15+ Keutamaan Dan Keberkahan Hari Jum’at Yang Wajib Anda Ketahui

15+ Keutamaan Dan Keberkahan Hari Jum’at Yang Wajib Anda Ketahui

Keutamaan Hari Jumat – Jumat merupakan hari yang agung, dengannya Allah mengagungkan dan juga menghiasi agama Islam ini. Allah SWT akan memuliakan umat Muhammad shallallahu ‘alahi wasallam dengan hari Jumat, yang tidak akan diberikan kepada umat-umat nabi terdahulu.

Pengertian Hari Jumat

Keutamaan Hari Jumat

Terdapat beberapa dalil yang menunjukan adanya keutamaan hari Jumat ini. Bahkan ada beberapa ulama yang secara khusus menjadikannya dalam satu bentuk karya, seperti halnya kitab al-Lum’ah Fi Khashaish al-Jumat, karya Syekh Jalaluddin al-Suyuthi.

Berikut ini beberapa dalil yang menyebutkan dengan adanya keutamaan hari Jumat tersebut.

Seorang ulama besar yaitu Al-Imam al-Syafi’i dan al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Sa’ad bin ‘Ubadah sebuah hadits:

سَيِّدُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَهُوَ أَعْظَمُ مِنْ يَوْمِ النَّحَرِ وَيَوْمُ الْفِطْرِ وَفِيْهِ خَمْسُ خِصَالٍ فِيْهِ خَلَقَ اللهُ آدَمَ وَفِيْهِ أُهْبِطَ مِنَ الْجَنَّةِ إِلَى الْأَرْضِ وَفِيْهِ تُوُفِّيَ وَفِيْهِ سَاعَةٌ لَا يَسْأَلُ الْعَبْدُ فِيْهَا اللهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ مَا لَمْ يَسْأَلْ إِثْمًا أَوْ قَطِيْعَةَ رَحِمٍ وَفِيْهِ تَقُوْمُ السَّاعَةُ وَمَا مِنْ مَلَكٍ مُقّرَّبٍ وَلَا سَمَاءٍ وَلَا أَرْضٍ وَلَا رِيْحٍ وَلَا جَبَلٍ وَلَا حَجَرٍ إِلَّا وَهُوَ مُشْفِقٌ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ

“Rajanya hari di sisi Allah ialah hari Jumat. Hari jumat ini lebih agung dari pada hari raya qurban maupun hari raya Fithri. Di dalam hari Jumat terdapat lima keutamaan khusus. Pada hari Jumat Allah telah menciptakan Nabi Adam dan juga mengeluarkannya dari surga ke bumi. Pada hari Jumat tersebut pula Nabi Adam wafat.

Di dalam hari Jumat sendiri terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya kecuali Allah akan mengabulkan permintaannya, selama tidak meminta dosa maupun memutus tali shilaturrahim.

Hari kiamat juga terjadi pada hari Jumat. Tiada Malaikat yang akan didekatkan di sisi Allah, langit, bumi, angin, gunung dan batu kecuali mereka khawatir terjadinya kiamat saat hari Jumat”.

Mengapa langit, bumi, batu maupun benda-benda mati lainnya yang telah mengalami kekhawatiran? Padahal benda-benda tersebut adalah makhluk yang tidak bernyawa?

Syekh Ihsan bin Dakhlan dalam Manahij al-Imdad menerangkan adalah sebagai berikut:

أَيْ يَخْلُقُ اللهُ تَعَالَى لَهَا إِدْرَاكًا لِمَا يَقَعُ فِيْ ذَلِكَ الْيَوْمِ فَتَخَافُ…الى ان قال….وَالسِّرُّ فِيْ ذَلِكَ أَنَّ السَّاعَةَ كَمَا تَقَدَّمَ تَقُوْمُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ بَيْنَ الصُّبْحِ وَطُلُوْعِ الشَّمْسِ فَمَا مِنْ دَابَّةٍ اِلَّا وَهِيَ مُشْفِقَةٌ مِنْ قِيَامِهَا فِيْ صَبَاحِ هَذَا الْيَوْمِ فَإِذَا أَصْبَحْنَ حَمِدْنَ اللهَ تَعَالَى وَسَلَّمْنَ عَلَى بَعْضِهِنَّ وَقُلْنَ يَوْمٌ صَالِحٌ حَيْثُ لَمْ تَقُمْ فِيْهَا السَّاعَةُ

“Maksudnya, Allah akan menciptakan kepada makhuk-makhluk tidak bernyawa ini pengetahuan tentang hal-hal yang terjadi pada hari Jumat tersebut. Rahasia dari kekhawatiran mereka yaitu bahwa hari kiamat sebagaimana telah dijelaskan terjadi pada hari Jumat di antara waktu Subuh dan juga terbitnya matahari.

