Klorofil : Pengertian, Kandungan, Manfaat, Efek Samping, dan Resikonya

Klorofil : Pengertian, Kandungan, Manfaat, Efek Samping, dan Resikonya

Manfaat  Klorofil – Apabila kita mendengar yang namanya klorofil pasti di benak kalian semua adalah sebuah pigmen yang dimiliki oleh berbagai jenis organisme dan menjadi salah satu molekul berperan utama dalam fotosintesis.

Klorofil tersebut dapat memberi warna hijau pada daun tumbuhan hijau dan alga hijau, tetapi juga dimiliki oleh berbagai alga lain, dan beberapa kelompok bakteri fotosintetik.

Pengertian Klorofil

Manfaat  Klorofil

Pengertian Klorofil – Klorofil adalah sebuah pigmen yang hadir pada tumbuhan dan dapat membantu membuat makanan untuk pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. Dengan bantuan sinar matahari dalam proses yang disebut dengan fotosintesis, pigmen klorofil dalam tumbuhan akan membantu mengubah air menjadi glukosa.

Glukosa adalah sebuah  jenis gula dan telah menyediakan sumber energi bagi tumbuhan untuk dapat  mendukung berbagai fungsi yang telah berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan.

Dalam proses fotosintesis, terdapat 3 fungsi utama dari klorofil yakni dapat  memanfaatkan energi matahari, memicu fiksasi CO2 menjadi karbohidrat dan juga menyediakan dasar energetik bagi ekosistem secara keseluruhan. Dan karbohidrat yang telah dihasilkan fotosintesis melalui proses anabolisme diubah menjadi protein, lemak, asam nukleat dan molekul organik lainnya.

Klorofil dapat menyerap cahaya berupa radiasi elektromagnetik pada spektrum kasat mata atau visible. Misalnya, cahaya matahari dapat mengandung semua warna spektrum kasat mata dari merah sampai violet, tetapi seluruh panjang gelombang unsurnya tidak diserap dengan baik secara merata oleh klorofil.

Klorofil tersebut hanya dapat menyimpan  energi cahaya yang diserap oleh pigmen cahaya maupun pigmen lainnya melalui sebuah proses fotosintesis, sehingga klorofil disebut sebagai pigmen pusat reaksi fotosintesis. Dalam proses fotosintesis tumbuhan hanya dapat memanfaatkan sinar dengan panjang gelombang antara 400 sampai 700 nm.

Pada tanaman tingkat tinggi ada 2 macam klorofil yaitu tanaman yang mempunyai warna hijau tua dan  hijau muda. Klorofil-a dan juga b paling kuat menyerap cahaya di bagian merah (600-700 nm), sedangkan yang paling sedikit cahaya hijau (500-600 nm).

Sedangkan cahaya memiliki warna biru dari spektrum tersebut diserap oleh karotenoid. Karotenoid ternyata mempunyai peran untuk  membantu mengabsorpsi cahaya sehingga spektrum matahari dapat dimanfaatkan dengan lebih baik. Energi yang diserap karotenoid diteruskan kepada klorofil-a untuk kemudian diserap dan  digunakan dalam proses fotosintesis, demikian pula dengan klorofil-b.

Misalnya agar daun dapat tumbuh lebih besar dan kuncup bunga muncul dari batang, glukosa harus hadir untuk kebutuhan energi dasar tumbuhan. Tanpa adanya  glukosa, tumbuhan tidak akan mampu untuk menyediakan makanan bagi berbagai bagiannya.

Penciptaan sebuah glukosa tergantung pada pigmen yang disebut dengan klorofil. Dengan adanya fungsi tertentu, klorofil dianggap sebagai pigmen atau substansi yang sangat penting.

Sejarah Penemuan Klorrofil

Manfaat  Klorofil

Istilah klorofil berasal dari bahasa Yunani adalah Chloros artinya hijau dan phyllos artinya daun. Ini yang diperkenalkan pada tahun 1818, dimana pigmen tersebut diekstrak dari tumbuhan dengan menggunakan pelarut organik. Hans Fischer adalah peneliti klorofil yang memperoleh nobel prize winner pada tahun 1915 berasal dari technishe hochschule, munich germany.

