Fungsi Sel Darah Putih Leukosit, Penting untuk Melawan Penyakit

Fungsi Sel darah putih, leukosit (white blood cell, WBC, leukocyte) berasal dari sumsum tulang dan beredar di seluruh aliran darah yang membentuk komponen darah, berfungsi membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi seperti : virus, bakteri, dan parasit. (sebagai sistem kekebalan tubuh).

Pengertian Sel Darah Puti

Pengertian Sel Darah Putih

Sel darah putih juga berfungsi sebagai pertahanan terhadap infeksi, merespons alergi, serta menunjang fungsi kekebalan tubuh. Leukosit memiliki ciri yaitu “tidak berwarna, dapat bergerak secara amoebeid, dan dapat menembus dinding kapiler/diapedesis”.

Ciri-ciri Sel Darah Putih

  1. Tidak berwarna,
  2. Mempunyai inti,
  3. Bergerak secara amoeboid,
  4. Menembus dinding kapiler/diapedesis.

Pada kondisi normal mengandung 4×109 – 11×109 sel darah putih. Pada orang dewasa yang sehat ± 7000-25000 sel per tetes.

Dalam setiap mm3 darah terdapat 6000 – 10000 (rata-rata 8000) sel darah putih. Dalam kasus leukemia, jumlahnya meningkat hingga 50000 sel per tetes.

Baca juga : Fungsi Sel Darah Merah

Gejala Leukosit Tinggi atau Lekositosis

Gejala Leukosit Tinggi atau Lekositosis

Gejala Leukosit Tinggi atau Lekositosis/ Sumber : gooddoctor.co.id

Adapun Gejala Leukosit tinggi, antara lain :

  • Demam.
  • Perdarahan atau memar.
  • Tubuh terasa lemah, lelah, atau sakit.
  • Merasa pusing, pingsan, atau berkeringat.
  • Lengan, kaki, atau perut terasa sakit atau kesemutan.
  • Sulit bernapas, berkonsentrasi, atau pandangan terganggu.
  • Berat badan turun tanpa sebab.
  • Tidak nafsu makan.

Bayi yang baru lahir mempunyai leukosit antara 9.000-30.000 per mikroliter darah. Rentang jumlah tersebut akan berubah seiring dengan bertambahnya usia, hingga menjadi 3.500-10.500 per mikroliter saat dewasa.

Baca juga : Fungsi Otak

Jenis-jenis Sel Darah Putih     

Berikut ini jenis-jenis sel darah putih atau leukosit, yaitu :

1. Neutrofil 40%-60%

Memiliki peran untuk menghadang dan melawan sejenis sumber penyakit, seperti : bakteri, virus dan benda asing lainnya dalam proses peradangan. Selain itu, Neutrofil termasuk kategori kelompok granulosit karena memiliki butiran yang halus (granula).

Neutrofil dikatakan sebagai polymorphonuclear karena memiliki inti sel sejumlah 3 dengan bentuk yang aneh.

Neutrofil menyerang daerah respiratori ke seluruh  substansi yang kebanyakan mengandung antara lain :

  • Hidrogen peroksida,
  • Oksigen radikal bebas

Produksi yang dilakukan oleh Neutrofil terjadi pada sumsum tulang dengan hasil ±100 milliar neutrofil dalam sehari dan terus mengalami peningkatan 10x lipat, jika terjadi inflamasi kuat.

Setelah keluar dari sumsum tulang, maka akan mengalami 6 tahap morgolis, yakni

  • Mielocit,
  • Metameolocit
  • Neutrofil non segmen (band),
  • Neutrofil segmen

Fungsi Neutrofil

  1. Menanggapi mikroba
  2. Antibiotik tubuh
  3. Berfungsi proses peradangan
  4. Menghancurkan mikroorganisme dan benda asing (fagositosis)
  5. Sebagai sel pertahanan tubuh dalam melawan infeksi
  6. Membantu menghapuskan stimulus yang berbahaya penyebab matinya sel (nekrosis).
  7. Membuat daerah yang kekurangan racun

Ciri-Ciri Neutrofil

  • Mempunyai 3 inti sel
  • Berjumlah 50-60% dalam darah
  • Sebagai polymorphonuclear
  • Merupakan kelompok granulosit.
  • Bersifat fagosit
  • Hasil produksi neutrofil selama sehari ±100 milliar neutrofil
  • Neutrofil berukuran sekitar 8 mm
  • Memiliki waktu hidup sekitar 6-20 jam

2. Limfosit 20%-40%

Terbentuk di dalam sumsum tulang dan di limfa. Limfosit juga dibagi menjadi dua macam yaitu limfosit kecil dan limfosit besar. Hasil dari produksi limfosit 1 kubik ± 8000 sel darah putih.

