FUGSI TULANG HASTA PADA MANUSIA

Fugsi Tulang Hasta Pada Manusia – Salah satu bagian anatomi penting dari tubuh adalah sistem kerangka tulang manusia.

Tulang hasta adalah bagian hal yang sangat penting dari sistem pergerakan tangan manusia, terbentuk dari lengan bawah yang menghubungkan lengan atas dengan pergelangan tangan.

Tulang Hasta atau disebut Tulang Ulna merupakan tulang panjang dibagian medial lengan bawah seturut dengan jari kelingking dan berlawanan dengan tulang pengumpil atau tulang Radius.

Fungsi Tulang Hasta

Fungsi tulang hasta berfungsi untuk membantu aktivitas atau kegiatan tangan secara utuh.

Tulang Ulna merupakan tulang yang menghubungkan antara tulang humerus (tulang lengan atas) dan tulang karpal tangan (tulang pergelangan tangan) yang bagian ujungnya lebih kecil berfungsi untuk membuat sambungan siku.

Bersinggungan dengan tulang pengumpil atau Radius, tulang hasta memungkinkan tulang hasta memungkinkan Sendi pergelangan tangan berputar.

Tulang hasta memilki diameter 50 % lebih besar dari pada tulang pengumpil saat bayi usia 4 bulan hingga 5 bulan. Semasa kehidupan dewasa, ketika renovasi dan resorpsi selesai, ukuran diameter ulnaris menjadi setengah jari – jari dari tulang pengumpil.

Untuk mengidentifikasi lebih mudah yang mana tulang hasta, tulang hasta terletak segaris lurus dengan jari kelingking pada lengan bagian bawah.

Susunan tulang hasta dan tulang pengumpil memungkinkan bagian lengan bawah untuk memberi gerakan pada pergelangan tangan dan juga tangan.

Pada hal ini memungkinkan fungsi yang tepat seperti menulis, membawa benda, memanipulasi tombol atau benda kecil lainnya, memutar gagang pintu, menggunakan alat, mengetik, dan masih banyak lagi.

Gerakan yang seperti itu cenderung memerlukan penggunaan pergelangan tangan dan jari-jari individual, membutuhkan lengan atas yang stabil bersama dengan rotasi dan mobilitas dari lengan bawah.

Selain itu, ada lagi fungsi tulang hasta lainnya yaitu untuk membangun anatomin lengan yang sempurna, ini meliputi:

  • Membantu pergelangan tangan untuk mengurangi pergerakan atau fleksibilitas sendi siku, yaitu menekuk dan atau meluruskan lengan.
  • menghasilkan sel – sel darah pada sum – sum tulang belakang dan menyimpan mineral
  • Membentuk sendi siku dengan humerus
  • Membentuk dan mempertahankan struktur lengan bawah (bersama dengan pengumpil)
  • Melekatnya otot – otot dan ligamen vital lengan dengan tangan bagian bawah.
  • Bekerja dengan pengumpil dan tulang karpal untuk menggerakkan dan memutar pergelangan tangan.

Proses pertumbuhan tulang dimulai dari tengah kepala tulang pada anak- anak umur empat tahun.

Pada umur sepuluh tahun, terjadi pertumbuhan dibagian olecranon, sedangkan umur enambelas tahun, pada bagian superior tulang sudah benar-benar bersendi dengan humerus, dan pada bagian bawah terjadi diusia kira-kira duapuluh tahun.

Baca juga : Sistem Peredaran Darah

Struktur Tulang Hasta

Struktur tulang hasta seperti pada gambar dibawah ini :

Struktur Tulang Hasta

Struktur Tulang Hasta

Secara umum, Tulang Ulna terbagi menjadi tiga bagian, terdiri dari :

  • Bagian Atas (Proksimal)

Bagian Atas mempunyai ciri atau karakteristik berupa ujung yang berbentuk menyerupai huruf ‘C’. Pada bagian atas tulang hasta memiliki tempat menyatunya Tulang Hasta dan Tulang Pengumpil yaitu Radial Notch.

Pada bagian ini, membuat tulang pengumpil bergerak secara bebas dan membantu rotasi atau perputaran dari lengan bagian bawah.

Terdapat Trochlear Notch yang merupakan tempat menyatunya Tulang Lengan Atas dan Tulang Hasta. pada bagian ini terletak didekat persendian siku dan untuk membantu lengan bawah agar bisa menekuk dan merenggang.

  • Bagian Tengah

Pada bagian tengah Tulang Hasta tidak seutuhnya simetris, karena pada bagian ini sebelah atas tulang hasta menyerupai seperti piramida. Bagian tengah tulang hasta memiliki sebuah jaringan berserat tipis yang menahan supaya tulang hasta dan tulang pengumpil tetap bersampingan diposisi yang sama.

