya buatan. Dampak cahaya pada lalat bergantung seluruhnya pada temperatur dan kelembaban.

Demikianlah pembahasan kami mengenai materi Metamorfosis Lalat. Semoga bermanfaat dan bisa membantu pekerjaan Anda di rumah.