10+ Keutamaan Sholat Nduha Yang Luar Biasa {Lengkap}

10+ Keutamaan Sholat Nduha Yang Luar Biasa {Lengkap}

Keutamaan Sholat Nduha – Ibadah shalat adalah hal utama dalam Islam. Bahkan karena keutamaanya tersebut, shalat adalah tiang agama. Selain shalat farhdu (wajib) yang lima waktu, adapula shalat sunnah yang dapat kita diamalkan oleh setiap muslim. Salah satunya yaitu shalat Dhuha.

Pengertian Sholat Nduha

Keutamaan Sholat Nduha
Keutamaan Sholat Nduha

Shalat dhuha merupakan salah satu shalat sunnah yang sangat istimewa. Ada banyak manfaat dan juga keutamaan jika seorang muslim rutin untuk melaksanakan shalat sunnah ini. Shalat tersebut dikenal sebagai shalat sunnah untuk memohon rezeki dari Allah SWT.

Cara untuk melaksanakan shalat dhuha ini sama dengan pelaksanaan shalat lain pada umumnya. Hanya saja ada beberapa doa-doa tertentu yang dibacakan setelah shalat. Shalat Dhuha dapat dikerjakan minimal dua raka’at dan dapat dikerjakan maksimal dua belas raka’at. Masing–masing dua raka’at tersebbut diakhiri dengan satu salam. Shalat dhuha hanya dapat dilakukan secara sendiri atau tidak berjamaah (Munfarid)

Bagaimana dengan tata cara sholat dhuha? Sholat dhuha dapat dikerjakan dua rakaat salam – dua rakaat salam. Adapun jumlah rakaatnya yaitu minimal dua rakaat. Nabi Muhammad kadang mengerjakan sholat dhuha empat rakaat, kadang delapan rakaat. Namun sebagian ulama tidak membatasi sholat Nduha tersebut. Ada yang mengatakan jumlahnya 12 rakaat, ada yang yang mengatakan bisa lebih banyak lagi hingga waktu dhuha habis.

Dari sahabat Rasulullah yaitu Ummu Hani’ binti Abi Thalib , Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat. Pada setiap dua rakaat tersebut, beliau mengucap salam (HR. Abu Dawud; shahih)

Waktu Shalat Dhuha

Keutamaan Sholat Nduha
Keutamaan Sholat Nduha

Waktu pelaksanaan shalat dhuha yaitu sejak matahari naik hingga condong ke barat. Maksudnya adalah di Indonesia, waktu shalat dhuha terbentang selama beberapa jam sejak 20 menit setelah matahari terbit hingga 15 menit sebelum masuk waktu dhuhur.

Waktu yang lebih utama yaitu pada seperempat siang. Atau lebih tepatnya yaitu sekitar pukul 07.00 WIB sampai sebelum jam 12.00 WIB. Namun, lebih baiknya jika kita melaksankan sholah Nduha  sekitar pukul 08. 00 sampai dengan 10.00 WIB pagi.

Di Arab Saudi sendiri, waktu itu ditandai dengan padang pasir terasa panas dan juga anak unta beranjak. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad : Bahwasanya Zaid bin Arqam melihat orang-orang telah mengerjakan shalat Dhuha (di awal pagi).

Kemudian Mereka berkata, “Tidakkah mereka mengetahui bahwa shalat di selain waktu ini lebih utama dan banyak pahalanya. Sesungguhnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Shalat orang-orang awwabin (taat; kembali pada Allah) merupakan ketika anak unta mulai kepanasan’” (HR. Muslim)

Niat Shalat Dhuha

Keutamaan Sholat Nduha
Keutamaan Sholat Nduha

Semua ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati. Niat dengan hanya mengucapkan di lisan belum dianggap cukup oleh sebagian ulama. Melafalkan niat bukanlah suatu syarat sah sholat. Maksudnya, tidak harus melafalkan niat. Namun menurut jumhur ulama selain dengan madzhab Maliki, hukumnya sunnah dalam rangka untuk membantu hati menghadirkan niat.

Sedangkan dalam madzhab Maliki, yang terbaik yaitu tidak melafalkan niat karena tidak ada contohnya dari Nabi Muhammad SAW.

