JARINGAN EPITEL | Pengertian, Letak, Peran, Fungsi dan Jenisnya

Jaringan Epitel – Apakah kalian tahu kalau di dalam tubuh manusia ini terdapat susunan dari berbagai jaringan yang berbeda? Ya, selain tersusun dari beragam sel, organ, dan tulang, tubuh manusia tersusun atas berbagai jaringan.

Salah satu jaringan yang ada pada tubuh manusia adalah “Jaringan Epitel”. Apakah kalian sudah pernah dengar mengenai jaringan epitel? Kalau belum yuk di simak ulasan berikut ini.

PENGERTIAN JARINGAN EPITEL

Jaringan Epitel

Jaringan Epitel/ Sumber Image: gurupendidikan.co.id

Jaringan merupakan susunan yang terdiri dari sel yang membantu membangun berbagai macam organ dan bagian tubuh lainnya.

Ketika diamatai dengan seksama menggunakan mikroskop, jaringan yang membentuk tubuh manusia mempunyai struktur yang rapi dan beraturan sesuai dengna fungsinya.

Fungsi ini yang akan menjadi pembeda antar jaringan yang akan bekerja sesuai dengan letaknya di dalam tubuh manusia.

Ini lah sebabnya di dalam tubuh manusia terdiri dari empat jenis jaringan utama yaitu jaringan otot, jaringan ikat, jaringan saraf, dan jaringan epitel.

Jaringan epitel merupakan salah satu jaringan dalam tubuh manusia yang memiliki sel-sel yang rapat dengan luas permukaan yang cukup besar.

Fungsi jaringan ini adalah untuk menutupi atau melapisi bagian permukaan tubuh dan juga menyusun bagian terluar organ.

Dalam kata lain, Jaringan epite ini berfungsi sebagai pintu gerbang yang bisa melindungi tubuh manusia agar tidak terpapar langusng dengan dunia luar. Maka dari itu, semua zat yang akan masuk ke dalam tubuh harus melewati jaringan epitel terlebih dahulu.

Baca juga : Jaringan Epidermis

LETAK JARINGAN EPITEL

 

Dilihat dari tugasnya yang secara langgung terpapat dengan dunia luar, jaringan epitel pada tubuh manusia terlerak pada kulit, saluran penceranaan, saluran pernafasan, saluran reproduksi, dan saluran kemih.

Susunan jaringan epitel ini cenderung tebal karena jaringan ini terbentuk dari beberapa lapis sel keratin tebal yang berguna untuk memberikan kekuatan dan ketahanan mekanisme.

Misalnya saja jaringan epitel yang terletak pada kulit. Kulit ini ternyata di tutupi oleh sel epitel yang di dalamnya terdapat kandungan keratin tebal yang berguna untuk menjaga air dan juga zat lainnya yang tedapat di dalam jaringan agar tidak hilang.

Hal serupa juga ada di kerongkongan yang temasuk dari saluran pencernaan. Dalam menjalankan tugasnya, kerongkongan ini akan langusng bersentuhan dengan berbagai macam minuman dan makanan yang mempunyai tekstur, kandungan, dan tingkat pH yang berbeda – beda.

Oleh karena itulah kerongkongan ini dilapisi oleh jaringan epitel. Namun, jaringan epitel yang terletak pada kerongkongan ini memiliki lapisan yang lebih tipis dari jaringan epitel yang terdapat pada kulit.

Jaringan epitel tidak terdapat di kerongongan saja, namun juga pada lambung, usus besar, usus kecil, bronkus pada paru-paru, dan juga falopii pada saluran reproduksi.

Bagian – bagian tersebut juga dibantu oleh epitel tipis yang diselimuti silia atau mikrovili. Ada juga jaringan epitel transisional pada bagian kandung kemih, ureter, dan uretra yang memiliki fungsu sebagai pemudah proses peregangna dan perluasan kapasitas organ tersebut.

Baca juga : Jaringan Saraf

PERAN DAN FUNGSI JARINGAN EPITEL

Jaringan epitel memiliki peran dan fungsi sebagai berikut :

  • Membantu saluran pencernaan untuk menyerap zat-zat yang masuk ke dalam tubuh.
  • Sebagai pelindung jaringan yang ada di bawahnya dari paparan dunia luar.
  • Mendukung regulasi dan ekskresi bahan kimia yang ada di dalam tubuh.
  • Mengeluarkan hormon, enzim, keringat, dan juga produk akhir lainnya yang ada dalam tubuh.
  • Sebagai pendeteksi sensai yang dirasakan oleh kulit.

