METAMORFOSIS CAPUNG : Pengertian, Proses, Jenis, & Pakan Capung

Metamorfosis Capung – Hallo sahabatku yang budiman, artikel kali ini akan membahas tentang metamorfosis capung. Ternyata, capung termasuk kedalam metamorfosis tidak sempurna.

Capung bukanlah hewan seperti kupu-kupu yang memiliki daur hidup yang sempurna. Capung tidak mengalami fase pupa dalam kehidupannya tidak sepeti kupu-kupu.

Capung ialah hewan yang termasuk kedalam jenis serangga yang sudah ada di jaman purbakala. Capung bisa ditemukan di daerah manapun, akan tetapi capung pada umumnya bertempat tinggal yang memiliki suhu tropis.

Pada umunya, capung tidak jauh berbeda dengan serangga. Dikarenakan capung juga memiliki tubuh  yang disebut libellula depressa. Apa itu libellula depressa ? ialah capung juga memiliki 3 bagian pada tubuhnya yaitu kepala, badan dan juga kaki.

Pada umunya, kepala serta wajah capung dipenuhi dengan dua mata yang begitu besar. Thorax (dada capung) tidak bisa dilipat karena memiliki 4 sayap yang panjang yang berada di sisinya, sedangkan perut memiliki 10 segmen.

Capung juga memiliki kaki yang muncul di bawah sayapnya. Capung memang banyak kita jumpai disekeliling kita, tapi apakah Anda mengetahui proses metamorfosi yang terjadi pada capung? Yuk simak ulasan sebagai berikut ini.

Pengertian Metamorfosis Capung

Pengertian Metamorfosis Capung

Pengertian Metamorfosis Capung

Metamorfosis memiliki pengertian  sebuah proses perkembangan biologi yang terjadi pada hewan dan melibatkan berubahnya penampilan fisik atau struktur setelah terjadinya kelahiran maupun penetasan.

Perubahan fisik itu akan terjadi disebabkan oleh pertumbuhan sel dan diferensiasi sel yang dapat dilihat secara radikal memang berbeda.

Metamorfosis pada hewan terbagi menjadi dua yakni metamorfosis secara sempurna dan metamorfosis secara tidak sempurna. Apa itu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna itu?

Metamorfosis secara sempurna ialah hewan yang memiliki daur ulang hidupnya secara sempurna sedangkan metamorfosis secara tidak sempuran itu kebalikan dari metamorfosis sempurna.

Metamorfosis secara sempurna itu memiliki 4 fase yaitu fase awal yang menjadi telur, fase kedua menjadi sebuah larva, kemudian menjadi pupa dan fase yang terakhir ia akan menjadi capung dewasa yang seperti biasanya.

Sedangkan metamorfosis secara tidak sempurna itu hanya memiliki 3 fase dalam hidupnya yaitu fase telur, kemudian fase nimfa dan yang terakhir fase yang dimana capung akan menjadi capung dewasa.

Salah satu cotoh hewan yang mengalami metamorfosis secara sempurna ialah lalat, katak, kupu-kupu dan maish banyak lagi. Sedangkan hewan yang mengalami metamorfosis secara tidak sempurna salah satunya adalah capung.

Capung dikatakan masuk kedalam metamorfosis secara tidak sempurna dikarenakan ia tidak mengalami fase pupa dalam daur hidupnya. Lalu bagaimanakah siklus capung? Yuuuk kita cari tahu!!. Beriku adalah proses metamorfosisnya :

Baca juga : Metamorfosis Belalang

Proses Metamorfosis Capung

Daur Hidup Capung

Daur Hidup Capung

Tahap Telur Metamorfosis Capung

Pada fase telur ini, awalnya capung berterbangan di langit dan mereka akan melakukan reporduksi. Proses tersebut cukup memakan waktu yang lama sampai capung betina berhasil menghasilkan telur.

Ketika capung telah berhasil menghasilkan sebuah telur, mereka akan menaruh telur – telurnya di batas permukaan tanaman yang berada didekat air.

Induk telur akan memilih tempat yang tidak asal-asalan, mereka memilihkan tempat yang bersih dari populasi untuk generasi barunya. Induk capung juga akan memastikan bahwa ada mikroorganisme di dalam air yang dapat dikonsumsi oleh bayi capung.

Telur capung biasanya membutuhkan waktu sekitar 5 hari sampai 1 mingu untuk menetas dan akan menjadi larva. Capung dalam sekali bertelur biasanya menghasilkan sampai 100 ribu telur.

Berikut penjelasan tentang bagaimana bentuk dan kondisi telur capung. Telur capung pada umumnya diselimuti oleh lendir yang licin jika dipegang.

Telur capung akan menetas tergantung dengan kondisi iklim dimana telur capung tersebut di letakkan.

Tahap Nimfa atau Larva Metamorfosis Capung

Setelah melintasi fase telur, telur capung akan masuk kedalam fase nimfa atau juga bisa disebut dengan larva. Larva terjadi karena telur capung yang sudah menetas.