Dalam madzhab Syafi’i, lafal niat sholat dhuha adalah sebagai berikut:

Usholli Sunnatadh Dhuhaa Rak’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa’an lillaahi Ta’aalaa (Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat pada saat ini karena Allah Ta’ala)

Tata Cara Shalat Dhuha

Keutamaan Sholat Nduha
Keutamaan Sholat Nduha

Secara ringkas, berikut tata cara shalat dhuha:

  1. Niat
  2. Takbiratul ikram, lebih baik jika diikuti dengan doa iftitah
  3. Membaca surat Al Fatihah
  4. Membaca surat atau ayat Alquran. Bisa membaca surat Asy Syamsu atau surat lainnya
  5. Ruku’ dengan tuma’ninah
  6. I’tidal dengan tuma’ninah
  7. Sujud dengan tuma’ninah
  8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  9. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  10. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  11. Membaca surat Al Fatihah
  12. Membaca surat atau ayat Alquran. Bisa surat Adh Dhuha atau lainnya.
  13. Ruku’ dengan tuma’ninah
  14. I’tidal dengan tuma’ninah
  15. Sujud dengan tuma’ninah
  16. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  17. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  18. Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
  19. Salam

Demikian tata cara shalat dhuha yang dapat saya sampaikan. Setiap dua rakaat salam, diulang sampai bilangan rakaat delapan atau yang ingin dikehendaki. Setelah shalat dhuha dianjurkan untuk  berdoa.

Doa Setelah Selesai Shalat Dhuha

Keutamaan Sholat Nduha
Keutamaan Sholat Nduha

Setelah melaksanakan Sholat Dhuha, cukup duduk dengan khusyu dan juga konsentrasi kemudian memperbanyak berdoa dan berdzikir seperti Istighfar, bershalawat, Tasbih dan Tahmid. Setelah itu dapat dilanjutkan dengan membaca salah satu doa shalat dhuha yang paling populer adalah berikut ini :

allahumma innadh dhuha-a dhuha-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqi fis samma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’asaran fayassirhu, wainkaana haraaman fathahhirhu, wa inkaana ba’idan fa qaribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita ‘ibadikash shalihin.

Artinya :

“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha merupakan waktu dhuha-Mu, keagungan merupakan keagungan-Mu, keindahan merupakan keindahan-Mu, kekuatan merupakan kekuatan-Mu, penjagaan merupakan penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih”.

Doa tersebut bukanlah berasal dari hadits Nabi. Doa ini dicantumkan oleh Asy Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan juga disebutkan pula oleh Ad Dimyathi dalam I’anatuth Thalibiin.

Perlu diingat teman –  teman, doa setelah shalat dhuha tidak dibatasi. Kita boleh berdoa apa saja yang telah kita inginkan, tentunya bukan doa yang berisi tentang keburukan.

Manfaat dan Keutamaan Shalat Dhuha

Keutamaan Sholat Nduha
Keutamaan Sholat Nduha

Ada banyak manfaat dan juga keutamaan bagi setiap muslim yang mengerjakan Shalat Dhuha. Beberapa manfaat diantaranya yaitu untuk memperlancarkan, melapangkan dan juga mempermudahkan rezeki, menghapus dosa-dosa, mendapatkan pahala shalat sunnah dan masih banyak lagi.

Adapun beberapa keutamaan dari shalat dhuha yaitu sebagai berikut:

Wasiat Khusus dari Rasulullah

Shalat dhuha diwasiatkan oleh Nabi Muhammad kepada Abu Hurairah untuk menjadi amal harian.

“Kekasihku –Nabi Muhammad SAW- mewasiatkan tiga hal padaku: berpuasa tiga hari setiap bulannya, melaksanakan shalat dhuha dua raka’at dan shalat witir sebelum tidur.” (Muttafaq ‘alaih)

Shalat Awwabin

Shalat dhuha merupakan shalat awwabin, yaitu shalatnya orang-orang yang taat. Merutinkan shalat dhuha akan menjadikan seseorang dicatat sebagai orang-orang yang taat.

