Pengertian, Struktur, Fungsi dan Gangguan Yang Terjadi Pada Trakea

Fungsi Trakea – Trakea merupakan salah satu organ tubuh yang bekerja pada sistem pernafasan yang dimiliki oleh makhluk hidup termasuk juga manusia.

Trakea memiliki peranan yang cukup penting bagi kelangsungan hidup hewan dan manusia, yaitu sebagai salah satu organ tubuh yang mengolah/menjadi jalur masuknya udara hingga diproses menuju paru-paru.

Namun, trakea mempunyai peranan pada makhluk hidup berbeda-beda sesuai jenis dan sistemnya.

Sebelum membahas lebih dalam tentang fungsi trakea itu sendiri, apakah Anda tahu… trakea itu seperti apa? Bentuknya bagaimana? Mari kita simak penjelasannya.

Trakea merupakan tuba yang mempunyai ukuran diameter antara 2 hingga 25 serta ukuran panjangnya diantara 10 sampai 16 cm, trakea sendiri jika diamati memiliki bentuk seperti tabung memanjang yang disusun oleh 20 tulang rawan yang berbentuk seperti cincin yang terlihat kuat namun juga bersifat fleksibel.

Trakea posisinya terletak dari laring dan terbifurkasi dan menjadi bronkus utama pada mamalia juga untuk tubuh manusia dan memiliki jalur dari faring ke syiring pada sistem pernafasan burung serta trakea memiliki peran sebagai jalur masuknya udara menuju ke paru-paru.

Jaringan Tulang Rawan

Jaringan Tulang Rawan

Jaringan Tulang Rawan

Do you know? Didalam trakea kurang lebih ada sekitar 16 sampai 20 tulang rawan hialin yang mempunyai bentuk seperti huruf “C” yang mempunyai tugas untuk menyusun saluran tersebut.

Pada bagian yang terbuka dari tulang rawan berbentuk “C” ini letaknya ada pada bagian posterior yaitu ada pada bagian yang terletak disebelah organ yang bernama esofagus.

Salah satu bagian yang ada pada tulang rawan ini bernama lamina propia yang mana didalamnya mempunyai isi jaringan ikat dan otot.

Baca juga : Fungsi Usus Besar

Jaringan Epitel

Jaringan epitel atau bisa juga disebut dengan jaringan epithelium yang berguna untuk melapisi dinding bagian dalam trakea, merupakan epitel silindris yang bersilia.

Sel sel epitel yang ada pada lapisan ini dapat menghasilkan cairan lendir atau juga mukus yang berguna untuk melindungi trakea.

Jaringan Ikat

Lapisan lamina propia yang terletak pada bagian dalam tulang rawan merupakan sekumpulan sel-sel jaringan ikat, lapisan ini memiliki kegunaan untuk menjadi penghubung di antara jaringan satu dengan jaringan yang lainnya.

Selain dari itu, ada juga bagian yang disebut dengan ligamentung. Yaitu bagian yang berguna untuk menghubungkan bagian antar tulang rawan yang mempunyai bentuk “C” pada trakea.

Jaringan Otot

Jaringan otot yang menyusun struktur bagian pada trakea ini bentuknya sama juga dengan otot  yang menyusun bagian pada saluran pernapasan yang lain.

Yaitu  yang biasa kita kenal dengan nama otot polos. Jaringan ini letaknya ada pada bagian yang terbuka pada bentuk “C” tulang rawan, yang merupakan penyusun dari organ ini.

Kegunaan yang dimiliki otot pada organ ini berhubungan dengan pergerakan pada pernapasan serta mengakomodasi di dalam mekanisme kerja yang terjadi saat batuk ataupun tersedak.

Setelah membaca penjelesan tadi, sekarang anda sudah tau bahwa trakea tersusun dari apa saja bukan?

Itulah beberapa struktur jaringan yang ada didalam trakea. Ada pembahasan lain yang perlu anda ketahui mengenai bagian dari tubuh kita yang mempunyai hubungan sangat dekat dengan trakea yaitu esofagus.

terkadang kita salah menduga bahwa trakea sama dengan esofagus, padahal dari namanya saja sudah jelas berbeda. Perbedaannya apa? Trakea sendiri adalah batang dari tenggorokan, sedangkan esofagus adalah kerongkongan. Tentunya mereka memiliki peranan dan fungsi yang berbeda.