Perlu Anda ketahui bahwasannya kondisi larva akan menggunakan insang internal sehingga larva dapat bernafas dala air. Larva juga bisa hidup di darat. Nimfa capung ini juga disebut dengan hewan karrnivora dan memiliki tubuh besar.

Ketika telur capung menjadi nimfa, ia akan menjadi hewan yang ganas. Kenapa, nimfa akan memakan berudu, anak ikan bahkan memakan sesamanya. Nimfa juga akan mengalami pergantian kulit.

Pergantian kulit pada nimfa tergantung dengan jenis spesiesnya. Pergantian kulit pada nimfa capung ini terjadi hingga 8 sampai 12 kali bahkan lebih terantung dengan kondisi alamnya.

Larva capung yang hidup didalam air menghabiskan waktu selama beberapa minggu bahkan sampai bertahun tahun. Lama hidup larva capung ini tergantung dengan sikon suhu air.

Apabila suhu air yang ditempati oleh larva capung hangat maka larva capung ini akan cepat dewasa. Apabila suhu air yang ditempati oleh larva capung ini dingin maka pertumbuhannya juga akan lama.

Ketika larva capung bertumbuh maka ia akan menjadi capung dewasa, akan tetapi bentuk ukuran tubuhnya masih kecil. Capung akan berubah bentuk fisiknya seperti capung dewasa tanpa melewati fase kepompong.

Baca juga : Metamorfosis Nyamuk

Tahap Metamorfosis Capung Dewasa

Metamorfosis Capung

Metamorfosis Capung

Setelah nimfa atau larva melewati fasenya maka fase selanjutnya ialah fase dimana capung sudah menjadi capung dewasa yang bisa terbang. Ketika capung sudah berkembang dengan sempurna mereka akan melanjutkan ke fase yang terkagir yaitu tahap metamorfosisnya.

Kemudian, setelah capung sudah menyelesaikan metamorfosisnya nimfa tersebut akan menjadi capung dewasa. Ketika nimfa sedang dalam fase ini biasanya nimfa akan keluar dari air dengan menggunakan bantuan alat dedauan atau ranting yang ada di muka air.

Capung akan menjadi capung dewasa jika ia benar-benar telah berhasil dari kulit nimfa tersebut. Perlu Anda ketahui, bahwasannya capung yang muda akan mempunyai sepasang sayap akan tetapi belum berkembang dengan sempurna.

Kondisi tubuh capung dikatakan masih lunak dan postur warnanya belum merata. Ketika capung bisa hidup bertahan lama, capung muda ini akan berubah menjadi capung dewasa seperti biasanya yang sempurna.

Pada umumnya, capung dewasa ini dapat hidup selama 2 sampai 4 bulan atau sampai lebih dari itu. Capung yang terbilang masih muda memiliki sepasang sayap yang mana mereka memiliki pembagian kepalanya yang sudah dapat dilihat.

Demikian penjelasan dari beberapa tahapan fase metamorfosis yang terjadi pada hewan capung yang mungkin Anda belu ketahui. Hewan jenis capung ini hampir memiliki kesamaan dengan hewan yang lainnya.

Akan tetapi capung ini bukan termasuk dalam metamorfosis sempurna, capung termasuk dalam metamorfosis secara tidak sempurna seperti yang telah dijelaskan di atas. Capung hanya memiliki 3 fase dalam perkembangannya.

Ketika capung sudah menjadi capung dewasa, ia tidak seganas ketika menjadi lav atau nimfa. Namun capung merupakan hewan yang pemakan serangga yang lebih kecil darinya misalnya seperti nyamuk.

Akan tetapi pada fase ini, capung yang sudah dewasa akan lebih sering menjadi mangsa daripada pemangsa dikarenakan musuh utama capung yang sudah berubah dewasa ini adalah hewan yang liar yang berupa bunglon, belalang sembah bahkan kadal.

Baca juga : Metamorfosis Tidak Sempurna

Jenis Capung Langka dan Indah

Jenis Metamorfosis Capung

Jenis Metamorfosis Capung

Capung Cincin Emas

Capung yang mempunyai nama latin“ Anotogaster Sieboldii” ini ialah salah satu capung terbanyak yang berasal dari Asia Timur paling utama negeri Jepang.

Hewan ini mempunyai panjang badan 95 milimeter hingga 100 milimeter. Tubuhnya di dominasi corak gelap dengan warna berupa cincin kuning. Kala ingin bertelur capung ini akan sampai ditanah yang berlumpur.

Capung Jajanan

Capung jajanan mempunyai nama latin“ Aeshna” ataupun“ Mosaic Darners“. Capung tipe ini ialah salah satu capung yang memiliki dimensi relatif besar.

Corak badan capung ini bermacam- macam bergantung dari spesiesnya. Pada bagian dada dan perutnya mempunyai corak cokelat.