Abu Hurairah RA berkata: “Kekasihku (Muhammad) akan mewasiatkan kepadaku tentang  tiga perkara yang aku tidak meninggalkannya: agar aku tidak tidur kecuali setelah melakukan shalat witir, agar aku tidak meninggalkan dua rakaat shalat Dhuha karena sholat nduha merupakan shalat awwabin serta agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan” (HR. Ibnu Khuzaimah; shahih)

Dua Rakaat Dhuha Senilai 360 Sedekah

“Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib untuk dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih merupakan sebuah sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, menyuruh kepada kebaikan merupakan sedekah, dan melarang berbuat munkar merupakan sedekah. Semua itu dapat diganti jika kita menunaikan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)

Empat Rakaat Dhuha Membawa Kecukupan

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)

Ghanimah (Keuntungan) Banyak

Orang yang dengan tekun mengerjakan shalat dhuha akan memperoleh ghanimah atau keuntungan yang lebih cepat atas izin Allah SWT. Hal ini terjadi di zaman Rasullullah dimana Rasul membandingkan orang-orang mukmin yang melaksanakan shalat Dhuha dengan mujahid yang berangkat bertempur ke medan perang yang berjarak dekat dengan tampat tinggal mereka lalu kembali lagi dengan cepat ke tempat asalnya dengan membawa ghanimah (rampasan perang) yang banyak dan tentunya kemenangan.

Hal ini merupakan motivasi untuk mengerjakan amal ibadah serta usaha untuk bertawakkal kepada Allah SWT karena manfaat tawakkal amatlah besar.

Rasulullah pun menimbang bahwa keuntungan yang akan diperoleh oleh mereka yang melaksanakan shalat Dhuha akan berjumlah lebih banyak dibandingkan dengan keuntungan yang bisa diperoleh oleh para mujahid tersebut. Hal ini sebagaimana sabda rasullulah SAW yang bunyinya :

“Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).

Kemudian Rasulullah saw bersabda; “Maukah kalian aku tunjukan kepada tujuanpaling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah(keuntungan)nya dan cepat kembalinya? Mereka menjawab: “Ya! Rasul berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dialah yang paling dekat tujuannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya”

Berpahala Umrah

Mengerjakan shalat dhuha tentunya akan mendapatkan pahala. Pahala dari shalat dhuha setara dengan pahala mengerjakan umrah.

Sesuai dengan isi hadist dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan umrah. (Shahih al-Targhib : 673)

Akan Dicukupi Urusan Di Akhir Siang

Dari Nu’aim bin Hammar Al Ghothofaniy, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, At Tirmidzi no. 475, Ad Darimi no. 1451 . Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Penulis ‘Aunul Ma’bud –Al ‘Azhim Abadi- menyebutkan, “Hadits ini bisa mengandung pengertian bahwa shalat Dhuha akan menyelematkan pelakunya dari berbagai hal yang membahayakan. Bisa juga dimaksudkan bahwa shalat Dhuha dapat menjaga dirinya dari terjerumus dalam dosa atau ia pun akan dimaafkan jika terjerumus di dalamnya. Atau maknanya bisa lebih luas dari itu.” (‘Aunul Ma’bud, 4: 118)

At Thibiy berkata, “Yaitu  engkau akan diberi kecukupan dalam kesibukan dan urusanmu, serta akan dihilangkan dari hal-hal yang tidak disukai setelah engkau shalat hingga akhir siang. Yang dimaksud, selesaikanlah urusanmu dengan beribadah pada Allah di awal siang (di waktu Dhuha), maka Allah akan mudahkan urusanmu di akhir siang.” (Tuhfatul Ahwadzi, 2: 478).

Pahalanya Seperti Bersedekah

Mengerjakan shalat dhuha memiliki nilai yang sama seperti nilai amalan seperti keutamaan sedekah. Sesdekah yang dimaksud adalah sedekah yang diperlukan oleh 360 persendian tubuh kita terlebih jika kita ikhlas mengerjakannya. Orang islam yang mengerjakan shalat dhuha akan memperoleh ganjaran pahala sebanyak persendian itu. Sebagaimana hadist Rasulullah saw, yang berbunyi :

“Disetiap sendi seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan Alhamdulillah ) adalah sedekah,s etiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir (ucapan Allahu akbar) adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha sebanding dengan pahala semua itu”

Dicukupi Kebutuhannya

Shalat Dhuha yang dilakukan oleh seseorang diawal hari menjanjikan tercukupinya rezeki atau kebutuhan seseorang tersebut di akhir hari. Shalat Dhuha merupakan shalat yang dilakukan untuk memohon rizki kepada Allah SWT. Hal tersebut ditunjukan oleh ketentuan waktu pelaksanaan dan tersirat dalam do’a yang dibaca setelah pelaksanaan shalat tersebut.

Selain itu, Allah juga berjanji pada setiap umat islam yang rajin melaksanakan shalat Dhuha untuk mencukupi apa yang menjadi kebutuhannya, setidaknya kebutuhannya disore atau diakhir hari.