  • Bagian Bawah (Distal)

Pada Bagian bawah tulang hasta lebih kecil daripada atasnya. Bagian bawah ini terdapat Ulnar Head dan Ulnar Notch sebagai kunci dari pergerakan tulang hasta tersebut.

Bagian bawah tulang hasta memiliki Styloid Process atau tulang kecil yang keluar sedikit atau mencuat dari tulang hasta yang fungsinya menjadi tempat otot pergelangan tangan berada (Ulnar Collateral Ligament).

Baca Juga : Fungsi Sel Darah Putih

Gangguan Yang Terjadi Pada Tulang Hasta

Tulang Ulna lebih panjang dan tipis, akan tetapi seringkali lebih mudah patah karena trauma.

Jika tulang hasta pecah, biasanya terjadi pada titik dimana tulang pengumpil dan tulang hasta membentuk sendi atau dimana tulang hasta membentuk sendi dengan tulang karpal tangan.

Patah tulang hasta menyebabkan nyeri yang sangat hebat, kesulitan saat menggerakkan sendi, dan bahkan deformitas lengan jika frakturnya majemuk.

Pada Patah tulang lengan bawah Diaphyseal, biasanya dikenal dengan fraktur atau patah tulang pergelangan tangan. Nah, inilah salah satu cedera yang paling umum pada tulang hasta.

Meskipun patah tulang terjadi akibat dari banyak alasan yang berhubungan dengan trauma, penyebab utamanya adalah jatuh pada lengan yang terbentang.

Baca juga : Fungsi Sel Darah Merah

Jenis Keretakan Atau Patah Tulang Yang Terjadi Pada Tulang Hasta

Keretakan atau biasa dikenal dengan patah tulang pada tulang hasta dapat mengganggu fungsi dari tulang hasta. Salah satu patah tulang yang biasa terjadi adalah patah pada pergelangan tangan.

Keretakan bisa terjadi yaitu karena adanya benturan, seperti terjatuh dengan posisi lengan yang terlentang, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, keretakan pada tulang hasta bisa terjadi karena benturan yang berulang-ulang, seperti memposisikan tulang yang tidak sesuai atau penggunaan tulang secara berulang yang berlebihan.

Pada kejadian tersebut bisa dikatakan Patah Tulang Stres, jadi patah tulang Stres bukan dari hasil suatu pengalaman atau peristiwa traumatis tunggal.

Untuk Perawatan patah stres dilakukan secara bervariasi berdasarkan jenis patah yang dihasilkan.

Pada setiap Individu yang sedang mengalami patah tulang stres perlu diberi arahan tentang bagaiamana pencegahan patah tulang stres dimasa yang akan datang sebagai bagian dari rehabilitasi mereka.

Berikut ini jenis keretakan yang dapat timbul pada tulang hasta :

  • Complete Fractures, merupakan jenis patah tulang yang menyebabkan tulang terbelah menjadi dua bagian
  • Comminuted Fractures, jenis keretakan pada tulang yang mengakibatkan tulang retak menjadi beberapa bagian yang lebih kecil
  • Greenstick Fractures, biasa dikenal dengan patah tulang parsial yaitu patah tulang yang tidak sempurna sehingga memiliki karakteristik dengan garis-garis retakan pada tulang yang masih utuh
  • Closed Fractures, keretakan pada tulang yang terjadi secara sebagian (parsial) atau sempurna yang tidak dapat menembus kulit
  • Compound Fracture, patah tulang campuran merupakan patah atau retaknya  terjadi, ketika sepotong fragmen tulang yang patah tersebut dapat  menembus keluar kulit.

Baca juga : Fungsi Otak

Cara Penanganan Tulang Hasta Ketika Retak

Penanganan Tulang Hasta yang Retak akibat benturan, perlu adanya pengembalian fungsi dari tulang hasta tersebut.

Perawatan yang dilakukan tergantung dari jenis keretakan yang dialaminya. Dalam beberapa kejadian, patah yang dialaminya memerlukan operasi.

Perawatan dari jenis Closed Fractures biasanya tidak terlalu rumit dibandingkan dengan perawatan Compound Fracture karena tingkat risiko infeksi.

Namun, perawatan secsara intensif sangat dibutuhkan pada patah tulang jenis apapun untuk mencegah kelainan bentuk dari tulang dan sendi sehingga mengurangi risiko gangguan fungsi dari tulang tersebut.

Baca juga : Fungsi Diafragma