Ada warna garis- garis kuning ataupun biru dan bintik di dada dan perutnya mempunyai bercak bercorak kuning, hijau ataupun biru.

Capung Undur Undur

Sesuai dengan namanya capung ini berasal dari serangga undur undur yang hadapi metamorphosis tetapi tidak sempurna. Capung ini suka sekali terletak di tanah yang gembur dan berpasir hangat sebab mereka suka meletakkan telurnya di tempat itu.

Wujud badan capung yang bernama latin“ Antlion” ini menyamai duri. Dimensi badannya relatif kecil ialah berkisar antara 4– 10 centimeter. Pada sayapnya ada motif ataupun warna gelap yang sangat khas dan mempunyai antena yang panjang.

Capung Ciwet

Capung ciwet ialah salah satu tipe capung yang mempunyai nama latin“ Pantala Flavescens“. Mereka suka memangsa serangga dan udang kecil, nyamuk, semut, apalagi rayap. Capung ciwet suka memilah terletak di tempat yang anginnya lembap.

Hewan ini mempunyai mata bundar yang menyamping dan terletak di dasar kepala. Panjang badan capung ini dekat 4, 5 centimeter dan lebar sayapnya dekat 7, 2 centimeter sampai 8, 4 centimeter. Capung ini mempunyai kepala bercorak kuning kemerahan.

Capung Putih

Capung yang mempunyai nama latin“ Zyxomma Obtusum“, hewan ini suka hidup di perairan yang bersih semacam sungai yang jernih ataupun genangan air yang bersih dan dapat kamu temui di alam pada siang hari.

Capung yang satu ini mempunyai badan yang berdimensi lagi dan nampak proposional. Pejantan mempunyai corak putih sebaliknya betinanya bercorak cokelat. Dan pada ujung sayapnya ada warna unik yang sangat identik.

Capung Jarum

Nama latin dari capung duri merupakan“ Zygoptera” ataupun“ Damselflies“. Capung tipe ini bisa dengan gampang ditemukan di rawa, hutan, sawah dan kolam. Corak badan dari capung ini merupakan hijau kekuningan ataupun gelap.

Cocok dengan namanya wujud capung ini menyamai duri, corak badannya sangat bermacam- macam mulai dari biru muda sampai merah.

Hewan ini juga mempunyai warna sayap yang bermacam- macam juga mulai dari yang transparan sampai hitam.

Capung Skimmer

Capung skimmer memiliki nama latin“ Orthetrum“, serangga tipe ini mempunyai dimensi yang sangat bermacam- macam mulai dari lagi sampai berdimensi besar.

Panjang badan hewan ini dekat 22 hingga 50 milimeter. Capung betina bercorak kuning sampai cokelat dengan ciri gelap di badannya. Sebaliknya badan capung pejantan bercorak kehitaman sampai biru keabu- abuan.

Capung Krepuskular

Capung tipe ini memiliki nama latin“ Anax Parthenope” dan sangat aktif di senja hari ataupun kala matahari mulai terbenam. Capung ini pada biasanya hidup di danau, kolam dan tempat- tempat lain yang terdapat airnya.

Wujud badan capung ini nampak lebih panjang dari tipe capung yang lain. Corak tubuhnya sangat bervarisi bergantung pada spesiesnya. Mata capung ini bercorak hijau kebiru- biruan dan pada bagian rongga dadanya bercorak cokelat.

Capung Tentara

Capung tipe ini memiliki nama latin“ Orthetrum Sabina” diketahui bagaikan capung tentara sebab mempunyai warna corak yang mirip dengan seragam ABRI.

Corak badan hewan ini bercorak loreng hijau kekuningan dan gelap. Mulutnya sangat kokoh dan tercantum dalam jenis mulut pengunyah. Ekornya didominasi corak putih dan gelap dengan warna unik. Dan tercantum kedalam hewan kanibal ataupun memakan sesama.

Capung CordulegastridaeCapung ini suka hidup di sejauh aliran yang jernih dan hutan kecil. Kala ingin bertelur capung ini memilah wilayah berpasir ataupun air dangkal untuk meletakan telurnya.

Penampilan capung ini mirip dengan capung tentara. Tubuh hewan ini sangat besar dan mempunyai corak cokelat ataupun gelap. Sayapnya kecil dan tidak berpola dan ada ciri kuning yang unik pada badannya.

Baca juga : Metamorfosis Lalat

Pakan Capung

Santapan Capung Dikala Di Alam Liar Serangga ini tercantum dalam tipe hewan yang suka komsumsi apa saja asalkan dapat ditangkap dengan tangan mereka, tipe pakan yang biasa campung tangkat diantaranya

  1. Nyamuk
  2. Lalat
  3. Lebah
  4. Kumbang
  5. Ngengat
  6. Kupu Kupu
  7. Serangga Terbang

Semoga bermanfaat dan bisa membantu pekerjaan Anda dirumah dan menambah pengetahuan bagi Anda semua.