Dengan janji-Nya tersebut, Allah sebenarnya ingin memberikan balasan dan imbalan atas kesediaan hamba-Nya untuk mengingat diri-Nya di waktu Dhuha dengan memenuhi apa-apa yang menjadi kebutuhan dia sepanjang hari itu. Janji Allah tersebut dapat ditemukan dalam sebuah hadist qudsi. Rasulullah saw. Yang bunyinya :

“Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman: “Wahai anak Adam, cukuplaah bagi-Ku empat rekaat di awal hari, maka Aku akan mencukupimu disore harimu”

Janji Allah ini akan bisa menjadi penyebab hati gelisah dikarenakan kurangnya rizki yang diperoleh serta mencegah bahaya putus asa bagi sebagian orang yang tidak diberikan rizki yang cukup. Shalat dhuha adalah merupakan salah satu perantara agar keinginan cepat terkabul seperti halnya kika mengerjakan shalat hajat.

Diganjar Dengan Rumah Di Surga

Orang yang selalu bersedia meluangkan waktunya untuk melaksanakan shalat Dhuha 12 rekaat di awal hari akan dijanjikan ganjaran oleh Allah berupa sebuah rumah indah yang terbuat dari emas kelak diakhirat. Hal ini menurut Anas Bin Malik yang mendengar bahwa Rasulullah sawbersabda :

“Siapa saja yang shalat Dhuha 12 rekaat, Allah akan membuat untuknya sebuah istana yang terbuat dari emas di surga”” (HR. Ibnu Majah)

Menggugurkan Dosa

Shalat Dhuha akan menggugurkan dosa-dosa orang yang rutin melakukan ibadah shalat dhuha meskipun dosanya itu sebanyak buih di lautan. Berikut hadist yang memperkuat hal ini. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,

“Barangsiapa yang menjaga shalat Dhuha, maka dosa-dosanya diampuni walaupun dosanya itu sebanyak buih dilautan” (HR. Tirmidzi)

Dibuatkan Pintu Khusus di Surga

Keutamaan lain yang dijanjikan Allah bagi orang yang tekum mengerjakan shalat dhuha adalah bahwa dia akan dibuatkan pintu khusus di surga kelak, yakni pintu yang dinamakan pintu Dhuha.

Dengan demikian maka jelaslah bahwa orang yang tekun mengerjakan shalat dhuha memiliki kedudukan yang tinggi di mata Allah SWT hingga dibuatkan pintu tersendiri untuk memasuki surga  tidak memandang apakah ia muslim sejak lahir maupun mualaf. Rasulullah bersabda: Dari Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad saw bersabda,

“sesungguhnya disurga ada slaah satu pintu yang dinamakan pintu Dhuha, bila datang hari kiamat malaikat menjaga surga memangil; mana ia yang melazimkan shalat Dhuha? Inilah pintu kalian maka masukilah dengan kasih sayang Allah” (HR.Thabrani)

Berikut Allah memberikan kedudukan yang istimewa bagi orang-orang yang melaksanakan Dhuha berdasarkan dengan jumlah rakaatnya:

  • Orang yang mengerjakan dua rekaat shalat Dhuha akan tercatat sebagai orang yang tidak lalai
  • Orang yang mengerjakan empat rekaat shalat Dhuha tercatat sebagai orang yang muhsinin (berbuat baik)
  • Orang yang mengerjakan emam rekaaat shalat Dhuha akan tercatat sebagai hamba yang taat
  • Orang yang mengerjakan shalat Dhuha delapan rakaat tercatat sebagai hamba yang juara (Sukses)
  • Orang yang mengerjakan dua belas rekaat shalat Dhuha akan dibuatkan sebuah rumah yang indah disurga

Sebagaiman hadist yang menerangkan bahwa Rasulullah saw bersabda:Dari Abi Dzar ra, Rasulullah saw bersabda, “Bila engkau melaksanakan dua rekaat shalat Dhuha maka engkau tidak dicatat sebagai hamba yang lalai, atau empat rekaat maka engkau akan dicatat sebagai hamba yang muhsinin (berbuat baik), atau enam rakaat engkau akan dicatat sebagai hamba uang taat, atau delapan maka engkau akan dicatat sebagai hamba yang juara (Sukses), atau sepuluh maka pada hari ini dosamu tidak dicatat, atau dua belas rakaat maka Allah akan membangunkan rumah disurga”

Baca Juga : Keutamaan Sholat Tahajud

Leave a Comment