Maka tidaklah pada binatang-binatang kecuali khawatir akan datangnya hari kiamat pada pagi hari Jumat tersebut. Pada saat pagi hari tiba, mereka memuji kepada Allah dan juga akan memberikan ucapan selamat satu sama lain, mereka mengatakan ini hari yang begitu mulia.

Kiamat tersebut tidak terjadi pada pagi hari ini”. Berdasarkan pada (Syekh Ihsan bin Dakhlan, Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz.1, hal.286, cetakan Ponpes Jampes Kediri, tt).

Seorang ulama besar yaitu Imam Ahmad dan juga Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Abdillah bin ‘Amr bin al-‘Ash sebuah hadits yaitu:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

“Tiada seorang Muslim yang mati di hari maupaun malam Jumat, kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur”.

Seorang ulama besar yaitu Syekh Ihsan bin Dakhlan dalam kitab Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz.1, hal.286 cetakan Pondok Pesantrena Jampes Kediri, mengutip keterangan dari Imam al-‘Azizi bahwa hadits tersebut sudah mencapai derajat hadits Hasan.

Ulama lainnya berbeda pendapat mengenai maksud terjaganya orang yang wafat di hari Jumat dari fitnah kubur. Menurut Imam al-Manawi orang tersebut tidak akan ditanya Malaikat ketika berada di alam kuburan.

Sedangkan menurut pendapat yang telah dipegang oleh Imam al-Zayadi, bahwa orang yang telah mati di hari Jumat tetap akan ditanya oleh malaikat, namun mereka akan diberi kemudahan dalam menjalaninya.

Ulama lain yaitu Syekh Ihsan bin Dakhlan mengatakan bahwa:

قَالَ الْمَنَاوِيُّ بِأَنْ لَا يُسْأَلَ فِيْ قَبْرِهِ اِنْتَهَى وَهَذَا خِلَافُ ظَاهِرِ الْحَدِيْثِ وَالَّذِيْ اِعْتَمَدَهُ الزَّيَادِيُّ أَنَّ السُّؤَالَ فِي الْقَبْرِ عَامٌّ لِكُلِّ مُكَلَّفٍ اِلَّا شَهِيْدَ الْمَعْرِكَةِ وَمَا وَرَدَ فِيْ جَمَاعَةٍ مِنْ أَنَّهُمْ لَا يُسْئَلُوْنَ مَحْمُوْلٌ عَلَى عَدَمِ الْفِتْنَةِ فِيْ الْقَبْرِ أَيْ يُسْئَلُوْنَ وَلَا يُفْتَنُوْنَ.

“Maksud dari hadits tersebut adalah Imam al-Manawai mengatakan dengan sekira bahwa, mereka tidak ditanya malaikat di kuburnya. Pendapat al-Manawi ini menyalahi makna zhahirnya hadits tersebut.

Pendapat yang telah dipegang oleh Imam al-Zayadi bahwa pertanyaan malaikat di alam kubur menyeluruh untuk setiap orang mukallaf kecuali syahid yang telah gugur di medan pertempuran.

Keterangan yang menyebutkan bahwa segolongan ulama tidak akan ditanya malaikat di alam kubur dan akan diarahkan pada arti ketiadaan fitnah, maksudnya mereka tetap akan ditanya malaikat dan juga tidak mendapatkan fitnah”. Menurut (Syekh Ihsan bin Dakhlan, Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz.1, hal.286, cetakan Ponpes Jampes Kediri, tt).

Menjalankan shalat Jumat adalah  hajinya orang-orang yang tidak mampu. Menurut Imam al-Qadla’i dan Ibnu Asakir dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

اَلْجُمُعَةُ حَجُّ الْفُقَرَاءِ

“Jumat adalah hajinya orang-orang fakir”.

Terkait dengan adanya hadits tersebut, Syekh Ihsan bin Dakhlan menjelaskan bahwa:

يَعْنِيْ ذَهَابُ الْعَاجِزِيْنَ عَنِ الْحَجِّ اِلَى الْجُمُعَةِ هُوَ لَهُمْ كَالْحَجِّ فِيْ حُصُوْلِ الثَّوَابِ وَاِنْ تَفَاوَتَ وَفِيْهِ الْحَثُّ عَلَى فِعْلِهَا وَالتَّرْغِيْبُ فِيْهِ.

“Maksud dari hadist tersebut adalah berangkatnya orang-orang yang tidak mampu berhaji menuju shalat Jumat, seperti berangkat menuju tempat haji dalam hal mendapatkan pahala, meskipun berbeda tingkat pahalanya. Dalam hadits dapat memberi dorongan untuk melakukan Jumat”. Menurut (Syekh Ihsan bin Dakhlan, Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz.1, hal.282, cetakan Ponpes Jampes Kediri, tt).