Jika sel tersebut mengalami peningkatan maka akan menyebabkan penyakit leukimia atau kanker darah.

Limfosit dibagi menjadi 6 jenis yaitu :

  • Limfosit B, berfungsi memproduksi antibodi
  • Sel T Helper, berfungsi mengaktif dan mengarahkan sistem kekebalan tubuh mikrooganisme
  • Sel T sitotoksit, berfungsi mengeluarkan bahan kimia ketika menghancurkan patogen
  • Sel T memori, berfungsi mengetahui patogen tertentu
  • Sel T Supresor, berfungsi melindungi sel normal tubuh.

Fungsi Limfosit :

    1. Menghasilkan antibodi
    2. Mengaktifkan sistem kekebalan tubuh
    3. Mengeluarkan bahan kimia dan menghancurkan patogen
    4. Melindungi sel normal tubuh
    5. Mengetahui patogen tertentu
    6. Berubah menjadi antibodi (sel Plasma)
    7. Melawan kanker

Ciri-Ciri Limfosit :

  1. Berjumlah 20-25%
  2. Terbentuk pada sumsum tulang dan limfa
  3. Berinti sel satu
  4. Tidak dapat bergerak secara leluasa
  5. Berwarna biru pucat
  6. Berbentuk oval/bulat,
  7. Tidak bergranula dan tidak motil

Baca juga : Fungsi Diafragma

3. Monosit 2%-8%

yaitu baris kedua pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri dan benda asing. Monosit merupakan bagian dari kelompok sistem kekebalan tubuh yang tidak memiliki butiran halus dalam sel (granula).

Monosit memiliki jummlah ± 300-500 mikroliter darah yang terproduksi di sumsum tulang manusia dan menyebar keseluruh tubuh dalam 3 hari pada organ tertentu.

Peningkatan tersebut dinamakan “monositosis”, seperti penyakit berikut ini :

  • Parotitis,
  • Herpes zoster,
  • Mononucleosis,
  • Infeksiosa,
  • Toksoplasmosis,
  • Hemolitik,

Berikut ini Fungsi Monosit, antara lain :

  1. Menghancurkan sel asing
  2. Mengangkat jaringan yang mati
  3. Membunuh sel-sel kanker
  4. Pembersih dari fagositosis oleh neutrofil
  5. Merangsang jenis sel darah putih lain dalam melindungi tubuh
  6. Menunjukkan perubahan kesehatan pasien dengan banyak sedikitnya monosit dalam tubuh.

Ciri-Ciri Monosit

  1. Berjumlah 1-10% sel darah putih
  2. Memiliki waktu hidup lebih lama dari neutrofil
  3. Bersifat fagosit dan motil dengan inti bulat
  4. Bergerak atau berimigrasi dengan cepat
  5. Berbentuk sama persis dengan kacang
  6. Beredar sekitar 300-500 mikroliter
  7. Tidak memiliki butiran halus (granula)

4. Eosinofil 1%-4%

Adalah kelompok granulosit yang berperan melawan parasit yang memiliki jangka waktu 8 hingga 12 hari.

Eosinofil mengandung sejumlah zat kimiawi seperti :

  • Ribonuklease,
  • Histamin,
  • Lipase,
  • Eosinofil peroksidase dan
  • Deoksribonuklease serta
  • Beberapa macam asam amino berdiameter 10 – 12 mikrometer.