Proses Fotosintesis Dengan Bantuan Klorofil

Manfaat  Klorofil

Proses fotosintesis merupakan satu-satunya cara bagi tumbuhan untuk memproduksi makanan mereka sendiri, bertahan hidup, dan juga  tumbuh. Dengan bantuan sinar matahari, kandungan klorofil pada tumbuhan kemudian akan diaktifkan dan mengubah air yang diserap oleh akar.

Melalui proses pembuatan makanan ini, tumbuhan akan dapat memiliki cabang lain atau daun lain. Sebagian tumbuhan juga akan berkembang dan berbunga serta berbuah karena kontribusi klorofil yang penting dalam konversi air menjadi glukosa sebagai sumber energy tersebut.

Seiring dengan adanya produksi energi untuk pertumbuhan dan perkembangan, klorofil juga membantu mengubah karbon dioksida menjadi oksigen. Karbon dioksida ekstra dari lingkungan terssebut yang akan diserap oleh tumbuhan melalui pigmen klorofil.

Di dalam tumbuhan, karbon dioksida akan diubah menjadi sebuah oksigen dan kemudian akan dirilis kembali ke lingkungan untuk kepentingan hewan dan juga manusia. Warna hijau pada tumbuhan juga karena sebenarnya juga warna klorofil.

Ketika klorofil tersebut diekstrak, pigmen hijau klorofil yang juga dapat digunakan sebagai pewarna makanan. Ada juga suplemen makanan yang dapat mengandung klorofil yang baik untuk kesehatan.

Fungsi Klorofil

Manfaat  Klorofil

Molekul klorofil yang terdapat di dalam kloroplas, yang ditemukan di semua bagian tumbuhan yang berwarna hijau.

Di dalam kloroplas kita juga menemukan membran tilakoid, yang mengandung fotosistem. Fotosistem terbuat dari sekelompok kompleks pemanen cahaya, yang hanya istilah mewah untuk molekul pigmen dan protein.

Ada dua jenis fotosistem yang telah diidentifikasi, yaitu: fotosistem I dan fotosistem II.

Molekul-molekul klorofil disusun dalam dan di sekitar fotosistem, dan ini memungkinkan mereka untuk mentransfer energi cahaya menjadi pusat fotosistem. Energi cahaya ini berasal dari foton. Foton adalah salah satu cara yang ditempuh cahaya – sebagai paket diskrit energi.

Ketika energi cahaya dilewatkan oleh molekul klorofil ke pusat fotosistem II (fotosistem pertama dalam rantai), itu memberikan energi molekul klorofil pusat yang disebut P680.

Molekul ini sangat berenergi dengan itu akan diteruskan rantai lain dengan fotosistem I. Hal tersebut kemudian dikirim ke molekul klorofil pusat ada: P700. Proses ini, disebut fotosintesis, adalah bagaimana tumbuhan mengubah cahaya matahari menjadi energi kimia yang dapat digunakan.

Jenis – Jenis Klorofil

Manfaat  Klorofil

Macam-macam klorofil adalah sebagai berikut :

– klorofil a: menghasilkan warna hijau biru

– klorofil b: menghasilkan warna hijau kekuningan

– klorofil c: menghasilkan warna hijau coklat

– klorofil d: menghasilkan warna hijau merah

Klorofil a

Klorofil a merupakan suatu senyawa kompleks antara magnesium dengan porfirin yang mengandung cincin siklopentanon (cincin V). Keempat atom nitrogennya dihubungkan secara ikatan. Koordinasi dengan ion Mg2+ akan membentuk senyawa kompleks planar yang begitu mantap.