Dalam hadits lain telah disebutkan bahwa :

مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنْ الْإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا

“Barang siapa yang akan membasuh pakaian dan juga kepalanya, mandi, bergegas Jumatan, menemui awal khutbah, berjalan dan tidak menaiki kendaraan, dekat dengan Imam, mendengarkan khutbah dan juga tidak bermain-main, maka setiap langkahnya akan mendapat pahala berpuasa dan juga shalat selama satu tahun. (HR. Al-Tirmidzi dan al-Hakim).

Hadits tersebut menurut Imam al-Tirmidzi berstatus hadits Hasan dan juga menurut al-Hakim mencapai derajat hadits yang Shahih.

Dalam hadits Imam Muslim disebutkan bahwa:

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَدَنَا وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ

“Barang siapa dari mereka berwudlu kemudian memperbaiki wudlunya, lantas berangkat Jumat, dekat dengan Imam dan juga mendengarkan khutbahnya, maka dosanya di antara hari tersebut dan Jumat berikutnya akan ditambah tiga hari diampuni”. (HR. Muslim).

Bagi seorang Muslim yang membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat, mereka akan dianungi cahaya di antara dua Jumat. Nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنْ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

“Barang siapa membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat, maka Allah akan memberinya sinar cahaya di antara dua Jumat”.

Hadits tersebut diriwayatkan dan juga telah dishahihkan oleh imam al-Hakim.

Nabi menganjurkan kepada kita agar memperbanyak membaca shalawat pada hari Jumat. Dalam sebuah hadits telah dijelaskan:

أَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ وَيَوْمَ الْجُمُعَةِ فَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا

“Perbanyaklah kalian dalam membaca shalawat kepadaku di hari dan malam Jumat. Barangsiapa yang telah membaca shalawat untuku satu kali, maka Allah akan membalasnya sepuluh kali”.

Hadits tersebut telah diriwayatkan al-Baihaqi dengan beberapa sanad yang baik (hasan).

Keutamaan Hari Jum’at

Keutamaan Hari Jumat

  1. Disunnahkan Baca Surat Al Kahfi di Hari Jum’at

Dalam sebuah riwayat, Nabi Muhammad Saw pernah bersabda. “Hari terbaik di mana matahari terbit di dalamnya ialah pada hari Jumat. Pada hari itu Adam Alaihis Salam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan Nabi Adam dan kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jumat.” [Riwayat Muslim]

Nabi Muhammad juga pernah bersabda, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian merupakan hari Jumat, maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya, karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi Muhammad saw bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.” (Shohih. HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i)

Keistimewaan lain hari Jumat yaitu pada saat dikabulkannya doa, yakni saat-saat terakhir setelah shalat ashar (seperti yang dijelaskan dalam banyak hadits) atau di antara duduknya imam di atas mimbar saat berkhutbah Jumat sampai shalat selesai ditunaikan.

  1. Amalan Mulia

Allah SWT mengkhususkan hari Jumat ini hanya bagi kaum Muslimin dari seluruh kaum dari umat-umat terdahulu. Di dalamnya banyak rahasia dan juga keutamaan yang datangnya langsung dari Allah.

  1. Hari Keberkahan.

Di mana di hari Jumat berkumpul kaum Muslimin di masjid-masjid untuk mengikuti shalat dan juga sebelumnya mendengarkan dua khutbah Jumat yang mengandung pengarahan dan juga pengajaran serta nasihat-nasihat yang ditujukan kepada kaum muslimin yang kesemuanya mengandung manfaat agama maupun manfaat dunia.

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah menyebut hari Jumat mempunyai 33 keutamaan. Bahkan Imam as-Suyuthi menyebut ada sekitar 1001 keistimewaan.

  1. Hari Diperintahkannya Shalat Jumat.

Nabi Muhammad  bersabda, “Hendaklah kaum-kaum itu berhenti dari meninggalkan perkara shalat Jumat. Atau (jika tidak) Allah pasti akan dapat mengunci hari mereka, kemudian mereka pasti menjadi orang-orang yang telah lalai.” [Muslim]. Dalam riwayat lain Nabi Muhammad menyebutkan, “Shalat Jumat merupakan hak yang diwajibkan kepada setiap Muslim kecuali empat orang; budak atau wanita, atau anak kecil, atau orang sakit.” [Abu Daud]

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk dapat menunaikan shalat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan juga tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” [QS: Al-Jumu’ah:9]

“Barangsiapa yang bersuci dan juga mandi, kwmudian bergegas dan mendengar khutbah dari awal, berjalan kaki tidak dengan berkendaraan, mendekat dengan imam, lalu mendengarkan khutbah dan juga tidak berbuat sia-sia, maka baginya bagi setiap langkah pahala satu tahun baik puasa dan shalatnya..”