Baca juga : Fungsi Jaringan Otot

JENIS – JENIS JARINGAN EPITEL

Jaringan epitel dibagi menjadi 8 jenis berdasarkan dangan bentuk sel, jumlah lapisan sel, dan juga jenis sel itu sendiri.

6 jenis diidentifikasi berdasarkan jumlah lapisan sel dan bentuknya dan sisa nya diidentifisai berdasarkan jenis sel yang menyusun jaringan tersebut.

Di dalam jaringan epitel ini juga memiliki 3 kelompok bentuk sel, yaitu pipih dan gepeng, kotak, dan persegi panjang yang tinggi dan lebar.

Dan di dalam jaringan ini terdapat juga 2 kelompok yang dibedakan dengan jumlah sel yang ada di dalam jaringan tersebut, yaitu epitel selapis dan juga epitel berlapis.

Untuk lebih jelasnya mengenai jenis-jenis jaringan yang ada pada tubuh manusia adalah sebagai berikut :

  1. Epitel Gepeng Selapis

Epitel gepeng atau pipih ini memiliki peran dan fung yaitu sebagai penyaring zat – zat yang akan masuk ke dalam organ sekaligus memproduksi pelumas guna memperlancar kerja organ.

Jenis epitel ini dapat ditemukan di ginjal, selubung jantung, pembuluh darah, pembuluh limfatik, dan kantung udara paru-paru.

  1. Epitel Kubus Selapis

Epitel Kubus Selapis

Epitel Kubus Selapis

Epitel Kubus Selapis memiliki pran dan fungsi untuk mempermudah organ tubuh ketika menjalankan proses sekresi dan penyerapan. Epitel ini terletak di dalam ginjal, ovarium, dan juga di berbagai kelenjar dalam tubuh.

Baca juga : Fungsi Pergelangan Tangan

  1. Epitel Silindris Selapis

Epitel Silindris Selapis

Epitel ini hampir mirip dengan epitel kubus selapis. Epitel ini memiliki peran dan fungsi untuk memperlancar kerja organ pada proses sekresi lendir dan enzim, dan juga membantu dalam proses penyerapan zat – zat tertentu. Tetapi, pada epitel yang satu ini terdapat lendir dan sila kecil seperti rambut.

Epitel ini terletak pada bronkus paru – paru, rahim, saluran pencernaan, dan juga sebagian kelenjar – kelenjar lainnya.

  1. Epitel Pipih Berlapis

Epitel pipih atau gepeng berlapis memiliki peran dan fungsi untuk melindungi jaringan yang berada di bawahnya. Terdapat 2 jenis epitel pipih berlapis yaitu

  • Epitel pipih berlapis yang terdapat di bagian bawah lapisan kulit yang memiliki sturktur yang lebih keras karena di dalam nya terdapat protein keratin.
  • Epitel pipih berlapis yang terdapat pada mulut, kerongkongan, uretra, vagina, dan anus yang tidak memiliki kandungan protein keratin.
  1. Epitel Kubus Berlapis

Epitel kubus berlapis ini memiliki peran dan fungsi sebagai pelindung jaringan, kelenjar, dan juga sel yang berada di bawah epitel ini. Epitel ini terletak di sekitar kelenjar payudara, kelenjar keringat, dan juga kelenjar air liur.

Baca juga : Fungsi Tulang Pengumpil

  1. Epitel Silindris Berlapis

Epitel silindris berlapis ini memiliki peran dan fungsi sebagai pelancar proses sekresi dan melindungi organ. Epitel silindris berlapis ini hanya dimiliki oleh kaum pria karena letak epitel ini ada di bagian uretra dan pada kelenjar tertentu.

  1. Epitel Kolumnar Pseudostratifikasi

Epitel kolumnar pseudostratifikasi adalah lapisan sel tunggal yang memiliki tinggi yang berbeda-beda. Peran dan fungsi epitel ini untuk melancarkan pergerakan lendir pada organ dan juga memperlancar proses sekresi.

Epitel ini terdapat pada saluran pernafasan bagian atas, tenggorokan, saluran sperma, dan juga kelenjar lainnya.

  1. Epitel Transisional

Epitel Transisional ini merupakan jaringan yang tediri lebih dari satu sel. Epitel ini memiliki struktur dengan kombinasi bentuk kubus dan pipih.

Epitel ini terletak pada sistem perkemihan, yaitu pada kandung kemih yang memiliki fungsi sebagai peregang atau pembesar organ saat menampung urin.

Demikian ulasan yang bisa saya sampaikan pada artikel ini. Semoga ulasan ini bisa bermanfaat untuk kalian semua. Pantengin terus website ini karena setiap hari akan ada ulasan-ulasan baru.

Baca juga : Fungsi Tulang Atas