Rantai sampingnya yang bersifat hidrofob adalah suatu terpenoid alkohol dan fitol yang dihubungkan secara ikatan ester dengan gugus propionat dari cincin IV. Klorofil a adalah salah satu bentuk klorofil yang terdapat pada semua tumbuhan autotrof. Rumus kimia klorofila C55H72O5N4Mg

Klorofil b

Klorofil b merupakan klorofil kedua yang terdapat pada tumbuhan hijau. Klorofil b juga terikat pada sebuah protein didalam sel. Klorofil B sendiri terdapat pada ganggang hijau chlorophyta dan tumbuhan darat. Rumus kimianya C55 H70 O6 N4 Mg

Klorofil a dan klorofil b paling kuat menyerap cahaya bagian merah dan juga bagian ungu spektrum,cahaya hijau yang paling sedikit diserap maka apabila cahaya putih menyinari struktur-struktur yang mengandung klorofil seperti misalnya daun maka sinar hijau akan dikirimkan dan dipantulkan sehingga strukturnya tampak berwarna hijau.

Karoten termasuk ke dalam kromoplas yakni plastida yang berwarna dan mengandung pigmen selain klorofil.

Klorofil c

Klorofil C terdapat pada ganggang coklat Phaeophyta serta diatome Bacillariophyta.Rumus kimia kolorofil C

Kelompok C3 (-CH = CH2) (-CH = CH2) (-CH = CH2) (-CH)

Kelompok C7 (-CH3) (-CHO) (-CH3) (-CH3) (-CH3)

Kelompok C8 (-CH2CH3) (-CH2CH3) (-CH2CH3) (-CH)

Kelompok C17 (-CH2CH2COO-Phytyl) (-CH2CH2COO-Ph

Klorofil d

Klorofil d terdapat pada ganggang merah Rhadophyta. Dengan  adanya klorofil, tumbuhan dapat menyusun makanannya sendiri dengan bantuan cahaya matahari.

Manfaat  Klorofil

Manfaat  Klorofil

Suplemen klorofil sempat populer beberapa waktu lalu berkat klaim kesehatannya yang fantastis. Sebenarnya, isi kandungan apa suplemen yang identik dengan cairan kental berwarna hijau tersebut? Apakah manfaatnya benar seperti yang diiklankan? Bagaimana dengan efek sampingnya? Mari kita gali bersama.

Menguak Isi Kandungan Suplemen Klorofil

Meskipun menyertakan  sebuah nama klorofil, kandungan dalam suplemen ini sebenarnya bukanlah klorofil yang Anda kenal selama ini dari pelajaran biologi yang ada disekolah — melainkan merupakan klorofilin.

Klorofil merupakan sebuah molekul alami yang ada didalam tumbuhan untuk membantu proses fotosintesis, klorofilin adalah bahan kimia campuran natrium, tembaga, dan magnesium yang terbuat dari klorofil. Namun, klorofilin tidak jauh berbeda dengan klorofil secara fungsinya tersebut.

Manfaat Klorofil Menurut Riset Para Ahli

Manfaat  Klorofil

Sampai pada saat ini, studi dan juga penelitian tentang manfaat suplemen klorofil untuk kesehatan masih sangat terbatas. Tapi berikut merupakan beberapa klaim manfaat suplemen klorofil yang beredar di masyarakat:

  1. Menurunkan Berat Badan

Salah satu klaim yang paling populer terkait dengan adanya manfaat pada klorofil cair merupakan mendukung penurunan berat badan. Sebuah studi menemukan bahwa orang yang telah mengonsumsi suplemen ini akan mengalami sebuah penurunan berat badan yang lebih drastis daripada kelompok yang tidak mengkonsumsi suplemen tersebut.

Para peneliti, dilansir dari Science Direct juga telah menemukan bahwa suplemen tersebut dapat menurunkan kolesterol jahat LDL dalam waktu 3 minggu.

  1. Mengurangi Bau Badan

Suplemen tersebut juga terbukti dapat mengurangi bau badan, terutama pada orang dengan kelainan trimethylaminuria — suatu kondisi ketidakmampuan tubuh untuk dapat mencerna dan juga mengoksidasi trimetilamin.

Sebuah studi yang telah dilaksanakan di Negara Jepang pada tahun 2004 oleh Yamazaki dan timnya telah menemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi 1,5 g dosis klorofilin dalam 10 hari dan 180 mg dalam 3 minggu dapat mengurangi jumlah konsentrasi trimetilamin dan juga mengurangi bau badan.