Adapun Fungsi Eosinofil, yaitu :

  • Mencegah alergi
  • Menghancurkan antigen antibodi
  • Berfungsi dalam menghancurkan parasit-parasit besar
  • Berperan dalam respon alerg
  • Sedangkan Ciri-Ciri Eosinofil, antara lain :
  • Mempunyai nukleus dengan jumlah dua lobus
  • Bersifat fagosit dan bersifat asam
  • Biasanya berwarna merah
  • Berbentuk menyerupai bola, berukuran 9 mm dalam segar
  • Memiliki diameter 10-12 mikrometer
  • Memiliki jangka hidup dengan 8-12 hari
  • Dibentuk di sumsum tulang
  • Granula kasar dan padat
  • Inti terletak ditengah

5. Basofil 0,5%-1

Basofil adalah kelompok dari granulosit yang bergerak keluar menuju ke jaringan tubuh tertentu dengan jumlah yang bertambah banyak atau meningkat pada alergi.

Pertambahan tersebut disebut “basofilia”. Basofil memiliki banyak granula sitoplasmik dengan  masing-masing berjumlah dua lobus.

Baca juga : Fungsi Bronkiolus

Berikut ini Fungsi Basofil, yaitu :

  1. Memberikan reaksi berupa antigen dan alergi dengan cara mengaktifkan dan mengeluarkan histamin sehingga menyebabkan peradangan.
  2. Mencegah terjadinya penggumpalan dalam pembuluh darah
  3. Membantu menyembuhkan dan memperbaiki luka
  4. Memperbesar pembuluh darah

Ciri-Ciri Basofil

  1. Bersifat fagosit, dan basa
  2. Berwarna biru
  3. Berbentuk U dan berbintik-bintik
  4. Berdiameter sekitar 12-15 mikrometer
  5. Berjumlah 0,01-0,3%
  6. Granula kasar
  7. Inti yang tidak bersegmen
  8. Terbentuk pada sumsum tulang

Penyebab Leukosit Tinggi

Adapun penyebab jumlah neutrofil tinggi, antara lain :

  • Infeksi bakteri, virus, atau jamur akut.
  • Cedera fisik, pemulihan pasca operasi atau penyembuhan luka.
  • Radang tiroid.
  • Rheumatoid arthritis, demam rheumatik.
  • Leukemia mielositik kronik.
  • Asam urat.
  • Eklampsia, kejang atau koma pada wanita hamil.
  • Stres akut.

Adapun penyebab jumlah limfosit tinggi, antara lain :

  • Infeksi virus, ex: campak atau gondong.
  • Infeksi bakteri, ex: batuk rejan (pertusis) dan tuberkulosis.
  • Kanker darah, ex: multiple myeloma dan leukemia limfositik.
  • Limfoma.
  • Demam kelenjar (mononukleosis).
  • Hepatitis akibat infeksi virus atau bakteri.

Adapun penyebab jumlah monosit tinggi, antara lain :

  • Infeksi virus, misalnya campak, gondongan, dan mononukleosis.
  • Infeksi bakteri kronis.
  • Tuberkulosis.
  • Infeksi parasit.
  • Leukemia.
  • Peradangan kronis, ex: lupus, vaskulitis, dan rheumatoid arthritis.

Adapun penyebab jumlah Eosinofil tinggi, antara lain :

  • Infeksi parasit.
  • Sindrom hipereosinofilia.
  • Penyakit jaringan ikat.
  • Kanker, ex : leukemia myelogenik kronik.
  • Reaksi alergi, ex : adanya eksim atau asma.
  • Penyakit Addison.

Adapun penyebab jumlah basofil tinggi, antara lain :

  • Reaksi alergi.
  • Cacar air.
  • Penyakit mieloproliferatif, yaitu penyakit pada sumsum tulang.
  • Peradangan kronis, ex: rheumatoid arthritis dan kolitis ulseratif.
  • Leukemia myelogenik kronik.

Pemulihan yang dapat dilakukan akibat splenektomi, yaitu sesuai prosedur operasi untuk mengangkat limpa.

Leukosit tinggi juga bisa disebabkan antara lain :

  • Merokok,
  • Mengkonsumsi obat-obatan tertentu seperti : kortikosteroid dan epinefrin, serta myelofibrosis (kelainan sumsum tulang yang mengganggu produksi sel darah normal).

Demikain penjelasan tentang fungsi sel darah putih, pengertian sel dara putih, jenis-jenis sel darah yang perlu Anda ketahui bersama. Semoga bermanfaat terima kasih.

Baca juga : Fungsi Bronkus