Mungkin yang mebuat kita sering salah faham adalah karena posisi trakea dan esofagus yang bertempat sangat berdekatan.

Namun sebelum kita mengira-ngira, kita harus membaca penjelasan dibawah ini, karena mereka memang memiliki perbedaan yang sangat jelas, diantaranya :

Baca juga : Fungsi Empedu

Perbedaan Yang Dimiliki Takea (Batang Tenggorokan) dan Esofagus (Kerongkongan)

  • Trakea adalah suatu bagian dari sistem pernafasan, sedangkan kerongkongan (esofagus) adalah suatu bagian dari sistem pencernaan. Trakea berfungsi mengangkut udara sedangkan kerongkongan berfungsi untuk mengangkut makanan.
  • Trakea mempunyai suplai dari arteri tiroid rendah, sedangkan esofagus dipasok oleh arteri yang berbeda dari trakea juga berada di lokasi yang berbeda di dalam tubuh kita.
  • Trakea terdiri dari dua bagian, sedangkan kerongkongan terdiri dari tiga bagian.
  • Trakea memiliki bentuk seperti tabung yang panjang, sedangkan kerongkongan sendiri memliki bentuk yang lebih fleksibel.

Setelah kita berbicara lumayan panjang mengenai struktur hingga perbedaan trakea dengan esofagus, mari kita beralih pembahasan mengenai peranan dan fungsi penting trakea didalam tubuh kita.

Baca juga : Fungsi Mulut

Fungsi Trakea Pada Manusia

Fungsi Trakea

Fungsi Trakea

1 . Fungsi Trakea Menyediakan Akses Pada Saluran Pernapasan

Fungsi yang paling penting dari trakea sendiri yaitu untuk menyediakan saluran pernafasan sehingga udara bisa masuk kedalam dan keluar dari paru-paru.

Jika trakea kita tersumbat, maka udara tidak akan bisa masuk kedalam paru-paru dengan baik. Hati-hati kasus ini sangat berbahaya, sehingga bisa sampai menyebabkan kematian.

2 . Fungsi Trakea Menjaga Suhu Udara yang Masuk Ke dalam Paru-Paru

Fungsi trakea yang kedua, yaitu trakea mampu melembabkan dan menghangatkan udara yang masuk ke dalam paru-paru kita.

Hal ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan suhu didalam tubuh kita. Fungsi ini bisa kita sebut dengan termoregulasi.

3 . Fungsi Trakea Mencegah Benda Asing Yang Masuk Ke dalam Paru-Paru

Do you know ? mengapa Anda bisa mengalami batuk secara tiba-tiba, saat tersedak makanan ataupun minuman ? Jika belum, simak yuk penjelasannya.

Jaringan epitel yang memiliki kegunaan untuk melapisi bagian didalam trakea dapat menghasilkan lendir yang mampu untuk menangkap debu-debu dan partikel kecil yang masuk.

Epitel ini juga mempunyai silia. Kegunaan silia sendiri yaitu untuk mendorong benda asing yang masuk ke saluran pernafasan kita lalu dikeluarkan dari trakea berupa dahak lalu masuk ke sistem pencernaan ataupun keluar dari mulut kita.

Trakea juga memiliki otot trakhealis yang berguna untuk menimbulkan gejala batuk saat ada makanan yang masuk secara sengaja ataupun tidak ke dalam trakea.

Batuk tersebut akan menghasilkan sebuah tekanan yang bisa membuat makanan yang masuk kedalam menjadi terdorong keluar dari trakea.

Nah, jika Anda sudah membaca dengan seksama penjelasan dari awal sampai akhir mengenai pengertian, struktur hingga fungsi dari trakea yang ada didalam tubuh Anda. Pasti Anda sekarang sudah mengerti kan?

Anda sekarang tidak harus bertanya-tanya lagi dan bisa memberikan jawaban ketika ada orang yang belum mengerti dan menanyakan kepada Anda mengenai hal itu.

Sebelum kita menutup pembahasan kita kali ini, ada satu hal penting lagi yang perlu Anda ketahui! Apakah itu..?