  1. Mengobati Luka

Klorofilin bersifat antiperadangan dan juga antibakteri yang dapat membunuh bakteri pada kulit yang terluka. Berdasarkan riset oleh Telgenhoff beserta teman – temannya yang telah diterbitkan di Wound Repair Regen, pengobatan luka kulit terbakar, bekas luka operasi, dan juga luka diabetes menggunakan salep papain urea-chlorophyllin dapat mempercepat sebuah  proses penyembuhan.

Miller juga melakukan riset kasus seri pada 39 pasien pressure ulcer. Pressure ulcer atau bedsore adalah luka tekan karena terlalu banyak tekanan pada bagian tubuh tertentu dan biasa terjadi pada pasien di rumah sakit yang mengalami bed rest. Mereka yang telah menggunakan salep papain-urea-chlorophyllin tersebut dapat sembuh total dalam jangka waktu 3 bulan.

  1. Detoks Darah

Klorofilin dapat memperbaiki kualitas sel darah merah. Pada riset yang telah dipublikasikan pada tahun 2005 di Indian Pediatrics, tanaman wheatgrass maupun rumput gandum yang mengandung sekitar 70% klorofil mampu mengurangi kebutuhan jumlah transfusi darah pada orang-orang dengan thalassemia, sebuah kelainan yang dapat menyebabkan tubuh tidak mampu memproduksi cukup hemoglobin dengan baik. Oleh karena itu, orang dengan thalassemia membutuhkan transfusi darah secara berkelanjutan.

  1. Mencegah Kanker

Suplemen klorofil dilaporkan dapat mencegah pertumbuhan kanker. Sebuah riset yang telah dipterbitkan pada tahun 2013 di Food Chem Toxicol NHS Public Access menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak klorofolin dapat meningkatkan perlindungan terhadap sebuah kanker. Klorofil juga dapat melawan sebuah radikal bebas yang dapat menyebabkan mutasi genetik dalam tubuh. Namun begitu, temuan ini hanya masih sebatas uji hewan lab.

Ada sebuah riset uji coba pada manusia terkait adanya  manfaat antikanker dari suplemen ini di tahun 2009, diterbitkan pada American Association for Cancer Research Journal.

Studi tersebut menemukan bahwa klorofil dan klorofilin mampu menghambat masuknya aflatoksin, sebuah zat yang mampu menimbulkan tumbuhnya kanker. Namun begitu, studi ini merupakan riset kecil yang hanya melibatkan 4 orang relawan.

Secara gambaran besar, masih diperlukan studi dan uji lebih lanjut seputar manfaat suplemen cair ini untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Suplemen klorofil tidak boleh diminum sembarangan

Melihat potensi manfaatnya yang menggiurkan, tak heran banyak orang yang terlena dengan minuman sehat ini dan meminumnya rutin. Meski pada dasarnya klorofil dan klorofilin bukanlah zat yang beracun, namun penggunaan yang sembarangan dalam jumlah besar tak menutup kemungkinan dapat menimbulkan efek samping. Misalnya:

Masalah pencernaan, misalnya diare atau sembelit

Feses atau tinja berwarna hijau, kuning atau hitam

Kulit gatal-gatal atau terbakar jika terkena paparan sinar matahari (Klorofil bisa membuat kulit lebih rentan terbakar matahari. Pakailah pakaian yang sesuai dan gunakan tabir surya SPF 30 atau lebih tinggi saat Anda berada di luar ruangan)

Selain efek samping di atas, reaksi alergi juga bisa terjadi. Reaksi ini timbul jika ternyata Anda memiliki alergi zat klorofil ataupun komponen lain pada suplemen tersebut. Gejala yang dapat timbul antara lain adalah gatal-gatal, munculnya ruam, bengkak pada wajah, tangan dan leher, tenggorokan sakit, sulit bernafas dan sensasi gatal pada mulut.

Jika reaksi alergi ini terjadi, berhentilah mengonsumsi suplemen klorofil. Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut ke dokter untuk lebih amannya sebelum minum suplemen ini.

Leave a Comment