  1. Hari Pembeda antara Islam dan Non-Muslim.

Hari Jumat merupakan  hari istimewa bagi kaum Muslim. Selain itu diberikan Nabi untuk dapat membedakan antara harinya orang Yahudi dan orang Nashrani.

Abu Hurairah meriwayatkan, Nabi Muhammad bersabda: “Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk dapat menjadikan hari Jumat sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi merupakan hari Sabtu, dan juga hari raya orang Nasrani yaitu hari Ahad, kemudian Allah akan memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jumat, Sabtu, dan Ahad.

Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita merupakan penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita merupakan urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk.” [HR. Muslim]

  1. Hari Allah Menampakkan Diri.

Dalam sebuah riwayat disebutkan, Hari Jumat Allah akan menampakkan diri kepada hamba-hamba-Nya yang beriman di Surga. Dari Anas bin Malik dalam mengomentari tersebut ini: “Dan Kami mempunyai pertambahannya” (QS.50:35) mengatakan: “Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jumat.”

Masih banyak keistimewan hari Jumat. Di antaranya yaitu; Dalam “al-Musnad” dari hadits Abu Lubabah bin Abdul Munzir, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda:

“Penghulunya hari merupakan hari Jumat, ia adalah hari yang paling utama di sisi Allah Subhanahu Wata’ala, lebih agung di sisi Allah Subhanahu Wata’ala dari pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. Pada hari Jumat tersebut terdapat lima keistimewaan: Hari itu, bapak semua umat manusia, Nabi Adam ‘Alaihissalam diciptakan, diturunkan ke dunia, dan wafat. Hari kiamat tak akan terjadi kecuali hari Jum’at.

Karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sangat memuliakan hari ini, menghormatinya, dan mengkhususkannya untuk beribadah dibandingkan hari-hari lainnya.*

“Sesungguhnya di hari Jum’at terdapat satu waktu yang mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasulullah SAW mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu” (HR. Muttafaq Alaih)

Seorang ulama’ ternama, Ibnu Qayyim Al Jauziah mengatakan bahwa waktu yang mustajab itu ada versi, sebagaimana ditunjukan dalam banyak hadits yang shohih, pertama saat duduknya khatib sampai selesainya shalat. Kedua, sesudah Ashar, dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi” (Zaadul Ma’ad Jilid I/389-390)

  1. Shodaqoh Di Hari Jumat Lebih Utama Dibanding Hari Lainnya

Ibnu Qayyim menambahkan: “Sadekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya ibarat sadekah pada bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.

  1. Hari Diturunkannya Ampunan

Salman Al Farisi berkata, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang mandi pada hari Jum’at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum’at”. (HR. Bukhari).

  1. Jalannya Orang yang Shalat Jum’at Adalah Pahala

Aus bin Aus berkata: Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa yang mandi pada hari Jum’at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shof terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan setara dengan pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah”. (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Khuzaimah)

  1. Hari Tatkala Allah SWT Menampakkan Diri Pada HambaNya Yang Beriman di Surga

Sahabat Anas bin Malik ketika mengomentari ayat: – Dan Kami memiliki pertambahannya – (QS.50:35) mengatakan:

  1. Hari Besar Islam Yang Berulang Setiap Pekan

Ibnu Abbas berkata, Rasulullah SAW bersabda:

“Hari ini adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi umat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri shalat Jum\at hendaklah mandi terlebih dahulu.” (HR. Ibnu Majah).

  1. Orang Islam Yang Wafat di Malam atau Hari Jum’at Insyaallah Khusnul Khatimah

Diriwayatkan oleh Ibnu Amru, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum’at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur”. (HR. Ahmad dan Tirmidzi). (*)

  1. Hari Dihapuskannya Dosa-Dosa

Salman Al Farisi berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mandi pada hari Jumat, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jumat,” (HR. Bukhari).

  1. Orang Yang Berjalan Untuk Shalat Jumat Akan Mendapat Pahala Untuk Tiap Langkahnya, Setara Dengan Pahala Ibadah Satu Tahun Shalat dan Puasa

Aus bin Aus berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mandi pada hari Jumat, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah,” (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah).

  1. Hari Paling Utama di Dunia

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW berkata, “Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari Jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi

Pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya,” (HR. Muslim). Allahu A’lam. []

Leave a Comment