Tentunya setelah kita tahu segala penjelasan tentang trakea, kita juga harus tahu mengenai gangguan apa saja yang sering terjadi pada salah satu organ tubuh yang sangat penting ini?.

Sehingga kita bisa menjaga pola hidup kita, serta menghindari berbagai hal yang membahayakan kesehatan tubuh kita khususnya, mulai dari sekarang.

Baca juga : Fungsi Lambung

Gangguan Pada Fungsi Trakea

Gangguan Trakea

Gangguan Trakea

Fungsi trakea pada sistem pernapasan dalam tubuh kita dapat terganggu, akibat dari kondisi medis yang bisa menyebabkannya “terluka”.

Kita harus waspada terhadap beberapa gangguan pada fungsi trakea didalam tubuh kita, diantaranya ada di bawah ini :

Stenosis (penyempitan) pada trakea

Peradangan yang mungkin terjadi di dalam trakea dapat menyebabkan jaringan parut dan penyempitan pada batang tenggorokan.

Pembedahan atau endoskopi serta penanganan yang lebih serius harus dilakukan, jika stenosis yang terjadi sudah berada pada tingkat yang parah.

Fistula trakea – esofagus (TEF)

Proses terbentuknya fistula atau juga disebut saluran abnormal yang menghubungkan trakea dengan esofagus (kerongkongan), bisa menyebabkan masuknya makanan pada organ tubuh penting kita ini dimulai dari kerongkongan lalu masuk ke dalam trakea, sehingga mampu menyebabkan masalah paru-paru yang cukup serius.

Masuknya Benda Asing Ke Dalam Trakea

Hal ini bisa terjadi apabila terdapat benda asing yang terhirup, tertelan atau  tertahan di dalam trakea. Prosedur medis bernama bronkoskopi biasanya dapat dilakukan untuk mengeluarkan benda asing tersebut dari dalam trakea.

Kanker Pada Trakea

Kaus kanker pada trakea memang  jarang sekali ditemukan, tapi bukan berarti hal tersebut mustahil ya! Kita harus waspa terhadap gejala batuk-batuk dan kesulitan saat bernapas, yang mungkin saja itu bisa  menjadi beberapa gejala kanker pada trakea.

Trakeomalasia

Trakeomalasia merupakan suatu kondisi yang terjadi ketika trakea kita menjadi lunak. Umumnya kondisi ini terjadi karena kelainan / cacat saat lahir.

Kasus yang terjadi pada orang dewasa, trakeomalasia bisa terjadi dikarenakan cedera atau kebiasaan buruk merokok.

Obstruksi Trakea

Tumbuhnya sebuah tumor yang mampu menekan atau membuat trakea menyempit. Hal ini mampu mengakibatkan gejala kesulitan bernapas bagi penderitanya.

Pembedahan perlu dilakukan untuk membuka trakea, sehingga jalannya udara yang masuk ke dalam paru-paru kita bisa menjadi lebih lancar.

Untuk mengetahui tanda-tanda gangguan fungsi pada trakea, dokter biasanya akan melakukan beberapa tindakan pemeriksaan, misalnya dengan sebuah pemeriksaan yang disebut dengan bronkoskopi.

Yaitu memasukkan tabung yang dilengkapi dengan sebuah kamera ke dalam trakea agar dokter bisa melihat bagaimana kondisi didalamtrakea tersebut.

Selanjutnya pemeriksaan yang disebut dengan CT (computed tomography) scan, MRI (magnetic resonance imaging) scan, sampai rontgen pada paru-paru.

Oleh karena itu, agar fungsi trakea kita bisa tetap terjaga dengan baik, lebih baik kita sering untuk berkonsultasi dengan dokter, terutama jika kita merasa mengalami hal yang aneh / sakit yang tidak wajar pada bagian tubuh kita yang sangat penting ini.

Jika diperlukan kita juga bisa melakukan tes untuk memastikan  kondisi medis yang mengganggu trakea kita.

Kita harus selalu waspada! karena jika terjadi kerusakan pada trakea, apalagi terjadi penyumbatan, itu sangat mungkin untuk menyebabkan kondisi yang fatal bahkan sampai terjadi kematian.